The Elves Secret

The Elves Secret
32. Berbagi


__ADS_3

“Permisi pak” sapa Elle sopan pada pria tua yang sedang tertidur di lantai luar toko baju pinggir jalan.


Pria tua itu langsung bangun dari tidurnya dan terkejut melihat seorang gadis cantik berambut perak menghampirinya diikuti seorang pria remaja tampan berdiri di belakang yang dengan setia menunggu gadis cantik itu.


Elle tersenyum tipis mencoba bersikap ramah “maaf mengganggu istirahat anda, saya hanya ingin memberikan ini. Semoga itu dapat membantu” ucap Elle sambil menyerahkan sebuah kotak putih yang diikat dengan sebuah pita.


Pria tua itu langsung menerima kotak itu dengan wajah senang apalagi saat mencium bau makanan lezat dari kotak itu. “ Terima kasih nona, semoga anda selalu dilindungi oleh Tuhan” ucapnya dengan rasa syukur.


“Terima kasih kembali. Kalau begitu kami permisi dulu.” Pamit Elle lalu menoleh ke arah Alvaro yang masih berdiri di belakangnya “Al ayo kita pulang” ajaknya.


Saat akan berbelok ke arah jalan menuju kawasan Circle Gold, Elle tiba-tiba menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia tidak mungkin membiarkan Alvaro mengantarnya hingga sampai Caldwell Mannor.


Elle menurunkan kaca jendela mobil saat melihat Alvaro juga berhenti tepat di samping mobilnya. “Mmm, Al kamu pulang duluan saja ya. Soalnya kita kan beda arah lagipula rumahku sudah dekat” ucap Elle tak enak.


Memang benar, jalan pulang menuju mansion mereka berdua memang berbeda arah. Jika mansion Caldwell di kawasan Circle Gold maka mansion Parker berada di kawasan Orion Circle yang sama terkenalnya sebagai kawasan elit dan hanya dikhususkan untuk orang-orang keluarga konglomerat.


Melihat Elle yang akan tetap menolak untuk diantarkan, Alvaro pun mengangguk tanda setuju walau sebenarnya ia tahu Elle menyembunyikan sesuatu darinya. “Baiklah, setelah sampai rumah langsung istirahat ya.” Ucap Alvaro tersenyum tipis.


“Terima kasih untuk hari ini Al, kalau begitu aku duluan.” Pamit Elle lalu kembali melajukan mobilnya menuju ke arah kawasan Circle Gold meninggalkan Alvaro yang masih diam melihat mobil Elle berjalan menjauh.


Ternyata Elle tidak sesederhana yang aku pikirkan batin Alvaro.


Sesampainya di depan gerbang Elle langsung memasuki kawasan mansion, melajukan mobilnya melewati lapangan rumput dan taman depan yang di terangi oleh lampu-lampu yang ada di sana.

__ADS_1


Elle memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu utama mansion dan keluar dari mobil yang langsung diambil alih oleh seorang penjaga untuk dipindahkan ke garasi, saat berjalan masuk ke ruang tengah Elle melihat jam di tangannya. Syukurlah tidak terlambat batinnya.


Karena Elle tidak ingin mengingkari janjinya pada Ibram untuk tidak pulang terlambat, itulah cara Elle menghargai keluarganya dan Elle juga tidak ingin keluarganya khawatir karena dia pulang terlambat.


Karena merasa haus Elle berjalan menuju dapur dan melihat ada beberapa maid yang sedang menata bahan-bahan masakan, mereka langsung berhenti melakukan aktivitasnya masing-masing saat menyadari sang nona muda datang ke dapur.


“Nona muda, apa anda butuh sesuatu?” tanya salah satu maid.


“Aku hanya ingin mengambil minuman, kalian lanjutkan saja” jawab Elle.


Para maid itu pun kembali melakukan tugas mereka, sedangkan Elle melangkah ke arah kulkas dan mengambil sebuah botol kaca berisi air putih lalu membawanya ke arah meja pantry beserta gelas yang tadi sempat dia ambil di lemari. Elle menuang air ke dalam gelas lalu meminumnya setelah itu dia mengembalikan botol ke dalam kulkas dan akan melangkah keluar dari dapur.


“Jika sudah selesai, kalian langsung istirahat dan lanjutkan saja besok jangan terlalu membuat tubuh kalian kelelahan” ucap Elle ramah pada para maid yang sudah akrab dengannya sejak kecil.


"Nona juga jangan lupa istirahat" ucap salah satu maid. Elle pun mengangguk dengan senyuman manis.


Beginilah interaksi Elle dengan para pelayan di mansion. Membuat para maid dan penjaga sangat menyayangi dan menghormati Elle karena mereka selalu diperlakukan dengan baik dan ramah bahkan tidak dibedakan oleh sang nona muda begitupun dengan Elle yang sudah menganggap para maid dan penjaga di rumahnya sebagai temannya.


Saat Elle berjalan menuju lift dan melewati pintu belakang mansion yang langsung menuju taman, ternyata di sana Hannah dan Ibram yang sedang duduk di kursi yang terdapat di teras belakang yang sedang mengobrol dan menikmati suasana malam ditemani secangkir teh yang hangat.


“Vivi baru pulang? Gimana jalan-jalannya hmm?” tanya Hannah saat melihat Elle berjalan melewati pintu belakang dan akan menuju lift.


“Eh, kenapa kakek dan nenek di luar?” tanya Elle balik, berjalan ke arah mereka lalu ikut duduk di salah satu kursi.

__ADS_1


“Kakek dan nenek hanya menikmati suasana malam sayang.” Jawab Ibram.


“Bagaimana jalan-jalannya sayang, menyenangkan?” tanya Hannah penasaran karena ini pertama kalinya Elle meminta izin untuk keluar bersama seorang lelaki.


“Sangat menyenangkan nek.” Jawab Elle tersenyum manis.


“Kakek dengar Vivi memesan makanan cukup banyak untuk dibungkus di salah satu restoran. Itu untuk apa sayang?” tanya Ibram, karena tepat saat David menelepon manager restoran tadi mereka sedang makan malam di mansion hingga mereka semua pun mendengar pembicaraan David dan juga manager itu.


“Oh itu, aku membeli banyak makanan untuk dibagikan pada orang-orang di jalan kek. Walaupun awalnya pelayan restoran itu terlihat akan menolak tapi anehnya pesanan Vivi langsung dibuat, apalagi jam sudah hampir melewati janjiku pada kakek namun untunglah Vivi pulang tepat waktu.” Jelas Elle. “Tetapi bagaimana kakek bisa tahu?” tanya Elle lagi.


Ibram yang mendengar itu tersenyum. Cucuku selalu menepati janjinya dan dia selalu memiliki perasaan simpati yang tinggi pada orang lain batinnya bangga.


“Restoran itu adalah salah satu properti milik keluarga kita sayang, dan daddymu lah yang memerintah manager restoran itu agar segera membuat pesanan mu. Kami tidak mungkin membuat kesayangan kami ini lelah menunggu apalagi jika Vivi ingin melakukan kebaikan.” jawab Ibram mengelus lembut kepala Elle.


“Terima kasih kakek” ucap Elle langsung memeluk Ibram.


Tidak berbeda jauh dengan Hannah, dia juga sangat bangga pada Elle karena memiliki rasa kepedulian yang tinggi pada orang lain bahkan pada orang yang tidak ia kenal walaupun jika di luar sikap Elle terlihat cuek. Elle memang bukanlah manusia tetapi perasaannya melebihi seorang manusia.


“Vivi pasti capek jalan-jalan di luar, sekarang masuk gih ke kamar lalu mandi dan langsung istirahat ya” ucap Hannah mencubit lembut pipi chubby Elle.


“Siap nek, tapi kakek dan nenek juga segeralah masuk tidak baik angin malam untuk kesehatan kakek dan nenek,” nasehat Elle lembut.


Ibram dan Hannah pun hanya mengangguk pelan. “Baiklah sayang, kakek dan nenek juga akan segera masuk nanti” jawab Ibram.

__ADS_1


“Kalau gitu Vivi ke kamar dulu nenek kakek.” Pamit Elle sambil mencium pipi Ibram dan Hannah, lalu berjalan memasuki mansion dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


__ADS_2