
Di kediaman Caldwell Mannor, Elle duduk di gazebo memandang bunga-bunga bermekaran yang terlihat bersinar karena cahaya bulan.
Setelah pulang dari toko antik dan membersihkan diri serta berganti pakaian, Elle menuju taman belakang.
Dia melatih kekuatan sayapnya agar bisa dibawa terbang walau hanya sebentar namun, itu cukup memuaskan karena sekarang sayapnya bisa dengan mudah Elle munculkan sesuai keinginannya.
Karena merasa cukup lelah Elle pun beristirahat di gazebo, seperti sekarang ini hanya duduk memandang ke arah bunga di taman.
Awalnya Elle berniat akan berlatih cukup lama tadi, tapi Sera berpesan jangan sampai Elle memaksakan diri karena itu akan memilki efek pada tubuhnya jika terlalu memaksa mengendalikan kekuatannya.
Apalagi jika mengingat saat Elle memunculkan sayapnya, itu cukup membuat energi Elle sedikit terkuras.
Dari arah pintu, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tak lain Monica berjalan ke arah Elle.
“Vivi” panggilnya.
Elle langsung menoleh ke arah Monica yang berjalan mendekat.
“Ada apa mom?” tanya Elle.
Monica tersenyum lalu duduk di samping Elle. “Ayo masuk ke dalam sayang, tamu daddy mu sudah datang” ucap Monica.
“Tamu? Tumben sekali daddy memiliki tamu?” ucap Elle bingung.
Pasalnya, sejak identitas Elle disembunyikan keluarganya tidak pernah mengundang siapapun secara pribadi ke mansion Caldwell atau bahkan menerima tamu.
“Iya, tamu daddy mu ini adalah orang yang sangat penting jadi tidak enak kalau kita tidak menyambutnya kan” jelas Monica.
Elle menghela nafas pelan, sebenarnya saat ini dia cukup malas bertemu orang asing apalagi tadi dia sudah berniat akan langsung ke kamar saja untuk istirahat setelah makan malam nanti, tapi sepertinya rencananya itu harus ditunda.
Karena tidak mungkin Elle akan menolak jika tamu keluarganya saat ini adalah orang penting. Karena, sikap anggota keluarga Caldwell pasti akan dianggap buruk oleh sang tamu jika dia tidak ikut juga menyambut.
Bagaimana pun, Elle juga termasuk anggota keluarga Caldwell apalagi sekarang keluarganya yang menjadi tuan rumah.
Elle akhirnya menuruti keinginan mommy nya, Monica kemudian menggandeng tangan Elle untuk ikut bersamanya memasuki mansion.
Sedangkan di ruang tengah. Ibram, David, Jack dan Allan sudah duduk di sofa tempat masing-masing tak lupa dua orang pria tampan juga ikut bergabung di sana.
__ADS_1
“Selamat datang di kediaman kami master Xander, semoga anda merasa nyaman disini” ucap Ibram menyambut kedatangan Theo dengan berwibawa.
“Tentu tuan besar Caldwell, terima kasih atas sambutan hangatnya” jawab Theo tersenyum tipis, aura tegasnya membuat siapapun segan terhadapnya.
Theo duduk dengan tegap dan penuh wibawa serta aura dominan yang akan membuat orang lain segan untuk menatapnya. Walau wajahnya terlihat datar tetapi netra hitamnya yang tajam terus memindai setiap ruangan itu seperti sedang mencari sesuatu, atau mungkin seseorang.
Tatapannya langsung terpaku pada satu objek yang langsung membuatnya terpesona, begitu melihat orang yang dia cari sejak tadi sedang berjalan ke arahnya.
Matanya sampai tidak berkedip melihat kecantikan Elle yang terus bisa mengalihkan dunianya.
“Master Xander.” Tegur Jack dengan nada suara dingin, saat dia melihat Theo yang memandang Elle dengan tatapan memuja dan Jack tidak menyukai itu. Dasar paman posesif.
Berani sekali dia menatap princess kami seperti itu batin Jack geram, bahkan Allan dan David pun ikut menatap tajam Theo.
“Ya?” tanya Theo gugup namun tertutupi dengan wajah datarnya, sedikit malu memang karena dia kepergok menatap Elle bahkan oleh keluarga gadisnya sendiri.
Bahkan Theo tahu, saat ini sebagian anggota keluarga Caldwell sudah menatapnya dengan tatapan tajam serta peringatan untuk tidak memandang gadisnya lagi.
Ternyata keluarga gadisku cukup posesif sama sepertiku, tetapi itu bagus agar tidak ada yang berani mendekati gadisku selain diriku tentunya pikir Theo senang.
Sedangkan Hansel yang berada di sana hanya diam berusaha menahan malu akibat kelakuan tuannya yang kepergok, ingin sekali dia menenggelamkan dirinya di lantai sekarang. Laaah memangnya bisa tenggelam.
“Sekarang semuanya sudah datang, mari kita segera ke ruang makan” potong Ibram mengajak mereka semua menuju ruang makan bersama-sama.
Keluarga Caldwell bukan tidak sadar jika tamu mereka ini sedang terpesona dengan kecantikan Elle.
Walaupun Elle saat ini hanya menggunakan dress simpel berwarna coklat bahkan tanpa make up sekalipun, tak lupa dengan rambut peraknya yang tergerai indah.
Elle memang malam ini terlihat begitu menawan dengan auranya yang sedikit berbeda bahkan keluarganya pun sempat terpukau tadi saat Elle baru pulang.
Apalagi para maid dan penjaga yang melihat kedatangan Elle tanpa sadar menunduk terlihat tidak sanggup menatap wajah Elle secara langsung, padahal biasanya mereka akan saling tersenyum dan bertegur sapa seperti seorang teman jika melihat Elle.
Itulah aura kemuliaan tubuh Elle walau hanya sedikit yang terpancar namun itu cukup membuat manusia segan terhadapnya. Karena setiap kali Elle berhasil meningkatkan kekuatannya maka aura milik tubuh Elle yang sesungguhnya perlahan-lahan akan ikut keluar.
Di ruang makan terlihat Hannah sedang mengawasi para maid yang menata makanan dengan rapi di atas meja makan, jadi semuanya harus terlihat sempurna apalagi tamu mereka saat ini bukanlah orang sembarangan.
Siapa yang tak kenal dengan tuan muda Black atau biasa disebut master Xander, pebisnis terkenal yang bahkan perusahaannya berada di tingkat satu dalam kancah internasional.
__ADS_1
“Master Xander, tuan Eduardo silahkan duduk” ucap Ibram sopan, sebagai tetua di keluarga Caldwell dia lah yang menjadi pemimpin di acara makan malam ini.
“Semoga anda menyukai hidangan yang kami sajikan ini master Xander.” Ucap Hannah sopan.
“Tentu saja. Dan kalian tidak perlu memanggilku master Xander panggil saja aku Theo, karena itu terlihat lebih nyaman” ucap Theo. Karena sebentar lagi aku akan menjadi menantu di keluarga kalian pikir Theo percaya diri.
Ucapan Theo langsung menghadirkan kejutan untuk mereka semua yang ada di ruangan itu.
Astaga, baru kali ini aku mendengar master memberi izin orang lain menggunakan nama panggilannya selain orangtua nya batin Hansel terkejut.
Bukannya master Xander tidak akan suka jika ada seseorang yang memanggil nama depannya batin David, Allan, Ibram dan Jack terlihat bingung.
Karena mereka yang berkecimpungan di dunia bisnis pasti tahu siapa itu seorang Theodore Alexander Black.
Sedangkan Theo sesekali melirik ke arah Elle yang duduk di depannya, berbeda dengan Elle yang tetap saja diam sejak memasuki ruang makan apalagi setelah dia tahu bahwa tamu daddy nya adalah Theo, pria gila itu.
Benar-benar menyebalkan memang batin Elle kesal.
“Apakah tidak apa-apa?” tanya Monica.
“Sure, it's fine” Jawab Theo.
"Maaf master Xander, kami hanya tidak ingin menyinggung anda jadi rasanya itu tidak sopan" ucap Allan.
“Benar, anda adalah seorang terhormat jadi tidak enak kalau kami memanggil nama anda secara langsung” timpal Ibram.
“Tidak apa-apa, di masa depan saya berharap kalian tidak perlu memanggil saya dengan sebutan itu lagi” jawab Theo tegas.
Theo mengerti alasan keraguan mereka itu karena selama ini Theo belum pernah bersikap ramah dan terbuka pada siapapun selain kedua orangtuanya, bahkan dia sudah dikenal sebagai seorang yang kejam dan dingin bahkan tak tersentuh di luar sana walau itu memang benar adanya.
“Bisakah anda berhenti memperhatikan saya master Xander” sahut Elle tiba-tiba.
“Aku lebih suka kau memanggil namaku, seperti saat itu” ucap Theo mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum menatap Elle.
Membuat Elle langsung mendengus sebal namun tetap tidak menanggapi godaan Theo yang tanpa tahu malu itu.
Sedangkan Ibram, Hannah, David, Monica, Jack dan Allan langsung melirik ke arah Elle dan Theo secara bergantian dengan tatapan bingung dan curiga.
__ADS_1
Karena sudah terlihat jelas Elle dan Theo sudah saling mengenal bahkan sebelum pertemuan mereka di perusahaan CLCorporation tadi siang. Mungkinkah Master Xander menyukai Elle pikir mereka curiga.