The Elves Secret

The Elves Secret
57. Panggilan Dari Kepala Sekolah


__ADS_3

Elle pun berjalan menuju ke tempat dua temannya itu yang ternyata, disana bukan hanya mereka saja namun ada Emma, Alvaro, William, Sam lalu Felix dan jangan lupakan dua cewek parasit yang selalu menempel pada Alvaro dan William.


“Bisa nggak sih kalian nggak usah teriak, bikin kuping sakit tau nggak!” kesal Sarah.


“Mau-mau saya lah, kalau nggak suka pergi aja sana” ujar Lily santai.


“Kenapa tidak masuk?” tanya Elle pada mereka.


“Kan kita nunggu princess Elle, biar sama-sama gitu” ucap Sam tersenyum.


Sedangkan yang lainnya memutar bola mata malas saat mendengar ucapan Sam yang sedang mulai dalam mode playboy nya.


“Iya nongkrong dulu sebentar, mumpung jam masuk masih lama” timpal Felix.


“Vivi, nanti saat jam istirahat aku jemput kita ke ruang kepala sekolah sama-sama” ucap William, membuat mereka yang disana langsung menatap William bertanya.


“Untuk apa kalian ke ruang kepala sekolah bersama?” tanya Stella.


“Olimpiade Sains.” Jawab William singkat.


“Giliran kita yang bertanya, jawabnya singkat bener” dumel Stella.


“Masih untung kamu dijawab daripada dikacangin, kan enak tuh” sahut Sam.


“Kalau kita sih sudah biasa, selain Elle tidak ada yang bisa membuat dua prince ice itu mengeluarkan banyak suara.” Timpal Felix.


Cih, aku pastikan kamu akan dibenci oleh semua orang. Tunggu saja batin Amel geram menatap Elle penuh kebencian.


Namun, dia masih menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan rencananya itu karena dia ingin sekali melihat Elle menderita.


“Heh parasit, ngapain kamu natap Elle tajam!?” ketus Lily yang melihat Amel diam-diam menatap tajam Elle.


Amel pun langsung menunduk pura-pura ketakutan.


“Aku yakin kamu pasti sedang membuat rencana licik kan di otakmu itu.” Tuding Lily lagi.


“n-nggak kok, kalian jangan seenaknya menuduhku ya” kilah Amel dengan suara sedihnya.


“Nggak usah sok lemah! Jijik tahu nggak! Aku lihat sendiri kamu menatap Elle tajam tadi!” Sentak Lily yang muak melihat wajah Amel yang sok polos.

__ADS_1


“Orang munafik mana mungkin mau ngaku” timpal Emma.


“Heh! Jangan asal nuduh ya! Urus saja teman murahan kalian itu!” ketus Sarah membela Amel sambil menunjuk Elle.


Elle yang ditunjuk hanya biasa saja lalu beralih menatap Amel yang juga ikut menatapnya.


Elle tersenyum miring.


“Murahan ya? Mungkin panggilan itu lebih cocok pada teman mu itu” kata Elle santai menunjuk Amel dengan dagunya.


Sedangkan Amel langsung menunduk gugup dengan wajah memucat saat mendengar perkataan Elle. Sialan batinnya.


Lain dengan Felix dan William yang merasa ada yang aneh dengan ucapan Elle dan berpikir apakah Elle mengetahui sesuatu.


“Heh apa maksudmu!?” sentak Sarah tak terima Elle menghina temannya.


Elle berbalik bersiap pergi, bersikap acuh dan menghiraukan teriakan Sarah. “Ke kelas, bel sebentar lagi berbunyi” ajak Elle pada ketiga temannya.


Begitupun dengan Alvaro dan teman-temannya ikut masuk ke dalam gedung sekolah mengabaikan dua cewek yang terus mengikuti mereka.


Saat jam istirahat, William datang menjemput Elle ke kelasnya untuk mengajaknya ke ruang kepala sekolah karena memang mereka sudah dipanggil tadi lewat pengeras suara.


Tok tok tok


“Masuk.”


Sahut suara seorang pria dari dalam ruangan, setelah mendapatkan izin Elle dan William pun masuk dan ternyata sudah ada wali kelas mereka masing-masing yang duduk di sofa.


“Elle, William. Ayo duduk” ucap pria paruh baya yang tak lain adalah headmaster atau kepala sekolah.


Mereka pun duduk di sofa panjang yang pas untuk dua orang, sedangkan di sofa sebelah kiri dan kanan mereka terdapat miss Laura wali kelas Elle dan pak Jordan wali kelas William tak lupa dengan sang kepala sekolah duduk di depan mereka.


“Kalian kami panggil karena ada sesuatu yang akan kepala sekolah informasikan” ucap pak Jordan.


“Kalian pasti tahu tentang Olimpiade Sains yang akan di adakan seminggu lagi?” tanya miss Laura, William serta Elle pun mengangguk.


“Setelah kami diskusikan dan menyeleksi nilai semua murid di sekolah ini, kami memutuskan memilih kalian berdua untuk mewakili sebagai peserta Olimpiade Sains nanti” kata pak kepala sekolah.


Elle diam saja karena dia sudah menebak maksud mereka dipanggil kesini apalagi William juga pernah memberitahunya waktu itu.

__ADS_1


“Dan mulai hari ini bapak harap, kalian akan bisa memulai segala persiapan untuk menghadapi Olimpiade tersebut, apalagi dengan kecerdasan kalian berdua membuat bapak percaya, kalian pasti bisa membawa pulang piala kemenangan itu.” Ucap pak Jordan.


“Benar, kami sangat percaya pada kalian berdua” timpal miss Laura tersenyum.


“Terima kasih telah sangat mempercayai kami, dan kami pastikan akan membawa kemenangan untuk sekolah ini.” Ucap William tenang.


Namun ucapan William itu memang benar, karena selama dia menjadi wakil dalam Olimpiade apapun dia selalu membawa kemenangan


Sedangkan Elle tetap diam memikirkan kedepannya, jika dia mengikuti Olimpiade ini maka namanya akan semakin dikenal masyarakat apalagi Olimpiade Sains ini tingkat Nasional.


“Bagaimana Elle, apa kamu juga bersedia?” tanya miss Laura.


Elle yang masih melamun tersentak karena namanya dipanggil. “Ya?” ucapnya ragu.


“Apa kamu bersedia menjadi wakil sekolah ini dalam Olimpiade Sains nanti bersama William, Elle?” tanya kepala sekolah lagi.


Elle pun kemudian mengangguk yakin dengan keputusan yang dia ambil setelah berpikir, “saya bersedia pak.”


Ini akan menjadi pengalaman pertamaku juga sebagai persiapan diriku, sebelum daddy memperkenalkan ku pada masyarakat pikir Elle.


Berbeda dengan di tempat ruang CEO pemilik perusahaan XCompany, ruangan itu terasa mencekam karena Theo yang terlihat sedang marah setelah Hansel melaporkan apa saja yang terjadi dengan Elle di sekolah.


“Berani sekali mereka menghina gadisku bahkan mereka bilang gadisku perebut! Cih, padahal masih lebih tampan aku daripada anak dari keluarga Parker itu” ujar Theo geram.


Hansel berusaha bersikap biasa saja saat mendengar tuannya memuji diri sendiri walau sebenarnya dia ingin sekali tertawa mendengar kepercayaan diri tuannya itu, namun yang dikatakan Theo nyatanya fakta karena Theo memanglah lebih tampan dari Alvaro.


“Awasi terus gadisku dan laporkan apapun yang terjadi.” Perintah Theo.


“Baik master.” Jawab Hansel.


Setelah dari ruang kepala sekolah, Elle dan William berjalan bersama memasuki kantin dan langsung menuju meja tempat teman-teman mereka makan.


Padahal Elle berharap ketiga temannya menggunakan meja yang berbeda dengan Alvaro, bukan karena tidak menyukai Alvaro hanya saja dia tidak ingin membuat gosip semakin panas karena kedekatan mereka walau tak ada interaksi apapun.


Bahkan Elle tidak tahu, dengan dirinya yang berada di satu tempat saja bersama Alvaro dan Amel, itu sudah memunculkan gosip baru yang entah gosip apa tanpa mencari tahu kebenarannya.


Begitulah pemikiran orang-orang dengan pendapat masing-masing dan mereka hanya mencari keburukan kita semata.


Gabung saja lah, tapi jangan sampai terlihat dekat karena aku terlalu malas saat ini jika ada drama lagi batin Elle.

__ADS_1


__ADS_2