The Elves Secret

The Elves Secret
53. Perdebatan Manis


__ADS_3

Setelah pintu lift terbuka menandakan tiba di lantai paling atas, Elle dan Harris berjalan menuju ruangan Presdir atau ruangan David.


Saat sampai di depan ruangan itu Harris mengetok pintu terlebih dahulu lalu membukanya.


Saat memasuki ruangan itu Elle terkejut melihat keberadaan seseorang yang memang jujur beberapa hari ini mengganggu pikirannya.


Orang itu duduk di sofa menatap fokus pada layar laptop dan sepertinya belum menyadari akan kehadiran Elle di ruangan itu.


Bagaimana bisa pria gila itu disini pikirnya Elle.


Sedangkan Harris langsung keluar lagi, untuk mengambil sesuatu yang awalnya tadi ingin dia ambil di mobil atasannya tapi tertunda karena kedatangan Elle.


“Vivi.” Ucap David saat menyadari keberadaan sang putri tercinta.


Theo, benar pria yang duduk di sofa itu adalah Theo yang langsung ikut menoleh saat mendengar suara David memanggil sebuah nama panggilan yang sangat ia kenali bahkan mungkin tidak bisa ia lupakan.


Theo langsung bertemu tatap dengan netra hijau emerald Elle yang selalu bisa menghipnotis nya.


Theo tersenyum samar saat melihat keterkejutan gadisnya yang terlihat semakin imut. Saatnya membuat kejutan untukmu amour batin Theo senang.


Ingatkan, kalau Theo sengaja membuat kerjasama dengan perusahaan CLCorporation agar dia bisa lebih berdekatan dengan keluarga gadisnya, bahkan jika bisa masuk ke dalam hidup gadisnya dan harapannya pun langsung terwujud. Sangat licik memang.


Tapi dibalik itu semua, Theo memang sudah mempunyai niatan untuk berkerja sama dengan perusahaan itu, karena perusahaan CLCorporation sangat tepat untuk menjadi partnernya apalagi perusahaan keluarganya BGroup juga bekerjasama selama bertahun-tahun dengan CLCorporation.


“Vivi.” Panggil David lagi saat melihat putrinya tidak merespon dan hanya menatap ke arah tamu pentingnya yang tak lain adalah Theo.


David langsung mendekati Elle dan menuntunnya duduk di sofa.


Elle yang tersadar meringis malu dalam hati dan langsung menormalkan ekspresinya.


“Dad, aku membawa dokumen yang dititipkan dari mommy.” Ucap Elle menyerahkan berkas dokumen yang ia bawa menghiraukan Theo yang terus menatapnya layaknya seorang predator.


“Terima kasih sayang” ucap David memeluk Elle.

__ADS_1


Theo menegakkan tubuhnya tanpa melepas pandangan dari Elle. “Putri yang anda sembunyikan, right?” tanya Theo pura-pura tidak tahu.


Oh, jadi dia mau pura-pura nggak kenal aku gitu. Baiklah, ayo kita memainkan permainan ini pria gila pikir Elle, namun dalam hatinya Elle merasa kesal entah kenapa.


“Benar.” ucap David sambil mengelus lembut rambut perak Elle.


“Sangat cantik.” Lirih Theo tersenyum tipis namun masih bisa di dengar oleh telinga tajam Elle dan juga David.


Elle berdecak sambil memutar bola matanya malas melihat Theo yang kini memulai kegilaannya.


“Bagaimana bisa orang gila berada di perusahaan daddy?” tanya Elle tersenyum miring menatap Theo, David langsung terlihat bingung mendengar ucapan putrinya.


“Siapa maksudmu sayang?” tanya David balik.


Dan dengan santainya Elle menunjuk Theo. “Dia.”


Theo langsung tertawa saat melihat sikap Elle itu, dia yakin gadisnya pasti saat ini sedang kesal dan berharap untuk memukulnya atau menjambak rambutnya mungkin.


Sedangkan David cukup terkejut dengan sikap Elle yang terlihat tidak menyukai kehadiran Theo sang Master Xander yang paling di segani di dunia ini. Bahkan dia semakin terkejut saat melihat pertama kalinya seorang Theodore Alexander Black tertawa.


Padahal putrinya selalu memilih diam dan tidak pernah terang-terangan mengutarakan ketidaksukaan nya pada orang lain, namun untuk pertama kalinya David melihat sikap Elle yang seperti itu.


David kembali menormalkan ekpresi nya menjadi datar seperti biasa. Aku lupa jika Vivi tidak tahu bahkan dia belum pernah bertemu dengan Master Xander batin David walaupun dia sedikit merasa aneh melihat interaksi Elle dan Theo saat ini.


“Dia adalah Master Xander kolega bisnis daddy sayang.” Ucap David memperkenalkan Theo pada Elle.


Elle menghembus nafas pelan, bagaimana mungkin Elle akan menegur pria gila itu disini jika sekarang dia adalah rekan bisnis daddy nya.


“Oh iya dad, Vivi juga ingin memberikan ini” ucap Elle sambil menyerahkan sebuah undangan berwarna putih dengan lambang sekolahnya yang berwarna emas pada sang daddy.


“Vivi bingung dan ingin meminta pendapat daddy tentang ini karena kan identitas Vivi masih disembunyikan.” Jelas Elle lagi dengan nada serius.


Oh, tentang undangan itu ya pikir Theo tersenyum.

__ADS_1


“Daddy akan mendiskusikan nya dengan yang lain nanti saat di rumah sayang,” jawab David.


Karena ini tentang identitas Elle maka David harus membicarakan nya dengan anggota keluarganya yang lain untuk mengambil langkah selanjutnya.


Karena sebenarnya anggota keluarga Caldwell masih ragu untuk mempublikasikan tentang Elle apalagi setelah mereka mengetahui Elle yang bukan seorang manusia karena mereka takut Elle akan semakin dalam bahaya.


“Oke dad, kalau begitu aku akan pulang saja, karena tugas dari sang mommy tercinta sudah aku laksanakan” ucap Elle bercanda sambil tertawa kecil.


Theo yang melihat itu langsung terpaku melihat wajah Elle yang semakin cantik apalagi dengan gigi taringnya yang menyembul lucu saat Elle tersenyum, tak lupa bibirnya yang terlihat menggoda membuat sesuatu yang ada di dalam diri Theo bergejolak menyuruhnya untuk mencium bibir gadisnya.


Gadisku benar-benar bisa membuat ku kehilangan akal jika di dekatnya batin Theo menahan gejolak di dalam dirinya.


“Kenapa cepat sekali sayang, bagaimana kalau kita pulang bersama saja nanti.” usul David.


“Tapi daddy sedang sibuk sekarang, aku tidak ingin mengganggu meeting daddy” ujar Elle menolak, apalagi setelah ini dia berniat akan pergi ke suatu tempat.


“Tidak apa-apa sayang. Master Xander apakah anda tidak keberatan jika putri saya di sini?” tanya David, walaupun dia lebih tua tapi aura Theo yang mendominasi sebenarnya cukup membuatnya kagum dan sedikit segan.


David menyuruh Elle ikut menunggu dalam pertemuan bisnisnya dengan Theo karena dia tidak ingin membuat putrinya kecapean membawa mobil bolak balik, begitulah keturunan Caldwell karena keluarga lebih mereka utamakan apalagi David tidak ingin Elle pulang sendiri juga karena suatu alasan.


“Tidak masalah, lagipula saya juga ingin lebih mengenal putri anda tuan Caldwell.” Jawab Theo dengan tenang namun pandangannya tidak pernah lepas dari wajah Elle.


“Tapi aku tidak ingin mengenalmu” timpal Elle cepat dengan pandangan remeh.


Sedangkan Theo langsung tertawa rendah dengan nada suara beratnya yang semakin membuatnya terlihat tampan.


“Yes, you will be.” Ucap Theo tersenyum miring.


Sedangkan David semakin menatap curiga putrinya yang sedang berdebat dengan Theo.


Kenapa Master Xander terlihat seperti sudah mengenal Vivi. Apakah Vivi pernah bertemu dengan Master Xander sebelumnya pikirnya bertanya.


“Maaf dad, Vivi pulang saja apalagi Vivi juga harus ke toko itu lagi” ucap Elle kembali menolak, apalagi di sini ada Theo salah satu alasan dia menolak.

__ADS_1


__ADS_2