The Elves Secret

The Elves Secret
34. Kotak Kayu Misterius


__ADS_3

Elle berdiri di depan papan target dengan sebuah earphone menempel di kepalanya yang menutupi telinganya, lalu melirik ke samping yang terdapat sebuah pistol dengan beberapa peluru di atas meja kemudian merakitnya.


Setelah itu ia berjalan dengan santai dan berhenti tepat di depan papan target yang jaraknya cukup jauh di sana. Dengan wajah tenang serta mata menatap fokus Elle mengarahkan pistol itu ke depan papan target .


Dor dor dor


Tiga kali berturut dan tidak satupun peluru yang meleset semuanya tepat sasaran mengenai tengah-tengah papan target dan bahkan berhasil membuat hanya satu lubang saja. Sangat menakjubkan.


“Hebat, sangat hebat. Keterampilan mu dalam menembak semakin meningkat Vivi.” Puji Jack yang sejak tadi berdiri dan menonton di belakang.


“Terima kasih paman, dan ini juga berkat paman yang selalu sabar melatihku apalagi aku belum bisa melampaui kehebatan paman” ucap Elle tersenyum tipis.


“Astaga kesayangan paman bisa saja” ucap Jack sambil membawa Elle ke pelukannya.


Secara tiba-tiba Elle ditarik hingga pelukan mereka terlepas siapa lagi pelakunya kalau bukan Allan. “Yak bocah! datang-datang mengganggu saja.” Kesal Jack.


“Hari ini aku dan Vivi ada janji keluar, daddy dilarang ikut.” Ucap Allan.


“Eh, benarkah?” tanya Elle menatap Allan dengan wajah polosnya yang kebingungan.


“Hari ini tuh giliran daddy yang menemani Vivi, dan kamu bocah lebih baik pergi sana” usir Jack sedangkan yang diusir tetap diam.


“Baiklah.” Ucap Allan kemudian dan dengan tampang santainya Allan pergi meninggalkan Jack tanpa melepas genggaman tangannya pada Elle hingga mau tak mau Elle pun mengikuti langkah Allan.


“Heh bocah! Jangan bawa Vivi pergi juga! Yang aku suruh pergi itu cuma kamu!” teriak Jack tak terima, Elle main diculik saja padahal kan ia ingin menghabiskan waktu dengan Elle.

__ADS_1


“Aku bukan bocah oldman!” teriak Allan dari jauh.


Di luar markas, Elle berdiri di samping mobil Allan sambil menatap sang pemilik mobil dengan bingung. Perasaan aku dan kak Allan tidak pernah membuat janji atau aku yang memang lupa ya pikirnya.


“Kita mau pergi kemana kak?” tanya Elle setelah memasuki mobil.


.


“Nanti Vivi akan tahu” ucap Allan membuat Elle semakin penasaran.


Setelah mereka berdua masuk, Allan langsung mengemudikan mobilnya menjauh dari markas itu menuju ke suatu tempat yang mungkin akan membantu Elle nanti. Allan tahu selama ini Elle kelihatan banyak pikiran sejak dia mengalami kebangkitan kekuatannya dan mungkin semua keluarganya juga seperti itu apalagi mereka sangat menyayangi Elle dan tidak mungkin mereka membuat Elle menanggung semuanya sendirian.


Elle di bawa oleh Allan ke sebuah toko antik bernama “See The Destiny” yang belum pernah dia datangi sebelumnya. Bahkan toko ini letaknya cukup jauh dari perkotaan hingga mereka memerlukan cukup banyak waktu untuk bisa sampai di sini.


“Kakak ini dimana?” tanya Elle sambil melihat toko di depannya, ia merasakan perasaan aneh sejak berada di tempat ini.


Setelah mendengar ucapan Allan, Elle berjalan masuk ke dalam toko diikuti Allan di belakang. Mereka berkeliling di toko itu berharap dapat menemukan sedikit informasi yang berhubungan dengan identitas Elle.


Saat berkeliling Elle di kagetkan dengan seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya, wanita itu terus menatap Elle dengan pandangan yang sulit diartikan. Lalu menunduk hormat kepada Elle yang membuat Elle sekaligus Allan yang melihat itu sedikit kebingungan.


mungkin itu ciri khas mereka pikirnya.


“Selamat datang, nama saya Sera Lemora. Ada yang bisa saya bantu?” tanya wanita itu memperkenalkan diri.


“Saya mencari buku atau apapun yang berhubungan dengan elf dan peri atau mungkin sesuatu yang mistis.” Ucap Elle tenang.

__ADS_1


“Mari saya tunjukkan tempatnya, tolong ikuti saya.” Wanita itu pun mengajak Elle dan Allan untuk mengikutinya. “saya yakin salah satu benda di tempat ini akan berjodoh dengan nona” ucap Sera misterius sambil tersenyum tipis dengan masih membelakangi Allan dan Elle.


“Silahkan nona.” Saat Allan akan ikut masuk Sera langsung melarang. “Maaf, hanya satu orang yang dapat masuk ke tempat ini” ujarnya dengan nada biasa tapi tersirat ketegasan dalam suaranya.


Elle yang melihat Allan akan protes langsung menghentikannya “tidak apa-apa. Kakak menunggu saja di luar ya, aku akan baik-baik saja.” Ucap Elle menenangkan Allan. Allan pun hanya menghela nafas kemudian mengangguk pelan.


Sera membuka pintu dengan sebuah kunci yang menjadi mata kalung di lehernya. Kemudian dia mempersilahkan Elle untuk masuk, setelah Elle memasuki ruangan itu dia kembali menoleh ke belakang untuk memberikan senyuman menenangkan pada Allan karena ia tahu kakaknya itu sedang gelisah begitupun dengan dirinya.


Perlahan pintu pun kembali tertutup, Elle berbalik mengedarkan pandangannya melihat ruangan itu yang ternyata cukup luas dengan begitu banyak lemari berisi bermacam benda-benda aneh seperti pedang, peti, perhiasan, buku dan lain-lainnya.


“Aku harus mulai darimana?” tanyanya pada diri sendiri.


Elle mengelilingi ruangan itu mencari apapun sebagai petunjuk, dia berhenti di sebuah rak berisi berbagai macam buku dan ia tertarik dengan sebuah buku bersampul gadis bersayap yang berada di paling atas.


Dengan berusaha keras Elle memanjat menaiki lemari agar bisa menggapai buku yang diinginkannya tapi karena licin Elle terjatuh hingga menggores lengannya pada lemari, darah pun mengalir dari luka itu membuat Elle sedikit meringis.


Namun yang Elle tidak tahu setetes darahnya mengenai sebuah kotak kayu berwarna coklat yang terletak di paling bawah lemari, hingga kotak itupun mengeluarkan buliran cahaya biru persis seperti cahaya yang keluar dari telapak tangan Elle.


“Kenapa kotak ini bisa bercahaya seperti,,, cahaya kekuatan ku” lirih Elle sambil membuka telapak tangannya dan mengeluarkan buliran cahaya biru yang sama. Dan ajaibnya kotak itu seperti merespon dengan ikut mengeluarkan cahaya kekuatan itu.


Karena penasaran Elle membawa kotak itu ke atas meja yang ada di ruangan itu dan ia pun duduk di kursi tepat di depan kotak itu.


Elle meneliti setiap sudut kotak kayu itu yang memiliki ukiran daun serta tiga tetesan air dan sebuah simbol bergelombang di tengahnya dan jika diperhatikan, simbol ini mirip seperti simbol sayap di punggung Elle.


Apakah kotak ini hanya merespon kekuatan ku dan apa yang di sembunyikan kotak kayu ini hingga harus tersegel batin Elle penasaran.

__ADS_1


Dengan ragu Elle membawa telapak tangannya menyentuh buku itu, cahaya biru pun kembali bersinar dan secara tiba-tiba segel kotak itu terbuka dengan sendirinya yang cukup membuat Elle terkejut.


__ADS_2