
Sebuah mobil Rolls-Royce phantom memasuki kawasan sekolah elit HIHS melalui gerbang belakang dan berhenti di sebuah parkiran khusus di sana, Theo keluar dari mobil dengan penuh kharisma setelah Hansel membuka pintu mobil untuk tuannya.
Mereka berdua berjalan akan memasuki gedung sekolah itu. Namun tiba-tiba langkah Theo berbelok ke arah taman yang ada di dekat parkiran itu.
“Pergilah.” Perintah Theo.
“Baik master.” Ucap Hansel sedikit membungkuk lalu pergi meninggalkan tuannya, karena dia tahu apa yang akan dia lakukan tuannya setelah ini dan siapa yang ia temui di taman itu.
Theo berjalan ke tengah taman dan terlihat seorang gadis berambut perak duduk menyandar di kursi panjang dengan mata tertutup.
Theo tersenyum tipis lalu berjalan mendekat secara perlahan tak ingin membuat gadis itu terbangun karena kehadirannya, Theo duduk di samping gadis itu yang masih menutup mata dengan perlahan Theo mengusap lembut pipi gadis itu.
Gadis itu yang tak lain adalah Elle perlahan membuka matanya karena merasa terusik dengan usapan di pipinya, Elle bukan tertidur ingat dia hanya sedang berbicara dengan Sera lewat pikirannya.
Ya, Theo tahu semua yang terjadi tadi saat di kantin dari anak buahnya yang mengawasi Elle diam-diam karena itu dia segera datang ke sekolah ini untuk menemani gadisnya.
Saat membuka mata, Elle terkejut melihat wajah tampan Theo yang tepat berada di depan wajahnya dan itu sangatlah dekat.
Elle langsung memutuskan percakapannya dengan Sera dan menegakkan punggungnya sambil menatap curiga ke arah Theo.
“Bagaimana kamu bisa disini?” tanya Elle dengan kening mengkerut.
Melihat wajah Elle yang menggemaskan membuat Theo terkekeh, “tentu saja aku bisa amour, sekolah ini kan milikku” jawab Theo.
“Aku lupa ternyata pria gila di depanku ini adalah seorang Master Xander” ucap Elle memutar bola matanya malas.
Theo tertawa kecil mendengar ucapan gadisnya, lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Elle agar semakin dekat.
“Kau harum sekali amour, aku suka.”
bisik Theo di depan bibir Elle dengan suara beratnya.
Elle memalingkan wajahnya ke samping lalu mendengus kecil, ucapan Theo sedikit berefek pada kerja jantungnya.
“Kamu semakin imut dengan wajah salah tingkahmu itu amour” ucap Theo tersenyum.
“Siapa yang salah tingkah” ucap Elle menyangkal dengan bibir mengerucut.
“Jangan tunjukkan ekspresi mu itu amour, karena aku tidak menjamin untuk bisa menahan diri agar tidak ******* bibirmu yang menggoda itu” ucap Theo serak.
__ADS_1
Elle melotot mendengar ucapan frontal Theo. “Kamu gila!” teriak tertahan Elle.
“Ya, aku gila karena mu amour” ujar Theo santai.
Saat Elle akan berdiri untuk segera pergi, tiba-tiba Theo menarik tangannya hingga Elle langsung terduduk di atas pangkuan Theo.
“Theo! Apa yang kamu lakukan! Lepaskan!” Teriak Elle, namun Theo dengan santainya melingkarkan tangannya di pinggang ramping Elle.
Beruntung tidak ada murid yang melewati taman itu karena taman itu sudah diamankan dan dijaga oleh pengawal Theo atas perintah Hansel.
“Turunkan aku Theo!” pinta Elle.
“Tidak akan,” jawab Theo sambil menyangga dagunya di bahu Elle.
Elle menggertakkan giginya kesal, wajahnya memerah saat merasakan nafas hangat Theo di lehernya apalagi tangan Theo mengelus lembut pinggangnya. Dan tanpa sadar tangannya juga ikut melingkar di leher Theo.
Astaga, kenapa tubuhku tidak pernah menolak sentuhan pria gila ini batin Elle menjerit frustrasi.
“Tubuhmu wangi sekali amour, dan hanya wangi ini yang bisa menenangkan ku,” bisik Theo sambil mengendus aroma lembut di leher jenjang Elle.
Elle dengan kasar menarik rambut Theo ke belakang saat Theo yang mulai mencium lehernya. Ini tidak baik untuk jantungku batin Elle.
“Amour,,,” ucap Theo merengek dengan wajah cemberut, benar-benar tidak cocok untuk seorang Theodore Alexander Black. Astaga kemana perginya seorang Master Xander yang dikenal dingin dan kejam itu.
Elle menghela nafas panjang. “Theo, tolong jaga sikapmu! Aku bukanlah wanita murahan seperti wanita-wanita yang biasa menggoda mu di luaran sana!” ucap Elle tegas.
“Aku tidak pernah berpikiran seperti itu padamu amour!” ujar Theo masih dengan wajah cemberut, karena Elle menghentikan kegiatannya yang menyenangkan.
“Jangan kau kira aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranmu, Theo.” Ujar Elle dengan mata menyipit melihat Theo yang terus menatap bibirnya intens.
“Ini berbeda amour, setiap berada di dekatmu aku selalu hilang kendali apalagi dengan aromamu yang membuat ku candu” ujar Theo mengelus lembut pipi Elle.
Amour, tenang saja aku pasti akan membalas dua gadis murahan itu karena telah membuatmu sedih dan aku berjanji akan selalu melindungi mu selama hidupku batin Theo.
Drrt Drrt
Suara ponsel bergetar membuat Elle segera merogoh sakunya lalu menjawab panggilan itu. Berbeda dengan Theo yang menjadi diam saat Elle memberi dia isyarat dan malah hanya memainkan rambut perak Elle yang lembut bahkan sesekali menciumnya.
“Halo paman” jawab Elle.
__ADS_1
“Paman sudah berangkat sayang sekarang paman sudah di jalan, Vivi dimana?” tanya Jack di seberang sana.
“Aku di taman sekolah, baiklah aku akan menunggu paman nanti di koridor depan” ucap Elle.
“Baiklah paman sebentar lagi akan sampai”ujar Jack memberitahu kedatangannya pada Elle.
“Oke.” Panggilan pun di tutup.
Elle menatap Theo yang masih bermain-main dengan rambutnya bahkan terlihat senang mencium aroma rambut Elle yang harum dan terasa dingin di tangannya.
“Aku harus pergi” Elle menatap tepat ke arah netra gelap milik Theo yang selalu menatapnya lembut namun dapat membuat orang lain terintimidasi.
“Haah, padahal aku masih ingin tetap bersamamu amour” ucap Theo lesu.
Elle tanpa sadar mengelus lembut rahang Theo yang kokoh, entah kenapa berada di dekat Theo membuat Elle selalu nyaman.
Theo yang merasakan tangan lentik nan lembut menyentuh wajahnya langsung menutup matanya dan merasa seperti ada kupu-kupu yang menggelitik perutnya.
Perasaan ini sangat menyenangkan dan aku menyukainya, hanya kaulah yang bisa membuatku seperti ini amour batin Theo.
Elle tersenyum tipis melihat Theo yang memejamkan matanya sambil menggosok lembut pipinya di tangan Elle, Theo terlihat seperti kucing yang bermanja-manja di tangan pemiliknya dan itu sangat menggemaskan di mata Elle.
"Aku harus pergi, teman-teman ku juga pasti khawatir karena aku pergi sudah cukup lama." Ucap Elle lembut.
Theo membuka mata lalu menatap netra hijau emerald Elle yang selalu membuatnya terpesona. "Baiklah amour, tapi dengan satu syarat."
Elle mengangkat sebelah alisnya "apa?"
"Kiss me" ucap Theo sambil menunjuk pipinya.
Elle langsung melotot mendengar permintaan Theo.
"Ayo amour, aku tidak akan melepaskan mu jika tidak mencium ku dulu" Theo tersenyum saat berhasil memotong ucapan Elle yang akan protes.
Cup
Dengan cepat Elle mencium pipi Theo yang langsung membuat pria tampan itu terdiam dengan jantung berdebar kencang.
"Sudah kan, sekarang biarkan aku pergi Theo" ujar Elle menatap tajam Theo. Astaga malunya batin Elle menjerit.
__ADS_1
Theo dengan gemas langsung memeluk Elle erat lalu menghirup aroma tubuh Elle yang menjadi candunya, seandainya saja hari ini gadisnya tidak ada acara di sekolah pasti Theo sudah langsung membawa Elle pergi ke mansionnya dan mengurungnya di kamar.
Kamu membuat aku gila amour batin Theo.