
Malam ini di dalam kamar, Elle merasa tidak nyaman pada tubuhnya. Ia bergerak gelisah di atas ranjang beberapa kali mengubah posisinya tertidur agar bisa cepat terlelap, memang belum terlalu malam jam di atas meja masih menunjukkan waktu setengah sembilan terlalu awal untuk Elle tertidur tapi tubuhnya sudah terasa tidak nyaman sejak ia pulang sekolah. Seperti ada sesuatu yang ingin melonjak keluar dari dalam tubuhnya.
Sedang di ruang kerja Jack tengah duduk di kursinya sambil menopang dagu, ia masih memikirkan sikap aneh Elle sejak pulang dari sekolah dimulai dari saat ia menjemputnya hingga sampai mansion Elle selalu diam tidak seperti biasa yang selalu semangat bercerita padanya tentang kegiatan sekolahnya dan untuk pertama kalinya Elle tidak menyapa mereka semua di mansion. Karena penasaran dan khawatir Jack pun berjalan keluar dari ruang kerjanya menuju kamar Elle.
Tok tok tok
“Vivi ini paman, kamu baik-baik saja kan?” tanya Jack sambil mengetuk pintu kamar Elle.
“Sayang, paman boleh masuk?” namun tetap tidak ada jawaban, Jack pun mencoba membuka pintu ternyata terkunci.
Tiba-tiba Jack mendengar suara teriakan samar dari dalam kamar Elle.
“Vivi, sayang buka pintunya! Vivi!” teriak Jack, membuat semua orang datang ke arahnya karena keributan itu.
“Jack, apa yang kamu lakukan teriak malam-malam begini ?” tanya David. Jack tidak menjawab ia hanya fokus membuka pintu kamar Elle.
“Apa terjadi sesuatu pada Vivi” gumam Monica membuat mereka semua langsung khawatir.
Hannah langsung menyuruh pelayan mengambil kunci cadangan kamar Elle, sedangkan Jack dan David mencoba mendobrak pintu kamar Elle.
Saat pintu berhasil terbuka mereka semua langsung masuk terlihat kamar Elle sudah berantakan dan pintu balkon terbuka lebar. David langsung berlari keluar sambil menelepon Harris begitu pun Jack memerintah seluruh anak buahnya berpencar untuk mencari keberadaan Elle, setelahnya pergi menggunakan mobil masing-masing sedangkan Allan sudah lebih dahulu berlari keluar saat tidak mendapati Elle di dalam kamarnya. Ibram hanya memeluk Hannah dan Monica yang sudah menangis khawatir karena hilangnya Elle.
Di taman yang sepi, terlihat sesosok gadis terbang melayang di atas taman itu. Rambut peraknya yang panjang beterbangan terkena angin hingga terlihat telinganya yang runcing, di dahinya terdapat simbol tetesan air berwarna biru, netra hijau emeraldnya lebih bersinar di bawah bulan purnama tak lupa dengan sayap bening terbentang indah mengeluarkan cahaya biru di punggungnya.
__ADS_1
Dia adalah Elle, saat ini ia setengah sadar karena mengalami kebangkitan kekuatan setelah mencapai usia dewasa membuatnya tidak bisa mengontrol kekuatan besar di dalam tubuhnya.
Tak jauh dari taman itu terdapat seorang pria tampan berbalut jas coklat tengah berkelahi dengan kumpulan orang berpakaian hitam, pria itu mendapat luka tusukan di bahunya dan beberapa memar di tubuhnya karena lengah dan kesadarannya yang mulai menipis akibat obat bius yang tidak sengaja ia hirup.
Saat pria itu berusaha menangkis serangan secara tiba-tiba mereka semua terpental karena angin kencang hingga membuat mereka semua pingsan. Elle tiba-tiba sudah berdiri di samping pria berjas coklat yang sudah tergeletak di atas tanah, ia sedikit menunduk dan menghirup aroma darah berasal dari luka pria itu.
Pria itu membuka mata, ia melihat samar seorang gadis berambut putih yang duduk di sampingnya tapi wajah gadis itu tidak terlalu jelas karena penglihatannya yang buram, pria itu memegang tangan mungil yang akan menyentuh wajahnya hingga bisa merasakan kulit halus dari tangan di genggamannya.
Sangat lembut dan hangat batin pria itu.
“Who,,are,,you?” tanya pria itu dengan suara lemah nan serak.
Elle tidak menjawab dia membuka telapak tangan kanannya di dekat bahu pria itu dan muncul buliran cahaya biru dari tangan Elle, cahaya itu masuk menyerap ke dalam luka pria itu hingga perlahan-lahan luka itu hilang tanpa bekas sedangkan pria itu sudah pingsan. Setelah itu, Elle pun terbang pergi meninggalkan pria itu dan orang-orang berpakaian hitam yang tergeletak tak sadarkan diri.
“Dave, bagaimana apa Vivi sudah ditemukan?” tanya Monica cepat saat melihat suaminya baru memasuki mansion diikuti Allan.
“Dimana Jack?” tanya Ibram saat tidak melihat Jack yang ikut kembali.
“Di luar.” Jawab David.
Tiba-tiba datang Jack dengan berlari tergesa-gesa menuju taman belakang, mereka memanggil Jack ingin bertanya tetapi tidak di dengar olehnya. Sesampainya di taman belakang terlihat Jack berdiri kaku fokus memandang ke arah depan, mereka pun mengikuti arah pandang Jack dan langsung terkejut juga takjub melihat Elle berdiri di tengah taman bunga sedang memandang ke arah bulan dengan wujud lain dikelilingi kunang-kunang yang beterbangan dan juga semua bunga di taman yang anehnya sudah bermekaran.
Mereka semua terdiam karena masih terkejut melihat wujud Elle yang sangat cantik dan menakjubkan. Terlihat seperti seorang dewi yang keluar dari sebuah lukisan.
__ADS_1
“Vivi” gumam Jack hampir seperti berbisik.
Karena pendengaran Elle yang tajam membuat ia langsung menoleh ke arah keluarganya yang tengah berdiri tak jauh darinya, Elle menatap mereka dengan tatapan asing setelahnya ia pun terjatuh pingsan.
David yang lebih dahulu tersadar langsung berlari ke arah Elle yang sudah tergeletak di atas tanah.
Dia langsung mengangkat dan menggendong Elle lalu membawanya masuk ke mansion diikuti yang lainnya. Elle dibaringkan di atas ranjang kamarnya, Monica mendekat dan langsung memeluk Elle yang sudah kembali dengan wujud aslinya sedang yang lainnya melihat Elle dengan berbagai tatapan terkejut, lega, takjub, terpesona dan penasaran siapa Elle sebenarnya.
Di sebuah kamar bernuansa hitam seorang lelaki tampan terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang, dia adalah Theodore Alexander Black yang biasa dipanggil Master X atau Master Xander sang CEO sekaligus pemilik XCompany perusahaan terbesar dan terkaya di dunia.
Di depan pintu kamar itu berdiri seorang pria mengenakan jas abu-abu sedang berbicara dengan dua orang lelaki di depannya. Tangannya berada di dalam saku celana membuat pria itu terkesan dingin dan tegas.
“Bagaimana, apa kalian sudah berhasil menangkap orang yang telah mencelakai master?”
“Belum tuan Hansel tapi keberadaan orang itu sudah berhasil kami lacak, saat ini yang lainnya sedang menuju ke sana.” Jawab salah satu lelaki itu.
“Bawa orang itu ke tempat biasa, tidak peduli hidup atau mati!!”
“Baik tuan Hansel!” ucap kedua lelaki itu serempak.
Pria yang dipanggil Hansel itu menarik nafasnya pelan lalu masuk ke dalam kamar. Dia menatap ke arah tuannya yang masih belum sadarkan diri.
“Maafkan kelalaian saya master, kejadian ini tidak akan terjadi jika saja saya tidak meninggalkan anda sendirian malam itu” gumam Hansel lirih, tapi anehnya ia menemukan tuannya terbaring bersimbah darah namun tidak ada sedikitpun goresan atau luka di tubuhnya. Tuannya tak sadarkan diri hanya karena masih dalam pengaruh obat bius.
__ADS_1
Seandainya malam itu bisa terulang, dia tidak akan mendengarkan perintah dari tuannya yang meminta dirinya untuk pergi memeriksa perusahaan. Hansel kemudian meminta dua bodyguard untuk terus berjaga di depan kamar tuannya, dia akan mengurus beberapa pekerjaan penting terlebih dahulu sebelum memberikan pelajaran pada orang yang telah berani menyerang tuannya.