The Elves Secret

The Elves Secret
48. Jujur Pada Lily


__ADS_3

Lebih baik aku memberitahu Lily secara langsung daripada dia tahu dari orang lain dan menganggap ku mengkhianatinya, lagipula sebentar lagi identitasku akan dipublikasikan oleh daddy batin Elle.


Lily menyipitkan matanya curiga. “Aku yakin itu, ayo cepat katakan rahasia apa yang kalian sembunyikan dariku” ujar Lily mendesak Emma dan Elle.


Elle menghembuskan nafas pelan lalu berucap “Aku putri keluarga Caldwell.” Dengan singkat dan tenang.


Lily langsung tertawa mendengar ucapan Elle. "Hahaha lelucon kamu sangat lucu Elle."


"Tapi itulah kenyataannya, sahabat kita ini adalah seorang nona muda dari keluarga Caldwell Ly" timpal Emma menunjuk Elle dengan tangannya.


Suasana langsung hening setelah Elle mengucapkan itu karena Lily langsung terdiam melihat wajah dan nada serius kedua temannya. Lily juga masih mencerna informasi yang baru saja di ucapkan Elle dan Emma.


Brakk


Secara tiba-tiba Lily langsung berdiri memukul meja dengan keras tak lupa dengan ekspresi terkejutnya, membuat Emma hampir tersedak saat dia sedang minum.


Beruntung makanan yang ada di meja tadi sudah dibersihkan oleh pelayan dan hanya tersisa minimum saja, jika tidak pasti semuanya sudah hancur berantakan karena pukulan Lily.


“Appa!! Jadi Elle adalah putri tunggal dari keluarga Caldwell! keluarga terkaya di negara ini!?” Heboh Lily.


Ekspresi Lily yang tadinya terkejut berubah menjadi tertawa yang langsung mendapat tatapan aneh dari Emma.


“Kenapa kamu tertawa Ly?” tanya Emma melihat Lily yang tertawa seperti orang gila.


Lily menjawab sambil memegang perutnya yang keram akibat tertawa. “Tidak, aku hanya kasihan mengingat dua singa jantan yang akan semakin sulit dalam berjuang” ucap Lily asal dan sepertinya Emma mengerti maksud Lily.


“Kamu tidak marah Ly?” tanya Elle heran.


“Tidak, lagian aku juga ngerti kok kenapa kamu merahasiakan identitasmu selama ini Elle. Jika itu aku, aku juga akan melakukan hal yang sama tapi sudah terlanjur aku diperkenalkan oleh keluargaku pada publik, dan menjadi pusat perhatian itu kadang tidak enak.” Jelas Lily.


“Benar sekali, karena itulah juga alasan aku tidak menulis nama belakang ku secara jelas, karena pasti aku akan di dekati oleh cewek-cewek yang mengejar kak El dan itu membuatku sangat risih.” Timpal Emma mengangguk setuju.


“Jadi kamu sudah tahu kalau Elle adalah seorang Caldwell?” tanya Lily pada Emma, dan Emma pun hanya mengangguk ringan.

__ADS_1


Mereka langsung mengehentikan percakapan saat melihat kedatangan seorang pelayan beserta seorang pria paruh baya ke arah mereka.


“Nona, ini kartu anda.” Ucap pria paruh baya itu sopan.


“Terima kasih.” Balas Elle dengan senyuman tipis.


“Saya Joseph Ortez selaku manager restoran ini, saya berharap nona menikmati hidangan yang telah kami sajikan tadi.” Ucap Joseph si manager itu sopan memperkenalkan diri.


Pria itu langsung datang ke ruangan ini setelah mendapati karyawannya datang ke ruang kerjanya dengan membawa sebuah kartu hitam bergambar mahkota emas, yang pernah sekali dia lihat saat seseorang yang paling berpengaruh di dunia datang berkunjung ke restorannya.


Joseph kira kartu itu adalah milik seseorang itu dan berinisiatif menyambutnya secara khusus, namun ternyata yang memiliki kartu itu adalah seorang gadis remaja biasa yang semakin membuatnya tercengang.


Identitas apa yang dimiliki gadis ini hingga dapat memiliki blackcard yang istimewa itu. Ternyata memang benar, jangan hanya menilai buku hanya dari sampulnya saja batin Joseph.


Padahal mereka tidak tahu saja, Elle hanya mengambil asal tadi lalu membawa kartu itu karena di kamarnya cukup banyak blackcard dengan berbagai macam yang diberikan keluarganya, dan semua isinya tidak main-main jumlahnya.


Karena ini juga kedua kalinya Elle menggunakan kartu miliknya berbelanja dan membayar sendiri. Yang biasanya hanya akan dibayarkan oleh Jack, David dan Allan jika dia diajak keluar yang palingan hanya ke restoran dan tempat-tempat yang tidak ada bisa mengenali mereka.


Setelah keluar dari restoran mewah itu, mereka pun akan pulang ke mansion masing-masing dengan menggunakan mobil Emma.


Setelah mengantar Lily, sekarang mobil merah itu berada di depan gerbang Mannor Caldwell yang berhenti tepat di depan pintu utama mansion, Elle langsung keluar dari mobil.


“Thanks Em dan hati-hati di jalan.” Ucap Elle tersenyum.


“Sama-sama, kalau gitu aku pulang dulu ya. See you tomorrow.” Pamit Emma membawa mobilnya meninggalkan kawasan Caldwell.


Elle masuk ke dalam mansion membawa dua buah totabag berisi buku dan sebuah Hoodie couple yang sama dengan Emma dan Lily, tak lupa dengan sebuah dress yang sempat ia coba tadi karena dipaksa Lily dan Emma.


Saat berjalan memasuki ruang tengah, Elle melihat semua anggota keluarganya sedang duduk santai di sana.


“Sayang baru pulang?” ucap Monica saat melihat Elle berjalan ke arah mereka.


“Iya mom.” Elle berjalan ke arah sofa yang di duduki Allan, dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


Dan dengan senang hati Allan membawa Elle lebih dekat padanya tak lupa tangannya yang terus memainkan rambut perak Elle yang lembut. Sedangkan Jack yang melihat itu hanya mendengus cemberut karena iri.


“Gimana jalan-jalannya sayang, menyenangkan?” tanya Ibram.


“Yaa sangat menyenangkan kek, apalagi Vivi tadi bermain banyak permainan bersama Emma dan Lily.”


Jawab Elle antusias.


“Vivi sudah makan malam? kalau belum nanti biar nenek suruh pelayan menyiapkan makanan.” Ucap Hannah.


“Sudah kok nek tadi di restoran bareng sama Emma dan Lily”


ucap Elle mengangguk.


“Ya sudah, kalau begitu Vivi istirahat saja ya pasti capek.” Ucap Monica yang duduk di samping David.


“Kalau begitu aku ke kamar dulu, good night all ,“ pamit Elle setelah mencium mereka semua.


Tiba di kamarnya Elle langsung ke kamar mandi, berendam di dalam bathtub dengan air hangat untuk merilekskan tubuhnya.


Dua puluh menit kemudian Elle keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe berwarna putih menuju walk in closed berganti baju.


Setelah berganti baju dengan piyama berlengan pendek yang sangat pas dengan tubuhnya, Elle langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang mematikan lampu hanya tersisa lampu tidur yang menyala, bergelung dalam selimut tebal lalu menutup mata. Tak lama kemudian hanya terdengar suara dengkuran halus yang mengisi kesunyian kamar tersebut.


Krett


Bunyi pintu balkon terbuka secara perlahan nampaklah sesosok bayangan memasuki kamar Elle. Sosok tersebut yang diyakini seorang pria terlihat dari postur tubuhnya yang tegap.


Dengan perlahan pria itu melangkah tanpa suara dan dengan tenang mendekati ranjang tempat tidur Elle, dan dia berhenti tepat di samping Elle yang sedang tertidur lelap.


“Sangat cantik, bahkan walau saat kamu sedang tertidur amour” ucap pria tersebut sambil tersenyum tipis.


“You’re mine and only mine, amour.” Lirihnya mutlak terselip nada suara posesif dalam ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2