
Pria tersebut tak lain adalah Theo, saat dia mengatakan ingin menemui Elle tadi siang itu bukan lah sekedar omong kosong, karena apa yang dia ucapkan pasti akan langsung dia lakukan.
Seperti sekarang, Theo menyelinap ke mansion Caldwell yang memiliki penjagaan ketat hanya untuk ingin bertemu dengan gadisnya, apalagi rasa rindu yang tidak bisa dia bendung lagi. Benar-benar pria yang tidak waras.
Sebelum meninggalkan kamar Elle, Theo menyempatkan mengusap rambut perak Elle dengan lembut tak lupa memberikan kecupan di kening dan sudut bibir Elle.
Setelah itu Theo keluar dari kamar Elle dengan kembali melewati pintu balkon seperti cara dia masuk tadi tanpa diketahui oleh siapapun.
Sementara Elle yang samar-samar merasakan kehadiran seseorang langsung terbangun dari tidurnya dengan setengah sadar, dia mengedarkan pandangan di setiap sudut kamarnya. Tidak ada apa-apa, mungkin hanya mimpi saja pikirnya, setelah itu dia kembali melanjutkan tidurnya.
Mobil Porsche berwarna biru memasuki gerbang Harvest Internasional Highschool dengan mulus, seperti biasa para murid-muridnya menatap mobil itu dengan berbagai tatapan.
Ada yang biasa saja, ada yang kagum ada juga yang sampai melongo. Sedangkan sang pemilik mobil hanya biasa saja mengetahui tatapan itu.
Elle keluar dari mobil berjalan santai di koridor sekolah menghiraukan tatapan memuja dan tatapan sinis bahkan ada juga yang menghujat dan membelanya karena kejadian kemarin dengan Amel. Benar-benar jika sebuah gosip cepat sekali menyebarnya.
Eh, dia Elle yang digosipkan menggoda Alvaro?
Benar si perebut, nggak tahu diri sekali !
Lagipula Elle cantik, cocok sama Alvaro.
Benar, bilang aja kalian iri kan!?
Namun Elle tetap saja berjalan santai menghiraukan bisikan-bisikan dari murid-murid yang masih ada di koridor.
“Elle!!” teriak seseorang dari belakang.
Elle sontak langsung menoleh ke sumber suara, sedangkan murid-murid lain yang masih di koridor terkejut karena teriakan membahana itu bahkan sampai ada yang menutup telinga.
“Pagi Elle.” Sapa Lily setelah berdiri di depan Elle dengan cengiran khasnya. Ya seseorang yang berteriak itu adalah Lily.
“Kamu membuat semua orang kaget Ly.” Ucap Elle.
“Ya maaf Elle, lagian kalau aku enggak teriak emang kamu denger?” tanya Lily.
__ADS_1
“Dengar.” Jawab Elle singkat.
“Jawabnya singkat bener” gumam Lily cemberut. “Tapi mana mungkin kamu bisa denger Elle, karena jarak kita saja jauh banget makanya aku menggunakan suara keras tadi” ujar Lily dramatis.
“kalau itu mah bukan suara keras Ly tapi speaker volume full” timpal Stella yang tadi mengikuti Lily tak lupa juga dengan Emma.
“Enak aja! Emang suara aku sekeras itu apa, suara aku itu merdu tahu,” dumel Lily tak terima.
“Merdu? Fales yang ada!” sahut Emma.
“Apaan sih! Orang suara aku itu bagus, merdu kayak suaranya Avril Lavigne.” Kesal Lily dengan wajah cemberutnya.
“Avril Lavigne? Astaga ngarep banget!” timpal Stella.
"Huh ! pagi-pagi kupingku udah panas aja rasanya" ujar Lily saat mendengar murid yang berbisik menjelekkan Elle.
"Biarkan saja mereka berpendapat" ucap Elle dengan wajah tenang namun tersimpan banyak rahasia dari tatapannya.
"Bisa nggak kalian jalannya jangan cepat-cepat, capek tahu" dumel Stella karena sedari tadi dia kelelahan mengikuti langkah Lily dan Emma yang berlari.
“Sudah, kita ke kelas saja.” Ucap Elle membuat perdebatan mereka langsung berhenti.
Mereka pun berjalan beriringan dengan posisi Lily dan Elle di tengah. Saat di tangga menuju lantai dua mereka berpapasan dengan Alvaro, William, Felix dan Sam serta jangan lupakan dua gadis yang tak lain Amel yang saat ini sedang berusaha memegang lengan Alvaro dan Sarah yang masih mencoba mengajak William berbicara namun dia malah hanya dicuekin. Kasihan.
“Wah wah wah,,, lihat ada cewek-cewek gatal di sini.” Ucap Lily berbisik pada Emma dengan suara cukup keras.
“Kalau gatal di kasih obatlah Ly, jika belum mempan tuh kasih sikat toilet sekalian” timpal Emma yang ikut-ikutan menyindir Amel dan Sarah, Emma masih kesal pada mereka berdua karena kejadian kemarin.
“Kalian nyindir kami ya!?” sentak Sarah marah.
“Kita tidak menyindir kalian. Kalau kalian merasa tersindir berarti secara langsung kalian mengakui diri sendiri dong sebagai cewek gatal. Wow gatal nggak tuh!!” Ucap Lily pura-pura kaget menutup mulutnya yang tertawa sedangkan Emma hanya tersenyum.
Amel dan Sarah yang mendengar itu tersulut emosi hingga wajah mereka memerah, apalagi Amel yang sudah gemetar takut sejak melihat kedatangan Elle. Dia takut jika Elle membongkar rahasianya pada yang lain terutama pada Alvaro.
“Udah-udah kita jangan membuat mereka semakin emosi, mending kita ke kelas 5 menit lagi bel berbunyi lho.” Lerai Stella yang hanya menonton perdebatan itu.
__ADS_1
Sedangkan Elle hanya diam saja dengan wajah tenang walaupun ia tahu jika Alvaro sedari tadi terus menatapnya begitu pun dengan William.
Elle bisa saja menyelesaikan semuanya dengan cepat tapi dia hanya ingin menghindari masalah untuk saat ini, dan hanya fokus melatih kekuatannya karena itulah Elle berpikir lebih baik menjaga jarak dengan Alvaro walaupun gosip itu masih tetap saja ada.
Sejak kejadian kemarin banyak yang membuat gosip di sekolah tentang dirinya sebagai pengganggu dalam hubungan Alvaro dan Amel. Elle hanya berharap hari ini mendapat ketenangan di sekolah tetapi sepertinya itu mustahil.
“Yok lah kita pergi” ajak Lily.
Mereka berempat pun pergi meninggalkan para Prince Harvest itu beserta Amel dan Sarah yang masih berdiri di tangga.
Kenapa aku merasa kamu menghindari ku Elle batin Alvaro sendu.
“Kita juga harus pergi ke kelas,” ucap Felix yang memang sejak tadi jengah setelah kedatangan Amel dan Sarah,
Padahal awalnya mereka berempat ingin menuju ke parkiran menemui Elle dan teman-temannya tapi harus terhalang karena Amel dan Sarah terus mengganggu Alvaro dan William. Benar kata Lily mereka berdua adalah parasit pikir Felix.
"Tumben nggak ngajak bolos" ucap Sam tiba-tiba.
"Bolos saja di otakmu, dasar otak udang" kata Felix lalu pergi mengikuti Alvaro dan William yang lebih dulu berlalu.
Sedangkan Amel dan Sarah seperti biasa tetap mengikuti mereka walaupun kelas mereka berjarak cukup jauh.
Elle kini duduk di kelas bersama ketiga sahabatnya, guru yang mengajar sedang berhalangan hadir hingga akhirnya kelas mereka free.
Mereka duduk di belakang pojok dengan Elle bersama Lily duduk di belakang dan Emma bersama Stella duduk di depan.
“Kamu masih menghindari Alvaro Elle?” tanya Lily.
“Hmm, kenapa?” tanya Elle balik.
“Kak Sam bilang, Alvaro di kelas banyak melamun dan tidak fokus. Apa tidak sebaiknya kamu berbicara dengan Alvaro?” ucap Emma.
“Jika aku berbicara dengannya maka masalah akan semakin panjang dan Amel akan semakin menggunakan itu untuk menyalahkan ku, jika Alvaro masih belum tegas tentang hubungannya dengan Amel di depan umum, aku tidak akan pernah mendekatinya.” Jelas Elle.
Elle tidak mungkin mendekati Alvaro yang masih berstatus calon tunangan orang lain walaupun dia sudah menganggap Alvaro sebagai temannya, sebelum Alvaro dengan tegas menjelaskan hubungannya dengan Amel kepada orang banyak.
__ADS_1
Karena jika dia berdekatan lagi dengan Alvaro maka gosip akan semakin memanas, walaupun Elle akan menjelaskan pada semua orang namun jika tanpa bukti pastinya gosip itu akan semakin menjadi fitnah dan merugikan dirinya.