
Elle keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe langkahnya berjalan ke arah walk in closed mengambil dress selutut berwarna cream lalu mengenakannya, untuk sesaat ia terdiam di depan cermin melihat pantulannya lalu menghembuskan nafas pelan. Sebentar lagi batinnya.
Setelah selesai Elle keluar dari kamarnya lalu masuk ke lift menuju lantai bawah berjalan ke arah ruang makan dan melihat keluarganya yang sudah duduk rapi menunggu kedatangannya.
“Night all.” Sapanya ceria lalu mencium pipi semua anggota keluarganya.
“Night too princess.” Mereka pun makan malam dengan tenang tanpa ada yang berbicara.
Saat ini semua anggota keluarga Elle duduk santai bersama dengan kegiatan mereka masing-masing di ruang keluarga.
“Dad, apa Vivi boleh sekolah di luar?” seluruh atensi keluarganya langsung tertuju padanya.
“Sayang, kamu home schooling saja ya seperti biasa nenek khawatir jika kamu di luar” bujuk Hannah.
“Sejujurnya aku ingin mencoba sekolah di luar untuk mempersiapkan diriku agar bisa menghadapi dunia luar nanti dan juga mendapatkan teman” lirih Elle sambil menunduk.
Jujur, saat ia melihat Allan yang bersekolah hingga sekarang kuliah itu terlihat seru dan membuatnya penasaran, ia juga ingin mencobanya sekali dalam hidupnya apalagi ia yang akan mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman di luar sana.
“Tapi sayang dunia luar sangat berbahaya untukmu, kami tidak ingin terjadi apa-apa padamu.” Terang David.
Berbahaya,,, benar juga batin Elle mengingat dirinya pernah tersesat saat pertama kali berada di sini.
“Lebih baik biarkan Vivi melanjutkan pendidikannya di luar karena tidak selamanya kita terus membiarkan Vivi hanya tahu lingkungan mansion, biarkan dia mengenal dunia luar dahulu agar ia juga terbiasa dan beradaptasi saat Vivi sudah kita perkenalkan pada publik” ucap bijak Ibram.
“Benar, kita bisa menjaganya dari jauh tapi ini belum saatnya Vivi menggunakan identitas aslinya untuk berjaga-jaga.” Ucap Jack
“Maksudnya Elle tidak akan menggunakan nama belakangnya dulu saat di luar?” tanya Monica
“Benar.” Jawab David
“Ini juga sedikit menguntungkan untuk Vivi agar tidak mendapat teman yang munafik jika dia tahu tahu identitas asli Vivi” ucap Allan.
“Benar juga” timpal Jack
“Ck, daddy ikut – ikutan saja” dumel Allan tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel.
“Siapa yang ikutan, aku juga mikir gitu kok.”
“Baru tahu aku kalau kamu bisa mikir” ucap Hannah.
“Mom juga jangan ikutan deh” ucap Jack.
__ADS_1
“Terserah mau istri saya.” Jawab Ibram.
“Astagaaa!” jerit Jack tertahan sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
“Daddy gila.” Ucap Allan melihat Jack dengan tatapan aneh.
“Heh, aku itu nggak gila tapi tampan”
“Tampan darimana coba, gila iya. Dia anak siapa sih sayang” ucap Ibram semakin menistakan Jack.
“Tampan kayak monyet” timpal Allan lalu tertawa.
“Kalau daddy monyet berarti kamu mirip monyet juga dong. Kamu kan ada di perut mommy karena kerja keras daddy tiap malam.”
“Jack!” sentak Monica saat mendengar ucapan Jack yang sedikit vulgar di depan anak-anak.
"Aku itu mirip mommy Liana bukan mirip daddy yang kayak monyet.” Ucap Allan lalu berdiri menuju lift untuk ke kamarnya.
“Itu bocah main kabur aja setelah membuat aku kesal, awas aja nanti kalau sparing aku hajar sekalian sampai pingsan” dumel Jack
“Hahaha, muka paman lucu sekali” pecah sudah tawa Elle yang tidak bisa lagi ia tahan.
Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum sudah biasa melihat perdebatan aneh Jack dan Allan ditambah Ibram yang suka memanas manasi. Menambah keharmonisan dan kehangatan di keluarga mereka.
Elle lalu keluar dari kamar dengan menenteng tasnya menuju lift, setelah keluar lift ia pun berjalan menuju ruang makan.
“Good morning all.” Seperti biasa Elle mencium pipi semua anggota keluarganya.
“Morning too princess.”
“Bagaimana sayang, sudah siap hari pertama sekolahnya?” tanya Monica.
“Siap Mom.”
“Nanti biar daddy yang mengantarmu.” Elle pun hanya mengangguk sambil memakan sarapannya.
“Jika terjadi sesuatu segera telepon kakek.”
“Berhati-hatilah di sana dan tidak boleh dekat dengan pria mana pun.” Nasehat Allan.
“Dan jika ada yang ingin menggertakmu maka lawanlah” sambung Jack.
__ADS_1
“Cukup, Vivi sudah ingat semua nasihat kalian oke.” Dan mereka pun hanya tersenyum melihat wajah kesal Elle.
“Tapi ingat sayang, jika terjadi sesuatu segera hubungi kami.” Jelas Hannah.
“Siap.”
Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mobil itu pun berhenti di lapangan parkir depan gedung sekolah Harvest Internasional Highschool.
“Semangat belajarnya ya sayang, nanti paman akan jemput saat pulang.”
Ya, yang mengantar Elle sekolah adalah Jack karena David harus segera menghadiri meeting yang tidak bisa diwakilkan oleh Harris pagi ini sehingga ia terpaksa batal mengantar putrinya ke sekolah.
“Oke paman, see you.”
“See you, sayang.”
Gadis itu pun keluar dari mobil setelah mencium pipi pamannya dan berjalan masuk ke dalam gedung sekolah, Elle mencari ruang kepsek di sepanjang koridor sekolah yang kosong karena ini waktunya kegiatan pembelajaran dimulai.
Ia sesekali melihat sekeliling, sekolah ini begitu luas dengan fasilitas yang terjamin dan mewah, Elle pun bertanya pada salah satu penjaga sekolah dan meminta untuk diantarkan. Setelah sampai di depan ruang kepsek Elle pun berterima kasih, penjaga sekolah itu pun pergi lalu Elle mengetuk pintu ruangan itu setelah diizinkan ia pun masuk.
“Permisi pak, selamat siang.” Ucap Elle sopan.
“Selamat siang, silakan duduk. Ellevia White, kamu murid baru itu?” tanya kepsek membaca data Elle.
“Benar pak.” Jawab Elle.
“Baiklah kamu akan berada di kelas XI IPA1, tunggulah di sini wali kelasmu akan datang menjemputmu.”
“Baik pak.” Elle pun duduk diam di sofa sambil menunggu.
Saat ini Elle berdiri di depan kelas dengan gugup tapi dapat disembunyikan dengan wajah kalemnya bersama wali kelasnya Miss Laura yang tadi datang menjemputnya di ruang kepsek. Banyak yang memuji paras Elle yang cantik dan unik dengan saling berbisik namun masih bisa didengar oleh telinga tajam Elle.
“Sekarang perkenalkan dirimu pada teman-teman sekelas mu.”
“Namaku Ellevia White.”
Sedangkan semua murid di kelas itu yang masih terkejut melihat paras Elle dan semakin terbengong mendengar perkenalan yang cukup singkat itu.
“Baiklah Elle duduklah di bangku yang kosong yang itu.” Tunjuk Miss Laura pada bangku kosong yang sudah dipersiapkan.
Elle pun berjalan ke tempat bangku kosong di baris belakang dekat jendela menghiraukan tatapan kagum dan terpesona teman sekelasnya.
__ADS_1
“Anak-anak sekarang buka buku paket halaman 236 dan kita mulai pembelajarannya.” Mereka pun kembali fokus ke depan karena pembelajaran dimulai.