
Sesampainya di sebuah villa mewah David langsung menggendong gadis kecil itu membawanya masuk ke dalam villa diikuti sang istri dan asistennya, terlihat seorang dokter sudah menunggu di ruang tamu bersama beberapa penjaga dan juga pelayan. Dokter itu dipanggil oleh Harris saat akan menjemput kedua tuannya yang menghilang untuk berjaga-jaga.
David membaringkan gadis itu di ranjang salah satu kamar “Periksa keadaannya.” Perintah David datar.
Dokter itupun mendekati gadis kecil yang terbaring lemah di atas ranjang dan langsung memeriksa keadaannya, beberapa menit kemudian dokter selesai memeriksa dan juga mengobati luka gadis itu.
“Bagaimana keadaannya?” tanya Monica khawatir.
“Gadis itu mengalami demam tinggi karena kelelahan serta dehidrasi membuat tubuhnya lemah apalagi akibat luka ditubuhnya, pantaulah keadaannya setiap saat karena mungkin ia akan kedinginan karena demamnya saya juga sudah menyiapkan beberapa obat dan vitamin." Jelas sang dokter.
“Tuan dan nyonya, anda juga perlu diobati” ucap Harris yang membuat David sadar bahwa ia dan juga istrinya baru saja kecelakaan tapi anehnya ia tidak merasa terluka parah hanya terluka kecil bukankah itu tidak seharusnya yang terjadi.
“Terima kasih Dokter” ucap Monica saat dokter itu selesai memeriksa dan mengobatinya serta David.
“Sama-sama, kalau begitu saya permisi tuan dan nyonya.” Dokter itupun keluar bersama Harris untuk membahas biaya pengobatan meninggalkan pasangan suami istri itu.
“Syukurlah dia tidak apa-apa Dave” ucap Monica lega sambil memeluk suaminya.
“Sekarang dia sudah baik-baik saja sayang, tenanglah oke.”
Monica menyentuh tangan suaminya dan berekspresi serius. David mengangkat alis tanda bertanya, “apa sayang?”
“Jika aku menginginkannya tinggal bersama kita, apa kau keberatan?” tanya Monica dengan serius.
“Tentu saja sayang apapun keinginanmu, tapi aku juga akan mencari identitasnya dulu mungkin saja keluarganya mencarinya di luar sana.” Ucap David menyetujui permintaan Monica.
“Terima kasih Dave.” David langsung memeluk istrinya yang terlihat kelelahan dan membaringkannya di samping sang gadis kecil ia juga ikut berbaring di sebelah istrinya, mereka pun tanpa sadar tertidur di satu ranjang.
Sedangkan di ruang kerja pribadi David, Harris sekretaris sekaligus asisten pribadi David duduk di sofa memegang handphone menyuruh para bawahannya mencari dalang yang menyebabkan tuannya kecelakaan karena ia yakin ada yang telah menyabotase mobil tuannya.
__ADS_1
“Secepatnya kalian cari dan temukan hama yang mencoba mengganggu tuan.” Perintah Harris. Setelah telepon terputus ia mengalihkan fokusnya ke iPad menyelesaikan pekerjaan kantor yang tadi pagi ia abaikan saat mencari keberadaan tuannya.
Tapi yang membuatnya heran bagaimana bisa tuan David beserta nyonya Monica tidak terluka parah setelah kecelakaan sedangkan mobil yang mereka kendarai sudah hampir sepenuhnya hancur apalagi sang tuan yang membawa seorang gadis kecil pulang.
Lelah memikirkan kejadian dan keanehan itu ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya hingga tanpa sadar tertidur menyandar di sofa.
Di pagi hari yang cerah terlihat seorang gadis kecil berambut perak terlihat damai tertidur di atas kasur kecantikannya semakin terpancar setelah tubuhnya dibersihkan.
Perlahan gadis itu terbangun terusik sinar matahari yang masuk lewat jendela, ia membuka matanya terlihat netra hijau emerald yang begitu indah memandang langit kamar yang bercat putih dengan corak keemasan.
Gadis kecil itu mencoba bangun dan duduk menyandar melihat sekeliling kamar yang cukup luas terlihat beberapa benda yang belum pernah ia lihat tertata rapi di atas meja.
Dia lalu melihat ke arah tubuhnya yang sekarang memakai dress putih yang terasa lembut di kulitnya serta luka di tubuhnya yang ditutup oleh plester, ia pun turun dari ranjang berjalan ke arah pintu balkon yang terbuka memperlihatkan pemandangan taman yang luas dan cerahnya langit.
Di mana aku sebenarnya, tempat ini sangat asing dan berbeda dengan tempat asalku batinnya bingung.
Karena terlalu fokus memperhatikan luar membuatnya tidak menyadari kedatangan seseorang.
“Sudah hampir dua hari kamu tak sadar aku sangat khawatir tapi syukurlah akhirnya sekarang kamu bangun.” Setelah terdiam sesaat gadis kecil itu membalas pelukan itu erat dan memejamkan matanya, rasanya nyaman dan hangat sekaligus.
Monica melerai pelukannya dan memeriksa tubuh kecil gadis itu. “Bagaimana keadaanmu, apa tubuhmu masih sakit?” tanya Monica tapi gadis itu tetap diam melihat ke arahnya.
“Kami sangat senang akhirnya kamu bangun.” Ucap David sambil mengelus kepala gadis kecil itu.
“Kenapa kamu berdiri di sini ayo masuklah di luar cukup dingin dan kamu baru siuman. Aah aku sampai lupa, aku juga membawakan bubur untukmu kamu pasti lapar.” Monica tersenyum menatap gadis itu.
Lalu menuntunnya kembali ke ranjang kemudian menyuapi gadis itu bubur. Awalnya gadis itu menolak untuk memakan makanan aneh itu tapi karena penasaran ia pun mencobanya. Ini enak batinnya.
“Siapa namamu little girl?” tanya David setelah melihat gadis itu selesai makan ia menatap lembut gadis itu dengan wajah datarnya, sebenarnya ia sedikit heran sejak mereka bertemu belum pernah ia mendengar gadis itu bicara.
__ADS_1
“Eeel,,” ucap gadis itu terbata, mencoba mengucap sebuah kalimat di pikirannya.
“El?” tanya Monica, gadis itu menggeleng.
“Elee?” tanya David dan gadis itu lagi menggelengkan kepalanya karena David dan Monica tidak mengucapkan kalimat yang sesuai di dalam pikirannya.
“Ellevia. Itu namamu mulai sekarang” ucap Monica akhirnya, ia mengambil kata pertama yang diucapkan gadis kecil itu membuat sebuah nama untuknya.
“Ellevia White de Caldwell” gadis itu langsung menatap David yang berucap tegas menyematkan nama keluarganya di belakang nama Elle.
“Itu nama yang indah. Vivi, nama panggilanmu dari kami” puji Monica.
“Sekarang istirahatlah tubuhmu pasti masih lemas.” Kemudian Monica membantu gadis itu berbaring untuk istirahat kembali. Setelah Elle tertidur efek obat yang diminumnya David dan Monica pun keluar.
“Dave, apa Vivi kita tidak bisa bicara?” tanya Monica sedih sambil bersandar di pundak suaminya, pasangan suami istri itu saat ini sedang duduk di gazebo taman belakang villa.
David yang paham pun menggenggam tangan istrinya “Bukan sayang, Vivi bisa bicara hanya saja dia terlihat seperti tidak mengerti ucapan kita. Maksudku Vivi tidak bisa menggunakan bahasa kita karena itu dia tidak merespon, karena Vivi tidak mengerti apa yang kita ucapkan” jelas David.
“Kalau begitu aku akan mengajarkan Vivi bahasa kita, sehingga kedepannya kita dapat bercanda dan tertawa bersamanya.” Monica membayangkan dirinya bersama Elle dan suaminya menjadi keluarga harmonis.
“Aku sangat menantikannya sayang.” Ucap David.
“Oh iya, bagaimana dengan identitas Vivi?” tanya Monica.
“Aku sudah mencarinya tapi tidak menemukan siapa keluarganya bahkan tidak ada jejak pencarian orang hilang untuk Vivi” jelas David.
“Mungkinkah Vivi tidak mempunyai keluarga Dave?”
“Aku tidak tahu tapi bukankah keluarga Vivi sekarang adalah kita sayang” ucap David sambil memeluk Monica.
__ADS_1
“Benar, sekarang Vivi adalah putri kita.”
Terlihat seseorang berdiri melihat interaksi pasangan suami istri itu melalui balkon di lantai dua dia adalah si gadis kecil yang sekarang menjadi Ellevia White de Caldwell putri tunggal di keluarga Caldwell, ia bisa mendengar semua yang David dan Monica bicarakan dari jauh. Walaupun tidak mengerti tapi ia dapat merasakan kehangatan di hatinya, sangat menyenangkan dan ia ingin tetap merasakannya.