The Elves Secret

The Elves Secret
64. Penyamaran Jack


__ADS_3

Lily menatap kedatangan wanita itu datar dan terlihat malas melihat interaksi di depannya. Ck, ratunya para parasit sudah datang. Cantik sih tapi hanya topeng saja batin Lily kesal.


“Halo semua, kalian teman-temannya Amel ya? Perkenalkan saya Alia Robertson, mommy nya Amel” ucap wanita itu memperkenalkan diri dengan dagu terangkat menyombongkan marganya.


Cih, dia sombong sekali padahal marga Robertson jelas-jelas masih berada di bawah keluarga kami batin Emma kesal.


Dengan senyuman liciknya Emma berniat membalas wanita yang merupakan ibu dari Amel itu.


“Hai aunty perkenalkan saya Emma Stone Anderson, aunty bisa panggil saya Emma” ucap Emma sambil menekan nada pada marganya membuat aunty Alia menatap kaget ke arah Emma. Stella pun ikut memanasi.


“Hallo aunty, nama saya Stella Cornelia panggil saja Stella” kata Stella dengan senyum manisnya.


Mendengar dua nama marga yang cukup terkenal itu membuat aunty Alia langsung melotot terkejut dan sedikit kesal, dia pikir bisa sedikit memamerkan nama marga suaminya di depan teman Amel.


Amel yang diam-diam geram karena merasa mereka mempermalukan mommy nya, lalu dia melirik Elle yang terdiam dengan pikiran licik di otaknya.


“Oh iya mom, perkenalkan juga dia Ellevia White satu-satunya anak beasiswa di sekolah ini” ucap Amel dengan nada lembut namun meremehkan.


Amel benar-benar berani untuk kembali memprovokasi Elle dengan menyebut status lagi batin mereka yang ada di koridor dengan perasaan merinding takut jika Elle kembali marah.


“Astaga hanya seorang anak beasiswa ya, saya kira kamu anak konglomerat lho” ucap aunty Alia dengan wajah kagetnya memandang Elle dengan tatapan menilai dan merendahkan.


“Putri mommy sangat baik sekali, bahkan sampai mau berteman dengan seorang anak beasiswa yang jauh dari level keluarga kita” lanjutnya lagi.


Ucapan aunty Alia itu sontak membuat murid yang lain terdiam dengan tatapan takut, mereka masih tidak berani menyulut kemarahan Elle yang cukup mengerikan bagi mereka.


“Maksud anda apa ya!?” Sentak Lily tak suka.


“Memang benar kan, seorang gadis biasa seharusnya tidak masuk dalam level, apalagi menjadi teman kalian yang dari konglomerat” ucap Alia santai.


“Cih, lebih baik aku berteman dari keluarga biasa daripada dari keluarga kaya seperti anda yang kekurangan akhlak” ujar Emma.


“Jaga ucapanmu ya, sepertinya kamu tidak pernah diajarkan bersikap hormat” sentak aunty Alia.


“Saya hanya bisa bersikap hormat pada orang yang berhak saya hormati” jawab Emma santai.


"Kamu,,,!!" Geram aunty Alia.


"Mom." Peringat Amel. Kenapa jadi mommy yang tersulut emosinya sih batin Amel.


Tak lama datang seorang laki-laki berambut sebahu dengan kumis dan janggut tipis menggunakan setelan kemeja coklat menutupi tubuh kekarnya dan celana jeans biru, tak lupa sebuah kacamata bening bertengger di hidung mancungnya.


Dengan tampang sangarnya itu malah laki-laki itu terlihat seksi dan semakin tampan.

__ADS_1


Aunty Alia menatap berbinar penuh minat pada lelaki itu, bahkan semua murid cewek pun juga begitu.


“OH MY GOD !! Hot daddy!!” ucap Emma dan Lily hampir bersamaan melihat ketampanan laki-laki itu.


Sedangkan Elle yang melihat itu hanya mengerutkan keningnya menatap pria dewasa itu yang tak lain pamannya Jack.


Pantas saja paman bilang akan datang dengan gaya baru, pasti ini kerjaan mommy dan nenek pikir Elle.


“Sayang” panggilan dari Jack menatap wajah Elle yang terlihat biasa saja, padahal dia sudah berharap Elle akan terkejut dan memujinya mungkin.


“Paman” ucap Elle sambil berjalan ke arah Jack.


Ucapan Elle sontak membuat mereka semua terdiam dengan berbagai pertanyaan di otak mereka. Apa pria itu keluarganya Elle pikir mereka.


Sedangkan Lily, Emma dan Stella langsung terkejut. Jadi, laki-laki itu adalah Jenderal Jacob pikir mereka bertiga terkejut.


“Paman nggak usah tebar pesona, hati-hati disini tuh banyak buaya betina” ucap Elle santai, walau dia sedikit kesal karena pamannya menjadi pusat perhatian para betina haus belaian, terutama dari aunty Alia.


Ucapan Elle seketika membuat Jack terkekeh gemas lalu mencubit pipi chubby Elle bahkan Alvaro dan ketiga temannya melongo mendengar ucapan Elle itu.


Sedangkan para sahabatnya dan beberapa murid cewek memerah malu karena sindiran Elle yang terpesona dengan daya tarik Jack, memang seorang duda sungguh meresahkan.


“Varo, Will kalian hati-hati ya.” Ucapan Felix membuat temannya yang lain menatap tak mengerti.


“Elle semakin meresahkan, aku khawatir kalian akan memiliki banyak saingan” lanjut Felix menatap Elle yang sedang digoda oleh pamannya yang tak lain Jack.


Alvaro dan William mengepalkan tangannya marah mendengar ucapan Samuel lalu bersamaan menatapnya tajam.


“Kamu berani” desis mereka berdua tajam.


“Hehehe peace lah bro, cuma bercanda doang” ucap Sam tertawa kaku sambil mengangkat dua jarinya.


Berbeda dengan Elle yang terus digoda oleh Jack agar dia memuji pamannya itu.


“Aku antar paman ke aula ya,” kata Elle dan Jack pun mengangguk tanda setuju.


Saat Jack dan Elle akan pergi, aunty Alia datang mendekat dengan gaya anggunnya.


"Halo tuan, bolehkah kita berkenalan?"


Walaupun pria itu dari kalangan bawah, tapi melihat tubuhnya yang menggoda membuatku tidak tahan untuk mencobanya batin wanita itu menatap Jack dengan tatapan menggoda.


Elle dan paman Jack langsung menoleh ke arah wanita itu yang masih tersenyum manis.

__ADS_1


"Saya tidak menyukai wanita yang berbau menyengat" ucap Jack datar.


Elle diam-diam tersenyum miring mendengar ucapan pamannya yang secara langsung menghina aunty Alia.


"Ayo sayang, bukankah kamu mengantar paman?" tanya Jack lembut menatap Elle.


Elle mengangguk sambil tersenyum. "Ayo paman."


Setelah memberitahu ketiga temannya, Elle pun pergi bersama Jack menuju aula tempat rapat akan dilaksanakan.


Di aula ternyata sudah banyak yang datang bahkan para guru dan kepala sekolah pun sudah berada di sana.


“Kamu nggak ikut duduk sayang?” tanya Jack melihat Elle yang masih berdiri di sampingnya.


“Enggak paman, hanya para wali murid yang ikut dalam rapat ini” jawab Elle.


“Ya sudah paman, aku keluar dulu ya sepertinya rapat akan segera dimulai” ucap Elle dan Jack pun mengangguk.


Elle pun berjalan keluar dari aula menuju kelas dimana para sahabatnya menunggu, awalnya mereka akan berkumpul di kantin tetapi kantin terlalu ramai sebab semua kelas free hari ini karena adanya rapat.


Sesampainya di kelas ternyata hanya ada ketiga temannya disana tak lupa dengan banyaknya camilan dan minuman di atas meja.


Elle langsung duduk di sebelah Lily dan mengambil sekotak susu madu di atas meja lalu meminumnya.


“Elle, beneran yang datang tadi itu Jenderal Jacob?” tanya Lily.


“Mmm” Elle mengangguk sambil tetap menyedot susu kotak ditangannya.


Emma menopang dagunya sambil tersenyum aneh “astaga fibes uncle Jack, hot daddy banget sih.”


“Mulai nih, yang hobi lihat duda tampan” timpal Stella.


Emma mendelik kesal “karena yang dewasa itu lebih menggoda tahu.”


Sedangkan Elle tanpa sadar mengangguk menyetujui ucapan Emma, saat dia tiba-tiba kepikiran tentang Theo.


Astaga, kenapa aku memikirkan pria gila itu pikirnya.


“Tuh, Elle saja setuju dengan pendapat ku” ujar Emma menunjuk Elle dengan dagunya.


"Nih anak bukan setuju Em, tapi lagi melamun" ujar Stella tertawa.


Elle yang tersadar dari lamunannya memiringkan kepalanya bingung saat mendengar ucapan Stella. “Setuju tentang apa?”

__ADS_1


Lily langsung mencubit pipi chubby Elle gemas melihat temannya satu ini, yang ternyata sedang melamun saat mereka mengobrol sejak tadi.


“my little snowhite, why you’re so cute hmm” ujarnya gemas.


__ADS_2