The Elves Secret

The Elves Secret
45. Kelicikan Amel


__ADS_3

Amel datang dengan wajah polosnya, “Bukan kah Elle hanya anak beasiswa yang orang tuanya hanya karyawan biasa? Apa karena itulah dia menggoda Alvaro dan William agar mendapat barang-barang branded? Lalu bagaimana bisa Elle mendapat mobil mewah itu ya? Atau apa yang di katakan Sarah itu memang benar Elle!?” tanya Amel dengan pura-pura terkejut.


Membuat beberapa murid di kantin ikut menyetujui pertanyaan Amel karena memang yang selama ini mereka tahu Elle adalah anak beasiswa padahal tidak ada informasi seperti itu dari kepala sekolah bahkan guru, karena informasi itu memang hanya dibuat-buat oleh murid yang tidak menyukai Elle.


Elle mengangkat kepalanya lalu berdiri dengan perlahan dari duduknya tetap dengan ekspresi tenang yang masih terlihat di wajah cantiknya, Elle menyilangkan kedua tangannya di dada sambil menyandar dengan santainya di meja.


“Menggoda, murahan dan menjual diri.” Desis Elle pelan.


”Itu adalah kalimat yang paling kotor yang sering aku dengar beberapa hari ini. Dan tolong bisa diperjelas lagi di bagian manakah sikapku hingga bisa mendapat kalimat kotor itu? apa aku pernah menggoda Alvaro dan William dengan tubuhku di depan kalian? atau ada bukti aku pernah menjual diri?” tanya Elle tenang dengan suara dinginnya.


Dan kembali beberapa murid juga menyetujui ucapan Elle karena selama ini para Prince Harvest lah yang lebih dulu mendekati Elle dan temannya bukan sebaliknya.


Tetapi untuk barang brand milik Elle masih mereka pertanyakan, namun mana berani mereka bertanya apalagi Elle yang sangat jarang berinteraksi dengan murid lain kecuali dengan ketiga temannya. Terutama saat mendengar sindiran Elle, agar tidak mengurus urusan orang lain membuat mereka semua langsung tertohok.


“Kamu ingin tahu darimana aku mendapat barang mewah milikku itu, right? Tapi bagaimana kalau aku tidak ingin menjawabnya? Lagipula, it’s not your business.” Tekan Elle dengan nada suara meremehkan, Elle memang sangat hebat dalam mengendalikan emosinya.


Dan untuk pertama kalinya Elle berbicara panjang hari ini di sekolah, padahal selama ini Elle sangat terlihat acuh dan lebih memilih diam jika ada yang menghinanya.


Tetapi mungkin karena sudah sangat kesal sehingga Elle akan mengeluarkan sedikit ancaman dan semoga Amel dan Sarah tidak mengganggunya lagi. Semoga saja.


Sepertinya dua parasit ini memiliki rencana licik untuk merusak nama baik Elle di sekolah. Dasar sialan memang pikir Lily geram.


“Kalau begitu jauhilah Alvaro, kamu itu hanya gadis biasa tidak akan pernah sederajat dengan keluarga Parker hanya akulah yang akan cocok dengan Alvaro.” Ujar Amel sombong.


“Bukan hanya Alvaro, kamu juga harus menjauh dari William dan jangan berani mendekati mereka lagi” Ujar Sarah .


“Hell! percaya diri sekali, yang seharusnya menjauhi mereka itu adalah kalian. Karena parasit hanya akan merugikan jika terus menempel” ejek Lily pada Amel dan Sarah.


Elle terkekeh kecil sambil melepas jas sekolahnya yang basah menyisakan seragam putih di tubuhnya.

__ADS_1


“Kenapa aku harus mengikuti perkataan kalian, bilang saja kalian iri kan karena tidak bisa mendekati Alvaro dan William.” Ucap Elle yang tepat sasaran.


Elle melangkah pelan ke arah Amel dan Sarah sedangkan tangan kanannya mengambil sesuatu di meja tanpa diperhatikan siapapun.


Byuur


Mereka semua di kantin yang asik menonton langsung terkejut melihat tindakan Elle yang dengan santainya menyiram jus yang baru saja Lily pesan tepat di wajah Sarah hingga membuat wajah, seragam bahkan rambut Sarah juga ikut basah apalagi jus itu adalah jus alpukat, nodanya pasti benar-benar akan susah hilang. Kasihan.


Beginilah akibatnya jika sudah mengganggu ketenangan orang yang pendiam itu akan sangat mengerikan batin murid di kantin.


Perubahan adegan yang benar-benar mencengangkan untuk mereka semua, sedangkan Lily dan Emma tersenyum puas melihat adegan itu berbeda dengan Stella yang masih terlihat kaget bahkan sampai menutup mulutnya.


“Sarah!!” teriak Amel mendekati Sarah yang masih berdiri mematung karena terkejut.


“Sekarang sama rata kan.” Ucap Elle santai lalu tersenyum miring menatap Amel dan Sarah.


Mereka yang ada di kantin langsung hening karena aura yang tiba-tiba dikeluarkan Elle terasa merinding untuk mereka semua.


“Sialan, gadis murahan sepertimu tidak seharusnya berada di sekolah ini...!” Teriak Amel emosi.


"Oh lihat! muka aslinya kebuka gays!" ucap Lily pura-pura terkejut.


“Sssttt jangan mengumpat, sayang sekali bibir cantikmu itu hanya digunakan untuk mengatakan kata-kata kotor.” Ucap Elle dengan wajah prihatin.


Amel mengangkat tangannya bersiap menampar wajah Elle, namun lebih dulu pipinya terkena tamparan keras dari Elle hingga membuatnya terjatuh ke lantai dan juga bibirnya sobek mengeluarkan darah.


“Kau yang lebih dulu menggunakan tangan jadi aku hanya membela diri saja.” Ucap Elle santai.


Dia lalu berjongkok di depan Amel. “Dan aku tidak akan pernah melupakan orang yang mengganggu ketenanganku, kau tunggu saja kejutan dariku nona Amelia. Aah bukan ya lebih tepatnya nona Olivia, itu panggilan khusus untukmu kan?” bisik Elle misterius tepat di samping telinga Amel.

__ADS_1


Tubuh Amel membeku setelah Elle menyelesaikan ucapannya. Dia menatap Elle yang tersenyum manis namun di matanya senyum itu menyimpan sebuah ancaman untuk dirinya.


“Ka-kau,,,” ucapannya belum sempat ia selesaikan tapi suara Elle kembali terdengar di telinganya.


“Ya pe.la.cur.” Bisik Elle.


Emosi Amel langsung meluap dia mendorong Elle dengan keras hingga Elle yang belum siap menerima serangan itu langsung terduduk dan punggungnya membentur kaki meja hingga terasa sakit, mungkin memar.


Sial, sakit sekali. Itu tepat mengenai sayapku padahal aku baru sekali melatihnya terbang kemarin ringis Elle dalam hati.


“Elle!!” teriak Lily, Emma dan Stella.


Begitupun dengan Alvaro, William, Felix dan Samuel yang baru datang tepat saat Amel mendorong Elle dan mereka pun langsung terkejut apalagi saat melihat keadaan Elle yang berantakan dengan seragam yang basah.


Dengan segera William berlari menghampiri Elle lalu menutup tubuhnya dengan jaket yang dia pakai dan menggendong Elle menuju ruang kesehatan untuk diobati.


Alvaro yang berniat menyusul Elle dan William langsung di halangi oleh Lily.


“selesaikan dulu urusanmu dengannya agar dia tidak menyeret Elle lagi dalam masalah hubungan kalian.” Tunjuk Lily pada Amel yang menunduk mencoba terlihat menyedihkan di mata Alvaro, setelah mengatakan itu Lily pun pergi menyusul Elle diikuti Emma dan Stella tak lupa dengan Felix dan Samuel.


Wajah Alvaro memerah menahan amarah lalu berjalan mendekati Amel yang masih duduk menunduk di lantai. Sedangkan Amel yang mendengar suara langkah Alvaro mendekat merasa senang karena bisa mendapat perhatian Alvaro.


Alvaro duduk di depan Amel lalu mencengkeram erat dagu Amel hingga memar, Amel yang terkejut langsung meringis karena tangan Alvaro yang begitu kuat meremas dagunya.


“Aku sudah bilang padamu, aku tidak akan pernah mau bertunangan bahkan menikah denganmu sampai kapan pun itu. Aku berharap sebelum pembatalan pertunangan kita diumumkan menjauhlah dariku karena aku tidak ingin lebih menyakiti mu.”


“Dan jangan pernah sekalipun berani melukai Elle jika aku melihatnya lagi, aku tidak akan segan membalasmu dengan lebih menyakitkan walau kamu adalah putri dari sahabat orangtuaku.” Alvaro melepas dagu Amel dengan kasar dan pergi dari sana.


“Tidak tahu malu.” Hina Felix.

__ADS_1


“Mana mungkin orang yang punya banyak muka tahu malu” timpal Samuel mengejek, lalu menyusul langkah Felix yang lebih dulu berjalan keluar dari kantin.


Felix dan Samuel dari dulu memang sudah tidak menyukai Amel dan Sarah yang selalu mengikuti mereka, bukan lebih tepatnya mengikuti Alvaro dan William.


__ADS_2