The Elves Secret

The Elves Secret
11. Kedatangan Lily


__ADS_3

Jam istirahat pun tiba, mereka yang di kelas cepat-cepat merapikan alat tulis dan setelahnya langsung keluar menuju kantin begitu juga dengan Elle dan kedua temannya. Mereka berjalan di koridor dengan diselingi obrolan ringan tanpa menghiraukan tatapan memuja para murid khususnya untuk Elle sang primadona baru sekolah, sampainya di kantin mereka bertiga langsung duduk di meja yang kosong setelah mengambil makanan.


“Aku lihat kamu semakin cantik saja Elle bahkan banyak murid cowok yang melirikmu, apalagi setelah kamu menjadi primadona sekolah bahkan beberapa hari ini kamu menjadi perbincangan para guru,” ujar Stella.


“Karena Elle itu selain cantik dia juga pintar, tidak sepertimu” timpal Emma.


“Heh, aku itu juga cantik. Yaaa walaupun otakku kadang sulit untuk diajak berpikir” ucap Stella membela diri.


“Itu namanya pe-ma-las Stella.” Ucap Emma sambil mengeja kalimat terakhir. Sedangkan Elle hanya tersenyum kecil melihat perdebatan kedua temannya.


Tidak lama kantin dihebohkan oleh kehadiran para anggota Prince Harvest siapa lagi kalau bukan Alvaro, William, Felix dan Sam tapi yang berbeda saat ini terdapat seorang gadis berjalan di antara mereka. Elle hanya acuh saat melihat gadis itu yang terlihat akan mendekat ke arah meja mereka tak lupa dengan Alvaro dan teman-temannya yang ikut di belakang.


Emma dan Stella terkejut pasalnya gadis itu adalah satu-satunya cewek yang dekat dengan para anggota Prince Harvest dia adalah Lily Victoria Hester bahkan banyak dirumorkan dia adalah kekasih Alvaro atau mungkin William, Lily selama ini tidak pernah terlihat di sekolah karena selama satu minggu ini dia izin karena ada urusan Keluarga.


“Aku baru sadar kalau beberapa hari ini tidak melihat Grace di sekolah,” bingung Emma, yang biasanya melihat Grace akan selalu mengikuti Alvaro ke manapun.


“Kau tidak tahu, Grace sudah di keluarkan dari sekolah dan bahkan perusahaan keluarganya bangkrut karena terbukti melakukan korupsi.” Jelas Stella. Elle hanya biasa saja mendengar itu karena ia yakin pasti ini sebagian ulah keluarganya untuk membalas Grace.


“Hai,,”


Emma dan Stella langsung menoleh ke asal suara termasuk Elle. Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut hitam sepunggung dengan beberapa helai rambutnya berwarna pink berdiri tak jauh dari meja mereka tak lupa dengan ketiga pria tampan Alvaro, William dan Sam sedangkan Felix sedang pergi memesan makanan. Stella dan Emma menatap kedatangan mereka terkejut sedangkan Elle hanya menatap gadis itu bingung.


“Kita boleh gabung?” tanya gadis itu menatap Elle dengan mata berbinar.


“Aaah iya, duduk saja” ucap Stella setelah sadar dari keterkejutannya. Mereka pun duduk di kursi kosong yang ada di meja itu.


“Hai Elle, kamu semakin cantik saja hari ini” sapa Samuel.


“Elle memang dari dulu sudah cantik dan buaya dilarang mencari mangsa disini,” timpal Stella sedangkan Sam hanya mendengus kesal.

__ADS_1


“Oh iya, kamu murid baru yang terkenal itu ya?” tanya gadis itu pada Elle. Sedangkan Elle hanya menatap gadis itu bertanya.


“Oh aku lupa, perkenalkan namaku Lily.” Ucap Lily tersenyum.


“Ellevia.” Ucap Elle.


“Stella / Emma” ucap mereka berdua hampir bersamaan.


“Ternyata di sini tempat kalian berkumpul.” Suara Felix tiba-tiba datang sambil membawa pesanan teman-temannya diikuti beberapa pelayan kantin di belakang dengan membawa nampan berisi makanan.


“Thank you Felix” ucap Lily


“Hamba siap melayani tuan putri” canda Felix membuat Lily mendengus sebal.


“Mmm Lily aku boleh bertanya, sebenarnya sudah lama aku penasaran tentang ini.” ucap Stella tiba-tiba.


“Boleh.”


“Tentu saja tidak" bantah Lily cepat, "mereka hanya sahabatku dari kecil dan mana mau aku pacaran dengan salah satu dari mereka berdua, yang ada aku malah bosan melihat wajah datar mereka.” Lanjut Lily setelah meminum air.


"Heh! Ini gara-gara kalian berdua yang selalu membuatku menjadi tameng untuk para cewek-cewek menjijikkan itu hingga aku disangka kekasih kalian, padahal tipe aku tuh cowok yang manis.” Omel Stella pada Alvaro dan William. Sedangkan orang yang dimarahi hanya cuek saja.


“Hahaha kasihan, kacang itu enak tapi dikacangin itu nggak enak” ejek Samuel pada Lily.


“Diam buaya, urus saja para cewekmu yang minta dibelai itu. Dasar playboy,” kesal Lily melempar sendok pada wajah Samuel.


“Heh jangan melukai wajah tampanku, ini tuh aset berharga untuk menggaet para cewek. Lagipula aku itu bukan playboy hanya lagi mencari yang terbaik saja.”


“Tampan kalau dilihat lewat sedotan.” Timpal Felix. Mereka pun tertawa melihat wajah kesal Samuel.

__ADS_1


Mereka semua langsung terdiam terpesona saat melihat Elle yang tertawa hingga memperlihatkan taring kecilnya yang lucu, apalagi Alvaro dan William yang semakin menatap intens Elle hingga mereka lupa caranya berkedip. sangat cantik.


“Kenapa?” tanya Elle karena merasa tiba-tiba suasana menjadi hening.


“Oh my god Elle, you’re so beautiful!” heboh Stella.


“Elle astaga jangan tertawa, itu berbahaya!” ucap Lily yang ikutan heboh.


“Kalian terlalu berlebihan.” Ucap Elle.


“Tidak, kau lihat para jantan itu. Mereka sampai mimisan melihatmu!” pekik Lily menunjuk Samuel, Felix dan beberapa murid cowok di kantin beruntung Alvaro dan William bisa menahan diri jika tidak hancur sudah reputasi mereka.


“Eh? Kalian baik-baik saja?” Elle menatap Felix dan Samuel cemas.


Sontak Sam berdiri dengan punggung tangan mengusap hidungnya “bidadari kau sangat cantik, maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku di masa depan nanti?” Samuel duduk di depan Elle dengan mata berkedip menggoda.


“Sam sialan! menjauhlah dari temanku” Lily semakin melempar Samuel dengan sendok dan garpu di atas meja “Dasar buaya, pergi jauh-jauh sana!”


“Lily, sudah hentikan.” Ucap Felix, tapi tidak di dengar oleh Lily.


Elle meringis melihat itu “Lily hentikan,” hanya cukup dua kata dari Elle, Lily pun menghentikan aksinya.


“Dasar cewek kasar pantas saja tidak ada yang mau bersamamu. Elle, hanya kau yang mengkhawatirkan ku” ucap Samuel mencebik kesal pada Lily.


"Yakk!!" teriak Lily kesal.


“Aku hanya tidak ingin Lily membuang tenaganya.” Jawab Elle santai.


Sontak saja jawaban Elle membuat Lily, Emma, Stella dan Felix tertawa kencang sedangkan Alvaro dan William hanya tersenyum kecil yang tidak disadari oleh yang lain.

__ADS_1


“Jangan terlalu percaya diri kawan.” Timpal Felix menepuk bahu Samuel.


Tak lama kemudian jam istirahat pun berakhir, mereka menuju kelas masing-masing. Mungkin besok kejadian tadi di kantin akan jadi perbincangan hangat oleh para murid di sekolah apalagi melihat Lily yang bisa akrab dengan Elle yang seorang murid baru, selama ini Lily belum pernah mau dekat dengan murid cewek karena siapapun yang dekat dengannya pasti hanya agar mereka bisa berkenalan dengan para Prince Harvest.


__ADS_2