The Elves Secret

The Elves Secret
29. Pertemuan Kedua


__ADS_3

Tak lama Theo pun keluar dari mobil dengan muka datar andalannya di sertai aura yang menyeramkan cukup membuat orang-orang yang menghadangnya gemetar ketakutan. Tanpa menunggu lama pria-pria tersebut langsung menyerang Theo dan Hansel yang baru keluar dari mobil.


Mereka berharap bisa melumpuhkan Theo dan Hansel dengan mudah walaupun tahu yang mereka hadapi bukanlah orang biasa, namun karena jumlah mereka lebih banyak membuat mereka cukup tenang tetapi dari aura kedua orang yang mereka lawan dapat membuat mereka semua sudah gemetar.


Mereka tidak tahu saja bahwa yang tengah mereka hadapi adalah seorang pria kejam berhati dingin yang siap membunuh siapa saja yang berani mengganggu ketenangannya.


Theo membalas serangan orang-orang itu dengan brutal dan mematikan begitupun dengan Hansel. Salah satu dari pria itu melayangkan tinjuan pada Theo namun dengan cepat Theo dapat menangkis pukulan itu lalu memberikan pukulan balik dengan serangan tempo yang cepat dan kuat hingga pria itu tumbang dalam sekali pukulan.


Ingat kekuatan yang dimiliki Theo itu tidak main-main bahkan mungkin dalam sekali pukulan dapat membuat orang itu patah tulang.


Sementara Elle yang sedang menyetir mobilnya berniat ke perpustakaan negara setelah pulang sekolah, dia melewati jalanan yang cukup sepi agar cepat sampai dan juga terhindar dari kemacetan tapi di pertengahan jalan dia melihat sedang terjadinya perkelahian.


Awalnya Elle tidak berniat ikut campur tapi ketika salah seorang pria berbadan besar itu mengeluarkan pistol hendak menembak lawannya dari belakang, dia pun segera keluar dari mobil berlari lalu menendang tangan pria tersebut sehingga pistol yang dipegangnya tadi terpental begitu jauh.


Sedangkan Theo yang melihat itu semakin geram, tapi tak lama fokusnya tertuju pada seorang gadis yang menyelamatkannya tadi. Seorang gadis dengan rambut peraknya yang panjang, netra hijau emeraldnya begitu jernih di bawah sinar matahari serta seragam sekolah yang masih melekat di tubuhnya. Gadis itu terasa familiar batinnya.


Kembali ke Elle, ia sedang memukul wajah dan menendang tubuh pria yang memegang pistol tadi dengan brutal hingga beberapa menit kemudian Elle melumpuhkan beberapa pria itu, Theo juga berhasil melumpuhkan semua pria berbadan besar itu hanya dengan tangan kosong bahkan juga ada yang sampai tewas.


Begitupun dengan Hansel dengan sebuah belati di tangannya yang sudah dilumuri banyak darah.


Elle yang melihat tubuh mengenaskan pria-pria itu biasa saja tapi sebenarnya Elle sempat khawatir tadi karena hampir mengeluarkan kekuatannya tapi beruntung ia dapat mengontrol diri. Karena merasa tugasnya sudah selesai Elle berniat untuk pergi menuju mobilnya namun tangannya tiba-tiba dipegang dan ditarik secara kasar oleh seseorang.

__ADS_1


Karena kaget Elle berniat memberikan pukulan kepada orang yang memegang tangannya sembarangan. Belum sempat melayangkan pukulan orang itu sudah terlebih dahulu memegang kedua tangan Elle dan memeluk erat tubuhnya dari belakang hingga Elle pun tidak bisa melihat wajah pria yang berani memeluknya. Ingin menggunakan kekuatan, itu akan semakin bahaya untuknya jika ketahuan, hingga Elle hanya bisa memberontak agar bisa lepas dari jeratan itu.


Tiba-tiba orang itu berbisik tepat di samping telinga Elle. “I found you” dengan suara serak nan berat yang terdengar seksi, sambil menghirup rakus aroma lembut tubuh Elle lalu mengecup lehernya. Dia benar-benar menyukai aroma ini, bahkan aromanya masih sama dengan yang malam itu karena masih teringat dengan jelas di memori nya aroma ini yang tercium sebelum ia pingsan.


Elle yang masih memberontak langsung terhenti dengan tubuh menegang, terkejut ketika pria asing itu berbisik tepat di telinganya sehingga Elle dapat mencium aroma nafas berbau mint di pipinya, apalagi dengan tubuh mereka berdua yang begitu menempel hingga Elle juga dapat merasakan otot tubuh kekar nan keras orang itu di balik balutan jas mahalnya.


Serta yang paling membuatnya merinding adalah saat Elle merasakan benda kenyal nan basah menempel di lehernya.


Setelah tersadar Elle langsung menggigit lengan pria asing itu serta menginjak kakinya lalu mendorongnya dengan kuat sehingga pelukan mereka pun terlepas. Merasa sudah bebas Elle langsung berlari menuju mobilnya tak lupa memberikan tatapan tajam ke arah pria asing tersebut.


Sementara Theo yang mendapat serangan itu hanya meringis kecil dan melihat tatapan tajam dari gadis itu, bukannya takut malah tanpa sadar sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang jarang diperlihatkan kepada siapapun kecuali ibunya. Mine.


Sedangkan Theo masih diam sambil melihat bekas gigitan di lengannya berkat perbuatan dari Elle tadi, ia mengelus lembut bekas gigitan itu lalu kembali tersenyum namun bukan senyuman tipis melainkan sebuah senyuman manis yang membuat kadar ketampanan Theo semakin meningkat.


Dalam sekejap Theo kembali dengan wajah datarnya serta auranya yang menyeramkan dia kemudian mengangkat tangannya ke arah Hansel, sedangkan Hansel yang mengerti pun langsung memberikan sebuah pistol pada Theo. Tanpa menunggu lama Theo menembak semua pria itu tepat di jantungnya lalu mengembalikan senjata itu pada Hansel. Games over.


"Bawa tubuh itu kembali pada tuannya. Dan cari tahu semua tentang gadis tadi.” Perintah Theo sebelum masuk ke dalam mobil disusul Hansel lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam mobil Elle menyetir dengan muka yang memerah padam, entah emosi ataupun malu tapi yang jelas dia sangat kesal pada pria asing itu yang kurang ajar memeluknya bahkan menciumnya. Dan ini adalah kontak fisik pertamanya dengan seorang pria asing yang bahkan tidak ia kenal.


“Astaga, mengingatnya saja membuatku kesal.” Geram Elle menggenggam erat setir mobil.

__ADS_1


Sesampainya di mansion Elle terus berjalan masuk dengan muka memerah yang terlihat jelas, dan dia juga harus batal menuju tujuannya karena terlanjur emosi jika mengingat kejadian tadi.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Hannah melihat Elle yang bajunya berantakan serta tangannya memar sedikit berdarah dengan muka yang memerah padam seperti malu atau marah mungkin.


“Aku tidak apa-apa nek” jawab Elle sambil berjalan menuju sofa tempat Hannah dan Ibram duduk. Astaga aku lupa mengobati lukaku, itu akan membuat nenek dan kakek khawatir pikirnya.


“Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Ibram karena yakin pasti cucunya baru saja mengalami sebuah masalah.


“Tadi di jalan menolong seseorang yang sedang dikeroyok” jawab Elle.


Tidak mungkin dia menceritakan tentang pria asing yang telah memeluk dan menciumnya pada Ibram dan Hannah karena itu sangat memalukan dan dia juga tidak ingin keluarganya khawatir.


“Untung saja kau tidak apa-apa sayang, coba nenek lihat tanganmu nanti diobati ya” ucap Hannah.


“Tidak usah nek, nanti juga lukanya hilang kok” ucap Elle yang membuat Hannah mengerut bingung. “Ini nenek lihat, sudah hilang kan,” ucap Elle sambil memperlihatkan tangannya yang kembali mulus tanpa adanya luka yang tadi terlihat jelas masih berdarah.


“Akhirnya, Vivi bisa sedikit mengendalikannya.” Ucap Ibram sedikit lega, karena jika Elle belum bisa mengendalikan kekuatannya ia masih khawatir jika Elle kembali hilang kendali dan akan memperlihatkan wujudnya, jika itu terjadi Elle akan semakin dalam bahaya.


“Itu cukup meningkat jika sering Vivi latih kek.” Ucap Elle “Kakek, nenek Vivi kek kamar dulu” pamit Elle, karena merasa tubuhnya sudah lengket serta ingin mengganti seragamnya dan segera mandi juga sedikit berendam agar dapat merilekskan tubuhnya yang terasa lelah akibat bertarung tadi.


“Ya sudah, Vivi pergilah ke kamar lalu istirahatlah” ucap Hannah. Setelah itu Elle berlalu pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2