The Elves Secret

The Elves Secret
41. Terbukanya Segel Buku Usang


__ADS_3

Alvaro menghela nafas pelan dia menatap sahabatnya itu yang terlihat sedang menahan amarah begitupun dengan dirinya, sebenarnya dia juga tidak suka gadis yang ia cintai dijelek-jelekkan tetapi dia tidak tahu kalau semua akan seperti ini.


Amel tiba-tiba datang ke negara ini bahkan membawa persetujuan pertunangan mereka dari kedua orang mereka masing-masing dan itu semakin membuatnya pusing.


Tapi ia sedikit tenang saat mengingat papa dan mamanya sedang berusaha berbicara dengan kedua orangtua Amel untuk pembatalan pertunangan ini walau sebenarnya ia merasa tidak enak karena kedua orangtua mereka bersahabat.


“Jika kamu belum menyelesaikan masalahmu itu, aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati Vivi.” Ucap William lagi.


Alvaro mengusap wajahnya dengan kasar, ia berdiri dari duduknya dengan mata menyorot tajam pada William. “Itu bukan urusanmu untuk melarangku mendekatinya.” Geram Alvaro tidak terima.


“Aku akan tetap ikut campur jika itu menyangkut tentang Vivi. Kau harus ingat jika dia sampai terluka karena mu aku tidak akan segan menghajar mu meski kamu adalah sahabatku.” William pun langsung berdiri dan pergi dari rooftop tanpa menoleh.


Mereka bertiga yang masih di rooftop hanya melihat kepergian William dengan bermacam pandangan.


"Benar kata Will, Varo. Kamu harus lebih tegas tentang hubungan mu dengan Amel jika ingin mendekati Elle karena di sini Elle yang akan menjadi korbannya karena hubungan kalian" ujar Felix lalu melangkah pergi dari rooftop diikuti Samuel.


Sedangkan Alvaro langsung berbaring terlentang di sofa itu sambil menatap langit dengan pikiran yang terus berkecamuk. Aku harap papa segera memberi kabar baik pikirnya.


Bel berbunyi tanda berakhirnya jam pembelajaran membuat semua murid bersiap untuk pulang. Elle, Lily, Emma dan Stella berjalan bersama di koridor menuju lapangan parkir untuk segera pulang.


Saat sampai di parkiran mereka sudah dipertunjukkan sebuah drama yang sangat membosankan tak lain Amel yang terus berusaha mencari perhatian Alvaro.


“Cih. Benar-benar pertunjukan yang membuat sakit mata saja” ujar Lily kesal yang melihat ke arah Amel dan Alvaro yang masih berdebat atau mungkin bertengkar.


“Sudahlah biarkan saja yang penting kita tidak ikut campur, karena aku masih malas beradu mulut” timpal Emma.


Stella pun mengangguk. “Benar sekali, itu tentang masalah hubungan mereka biarkan saja mereka berdua yang menyelesaikannya, kita jangan ikut campur karena kita juga masih orang luar.”


“Ayo kita pulang” ajak Lily.


Sedangkan Elle sudah sedari tadi berada di samping mobilnya tanpa sedikitpun melihat ke arah tempat perdebatan Amel dan Alvaro serta William, Felix dan Sam yang masih berdiri di sana tepat di samping motor mereka.

__ADS_1


Alvaro tentu saja melihat kedatangan Elle dan ketiga temannya, dia terus menatap Elle yang sudah memasuki mobilnya meninggalkan parkiran di ikuti ketiga temannya yang juga pergi dengan kendaraan mereka.


Awalnya Alvaro ingin memanggil Elle tapi dia urungkan saat melihat Elle memasuki mobilnya bahkan tidak sekalipun memandang ke arahnya.


Hatinya terasa nyeri dan sedikit sakit seperti di remas oleh tangan tak kasat mata saat melihat Elle mengabaikannya. Dia tahu Elle akan berusaha menghindar darinya setelah Amel memperkenalkan dirinya sebagai tunangan nya di depan banyak orang.


Apalagi dia ingat Elle sangat tidak menyukai keributan pasti dia akan memilih menjauh dari pusat keributan itu.


“Alvaro...!” Teriak Amel keras saat melihat fokus Alvaro terus ke arah tempat Elle tadi.


“Apa!!” Bentak Alvaro dingin.


“Jelaskan padaku, kenapa kamu bisa jalan bersama gadis itu bahkan berita kalian tersebar di sosial media Al.” Amel menahan emosinya agar tidak meledak karena mereka saat ini sudah menjadi pusat perhatian.


Ingat dia saat ini sedang berperan sebagai gadis yang lemah dan tersakiti.


Benar-benar munafik.


“Aku tunangan mu, jadi aku berhak tahu.” Tekan Amel.


Membuat yang lainnya terkejut mendengar ucapan Amel itu, karena memang tidak banyak yang tahu tentang hubungan Amel dan Alvaro apalagi saat Sarah berteriak di kantin kemarin hanya sebagian murid saja yang tahu.


Mereka hanya tahu jika Alvaro sedang dalam pendekatan dengan Elle apalagi gosip kencan mereka sudah tersebar di sosial media. Hingga sekarang semakin banyak pula murid-murid berbisik menjelekkan Elle saat mendengar pernyataan Amel.


Amel merasa senang dalam hatinya dengan rencananya yang sudah mulai berjalan untuk membuat nama baik Elle menjadi semakin buruk.


“Aku sudah bilang perjodohan itu tidak akan pernah terjadi, meski aku bertunangan bukan kaulah orangnya.” Tekan Alvaro tajam.


Alvaro berjalan melewati Amel kemudian menaiki motornya diikuti William, Felix dan Samuel lalu pergi meninggalkan kawasan parkiran.


Elle saat ini berada di depan toko antik yang pernah ia datangi bersama Allan, terdengar bunyi lonceng saat ia memasuki pintu toko itu.

__ADS_1


“Selamat datang kembali Lady” ucap Sera sopan menyambut kedatangan Elle.


Elle yang mendengar sambutan itu mengernyit heran karena ini pertama kalinya seseorang


memanggilnya dengan sebutan itu yaitu Lady.


“Apa ada yang anda butuhkan lagi Lady?” tanya Sera.


“Membaca buku di ruangan itu lagi” jawab Elle cukup singkat.


“Mari saya antar” ucap Sera dengan sopan lalu berjalan terlebih dahulu.


Akhirnya Elle kembali memasuki ruangan ini lagi sedangkan Sera langsung pergi saat melihat Elle sudah masuk dan pintu pun kembali tertutup.


Elle berjalan ke arah meja di mana terakhir kali ia meninggalkan kotak itu, ternyata kotak itu juga masih tetap ada di sana tidak berpindah sedikitpun.


Elle duduk di kursi lalu membuka kotak itu dan mengambil buku di dalamnya. Dia membuka setiap lembaran kertas yang masih kosong. Mungkinkah teka teki itu adalah kunci dari buku ini pikirnya.


“Jika dengan kekuatanku bisa membuka kotak ini, apakah itu juga bisa membuat tulisan di buku ini terlihat. Seperti teka teki itu, jawaban yang aku butuhkan hanya ada di dalam diriku dan kekuatan ini juga ada dalam diriku” ucap Elle berpikir.


Tidak ingin menebak, Elle kemudian menempelkan telapak tangannya di buku yang sudah terbuka itu untuk membuktikan pemikirannya lalu mengeluarkan buliran cahaya biru dari telapak tangannya yang meresap ke dalam buku.


Ajaibnya, secara perlahan kertas itu memunculkan sebuah tulisan dengan tinta emas yang sama seperti ukiran huruf tulisan teka teki di tutup kotak kayu.


Elle yang melihat itu langsung menghembuskan nafas lega. “Akhirnya berhasil!” ucapnya girang karena terlalu senang Elle langsung berdiri dari duduknya sambil meloncat-loncat kecil.


"Cukup, tenanglah jangan terlalu senang Vivi karena pencarian mu masih cukup panjang dan ini baru permulaan" ujar Elle pada dirinya sendiri.


Elle kembali duduk ke tempat semula tadi, dengan perlahan dia membuka lembaran pertama buku dan langsung membacanya.


"Kekuatan seorang Elves sangat besar dan untuk melatih dirinya ia membutuhkan seorang pendamping, dan pendampingnya itu akan datang dengan sendirinya sesuai dengan takdir." Ucap Elle setelah membaca halaman pertama buku itu.

__ADS_1


"Jadi seorang pendamping ya, pantas saja." Ujar Elle misterius sambil tersenyum miring.


__ADS_2