The Elves Secret

The Elves Secret
16. Jujur Pada Emma Dan Stella


__ADS_3

Sekarang mereka malah asyik menonton para lelaki yang latihan basket dan melupakan awal tujuan mereka untuk pulang, kecuali Elle yang sibuk membaca buku dan melihat pesan dari David bahwa ia akan datang sedikit terlambat karena macet.


Elle juga sesekali memperhatikan kedua temannya yang menjerit heboh, bukan mungkin hanya Stella maksudnya karena Emma hanya diam saja melihat ke arah lapangan.


Beberapa saat kemudian, terlihat mereka yang tengah berlatih basket mulai beristirahat. Dan Elle yang masih fokus dalam dunia bacaannya tidak mengetahui empat orang lelaki datang menuju ke arah mereka.


Tukk


“Akhh, sakit! Siapa sih yang-ehh!?” ucap Elle terkejut melihat William sudah ada di depannya dengan keringat yang menetes di wajah tampannya.


“Yakk, Liam itu menyakitkan” dengan wajah cemberut Elle mengusap dahinya yang memerah akibat sentilan William tadi.


Sejak mengetahui William adalah teman kecilnya Elle mulai bersikap santai jika di dekat William. Sedangkan William menahan gemas melihat wajah cemberut Elle yang terlihat imut.


Menghela nafas kemudian mendekat dan mengusap dahi Elle yang memerah, “sakit?” tanya William lembut.


“Ya sakitlah!” jawab Elle menatap malas William yang menahan senyum.


“Lagian kenapa kamu tidak melihatku dari tadi kamu selalu fokus pada buku itu, aku kan cemburu.” Ucap William dengan nada suara santai. Dan itu mengejutkan.


Para sahabat William dan Elle bahkan murid lainnya yang berada di sana menganga tak percaya melihat sikap lembut William pada Elle, yang benar-benar tidak pernah diperlihatkan pada siapapun oleh si tuan muda Harvey itu.


Alvaro tiba-tiba melerai kedekatan mereka berdua lalu menggantikan William mengusap dahi Elle yang tadi disentuhnya.


Dia kesal melihat kedekatan mereka berdua dan langsung menarik Elle dari William yang hampir terlihat seperti akan berpelukan.


Elle tentu saja terkejut dengan tindakan Alvaro yang jarang berinteraksi dengannya jika mereka bertemu begitu juga dengan mereka yang ada di lapangan.


“Sudah tidak sakit lagi.” Ucap Alvaro menatap mata Elle yang masih menatapnya terkejut, sambil tetap mengusap dahi Elle bahkan sesekali meniupnya dan menghiraukan tatapan terkejut dari yang lainnya.


Namun dering ponsel milik Elle mengalihkan perhatian mereka dengan cepat Elle mengambil ponselnya yang berada di saku jas sekolahnya hingga tangan Alvaro terlepas di dahinya.


“Halo dad. Okey, aku segera keluar.”


Setelah panggilan berakhir Elle memberitahu Emma dan Stella bahwa daddynya telah datang dan sudah menunggu di luar.


Mereka bertiga pun pergi dari lapangan meninggalkan para Prince Harvest dan beberapa murid yang sejak tadi menonton kejadian itu.

__ADS_1


Aku harus bisa lebih dekat lagi dengan Elle batin Alvaro menatap punggung Elle yang sudah menghilang.


Sepulang sekolah setelah membersihkan diri Elle langsung ke gazebo taman belakang mansion dengan beberapa buku dan laptop di sampingnya.


Elle sangat suka ketenangan dan kesejukan di sana.


“Permisi nona muda, ini minuman anda.” Ucap seorang pelayan dengan membawa nampan, di atasnya gelas berisi susu madu dengan beberapa cookies di atas piring.


“Thank you Melinda. Oh iya, jika temanku sudah datang tolong langsung antar mereka ke sini ya” pinta Elle lembut sambil tersenyum.


“Baik nona muda.” Jawab pelayan itu sopan dengan sedikit membungkuk lalu pergi.


Suara dering ponsel dia atas meja mengalihkan perhatian Elle yang sedang membaca buku dan ia langsung menjawabnya.


“Elle seriously is this your address? Astaga rumahmu sangat mewah bahkan berada di kawasan elit Circle Gold Elle!!” heboh Stella di seberang telepon.


“Stop it Stella.” Terdengar suara Emma yang menyuruh Stella diam “Elle, kami sudah berada di depan” lanjut Emma memberitahu Elle.


“Aku tunggu, nanti akan ada yang menjemput kalian.”


Ya saat ini Emma dan Stella sedang berada di mansion Caldwell, Elle meminta izin pada David bahwa ia akan kerja kelompok di mansion bersama kedua temannya nanti yang artinya Elle akan memberitahu identitas aslinya pada kedua temannya.


Dan David serta keluarganya pun mengizinkan karena mereka tahu kedua teman putrinya dapat dipercaya namun jika tidak Emma dan Stella mungkin akan mendapatkan nasib yang sangat buruk.


“Elle!” panggil Emma dan Stella saat melihat Elle yang duduk di gazebo dan menghampirinya.


Emma berjalan mendekati Elle lalu memegang pundaknya sambil melotot kaget “oh my god Elle! ternyata kamu adalah,,”


“Elle aku tidak menyangka mansion mu sangat besar dan mewah melebihi mansion milikku” potong Stella dengan heboh.


“Diam dulu Stella” pinta Emma.


“Bisa kalian rahasiakan, hanya kalian saja yang tahu.” Ucap Elle dengan nada serius menatap kedua temannya.


Emma tentu saja mengerti kecuali Stella. “Hei apa yang perlu dirahasiakan, rumahmu sangat besar dan mewah biarkan saja mereka semua tahu agar mereka tidak mengejekmu miskin lagi.” Ucap Stella yang tidak mengerti maksud Elle.


Memang benar, beberapa murid yang tidak suka dengan Elle pernah menghina Elle sebagai murid beasiswa bahkan menganggap Elle dari keluarga miskin.

__ADS_1


Karena selama ini Elle di antar oleh David, Jack bahkan Allan ke sekolah hanya dengan menggunakan mobil biasa karena itu juga permintaan Elle sendiri yang tidak ingin menjadi pusat perhatian.


Walaupun sebenarnya, hanya dengan parasnya saja Elle sudah menjadi pusat perhatian.


Tukk


Emma yang kesal melihat kelemotan temannya itu langsung menyentil dahi Stella.


“Awwsh, sakit Em.” Ucap Stella menatap kesal pada Emma sambil mengusap dahinya.


“Bodoh dengarkan aku baik-baik ya Stella temanku yang paling cerewet, kamu mungkin akan kaget sama sepertiku. Teman kita ini adalah anak konglomerat,,,”


“Yes i know, bukankah kita juga termasuk anak konglomerat” potong Stella langsung saat mendengar ucapan Emma.


Tukk


“Emma, dahiku nanti makin memerah!”


“Makanya dengar dulu!”


“Okey” jawab Stella saat melihat tatapan tajam Emma.


“Haaah, Elle bukan hanya anak konglomerat biasa tapi sekaligus anak pengusaha terkaya di negara ini. Anak dari pasangan Davidson Smith de Caldwell dan Monica Anne Caldwell.” Jelas Emma.


Baik Elle dan Emma mereka menunggu reaksi Stella dan,,,


Brukk


Stella jatuh dari kursi dengan tatapan terkejut luar biasa. “Kau,,, kau anak yang pernah dirumorkan itu dan selalu menjadi perbincangan!?” ucapnya sambil menunjuk Elle.


Elle mengangguk malas, kalau tidak salah dengar keluarga Caldwell menjaga Elle dari dunia luar sampai dia dirasa cukup siap. Maka dari itu sama sekali tidak ada yang tahu wajah nona muda keluarga Caldwell.


Dan yang tahu hanya orang yang berada di Caldwell Mannor saja termasuk para pelayan serta penjaga dan satu lagi keluarga Harvey.


Dan sudah menjadi bahan perbincangan di kalangan pebisnis manapun yang penasaran dengan putri keluarga Caldwell, mereka yang mempunyai putra berusaha keras membuat putra mereka menjadi salah satu calon suami putri Caldwell kelak.


Jika Caldwell yang pertama maka ada Parker yang kedua serta yang ketiga adalah Harvey lalu Hester.

__ADS_1


__ADS_2