
Malam itu, di asrama putri. Philia dan Cahrlotte sudah kembali ke kamar. “Philiandra san, tadi
siang ada apa ? km keluar kelas cukup lama.” Tanya Charlotte. “Tadi ada masalah
sediki………” Philia menjawab. Kemudian Philia menceritakan semuanya kepada
Charlotte. “Hmm Robert akhirnya bertindak sesuai dengan dugaan kita pagi ini.
Tapi untung nya ga ada yg terlibat lagi selain dia. Aku tidak bersimpati sama
sekali.” Cahrlotte berkata kepada Philia. “Iya, sepertinya memang pantas kalau
Robert seorang mengalami hal itu. Ini
juga membuktikan kalau teman2 nya yang lain hanya mengikuti dia.” Tambah
Philia. “Knock2” Pintu pun di ketuk, “Philiandra ne, ada di dalam ?” Terdengar
suara Cecil di depan pintu. Philia pun membuka pintu. “Oh Cecilia, ada Ronanta
chan juga, ada apa kesini ?” Tanya Philia. “Aku dan ronanta chan boleh masuk ?”
Kata Cecil. “Ok, masuk lah.” Kata Philia sampai membuka pintu. Cecil dan Rona
pun masuk. “Ini ada snack untuk Philiandra ne dan Charlotte senpai. Aku dan
Ronanta Chan sudah dengar semuanya dari Matthew oni dan Feirus oni. Mereka
membahas magic km tadi.” Kata Cecil
sambil mengelurkan snack yang di bawa nya. “Philiandra ne, magic yang km
pelajari dari teks kalau bisa jangan di keluarkan dulu, tadi beruntung tidak
ada yang lihat, tapi menurut Matthew oni, itu tergolong ancient magic.” Kata Cecil
menyampaikan perkataan Matt. “Benar Philiandra one chan, Ronanta juga belajar soalnya,
tapi tidak berani mencoba nya.” Tambah Rona. “Iya, aku juga sadar, tidak ku
sangka efek nya bisa langsung menghapus undead kategori atas, aku pun kaget
melihat hasil nya, dan berjanji sama diriku sendiri harus hati2 dalam
menggunakan nya.” Kata Philia. “Hmm ancient magic ya, di daerah asal ku ada
cerita kalau dulu seorang magician bisa menghancurkan sebuah kota hanya dengan
satu magic saja. Mendengar cerita Philiandra san barusan, aku jadi yakin kalau
cerita itu benar.” Charlotte berkata menegaskan. “Iya, makanya Cecilia dan Ronanta chan, kita
harus hati2 menggunakan nya, karena kita semua belajar hal yang sama dan dari
sumber yang sama. Charlotte juga ya, karena aku mengajarkan beberapa spell kepadamu.” Kata Philia kepada Cecil dan
Rona juga Charlotte. “Iya Philiandra san, aku tidak akan sembarangan.” Kata
Cahrlotte meyakinkan Philia. Tiba2 pintu kamar Philia terbuka. “Philiandra aku
masuk ya.” Lori datang sambil membawa minuman untuk ramai2. “Aduh, Lorianne ne
san, ketok dulu dong baru masuk.” Kata Philia sambil menutup kamarnya. “Maaf2,
eh semuanya kumpul di sini, aku ikutan ah.” Lori langsung duduk bergabung dan
langsung mengambil snacknya. “Nih buat kalian, aku bawakan minuman. Kalian lagi
bicara apa ? Kejadian tadi siang ?” Tanya Lori. “Iya Lorianne ne, kejadian tadi
siang dan masalah magic kami juga.” Jawab Cecil. “Oh begitu ya, tadi aku juga
bicara sama Feirus dan Matthew, sebaik nya sementara ini kita tidak menonjol
dulu supaya gereja tidak curiga, sebab tujuan kita sebenarnya menarik perhatian gereja.” Lori menjelaskan
ke semuanya. “Kita lanjutkan pencalonan kita, tanpa terlalu menonjol. Robert
memang sudah di awasi gerak geriknya setelah kalah sama Philiandra. Setelah
kejadian tadi, kita serahkan kepada Pak Lenton untuk menyelidiknya.” Tambahnya.
“Iya benar Lorianne ne san, sekarang sudah tidak ada ancaman lagi, kita tidak
perlu menonjol. Dan dengan kembalinya Princess Valia, semua perhatian beralih
padanya. Sekarang kita standby saja.” Kata Philia. Cecil berdiri dari duduk
nya. “Kita jalan2 ke kota yu…..dah lupakan yang stress2 kita cari senang gimana
?” ajak nya sambil tersenyum ceria. “Hmm boleh juga, soalnya saat ini Matthew, Feirus,
Franz dan ** lagi di kota sih, katanya mau cari udara, sekalian mau makan.”
Tambah Lori. “Ke kota malam2 ? Mereka ngapain ya ? jangan2 ke lokasi itu ?”
Charlotte berkata dengan serius. “Maksudnya Charlotte san ? Aku tidak
mengerti.” Tanya Philia melihat Charlotte yang serius. “Gini Philiandra san,
Matthew san dan Feirus san kan laki2, mereka kan biasanya butuh pelepasan, nah
kalau kalian ada asrama ini kan pria ga boleh masuk. Jadi mungkin mereka ke Red
District di kota.” Jawab Charlotte. Mendengar jawaban Charlotte, semua langsung
berpikir kecuali Rona. “Hmm bisa saja ya, terutama sih Feirus, kalau Matthew
tadi sempat pulang sebentar ke rumah bersama ku, sebagai tanda baikan
pertengkaran yang tadi pagi hehe jadi aku rasa dia Cuma mengantar, kalau Franz
aku rasa tidak berani sampai sejauh itu, kalau Jr….dia mah kepalanya kosong.” Kata Lori menambahkan. “Lorianne ne, jangan
bikin khawatir dong…” Cecil menyela. “Iya Lorianne ne san, Feirus ga gitu
orangnya, aku sih percaya, Cecilia juga percaya kan.” Tanya Philia kepada Cecil.
“Iya..percaya kok sama dia.” Jawab nya. Lori menghela nafas. “Begini adik2 ku
yang polos, terakhir kalian melakukan itu kapan ? Setau ku sejak masuk akademi ini kalian tidak
bersentuhan dengan dia kan ? Berarti empat bulan yang lalu kira2. Nah, kalian
aja terasa kepengen juga kan ? Apalagi
dia. Makanya aku saja kadang mengajak Matthew pulang sebentar. Ngerti maksudnya
?” Lori menjelaskan dengan cuek nya. “Iya…memang sudah lama.” Philia mulai
berpikir. “Philiandra ne, kadang aku juga merasa sih, dah lama memang. Kepalaku
mulai berputar nih Philiandra ne. Lorianne ne, pinjam cermin nya.” Cecil
berkata sambil bertindak dan langsung keluar begitu cermin di berikan.
“Eh….tunggu Cecilia, aku ikut.” Philia pun segera berdiri dan mengejar Cecil.
“Lorianne san, trus kita bagaimana ? Apa kita susul mereka ?” Tanya Charlotte.
“Ah tidak usah, kita makan saja yu, lagi pula km kan sering hilang berdua sama
Franz jadi selalu terpenuhi kan, aku diam2 tau loh” Jawab Lori. “Hehe ketahuan
ya.” Kata Charlotte lagi dengan wajah merah malu2. “Kalau mereka tidak di push
nanti malah kasihan dan suatu saat kecewa, Cecilia kayak anak kecil pikiran nya
cuma badannya aja dewasa banget, aku aja kalah dewasa. Sedangkan yg satunya,
Philiandra terlalu menahan diri dan pendiam kalau mau sesuatu, sering dia
melewatkan sesuatu yang menyenangkan. Mereka tidak tahu soal dunia luar sebelum
nya, yah Cuma begini cara mengajari mereka.” Kata Lori lagi. “Haha Lorianne san
sayang sama adik2 nya ya, Philiandra san memang agak kaku orang nya dan terlalu
__ADS_1
serius dalam segala hal. Yu kita keluar, aku tau restoran bagus.” Ajak
Charlotte ke Lori dan Rona. “…….Philiandra one chan dan Cecilia one chan kemana
?” Rona baru menyadari kalau Philia dan Cecil tidak ada karena dia sedang
membaca buku.”Biasa Ronanta chan, hal yang biasa seperti di rumah.” Jawab Lori
kepada Rona. “Oh…ok” Rona kembali memakan snack nya sambil membaca buku. Mereka
bertiga pun pergi ke kota, sesampainya mereka di pasar, mereka melihat Matt,
Franz dan ** lagi kebingungan. “Matthew , ada apa kok kalian kayak orang bingung
?” Tanya Lori yang menghampiri mereka. “Oh Lorianne, ga tau kenapa, tadi ketika
kami sedang berjalan mau pulang ke asrama, tiba2 Cecilia dan Philiandra menarik
Feirus dan menghilang. Sekarang km sedang mencari mereka.” Kata Matt
menjelaskan. “Iya benar aneki, tadi tau2 mereka langsung menarik Feirus dan yang paling hebatnya, mereka memakai baju
tidur hehe.” ** menambahkan. “Grrr km lihat adik2 ku ya ?” Lori menjitak **.
“Ampun aneki, aku ga sengaja, mereka tau2 di depan ku.” ** memegangi kepalanya
yang di jitak Lori. Charlotte tertawa terbahak2 dan berguling2 di jalanan. “Eh
charlotte sama ada apa, kenapa tertawa sampai sebegitunya ?” Franz melihat
dengan bingung. “Dah, aku jelaskan saja.” Lori pun akhirnya menjelaskan.
“Hahaha ternyata seperti itu.” Matt tertawa kencang. “Bukan salahku, Charlotte
yang mengawali topic ini.” Lori berkilah sambil tersenyum. “Isi kepala Feirus hanya bertempur dan
pertandingan. Tidak mungkin dia sampai ke arah sana berpikirnya.” Jelas Matt
kepada semuanya. “Tapi gpp bagus juga buat Cecilia dan Philiandra, Feirus
terlalu pasif kalau soal perempuan.Kita tunggu saja besok pagi ceritanya”
Tambah nya. Semuanya pun tertawa.
Akhirnya Matt, ** dan Franz, menemani Lori, Charlotte dan Rona makan di
restoran yang di tunjuk Charlotte. Malam itu, Philia, Cecil dan juga Feirus
tidak kembali ke asrama. Paginya, Philia kembali ke kamar. “Philiandra san,
sudah kembali ?” Tanya Charlotte di belakang pintu. “Hyaaah aduh jangan
ngagetin aku Charlotte san.” Philia yang kaget berkata kepada Charlotte. “Hehe
gimana semalam ? Sudah segar kan ?” Tanya Charlotte menggoda. “Iya…..sudah ah
aku malu.” Wajah Philia memerah tapi terlihat segar. “Bagus, ini untuk melepas
stress karena km beberapa hari ini aku lihat sangat stress.” Tambah Charlotte.
“Iya….terima kasih Charlotte san” Jawab Philia. “Lain kali jangan sampai pagi
ya, aku kesepian, kalau memang perlu banget aku bisa kasih rekomendasi tempat
yang sepi di belakang, aku dan Franz biasa ke sana hehe.” Tambah Charlotte.
“Haaaah….sudah jangan bicara lagi Charlotte san.” Kata Philia dengan wajah
merah dan malu. Setelah selesai ganti baju, mereka pun keluar kamar dan menuju
ke kelas. Cecil ternyata menunggu di depan asrama dan menemui mereka.
“Charlotte senpai, Philiandra ne, sudah mau berangkat ?” Tanya Cecil dengan
ceria. “Iya, km belum berangkat Cecilia ?” Tanya Philia. “Aku mau tunggu
Lorianne ne dulu, mengembalikan ini.” Jawab Cecil. “Cecilia san, semalam seru
ga ?” tanya Charlotte iseng. “Wah semalam hebat…, tapi Philiandra ne lebih
hebat, aku sudah kelelahan sampai ga bisa bergerak, dia masih lanjut sampai Feirus
bodoh, idiot……” Philia memukul2 Cecil dengan tas nya. “Hmm memang kalau
sesuatu yang terpendam itu sampai terlepas bisa berbahaya.
Hm hm” Charlotte bergumam. “Haaaaaaaa sudah dong.” Philia berteriak malu dan
menutupi wajah merah nya. “Aku mohon……jangan cerita lagi….Lorianne ne san dan
Ronanta jangan sampai dengar.” Kata Philia lagi dengan malunya. “Apa yang aku
tidak boleh dengar ? Oh kalau tentang semalam aku sudah dengar semua kok. Kan
di rumah aku pasang alat pendengar untuk setiap ruangan, tujuan awal sih untuk
keamanan, tapi ternyata ada yang lebih menarik. Lagipula apa salah nya toh kita
kan keluarga kenapa km malu2 Philiandra” Lori tiba2 berada di belakang Philia
bersama Rona. “Aaaaaa Tidaaaaaaak.” Philia pun lari dengan kencang. Melihat itu
Charlotte pun tertawa sampai kejang2. Kemudian mereka pun bersama2 berjalan ke
kelas. Sesampai nya di kelas, Charlotte melihat Fei dan Philia duduk
bersebelahan, wajah Philia terlihat sangat merah dan diam saja, sedangkan Fei terlohat
sangat kelelahan sampi terlungkup di atas meja. “Wah Feirus san sampai kayak
gitu, hebat memang Philiandra san hehe. Senang aku meledek nya.” Charlotte
begumam dalam hati. Selesai mengikuti
kelas, mereka berenam di tambah Charlotte dan Franz di panggil ke ruangan
Pelatih Lenton. Princess Valia juga ada di sana. “Saya sudah menginterogasi
kelima teman Robert, mereka mengakui kalau Robert mendapatkan air suci itu dari
cardinal Cobaint karena saat itu Robert protes atas pencabutan calon saint nya.
Dan saat itu gereja sedan melakukan pemilihan utuk menetapkan calon saint
penggantinya. Cardinal Cobaint memberi Robert tawaran untuk merebut kembali
gelar nya dengan cara membasmi kejahatan yang ada di ibukota yang mengincar
gereja dan noble2, kemudian dia memberikan sebotol air suci. Awal nya air itu
berwarna putih dan jernih dan katanya bisa menambah kekuatan saint bagi yang
meminum nya, tapi karena Robert mempunyai keingin kuat untuk balas dendam kepada Philiandra kun yang menurut nya sudah menjatuh
kan harga diri dan menghina nya, air itu menjadi berubah warna menjadi hitam pekat. Selanjut nya seperti yang kalian lihat, dia menjadi undead
rank A, Vengeance Warrior. Saya juga minta kepada kelima teman nya untuk
menjaga rahasia magic yang di lepaskan Philiandra kun kemarin. Mereka berlima
sudah tidak lagi menjadi murid akademi dan di pulangkan ke rumah nya masing2.”
Pelatih Lenton menjelaskan kepada mereka. “Mengenai pemilihan student council,
sementara akan di undur, sampai gereja menetapkan calon dari mereka.” Tambah
nya. “Jadi kesimpulan nya, gereja terlibat langsung bahkan bisa di bilang
gereja adalah sekte terlarang itu sendiri.” Matt menyimpulkan. “Benar, sekarang
terjadi kehebohan di dalam tubuh organisasi gereja, dan juga terjadi pergeseran
keyakinan bagi penganut nya. Legenda tentang enam pahlawan dari ras demon
kembali di angkat, yang menurut gereja sebenarnya adalah tabu, karena menurut
gereja, enam pahlawan itu adalah saint dari ras manusia dan berperang melawan
__ADS_1
enam pilar yang berasal dari ras demon. Aku mendengar ini dari orang ku di
istana.” Princess Valia menjelaskan. “Pergerakan pangeran kedua sekarang
menjadi sorotan Raja yang merupakan ayahku dan semua saudara ku. Dan Raja
memerintahkan menginterogasi Count Dietrich dan Kardinal Cobaint. Gereja
sendiri bukan berasal dari kerajaan kita melainkan dari kerajaan Xenobia
tetangga kita yang katanya sudah berdiri sejak jaman legenda dulu, mereka akan
bereaksi kalau kita menghentikan ajaran gereja. Yang membawa gereja masuk ke
kerajaan ini adalah pangeran kedua, ketika dia sudah menjadi penganut gereja.
Sikap pangeran kedua pun berubah, semenjak masuk ajaran gereja dan kembali dari
Xenobia.” Tambah nya. “Oh…berarti misi kali ini sudah mendekati final ya.” Matt
berkata kepada Lenton dan Valia. “Matthew kun, ini masih permulaan, kita belum
bisa memprediksi arah pergerakan gereja karena masih kacau dan ada perpecahan
keyakinan di dalam tubuh gereja itu sendiri. Tapi kita beruntung, karena
kecerobohan Robert, kita jadi mengerti apa yang terjadi di dalam tubuh gereja
dan sekarang kita juga tau tidak semua anggota gereja terlibat sekte terlarang
tersebut. Dan kita harus memperhatikan juga Kerajaan Xenobia, apakah mereka
adalah sekte terlarang karena gereja
berasal dari kerajaan itu dan kerajaan itu yang ikut menyaksikan pertistiwa
dalam legenda menurut ajaran gereja. Ini alasannya kenapa kita bergerak di
belakang layar, untuk mencegah terjadinya perang dengan kerajaan besar itu.”
Lenton menjelaskan. “ Nah untuk kalian saat ini, nikmati saja dulu kehidupan sekolah
kalian, bersenang2 lah, sambil tetap waspada.” Kata Lenton lagi. “Baik pak,
kami tetap waspada.” Jawab Matt kepada Lenton. “Kerajaan Xenobia ya….” Pikir Fei
dalam hati. “Maaf pak Lenton, Kerajaan Xenobia katanya berasal dari legenda,
kira2 bpk tau ga siapa raja pertama nya ?” Cecil mendadak bertanya kepada
Lenton. “Menurut yang tertulis di kitab gereja, Raja pertama tidak tertulis
karena saat itu kerajaan nya sudah hancur karena di lalap oleh kegelapan dan
kenapa bisa hancur karena Raja pertama pergi meninggalkan kerajaan nya, tapi
kemudian adik nya mendirikan lagi kerajaan itu dengan nama yang sama, Raja itu
bernama Rene Xenobia I.” Jawab Lenton
menjelaskan kepada Cecil dan lainnya. “Baik…terima kasih pak….” Cecil berkata
sambil menunduk, seluruh tubuh nya bergetar. “Cecil…..” Pikir Fei , dia
mengerti apa maksud Cecil, ada kemungkinan kerajaan itu adalah kerajaan ayah
Ronan, dia memeluk pundak Cecil yang sedang gemetar. Matt, Philia, Lori dan Rona juga paham maksud
pertanyaan Cecil itu, mereka pun merapatkan diri ke Cecil supaya ketakutan dan
kecemasan Cecil tidak terlihat oleh Lenton dan Princess Valia. Karena asal usul
mereka tidak di ketahui oleh Lenton dan Valia. “Baiklah, aku rasa cukup sekian,
kalian boleh meninggalkan ruangan, sampai jumpa lagi dan tetap semangat.”
Lenton mengakhiri pertemuannya dan mempersilahkan Matt dan lain nya keluar.
“Baik pak, terima kasih.” Semua menjawab dan keluar ruangan. Setelah di luar,
Charlotte dan Franz memisahkan diri dari mereka, karena ada hal penting yang
mau di bicarakan kepada Lenton, mereka pun masuk lagi. “Lori, sebaikknya kita
pulang dulu hari ini. Keluarkan cermin dan langsung menuju Rumah Fei .” Kata
Matt kepada Lori. “Baik, kita langsung saja.” Lori pun mengeluarkan cermin nya
dan mereka langsung teleport ke rumah Fei . “Fiuh lega rasanya, sudah di
rumah.” Matt berkata melepas tegang. “Baiklah, sekarang kita tau sudah sejauh
apa masalah ini berkembang. Kita harus tau apa itu kerajaan Xenobia. Cecil,
kita semua akan menyelidiknya, apakah kerajaan Xenobia itu adalah kerajaan ayah
mu.” Tambah Matt sambil melihat Cecil. “Benar Cecil, aku pun penasaran, aku
yakin, Fei , Lori dan Rona pun paham pertanyaan mu kepada pak Lenton tadi.”
Philia berkata kepada Cecil sambil merangkul Cecil. “Hiks….hiks…..terima kasih
aku benar2 tidak tau harus apa tadi. Terima kasih Matt oni, Fei nii, Lori ne,
Philia ne dan Rona chan.” Cecil menangis. “Cecil, kita ini kan keluarga, terus
terang semenjak aku mengetahui asal usul ku dan tau siapa orang tua ku, aku
langsung menganggap kita semua di sini adalah keluarga, malah kita sudah
keluarga dari sebelum kita lahir yaitu 2000 tahun yang lalu. Kita keluarga
Astoria.” Lori menghibur Cecil. “Lori ne san benar, aku punya usul, gimana
kalau kita berjanji kalau kita akan menjadi keluarga sesungguh nya ?” Fei berkata,
kemudian dia mengambil enam gelas dan sebotol minuman ber alcohol.
“Kita menuju makam sekarang.” Ajak Fei .
Mereka ber enam pun keluar rumah dan menuju makam. Sesampainya di makan, mereka ber
enam berdiri di depan nisan orang tua masing2 dan mengangkat gelas masing2 yang
sudah di isi minuman. “Mulai hari ini, kami berjanji akan menjadi keluarga dan
menyandang Astoria sebagai nama keluarga kami, Anak pertama Matthew von Astoria
dan istrinya Lorianne von Astoria, Anak kedua Feirus von Astoria, istri pertama
Philiandra Von Astoria, istri kedua Cecilia von Astoria dan Anak ketiga Ronanta
Von Astoria. Mohon ayah ibu merestui kami.” Mereka pun minum bersama. Tiba2
langit terbuka dan turunlah bayangan semua orang tua mereka, Matt melihat ayah
nya yang seorang Cyclops dan ibunya, Lori pun melihat ibunya yang langsung
memeluk nya, Rona pun melihat ayahnya dan ibunya dan mereka bersama melihat
foto yang di letakkan Rona di sana, Philia pun sama, dia di peluk oleh ayah dan
ibunya yang sangat ingin dia temui. Fei pun di hampiri oleh ayah nya dan Wiena
ibunya, sedangkan Cecil pun di peluk oleh Ayah nya Ronan dan ibunya Rosa. Cecil
bertanya kepada ayah nya tentang kerajaan nya sambil menangis. Ayahnya hanya
menjawab dengan senyuman.
Mereka pun langsung menangis bersama2 dan saling memeluk satu sama lain. Kemudian bayangan
orang tua mereka pun naik kembali ke atas setelah merestui anak2nya. Tubuh Matt
dan lainnya pun mengeluarkan Cahaya putih terang, sebagai tanda sudah menjadi
satu keluarga dan di restui oleh orang tua mereka. Setelah semua tenang, mereka
__ADS_1
pun kembali ke rumah dengan membawa ingatan kejadian di makam tadi.