The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 9 Astorian family established


__ADS_3

Malam itu, di asrama putri. Philia dan Cahrlotte  sudah kembali ke kamar. “Philiandra san, tadi


siang ada apa ? km keluar kelas cukup lama.” Tanya Charlotte. “Tadi ada masalah


sediki………” Philia menjawab. Kemudian Philia menceritakan semuanya kepada


Charlotte. “Hmm Robert akhirnya bertindak sesuai dengan dugaan kita pagi ini.


Tapi untung nya ga ada yg terlibat lagi selain dia. Aku tidak bersimpati sama


sekali.” Cahrlotte berkata kepada Philia. “Iya, sepertinya memang pantas kalau


Robert seorang  mengalami hal itu. Ini


juga membuktikan kalau teman2 nya yang lain hanya mengikuti dia.” Tambah


Philia. “Knock2” Pintu pun di ketuk, “Philiandra ne, ada di dalam ?” Terdengar


suara Cecil di depan pintu. Philia pun membuka pintu. “Oh Cecilia, ada Ronanta


chan juga, ada apa kesini ?” Tanya Philia. “Aku dan ronanta chan boleh masuk ?”


Kata Cecil. “Ok, masuk lah.” Kata Philia sampai membuka pintu. Cecil dan Rona


pun masuk. “Ini ada snack untuk Philiandra ne dan Charlotte senpai. Aku dan


Ronanta Chan sudah dengar semuanya dari Matthew oni dan Feirus oni. Mereka


membahas magic  km tadi.” Kata Cecil


sambil mengelurkan snack yang di bawa nya. “Philiandra ne, magic yang km


pelajari dari teks kalau bisa jangan di keluarkan dulu, tadi beruntung tidak


ada yang lihat, tapi menurut Matthew oni, itu tergolong ancient magic.” Kata Cecil


menyampaikan perkataan Matt. “Benar Philiandra one chan, Ronanta juga belajar soalnya,


tapi tidak berani mencoba nya.” Tambah Rona. “Iya, aku juga sadar, tidak ku


sangka efek nya bisa langsung menghapus undead kategori atas, aku pun kaget


melihat hasil nya, dan berjanji sama diriku sendiri harus hati2 dalam


menggunakan nya.” Kata Philia. “Hmm ancient magic ya, di daerah asal ku ada


cerita kalau dulu seorang magician bisa menghancurkan sebuah kota hanya dengan


satu magic saja. Mendengar cerita Philiandra san barusan, aku jadi yakin kalau


cerita itu benar.” Charlotte berkata menegaskan.  “Iya, makanya Cecilia dan Ronanta chan, kita


harus hati2 menggunakan nya, karena kita semua belajar hal yang sama dan dari


sumber yang sama. Charlotte juga ya, karena aku mengajarkan beberapa  spell kepadamu.” Kata Philia kepada Cecil dan


Rona juga Charlotte. “Iya Philiandra san, aku tidak akan sembarangan.” Kata


Cahrlotte meyakinkan Philia. Tiba2 pintu kamar Philia terbuka. “Philiandra aku


masuk ya.” Lori datang sambil membawa minuman untuk ramai2. “Aduh, Lorianne ne


san, ketok dulu dong baru masuk.” Kata Philia sambil menutup kamarnya. “Maaf2,


eh semuanya kumpul di sini, aku ikutan ah.” Lori langsung duduk bergabung dan


langsung mengambil snacknya. “Nih buat kalian, aku bawakan minuman. Kalian lagi


bicara apa ? Kejadian tadi siang ?” Tanya Lori. “Iya Lorianne ne, kejadian tadi


siang dan masalah magic kami juga.” Jawab Cecil. “Oh begitu ya, tadi aku juga


bicara sama Feirus dan Matthew, sebaik nya sementara ini kita tidak menonjol


dulu supaya gereja tidak curiga, sebab tujuan kita sebenarnya  menarik perhatian gereja.” Lori menjelaskan


ke semuanya. “Kita lanjutkan pencalonan kita, tanpa terlalu menonjol. Robert


memang sudah di awasi gerak geriknya setelah kalah sama Philiandra. Setelah


kejadian tadi, kita serahkan kepada Pak Lenton untuk menyelidiknya.” Tambahnya.


“Iya benar Lorianne ne san, sekarang sudah tidak ada ancaman lagi, kita tidak


perlu menonjol. Dan dengan kembalinya Princess Valia, semua perhatian beralih


padanya. Sekarang kita standby saja.” Kata Philia. Cecil berdiri dari duduk


nya. “Kita jalan2 ke kota yu…..dah lupakan yang stress2 kita cari senang gimana


?” ajak nya sambil tersenyum ceria. “Hmm boleh juga, soalnya saat ini Matthew, Feirus,


Franz dan ** lagi di kota sih, katanya mau cari udara, sekalian mau makan.”


Tambah Lori. “Ke kota malam2 ? Mereka ngapain ya ? jangan2 ke lokasi itu ?”


Charlotte berkata dengan serius. “Maksudnya Charlotte san ? Aku tidak


mengerti.” Tanya Philia melihat Charlotte yang serius. “Gini Philiandra san,


Matthew san dan Feirus san kan laki2, mereka kan biasanya butuh pelepasan, nah


kalau kalian ada asrama ini kan pria ga boleh masuk. Jadi mungkin mereka ke Red


District di kota.” Jawab Charlotte. Mendengar jawaban Charlotte, semua langsung


berpikir kecuali Rona. “Hmm bisa saja ya, terutama sih Feirus, kalau Matthew


tadi sempat pulang sebentar ke rumah bersama ku, sebagai tanda baikan


pertengkaran yang tadi pagi hehe jadi aku rasa dia Cuma mengantar, kalau Franz


aku rasa tidak berani sampai sejauh itu, kalau Jr….dia mah kepalanya kosong.”  Kata Lori menambahkan. “Lorianne ne, jangan


bikin khawatir dong…” Cecil menyela. “Iya Lorianne ne san, Feirus ga gitu


orangnya, aku sih percaya, Cecilia juga percaya kan.” Tanya Philia kepada Cecil.


“Iya..percaya kok sama dia.” Jawab nya. Lori menghela nafas. “Begini adik2 ku


yang polos, terakhir kalian melakukan itu kapan ?  Setau ku sejak masuk akademi ini kalian tidak


bersentuhan dengan dia kan ? Berarti empat bulan yang lalu kira2. Nah, kalian


aja terasa kepengen juga kan  ? Apalagi


dia. Makanya aku saja kadang mengajak Matthew pulang sebentar. Ngerti maksudnya


?” Lori menjelaskan dengan cuek nya. “Iya…memang sudah lama.” Philia mulai


berpikir. “Philiandra ne, kadang aku juga merasa sih, dah lama memang. Kepalaku


mulai berputar nih Philiandra ne. Lorianne ne, pinjam cermin nya.” Cecil


berkata sambil bertindak dan langsung keluar begitu cermin di berikan.


“Eh….tunggu Cecilia, aku ikut.” Philia pun segera berdiri dan mengejar Cecil.


“Lorianne san, trus kita bagaimana ? Apa kita susul mereka ?” Tanya Charlotte.


“Ah tidak usah, kita makan saja yu, lagi pula km kan sering hilang berdua sama


Franz jadi selalu terpenuhi kan, aku diam2 tau loh” Jawab Lori. “Hehe ketahuan


ya.” Kata Charlotte lagi dengan wajah merah malu2. “Kalau mereka tidak di push


nanti malah kasihan dan suatu saat kecewa, Cecilia kayak anak kecil pikiran nya


cuma badannya aja dewasa banget, aku aja kalah dewasa. Sedangkan yg satunya,


Philiandra terlalu menahan diri dan pendiam kalau mau sesuatu, sering dia


melewatkan sesuatu yang menyenangkan. Mereka tidak tahu soal dunia luar sebelum


nya, yah Cuma begini cara mengajari mereka.” Kata Lori lagi. “Haha Lorianne san


sayang sama adik2 nya ya, Philiandra san memang agak kaku orang nya dan terlalu

__ADS_1


serius dalam segala hal. Yu kita keluar, aku tau restoran bagus.” Ajak


Charlotte ke Lori dan Rona. “…….Philiandra one chan dan Cecilia one chan kemana


?” Rona baru menyadari kalau Philia dan Cecil tidak ada karena dia sedang


membaca buku.”Biasa Ronanta chan, hal yang biasa seperti di rumah.” Jawab Lori


kepada Rona. “Oh…ok” Rona kembali memakan snack nya sambil membaca buku. Mereka


bertiga pun pergi ke kota, sesampainya mereka di pasar, mereka melihat Matt,


Franz dan ** lagi kebingungan. “Matthew , ada apa kok kalian kayak orang bingung


?” Tanya Lori yang menghampiri mereka. “Oh Lorianne, ga tau kenapa, tadi ketika


kami sedang berjalan mau pulang ke asrama, tiba2 Cecilia dan Philiandra menarik


Feirus dan menghilang. Sekarang km sedang mencari mereka.” Kata Matt


menjelaskan. “Iya benar aneki, tadi tau2 mereka  langsung menarik Feirus dan yang paling hebatnya, mereka memakai baju


tidur hehe.” ** menambahkan. “Grrr km lihat adik2 ku ya ?” Lori menjitak **.


“Ampun aneki, aku ga sengaja, mereka tau2 di depan ku.” ** memegangi kepalanya


yang di jitak Lori. Charlotte tertawa terbahak2 dan berguling2 di jalanan. “Eh


charlotte sama ada apa, kenapa tertawa sampai sebegitunya ?” Franz melihat


dengan bingung. “Dah, aku jelaskan saja.” Lori pun akhirnya menjelaskan.


“Hahaha ternyata seperti itu.” Matt tertawa kencang. “Bukan salahku, Charlotte


yang mengawali topic ini.” Lori berkilah sambil tersenyum. “Isi  kepala Feirus hanya bertempur dan


pertandingan. Tidak mungkin dia sampai ke arah sana berpikirnya.” Jelas Matt


kepada semuanya. “Tapi gpp bagus juga buat Cecilia dan Philiandra, Feirus


terlalu pasif kalau soal perempuan.Kita tunggu saja besok pagi ceritanya”


Tambah nya.  Semuanya pun tertawa.


Akhirnya Matt, ** dan Franz, menemani Lori, Charlotte dan Rona makan di


restoran yang di tunjuk Charlotte. Malam itu, Philia, Cecil dan juga Feirus


tidak kembali ke asrama. Paginya, Philia kembali ke kamar. “Philiandra san,


sudah kembali ?” Tanya Charlotte di belakang pintu. “Hyaaah aduh jangan


ngagetin aku Charlotte san.” Philia yang kaget berkata kepada Charlotte. “Hehe


gimana semalam ? Sudah segar kan ?” Tanya Charlotte menggoda. “Iya…..sudah ah


aku malu.” Wajah Philia memerah tapi terlihat segar. “Bagus, ini untuk melepas


stress karena km beberapa hari ini aku lihat sangat stress.” Tambah Charlotte.


“Iya….terima kasih Charlotte san” Jawab Philia. “Lain kali jangan sampai pagi


ya, aku kesepian, kalau memang perlu banget aku bisa kasih rekomendasi tempat


yang sepi di belakang, aku dan Franz biasa ke sana hehe.” Tambah Charlotte.


“Haaaah….sudah jangan bicara lagi Charlotte san.” Kata Philia dengan wajah


merah dan malu. Setelah selesai ganti baju, mereka pun keluar kamar dan menuju


ke kelas. Cecil ternyata menunggu di depan asrama dan menemui mereka.


“Charlotte senpai, Philiandra ne, sudah mau berangkat ?” Tanya Cecil dengan


ceria. “Iya, km belum berangkat Cecilia ?” Tanya Philia. “Aku mau tunggu


Lorianne ne dulu, mengembalikan ini.” Jawab Cecil. “Cecilia san, semalam seru


ga ?” tanya Charlotte iseng. “Wah semalam hebat…, tapi Philiandra ne lebih


hebat, aku sudah kelelahan sampai ga bisa bergerak, dia masih lanjut sampai Feirus


bodoh, idiot……” Philia memukul2 Cecil dengan tas nya. “Hmm memang kalau


sesuatu  yang  terpendam itu sampai terlepas bisa berbahaya.


Hm hm” Charlotte bergumam. “Haaaaaaaa sudah dong.” Philia berteriak malu dan


menutupi wajah merah nya. “Aku mohon……jangan cerita lagi….Lorianne ne san dan


Ronanta jangan sampai dengar.” Kata Philia lagi dengan malunya. “Apa yang aku


tidak boleh dengar ? Oh kalau tentang semalam aku sudah dengar semua kok. Kan


di rumah aku pasang alat pendengar untuk setiap ruangan, tujuan awal sih untuk


keamanan, tapi ternyata ada yang lebih menarik. Lagipula apa salah nya toh kita


kan keluarga kenapa km malu2 Philiandra” Lori tiba2 berada di belakang Philia


bersama Rona. “Aaaaaa Tidaaaaaaak.” Philia pun lari dengan kencang. Melihat itu


Charlotte pun tertawa sampai kejang2. Kemudian mereka pun bersama2 berjalan ke


kelas. Sesampai nya di kelas, Charlotte melihat Fei dan Philia duduk


bersebelahan, wajah Philia terlihat sangat merah dan diam saja, sedangkan Fei terlohat


sangat kelelahan sampi terlungkup di atas meja. “Wah Feirus san sampai kayak


gitu, hebat memang Philiandra san hehe. Senang aku meledek nya.” Charlotte


begumam dalam hati.  Selesai mengikuti


kelas, mereka berenam di tambah Charlotte dan Franz di panggil ke ruangan


Pelatih Lenton. Princess Valia juga ada di sana. “Saya sudah menginterogasi


kelima teman Robert, mereka mengakui kalau Robert mendapatkan air suci itu dari


cardinal Cobaint karena saat itu Robert protes atas pencabutan calon saint nya.


Dan saat itu gereja sedan melakukan pemilihan utuk menetapkan calon saint


penggantinya. Cardinal Cobaint memberi Robert tawaran untuk merebut kembali


gelar nya dengan cara membasmi kejahatan yang ada di ibukota yang mengincar


gereja dan noble2, kemudian dia memberikan sebotol air suci. Awal nya air itu


berwarna putih dan jernih dan katanya bisa menambah kekuatan saint bagi yang


meminum nya, tapi karena Robert mempunyai keingin kuat untuk balas dendam  kepada  Philiandra kun yang menurut nya sudah menjatuh


kan harga diri dan menghina nya, air itu menjadi berubah warna  menjadi hitam pekat. Selanjut nya  seperti yang kalian lihat, dia menjadi undead


rank A, Vengeance Warrior. Saya juga minta kepada kelima teman nya untuk


menjaga rahasia magic yang di lepaskan Philiandra kun kemarin. Mereka berlima


sudah tidak lagi menjadi murid akademi dan di pulangkan ke rumah nya masing2.”


Pelatih Lenton menjelaskan kepada mereka. “Mengenai pemilihan student council,


sementara akan di undur, sampai gereja menetapkan calon dari mereka.” Tambah


nya. “Jadi kesimpulan nya, gereja terlibat langsung bahkan bisa di bilang


gereja adalah sekte terlarang itu sendiri.” Matt menyimpulkan. “Benar, sekarang


terjadi kehebohan di dalam tubuh organisasi gereja, dan juga terjadi pergeseran


keyakinan bagi penganut nya. Legenda tentang enam pahlawan dari ras demon


kembali di angkat, yang menurut gereja sebenarnya adalah tabu, karena menurut


gereja, enam pahlawan itu adalah saint dari ras manusia dan berperang melawan

__ADS_1


enam pilar yang berasal dari ras demon. Aku mendengar ini dari orang ku di


istana.” Princess Valia menjelaskan. “Pergerakan pangeran kedua sekarang


menjadi sorotan Raja yang merupakan ayahku dan semua saudara ku. Dan Raja


memerintahkan menginterogasi Count Dietrich dan Kardinal Cobaint. Gereja


sendiri bukan berasal dari kerajaan kita melainkan dari kerajaan Xenobia


tetangga kita yang katanya sudah berdiri sejak jaman legenda dulu, mereka akan


bereaksi kalau kita menghentikan ajaran gereja. Yang membawa gereja masuk ke


kerajaan ini adalah pangeran kedua, ketika dia sudah menjadi penganut gereja.


Sikap pangeran kedua pun berubah, semenjak masuk ajaran gereja dan kembali dari


Xenobia.” Tambah nya. “Oh…berarti misi kali ini sudah mendekati final ya.” Matt


berkata kepada Lenton dan Valia. “Matthew kun, ini masih permulaan, kita belum


bisa memprediksi arah pergerakan gereja karena masih kacau dan ada perpecahan


keyakinan di dalam tubuh gereja itu sendiri. Tapi kita beruntung, karena


kecerobohan Robert, kita jadi mengerti apa yang terjadi di dalam tubuh gereja


dan sekarang kita juga tau tidak semua anggota gereja terlibat sekte terlarang


tersebut. Dan kita harus memperhatikan juga Kerajaan Xenobia, apakah mereka


adalah sekte terlarang  karena gereja


berasal dari kerajaan itu dan kerajaan itu yang ikut menyaksikan pertistiwa


dalam legenda menurut ajaran gereja. Ini alasannya kenapa kita bergerak di


belakang layar, untuk mencegah terjadinya perang dengan kerajaan besar itu.”


Lenton menjelaskan. “ Nah untuk kalian saat ini, nikmati saja dulu kehidupan sekolah


kalian, bersenang2 lah, sambil tetap waspada.” Kata Lenton lagi. “Baik pak,


kami tetap waspada.” Jawab Matt kepada Lenton. “Kerajaan Xenobia ya….” Pikir Fei


dalam hati. “Maaf pak Lenton, Kerajaan Xenobia katanya berasal dari legenda,


kira2 bpk tau ga siapa raja pertama nya ?” Cecil mendadak bertanya kepada


Lenton. “Menurut yang tertulis di kitab gereja, Raja pertama tidak tertulis


karena saat itu kerajaan nya sudah hancur karena di lalap oleh kegelapan dan


kenapa bisa hancur karena Raja pertama pergi meninggalkan kerajaan nya, tapi


kemudian adik nya mendirikan lagi kerajaan itu dengan nama yang sama, Raja itu


bernama Rene  Xenobia I.” Jawab Lenton


menjelaskan kepada Cecil dan lainnya. “Baik…terima kasih pak….” Cecil berkata


sambil menunduk, seluruh tubuh nya bergetar. “Cecil…..” Pikir Fei , dia


mengerti apa maksud Cecil, ada kemungkinan kerajaan itu adalah kerajaan ayah


Ronan, dia memeluk pundak Cecil yang sedang gemetar.  Matt, Philia, Lori dan Rona juga paham maksud


pertanyaan Cecil itu, mereka pun merapatkan diri ke Cecil supaya ketakutan dan


kecemasan Cecil tidak terlihat oleh Lenton dan Princess Valia. Karena asal usul


mereka tidak di ketahui oleh Lenton dan Valia. “Baiklah, aku rasa cukup sekian,


kalian boleh meninggalkan ruangan, sampai jumpa lagi dan tetap semangat.”


Lenton mengakhiri pertemuannya dan mempersilahkan Matt dan lain nya keluar.


“Baik pak, terima kasih.” Semua menjawab dan keluar ruangan. Setelah di luar,


Charlotte dan Franz memisahkan diri dari mereka, karena ada hal penting yang


mau di bicarakan kepada Lenton, mereka pun masuk lagi. “Lori, sebaikknya kita


pulang dulu hari ini. Keluarkan cermin dan langsung menuju Rumah Fei .” Kata


Matt kepada Lori. “Baik, kita langsung saja.” Lori pun mengeluarkan cermin nya


dan mereka langsung teleport ke rumah Fei . “Fiuh lega rasanya, sudah di


rumah.” Matt berkata melepas tegang. “Baiklah, sekarang kita tau sudah sejauh


apa masalah ini berkembang. Kita harus tau apa itu kerajaan Xenobia. Cecil,


kita semua akan menyelidiknya, apakah kerajaan Xenobia itu adalah kerajaan ayah


mu.” Tambah Matt sambil melihat Cecil. “Benar Cecil, aku pun penasaran, aku


yakin, Fei , Lori dan Rona pun paham pertanyaan mu kepada pak Lenton tadi.”


Philia berkata kepada Cecil sambil merangkul Cecil. “Hiks….hiks…..terima kasih


aku benar2 tidak tau harus apa tadi. Terima kasih Matt oni, Fei nii, Lori ne,


Philia ne dan Rona chan.” Cecil menangis. “Cecil, kita ini kan keluarga, terus


terang semenjak aku mengetahui asal usul ku dan tau siapa orang tua ku, aku


langsung menganggap kita semua di sini adalah keluarga, malah kita sudah


keluarga dari sebelum kita lahir yaitu 2000 tahun yang lalu. Kita keluarga


Astoria.” Lori menghibur Cecil. “Lori ne san benar, aku punya usul, gimana


kalau kita berjanji kalau kita akan menjadi keluarga sesungguh nya ?” Fei berkata,


kemudian dia mengambil enam gelas dan sebotol minuman ber alcohol.


“Kita menuju makam sekarang.” Ajak Fei .


Mereka ber enam pun keluar rumah dan menuju makam. Sesampainya di makan, mereka ber


enam berdiri di depan nisan orang tua masing2 dan mengangkat gelas masing2 yang


sudah di isi minuman. “Mulai hari ini, kami berjanji akan menjadi keluarga dan


menyandang Astoria sebagai nama keluarga kami, Anak pertama Matthew von Astoria


dan istrinya Lorianne von Astoria, Anak kedua Feirus von Astoria, istri pertama


Philiandra Von Astoria, istri kedua Cecilia von Astoria dan Anak ketiga Ronanta


Von Astoria. Mohon ayah ibu merestui kami.” Mereka pun minum bersama. Tiba2


langit terbuka dan turunlah bayangan semua orang tua mereka, Matt melihat ayah


nya yang seorang Cyclops dan ibunya, Lori pun melihat ibunya yang langsung


memeluk nya, Rona pun melihat ayahnya dan ibunya dan mereka bersama melihat


foto yang di letakkan Rona di sana, Philia pun sama, dia di peluk oleh ayah dan


ibunya yang sangat ingin dia temui. Fei pun di hampiri oleh ayah nya dan Wiena


ibunya, sedangkan Cecil pun di peluk oleh Ayah nya Ronan dan ibunya Rosa. Cecil


bertanya kepada ayah nya tentang kerajaan nya sambil menangis. Ayahnya hanya


menjawab dengan senyuman.


Mereka pun langsung menangis bersama2 dan saling memeluk satu sama lain. Kemudian bayangan


orang tua mereka pun naik kembali ke atas setelah merestui anak2nya. Tubuh Matt


dan lainnya pun mengeluarkan Cahaya putih terang, sebagai tanda sudah menjadi


satu keluarga dan di restui oleh orang tua mereka. Setelah semua tenang, mereka

__ADS_1


pun kembali ke rumah dengan membawa ingatan kejadian di makam tadi.


__ADS_2