The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 23 Girl's Talk


__ADS_3

Di kebun, Mabel dan Marianne sedang mengawasi beberapa penduduk yang sedang memetik tomat dan jagung. Philia, Cecil dan Charlotte kebetulan juga lagi di rumah panti asuhan yang letaknya di sebelah kebun.


“Heeeyyy, Philiandra, Cecilia, Charlotte.” Dari jauh Lori berteriak memangil


mereka. “Hei  Lorianne ne san, Valia san, kalian kesini juga, aku sedang membawakan beberapa pakaian ganti untuk anak2 dia sini.” Kata Philia. “Oh baju ganti ? kamu menjahit semua ini sendiri


Philiandra san ?” Tanya Valia. “Ah tidak, aku tadi membantu ibu2 yang


menjahitkan baju, karena waktu mereka kesini, mereka tidak membawa apa2 dan


karena banyak kain di gudang istana, jadi ku berikan deh dan aku membantu


menjahit bersama mereka.” Kata Philia. “Oh begitu, wah km benar2 perhatian ya.


Terima kasih.” Kata Valia. “Ah Cuma melakukan yang harus di lakukan kok.” Kata


Philia. “Kalau aku kesini mau mengajak Yuna dan Roi main, aku mau ajak mereka


ke rumah hehe.”  Kata Charlotte.


“Hah, Yuna dan Roi, siapa itu ?” Tanya Lori. “Mereka anak yang di selamatkan Feiruss


san kemarin, yang di bawa sama Hagel san ke sini. Waktu itu aku melihat mereka


berdua sedang terduduk murung di air mancur alun2, lalu aku ajak mereka ke toko


dan membelikan mereka minuman. Mereka pun jadi ceria lagi, dan setelah itu kita


jalan2 keliling kota dan bermain2. Sejak itu, aku selalu ajak mereka main jam2


segini.” Kata Charlotte. “Hmm begitu ya, berarti km senang anak kecil ya


Charlotte.” Kata Lori. “Iya, sangat, mereka lucu2 soalnya apalagi kalau lagi


bobo, biasanya aku ajak mereka bobo di kamarku.” Kata Charlotte.


“Itu namanya km sudah siap untuk punya anak, nanti aku kasih tau Franz  deh supaya lebih aktif hehe.” Lori meledek Charlotte. “Waaaa jangan…..nanti aku bilang sendiri.” Kata Charlotte malu2.


“Nah kalau km Cecilia ngapain di sini ? Biasanya km kan kalau ga di istana


nemani Ronanta, pasti ada di toko, ngabisin minuman dan makanan di sana, atau


biasanya di pelabuhan dan terbang2 ga jelas.” Kata Lori. “Ah aku bosan  Lorianne ne, di istana Feiruss oni dan


Matthew oni lagi bicara serius sama Sab oji. Aku ke gedung militer, Ron lagi di


training ama ** senpai dan Drax oji, trus aku ke toko, lagi penuh dan antri.


Kepelabuhan, ada Pak Lenton dan Rude oji lagi ngobrol sama Evan san, eh aku


lihat Philiandra ne lewat dan mengarah ke sini, ya aku ikut saja kesini


sekalian bantu bawa barang nya.” Kata Cecil. “Hahaha, km santai sekali ya Cecilia


san.” Kata Valia.  “Ah biasanya aku sibuk Valia ne, aku biasanya nemanin Ronanta chan main, atau ke toko untuk ngetes semua yang ada di sana. Aku sibuk sekali.” Kata Cecil. “Oh ya hahaha.” Valia


tertawa. “Cecilia, bisa tolong ambilkan alat menjahitku di rumah, ada di kamar


di laci meja hias. Oh sekalian bawa tas berisi kentang ini pulang dan taruh di


lemari dapur. Makasih ya” Kata Philia kepada Cecil. “Ok ,siap….mana sini. Aku


terbang saja ah,” Kata Cecil. “Jangan terbang, jalan saja, nanti tumpah.” Kata


Philia. “iya…iya aku akan hati2. Dah aku pergi.” Cecil mengeluarkan sayapnya


dan terbang dan menjatuhkan beberapa kentang. “Nah kan, udah diliangin


juga……dasar.” Kata Philia sambil memungut kentang yang jatuh. “Hahah siapa


suruh km minta tolong sama Cecilia, dah tau dia suka seenaknya.” Kata Lori.


“Habis katanya dia bosan tadi. Ya ku kasih kerjaan.” Kata Philia. “Cecilia itu


sebenarnya dia mau mencoba menggerakkan Doll, dari kemarin dia selalu duduk di


samping **, sampai ** nya jadi risih. ** cerita soalnya. Buat dia Doll itu


mainan, makanya dia juga sering ke pelabuhan karena itu.” Kata Lori. “Pantas


dia suka hilang, rupanya dia sama ** toh. Feiruss tau ga ?” Kata Philia.


“Tau kok, karena yang bawa Cecilia kesana pertama kali ya Feiruss, sebelum kita ke


ibukota waktu itu. Aku kebetulan di sana sama Matthew.” Kata Lori. “Haha Cecilia

__ADS_1


san tomboy soalnya, beda sama Philiandra san yang keibuan. Wajar kalau dia


tertarik sama Doll.” Tambah Charlotte. “Iya benar, Philiandra san keibuan


banget, kalem, cantik banyak kelebihannya pokoknya.” Tambah Valia dengan ceria.


“Ah….kok malah aku di bikin malu.” Kata Philia malu, wajah nya mulai memerah.


“Ini juga salah satu kelebihannya, gampang malu, jadi imut hahaha.” Tambah


Lori. Mereka pun tertawa. “One chan….” Yuna dan Roi menghampiri Charlotte. “Hey


kalian sudah keluar…..kenalkan ini teman2 one chan.” Kata Charlotte. “Kami tau


kok, Princess Philiandra, Princess Lorianne, Princess Valia.” Kata Yuna sambil


menunjuk Philia, Lori dan Valia. “Pri….pri….princess.” Kata Philia sambil


memegang pipinya yang merah. “Ahem…..princess….ahem” Kata Lori sambil


memalingkan wajah nya yang merah. “Aku princess……..aku sudah bukan princess


hiks.” Kata Valia tertunduk lesu dan sedih.  “Loh kalian kenapa…..?” Tanya Charlotte bingung.


“Eh ada Charlotte san.” Mabel berjalan menuju panti asuhan sambil membawa keranjang tomat.


“Oh Mabel san…..” Sapa Charlotte sambil menoleh. “Ah ada Philiandra san, Lorianne ne san,


dan………Ratu Valia.” Mabel langsung menaruh keranjang  tomat nya dan menunduk hormat di depan Valia.


“Hey , Mabel san….tidak perlu begitu, biasa saja, aku sementara ini bukan Ratu


kan ?” Kata Valia. “Haha, Maaf Valia sama, kebiasaan di akademi.” Kata Mabel.


Kemudian Valia mendekati Mabel dan memutarinya lalu mendekatkan wajahnya ke


wajah mabel. “Hmm kok km ga berubah ya Mabel san, aku baru sadar Charlotte san


juga…..” Kata Valia. “Oh mungkin karena efek tinggal di desa waktu itu….iya kan


Charlotte san ?” Kata Mabel  kepada Charlotte.


“Iya, benar Mabel san…” Tambah Charlotte. “Hah, kalian tinggal bersama


Philiandra san dan lainnya di desa mereka ?” Tanya Valia. “Iya, waktu perang di


aku orang Xenobia, Evan membawa aku pergi dan bertemu Philiandra san dan Feiruss


kun di kota Azer, kemudian mereka mengajak aku ke desa mereka.” Mabel


menjelaskan. “Aku juga sama, tapi memang aku menyurati Philiandra san. Dan kita


berjanji ketemu di kota Azer.” Charlotte menambahkan. “Jadi…..kalian juga lebih


muda dari ku sepuluh tahun…….tidaaak.” Kata Valia histeris. “Ah tidak masalah


kok Valia sama, buat kita km masih teman sekolah dulu, lagipula km terlihat


lebih dewasa.” Kata Mabel mencoba menghibur Valia. “Dewasa….maksudnya tua ?”


Kata Valia putus asa. “Bukan….bukan maksudnya terlihat lebih matang, lebih


bijak, lebih tinggi juga pokok nya dewasa deh.” Mabel menjelaskan. “Aku….tua.


Arghhhh ada ga sih teknologi yang bisa mengembalikan umur ?” Valia tambah putus


asa.  “Hahaha, tenang Valia, kan sekarang sudah tidak nambah lagi seperti kata ku waktu itu.” Kata Lori menghibur sambil menepuk2 punggung Valia.


“Hiks…hiks….” Valia pun diam saja.  “Valia san, ga masalah kok, buatku km tuh


masih teman seangkatan, jadi ga perduli beda umur tetap kita teman.” Kata


Philia menghibur Valia. “Hiks…hik…benarkah ?” Kata Valia. “Benar dong, iyakan


Charlotte san, Mabel san ?” Kata Philia. “Iya dong, tenang saja Valia sama.”


Kata Mabel. “Sama, kita main sama2 ya Valia san. Yuna dan Roi kita nanti ajak


Valia one chan ya….” Kata Charlotte. “Iya……ayo main Valia Oba san.” Kata Roi.


“Oba…..san.” Valia shock. “One chan, one chan, dia one chan….” Kata Charlotte


di depan Roi sambil melirik Valia yang shock dengan wajah panik.


“Huahahahahha” Lori tertawa kencang  sampai beguling2 di jalan.

__ADS_1


“Lorianne sanpai,…..kejam.” Kata Valia sambil menoleh ke Lori.


“Maaf….maaf Valia, aku reflek.” Kata Lori sambil berusaha menghentikan tawanya.


“Tapi aku senang….Valia san sekarang sudah bisa santai dan terlihat senang


lagi, tidak seperti waktu kita jumpa pertama kali setelah sepuluh tahun.” Kata


Philia. “uhh…..iya” Kata Valia. “Makanya Valia san, ga usah mikirin umur,


tetaplah main sama kita2, ga usah khawatir.” Kata Philia lagi. “Iya….terima


kasih Philiandra san, aku udah gpp….tapi jangan panggil aku oba san yaaaaaa,


aku one chaaaan.” Kata Valia sambil bicara menatap mata Roi. “Iya….one chan.”


Kata Roi pasrah. “hehe gitu dong, ayo kita mau main apa.” Tanya Valia. “Aku mau


ajak mereka ke toko, yu ikut Valia san…” Kata Charlotte. “Ok, Lorianne senpai


yu…..Mabel san, Philiandra san yu…..” Kata Valia sambil berjalan menggandeng


Roi. “Oh ya Mabel chan, Marianne san dimana ? Aku mau bertemu dia.” Kata Lori


kepada Mabel. “Dia lagi di kebun bunga, mungkin saran ku biarkan dia sendiri


dulu, karena dia mau membuat karangan bunga untuk rekannya yang meninggal hari


ini, beberapa tahun lalu.” Kata Mabel. “Oh maksudnya Jude ya….ya sudah urusan


ku nanti saja.” Kata Lori. “Memang ada apa Lorianne ne san mencari Marianne san


?” Kata Philia. “Oh aku mau mengembalikan potion ini, kemarin aku pinjam, ini


potion kontrasepsi, katanya cuma perlu tiga tetes di campur air bisa untuk satu


tahun.” Kata Lori sambil mengeluarkan sebuah botol berbentuk hati dari kantong


nya. “Haaaah kontrasepsi ? kamu takut punya anak ya Lorianne ne san ?” Kata


Mabel. “Bukan begitu, aku kesal kalau harus tunggu tanggal aman dulu, kalau pakai


ini kan bisa tiap hari. Kemarin Matthew bawa pulang alat kontrasepsi beli di


toko katanya bisa mencegah, bentuk nya kayak balon gitu di pakai sama dia, aku


ga suka hehe.” Kata Lori. “Hmmm benar juga ya. Kok Marianne san bisa punya yang


beginian ?” Tanya Mabel. “Dia kan alkemis dan magician, wajar kalau dia punya


yang seperti ini lagipula aku kenal dia dulu nya, dia dulu terkenal gonta ganti


pasangan di kota labirin.” Kata Lori. “Oi Philiandra, km kenapa langsung diam


saja ?” Tanya Lori heran. “Ah….tidak, boleh ga nanti aku yang kembalikan ?”


Jawab Philia sekaligus bertanya lagi. “Hooooooo, ternyata km berminat ya.


Nih….nanti kembalikan ke Marianne ya.” Kata Lori sambil menyerahkan botol nya.


“Hee ini bukan buat aku, ini buat Cecilia kadang dia ga hati2 soalnya. Kalau


aku sih selalu kontrol….Ah aku ini bicara apa.” Kata Philia dengan wajah merah.


“Ah tidak apa2 kali kalau mau ngaku saja, ga usah tsundere.” Kata Lori.


“Beneran kok…..bener….” Kata Philia lagi. “Hehehe, kalau aku malah ga mau,


Karena aku memang mau punya anak dari Evan, tapi ga jadi2 nih…hiks.” Kata


Mabel. “Kamu coba ngomong aja sama Marianne san, kali aja dia ada obat manjur


nya.” Kata Lori. “Iya ah, nanti aku coba tanya.” Kata Mabel. “Eh…aku pulang


dulu ya, Cecilia di suruh ambil alat jahit sepertinya lupa.” Kata Philia sambil


memegang botol nya. “Ingat ya, tiga tetes cukup di campur air lalu di minum.


Nanti jangan lupa kembalikan ya.” Kata Lori. “Iya aku ingat….eh bukan nanti aku


kasih tau Cecilia. Bye2” Philia langsung lari. “Aku yakin dia yang minat bukan


buat Cecilia. Karena terlihat sekali dia mendengar kan dengan antusias  dan matanya berbinar waktu aku keluarkan botol nya.” Kata Lori. “Hehe iya bener, dia ga mau ngaku aja. Aku juga memperhatikan”


Kata Mabel. “Yuk kita susul Charlotte ke toko di alun2.” Ajak Lori.

__ADS_1


“Ok, setelah aku menaruh keranjang ini di gudang, aku susul kesana.” Kata Mabel


sambil mengangkat keranjang berisi tomat nya.


__ADS_2