
Mereka ber enam langsung menuju ke perkemahan pasukan yang berada di luar perbatasan dan mengepung kerajaan dark elf. Ketika sampai, mereka langsung mendarat di tengah2 dan tanpa basa basi langsung menyerang dan memusnahkan semua pasukan yang ada di perkemahan tanpa sisa. “Wah kalau begini sebelum makan malam kita sudah pulang nih.” Kata Fei. “Benar, mudah sekali. Kekuatan yang di berikan Shiori benar2 luar biasa.” Kata Philia. “Iya, berkeringat pun tidak, aku merasa percaya diri.” Kata Cecil. “Kalian
jangan terlalu meremehkan musuh, benar, kekuatan kita meningkat sangat jauh, tapi kita harus tetap waspada.” Kata Lori. “Shinju benar, sekarang kita sebaiknya langsung ke ibukota sebelum mereka mengetahui apa yang terjadi, ingat tetap waspada.” Kata Matt. “Baik.” Semuanya menjawab. Mereka pun langsung
terbang dengan sangat cepat menuju ibukota. Ketika tengah hari, mereka sampai di ibukota dan langsung menerobos ke ruang singgasana di istana dari atas. Ratu Orphus yang sedang duduk di takhta pun langsung berdiri dengan kaget. “Apa…….bagaimana kalian bisa ke sini ? Pasukan kepung mereka.” Katanya tanpa basa basi. Dalam sekejap para prajurit masuk ke dalam ruang singgasana dan mengepung mereka, para noble dan panglima kerajaan yang berada di singgasana pun mulai mengeluarkan senjata mereka. “Apa kabar Ratu, bagaimana kalau kita teruskan pertarungan waktu itu ?” Kata Fei. “Kurang ajar kalian, dasar
__ADS_1
cacing2 tidak tau di untung, berani nya kalian kembali lagi kesini. Serang mereka.” Teriak Ratu. Para prajurit pun maju menyerang mereka. “Biar aku saja.” Kata Lori. Kemudian dia melompat dan berputar di udara dengan kedua scimitar ninja nya. Prajurit2 yang menyerang dan mengepun pun langsung habis terbunuh
dengan tubuh hancur dalam sekejap, menyisakan beberapa panglima dan noble. “Ah sepele.” Kata Lori puas. “Hei2 katanya tadi jangan meremehkan lawan.” Tegur Matt kepada Lori. “Hehe…..maaf.” Kata Lori sambil tersenyum. “Kurang ajar………kenapa kalian diam saja. Serang.” Teriak Ratu kepada para panglima dan noble yang ketakutan. Karena lebih takut dengan amarah ratu,mereka pun maju. “Kali ini giliran ku ya.” Kata Philia. Kemudian dia menembakkan kedua bowgun nya ke atas dan keluarlah banyak anak panah menghujam para panglima dan noble di singgasana sampai tidak ada sisa satu orang pun. “Astaga kalian ini, ini bukan ajang percobaan kekuatan.” Kata Matt yang pusing melihat tingkah yang lain. “Hehe iya, maaf aku ngetes saja sebenarnya.” Kata Philia. Ratu yang tinggal sendirian pun sangat geram melihat kondisi singgasana nya. “Kurang ajar, keluarlah Bahamut.” Teriak Ratu sambil mengangkat tangan nya. Bahamut pun turun dan mendarat di istana menghancurkan segalanya. Ratu Orphus langsung berlari keluar dan melompat ke pundak Bahamut. “Bunuh mereka.” Teriak Ratu sambil menunjuk ke pada Matt dan lainnya yang ikut mengejar Ratu yang melompat keluar. “Sekarang giliran ku.” Kata Fei. Kemudian dia menarik nafas dan memasang kuda2
nya. Kemudian dia langsung berlari ke arah Bahamut berdiri dan langsung melompat maju sambil menendang nya (flying kick). Tendangan Fei langsung menembus dada Bahamut. Karena dada nya tertembus serangan Fei dan berlubang, Bahamut meraung keras kesakitan. “Bahamut….tidak mungkin……..” Kata Ratu yang berada di pundak nya dengan panik. Bahamut pun roboh dan ratu pun terjatuh ke tanah dari ketinggian. Fei pun kembali ke teman2 nya. “Wow, bahamut tumbang sekali pukul. Yuu hebat.” Kata Cecil. “Hmm Yuu, km pakai kekuatan berapa persen ?” Tanya Matt. “Huff, aku memakai kekuatan ku sebesar tujuh puluh persen. Aku sendiri tidak menyangka, karena ku pikir dia lawan tangguh jadi aku kerahkan semuanya.” Kata Fei. “Hmm iya juga, aku sama sekali tidak menyangka. Berarti kekuatan kita sudah sangat besar.” Kata Matt. “Bagaimana kondisi Ratu itu, apa sudah mati ?” Tanya Rona. “Belum, dia masih bergerak, tapi sudah di ambang maut.” Kata Philia. Matt mendekati Ratu yang masih terlungkup di tanah. “Hmm dia masih hidup, sebaik nya kita tangkap saja.” Kata Matt. “Ya, kita bisa interogasi dia nanti.” Kata Lori. “Sekarang….apa yang kita lakukan terhadap penduduk dan noble2 sisanya nih ?” tanya Cecil. “Hmm aku mau mencoba sesuatu.” Kata Rona. Kemudian dia pun maju dan mengangkat kedua tangan nya. “Dark Magic. Black Hole.” Teriak nya. Munculah bola besar di udara berwana hitam pekat dan berputar, Rona lalu melemparkan bola itu ke arah kota. Bola pun mulai berputar dan menyerap semua yang ada di sekeliling nya. Dalam sekejap seluruh kota pun terserap dan masuk ke dalam black hole tersebut tanpa menyisakan apapun. Setelah tidak ada lagi yang bisa di serap, bola hitam itu pun menghilang. Melihat hal itu, mereka pun terbang sambil membawa ratu yang di ikat, Rona pun gemetar setelah melihat semuanya bersih. “Oh tidak, aku tidak menyangka akan jadi seperti ini, kekuatan
__ADS_1
Kemudian dia mengeluarkan sayap nya dan mengibaskan ke arah istana, dalam sekejap istana langsung terpotong2 dan hancur berantakan menyisakan puing2 yang berjatuhan. “Hmm Cuma mengibaskan sayap begini hasil nya.” Gumam Cecil. “Hmm sepertinya kita jadi terlalu kuat nih, kita harus hati2 dalam mengontrol
kekuatan ini.” Kata Matt setelah melihat kekuatan teman2 nya. Mereka pun berkumpul di udara. “Sekarang kita kembali dulu membawa Ratu kerajaan Kalpaka.” Kata Matt. “Baiklah.” Jawab semua nya. Ketika mereka bersiap akan terbang, datang satu pasukan wyvern mendekati mereka. “Wah kita bakal di serang lagi.” Kata Cecil. “Kita amati dulu.” Kata Philia. Mereka pun bersiap2 mengeluarkan senjatanya masing2. Pasukan Wyven mendekat dan melihat ke arah ibukota yang sudah rata dengan tanah. Mereka sepertinya ketakutan dan langsung kembali. “Oh mereka kabur. Mereka dari kerajaan lain ya ?” kata Lori. “Sebentar, aku tanya ke mereka.” Kata Cecil yang kemudian langsung terbang menghampiri pasukan wyvern yang kabur. Karena kecepatan terbang Cecil luar biasa, dia langsung sampai di bagian belakang pasukan. “Heeei, kalian mau kemana ? kalian dari kerajaan yang hancur ini ?” tanya Cecil yang sudah ada di sebelah salah satu prajurit. “Hiii, tolo……” Sebelum prajurit itu berteriak, Cecil membuat nya pingsan dan membunuh Wyvern nya. Prajurit itu pun di tangkap dan di bawa kembali ke teman2 nya. “Kalian datang dari mana ?” Tanya Fei. “Ampun….kami hanya bermaksud pulang…..” Kata Prajurit itu. “Ok pulanglah.” Kata Fei sambil memukul prajurit itu yang terpental jauh. Kemudian mereka pun langsung kembali ke pulau mereka. Ratu dari kerajaan Kalpaka pun di interogasi, dan akhirnya di ketahui kalau kerajaan Kalpaka adalah penggabungan dari 2 kerajaan yang ada di balik tembok. Dalam waktu sepuluh tahun, peradaban Eden pun musnah tanpa menyisakan satu orang pun, baik di dalam tembok dan di luar tembok. Setelah itu , hukuman mati kepada ratu kerajaan kalpaka pun
di jatuhkan. Ketika Ratu selesai di hukum mari, terdengar suara wanita dari langit. “Terima kasih, alam kehidupan tidak akan hancur, hiduplah dengan damai.” Kata suara itu dan di dengar oleh semua penduduk. Para Demon Lord yang mendengar nya menjadi senang dan bersemangat, walau mereka belum mengerti maksud sebenarnya kata2 itu. Setelah itu mereka berpesta besar2an untuk merayakan kemenangan . Jones menggerakkan pulau terbang untuk menjelajahi seluruh daerah di balik tembok. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona di elu2kan oleh seluruh penduduk dan di anggap pahlawan oleh mereka. Akhirnya semua berakhir
__ADS_1
dan dunia memasuki jaman baru. Karena semua sudah damai, para demon lords berpencar untuk menyelidiki apakah masih sisa peradaban Eden yang masih tertinggal dan melihat kota2 sebelum nya untuk mulai penyebaran penduduk dan pembangunan. Rona tetap tinggal di istana untuk membantu menjalankan pemerintahan bersama dengan Jones sambil merawat Hikari, anak mereka. Matt dan Lori berpencar di balik tembok untuk menyelidiki daerah2 di dua benua. Fei, Philia dan Cecil berpencar mengarah di bagian planet mereka sebelum nya untuk mencari yang selamat dan sisa2 dari eden.