The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 38 After the Awakening


__ADS_3

“Sayang, kita masih ada waktu kan ? Aku minta waktu sebentar.” Kata Lori.


“Iya Silahkan saja.” Jawab Matt yang sudah mengerti maksud Lori.


“Ronanta, Jones, kalian ikut aku…..Philiandra, Cecilia, Cezka dan Valia kalian bantu aku, kita permak kedua anak ini.” Kata Lori sambil menyeret Rona dan Jones keluar.


Kemudian semuanya keluar meninggalkan Matt, Fei, Will dan Yuan.


“Matthew, istrimu ga berubah ya walau sudah tampak dewasa. Semakin cantik, tapi sifatnya itu loh.” Kata Will. “Hahahah” Kata Matt yang sambil tertawa.


“Yuan ni san, km kenapa ?” Kata Fei melihat Yuan yang seperti grogi.


“Aku….tidak mengerti urusan seperti ini, jujur saja aku juga ga tau yang namanya cinta dan lain nya. Benar2 hal yang baru.” Kata Yuan.


“Loh bukannya Yuan ni san kemarin sudah mendeklarasikan kepada Valia yam au hidup bersama dan


menjadi suami yang baik ?” Tanya Matt.


“Iya memang, ketika melihat Valia, aku langsung suka dan aku sangat terdorong untuk melindungi nya, aku pun merasakan berbagai perasaan ketika semalam berbicara bersama dia.” Kata Yuan lagi.


“Berbagai perasaan maksudnya, seperti senang, bahagia, ingin bersama dan tidak ingin berpisah gitu?” Kata Will bertanya memastikan.


“Iya benar, tapi aku juga sadar, aku ga pantas di samping nya dan itu membuat ku grogi dan tidak bisa


melihat wajah nya.” Kata Yuan lagi dengan wajah memerah.


“Dasar virgin…….” Pikir Matt, Will dan Fei dalam hati. Sementara itu, Lori mengajak Rona dan Jones


keluar istana menuju rumah nya di ikuti oleh Philia, Cecil, Cezka dan Valia.


“Philiandra san ? Wow km jadi lebih dewasa dan lebih tinggi dari ku, apa yang terjadi ? semakin cantik.” Kata Charlotte.


“Panjang ceritanya, sekarang aku tidak akan lepas kendali lagi, ayo ikut aku Charlotte san.” Kata Philia.


“Loh, Lorianne san dan Cecilia san juga berubah menjadi dewasa, dan siapa gadis yang


di tengah bersama mereka ?” Tanya Charlotte yang melihat Lori dan Cecil dari belakang.


“Oh itu Ronanta, cantik kan, ekornya kan masih sama seperti dulu, dan di sebelah nya laki2 tampan yang lebih tinggi sedikit darinya adalah Jones kun.” Kata Philia.


“Astaga, apa yang terjadi sebenarnya ? Apa Matthew dan dan Feiruss san berubah menjadi dewasa juga ?” Tanya Charlotte lagi.


“Iya, kita ber enam baru selesai berlatih selama lima tahun di ruangan yang di pinjam kan oleh Yuan


san. Kita jadi bertambah usia dan bertambah kuat.” Philia menjelaskan.


Tiba2 Mabel mendekati mereka, “Charlotte san, ini siapa ?” Tanya Mabel kepada Charlotte.


“Hah, masa km ga kenal Mabel san, ini Philiandra san.” Kata Charlotte.


“Hah Philiandra san ? Kok jadi lebih tinggi dan lebih dewasa ?” Kata Mabel bingung.


“Gini, kalian mau mampir ke rumah ku sebentar ? aku ceritakan semuanya.” Kata Philia.


“Ok, kami mau.” Kata Charlotte dan Mabel. Mereka lalu pergi ke rumah Philia. Di rumah Philia menceritakan semuanya kepada Charlotte dan Mabel.


“Oh jadi begitu, kalian berlatih menggunakan kekuatan kalian waktu mengamuk dan memakan waktu selama lima tahun. Luar biasa….aku benar2 takjub dan kagum.” Kata Charlotte.


“Iya benar, sulit di percaya, tapi aku jadi lega mendengarnya, berarti kita bisa menang.” Kata Mabel.


“Tapi…kita tetap bersahabat kan ? Walau aku sudah berubah jadi dewasa begini.” Kata Philia.


“Tentu saja dong Philiandra san, km sahabat terbaik ku dari di asrama sampai sekarang.” Kata Charlotte sambil memeluk Philia.


“Sama dong, aku juga, kalian adalah sahabat terbaik ku yang aku punya.” Kata Mabel sambil bergabung memeluk keduanya.


“Terima kasih Charlotte san, Mabel san, aku juga mengganggap kalian sahabat terbaik ku.” Kata Philia dengan tawa bahagia.


Sementara itu di rumah Lori, “Begini, aku mau mengajari km Ronanta dan Jones. Kalian harus menyukai


dan mencintai satu sama lain kalau ingin menikah, jangan hanya karena pelestarian ras, aku sedih mendengar nya.” Kata Lori.


“Iya Lorianne one chan, tapi cinta itu apa ?” Kata Rona.


“Hmm mungkin yang baru merasakan cinta bisa jawab, iya kan Valia.” Kata Lori.


“Eh…aku  ?” Kata Valia kaget.


“Iya, Valia ne kan baru saja bertunangan ?” Kata Cecil menambahkan.


“Tapi aku juga tidak bisa menjelaskan, semua yang terjadi belakangan ini adalah hal yang baru, aku sendiri juga ga paham apa itu cinta, yang jelas aku menyukai Yuan,  dan mau bersama dengan dia selamanya baik suka maupun duka, sampai maut memisahkan kita. Itu isi perasaan ku sih.” Kata Valia.


“Ya itu namanya Cinta.” Semuanya berteriak kecuali Rona dan Jones.


“Eh…eh….tapi kan kita baru bertemu juga….jadi aku tidak tau.” Kata Valia lagi sambil malu2.


“Dasar Virgin….” Lori, Cecil dan Cezka berpikir dalam hati.


“Nah itu Ronanta, cinta itu perasaan suka km sampai tidak mau berpisah dari orang yang km cintai dan malu2 mengakuinya. Seperti dia\ itu, sudah dengar sendiri kan ?” Kata Cezka sambil menunjuk Valia.


“Oh begitu ya….aku juga gitu kok sama Jones…iya kan Jones.” Kata Rona sambil menoleh ke Jones tanpa ekspresi.


“Iya aku juga sama…” Jawab Jones sambil menoleh ke Rona tanpa ekspresi.


“Kok kalian ga malu2 dan tidak ada wajah yang gimana gitu ?” Tanya Cecil yang mulai kesal.


“Kenapa harus malu ? kan sudah sama2 tau.” Kata Rona.


“Hmm kalau begini berarti Valia lah yang harus belajar dari mereka hahaha.” Kata Lori sambil tertawa. “Maksudnya senpai…..” Kata Valia.


“Mereka mengakui dengan gamblang tanpa malu kalau mereka perduli dan sayang satu sama lain, walau wajah nya tanpa ekspresi sih.” Kata Cezka.


“Valia ne memang hebat dalam segala hal, dia bisa memimpin Negara, bisa mengatur ksatria, pintar dan


tegas, selalu mengedepan kan rakyat. Tapi dia Cuma kurang satu hal, yaitu…Dia Virgin hehe.” Ledek Cecil. “Akhirnya salah satu dari kita ada yang mengeluarkan kata2 itu.” Kata Lori.


“Siapa yang virgin, aku juga bersosialisasi kok dengan lawan jenis, bahkan aku di kelilingi laki2 di istana, semua nya menghormati ku dan aku menghormati mereka. Jadi aku ga Virgin.” Kata Valia sambil berdiri.


“Ada yang sebaya ga laki2 nya ?” Tanya Lori singkat.


“Eh…ah…tidak ada.” Jawab Valia ragu.


“Ya itu, virgin hahaha.” Ledek Cezka.


“Uuuh habis mau gimana lagi, di akademi tidak ada yang mau dekat2 sama aku, di istana tidak ada yang sebaya, aku ga punya teman kecil seperti Cezka. Trus kemana2 selalu di kawal dan di awasi. Ketika di jodohkan, yang mau di jodohkan nya tidak hadir, baru ketemu sekarang, dan tau2 mau menikah saja, masa muda ku habis huuuu.” Kata Valia merajuk.

__ADS_1


“Loh ini kita sedang menikmati masa muda, km baru dua puluh tujuh tahun, yuan saja baru dua puluh Sembilan tahun, sedangkan aku dan Will yang sudah di atas tiga puluh tahun saja masih merasa muda kok hahaha.” Kata Cezka.


“Betul Valia one chan,nanti setelah kekaisaran ini bebas kita menikah bareng. Sudah janji kan ?” Kata Rona dengan wajah tanpa ekspresi.


“Ah sudahlah, Lorianne ne, kalau Philiandra ne cari aku bilang aku di gedung militer, dah lama ga kesana.” Kata Cecil ijin kepada Lori.


“Loh bukan nya kemarin Philiandra melarang km kesana.” Kata Lori.


“Kan sudah lima tahun, masa ga boleh ?” Tanya Cecil.


“Oh iya, ya sudah sana, nanti aku bilangin Philiandra.” Kata Lori.


“Ok, terima kasih Lorianne ne.” Kata Cecil yang kemudian langsung pergi.


“Yah paling tidak, ada perubahan di Cecil, sembrono nya sudah berkurang jauh.” Kata Lori.


“Iya benar, bagi kalian sudah lima tahun kita ga bertemu, wajar saja menurut ku.” Kata Cezka.


“Jones, tolong belikan minuman buat semua dan bawa keisni ?” Kata Rona sambil menoleh.


“Baik Ronanta, aku pergi.” Kata Jones.  “……pasangan aneh.” Pikir Lori, Cezka dan Valia yang melihat nya.


“Bzz Lorianne, bisa bantu cek gedung militer, di sana ada kehebohan.” Kata Matt lewat alat komunikasi nya. “Hah ada apa ? Cecilia kan kesana ? oh, celaka.” Kata Lori yang langsung keluar rumah dan berlari menuju


gedung militer. Di depan gedung banyak kerumunan orang berkumpul.


“Hey….pak Lenton, Sab oji san, ini aku Cecilia, tolong ijinkan aku masuk.” Teriak Cecil.


“Mohon maaf, warga sipil tidak boleh masuk ke sini, ini bukan fasilitas umum.” Kata Sab dari dalam.


“Sab oji san, ini aku Cecilia, masa ga kenal sih.” Kata Cecil.


“Aku tidak tau km siapa dan asalmu dari mana tapi mengaku sebagai salah satu penguasa adalah kejahatan berat loh.” Kata Lenton dari dalam.


“Haaah memang aku Cecilia kok, siapa juga yang mengaku2. Pak Lenton masa ga kenali aku sih ?”


Kata Cecil kesal.


“Cecilia, sebentar, biar aku yang bicara.” Kata Lori sambil memegang pundak Cecil.


“Lorianne ne….” Kata Cecil. “Sab oji san, Pak Lenton, ini aku Lorianne, aku bisa jelaskan semua, mohon ijinkan aku dan Cecil masuk dulu. Karena ini jadi menarik banyak perhatian.” Kata Lori.


“Baik. Aku kasih kalian menjelaskan.” Kata Sab sambil membuka pintunya. Mereka pun masuk ke


dalam. Di dalam, Lori menceritakan semuanya kepada Sab dan Lenton.


“Oh jadi begitu, Cecilia kun maafkan aku ya, seharusnya km menjelaskan dong sebelum nya.” Kata Lenton.


“Iya benar, kami tidak tau jadinya, maafkan aku yang mengunci km di luar.” Kata Sab.


“Oh iya, maaf aku lupa jelaskan kalau aku sekarang sudah berubah jadi dewasa. Maaf kan aku Pak Lenton dan Sab oji san.” Kata Cecil sambil menunduk.


“Tapi walau km jadi dewasa, km tidak berubah banyak ya Cecilia hahah.” Kata Sab. Tiba2 ** masuk ke dalam gedung.


“Hei2 ada wanita cantik, one san boleh dong kita kenalan.” Kata ** sambil menggandeng Lori.


“Ho ho ho, berani ya……” Kata Lori menoleh dan langsung melempar **.


“Eh eh a aneki ? Maaf aneki, aku pikir siapa, aku ga tau. Aneki berubah jauh dari sebelum nya.” Kata **.


“Ternyata bukan Cuma Cecilia yang tidak berubah ketika jadi dewasa, Lorianne juga sama rupanya hahaha.” Kata Sab. Mereka pun tertawa.


Setelah itu, “Baiklah, aku dan Cecilia pamit dulu. Nanti kita kembali lagi.” Kata Lori sambil menggandeng Cecil. “Baiklah, Cecilia kun, silakan kembali lagi nanti.” Kata Lenton.


“Baik pak Lenton, terima kasih.” Kata Cecilia. Mereka pun keluar gedung.


“Sayang, sepertinya kita perlu bikin pengumuman deh dan menunjukkan diri kita sebab hampir semua penduduk tidak mengenali kita.” Kata Lori lewat alat komunikasi. “Iya benar, tadi Weny dan


Sasa juga kesini dan mereka lari ga brani masuk,  karena di dalam ada orang asing. Ketika aku


dan Feirus  jelaskan  baru mereka mengerti.” Jawab Matt.


“Baiklah, kita umumkan saja siang ini. Tolong semuanya berkumpul di balkon istana.” Kata Matt.


“Ok, aku jemput Philiandra dan Rona dulu.” Kata Lori. Setelah itu, Lori menjemput Philia dn Rona kemudian langsung ke istana.


Di istana, mereka sudah bersiap untuk membuat pengumuman. Sirene pun di bunyikan supaya warga


berkumpul. Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona berdiri di balkon. “Para penduduk New Astorian Empire, kami kembali, kami selesai berlatih di ruang pagoda gunung koen lon, selama lima tahun karena berada di dimensi lain. Sekarang kita akan membebaskan kekaisaran dari cengkraman Evil God. Mohon kerja sama semua penduduk dalam menyambut peperangan yang akan datang. Kami ucapkan terima kasih.” Pidato Matt di balkon istana.


“Uooooh hidup Demon Lords, hidup New Astorian Empire.” Sorak penduduk.


“Baiklah, silahkan beraktivitas seperti biasanya, kami akan mengumukan lagi kelanjutan nya, terima kasih semuanya.” Kata Matt membungkuk dan di ikuti yang lainnya.


“Waaaaa kami yang berterima kasih pada Yang mulia semuanya, jangan menunduk ke kami, kami siap melayani dan mendukung yang mulia semua.” Teriak para penduduk. Kemudian Matt dan lainnya


masuk ke dalam dan penduduk pun bubar.


“Terima kasih ya, kalian mau membantu kekaisaran kami.” Kata Yuan Long yang mendengar pidato Matt.


“Iya, kaisar Shen Wu Ling sudah membantu kami berlatih, jadi sekarang giliran kami membantu kaisar dalam merebut kembalo ke ibukota.” Kata Matt.


“Kalau begitu baiklah, ayahanda sekarang sedang beristirahat, besok pagi kita bicara kepada nya.” Kata Yuan Long.


“Oh dia sakit, Yuan ni san ?” Tanya Fei. “Tidak, tapi karena kemarin dia terlalu senang dan berpesta sampai pagi jadi sekarang dia lemas haha, maaf ya.” Kata Yuan Long.


“Ah tidak apa2, itu sudah biasa lagi pula kaisar sudah tua, jadi wajar sekali.” Kata Lori.


“Berarti sekarang aku sudah boleh ke gedung militer ya.” Kata Cecil.


“Cecilia, waktu itu janji kita gimana ?” Kata Philiandra.


“Iya aku masih ingat, tapi kan aku sudah lima tahun ga ke sana.” Kata Cecil.


“Iya Philiandra, tidak apa2, aku sih mengijinkan.” Kata Fei.


“Kalau Feirus bilang begitu ya sudah, tapi ingat ya Cecilia, jangan menyusahkan


mereka yang di sana.” Kata Philia.


“Hmm Philiandra semakin ke ibuan, sepertinya sebentar lagi punya anak nih.” Kata Cezka meledek Philia.


“Wah masih belum kalau itu, lagipula khasiat potion nya masih ada.” Kata Philia.


“Oh Potion dari Marianne ya ? Km masih pakai potion itu ?” Kata Lori.

__ADS_1


“Aku malah beli satu botol dari dia. Buat Cecilia dan ……aku.” Kata Philia.


“Kalian bicara apa ya ?” Tanya Matt.


“Rahasia…” Jawab Lori dan Philia kompak.


“Yuk Jones, kita turun….” Kata Rona sambil menarik tangan Jones.


“Ok ayo…” Kata Jones. Rona dan Jones pun keluar ruangan.


“……mereka cuek sekali ya….aku kangen sama Ronanta yang kecil.” Kata Matt.


“Lolicon…..” semua berkata sambil menunjuk Matt.


“Ah bukan gitu, siapa yang Lolicon.” Kata Matt kesal.


“Dulu Ronanta selalu nempel ke kita, sekarang dia selalu sama Jones.” Kata Matt.


“Aku malah senang, tugas ku berkurang satu.” Kata Philia.


“Haha km kayak ayah ga tega melepas putri nya Matt.” Ledek Cezka.


“Makanya cepat punya anak..Lorianne kerja sana.” Kata Cezka lagi.


“Ah ne sama saja duluan, aku sih santai.” Kata Lori.


“Oh aku sih sudah hahaha, baru tadi ketahuan di rumah sakit ketika kalian di dalam.” Jawab Cezka


malu2.


“Waaah selamat dong, selamat juga ya Will ni sama.” Kata Lori senang.


“Haha iya makasih.” Kata Will malu2. Semua pun memberi  selamat kepada Cezka dan Will.


“Valia, km ga mau buru2 ? Tuh Yuan long sudah ready.” Ledek Cezka.


“Haaah…..nanti.” kata Valia sambil memalingkan wajah nya yang malu.


“Tapi Matt, Ronanta jadi cantik dan body nya wow, Dada nya besar walau masih lebih besar Cecilia sih.” Kata


Will. “Heh km ini udah mau jadi ayah, masih juga ngurusin dada.” Kata Cezka sambil menjewer Will.


“Aduh…iya ampun2 maaf.” Kata Will kesakitan.


“Hmm tapi benar juga, Philiandra, Cecilia dan Lorianne, kalian jadi cantik sekali ya, seperti bintang. Matthew dan Feiruss juga jadi tampan banget, termasuk Rona dan Jones juga. Kalian di dalam ngapain saja sebenarnya ?” Kata Cezka penasaran.


“Itu wajar, karena sirkulasi Chi mereka yang tadinya berantakan sekarang menjadi teratur, otomatis mempengaruhi kondisi fisik pada perkembangan nya.” Kata Yuan Long.


“Hoo berarti dulu Yuan ni san, jelek dong.” Kata Lori bercanda.


“Hahah iya, dulu aku gemuk, pendek  dan bulat.” Kata Yuan Long sambil tertawa dan memegang kepalanya. “Yuan Long ya Yuan Long, walaupun dulu gendut, pendek dan bulat, perasaan ku tak berubah,


jangan ngeledek dia.” Celetuk Valia ngambek.


“Loh…..kok km yang marah ? Hehehe segitu cinta nya ya.” Kata Lori meledek Valia.


“Ah….eh…..” Kata Valia yang tersadar akan ucapan nya sendiri, wajah nya menjadi sangat merah.


“Terima kasih ya Valia.” Kata Yuan Long tersenyum. “….iya.” Kata Valia tersipu2.


“Dah cari kamar sana, di sini banyak orang.” Cezka menyeletuk.


“Silahkan kalau memang Valia san mau, pakai saja kamar di sebelah sini, tidak apa2.” Kata Philia


menanggapi celetukan Cezka dengan serius.


“Philiandra, km serius banget, maksud Cezka ne sama itu menyindir tau.” Kata Lori.


“Oh gitu ya Lorianne ne san, aku ga paham soalnya.” Kata Philia.


“Lagipula, yang bersangkutan sudah tidak di sini, cuma ada Yuan ni san saja.” Tambah Lori.


“Loh iya, kemana Valia san ?” Kata Philia.


“Tadi dia keluar dengan berlari sambil menutupi wajah nya.” Jawab Fei.


“Kalian ini hobi banget sih menggoda Valia, kasihan dia tau.” Kata Matt.


“Habisnya, dia selalu serius, eh ketahuan kalau dia itu paling tidak bisa menahan malu. Ya keterusan deh hahaha.” Kata Cezka.


“Hahaha tapi bagus lah, sekarang dia sudah gembira, awal ketemu kita dulu aku benar2 bingung harus


bersikap apa sama dia, ayahnya meninggal, ibukotanya hancur, bahkan dia di incar kakaknya sendiri, dan akhirnya terpaksa meninggalkan kerajaan yang dia pimpin, maka dari itu, melihat dia seperti sekarang aku senang sekali, Yuan ni san, tolong jaga dia, Valia itu sudah mengalami banyak hal sepuluh tahun


terakhir, support dia terus ya.” Kata Lori kepada Yuan Long.


“Iya..karena ada dia makanya aku sekarang jadi ngerti yang namanya cinta itu apa.” Kata Yuan


Long dengan wajah merah.


“Benarkah…….” Ada suara di balik pintu, rupanya Valia mengintip dari balik pintu dan medengar semua perkataan Yuan Long.


Akhirnya mereka menyuruh Valia masuk dan mereka pun mengobrol dengan ceria.


Keesokan paginya, Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona turun ke perguruan dan menghadap kaisar.


“Selamat datang kembali, melihat raut wajah kalian berarti latihan kalian berhasil. Hebat, untuk mengusai penguasaan chi dalam jangka waktu lima tahun. Syukurlah. Sekarang apa yang akan kalian lakukan ?” Tanya Kaisar.


“Kami akan membantu anda dalam merebut kembali ibukota, sekarang juga kami akan berangkat menuruni gunung dan menuju ibukota.” Kata Matt kepada kaisar.


“Baik kalau begitu, aku akan mengirimkan pasukan menuju ibukota dan membuka jalan bagi kalian.” Kata Kaisar.


“Tidak perlu kaisar, silahkan anda dan seluruh pasukan anda naik ke atas istana kami. Kita bertempur bersama.” Kata Matt.


“Hah, bagaimana kalian bisa mengalahkan semua pasukan itu belum lagi Naga besar


itu, biarlah anak buahku yang membukakan jalan untuk kalian.” Kata Kaisar.


“Dengan segala hormat ayahanda, mereka benar, kita tidak boleh menyianyiakan pasukan kita. Kita sudah mempunyai taktik yang bisa membawa kemenangan.” Kata Yuan Long.


“Huuuh baiklah, biar kalian yang muda2 berprestasi, tapi ijinkan aku menyaksikan di garis depan.” Kata Kaisar. “Baik, kami memang bertujuan mengajak anda ke istana.” Kata Matt.


“Baiklah, ayo kita berangkat.” Kata Kaisar. Kemudian pasukan kaisar di tambah murid perguruan yang berjumlah lima ratus orang di naikkan ke atas menggunakan tarktor beam, berikutnya Matt dan lainnya


bersama dengan Kaisar dan Yuan Long pun naik ke atas. Mereka langsung menuju istana.

__ADS_1


__ADS_2