The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 49 Preparation of invasion, build the country


__ADS_3

Mereka menurunkan orang2 itu di luar gerbang dan di pinggir hutan. Semua barang bawaan mereka berserta tenda dan isinya mereka taruh di tempat yang sama. “Kenapa kita taruh mereka di luar ni ni ?” Tanya Lori.


“Yah sekedar jaga2 saja, karena mereka berasal dari Xenobia. Walau mereka bukan keturunan Eden, tapi pemikiran mereka takut nya menjadi sama dengan keturunan Eden.”  Kata Eiji. Tak lama kemudian, mereka pun bangun dan menjadi bingung karena mereka ingat mereka di depan pantai. Matt dan lainnya keluar gerbang dan menemui mereka. “Kami dimana, maaf anda siapa ?” Tanya seorang petualang yang berada di antara mereka kepada Matt dan lainnya. “Kalian berada di Astorian Union Federation, kenapa kalian bisa menyebrang ke sini ?” Kata Matt. “Aku dan teman2 memimpin warga dan pedagang untuk melarikan diri dari Xenobia karena sudah tidak bisa di tinggali. Awalnya kami ada banyak dan di perjalanan banyak dari kami yang meninggal. Kami semua di sini adalah sisanya yang selamat.” Kata Petualang itu. “Oh begitu, lalu, kalian juga membawa budak2 melarikan diri atau bagaimana ?” Tanya Philia. “Iya kami tidak melihat status, siapapun yang selamat berangkat bersama.” Kata Petualang itu. “Maaf kalian ini siapa ?” Kata petualang itu lagi. “Aku Matthew von Astoria, di sebelah kanan ku adalah istriku Lorianne von Astoria, di belakang ku dari kiri ke kanan adik2 ku. Feirus Von Astoria, istri pertama nya Philiandra Von Astoria, Istri keduanya Cecilia Von Astoria dan adik ku paling kecil Ronanta Von Astoria. Kami adalah Demon Lords dan pulau ini adalah negara kami, Astorian Union Federation.” Kata Matt memperkenal kan diri.


“Demon….Lord….oh tidak.” Kata Petualang itu sambil mundur dan bersiap2 menyerang. “Hoo apa yang kalian tau mengenai Demon Lord ?” Tanya Fei.  “Kami melakukan perjalanan ini untuk mencari Dewi Sariel dan Dewa Machina, dewi kehancuran dan dewa kehidupan. Kemana dua orang itu ?” Kata Petualang sambil menoleh ke arah kawanan nya. “Oh ok ok,maksudnya dua orang yang satu kurus dan yang satu nya botak ?” Tanya Cecil.


“Iya benar, dimana mereka.” Tanya petualang itu mulai panik. “Ini kan mereka ?” Kata Cecil lagi sambil mengeluarkan kepala si kurus dan separuh badan si botak dari item box. “Haa, kalian bunuh mereka ?” kata Petualang itu sambil mencabut pedang nya. “Lihatlah baik2, apa mereka manusia ?” tanya Matt. Kawanan itu pun mulai memperhatikan kepala dan separuh badan itu. “Hah mereka bukan manusia.” Kata Petualang itu mewakili semua. “Tepat, siapa nama km petualang ?” Tanya Matt. “Nama ku Serge, tapi apa benar ini mereka ?” Kata Serge. “Km masa ga bisa melihatnya, jelas ini mereka.” Kata Fei.  “Oh begitu ya, apa berarti kita semua di tipu oleh mereka ?” Kata Serge yang mulai tenang dan menyarungkan pedangnya. “Kalian mendengar nama Sariel dan Machina darimana ?” Tanya Philia. “Kedua nama itu ada di ajaran gereja, tapi mereka berdua mengatakan nama Sariel adalah Calamity dan Machina adalah Deus. Mereka bilang ke kami untuk menghindari Demon Lord dan mencari Sariel dan Machina untuk membasmi Demon Lord. Mereka kemudian menuntun kita ke lokasi gerbang besar tempat kedua nya tidur.” Kata Serge. “Pffft hahahah, lucu sekali, dengar ya, kalian sudah di bohongi.” Kata Rona sambil tertawa. “Di bohongi ? Mereka bilang mau menyelamatkan kami, kalau kamu mau mengikuti mereka.” Kata Serge. “Haah, kelamaan ini, Shiori, ni ni tolong keluar dong.” Panggil Fei.  Shiori dan Eiji pun keluar terbang di atas mereka. “Halooo.” Sapa shiori. “….” Eiji diam saja. Mereka yang melihat termasuk Serge bingung dan ketakutan melihat sosok Shiori dan Eiji.


“Aku perkenalkan, sebelah kiri ku adalah malaikat bernama Sariel dan di kanan ku iblis bernama Machina.” Kata Matt. “Salam kenal, aku Sariel, nama lengkap ku Calamity Angel  Sariel.” Kata Shiori sambil mendarat di kiri Matt. “Aku Machina, nama lengkap ku Deus ex Machina.” Kata Eiji sambil mendarat di kanan Matt. Mendengar perkataan Shiori dan Eiji mereka semua langsung bersujud. “Sariel sama, Machina sama tolong


bebaskan kami dari tangan kejahatan Demon Lord  dan musnahkan mereka.” Teriak semuanya sambil bersujud. “Haaah kenapa harus musnahkan  Demon Lord, mereka teman ku, ya ga Machina.” Kata Shiori santai. “Iya….buat apa, mereka teman kami.” Kata Eiji. Semua yang bersujud pun kaget seakan2 tidak percaya. “Kenapa ? Bukan kah mereka yang jahat ?” Kata Serge. “Hmm kalian percaya padaku kan  ?” Kata Shiori. “Kami percaya Sariel sama.” Jawab semuanya. “Baiklah, aku ceritakan tolong dengar baik2.” Kata Shiori. Kemudian Shiori menceritakan semuanya tentang Evil God, Demon Lords, Pangeran Edgar, xenobia dan Eden kepada para pengungsi itu. “Nah kalian mengerti  ? Ini lah contoh manusia dari Eden itu.” Kata


Shiori. Semuanya pun terdiam dan mulai meragukan apa yang mereka ketahui. “Jadi kalau begitu, ajaran gereja salah ya.” Kata Serge. “Ajaran gereja benar sampai tiga belas tahun yang lalu. Ketika semua di revisi.” Kata Eiji. “Berarti para demon lord ini menolong kami ?” Tanya Serge. “Tentu saja, bahkan kami sekarang

__ADS_1


mau ke Xenobia untuk menolong yang selamat.” Kata Shiori. “Tapi di Xenobia


sudah tidak ada siapa2, kami adalah penduduk yang tersisa.” Kata Serge. “Bagus…jadi mempersingkat waktu.” Kata Eiji. Kemudian mereka semua berdiri dan menghadap Matt dan lainnya kemudian membungkuk. “Maafkan kami…..” Kata mereka. “Tidak apa2, kalian baru tahu yang sebenarnya. Selamat datang di Astorian Union Empire. Silahkan kalian masuk ke kota dan tempati rumah yang sudah di sediakan.” Kata Matt. Tiba2 dari dalam gerbang, Mabel berlari keluar. “Mabel ? Mabel kan ? Mabeeeel” Seorang wanita paruh baya berlari keluar dari kerumunan. “Mama, Kruz.” Teriak Mabel sambil menghampiri wanita itu dan pemuda di sebelah


nya. “Mabel ne chan….” Kata pemuda itu sambil memeluk Mabel. “Kamu selamat ya Mabel, syukurlah.” Kata Wanita itu sambil memeluk Mabel dan menangis. “Mama, Kruz.” Kata Mabel sambil memeluk mereka dan menangis. Setelah mereka tenang. “Philiandra san, perkenalkan ini mama ku Eleonora dan adik ku Kruz.” Kata


Mabel. “Salam kenal, Eleonora san dan Kruz kun.” Kata Philia. “Terima kasih yang mulia menyelamatkan Mabel, terima kasih.” Kata Eleonora bersujud di kaki Philia. “Sama2, silahkan berdiri.” Kata Philia sambil mengangkat Elonora supaya berdiri. “Cie2 yang mulia nih ye, Kei chan naik pangkat hehe.” Kata Shiori meledek dalam bahasa  Jepang. “Hus diam, ini lagi resmi, tolong ni ni, jagain Shiori.” Kata Philia dalam bahasa Jepang. “Loh Philiandra san, itu bahasa apa ?” Kata Mabel yang heran mendengar kata2 Philia. “Oh bahasa dewa haha.” Kata Philia asal menjawab karena malas menjelaskan. “Wah bisa kami mempelajari nya ? kami mau berbicara dengan dewa2.” Kata Serge kepada Philia. Semuanya pun mengerubungi Philia. “Kan sudah ku bilang, jaga sikap kalian” Kata Eiji dalam bahasa jepang. “Ni ni, tolong aku.” Kata Philia dalam bahasa Jepang. “Aku ke


sana Kei chan, sabar2.” Kata Fei dalam bahasa jepang. “Aduh sampai mendesak ku juga.” Kata Rona dalam bahasa jepang. “Lah jadi rame nih, ni ni gimana nih ?” Kata Lori dalam bahasa jepang. “Iya terusin kita ngomong pakai bahasa ini, ga kelar2 nih.” Kata Cecil dalam bahasa Jepang. “Hadeh, bener2 dah ini, awal nya


Akhirnya keributan pun berhenti dan Shiori mengajak semua pengungsi untuk masuk ke dalam dan membawa mereka ke gereja yang baru di dirikan. Mabel membawa ibu dan adik nya pulang ke rumah nya. Setelah mendengar semua cerita Serge kalau di Xenobia sudah tidak ada yang tersisa,  Rona meminta Jones untuk menghentikan pulau dan langsung menuju gerbang. Ketika sampai di pintu masuk hutan, pulau terbang pun mendarat dan memasang selubung, seperti di desa mereka, pulau pun menyamar sebagai hutan jika terlihat dari luar. Waktu pun terus berjalan, enam bulan kemudian, semua fitur sudah berhasil di pasang di kota. Guild petuangan mulai berfungsi yang di kelola oleh Sab dan Floren. Para petualang mulai keluar kota untuk menjalankan misi seperti mengontrol peralatan yang memantau gerbang, perburuan, mencari


ruin peninggalan kuno sekaligus menjelajahinya dan mencari bahan2 yang tidak ada di kota. Lokasi di pegunungan persis di belakang mendarat nya pulau dibangun tambang mithril, karena pegunungan tersebut menghasilkan bijih Mithril, pelindung di perlebar untuk menyembunyikan tambang. Teknologi militer pun di

__ADS_1


kembangkan oleh Machina, semua Doll dan Golem di perbaharui menjadi Mithril Doll dan Mithril Golem yang kesemuanya di jadikan otomatis menggunakan AI, semua meriam pun di perbaharui daya tembak dan jarak tembak nya. Pasukan militer pun di bentuk, dari infantry, pasukan udara dan laut. Banyak pelatihan dan pelajaran yang di terapkan di akademi dalam segala aspek seperti pelatihan petualang, penelitian magic, agama, pendidikan (seperti baca tulis dan lainnya seperti yang ada di bumi) untuk semua orang dengan kategori umur  dan lainnya. Tapi yang terutama adalah pelatihan dalam bidang militer dan pengoperasian pulau terbang yang di kontrol dari anjungan. Para Demon Lords memperbaharui makam orang tua mereka dan menjadikan nya monumen, jadi siapa saja bisa mengunjungi makam itu. Istana pun di rombak menajdi bentuk pyramid yang mereka sebut sebagai gedung pemerintahan. Kota sebelum nya di  Flying Castle


sekarang menjadi tempat tinggal para pemimpin, ke enam Demon Lords  (Matt bersama Lori, Fei bersama Philia dan Cecil, Rona bersama Jones yang menjabat sebagai sekertaris negara dan kapten Pulau


terbang), Yuan dan Valia, Cezka, Leonard dan Will dan pejabat lainnya seperti Franz yang menjabat sebagai kepala pembudidayaan ternak bersama Charlotte sebagai menteri soial dan budaya. Charlotte dan Franz mengadopsi Yuna dan Roi yang akhirnya tinggal bersama mereka, Evan sebagai kepala pelabuhan dan armory


bersama Mabel sebagai menteri pertanian dan pengembangan tanaman farmasi , Ron sebagai menteri pertahanan keamanan dan Marianne sebagai menteri alchemist, potion dan kedokteran. Weny dan Sasa yang menjabat sebagai menteri kesehatan dan pangan.  Jr dan Hagel yang menjadi menteri pengembangan militer dan penelitian teknologi di bawah arahan Machina. Lenton sebagai menteri pendidikan dan rude sebagai menteri pelatihan keprajuritan. Sab sebagai menteri pelatihan petualang dan guild master. Floren menteri sejarah dan agama di bawah pengawasan Sariel. Sariel sendiri tinggal di gereja yang ada di komplek itu. Tempat mereka tinggal di sebut sebagai komplek pemerintahan yang di batasi dengan pagar tanaman. Tidak ada noble, commoners dan slave di pemerintahan mereka, semua sama dan merata seperti di bumi.


Machina berhasil membuat alat komunikasi seperti di bumi ya itu smartphone dengan menggunakan aliran mana sebagai pengganti gelombang  sinyal nya sehingga bisa di gunakan mencakup seluruh planet dan pengisian baterai nya menggunakan kapasitas magic. Yuan Long mengidupkan lagi perguruan bela diri nya yang di pindahkan ke timur pulau. Kota di ibukota terbagi empat distrik, yaitu distrik tempat tinggal penduduk dan sarana kesehatan seperti rumah sakit, distrik pasar, perdagangan, pertanian, perternakan dan pertambangan, distrik hiburan, colloseum, gelanggang olah raga dan terakhir distrik militer yang termasuk gedung militer, pelabuhan dan armory juga pengarsipan dan akademi di bagian barat kota. Alun2 kota merupakan pertemuan ujung ke empat distrik persis di depan komplek pemerintahan. Televisi di sediakan di setiap rumah sebagai sarana komunikasi dari pemerintahan. Matt dan lainnya sering mengunjungi kota untuk berbaur dengan masyarakat. Yuan, Valia, Cezka dan Will yang menjabat sebagai wakil rakyat pun sering berkeliling berbaur dengan masyarakat dan menyalurkan aspirasi mereka. Kehidupan berjalan


damai dan AUF menjadi satu2 nya negeri di belahan planet ini sampai lima tahun kemudian. Populasi Penduduk setelah lima tahun yang berada di pulau saat ini mencapai limaribu orang dari anak2 sampai orang tua. Tidak ada kematian karena usia tua karena waktu yang terhenti di dalam pelindung. Machina pun meghidupkan clone2 dirinya di sisa pesawat yang belum di gabungkan dan menerbangkan nya ke pulau


dalam lima tahun terakhir. Yang bisa di gabungkan hanya pesawat di reuntuhan bawah tanah Vanadis dan reruntuhan desa Elf, yang lainnya karena butuh perbaikan dan rusak jadi di tutup dan di segel supaya tidak di manfaatkan musuh suatu hari nanti. Luas pulau menjadi bertambah lima kilometer di setiap sisi

__ADS_1


nya termasuk penambahan luas hutan dan danau yang tadinya terletak di desa elf.


__ADS_2