
Keesokan harinya, Rona mengabarkan kepada semuanya kalau pengisian energy sudah delapan puluh persen.
“Hmm berarti besok pagi kita bisa berangkat ya.” Kata Matt.
“Iya, sementara itu aku mau berburu di hutan, untuk persiapan perjalanan di atas laut.” Kata Fei .
“Baiklah, km mau ajak siapa ?” Tanya Matt. “Ah aku ajak Franz dan Evan saja.” Kata Fei .
“Anoo Feiruss oni san, boleh aku ikut ?” Tanya Jones.
“Oh tentu saja, ayo kita berangkat.” Kata Fei senang.
“Ok Feiruss oni san, aku sekalian ada senjata baru yang mau di tes, granat jaring, sejenis senjata untuk mengikat musuh sehingga tidak bergerak. Aku buat ini karena terinspirasi oleh jaring nelayan kemarin dan
Magic Ronanta chan.” Kata Jones.
“Hoo menarik, ok. Ayo jalan.” Kata Fei .
Kemudian dia melompat dari balkon sambil membawa Jones.
Fei, Evan, Franz dan Jones langsung turun ke bawah dan mengarah ke hutan.
Ketika mereka melewati pantai dan tiba di jalan masuk hutan “Wah di sini banyak pohon kelapa ya Feiruss
oni san.” Kata Jones.
“Iya, kita bisa ambil sebanyak2 nya.” Kata Fei.
“Ok nanti pulang nya kita ambil banyak ya.” Kata Evan.
Mereka pun masuk ke dalam hutan.
“Feiruss oni san, Evan oni san, Franz oni san, bisa pancing beberapa boar, kelinci dan lainnya kemudian tarik
ke sini, aku akan melemparkan granat ini.” Kata Jones sambil mengeluarkan granat berbentuk bundar seperti bola dari kantong nya.
“Ok, tunggu ya, Franz, km ke kiri dan Evan km ke kanan. Aku ke tengah. Ayo jalan.” Kata Fei.
“Baik.” Jawab Franz dan Evan. Mereka pun segera menyebar.
Tak lama kemudian Fei berhasil memancing empat ekor boar mengikutinya, sedangkan Franz memancing beberapa ekor kelinci bertanduk.
Sambil menunggu Evan, mereka bertahan dulu sebentar.
Tak lama Evan datang memancing seekor beruang merah.
Mereka pun berkumpul di tengah dan pancingan mereka semua nya ketengah.
Jones langsung menggelindingkan granat nya ke tengah.
“Lompat…..Feiruss oni san dan lainnya.” Teriak Jones. Mereka pun lompat bersamaan dengan granat
meledak. Yang keluar dari ledakan itu adalah sebuah jaring jala dari sinar yang
langsung menyelimuti semua mangsa yang sudah di pancing itu dan semuanya
langsung mati terkena setrum yang kuat.
“Wow, sangat berguna granat itu, tapi kurang cocok kalau untuk berburu, labih cocok kalau untuk menghadapi pasukan atau monster yang kuat.” Kata Fei setelah melihat dampak nya.
“Betul sekali, karena memancing mangsa untuk sampai ke satu titik agak lama, lebih cepat
langsung di bunuh ketika bertemu, kecuali kalau mereka bergerombol.” Kata Franz.
“Iya aku mengerti, Feiruss oni san dan Franz oni san, memang kurang efektif karena daya ledak nya agak lama.” Kata Jones.
“Ok ayo kita ambil buruan kita….” Kata Evan.
“KRosak” Terdengar suara di belakang Jones. Mereka semua pun menoleh.
“Hati2 Jones, ke sini.” Kata Fei perlahan mendekati Jones.
“Iya Feiruss oni san….” Kata Jones sambil maju perlahan.
Tiba2 keluar dari semak sebuah bayangan hitam menyergap Jones.
“Aaah tolong Feiruss oni san.” Kata Jones ketakutan. Ternyata yang menyergap Jones adalah Rona sambil meminum air kelapa.
“Ronanta chan ? kenapa km di sini. Bikin kaget saja.” Tanya Fei.
“Kok Ronanta ga di ajak ?” Kata Rona sambil cemberut.
“Oh km kan tidak ada tadi, lagipula km kan ga biasanya berburu.” Kata Fei bingung melihat Rona yang cemberut.
“Maksud Ronanta itu dia…” Kata Rona sambil mencubit pipi Jones. “Oh haha.” Kata Fei bingung.
__ADS_1
“Waduh Ronanta chan ga mau pisah dengan Jones kun ya ?” Tanya Evan.
“Bukan begitu, Feiruss oni chan kalau mau kemana2 pasti bilang ke Philiandra one chan
atau Cecilia one chan, Matthew oni chan kalau mau pergi pasti bilang ke Lorianne one chan, kenapa Jones ga bilang ke Ronanta dia mau pergi ?” Kata Rona sambil cemberut.
“Oh maaf Ronanta, tadi km ga ada soalnya.” Kata Jones.
“Tadi Ronanta ga ada karena beli minuman untuk kita, sewaktu kembali km ga ada, Ronanta tanya ke Matthew oni chan katanya lagi berburu sama Feiruss oni chan jadi Ronanta susul. Ayo minta maaf…” Kata Rona cemberut.
“Maaf Ronanta. Tolong lepaskan.” Kata Jones. “Oh jadi begitu, hmm Feiruss san apa mereka
seakrab itu ?” Tanya Franz.
“Oh mereka sudah bertunangan, cerita lengkap nya tanya Philiandra ya, malas aku jelasinnya hehe.” Kata Fei menghindar. “Hohoho pantas saja.” Kata Franz lagi.
“Ronanta chaaaan….” Terdengar suara teriakan dari jauh.
“Di sini….” Fei balas berteriak. Tak lama kemudian Philia dan Charlotte yang mengajak Yuna dan Roi.
“Oh kamu di sini Ronanta chan, hei kenapa kamu menemplok kepada Jones begitu….” Kata Philia.
“Karena dia ga bilang Ronanta mau pergi Philiandra one chan.” Kata Rona.
“Hoo begitu ya….memang payah laki2 yang seperti itu, apalagi mulai2 ngintip istri orang lain.” Kata Charlotte yang masih marah atas kejadian kemarin sama Franz.
“Charlotte aku kan sudah minta maaf bahkan kemarin aku tidur di alun2 karena km ga kasih aku masuk hiks.” Kata Franz membujuk Charlotte.
“Ga tau ah…” Kata Charlotte. “Eh Charlotte san, memang kenapa sih kamu marah sama Franz ?” Tanya Philia. “Philiandra, tidak baik bertanya, sudah tidak usah di tanya.” Kata Fei yang sudah tau kejadiannya dan sudah maklum.
“Begini Philiandra san, km tau kan kejadian kemarin yang bikin heboh satu kota gara satu orang ? Itu loh yang pameran itu, mengerti kan ? Nah dia menyaksikan secara live di gedung militer bersama yang itu juga.”
Kata Charlotte menunjuk Evan.
“Waduh, aku ga tau harus berkata apa, ternyata kalian ini…..” Kata Philia sambil melihat jijik.
“Nah kan, aku sudah tau bakal begini haha.” Kata Fei.
“Sudahlah Philiandra, kejadian kemarin sudah lewat, aku saja sudah melupakan kok.” Kata Fei .
“Hah kok, masih greget itu kejadianya.” Kata Philia. “Ya sudah lupakan, yuk kita berburu lagi. Franz, Evan” Kata Fei.
“Feiruss kun, maaf ya kemarin benar2 tidak sengaja.” Kata Evan.
“Iya aku juga, karena memang kita pas kebeneran ada di sana.” Kata Franz lagi.
mereka lari kedalam hutan.
“Nah kan, kabur memang begitu Philiandra san, payah deh laki2.” Kata Charlotte.
“One chan, yuk kita ke pantai, aku mau lihat laut lagi.” Kata Yuna yang menggandeng tangan Charlotte.
“O iya, ayo2…yuk Philiandra san, Ronanta chan dan Jones kun.” Ajak Charlotte sambil menggandeng Yuna dan
Roi. “Uhh aku tau Fei pasti malu, aku juga harusnya ga boleh gitu ya, nanti aku minta maaf deh.” Pikir Philia dalam hati.
Philia pun mengajak Rona dan Jones ke pantai menyusul Charlotte.
Siang hari, setelah puas bermain di pantai, rombongan Philia, Charlotte bersama Yuna dan Roi juga anak2 panti lainnya naik ke istana. Philia pun pulang ke rumah.
Ternyata Fei sedang sudah ada di rumah dan baru selesai mandi.
“Fei, aku minta maaf ya tadi.” Kata Philia “Oh minta maaf kenapa ?” Kata Fei.
“Km pasti malu kan karena kejadian kemarin, tadi aku bicara seakan2 ga ada km, maaf ya.” Kata Philia.
“Iya ga apa2, aku juga tau kok km pasti malu banget. Tapi, biar bagaimana pun aku tau km tidak bisa marah
besar sama Cecil. Nah, aku pun sama.” Kata Fei.
“Memang sih, kalau aku paling cuma kesal.” Kata Philia.
“Nah makanya kita sama, itulah kenapa aku ajak Evan dan Franz pergi, aku juga ngerti soalnya perasaan Charlotte.” Kata Fei.
“Hehe iya, makanya aku diam kan, aku juga tau.” Kata Philia sambil tersenyum.
“Pertanyaan nya gimana ya cara menghilangkan cuek dan tomboi nya si Cecil ? Dia bergaul di gedung militer yang semuanya laki2.” Kata Fei.
“Nah itu, yang sebenarnya aku mau bahas, kalau sama aku dan km dia tidak takut. Tapi dia bisa
nurut sama Lori ne san, tapi aku ga enak kalau minta bantuan dia terus.” Kata Philia.
“Sama, sedangkan Matt ni san selalu menghindar kalau aku menyenggol topik ini.” Kata Fei lagi.
“….” Mereka berdua terdiam dan berpikir.
__ADS_1
“Aku pulaaang…..” Cecil pun masuk ke dalam.
“Loh kalian lagi mikir apa kok serius amat wajah nya.” Kata Cecil santai.
“Mikirin kamu….” Kedua nya serentak menjawab.
“Oh haha…..mikirin aku ?” Kata Cecil bingung.
“Begini Cecil, aku tau kamu memang dari kecil itu cuek, tapi sekarang km tidak bisa cuek, kalau di
rumah km mau telanjang ga masalah, bahkan di rumah danau pun kita ber enam mandi bersama pun ga masalah. Tapi sekarang berbeda, km bukan orang biasa lagi, sekarang kamu Demon Lord pemimpin Negara kita ini yang di wariskan ibu dan ayah kita semua. Kamu paham kan ?” Kata Fei menasihati Cecil dengan nada ramah.
“Benar Cecil, aku dan Fei bicara begini karena memikirkan kamu, begini saja, mulai sekarang jangan ke gedung militer dulu ya, aku tau persis km sangat takjub dan menyukai Doll, sampai km meanggap nya mainan, tapi tahan dulu sementara, besok km ikut aku saja ke panti, bantu2 di sana. Gimana ?” Kata
Philia.
“Iya2 aku ngerti, kejadian kemarin tidak akan terulang lagi, setelah ngerti aku jadi malu sendiri hehe. Ya sudah, tapi boleh ga kalau mesin latihan nya di pindah ke rumah ?” Kata Cecil.
“Lah kok gitu, tapi coba nanti aku tanya Jones.” Kata Fei.
“Loh jangan, maksudnya km juga kurangi sedikit kecanduan mu memakai mesin itu, km hampir setiap hari di gedung militer. Bisa kan ? mulai besok temani aku.” Kata Philia.
“Uh gitu ya…..hmm ya sudah aku coba ya….besok aku ikut Philia ne.” Kata Cecil.
“Nah gitu dong, adikku tersayang.” Kata Philia memeluk Cecil.
“Hey Philia ne, aku keringatan loh…..” Kata Cecil.
“Ya sudah, yuk mandi, badanku juga lengket.” Kata Philia. “Bareng…..ok ayo.” Kata Cecil.
“Mau ikut ?” Keduanya menoleh ke Fei . “Wah pass dulu, aku sudah mandi. Aku mau ke toko beli Coffee, kalian mau nitip apa ?” Tanya Fei .
“Smoothies…” Jawab keduanya. Fei pun keluar dan menuju toko.
Sementara itu di toko, “Ronanta chan, sampai kapan kamu mau menggandengku, kan aku sudah minta
maaf, di jaman ku dulu hal seperti ini bisa di kenakan pasal hukum sebagai
pelecehan dan intimidasi loh.” Kata Jones. “Ronanta ga ngerti, Ronanta Cuma
tidak mau Jones hilang lagi.” Kata Rona.
“Baiklah2, aku belikan sesuatu ya, sekarang lepas dulu.” Kata Jones.
“Ok, belikan apa saja.” Kata Rona. Jones pun masuk dan tak lama keluar lagi membawa Roti melon dan cola untuk Rona.
“Ini Ronanta chan, di makan ya, kita duduk dulu di sini.” Kata Jones.
“Wah km kok cepat belinya dan sepertinya sudah tau toko seperti ini.” Tanya Rona sambil memakan
roti nya.
“Iya, dulu di bumi, convini store ada di mana2, dan dulu yang melayani bukan golem melainkan pekerja paruh waktu.” Kata Jones.
“Bisa km ceritakan tentang bumi.” Kata Rona.
“Dulu di bumi, kita manusia hidup tanpa ada kesenjangan seperti sekarang ini, tidak ada noble, budak, dan commoners. Semua sama sederajat. Kerajaan tidak ada, Negara di pimpin oleh wakil rakyat yang
bersatu. Semua orang punya nama belakang dan nama tengah. Keadaan selalu damai
walaupun lebih susah dari jaman ini dalam mencari penghasilan.” Jones menerangkan sambil melihat bintang2 di langit.
“Wah sepertinya enak ya tinggal di bumi.” Kata Rona.
“Semua serba mudah di bumi, kita mau pergi jauh tinggal naik kendaraan cepat yang bernama Commuter, di bumi kereta tidak di tarik oleh kuda melainkan di kemudikan oleh manusia dan betenaga mesin, namanya mobil, Juga ada kendaraan roda dua yang di naiki satu orang bernama motor, bentuk nya
mirip dengan hover bike. Anak2 seumur kita bersekolah, aku pun bersekolah waktu di bumi. Aku ingin mengajak km sebenarnya ke bumi Ronanta chan.” Kata Jones tersenyum.
“Kalau bisa Ronanta mau sekali.” Kata Rona.
“Tapi, waktu di bumi aku tidak punya banyak teman seperti di sini, aku di kucilkan Karen ekor dan tangan
ku ini. Km di sini juga begitu ga Ronanta chan ?” Tanya Jones.
“Sama, di sini Demon sudah tidak ada, aku di kucilkan karena demon ku, Matthew oni chan dan yang lain juga begitu. Tapi aku paling langka, karena keturunan Dragonian yang km sebut Reptilian dan Demon hehe.” Kata Rona sedih.
“Iya, kita berdua langka, seperti yang ku bilang, mungkin kita berdua satu2 nya di alam semesta haha.” Kata Jones.
“Selama kita bersama kan ga masalah, makanya Ronanta ajak km bertunangan.” Kata Rona.
“Kalau di bumi Ronanta chan, pertunagan dan pernihakan di simbolkan memakai cincin bukan gelang. Jadi
maaf, kalau aku belum terbiasa, tapi aku sangat senang.” Kata Jones.
“Syukurlah kalau senang dan tolong di biasakan hehe.” Kata Rona sambil tersenyum.
__ADS_1
Rona bisa ber ekpresi hanya di depan Jones. “Yuk pulang, Ronanta ngantuk.” Kata Rona.
“Ok kita pulang.” Kata Jones. Mereka pun kembali ke istana.