The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 40 The Royal Wedding


__ADS_3

Semua yang ada di ruangan itu kaget dan langsung bersujud.


“Selamat Jalan Kaisar…” Semua prajurit, pejabat, dan para murid yang hadir berteriak sambil menangis. “Ayahanda, anda bercanda kan…..ayahanda….ayahanda.” Kata Yuan Long sambil menggoyangkan tubuh ayah nya yang sudah tidak bernyawa dan mulai menangis.


Valia pun memegang mulut nya dan menangis seakan tidak percaya.


Sesorang mendekati mereka, yang merupakan perdana menteri,


“Maaf kan yang mulia, ini saya berikan surat terakhir kaisar Shen Wu Ling yang di tujukan kepada Pangeran Yuan dan Putri Valia. Beliau terluka parah pada saat melarikan diri dari istana ke perguruan. Aku tidak


menyangka dia bisa bertahan sampai sejauh ini. Sungguh hebat yang mulia Kaisar Shen Wu Ling.” Kata perdana menteri sambil menyerahkan surat nya kepada Yuan Long dan Valia.


Yuan Long pun membaca surat tersebut dan menangis, kemudian Valia pun ikut membacanya dan memeluk Yuan dan ikut menangis. Surat itu berisi kata2 terakhir kaisar yang di tujukan kepada mereka berdua yang di tulis setelah pesta malam peremian pertunangan mereka.  Matt dan lainnya pun terus berlutut tanpa bisa


berkata apa.


Setelah semuanya tenang, “Kita akan adakan upacara pemakaman untuk kaisar dan permaisuri. Semuanya, persiapkan upacaranya.” Kata Yuan Long kepada semua yang hadir di situ.


Para prajurit dan pejabat pun langsung bergerak mengatur dan menyiapkan upacara pemakaman kaisar. Mereka menumpuk kayu bakar di lapangan istana dan menyusun nya menjadi bentuk tempat tidur, kemudian para prajurit membawa jerami dan menaburkan di sekliling kayu bakar yang sudah di bentuk.


Mereka berbaris membawa Jasad kaisar dan permaisuri nya dan menidurkan nya di atas tempat tidur dari kayu bakar itu. Matt dan lainnya pun berdiri di belakang Yuan Long dan Valia yang membawa obor.


Kemudian Yuan dan Valia maju ke arah kayu bakar yang menjadi tempat tidur bagi kaisar dan menyulutkan api obor nya ke jerami dengan menaruh obornya di situ. Api pun mulai menjalar dan melahap


tempat tidur beserta jasad kaisar dan permaisuri nya.


“Bersujud, berikan pernghormatan terakhir untuk Kaisar dan permaisuri.” Teriak Yuan Long.


Seluruh prajurit, pejabat dan murid perguruan pun langsung bersujud dan melihat api


yang semakin besar. Matt dan lainnya pun berdiri bersama Yuan Long dan Valia


menatap ke langit dan mengantar kaisar. Keesokan paginya, api pun sudah padam,


Yuan Long dan Valia di bantu oleh beberapa prajurit memasukkan abu kaisar dan


permaisuri nya ke dalam dua guci. Kemudian, Yuan Long dan Valia, di antar oleh


Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona juga Cezka dan Will, pergi kepelabuhan dan berdiri di pinggir tebing mengarah ke laut. Kemudian Yuan Long menyebarkan abu ayah nya ke laut dan kemudian abu ibu nya. Menurut tradisi, setelah kaisar meninggal, penerus nya harus mengurung diri selama tiga hari, jadi Yuan Long


berpamitan kepada Valia yang di titipkan ke Matt dan lainnya, kembali ke istana dan mengurung diri selama tiga hari. Valia bersama Matt dan lainnya pun kembali ke Flying Castle. Valia pun diam saja dan wajahnya menjadi murung. Melihat itu, Cezka, Lori, Philia dan Cecil merasa ingin membantunya.


“Valia one chan, mau mandi bersama di pemandian air panas di kota ? Jones baru meng aktifkan fungsi


Bath House di kota.” Kata Rona yang langsung menegur Valia.


“…..Iya.” Kata Valia perlahan.


Cezka, Lori, Philia dan Cecil yang kaget karena Rona menghampiri Valia duluan langsung mengerubungi Valia. “Aku ikut ya Ronanta chan, yuk Valia.” Kata Cezka.


“Iya yuk, aku juga mau ikut.” Kata Lori.


“Valia ne….” Kata Cecil sambil merangkul tangan Valia.


“Valia san, aku juga ikut, ayo kita sama2 semuanya ke pemandian.” Kata Philia.


“Semuanya….terima kasih.” Kata Valia yang menangis melepas sedih nya.


Semuanya termasuk Rona pun memeluk Valia.


“Sayang, aku sama yang lain ke pemandian ya.” Kata Lori minta ijin ke Matt.


“Iya, hibur Valia ya.” Kata Matt. “Iya, aku pergi.” Kata Lori.


“Feirus, aku dan Cecilia juga menemani ya.” Kata Philia yang juga minta ijin bersamaan dengan Lori.


“Iya…km dan Cecilia bantu Valia ya. Banyak hal sudah terjadi.”  Kata Fei sambil


memegang kepala Philia.


“Iya….” Philia menjawab sambil memegang tangan Fei di kepalanya.


Kemudian mereka membawa Valia ke pemandian.


“Feiruss, apa yang mau km lakukan sekarang ?” Tanya Matt.


“Aku mau pulang Matthew ni san, aku mau istirahat di kamar.” Kata Feidengan wajah murung.


“Aku paham, aku mau kemakam dulu lalu pulang, km Will, km mau gimana ?” Tanya Matt lagi.


“Aku sama seperti Feirus, mau pulang juga.” Kata Will yang juga berwajah murung.


“Baiklah, ayo kita jalan.” Kata Matt.


Mereka pun berpisah dan pergi ketujuan nya masing2.


Tiga hari kemudian, pagi harinya, Valia bersama dengan Cezka, Lorianne dan


Philiandra turun ke ibukota dan melihat penduduk mulai beraktivitas.

__ADS_1


Selama ini penduduk di kurung dan di tahan oleh para ksatria hitam yang menduduki ibukota.


Mereka menyambut Valia, Cezka, Lorianne dan Philiandra dengan meriah.


“Syukurlah, kehidupan kembali ke kota ini.” Kata Valia.


“Iya, lihat lah wajah mereka, seperti wajah yang lega dan bebas.” Kata Cezka.


“Betul, selama ini mereka terkurung dan sudah pasrah.” Kata Lori.


Tiba2 beberapa anak kecil perempuan mendekati Philia.


“One chan, yang menyelamatkan kami kan ? terima kasih, aku mau jadi kuat seperti one chan.” Kata salah satu anak itu.


“Oh haha, sama2, kalian sudah kuat kok, kalian bisa bertahan selama ini. Nanti kalian pasti bisa melindungi kekaisaran ini.” Kata Philia sambil jongkok dan mengelus kepala anak itu.


“One chan cantik sekali, bisa ga ya kita jadi secantik one chan.” Kata anak itu.


“Kalian juga cantik2, pasti bisa dong. One chan yang lain juga cantik2 kok, lihat deh.” Kata Philia menujuk ke arah Cezka dan lainnya.


“Tapi one chan yang tinggi itu kelihatan galak walau cantik.” Kata anak itu.


“Maksudnya aku ? One chan ga galak kok…sini main.” Kata Lori sambil mendekati anak itu. Anak itu pun bersembunyi di balik Philia.


“Lorianne ne san, coba senyum nya jangan serem gitu, km emang cantikkan kalau ga senyum sih.” Kata


Philia.


“Haaah masa senyuman ku serem ? huh aku ga tahan sama anak kecil.” Kata Lori.


“Hahaha Lorianne km itu cantik, tapi km juga galak, makanya aku suka negeledek km karena itu, coba lah senyuman nya di lepas sedikit.” Kata Cezka.


“Ah ne sama jangan gitu dong, aku kan ga galak dan seram.” Kata Lori.


Mereka pun terus bercanda dan tertawa dengan anak2 yang menghampiri mereka tadi. Valia


yang melihat saja pun mulai tersenyum, perasaan nya benar2 campur aduk, walau sudah tiga hari dan ini saatnya Yuan keluar dia masih grogi atas kejadian terakhir dengan kaisar.


“Valia, sini, ngapain km di sana ? Ayo main sama2 sini.” Kata Lori dengan ceria.


“Ah aku….” Valia menjawab ragu2.


“Eh, one chan ini permaisuri kan ? yang mulia….” Anak2 itu menghampiri Valia dan bersujud


memberi salam.


Anak2 itu pun mengajak Valia bermain. Melihat itu, Cezka, Lori dan Philia tersenyum dan


kemudian menghampiri Valia. Siang hari nya, bertepatan dengan selesai nya


upacara penaburan abu jenazah kaisar tiga hari lalu, gerbang Forbidden City di


buka dari dalam. Valia bersama Matt dan lainnya, juga Cezka dan Will memunggu


di depan gerbang. Kemudian, Yuan Long keluar mengenakan jubah kekaisaran dan


mempersilahkan semuanya masuk. Seluruh penduduk ibukota, para prajurit dan


pejabat, berkumpul di halaman istana yang luas. Matt dan lainnya berdiri di


hadapan pintu istana dan Yuan long bersama Valia berdiri berhadapan dengan


mereka.


“Baiklah, dengan ini, saya Kaisar Shen Yuan Long meyatakan bahwa kekaisaran akan bergabung dengan New Astorian Empire, Vanadis kingdom, Beastmen Kingdom dalam menghapus kegelapan di dunia ini dan membentuk aliansi di bawah naungan New Astorian Empire.” Teriak Yuan Long yang menggema.


Seluruh penduduk dan para prajurit menunduk dan berlutut.


“Kami siap menjalani titah kaisar.” Kata mereka semua menjawab.


Setelah itu, perdana menteri memberikan gulungan surat kepada Matt untuk di tandatangani, dan kemudian setelah di tandatangani akan di berikan stempel kekaisaran oleh Yuan Long yang juga menandatangani nya.


Setelah semuanya selesai, perdana menteri memberikan gulungan kertas itu kepada Matt sebagai perwakilan. “Sekarang, aku bersama permaisuri Valia akan pergi bersama para Demon Lords untuk mencari cara melawan kegelapan, murid2 perguruan Gunung Koen Lon bersiap lah berangkat. Semua urusan istana akan di serahkan kepada perdana menteri dan hakim tinggi.” Teriak Yuan Long lagi.


“Kami siap menuruti titah kaisar. Semoga Baginda berumur panjang.” Semua penduduk dan


prajurit berteriak.


Setelah acara selesai, Matt dan lainnya bersama Cezka, Will, Yuan Long dan Valia pun kembali ke Flying Castle. “Nah sekarang giliran kita ya Yuan ni san.” Kata Fei kepada Yuan.


“Oh Maksudnya ?” Tanya Yuan.


“Sekarang kami akan mengadakan pesta pernikahan kalian Yuan aniki dan Valia, sekaligus menyambut kalian di sini.” Kata Matt menjelaskan.


“Wah terima kasih sekali.” Kata Yuan senang.


“Sekalian, kalian pilih rumah kalian di kota ini, tentunya Valia mau kan  ?” Kata Lori.


“Sebenarnya aku, Cecilia, dan Ronanta sudah menyiapkan rumah untuk kalian, sebelum kembali ke istana, bagaimana kita lihat dulu.”  Kata Philia.

__ADS_1


“Eh ah, memang rumah ku yang sekarang kenapa ?” Tanya Valia.


“Sekarang Valia ne kan tinggal sama Rude ji san, Sab ji san dan Pak Lenton kan, masa pengantin baru tinggal di rumah bersama para ossan.” Kata Cecil.


“Hahaha, benar2, nanti malah susah malam pertama nya hahaha.” Kata Cezka sambil bercanda.


“Hah….malam pertama.” Wajah Valia langsung merah.


“Yuan oni chan, boleh ga nanti yuan oni chan menikahkan aku dan Jones, karena Jones pernah cerita, di tempat asalnya ada Negara yang tradisinya sama dengan kekaisaran dan Jones senang sekali dengan adat itu.


Boleh kan ?” Kata Rona kepada Yuan sambil memeluk tangan Yuan.


“Ronanta chan, lepas dulu ya, lihat deh wajah Valia ne .” Kata Cecil sambil menarik Rona dan


menunjuk Valia yang cemberut dan wajah Yuan yang merah padam.


“Oh iya, Jones juga pernah bilang sama aku kalau kekasisaran sama dengan satu Negara yang menguasai satu benua di bumi.” Kata Fei.


“Baiklah……tapi karena aku baru jadi kaisar, boleh kan aku belajar dulu tata cara nya ?” Kata Yuan.


“Boleh dong, terima kasih Yuan oni chan.” Kata Rona yang kembali memeluk tangan Yuan.


“Iya…iya, tolong Ronanta chan, lepaskan aku….” Kata Yuan grogi dan wajah nya merah.


“Huh iyalah di peluk sama wanita cantik kayak Ronanta chan, siapapun pasti deg2an.” Kata Valia menyindir Yuan.


“Iya..iya maaf.” Kata Yuan sambil minta maaf ke Valia yg ngambek.


“Pertengkaran pertama….” Pikir semua nya yang melihat.


Mereka pun tiba di depan sebuah rumah besar tepat di sebelah rumah


Cezka dan Will yang berlokasi sederetan dengan istana.


“Yuk masuk, ke dalam.” Kata Philia. Mereka pun masuk ke dalam.


“Nah inilah rumah yang sudah kami siapkan, semoga cocok, kami mendesign interiornya berdasarkan kerajaan vanadis dan kekaisaran.” Kata Philia.


“Wah bagus sekali, kalau kalian ijinkan dengan senang hati aku tinggal di sini. Iya kan Valia” Kata Yuan.


“Huh iya.” Kata Valia yang masih ngambek.


“Valia one chan, jangan ngambek terus, maaf aku yang salah ya.” Kata Rona.


“Ah enggak kok, aku cuma cape. Nih aku baik2 saja dan aku suka rumah ini.” Kata Valia dengan grogi.


Mereka pun mejelajahi seisi rumah.


“Ini kamar mu Valia san.” Kata Philia sambil membuka kamar yang besar di lantai dua.


“Oh ini kamarku ya….kamar Yuan di mana ?” Tanya Valia polos.


“Maksudmu Valia san ? aku ga ngerti nih.” Kata Philia bingung.


“Iya maksudnya kamar yuan dimana ?” Tanya Valia sekali lagi.


“Loh, ya di sini bareng kamu lah, kamu kan sudah nikah, masa ga mau sekamar ?” Kata Lori yang langsung menjelaskan ke Valia.


“Disinilah malam pertama kalian, kerja yang giat ya, supaya berhasil seperti ku hahaha.” Kata Cezka.


“Cezka one chan, Philindra one chan, Lorianne one chan, Cecilia one chan, lihat deh,


Valia one chan pingsan.” Kata Rona sambil menunjuk Valia yang sudah terlungkup di lantai.


“Aduuuuh pingsan mulu…..” teriak semuanya. Setelah itu mereka mengumumkan pesta pernikahan kepada penduduk dan penyambutan Yuan Long di flying castle. Persiapan pesta pun di lakukan setelah pengumuman.


Keesokan harinya, Matt dan lainnya mengadakan upacara pernikahan seperti waktu Cezka menikah, untuk Yuan Long dan Valia.


“Shen Yuan Long apa anda bersedia menerima Valia Vanadis sebagai istri anda dalam suka dan duka, susah dan senang, sehat dan sakit.” Kata ke enam demon lord.


“Aku bersedia.” Kata Yuan Long sambil memasangkan gelang nya di tangan Valia.


“Valia Vanadis apa anda bersedia menerima Shen Yuan Long sebagai suami anda dalam suka dan duka, susah dan senang, sehat dan sakit.” Kata Ke enam nya lagi dengan kompak.


“Aku bersedia” kata Valia sambil memasangkan gelang ke tangan Yuan.


“Sekarang kalian sudah resmi sekali lagi sebagai suami istri. Silahkan cium mempelai nya.” Kata Matt mewakili semuanya.


Yuan Long pun mencium Valia, kemudian mereka berdua berjalan ke balkon dan di soraki oleh


penduduk. Valia pun melempar buket bunga ke bawah dan sebuah bayangan melompat dari balkon kemudian langsung menangkap buket  bunga itu.


“Nah berikut nya aku kan ?” Kata Rona di bawah sambil mengangkat bunga itu.


Banyak wanita yang sudah maju gigit jari.


“Yang mulia curaaaaang…” Para wanita itu berteriak. Pesta pun di adakan di istana dan alun2 kota, seluruh


penduduk dan warga bersuka cita.

__ADS_1


__ADS_2