
“Ada yang aneh di hutan ini, Matthew ni san perhatiin ga ?” Kata Fei.
“Iya, tidak ada kehidupan selain kita, benarkan, aku juga merasa dari tadi ada yang
mengawasi kita.” Kata Matt. “Satu lagi Feirus, hutan ini terlalu sunyi, tidak
ada bunyi sama sekali.” Kata Lori menambahkan. Mereka pun merapat sambil terus
berjalan. “Kenapa aku merasa kok kita hanya berputar2 ya ? Kalau ga salah kita
sudah lewat sini tadi.” Kata Cecil. “Coba aku terbang, siapa tau bisa kelihatan.”
Kata Cecil lagi dan dia langsung mencoba terbang. “Aduh….” Cecil pun terjatuh.
“Hup, hampir saja.” Kata Fei yang menangkap Cecil. “Maaf oni, aku merasa aku
membentur sesuatu di atas dan aku kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.”
Kata Cecil sambil bangun dan memegang kepalanya. “Hmm berarti naik juga ga bisa
ya. Kita sepertinya terkurung.” Kata Matt. “Sebentar, aku coba.” Philia berkata
sambil menembakkan panah nya ke atas. Ternyata panah nya meledak di udara. “Yah,
dengan begini aku yakin kita terkurung.” Kata Philia. “Jones, km dengar ? Jones
? Jones ?” Kata Rona sambil memanggil Jones di tablet nya. “Hubungan dengan
dunia luar terputus.” Kata Rona. Mereka pun melihat sekeliling, tiba2 pohon2 di
depan mereka bergeser dan membentuk jalan. “Ayo kita kesana.” Kata Matt
menunjuk jalan yang terbuka itu. Mereka pun maju berjalan sambil bersiaga.
“Hey, di sana ada cahaya ayo kesana.” Kata Fei sambil menunjuk ke arah cahaya
di ujung jalan. Mereka pun memasuki cahaya itu sambil bergndengan satu sama
lain. Ketika masuk, tiba2 terlihat cahaya yang sangat menyilaukan mata. Mereka
pun terpejam tanpa melepaskan tangan satu sama lain. Ketika membuka mata,
mereka melihat sekeliling nya berubah, menjadi lautan gedung2 tinggi dan
bertingkat, jalan nya berwarna hitam begaris putih (Zebra Cross) dan banyak
jembatan di atasnya. “Dimana ini, tinggi sekali rumah2 nya, apakah ini hutan ?”
Tanya Cecil yang takjub melihat nya. “Seperti bukan dunia kita.” Kata Philia.
“Bzz Ronanta chan….Ronanta chan….tablet Rona pun berbunyi. “Jones….jones…aku
mendengar mu, aku senang melihat mu.” Kata Rona. “Ada apa Ronanta chan, apa
yang terjadi, tadi kalian hilang dan tidak ada di dalam gambar, aku tidak bisa
menghubungi km, sekarang baru bisa, aku mencoba terus dari tadi.” Kata Jason
panic. “Aku tak tahu aku dimana, seperti di dunia lain, banyak bangunan2 tinggi
dan sepertinya kita semua berada di persimpangan jalan. Dipinggir jalan ada
tiga lampu, merah, kuning dan hijau. Oh ya, di depan sepertinya ada taman
dengan patung seekor binatang di atas nya. Juga ada jalan menuju ke bawah
tanah.” Kata Rona menggambarkan tempat nya berada. “Eh…coba balik tablet mu,
aku mau lihat.” Kata Jones. Rona pun membalik tablet nya dan berputar
memperlihatkan sekeliling kepada Jones yang melihat dari tablet. “Oh tuhan, Ronanta
chan, tempat mu berada bernama Shibuya, salah satu daerah di kota Tokyo.” Kata
Jones. “Shibuya ? Tokyo ? Dimana itu ?” Kata Rona. “Tokyo adalah ibukota suatu
negera kepulauan di sebelah timur bernama Jepang (Nippon) dan letak kepulauan
itu…….di bumi.” Kata Jones. “Bumi ? ini bumi ? tempat kamu datang ?.” Kata Rona
Panik. Semuanya pun mendekati Rona dan mendengar penjelasan Jones. “Tolong
nyalakan speaker nya, tombol di bawah sebelah kiri….tes….tes….semuanya dengar
__ADS_1
?” Tanya Jones setelah Rona menekan tombol nya. “Ya kita dengar, tolong jelaskan Jones.” Kata Matt.
“Baik, pertama tempat kalian berada adalah shinjuku di kota Tokyo yang ada di bumi. Kedua aku tau shibuya, seharusnya di sana ramai sekali dengan manusia yang lalu lalang, tapi di sana tidak ada satu orang
pun. Ketiga sewaktu aku di bumi, tampilan shibuya yang seperti ini adalah sejarah atau jauh di masa lalu jaman ku. Aku tidak tau maksudnya apa, tapi jelas yang menciptakan ilusi ini, ingin mengatakan sesuatu.” Kata Jones. “Jadi….ini bumi ?” Kata Fei. “Wow, aku takjub, kalau Jones bilang ini sejarah berarti secanggih apa di bumi itu.” Kata Lori. “Benar juga, tidak ada orang satupun.” Kata Philia. “Itu ada yang mendekati kita, ada tujuh bayangan orang menghampiri kita.” Kata Cecil.
“Ronanta coba perlihatkan kepada ku.” Kata Jones. Rona pun mengarahkan tablet nya ke tujuh bayangan orang yang baru datang itu. Ketujuh nya memakai baju yang sama yaitu seragam sekolah, mereka terdiri
dari lima perempuan dan dua laki2. Ketujuh bayangan orang itu berjalan terus sambil bersenda gurau dan tertawa melewati Matt dan lainnya. “Mereka adalah anak2 highschool (SMA) dari suatu sekolah, ini gambaran masa lalu, aku yakin sekali, karena dari busana nya dan gaya rambut mereka.” Kata Jones.
Setelah melewati mereka, tiba2 satu bayangan perempuan di sisi paling kanan berhenti
dan yang lainnya menghilang. Kemudian bayangan itu berbalik “Yuuya kun, Daisuke kun, Shinju chan, Keiko chan, Chizuru chan dan Saya chan, apa kabar ?” Kata bayangan itu menyapa Matt dan lainnya.
“Maksudnya kita ? maaf sepertinya anda salah orang deh.” Kata Matt kepada bayangan
itu bingung. “Ah Dai kun, jangan bercanda ini aku Shiori, masa kamu lupa ?”
Kata bayangan itu sambil mendekati Matt.
“Maaf aku benar2 tidak mengerti.” Kata Matt sambil bersiaga.
“Apa sih maksudnya ini ?” Tanya Fei. “Yuu kun km jahat, masa lupa sama teman masa kecil mu, ini aku Shiori.” Kata bayangan itu.
“Maaf boleh aku bertanya, km sebenarnya siapa dan ini dimana ?” Tanya Philia. “Keiko chan, kita kan sahabat
akrab, masa km lupa, di sebelah mu Chi chan dan yang memegang tablet itu Saya chan, lalu yang tinggi adalah bintang basket sekolah kami dan teman masa kecil ku juga, Shinju chan kan ?” Kata bayangan itu sambil menunjuk satu persatu Philia, Cecil, Rona dan Lori. “Ya sudah, aku duluan ya, aku tunggu di karaoke.
Bye2.” Kata bayangan itu sambil berlari menjauh.
”Hmm ini menarik, Ronanta chan, perlihatkan gambar yang aku kirim ke yang lainnya.” Kata Jones. Rona pun
memperlihat kan gambarnya. Gambar itu adalah gambar ketika ketujuh bayangan itu
mendekat dan Jones memperjelas wajah nya. “Oh ke enam bayangan yang lain nya mirip dengan kami.” Kata Lori.
“Benar, wajah nya sangat mirip, seakan2 kita ber enam yang berjalan.” Kata Philia.
“Philiandra ne, aku kok jadi takut ya.” Kata Cecil sambil memegang tangan Philia.
“Yang ini Feirus oni chan, ini Matthew oni chan, ini Lorianne one chan, ini Cecilia one chan, ini Philiandra one chan dan ini aku.” Kata Rona sambil menunjuk gambarnya. “Ya, ini adalah cerminan kalian. Aku
tidak tau maksudnya apa tapi pasti ada sesuatu di balik ini yang bisa mengeluarkan kalian dari sana.” Kata Jones.
“Ahh ini benar2 membingungkan.” Kata Fei. “Kenapa bingung Yuu kun ?” kata bayangan itu yang tiba2 di
mereka yang selamat mengurung ku di planet ini dengan cara membagi dua planet ini. Akhirnya setelah berpuluh ribu tahun lagi aku merasa lelah dan aku pun tertidur, sampai aku di bangunkan oleh suara bising yang datang ke sini, dan ternyata ada manusia yang datang berasal dari bumi, aku mencoba mendekatinya
dan mereka malah meyerangku, jadi aku hancurkan kapal mereka supaya mereka menemani aku di sini. Belakangan baru aku mengerti, kalau tangan ku sudah bersimbah darah dan wajar sekali kalau mereka takut, aku terlihat hitam dan gelap. Sejak itu aku berjanji tidak akan menyakiti siapapun lagi dan hidup berdampingan. Yuui kun, Dai kun, Shinju chan, Keiko chan, Chi chan dan Saya chan, aku kesepian, aku lelah, mohon kalian jangan lupakan aku di sini, aku mau ikut kalian.” Kata Shiori, bayangan itu yang mulai menangis dan memeluk semuanya.”….” Mereka semua terdiam. “Kok kalian diam saja ?” Kata Shiori lagi.
“Cerita itu……berarti kamu…..” Tanya Fei. “Aku Shiori, Yuu kun.” Jawab bayangan itu.
“Shiori …chan, bisa km pergi ke ka rao kwe dulu ? nanti kita susul.” Kata Lori
kepada bayangan itu. “Baiklah Shinju chan, karaoke kan ? aku duluan ya, nanti kalian nyusul ya.”
Kata Shiori riang sambil berjalan menjauh. “Berarti Evil God adalah Shiori,
saat ini kita berhadapan langsung dengan Evil God.” Kata Matt. “Tapi menurutku,
kalau mendengar ceritanya, dia tidak jahat, dia hanya kesepian dan sedih.” Kata
Philia. “Menurut ku juga sama, karena di manfaatkan dan teman2 nya di bunuh,
dia mengamuk.” Kata Lori. “Aku juga melihat, dia adalah seorang remaja yang
mungkin umurnya lebih muda dari Ronanta chan yang sekarang. Wajar sekali kalau
dia masih labil, apalagi dia sendirian.” Kata Cecil. “Kita tidak bisa mengasumsikan dia baik atau jahat saat ini, yang jelas dunia sekarang sedang terancam, memang kalau melihat alasan dia aku bisa mengerti, tapi sampai
memusnahkan peradaban itu adalah hal yang lain.” Kata Matt. “Hmm aku rasa kita bisa memastikan dia itu baik, setelah aku teliti, dia benar2 murni arwah, yang terpisah dari fisik nya dan tidak terdeteksi adanya unsur negative. Ada kemungkinan, semua kemarahan dia, kesepian dan kesedihan dia selama dia hidup
ratusan ribu tahun menumpuk dan keluar akhirnya mengambil alih tubuh nya yang kemudian tersegel oleh para demon lords dua ribu tahun lalu. Jadi menurut ku Shiori berbeda dari Evil God yang sekarang. Tapi ini hanya teori ku, kebenaran nya aku rasa masih jauh dari teori ku.” Kata Jones ragu2. “Aku ada ide,
bagaimana kalau kita masukkan arwah Shiori kedalam satu Doll, jadi dia bisa mempunyai fisik.” Kata Rona.
“Eh apa tidak berbahaya.” Kata Cecil. “Aku rasa tidak, kita bisa pakai rencana Ronanta chan, arwah Shiori tidak bisa berbuat apa2, dan kita tau batas kekuatan Doll seberapa. Untuk berjaga2 di Doll kita kasih alat pengaman yang membuat Doll nya hancur kalau dia berbuat yang tidak2.” Kata Jones. “Saat ini aku rasa ini pilihan yang tepat.” Kata Matt. “Ya benar, kalau dia macam2 aku yakin kita bisa mengatasinya.” Kata Fei. “Heeeiiii, kalian kok lama sekali, aku sudah menyanyikan beberapa lagu.” Kata Shiori mendekati mereka.
“Shiori chan, begini, kamu mau ga ikut sama kita.” Kata Matt kepada Shiori. “Oh kemana ?” Kata Shiori
heran. “Kami sudah berunding dan memutuskan mempercayai mu.” Kata Matt lagi.
Kemudian mereka ber enam menceritakan seluruh kejadian sampai mereka terkurung
__ADS_1
di hutan ilusi. “Oh….jadi nama kalian semua Matthew, Feirus, Lorianne,
Philiandra, Cecilia dan Rona, dan kalian berbeda dari teman2 sekelasku. Dan
dunia sekarang di ambang kehancuran yang di sebab kan oleh Evil God.” Kata
Shiori. “Benar, dan kami harus keluar dari hutan ini untuk dan pergi ke balik
tembok untuk mencari cara menghancurkan nya. Apa kamu bisa bantu kami ?” Kata Fei.
“Bisa Yuu…eh Feirus kun, semua ini adalah badan ku, kalian berada di
dalam mimpi ku, bangunkan aku maka kalian bisa keluar.” Kata Shiori. “Maaf aku
mau tanya, kamu sebenarnya apa ? Arwah ? Jiwa ? Hantu ?” Tanya Lori. “Aku
adalah Shiori, atau lebih tepatnya aku dulu adalah Shiori, ketika aku di bawa
ke dunia ini dan setelah perbuatan ku nama ku jadi banyak Hero, God, Angel Sariel, Celestial….macam2 .
Aku sendiri tidak tahu kenapa aku di beri kekuatan ini, terus terang, teman2 ku
sebenarnya semuanya kuat, sebenarnya aku tergolong yang paling lemah. Mereka di
tangkap satu persatu dan di bunuh dengan berbagai cara.” Kata Shiori. “Celestial
? apa mungkin yang menciptakan manusia, elf dan lainnya itu kamu ?” Tanya
Philia. “Benar, waktu itu banyak makhluk keluar dari dalam tanah, mereka
seperti manusia tapi aneh dan jelek, di tambah lagi banyak reptile berjalan
dengan dua kaki dan kebetulan dulu waktu di bumi aku takut sama reptile. Jadi
aku bereksperimen berdasarkan ingatan ku dan cerita2 di bumi, jadilah manusia,
elf, beastmen, dwarf dan Halfling. Dan aku tidak kesepian lagi, sampai suatu
ketika ada manusia yang menangkap ku dan bereksperimen kepadaku. Mereka lain
dari manusia yang ku ciptakan, karena mereka berasal dari peradaban yg
kuhancurkan sebelum nya. Mereka berusaha membuat salinan diriku (clone) dan
mereka berhasil. Semenjak itu aku tertidur dan bermimpi.” Kata Shiori. “Kalau
begitu kami mengerti, bisa beritahu kami bagaimana cara membangunkan mu ?” Tanya
Matt. “Kalian berjalan lurus menuju tempat karaoke, di sana ada sebuah pintu di
dalam gedung, masuklah dan kalian akan bertemu aku.” Kata Shiori. “Baiklah,
kami ke sana.” Kata Matt. Mereka pun menuju arah yang di tunjuk Shiori dan
akhirnya tiba di satu gedung dengan papan nama “Karaoke” yang di bacakan oleh
Jones. “Ini tempat nya ya.” Kata Matt. “Iya Matthew ni san, ayo kita masuk.”
Kata Fei. “Hati2 semuanya, kita tidak tau ada apa di balik pintu ini.” Kata Lori. Mereka pun masuk dengan hati2, di dalam mereka menemukan sebuah ruang karaoke yang menyala dan seperti ada orang
di dalam nya. Fei membuka pintunya dan di dalam pintu itu ada sesosok wanita
yang memiliki sayap dan tanpa busana di pasangi kabel2 di seluruh tubuh nya dan
berada di dalam tabung besar yang berdiri di tengah ruangan. “Hmm ini pasti
pekerjaan orang bumi karena aku tau teknologi nya, aku bisa membuka tabung nya,
tekan tombol hijau yang kedap kedip di sebelah kanan tabung.” Kata Jones
setelah di perlihatkan isi ruangan oleh Rona. Fei maju mendekati tabung dan
menekan tombol nya sesuai arahan Jones. Tiba2 tabung mengeluarkan bunyi terbuka
dan air di dalam nya mengalir ke luar bersama dengan asap. Tubuh makhluk itu
pun tergantung karena banyak nya kabel yang menempel padanya. Lori dan Philia
kemudian mencabut kabel2 itu, yang kemudian membaringkan sosok itu di lantai
dan menyelimutinya dengan kain. Sosok yang berwajah cantik dengan rambut pirang
sampai ke alis matanya itu pun mulai sadarkan diri, matanya berwarna silver
__ADS_1
terang ketika dia membuka matanya. “Kalian……aku bertemu kalian di mimpi,
selamat datang kembali. Teman2ku.” Kata Shiori. Ruangan di yang tadinya adalah kamar karaoke pun berubah menjadi reruntuhan kuno yang tidak tau kapan di buat.