
“Yuk, semuanya ikut aku.” Kata Shiori yang kemudian menekan tombol di kursi singgasana. Mereka pun turun ke bawah tempat mereka menghancurkan mesin2 Evil God di dalam. “Di sini tidak ada apa2 ?” Kata Philia. “Sabar kei chan. Nah ada.” Kata Shiori sambil menekan dinding. Ruangan itu langsung bergerak turun seperti lift. Ketika sampai, Shiori menempelkan tangan nya di tembok yang menonjol di sebrang pintu masuk dan tiba2 tembok nya runtuh dan terbuka. Kesannya sama seperti waktu masuk ke pesawat ibu nya Rona.
“Ayo sini, kita ke ruang tempat Machina berada.” Kata Shiori. Mereka terus berjalan sampai menemukan sebuah gerbang besar terbuat dari besi. “Nah di sini.” Kata Shiori sambil menekan tombol di pintu dengan telapak nya. pintu pun terbuka. “Ayo masuk.” Kata Shiori sambil berjalan masuk. Matt dan lainnya berdecak kagum melihat semuanya. Di dalam ada sebuah tabung yang bentuk nya sama dengan sewaktu mereka menemukan Shiori. Di dalam nya ada sesosok tubuh yang tidak terlalu jelas kelihatan karena kaca tabung yang buram. Shiori langsung mendekati tabung itu dan tanpa ragu membukanya. Tabung pun terbuka,
terlihat sesosok manusia dengan sayap kelelawar dan tanduk domba yang tidak terlalu besar. Wajah dan badan nya terlihat sangat mirip seperti yang mereka lawan saat itu, tangan kaki nya tidak aneh seperti cakar dan kaki kambing melainkan seperti tangan dan kaki manusia biasa. Dan wajahnya tampan dan tampak seperti wajah manusia pada umumnya dan berambut hitam. “Perkenalkan ini Machina.” Kata Shiori sambil menopang Machina yang belum sadar. Shiori pun memakaikan pakaian kepada Machina dan memberinya kaca mata. “Kok pakai kacamata ? lagipula wajah itu memakai kacamata kok kayak nya……” Tanya Cecil.
“Waktu kalian melawan dia, matanya terpejam kan ? dia bukan meremehkan kalian atau bagaimana, tapi memang penglihatan nya tidak bagus, kacamata ini untuk membantu dia melihat.” Kata Shiori.
“Kamu ini benar2 masih banyak rahasia ya.” Kata Philia. “Hehe maaf kei chan.” Kata Shiori.
__ADS_1
“Ughhh…..Sariel ?” Kata Machina yang baru bangun dan membuka matanya. “Yup ini aku, jangan panggil aku sariel ni ni.” Kata Shiori. “Haaah ni ni” Kata semuanya. “Mereka siapa Shiori ?” Tanya Machina. “Masa lupa sama mereka coba lihat baik2” Kata Shiori. “Oh, Daisuke, Yuuya, Keiko, Chizuru, Shinju dan Sayako. Wah kalian sudah dewasa ya ?” Kata Machina. “Haaaaaaah” Semuanya pun kaget. “Shiori, cepat ceritakan, apa ini maksudnya.” Kata Lori. “Hehe, kalian ingat kakak ku yang sempat menemani kalian main kan walau kita masih kelas tiga sd dia sudah smp ? Sewaktu orang tua ku pisah dia ikut ayah ku. Waktu pemakaman nya kalian datang kan ? Ingat kan Eiji ni ni ?” Kata Shiori. “Haaaah Eiji ni ni” Teriak semuanya. “Dah Shiori aku yang ceritakan, tak lama setelah berpisah dengan kalian dulu, aku sakit2an, akhirnya aku besar di rumah sakit tanpa bisa keluar sama sekali. Hanya Shiori yang terus menjenguk ku, kalian pun sempat menjenguk kan waktu itu, nah sewaktu Shiori mau lulus smp (middle school ) aku meninggal. Dan aku terlahir di dunia ini dengan semua ingatan ku. Saat itu aku tidak tau apa2, sampai aku ikut ekpedisi di luar gerbang dan melihat seorang malaikat yang di tangkap. Ketika melihat malaikat itu, aku mengenali nya langsung kalau dia adalah Shiori. Kemudian aku mati2an menentang penelitian yang akan meneiliti tubuh Shiori yang tidak sadar, karena melihat kapasitas magic nya yang sangat besar. Karena saat itu aku adalah peneliti kerajaan semua
mendengar pendapatku untuk membuat homunculus yang bisa di gunakan untuk membuat salinan Shiori dan memindahkan magic nya. Karena Raja saat itu terlalu tamak dan mengharapkan kekuatan yang besar untuk menguasai segalanya, dia setuju2 saja dengan rencanaku. Aku pun merancang homunculus dengan bentuk seperti ini, dan memasukkan otak ku juga memindahkan jiwaku ke dalam tubuh homunculus ini atas bantuan teman2 peneliti ku yang menentang kerajaan. Tujuan ku supaya pikiran Shiori tetap pada tubuh nya dan yang tersalin hanyalah kekuatan nya. Kalau mereka mau memutilasi atau membedah ku tidak masalah.
Perpindahan akhirnya di lakukan dan ternyata yang ikut masuk ke dalam tubuh ini adalah emosi Shiori. Aku baru mengetahui kalau dia sudah melewati banyak hal selama di dunia ini. Hasil akhirnya yang terjadi bukan nya memindahkan kekuatan nya melainkan menjadi menyalin, kurang lebih seperti copy paste seluruh nya kecuali pikiran nya sedangkan di tubuh Shiori semuanya masih ada. Aku dengan pikiran ku dan tubuh baru ku pun berontak, membebaskan Shiori dan bersama Shiori mengusir mereka ke kembali ke balik tembok. Selebih nya seperti yang Shiori katakan, aku bersama dia selama dia tidur.” Kata Eiji. “Ya ampun, benar2 lelucon yang keterlaluan melebihi manga isekai. Ga nyangka ketemu ni ni di sini” Kata Matt. “Kok ni ni bisa tau kalau dia ini Shiori ?” Kata Cecil. “Haha ya tau lah, yang punya wajah seperti ini cuma satu.” Kata Eiji bercanda sambil memegang pipi Shiori. “Benar2 deh, kumpulan teman masa kecil jadinya ini. Iya ga ni ni.” Kata Fei tersenyum. “Iya Yuu, aku juga heran memang, tapi ya semua ini di luar kuasa kita kan” Kata Eiji. “Aku benar2 marah nih sama Shiori, sini km, benar2 km tuh, apa sih salah nya cerita ke kita semua ? Bilang kek kalau Machina itu ni ni.” Kata Lori. “Habis nya, kalian memang percaya kalau aku cuma cerita. Lebih cepat buktikan dan lihat sendiri
kan hehe.” Kata Shori “Pantes waktu di tanya Yuu kun kenapa km kok anggap saudara, km mutar2 ngomong nya. Ternyata maksudnya memang ni ni.” Kata Philia. “Kamu janji sama aku loh, katanya ga ada rahasia lagi, ini buktinya apa, kamu rahasiain ni ni dari kita.” Kata Rona. “Maaf Sayako chan.” Kata Shiori sambil menunduk. “Tunggu sebentar, kenapa kalian masih panggil aku ni ni ?” Kata Eiji. “Kan kita ngikutin dia dulu.” Kata Semuanya sambil menunjuk Shiori. “Haha jadi ingat, awal nya dulu sewaktu kalian main ke rumah, kalian masih SD kelas tiga ya, saat itu aku sudah smp kelas dua dan Shiori panggil aku ni ni dan kalian semua juga panggil ni ni.” Kata Eiji. “Kalau begitu kami semua minta maaf ya ni ni, kami bunuh ni ni soalnya.” Kata Matt sambil menunduk dan di ikuti sama yang lain. “Haha tidak masalah, yang kalian bunuh itu hanyalah tubuh kosong berisi emosi ku dan Shiori. Aku juga mohon maaf karena kalian jadi menderita karena perbuatan ku di tubuh itu.” Kata Eiji santai. “Hah tunggu dulu ni ni, berarti tubuh asli ni ni dimana ?” Kata Philia. “Loh ini tubuh asli ku, yg kalian lawan itu salinan ku yang aku tinggalkan di gerbang buat menjaga gerbang dan Shiori yang tidur, makanya meleleh kan ? karena memang itu clone dan pakai alat yang dari pesawat bumi membuat nya…kenapa ?” Tanya Eiji heran melihat semuanya menjadi geram. “SHIORI…..” Semuanya berteriak.
“Jadi mulaisekarang kita kubur masa lalu kita, sudah cukup nostalgia nya, kita hadapi bersama musuh yang
__ADS_1
akan datang.” Kata Eiji. “Siap ni ni.” Kata semuanya termasuk Shiori. “Nah kan masih panggil ni ni, haaaah, mudah2 an di kehidupan ini aku bisa menikah.” Kata Eiji menghela napas. “Loh kan ada aku ?” celetuk Shiori. “Dasar Brocon….” Teriak semuanya. “Sudah2, ok Shiori eh Sariel aku pertimbangkan.” Kata Eiji. “Kyaaah….” Shiori membatu dengan senyum yang lebar. “Ni ni, Shiori pingsan.” Kata semuaya. “Wah bakal repot nih, mereka belum bisa kontrol ingatan nya.” Kata Eiji dalam hati. Ketika ke enam nya sedang bercerita tentang masa lalu, Shiori mendekati Eiji. “Ni ni, aku belum cerita tentang hal itu.” Kata Shiori. “Tidak usah dulu sekarang.” Jawab Eiji. Tiba2 Yuan datang menyusul dan melihat Eiji. “Siapa km, bagaimana km masuk ke sini ?” Kata Yuan yang reflek memasang kuda2 nya. “Sebentar Yuan aniki.” Kata Matt sambil berlari mencegah Yuan. Kemudian mereka menceritakan semua kepada Yuan dengan tetap merahasiakan reuni mereka. Kali ini Shiori pun diam saja. “Oh maaf, aku tidak tau Machina sama.” Kata Yuan sambil menunduk. “Semua sudah di forbidden city yan Yuan aniki.” Tanya Matt menegaskan. “Ya semua sudah berkumpul.” Kata Yuan. “Jones, tolong pindahkan istana kita ke atas forbidden city dan angkat semua penduduk ke atas.” Kata Matt kepada Jones melalui alat komunikasi. “Baik Matthew oni chan.” Jawab Jones. Kemudian Jones langsung menembakkan traktor beam ke lapangan forbidden city dan mengangkat seluruh penduduk. “Sudah Matthew oni chan.” Kata Jones lewat alat komunikasi. “Baik, menjauhlah dulu dan keluarlah dari ibukota.
“Jones, tolong masukkan perintah sesuai petunjuk ku di konsol.” Kata Shiori. “Siap Shiori one chan.” Kata Jones lewat alat komunikasi. Kemudian Shiori memerintahkan Jones untuk menekan beberapa tombol di konsol. Batu dan tanah yang menutupi bagian bawah Flying Castle sehingga berbentuk seperti pulau yang lancip di bawah nya pun hancur memunculkan wujud asli pesawat bertingkat yang lancip di bawah. “Baiklah mari kita jalankan. Gimana Sariel ?” Kata Matt. “Siap, Machina bisa bantu aku kita gabungkan pesawat di sini dengan yang sedang terbang.” Kata Shiori. “Baik, sekarang kita berangkat.” Kata Machina / Eiji.
Terjadi gempa besar dan getaran yang hebat. Seluruh ibu kota terangkat berikut dengan seluruh rumah yang ada di atas nya dan sawah2 nya seluas delapan kilometer ke arah barat juga ke arah timur dan sepuluh kilometer ke selatan termasuk hutan juga ke utara, bagian bawah nya di tertutup batu dan tanah
seperti pulau yang ter angkat dan lancip di ujung bawah nya. Flying Castle yang sudah berubah pun terbang
persis di atas forbidden city. Kemudian komplek forbidden city masuk ke dalam tanah yang sudah terbang dan Flying Castle mendarat di lubang bekas komplek forbidden city yang seluas dua kilometer. Setelah itu, semua rumah di ibukota kekaisaran hancur berantakan dan di gantikan dengan rumah2 berjumlah banyak seperti yang ada di dalam kota Flying castle. Tembok yang mengelilingi Flying Castle pun masuk ke dalam tanah dan langsung mengelilingi seluruh pulau terbang dan membuat gerbang persis di depan hutan di selatan. Pelabuhan dan armory pun berpindah ke ujung pulau di sebelah barat. Machina kemudian menekan
__ADS_1
sebuah tombol dan tanah di timur pulau pun amblas ke dalam. Kondisi persawahan di utara masih sama seperti sebelum nya dan rumah2 nya pun tidak berubah, hanya saja di batasi tembok dan ada sungai buatan di dekat nya. Tak lama kemudian, komplek perguruan berserta pagodanya datang dengan terbang dan masuk
menancap ke tanah yang amblas di sebelah timur. Matt dan lainny pun keluar dari istana forbidden castle yang sekarang menjadi basement istana Fyling Castle dan berfungsi sebagai ruang kontrol. Konsol yang berada di singgasana kecuali monitor nya pun berpindah ke istana forbidden city yang menjadi anjungan kapal yang mengendalikan pulau terbang di sebut Island bridge.