The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 59 Pegasus and Orochi reveal them self


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Matt dan Fei pun sadar. Philia dan Cecil langsung memeluk Fei dengan menangis. Lori dan Rona juga langsung memeluk Matt dan menceritakan semua kepada Matt. Setelah semua tenang, Cecil pun menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan pada kandungan nya pada Fei di dampingi Philia dan lainnya. Mendengar cerita Cecil, Fei pun menitikkan air mata dan langsung memeluk Cecil dan Philia. Matt, Lori, Rona dan Jones berdiri  berpelukan di samping mereka dan melihat dengan wajah sedih.  Setelah itu, mereka meninggalkan rumah sakit karena sudah di perbolehkan pergi dan langsung menuju makam untuk membuat sebuah makam kecil untuk anak Fei dan Cecil  di sebelah makam orang tua mereka. Setelah selesai, mereka ber enam berdiri menghadap makam kecil itu dan memberi penghormatan. Setelah itu mereka berjalan menuju gedung pemerintahan melewati alun2 kota. Charlotte, Mabel, Franz dan Evan berada di alun2 menyambut mereka bersama para penduduk. “Selamat datang kembali. Syukurlah kalian semua baik2 saja, kami ber empat mewakili semua penduduk sangat bersyukur.” Kata Charlotte kepada ke enam nya. “Kami pulang…..” Kata Matt menjawab Charlotte. “Kami mewakili semua penduduk mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya anak dari Feirus dan Cecilia.” Kata Charlotte lagi. “Terima kasih Charlotte san, terima kasih semuanya.” Kata Cecil dengan haru. Mereka pun langsung menuju ke dalam gedung pemerintahan dan masuk ke dalam ruang singgasana. Di dalam, Yuan, Valia, Cezka dan Will sudah menunggu. Valia dan Cezka langsung memeluk Cecil. “Cecilia, yang tabah ya.” Kata Valia kepada Cecil. “Terima kasih Valia ne, Cezka ne, aku


tidak apa2.” Kata Cecil. “Syukurlah Cecilia, aku sangat khawatir soalnya.” Tambah Cezka. Yuan dan Will pun mendekati Fei dan menepuk2 pundak nya. Kemudian Matt menceritakan semuanya kepada Yuan dan lainnya tentang situasi terakhir. “Gawat, kalau kalian kalah melawan nya, berarti musuh kita berada di level yang berbeda.” Kata Yuan kepada Matt dan lainnya. “Untuk saat ini kita harus mundur dulu, kita harus susun strategi melawan mereka.” Kata Will. “Aku setuju Will ni san, kita memang berencana akan mundur dulu ke kerajaan dark elf. Keberadaan pulau ini belum di ketahui musuh.” Kata Matt. “Kita harus cari cara supaya bisa


lebih kuat lagi…” Kata Fei sambil berpikir. “Untuk hal itu aku bisa bantu…” Terdengar suara di depan pintu ruang singgasana yang terbuka. “Siapa km ?” Matt dan lain nya langsung bersiaga. “Tora ? Kenapa km di sini ?” Tanya Rona. “Maaf aku lancang masuk ke sini haha, tolong jangan bersiaga begitu, aku tidak ada maksud apa2.” Kata Tora menjelaskan. “Ronanta chan, siapa dia ?” Tanya Matt kepada Rona. “Dia Tora, atau kita bisa menyebutnya Byakko, dia lah yang menolong kita lari dari ibukota waktu itu. Wajar Matthew oni chan ga tau,


karena waktu itu selain aku, Gen dan Hebi semua nya pingsan.” Kata Rona menjelaskan. “Tadi km bilang bisa bantu kita supaya bisa bertambah kuat, apa benar bisa begitu ?” Tanya Fei.  “Aku akan jelaskan, tapi sebelum itu, kita tunggu Sei dan lainnya sedang menuju ke sini.” Kata Tora. “Baiklah, kita tunggu mereka di ruang pertemuan, ayo kita semua masuk ke dalam.” Kata Matt. Mereka semua pun masuk ke dalam ruang pertemuan. Tak lama kemudian, Levi, Suzu, Gen dan Hebi pun datang bersama dengan Eiji dan Shiori. “Hallo Sei chan apa kabar ?” Kata Tora yang berdiri menghampiri Levi. “Toraaaaaaaa” Teriak Levi sambil memukul perut Tora. “Aduh duh, kangen ya sudah lama tidak bertemu hehe.” Kata Tora. “Kangen ? aku marah, kenapa km ga pernah menghubungi aku dan menghilang begitu saja, walau terpisah tembok kan bisa menghubungi aku dengan telepati. Dasar ga tau diri. Mati aja sana.” Kata Levi sambil terus memukuli Tora. “Maaf2 aku ga nyangka km peduli sama aku hehe.” Jawab Tora. “Haaah siapa yang peduli.” Kata Levi lagi. “Ano…Suzu chan, sebenarnya apa sih hubungan mereka ?” Tanya Lori kepada Suzu dengan bingung. “Oi Tora di tanya tuh, apa hubungan km sama Sei chan.” Kata Suzu melempar pertanyaan. “Oh aku dulu pernah menyatakan perasaan ku padanya tapi di tolak haha.” Kata Tora sambil bercanda. “Haaaah siapa yang nolak, aku bilang kan tunggu. Eh….aku ngomong apa,” Kata Levi dengan wajah merah. “Oh berarti cintaku sekarang terjawab  nih hehe ?” Tanya Tora. “Ahhh tidak, jangan macam2. Aku bilang kan tunggu.” Kata Levi menutupi wajah merah nya. “Hmm baru lihat Sei chan jadi tsundere begini.” Kata Gen menambahkan. “Haha iya, baru lihat juga Sei one san seperti ini.” Tambah Hebi. “Nah udah tau kan hubungan mereka ? Sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.” Kata Suzu. “Siapa yang sepasang kekasih Suzu chan.” Kata Levi sambil mengengok ke Suzu dengan wajah merah. “Hehe Maaf Sei chan, km imut.” Kata Suzu bercanda. Tiba2 Tora menoleh ke arah Shiori dan Eiji. “Hmm kenapa mahkluk cahaya ada di sini ?” Kata nya dengan nada serius. “Panjang ceritanya Tora, aku bisa ceritakan.” Jawab Levi yang langsung menceritakan siapa Shiori dan lainnya kepada Tora. “Wow wow, ternyata seperti itu ceritanya. Baiklah aku mengerti. Semua sudah sesuai dengan rencana yang pernah Dewi katakan kepadaku.” Kata Tora. “Oh ya, km memang tidak terlihat kaget sewaktu aku bercerita.” Kata Levi. “Haha iya, Dewi sudah memberitahu kepadaku, bahkan dia minta aku menyelamatkan mereka dari arena waktu itu.” Kata Tora menjawab sambil memegang kepalanya. Kemudian Tora pun duduk dan raut wajah nya berubah

__ADS_1


menjadi serius. “Sekarang aku akan katakan apa yang sebenarnya terjadi di dunia dan alam semesta ini.” Kata Tora dengan nada serius.  “Saat ini, sebagian besar alam kehidupan kita sudah di kuasai oleh para Dewa dari alam dewa hitam, kita sebut mereka dewa hitam. Jadi bukan cuma di planet ini. Hebi…km sudah di ceritakan kan oleh Dewi Metatron perihal ini ? Dan bencana yang akan menimpa dunia kita ini ?” Tanya Tora kepada Hebi. “Iya, mengenai peperangan di dimensi dewa  dan kehancuran dunia ini dalam waktu dekat karena peperangan antar dewa yang menyebabkan tabrakan dimensi kita dengan dimensi dewa.” Kata Hebi menjawab Tora. “Benar, saat ini semua sedang terjadi, menurut perkiraan dewi metatron kurun waktu nya kira2 dua puluh tahun dari saat ini. Dimensi tempat kita tinggal dan dunia kita akan hancur kalau sampai


terjadi tabrakan dua dimensi. Sedangkan di alam semesta dimensi kita, hampir sebagian besar sudah di kuasai oleh  para dewa hitam yang ingin mengambil alih alam ini untuk ciptaan nya salah satunya peradaban Eden yang sedang kita perangi sekarang.” Tambah Tora. Semua yang di ruangan pun terdiam, semuanya menjadi ketakutan dan bingung. “Jadi dua puluh tahun lagi semua akan musnah, ini benar2 berita yang sangat besar dan mengagetkan. Apa yang harus kita lakukan untuk menghindari bencana ini ?” Tanya Matt. “Saat ini kita fokuskan dulu untuk menghancurkan peradaban Eden, itulah pesan Dewi yang di sampaikan kepadaku.” Kata Tora. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona saling melirik dengan wajah cemas. “Maaf Tora, kami ber enam mau bertanya, apa bisa kami melawan summon di arena kemarin ? Terus terang, kami kalah telak kemarin.” Kata Matt kepada Tora. “Hmm makhluk yang kalian lawan kemarin adalah Bahamut yang berasal dari dimensi Dewa hitam, raja dari raja naga. Musuh yang sangat sulit di kalahkan. Tapi, aku yakin kalian bisa mengalahkan nya, aku sangat takjub melihat kekuatan kalian ber enam kemarin dan aku yakin kalian belum mengerahkan semuanya kemarin.” Kata Tora. “Bagaimana caranya ? Apa kita harus bertambah kuat ?” Tanya Fei.  “Dewi menugaskan aku, sei, suzu, gen dan hebi membantu memberi blessing kepada kalian di pesannya yang terakhir, dengan cara memberikan batu permata di dahi kami kepada kalian.” Kata Tora. “Oh berarti sudah saat nya ya…” Kata Levi. “iya benar.” Jawab Tora. Kemudian Levi dan Tora melihat ke arah Suzu, Gen dan Hebi dan menganggukkan kepalanya. Suzu, Gen dan Hebi pun mengangguk kan kepalanya. “Maksudnya bagaimana ? Kami tidak mengerti.” Tanya Lori. “Kami para penjaga akan menyatu dengan kalian.” Jawab Suzu.


“Maksudnya menyatu ? kalian masuk ke dalam tubuh kami ?” Tanya Philia. “Benar, dan fisik kami akan menghilang, tapi kami tidak mati melainkan kembali ke dimensi alam dewa. Kekuatan kami di dalam batu Kristal akan menjadi milik kalian.” Gen menjelaskan. “Tunggu2, maksudnya kalian berkorban dan menghilang


mereka.” Jawab Tora. Shiori hanya tertunduk dan terdiam. “Aku akan membujuk mereka pelan2 setelah ini, mohon serahkan semuanya padaku.” Kata Shiori. “Baik, kami percayakan semuanya kepada mu. Terima kasih, kami semua di sini tau, kalau hal ini berat bagimu, tapi memang inilah yang di rencanakan dewi dan mereka

__ADS_1


adalah harapan kita yang terakhir.” Kata Tora. “Aku mengerti, mereka benar2  harapan terakhir, tapi mereka tidak perlu tau kalau harapan  dewi Meliodas dan Metatron adalah mereka, aku mohon, mereka sudah melewati banyak hal.” Kata Eiji. Sementara itu, di makam orang tua ke enam demon lord, Cecil berdiri memandangi makam kecil yang merupakan makam anak nya yang belum lahir, dia menangis dan tangannya mengepal. “Chizuru…..” Kata Fei dari jauh bersama dengan Philia di samping nya. “Yuu, kita biarkan dia dulu


sebentar, aku sangat mengerti perasaan dia, yang tepukul paling keras adalah


dia saat ini, dia dan saya chan dulu sangat akrab dengan Shiori. Km tolong mengerti.” Kata Philia sambil memegang lengan Fei.  “Aku mengerti…..sejujurnya aku pun tidak percaya akan hal ini, kenapa Dewi memberi  tugas yang sangat berat kepada Shiori dan Ni ni, aku benar2 tidak mengerti. Awal nya ku pikir sebuah keajaiban kalau kita bisa bertemu dan berkumpul kembali.” Kata Fei.  “Aku juga sama Yuu, aku berharap kita bisa bersama selamanya, sama sekali aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini.” Jawab Philia sambil memeluk erat tangan Fei, dia juga sebenarnya terpukul hanya berusaha tegar. “Kei…..” Kata Fei sambil


melihat Philia dan memeluk nya.  “Yuu,...Kei…..” sapa Matt yang baru sampai bersama dengan Lori dan Rona. “Chizuru chan……” Kata Rona yang melihat Cecil berdiri di depan makam. “Shiori bodoh….aku benar2 marah sama dia….mau sampai kapan dia membohongi kita.” Kata Lori sambil mengepal kan tangan nya. “Shinju……”

__ADS_1


Kata Matt sambil mengambil tangan Lori yang tergenggam. “Kita harus apa sekarang Dai….km biasanya paling tenang di saat2 seperti ini…..” Kata Lori sambil memeluk lengan Matt. “Aku tidak tahu……dengan situasi seperti ini, kalau aku setuju menerima kekuatan mereka, aku malah merasa bersalah mengorbankan teman sendiri. Saat ini aku tidak tahu, maaf Shinju.” Kata Matt. “Aku mengerti….maaf aku malah mendesak mu.” Kata Lori. “Aku akan memanggil Chi chan, kalian semua tunggu di sini saja.” Kata Rona yang langsung menghampiri Cecil. Dari kejauhan, terlihat Cecil yang menoleh di tegur oleh Rona dan langsung memeluk Rona dan keduanya terduduk menangis. Lori pun menangis melihat itu di pelukan Matt dan Philia juga menangis di pelukan Fei.  Tangan Matt dan Fei mengepal dan mereka mulai menangis. Setelah mereka semua tenang, mereka langsung berkumpul di depan makam orang tua mereka dan berdoa.


__ADS_2