The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 65 Dark Elf ancient civilization


__ADS_3

Sementara itu, di lain tempat, Matt yang sudah bekeliling akhirnya tiba di bekas kerajaan Kalpaka. Dia terus terbang menuju arah utara kota melewati istana yang sudah hancur dan menuju pegunungan berapi yang masih aktif.  Matt pun mendarat di kaki gunung itu dan berniat untuk beristirahat. "Huff aku berhenti


dulu....cape juga terbang terus." Kata nya sambil duduk di sebuah pohon besar yang sudah mati di kaki gunung. Matt pun mulai merengangkan badan dan tertidur sambil menjadikan kedua tangan nya bantal kepala nya, wajah nya di tutupi oleh topi nya. Sepoi2 angin membuat nya tertidur dengan pulas di bawah


pohon. Karena tertidur pulas, Matt tidak menyadari ada yang sedang mengamati nya dari balik batu besar di belakang nya. Kemudian yang mengamati nya mendekat pelan2 menuju Matt, perhatian nya tertuju kepada tas Matt yang di taruh di sebelah nya ketika dia duduk. Secara perlahan dia mengambil tas Matt yang tertidur pulas dan membukanya. Dia langsung mengambil makanan di dalam tas Matt dan memakan nya. Selagi menikmati makanan yang diambil di tas Matt, tiba2 ada sebuah bayangan besar menutupi dirinya. "Hei....kalau mau minta ya, jangan mencuri....." Kata seseorang berdiri di belakang nya. Ternyata Matt sudah


berdiri di belakang nya. "Kamu siapa.....kamu.....beruang kecil ?" Kata Matt. Ternyata yang mengamati dan mencuri makanan Matt adalah seekor beruang kecil yang tingginya sampai ke paha Matt dan di punggung nya berbulu merah seperti api menyala. Karena kaget, beruang kecil itu langsung berdiri dan mengeluarkan api dari punggung nya bersiap menyerang Matt. "Whoaaah...kamu mau melawan ku...majulah." Kata Matt yang langsung memasang kuda2 nya. Kemudian beruang kecil itu pun berlari ke arah Matt dan menyerang dengan


mendekap pinggang nya. "Hehehe silahkan angkat aku kalau bisa...." Kata Matt mengejek. Anak beruang itu terus berusaha mengangkat Matt dengan susah payah. "Nanti kalau kamu sudah besar boleh lawan aku lagi."


Kata Matt sambil menangkap tengkuk beruang kecil itu dan mengangkatnya ke wajah nya. Karena merasa terancam, dia mengeluarkan api yang menyala dari punggung nya. Karena kaget Matt langsung melepas nya.


"Ow....panas....kamu....." Kata Matt geram sambil memegang tangan nya. Melihat Matt yang marah, beruang kecil itu berbalik dan berlari menuju sebuah gua. "Hei tunggu........" Kata Matt yang berteriak sambil menyambar tas nya dan mengejar beruang kecil itu. Tanpa di sadari dia ternyata tiba di sebuah gua besar persis di bawah gunung berapi. "Wow...ada gua seperti ini di sini...." Katanya dalam harti. Melihat Matt berdiri di belakang nya, beruang kecil itu ketakutan dan lari ke dalam gua. "Hey....kenapa lari, tunggu......" Teriak Matt yang langsung menyusul masuk beruang kecil itu. Tanpa dia sadari dia terus mengejar beruang kecil itu yang terus masuk ke dalam. Akhirnya Matt tiba di sebuah gua besar dan dia tercengang melihat pemadangan di depan nya. "Dimana ini........itu piramid ? Ada piramid di planet ini....." Kata Matt. Selagi dia bengong, tiba2


sebuah anak panah melesat dan tertancap persis di depan kaki nya. "Eh....." Kata Matt. Dia pun mundur dan memasang kuda2 nya. Matt juga langsung mengambil senjatanya dan bersiaga. "Keluar kalian......" Kata nya. Tiba2 keluar beberapa orang dark elf laki2 mendekati nya. Sebagian membawa busur berdiri di belakang sambil mengarahkan panah nya ke Matt. "Siapa kalian ?" Tanya Matt. "Kamu siapa ? Main masuk saja ke


desa kami." Kata seorang pria yang berdiri di depan nya. Badannya besar dan kekar hampir sama dengan Matt, berambut silver dan bertelinga panjang, dia juga berjanggut panjang. Kulitnya berwarna coklat gelap dan mengkilat. Matt heran melihat pakaian mereka karena semuanya menggunakan baju karate (karate


gi) yang bertangan buntung. "Siapa sebenarnya kalian....maaf aku tidak ada maksud jahat, aku hanya mengikuti seekor beruang kecil yang mengambil makanan ku dan lari ke sini." Kata Matt sambil menyimpan senjatanya dan mengangkat tangan nya. "Siapa kamu sebutkan nama mu." Kata orang itu. "Nama ku Matthew von Astoria......nama lain ku Makimura Daisuke." Kata Matt. "Apa....Daisuke ? Dari mana asal mu ?" Kata orang itu. "Um aku dari atas sih, dari negara Astoria.....tapi dulu aku dari Bumi dan aku kenal pakaian kalian.....tapi siapa anda sebenarnya." Kata Matt. "Nama ku Kiros, aku kepala suku di desa ini........kenapa kami berpakaian seperti ini, karena desa kami adalah perguruan bela diri, yang di wariskan manusia pada jaman dahulu kepada suku kami." Kata Kiros. "Oh begitu, lalu kenapa kamu kaget mendengar nama ku ?" Tanya Matt. "Karena nama mu mirip dengan pendiri perguruan ini, nama unik yang aneh dan katanya berasal dari


bumi. Nama beliau adalah Daichi." Kata Kiros. "Oh begitu.....maaf  aku tidak tau ini desa kalian dan aku main masuk saja, tapi aku benar2 takjub karena ada bangunan piramid yang besar di tengah desa

__ADS_1


kalian." Kata Matt.  "Oh bagunan itu sudah ada sebelum kami datang ke sini, desa kami awal nya berada di dekat sebuah gerbang besar dan kami bertugas menjaganya. Leluhur kami memindahkan desa nya ke dalam gunung ini karena suatu alasan, yang kami sendiri tidak tahu apa alasannya." Kata Kiros. Kemudian Kiros mendekati Matt. "Kamu tau bangunan apa itu ?" Kata Kiros. "Aku mengenali nya, tapi setau ku itu adalah bangunan yang ada di bumi." Kata Matt. "Hooo.....berarti kamu tau ya.....mau masuk ke dalam ? Kita bicara di rumah ku." Kata Kiros. "Oh  bolehkah....." Kata Matt. "Boleh....kami menyambut manusia seperti mu." Kata Kiros. "Baiklah.....aku mau." Kata Matt. "Untung aku pakai penyamaran jadi manusia....." Kata Matt dalam hati sambil menghembuskan nafas nya. Mereka pun kembali menuju bangunan piramida. Ternyata di sekitar piramida ada sebuah desa yang lumayan besar dan di huni oleh Dark Elf. Matt melangkah masuk ke desa dan melihat banyak orang sedang berlatih bela diri di lapangan. "Wow desa ini sepert perguruan ya......" Kata Matt


kepada Kiros. "Benar, hampir semua penduduk desa adalah praktisi bela diri, kami menerapkan semua yang sudah di ajarkan leluhur kami yang di ajari oleh guru agung kami. Selain itu kami juga mengembangkan bela diri ini menjadi lebih kuat dan mematikan. Apa kamu tertarik belajar di sini ?" Kata Kiros. "Sewaktu aku masih di bumi, aku pernah belajar bersama teman ku beladiri ini, kebetulan rumah teman ku adalah dojo yang mengajarkan bela diri ini, sewaktu di bumi nama bela diri ini adalah Karate." Kata Matt. "Hoo kamu ternyata malah tau nama bela diri ini...luar biasa...benar sekali...guru agung kami Daichi juga menyebut beladiri ini karate." Kata Kiros. Kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah. "Masuklah, ini rumah ku." Kata Kiros. "Baiklah...permisi...." Kata Matt. Kemudian mereka masuk dan duduk di meja makan. Matt dan Kiros terus berbincang2 meneruskan pembicaraan mereka tentang karate dan jurus2 nya. Setelah itu, "Maaf Kiros san, tapi aku mau tanya, bangunan piramida itu sebenarnya apa ?" Tanya Matt. "Sejujurnya kami tidak tahu, bangunan itu sudah ada sejak jaman leluhur kami pindah ke sini.  Kamu mau melihat nya ?" Kata Kiros. "Boleh


kah ? aku mau melihat nya." Kata Matt. "Baiklah, ayo ikut aku." Kata Kiros. Kemudian mereka segera keluar rumah dan menuju piramida. Di depan piramida, Matt dan Kiros melihat banyak beruang yang besar2 sedang berjalan2 di sekitar piramid. "Kiros san, beruang2 itu tidak menyerang kita ?" Tanya Matt. "Oh tidak, mereka tinggal di desa ini juga dan membantu para penduduk, kadang mereka juga ikut kita latihan dengan meniru gerakan kita hahaha." Kata Kiros. "Oh....berarti mereka hidup berdampingan dengan penduduk.....luar biasa...." Kata Matt. "Haha....iya kadang malah kita makan bersama2 dengan mereka, tapi mereka sebenarnya makan batu lava dan cairan lava, kita namai mereka Hellflame Grizzly. Oh ya, mereka sudah ada sejak kita pindah ke sini, boleh di bilang mereka lah yang duluan tinggal di sini dan menjaga piramid itu." Kata Kiros.  Mereka berjalan masuk ke dalam komplek piramid dan akhirnya tiba di depan pintu piramid itu. "Nah inilah


pintunya, kami tidak tau apa yang ada di dalam, karena bagi kami bangunan ini adalah bangunan keramat dan tidak boleh sembarang orang mendekati nya." Kata Kiros sambil memandang pintu besar itu.  Matt pun maju ke depan dan membaca tulisan yang di tempel di atas pintu itu dengan plat besi. "Sungate Pyramid.........apa ya artinya ?" Kata Matt sambil memegang dagu nya. "Daisuke san......anda bisa membacanya ?" Tanya Kiros di


sebelah nya dengan heran dan kaget. "Oh maksudnya tulisan di atas pintu ? itu bahasa inggris, bahasa dari bumi. Huruf nya adalah huruf alphabet." Kata Matt. "Luar biasa........Daisuke san....rupanya benar2 dari bumi


ya....." Kata Kiros. Kemudian Matt melihat batu yang menonjol di samping pintu nya. Tanpa ragu dia langsung menekan nya dan keluarlah cahaya merah seperti sedang memindai tangannya.  Kemudian terjadi getaran dan pintu pun terbuka. Matt dan Kiros pun kaget dan saling melihat satu sama lain. "Mau masuk Kiros san ?" Tanya Matt. "Baik...Daisuke san." Kata Kiros. Kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam. Di dalam mereka melihat sebuah tabung besar dan ada konsol di depan nya. Matt mendekati konsol nya dan menekan tombol yang menyala di konsol itu. Tabung pun terbuka. Matt dan Kiros langsung mengambil senjatanya dan bersiaga. "Kiros san....mari kita masuk...." Kata Matt. "Baik...." Kata Kiros. Dengan hati2 mereka berdua masuk ke dalam tabung. Begitu di dalam tabung pun menutup dan lantai langsung turun ke bawah. Matt dan Kiros pun berteriak karena kaget. Lantai terus turun ke bawah di dalam tabung itu. Matt dan Kiros pun terdiam dan tidak bisa berkata apa2. Setelah turun selama 1 jam mereka akhirnya sampai di sebuah gua besar. "Wow.....tempat apa ini...." Kata Matt. Kiros pun diam saja tanpa bisa berkata apa2. Matt melihat kebawah ternyata di dasar gua ada sebuah kota dengan gedung2 yang sangat tinggi hampir sampai ke langit2 gua. Lift pun turun terus melewati gedung2 tinggi2 itu. Tak lama kemudian, lift pun sampai dan mereka keluar dari


tabung itu. Mereka sampai di sebuah gedung yang berisi alat2 yang canggih di luar jaman mereka saat itu. Dengan hati2 Matt dan Kiros keluar dari gedung dan tiba di sebuah kota dengan gedung2 menjulang tinggi. Matt dan Kiros berjalan terus menelusuri kota sampai alun2 kota. "Hmm ini pasti tempat tinggal demon sewaktu mereka masih di dalam tanah." Gumam Matt. "Aku pernah mendengar legenda itu sewaktu aku masih kecil.....ternyata benar2 ada ya." Kata Kiros sambil melihat sekeliling.  Kemudian mereka berjalan ke sebuah gedung berbentuk lingkaran dan masuk ke dalam. Sesampai nya di dalam mereka melihat banyak tabung berderet berisi banyak raksasa yang sedang tidur di dalam. "Makhluk apa ini......" Kata Matt. "Legenda ternyata benar....." Gumam Kiros. "Legenda.....?" Kata Matt. "Dulu pernah ada makhluk2 besar yang menghuni permukaan planet ini, mereka menentang para dewa dan akhirnya di musnahkan. Mungkin makhluk2 ini adalah raksasa tersebut." Kata Kiros. "Aku malah baru dengar ada legenda seperti itu." Kata Matt. Kemudian dia melihat salah satu tabung2 besar itu dan melihat di dalam nya ada sesosok manusia besar yang tingginya mungkin 20m sedang tertidur, Di dahi dan dadanya ada sebuah batu kristal besar yang menempel berwarna kuning. "Hmm kristal nya berbeda dengan kristal di dada ku ini....." Kata Matt sambil mengamati raksasa itu. Tiba2 terdengar suara berisik dari luar gedung. "Brak...brukkk....." Matt dan Kiros langsung berlari ke luar


dan menyimpan senjata mereka. "Hei...kamu kan yang mencuri makanan ku tadi...." Kata Matt sambil melihat beruang kecil yang sedang memasang kuda2 menghadap ke tabung di depan nya. "Waauur waaar....." Kata


beruang itu sambil mundur mendekati Matt. Karena bingung melihat sikap beruang kecil itu, Matt melihat ke arah tabung di depan nya. Dia kaget bukan kepalang karena yang berada di dalam tabung itu ternyata Eiji yang sedang tertidur. "Nini ? oh iya....Shiori kan pernah cerita kalau nini membagi2 badannya dan menaruh nya dekat pesawat yang di pisah2...berarti ini salah satunya.....dan berarti badan nya ini sudah kosong." Kata Matt sambil mendekati tabung dan memegang nya.  "Siapa itu Daisuke san ?" Tanya Kiros. "Pernah dengar nama Deus Ex Machina ? nah inilah badannya." Kata Matt. "Oh......" Kata Kiros yang langsung berlutut dan menyembah nya. "Eh....kenapa Kiros san ?" Kata Matt. "Bagi kita dark elf.....Machina adalah dewa......" Jawab Kiros sambil menyembah tabung itu. Matt hanya menggaruk2 kepalanya dan heran melihat Kiros. "Kita tidak boleh masuk ke dalam gedung ini....." Kata Kiros. "Oh kenapa ?" Tanya Matt. "Kalau di depan pintu ada Machina berarti dia menyegel pintu ini....dan sebaiknya kita diamkan saja." Kata Kiros. "Oh ok....aku mengerti.....baiklah bagaimana kalau kita kembali ke atas....dan kamu ikut....." Kata Matt sambil mengangkat beruang kecil itu. Kemudian mereka kembali ke gedung lift itu dan kembali naik ke atas. Setelah itu begitu mereka sampai di atas dan keluar dari piramid, terjadi gempa bumi yang lumayan besar. Setelah gempa mereda, seorang penduduk desa menghampiri Kiros. "Kiros san, gunung berapi mulai aktif, kita harus keluar dari sini dan tinggalkan desa kita......sebab kalau tidak kita akan terjebak di letusan nya." Kata penduduk itu. "Baiklah....segera buat persiapan, kita tinggalkan desa kita secepat nya." Teriak Kiros. "Maaf Daisuke san,


sebaiknya kamu juga keluar dari sini dan tolong bawa dia bersama mu." Kata Kiros sambil menunjuk beruang kecil yang sedang di dekap oleh Matt. "Lalu kalian mau kemana ? Apa yang bisa ku bantu ?" Kata Matt. "Kami akan pindah ke kerajaan dark elf di utara....cepat...kamu harus keluar dari tempat ini sekarang." Kata Kiros. "Tapi......" Kata Matt yang terlihat ingin membantu. "Kami tidak masalah....cepat.......aku memaksa." Kata Kiros. Matt pun terdiam sambil memeluk beruang kecil itu. "Baiklah...maaf Kiros san...aku pergi dulu.;...." Kata Matt. "Baik...nanti kita berjumpa lagi....cepat lah pergi." Kata Kiros sambil memegang pundak Matt. "Baik.....tolong hati2 dan kalian semua harus selamat." Kata Matt. Kemudian dia langsung terbang menuju gua tempat dia datang membawa beruang kecil itu. Begitu sampai permukaan, Matt melihat ke arah gunung berapi yang


sudah mulai mengeluarkan asap tebal. Tak lama kemudian terlihat banyak beruang2 besar dan penduduk yang keluar dari dalam gua dan langsung lari ke bukit yang lumayan tinggi. Matt pun terbang sambil membawa beruang kecil itu menuju kawah gunung berapi.  Dia melihat lahar sudah bergolak dan siap keluar di balik asap yang tebal. "Aku harus menolong mereka tapi bagaimana ?" Pikir nya dalam hati. Tiba2 di kepalanya terdengar suara. "Aku akan menembakkan meriam utama, menyingkir dari sana Dai kun." Kata Suara itu. Ternyata  pulau AUF ada di dekat nya dan sudah menyiapkan meriam utama untuk menembak

__ADS_1


gunung itu. "Whoaaah tunggu2....masih ada penghuni di dalam gunung itu......" Kata Matt. "Tenang, semua sudah ku angkut naik ke pulau......" Kata Rona. "Ya sudah tembaaaaak........" Kata Matt sambil menjauh dan menggendong beruang kecil itu. Dia langsung terbang menuju pulau AUF yang berada di belakang nya. Meriam utama pun di tembakkan dan menutup kawah gunung berapi itu, Tapi karena tekanan nya sangat kuat, gunung itu meledak dan menghamburkan lava keluar. Karena dashsyat nya ledakan itu, gunung


itu pun hancur dan air laut berbentuk tsunami yang di sebabkan ledakan dan gempa mulai masuk menggenangi bekas gunung itu. Setelah tsunami mereda akhirnya bekas gunung itu menjadi danau yang lumayan besar. Kiros dan para penduduk berserta beruang2 besar yang di angkat ke atas pulau menggunakan tracktor beam melihat gunung mereka tinggal tenggelam dan menjadi danau besar. Matt langsung menghampiri Kiros. "Maaf Kiros san....semuanya jadi begini....ini aku kembalikan anak beruang nya." Kata Matt sambil memberikan beruang kecil itu kepada Kiros dan menurunkan nya ke tanah.


"Wraaaau....Groooooo...." Kata beruang kecil itu memeluk kaki Matt. "Hei.....kenapa kamu ?" Tanya Matt yang bingung kaki nya di peluk beruang kecil itu. "Hahaha Daisuke san, dia suka sama kamu sepertinya....bagaimana kalau kamu rawat dia, kami akan turun di kerajaan dark elf. Tadi kami sudah


bilang sama adik mu....Sayako namanya ya....." Kata Kiros. "Oh iya...dia adik ku......tapi apa bisa aku merawat dia....." Kata Matt sambil mengangkat beruang kecil itu. "Hahaha dia yang minta loh.....tentu saja bisa......" Kata Kiros sambil tertawa. "Memang kamu mau di rawat oleh ku ?" Tanya Matt kepada beruang kecil itu sambil mendekatkan wajah nya. "Wrooooauuu......" Kata beruang kecil itu dengan mata tertutup dan tangannya memeluk wajah Matt. "Hahaha...baiklah...siapa nama nya Kiros san ?" Tanya Matt. "Wah dia belum punya nama, bagaimana kalau kamu yang namai Daisuke san ?" Tanya Kiros. "Hmm.....nama nya ya........Grizzy saja bagaimana....." Kata Matt. Kemudian beruang itu melompat turun dari tangan Matt dan langsung memperagakan jurus karate nya. "Wrooo wroooa wroooauuuu...." Kata nya. "Sepertinya dia senang Daisuke san...hahaha." Kata Kiros. "Baiklah.....mulai sekarang namamu Grizzy ya......" Kata Matt. "Wroooauuu......" Kata Grizzy. "Maaf Kiros san, aku tinggal dulu, aku mau ke istana dulu sebentar." Kata Matt. "Silahkan Daisuke san.....terima kasih bantuan nya." Kata Kiros. "Sama2 Kiros san...." Kemudian Matt langsung pergi dan menuju


istana. Dia langsung masuk ke dalam ruang singgasana. Di dalam Rona sudah menunggu sambil menggandeng Hikari. "Hei Saya chan.....halo Hikari....ossan datang nih..." Kata Matt. "Oh ossan itu siapa ?"


Tanya Hikari melihat seekor beruang kecil di belakang Matt. "Oh ini Grizzy....." Kata Matt memperkenalkan beruang kecil itu. "Wraaaooooo." Kata Grizzy  sambil mengangkat tangannya. "Hihi lucu...mama..boleh kan aku main sama Grizzy..?" Kata Hikari sambil melihat Rona. "Tapi jangan keluar dari sini ya....." Kata Rona. "Asiiiikkkkk......ayo Grizzy sini...." Kata Hikari sambil menarik tangan Grizzy yang besar nya sama dengan dirinya. "Wraaaoooo...." Kata Grizzy senang. "Huh satu lagi bawa binatang, lama2 istana jadi kebun binatang nih. Payah....." Rona menggerutu. "Eh memang semua sudah pulang ?" Tanya Matt. "Sudah.....semua kumpul di dalam ruang pertemuan...masuk saja...aku ogah." Kata Rona sambil melipat tangannya. "Kenapa ? kok ogah ?" Tanya Matt heran. "Lihat saja sendiri....." Kata Rona ketus. Kemudian Matt berjalan menuju ruang pertemuan. Ketika dia mau membuka pintu dari dalam terdengar suara ramai. "Heeeeeiiii..........Saber.....jangan lari2...sini...........biarkan saja kadal itu." Teriak Fei.  "Aduuuuh.....apa sih ini......Yuu kun....singkirkan peliharaan mu dari Cammy ku....." Teriak Cecil. "Iya aku sedang berusahaaaa......." Teriak Fei.  "Keiko......jauhkan burung mu dari aquarium ku.........cepaaat mau ngapain dia mengincar kraken ku...." Kata Lori. "Aduuuuuhh........Chappy kenapa ikut2 an mengejar kadal itu sih........Garuda menyingkir dari kraken.....Shinju chan...bilangin dong jangan melawan.....di kira garuda mau ajak dia main." Kata Philia. "Enak


saja bilang kadal....namanya Cammy dia Giant Chameleon, aku menemukan nya lagi mondar mandir di istana Xenobia dan mama nya ku bunuh, jadi sekarang aku tanggung jawab." Kata Cecil. "Masa bodoh ah.......lihat tuh dia jadi di kejar2 Saber begitu...." Teriak Fei.  Tiba2 "Bruaaak bruuuk....Prang...." Terdengar bunyi kencang seperti menabrak sesuatu dan sesuatu yang pecah. "Aaaaaaa aquarium ku......... Krakeeen.......mana kadal itu, kenapa dia tiba2 hilang. Jadinya macan jelek itu dan Chappy menabrak pecah aquarium nya....Keikooooo suruh burung mu taruh kraken di sini cepat." Kata Lori.  "Garuda....sini........cup cup...sini...taruh kraken


nya......." Kata Philia. "Shinju chan, namanya Saber bukan macan jelek....." Kata Fei.  "Bodo amat siapa kek.......Chizuru mana kadal itu........" Kata Lori. "Mau ngapain....jangan dong....dia ga salah, lagian namanya Cammy." Kata Cecil sambil membawa cammy yang masih kecil di kepalanya. Matt pun melepas pegangan


pintunya. "........ok sebaiknya aku tidak usah masuk." Kata Matt. Kemudian dia berbalik. tiba2 dia melihat Grizzy berlari ke arah nya dan langsung menendang pintu masuk. Kemudian Grizzy masuk ke dalam. Matt pun


terduduk di depan pintu karena terkejut. Di dalam, "Astagaaaaaaa beruang siapa lagi ini......hei hei mau ngapain...hoiiiiii kembalikan Garuda ku." Kata Philia. "Aaaaa itu burung jangan sambil menarik tentakel


dong.....lepas lepas." Kata Lori. Sementara di luar, "Ossan...mana Grizzy ?" Tanya Hikari polos. "Di dalam....sebaiknya kamu main sama mama mu dulu ya......" Kata Matt yang masih terduduk. "Kenapa ossan

__ADS_1


?" Tanya Hikari. "Di dalam berbahaya......." Kata Matt singkat. "Kan sudah ku bilang........" Kata Rona di belakang Hikari. Keributan di dalam ruang pertemuan pun terus berlanjut dan semakin ramai. Setelah itu mereka semua berkumpul dan bertukar cerita soal perjalanan nya dan apa yang mereka temukan sambil memeluk binantang masing2. Saat itu mereka tidak mengetahui apa2 dan apa yang akan terjadi selanjut nya. Mereka tidak terlalu memikirkan nya karena sibuk mengurus kerajaan.


__ADS_2