The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 56 Save the Genbu brothers, Guardian of the North


__ADS_3

Kemudian mereka pun masuk ke dalam gereja. Di dalam, mereka berbincang2, Shiori pun menceritakan semuanya, dari dia di panggil ke dunia ini dari bumi, bertemu dewi dan menjadi malaikat sampai


sekarang.  “Hmm, dulu dewi pernah bilang kepada kami semua, dia berpesan, supaya kami semua membantu enam bintang yang datang dari dunia lain karena mereka akan menyelamatkan dunia. Berarti benar yang di katakan Dewi kalau dia yang memanggil kalian, enam bintang dan satu pemandu nya. Untuk detailnya aku ga ingat, tapi dari berbagai penglihatan, aku memang melihat Shiori, itulah alasannya aku mencari dia.” Kata Suzu. “Hah yang memanggil kita ke sini adalah Dewi ? Bukannya kita di panggil di istana ya, oleh para penyihir dan putri kerajaan peradaban yang sudah punah ?” tanya Rona. “Iya, aku ingat nya juga kita ber enam di tugasi sebagai pahlawan karena kerajaan yang sedang di serang oleh bangsa2 lain. Tapi karena kita mengetahui


kenyataan nya, bahwa tujuan putri mau menguasai dunia dan sebenar nya dia bertindak lalim, maka kita langsung melarikan diri.” Kata Philia. “Kalau ga salah yang menemukan keganjilan2 di istana waktu itu adalah Shiori yang kemudian meyakinkan kita untuk lari.” Kata Lori. “Hm iya aku juga ingat, saat itu aku belum yakin seratus persen, malam nya aku bermimpi kejadian kalau kita tetap di istana.” Kata Cecil. “Benar, kalian memang yang di maksud enam bintang oleh dewi dan saat itu dewi mengganggu pemanggilan mereka sehingga kalian lah yang datang. Waktu itu kami tidak menyadari nya, walau aku di tugasi menjaga kalian.


Saat itu aku sangat membenci manusia soalnya. Sebetul nya salah satu alasan aku ikut dengan kalian karena hal ini, aku sudah mengetahui nya sejak kalian datang ke pulau.” Kata Levi. “Kenapa km baru jelaskan sekarang ?” Tanya Rona. “Sebab aku butuh kepastian juga dan dengan adanya Suzu aku jadi yakin. Karena yang di tugasi mencari adalah Suzu. Kami memiliki tugas masing2.” Kata Levi. “Hmm, kalau ada Byakko dia pasti bisa menjelaskan, karena dia di tugasi untuk menjadi perantara kalian berkomunikasi dengan dewi dan tugas Genbu adalah menurunkan pengetahuan nya tentang Dewi kepada kalian. Karena Dewi memberi kan


perintahnya kepada kami ber lima, kalau makhluk cahaya sudah ada dan terlihat, hampirilah, maka kalian akan bertemu dengan enam bintang.” Kata Suzu menjelaskan kepada semuanya. “Sebenarnya hewan suci penjaga dunia ada enam ekor. Kami ber lima dan dua lagi penjaga langit bernama Pegasus dan penjaga dunia bawah bernama Orochi atau Hydra. Tapi kami ber lima belum pernah bertemu dengan dua saudara kami. Dewi hanya berkata, ketika kalian semua berkumpul bersama enam bintang dan pemandunya, kedua saudara kami akan menghampiri kalian.” Levi menambahkan penjelasan Suzu. “Hmm enam demon lord dan enam hewan suci penjaga. Sewaktu pemanggilan pahlawan dulu, berarti memang Dewi yang memanggil kita. Karena seperti semua sudah di rancang oleh nya.” Kata Lori. “Aku ingin sekali bertemu Dewi, banyak hal yang ingin aku tanyakan, kenapa aku yang di jadikan pemandu dan  yang di tugasi memusnahkan peradaban2.” Kata Shiori dengan sedih. “Aku dan Sei chan sangat mengerti, menurut ku pun km berhak marah dengan Dewi, tapi aku cuma minta km mendengar penjelasan nya dulu. Yang lain aku rasa sama, kenapa kalian yang di panggil


dari sekian banyak.” Kata Suzu. “Benar, kami semua punya pertanyaan dan terus terang aku sangat penasaran. Tapi saat ini aku bersyukur kepada Dewi, banyak yang aku ingin lakukan sewaktu di bumi, sekarang aku bisa melakukan nya tanpa ada halangan apapun. Aku jauh lebih bahagia sekarang sewaktu di bumi, maka dari itu aku akan berjuang sekuat tenaga ku.” Kata Philia. “Kei chan benar, aku pun sama, dan mengetahui kalau kita bisa bertemu lagi seperti ini bukan kebetulan aku tambah bersyukur. Aku pun akan berjuang mempertahan kan kehidupan kami saat ini.” Kata Cecil. “Aku sama dengan Chi chan dan Kei chan, aku pun akan berjuang.” Kata Rona. “Aku dari kecil sudah tidak memiliki orang tua. Di bumi aku tinggal bersama dengan kakek ku, dia tidak mengaharuskan aku menjadi penerus kendo nya. Sekarang pun sama, aku di asuh oleh kedua orang tua angkat ku dan tidak di haruskan menjadi ksatria. Aku merasa, lebih dalam, karena kehidupan ku dulu di bumi dan sekarang di sini, hampir sama dan lucunya aku tidak pernah melihat orang tua ku sendiri baik dulu maupun sekarang. Bahkan aku jatuh cinta kepada orang yang sama tanpa aku mengetahui masa lalu ku sendiri dan masa lalu dia. Jadi aku yakin, kita di pilih di bumi pun untuk kesini sudah


di rencanakan. Ya tentu saja, aku akan berjuang sepenuh nya sekarang.” Kata Lori. “Iya benar Shinju chan, cuma km yang tidak banyak perubahan dari sewaktu di bumi dan sekarang.  Tapi walau begitu semua mengalami peningkatan di kehidupan sekarang.” Kata Philia. “Kalau di lihat, ni ni pun sama ya, dulu dia di bumi meninggal dan bereinkarnasi di sini, kalau dia tidak bertemu Shiori dan menolong nya, kita tidak akan seperti sekarang ini, kontribusi ni ni sangat besar di kehidupan ini seperti cita2 dia sewaktu di bumi. Dewi pasti juga campur tangan dalam hal ini.” Kata Cecil. “Iya benar, cita2 dia di bumi yang tidak tercapai, bisa tercapai di sini. Dan tetap bersama ku.” Kata Shiori. “Aku yakin Dai kun dan Yuu kun juga merasa sama dengan kita.” Kata Rona.  “Saat ini, kita cari genbu bersaudara dulu, mereka pasti tau di mana byakko. Aku agak khawatir dengan keadaan mereka.” Kata Levi. “Ya, km juga sudah mulai merasakan nya kan ? salah satu dari mereka mempunyai hawa kehidupan yang lemah.” Kata Suzu. “Hmm apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka, saat ini kita tidak bisa membayangkan nya. Tapi kita pasti menolong mereka, kalian berdua tidak usah


khawatir.” Kata Shiori. “Iya, aku percaya kalian, dan memang ini sudah di katakan oleh Dewi dulu.” Kata Levi. “Baiklah, bagaimana kalau kita sekarang mengunjungi distrik perumahan ? Kita carikan rumah untuk Suzu dan Sei.” Ajak Lori. “Km mau ikut Shiori ?” Tanya Philia. “Aku tidak ikut dulu, masih banyak anak2 di sini, aku akan mengawasi dan mengajari mereka dulu.” Kata Shiori. “Baiklah Shiori, kami jalan dulu ya.” Kata Cecil. “Ok, nanti titip makanan ya.” Kata Shiori. “Haah baik2.” Kata Cecil lagi. Mereka pun  keluar dari gereja dan pergi menuju distrik perumahan untuk mencarikan tempat bagi Levi dan Suzu.  Pulau terbang pun terus melanjutkan perjalanan nya, seminggu kemudian, sebuah pulau pun terlihat di sisi lain benua Kalpaka. Ke enam Demon Lord bersama Eiji, Shiori, Levi dan Suzu pun berkumpul di anjungan. “Suzu, itukah pulau tempat mu berada seharusnya ?” Tanya Matt. “Iya benar, tapi aku tidak merasakan keberadaan genbu di sana, melainkan di sebrang nya, sebuah kota terapung yang merupakan bagian dari kerajaan Kalpaka.” Kata Suzu. “Hmm kita sebaiknya berhenti di sini, kota itu persis di dekat pantai benua nya. Kalau kita mendekat, mereka akan curiga.” Kata Eiji. “Baiklah kalau begitu. Kita ber enam akan turun dan masuk ke kota itu. Seperti waktu di


akademi dulu, kami akan menyamar menjadi manusia murni. Kalian semua bersiap2 ya.” Kata Matt.


“Ok, aku sudah siap.” Kata Rona. “Kita semua juga sudah siap.” Kata Fei sambil menoleh ke yang lainnya.


“Suzu dan Sei tunggu di sini saja, sambil terus berkomunikasi dengan mereka. Kita amati semuanya dari sini.” Kata Eiji. “Baiklah, ku mohon selamatkan saudara kami, mohon bantuan nya.” Kata Suzu. “Sebelum kalian pergi, aku memberikan kalung ini, tujuan nya supaya kalian bisa membedakan hawa kehidupan kami dengan manusia lainnya. Tolong selamatkan saudara ku.” Kata Levi. “Baiklah, terima kasih, tanpa menunggu lagi,

__ADS_1


kami berangkat.” Kata Matt. Kemudian mereka ber enam pun merubah penampilan mereka seperti sewaktu di akademi dan langsung keluar ke pelabuhan. Mereka menuju pelabuhan kota terapung menggunakan sebuah perahu kecil. Ketika sampai, mereka melihat kota yang ramai penduduk yang beraktifitas. Tidak ada ras lain kecuali manusia.  Mereka menutupi kepala dan wajah nya dengan kerudung dan masuk ke dalam kota yang tidak di jaga. “Aneh, kota ini tidak ada prajurit yang menjaganya. Kita bisa masuk dengan


mudah ke sini.” Kata Lori. “Baguslah, kita tidak perlu menjelaskan macam2, tapi ada yang aneh di kota ini.” Kata Fei.  “Benar, kota ini seperti terlantar walau pun ramai. Lihat saja, banyak pengemis di pinggir jalan raya dan banyak pedagang2 yang mencurigakan.” Kata Matt. “Hmm sebaiknya kita mencari informasi dimana ya


?” tanya Philia. “Itu di depan jalan ini ada bar, apa kita coba masuk ke dalam ?” Tanya Cecil. “Jujur saja kalau di bandingkan dengan kota labirin, suasana di sini tidak menyenangkan. Aku kurang suka sebenarnya.” Kata Rona. “Kita harus mulai mencari Genbu, kita coba masuk ke bar itu.” Kata Matt. Kemudian mereka langsung menuju bar di depan mereka dan masuk ke dalam. Ketika mereka membuka pintu, para pengunjung bar langsung menoleh dan melihat mereka dengan tajam. “Hei lihat ada wanita2 muda.” Para pengunjung berbisik2. Matt dan lainnya langsung menuju bar. “Permisi, aku mau pesan minuman.” Kata Matt menyapa


bartender. “Oh…kalian orang baru ya, berani juga kalian ke sini.” Kata bartender sambil mengambilkan enam gelas bir. “Iya kita baru datang ke sini.” Kata Fei.  “Kalian datang darimana ? Jarang sekali ada wanita muda masih berkeliaran di jalan, semuanya rata2 di brothel. Penampilan kalian seperti noble, kalian datang dari ibukota ?” Kata Bartender. “Kami datang dari jauh.” Jawab Lori ketus. “Ok aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi, ada apa kalian datang ke kota ini.” Tanya bartender. “Kami sedang mencari orang.”  Jawab Fei singkat.


“Oh begitu, silahkan ini minuman kalian.” Kata bartender sambil memberikan enam gelas bir ke mereka. “Dai kun, kalung ini menyala, genbu ada di dekat sini.” Kata Lori sambil berbisik kepada Matt. Tiba2 pintu bar terbuka dengan kencang, terlihatlah seseorang berbadan besar sama dengan Matt berdiri di pintu. Wajah


tampan dan terlihat keras dengan rambutnya panjang dan memakai baju zirah berwarna hitam. “Ah dia lagi….” Gumam bartender. “Siapa dia pak ?” Tanya Matt. “Gen kun, dia kalau datang selalu marah2 dan berbuat rusuh. Pertanyaan nya selalu sama, dimana adik ku katanya.” Kata Bartender. Gen langsung berjalan menuju bar


menghampiri Matt dan lainnya. Para pengunjung pun langsung berdiri dan berlari keluar. “Kalian…..kenapa aku merasakan Suzu dan Sei dari kalian ? Siapa kalian ? Jawab.” Kata Gen sambil menggebrak meja bar. “Maaf, km siapa ?” Tanya Matt sambil berdiri. Fei dan lainnya pun ikut berdiri. Kemudian Gen melihat Lori


ikut kami, jangan melawan, atau adik mu akan kami bunuh.” Kata Orang itu sambil tertawa. “Bajingan, apa sebenarnya mau kalian ?” Tanya Gen. “Hehe, kami mau menjual mu, harganya pasti mahal sekali hehe.” Kata Orang itu. “Awas kalian…..” Kata Gen lagi sambil mengayunkan golok nya. “Gen, tenang sebentar, ijin kan


kami membantu, kalau km turun tangan nanti adik mu kena masalah.” Kata Matt sambil mencegah Gen maju. “Hei kalian, segini kurang banyak kalau mau menangkap Gen, bawa lebih banyak orang lagi.” Kata Fei yang langsung maju dan membuka kerudungnya. “Haha, kalian tidak usah ikut campur, eh tapi banyak wanita ya,


wah wah, kita bakalan main semalaman nih. Hahaha.” Kata Orang itu sambil tertawa dan semua orang itu pun tertawa meremehkan. Belum selesai tawa mereka, Fei dan lainnya langsung maju dan menghajar semua orang di situ kecuali satu orang yang berbicara. “Heeeei apa katamu tadi ?” Tanya Cecil di depan wajah orang


itu. “Hah kenapa…….orang sebanyak ini kalah ? Tidak mungkin ? Kalian siapa ?” Kata orang itu terduduk ketakutan. “Sekarang giliran aku yang bertanya, dimana adik nya Gen.” Tanya Matt sambil jongkok dan memegang dagu orang itu. “Tidak tahu, kami cuma di perintahkan oleh seorang noble dari ibukota untuk menangkap Gen. Dia juga dulu menangkap adik nya gen.” Kata Orang itu. “Siapa dia ?” tanya Matt lagi. “Namanya Lady Eun, aku hanya tau itu, kami biasanya berhubungan dengan anak buah nya, saat itu mereka menyuruh kami mengumpulkan remaja laki2 di kota ini.” Kata Orang itu. “Baiklah, selamat tidur.” Kata Matt sambil memukul tengkuk orang itu hingga pingsan.  “Terima kasih, tapi siapa sebenarnya kalian ?” Tanya Gen penasaran. “Akan km ceritakan, tapi sekarang apa ada tempat kita berbicara.” Kata Matt.  “Ikut aku, kita ke rumah ku di luar kota ini.” Kata Gen. Mereka pun keluar bar dan mengikuti Gen menuju rumah nya. Rumah Gen terletak di pinggir pantai paling ujung dan tersembunyi. “Ayo masuk kedalam, kita bicara di dalam.” Kata Gen mempersilahkan masuk. “Permisi, kami masuk.” Kata Ke enam nya. “Bisa ceritakan semuanya ?” Tanya Gen kepada Matt dan lainnya. “Kami datang dari balik tembok, aku Matthew Astoria, sebelah kanan ku Fei

__ADS_1


rus Astoria adikku, Philiandra Astoria istri pertama nya dan Cecilia Astoria istri kedua nya. Sebelah kiri ku, Lorianne Astoria istri ku dan adik perempuan ku Ronanta Astoria. Kami adalah enam penguasa dari Astorian Union Federation yang merupakan gabungan dari kerajaan2 di balik tembok yang tersisa.” Kata Matt


menjelaskan. “Aku Gen, aku tinggal di sini. Lalu apa hubungan kalian dengan Sei dan Suzu ?” Tanya Gen. “Sebelum itu, ijinkan kami bertanya, apakah km adalah Genbu ?” Tanya Matt. “Benar, aku sebenarnya Genbu, tapi Genbu adalah aku dan adikku. Karena aku sekarang sendiri, aku lebih suka dipanggil Gen.” Kata Gen.


“Apa km bisa berubah menjadi wujud sebenarnya ?” Tanya Lori. “Saat ini tidak bisa karena adik ku tidak ada.” Kata Gen.  “Baiklah, kami percaya.” Kata Matt. Kemudian, Matt dan lainnya kemudian menceritakan semua kepada Gen. “Aku mengerti kisah kalian, tapi saat ini aku sedang berfokus mencari adikku. Saat ini aku sangat lemah, karena terpisah dengan nya. Sampai2 aku memakai zirah dan membawa senjata2 ini untuk mempertahankan diri.” Kata Gen.  “Menurut orang di bar tadi, katanya adik mu di tangkap oleh Lady Eun,


siapa dia ? apa km kenal  ?” Tanya Fei.  “Lady Eun adalah orang yang pernah di tolong Hebi adik ku di pantai ketika dia hanyut sekitar tiga tahun lalu. Dia sempat tinggal di sini bersama kami. Tiba2 suatu hari dia hilang. Aku dan Hebi mencari dia ke kota dan menemukan katanya dia kembali ke ibu kota. Setelah itu beberapa


hari kemudian, banyak orang2 datang ke rumah ku ini dan membawa adikku pergi di saat aku sedang di lautan. Ketika kembali, aku menemukan rumah yang hancur berantakan dan adik ku Hebi menghilang, kemudian aku menyelidiki ke kota dan mendengar desas desus kalau Lady Eun menangkap seorang remaja di kota. Ketika sedang di kota, aku pun heran karena semua orang berlomba2 menangkap ku, katanya atas perintah Lady Eun. Sejujurnya aku tak percaya, sebab Lady Eun sangat berbeda dengan manusia lainnya, dia baik, penyayang dan penuh perhatian terhadap kami. Dia juga tidak membedakan antara rakyat biasa dan noble, semua orang di ciptakan sama dan ketika pulang tidak membawa apa2 katanya.” Kata Gen.”Hmm


ada ya ternyata keturunan Eden yang baik hati, sulit di percaya, maaf soalnya kami belum pernah bertemu manusia seperti Lady Eun.” Kata Matt. “Berarti ada orang yang menggunakan namanya kalau begitu.” Kata Lori. “Ada kemungkinan seperti itu, sebaiknya kita ke ibukota dan memastikan segalanya.” Kata Fei.  “Bagaimana cara kita ke ibukota ? kira2 berapa jauh dari sini kalau kita naik kereta kuda ?” Tanya Cecil. “Kalau kita pergi sekarang, mungkin tiga hari lagi kita sampai.” Kata Gen.  “Ok kalau begitu kita akan pergi sekarang,


aku akan menghubungi markas dulu.” Kata Matt. Kemudian Matt keluar dari rumah. Ternyata di depan rumah sudah berkumpul sekitar sepuluh prajurit yang mengepung rumah Gen. “Siapa kalian ?” Tanya Matt kepada para prajurit itu. Tanpa menjawab, para prajurit itu langsung menyerang Matt. Tentu saja, mereka bukan


tandingan Matt, dengan mudah nya dia menghabisi semua prajurit itu dan menangkap pemimpin nya. Mendengar suara pertempuran, Fei dan lainnya bersama dengan Gen pun keluar. “Ada apa Dai ?” tanya Fei. “Mereka menyerang ku tiba2, ketika aku keluar rumah ini sudah di kepung.” Kata Matt. “Ini seragam prajurit ibukota…..mereka sudah tau rumah ku rupanya, yang tau rumah ini Cuma aku dan Hebi, juga Lady Eun.” Kata Gen. “Hmm kita tunggu prajurit yang pingsan ini siuman, nanti kita tanyakan kepada dia.” Kata Philia sambil mengecek kondisi prajurit itu. “Aku siram air saja supaya siuman.” Kata Fei yang kemudian mengambil ember dan mengisi nya dengan air. Fei langsung menyiram prajurit yang pingsan berkali2 sampai dia tersedak bangun. “Apa….apa yang terjadi ? Hei lepaskan aku.” Kata Prajurit yang siuman itu. “Kalian prajurit ibukota, kalian kenapa bisa tau tempat ini, siapa yang menyuruh kalian. Cepat katakan atau mau seperti itu.”


Kata Fei sambil menunjuk prajurit2 yang mati dengan tubuh tidak utuh. “Aaaa….ampun…..kami hanya mengikuti perintah dari atasan kami di garnisun, katanya untuk mengepung sebuah rumah di ujung pantai dan menangkap orang yang ada di situ.” Kata Prajurit itu ketakutan karena di ancam Fei.  “Dimana garnisun mu ? siapa pemimpin mu ? Jawab.” Tanya Fei lagi dengan nada kencang. “Ampun…..garnisun ku di kota


terapung, pemimpin ku bernama lord Felon….ampuni nyawaku….lepaskan aku.” Kata Prajurit itu memohon. Fei berdiri dan langsung menghampiri Matt. “Sepertinya kita harus bertanya langsung kepada pemimpin nya.” Kata Fei kepada Matt. “Benar, kita selidiki dulu siapa yang menyuruh mereka, baru kita bisa tau dimana Hebi berada.” Kata Matt. Lori dan Philia pun melepaskan prajurit itu. Tiba2 prajurit itu berlari ke arah Rona dan mencabut pisau nya kemudian langsung menangkap Rona dari belakang. “Kalian pikir bisa kabur dengan mudah, diam di tempat atau gadis ini kubunuh. Aku akan menangkap kalian semua dan meraih jasa. Hahaha.” Kata Prajurit itu mengancam. “Wah benar2 nih, di lepaskan masih mengancam. Tapi sayang, km salah sasaran.” Kata Lori santai. “Haha benar2, silahkan Saya chan, terserah km mau di apakan orang itu.” Kata Cecil


menambahkan. “Kalian…..aku bunuh teman kalian ini, jangan pikir aku main2.” Kata Prajurit itu. Rona terlihat tenang dan sambil tersenyum dia memegang tangan prajurit itu. “Hei, tau ga, sembarangan pegang tubuh wanita terhitung pelecehan seksual, hukuman nya mati.” Kata Rona santai sambil memegang tangan prajurit

__ADS_1


itu dengan kencang. “Hei lepaskan, sakit…..dasar monster.” Kata Prajurit itu sambil mengerang kesakitan karena lengan nya di genggam oleh Rona. “Siapa yang monster, nih rasakan.” Kata Rona. Kemudian Rona menendang perut prajurit itu. Prajurit itu langsung terpental jauh dengan lengan yang putus karena masih di


genggam Rona. “Huh aku paling benci dengan laki2 hidung belang yang kerjanya meraba2 wanita.” Kata Rona sambil membuang lengan yang masih menggenggam pisau. “Woah saya chan sadis hahah.” Kata Cecil. “Baiklah, sekarang kita ke kota dulu, langsung menuju garnisun.” Kata Matt. Kemudian, tanpa berlama2 mereka langsung menuju kota  dan langsung ke garnisun prajurit ibukota yang ada di sana.


__ADS_2