
Lima hari kemudian, mereka ber enam pergi menuju guild di kota. Rona sudah selesai menginput huruf jaman
sekarang dan proses penterjemahan sedang berlangsung. Begitu sampai ke guild,
mereka ber enam langsung menuju petugas counter. “Selamat Datang the outcast.
Ini kartu anggota guild kalian, semua sudah menjadi Rank A, dan otomatis rank
party The Outcast menjadi Rank A. Selamat atas kenaikan Rank nya.” Petugas
Counter menyerahkan kartu guild ke mereka masing2. “Terima kasih, kalau begitu
permisi, kami akan kembali lagi.” Matt berkata kepada petugas counter. Ketika
mereka sudah mau pergi, tiba2 datang seorang petugas lain membisiki petugas
counter yg melayani Matt dan lainnya. Lalu tiba2, “Tunggu sebentar,guild master
ingin bertemu kalian.” Panggil petugas counter. “Oh baiklah, tolong antarkan
kami.” Jawab Matt ke petugas counter. “Duh mau apa lagi sih” Cecil bergumam.
“Sabar Cecil, mungkin kita mau di kasih selamat karena naik ke Rank A. Sabar yah ?” Fei menjawab gumaman Cecil
sambil memegang kepalanya. “Uuuu baiklah oni.” Cecil membalas. Mereka pun masuk
ke dalam ruangan yang di tunjuk oleh petugas counter. “Permisi….kami masuk.”
Matt dan lainnya masuk. “Guildmaster ini sy membawa tuan Matt dan partynya the
outcast.” Petugas counter, “Baiklah, terima kasih.” Jawab Guild master.
Guildmaster duduk membelakangi pintu. Dari suaranya, bisa di ketahui kalau
guildmaster adalah seorang wanita. Petugas counter pun keluar dan menutup
pintu. “Silahkan duduk, the outcast.” Kata GuildMaster sambil membelakangi.
Ketika Matt dan lain nya duduk, guildmaster pun berbalik. Dia adalah seorang
wanita elegan mengenakan pakaian gaun
dan sama sekali tidak terlihat seperti petualang, usianya sekitar 20 tahun.
“Perkenalkan namaku Valia. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan. “ Katanya.
“Hmm bukannya Valia adalah nama princess kedua ya ? Apa mungkin princess ada di
tempat ini ?” Matt dan Lori bertanya heran dalam hatinya. Sedangkan yang lain
nya membayangkan wajah dan sosok sab
sebagai guild master “Sangat jauh berbeda” Fei , Philia, Cecil dan Rona
berpikir dalam hati. “Langsung ke intinya..aku sudah membaca laporan, semuanya
sudah jelas tertera di sana, dan laporan kalian sama dengan laporan dari
akademi. Pertanyaan nya adalah apakah kalian yang membasmi Lord Valam ?” Tanya
Valia langsung. Matt dan lainnya langsung kaget dan berdiri. “Apa maksud
pertanyaan anda ?”Matt langsung buka suara. “Biar aku jelaskan.” Drax pun masuk
dari ruangan sebelah bersama seorang wanita. “Sebetulnya ibu inilah
guildmasternya dan yang duduk disana adalah princess Valia. Silahkan duduk biar
kita jelaskan.” Drax menenangkan suasana. “Aku adalah guildmaster, nama ku
Floren, aku adalah salah satu ksatria yang melayani princess Valia yang di
tugaskan oleh beliau sebagai guild master yg sempat vakum. Aku sudah mendengar
semua reputasi kalian dari Sabertooth, guild master kota labirin.” Floren
menjelaskan kepada Matt dan lainnya. “Posisi lord di tanah ini di gantikan oleh
princess Valia. Sekarang beliau yang mengatur daerah ini.” Drax menjelaskan.
“Aku dari awal sudah tau soal kalian dan reputasi kalian, itulah sebab nya aku
mengajak bekerja sama.” Tambahnya. “Oh jadi seperti itu, maaf tadi kita kaget
mendapat pertanyaan itu.” Jawab Fei . “Maafkan aku yang tiba2 bertanya. Saya
sudah lama mengincar orang itu, dia mendadak akrab dengan pangeran kedua
setelah berziarah ke makam enam saint.” Princess Valia menjelaskan. “Soal
ekspedisi yang kemarin, ada pertanyaan yang belum terjawab, kemana grup ekspedisi yang menghilang itu, menurut prof Lucas, orang yang tertangkap adalah anak buah ekspedisi tersebut.” Tanya Matt curiga. “Soal itu, aku bisa jelaskan…masuk Leslie.” Drax membuka pintu dan masuklah seorang wanita
menggunakan kerudung. “Perkenalkan aku leslie, pemimpin ekspedisi sebelum nya.”
Katanya. “Kami memang berniat mengungkap semuanya kepada kalian, saya harap
kalian bisa mempercayai kami.” Leslie menambahkan. “Baik princess sama, apa yg
sebenarnya kalian harapkan dari kami.” Fei bertanya kepada Princess Valia.
“Begini, aku sekarang adalah penguasa daerah ini. Aku di tugaskan oleh oni chan
eh pangeran kedua untuk menempati wilayah ini, yang sebelum nya di kuasai oleh
Lord Valam. Ruang gerak ku sekarang di batasi. Maka itu aku ingin meminta
tolong kalian untuk membantu penyelidikan kami. Sekarang kita tau ada beberapa
orang di akademi yang terlibat, kita masih belum tau siapa yang terlibat itu,
entah guru, kepala akademi atau bahkan murid. Tuduhan kita mengarah ke akademi
di ibukota bukan di kota ini. Leslie adalah murid di akademi ibukota, dan Drax
adalah pengajar ilmu pedang di sana. Aku sendiri pun masih bersekolah di
akademi ibu kota. Tapi karena aku di pindah kesini, aku akan melanjutkan
penyelidikan di dalam akademi di kota ini, bersama dengan Drax yang di pindah ke sini. Aku ingin kalian menyusup ke akademi dan menjadi murid di sana, sambil menyelidiki ajaran gereja dan sekte
dari dalam. Bagaimana menurut kalian ?” Tanya princess kepada Matt dan lain
nya. “Umm tapi kalau di ibukota, semua di sana dari kalangan noble kan ?
Bagaimana kita bisa berbaur ?” Tanya Philia kepada Princess Valia. “Tidak
masalah, pendaftaran kalian akan di masukkan oleh Drax langsung dan kalian di
perbolehkan memakai nama belakang sebagai status noble. Matt dan Lori akan
masuk ke high school kelas 3, Fei , Philia dan Cecil akan masuk ke kelas 2 dan
Rona chan akan masuk ke kelas 1. Bagaimana pendapat kalian ?” Tanya Valia lagi.
“Terus terang, aku tidak keberatan, malah sebenarnya aku penasaran dengan
ajaran gereja.” Matt bergumam, “Menurut mu bagaimana Fei ?” Tanya Matt. “aku
tidak masalah, dan kurasa yg lain juga tidak masalah, tapi rona chan hanya
sendirian di kelas 1, Cecil, bagaimana kalau km juga di kelas 1 menemani Rona
chan.” Tanya Fei ke Cecil. “Hmmm boleh juga, aku akan menemani Rona chan, tapi
Fei nii harus sering mengunjungi kita ya” Jawab Cecil. “Huaa sekolah bareng Fei .”
Philia berpikir dalam hati sambil senyum2 sendiri. “Baik, kalau begitu semua
setuju ya, silakan pilih nama belakang kalian untuk pendaftaran.” Tanya Valia.
“Boleh kami permisi sebentar ? kami mau berdiskusi.” Matt berkata kepada Valia.
“Baiklah aku berikan kepada kalian waktu satu jam untuk berdiskusi di bawah,
sebelum nya aku ucapkan terima kasih.” Valia membungkuk di hadapan mereka.
“Senang bisa membantu Princess sama.” Lori menjawab nya. Mereka ber enam pun ke
bawah, untuk makan dan berdiskusi. “Bagaimana ? Ada usulan ?” Tanya Matt ke
yang lain. “Sebentar, kalau pakai nama belakang berarti kita noble dong ?”
Tanya Cecil. “Loh, memang kita noble kan ?” Philia menjawab Cecil. “Mama Fei kan
princess 2000 tahun yang lalu.” Tambah nya. “O iya ya, kita jadi ikutan noble
ya, papa ku juga raja. Hanya saja kerajaan nya kita ga tau.” Cecil menanggapi.
“Oh iya Cecil, waktu itu kan km pernah tanya sama prof Lucas, nama tempat
basement kita yang tertulis di peta kuno
yg dia tunjukkan kan” Lori mengingatkan Cecil. “Iya benar kalau ga salah
Astorian Empire.” Jawab Cecil. “Kalau begitu aku usul, gimana kalau nama
belakang kita Astoria saja, aku dan Matt akan ikut menyandang nama itu.
Bagaimana menurut kalian.” Lori mengusulkan. “Ide bagus Lori, aku memang dari
noble tapi aku sudah tidak bisa memakai nama belakang ku. Aku setuju, bagaimana
yang lain ?” Tambah Matt. “Ya aku setuju, Cecil dan philia juga setuju kurasa,
kita bisa memakai nama tempat kelahiran ibu.” Jawab Fei . Cecil, Philia dan
Rona mengangguk setuju. “Gimana sudah ketemu namanya ?” Tiba2 di belakang
mereka ada suara. Ternyata Princess Vilia dan Leslie ada di belakang mereka.
“Sudah, kita menetapkan nama belakang kita ber enam adalah Astoria.” Jawab
Matt. “Wah bagus sekali, nama baru dan tidak pernah ada, Leslie tolong beritahu
Drax nama mereka.” Princess Valia menyuruh Leslie. “Baik Valia sama.” Leslie
segera naik ke atas untuk memberi tau Drax. “Leslie adalah murid high school
kelas tiga, dia akan sama dengan Matt dan Lori.” Tambah Valia “Kita akan atur
supaya kalian satu kelas semua.” Tambah Valia lagi. “Baik, terima kasih
princess sama.” Jawab Matt. “Ah panggil aku Valia saja. Mohon kerja sama nya
Matt senpai, lori senpai. Aku masih kelas 2 soalnya.” Valia menambahkan. “Oh
berarti kita setingkat ya.” Kata Philia. “Iya benar, mohon kerjasamanya ya
philia, Fei .” Jawab Valia. “Hmm oni senpai, jangan lupa yaaaa, sering2
kunjungi aku dan rona chan.” Cecil menggandeng Fei . “Iyaaa kouhai.” Jawab Fei .
Setelah makan, mereka pun naik ke atas
dan menghadap Floren dan Drax. “Baik, ini uang kalian dari quest berjumlah 200
koin gold dan di tambah 50 koin gold dari akademi, total 250 gold. Silakan di
terima.” Floren memberikan dua kantong uang di meja. “Untuk misi selanjutnya,
aku harap kalian tidak menggunakan senjata relic kalian pada saat di akademi,
hal itu sangat sensitive, di sana akan di sediakan senjata standart yang bisa
kalian pakai. Tolong di ingat jangan sampai status kalian bocor, apalagi soal
ras kalian. Kita semua di sini sudah mengetahui semua tentang kalian, kalian
tak perlu khawatir, status kalian aman bersama kami.” Floren menjelaskan.
“Baiklah aku sudah isi pendaftaran kalian, Matthew Von Astoria, Feirus Von
Astoria, Ronanta Von Astoria, Lorianne
Von Astoria, Philiandra Von Astoria dan Cecilia Von Astoria. Kalian akan di
beri gelar viscount oleh Princess Valia. Tolong di ingat nama kalian, dan panggilan
kalian. Dokumen akan di siapkan dan akan langsung di masukkan ke akademi.
Kalian sebaiknya segera menuju ibu kota, Karena sepuluh hari lagi sudah di
mulai semester baru.” Drax menjelaskan ke Matt dan lain nya. “Baik, setelah
bersiap2 kami akan berangkat.” Jawab Matt “Sekarang kami permisi dulu.” Tambah
nya. “Baik, selamat jalan.” Floren dan Drax menjawab. “Astoria sama, nanti
setelah siap aku akan tunggu di pintu gerbang, kita berangkat besok pagi2,
terima kasih dan selamat bergabung Astoria sama.” Kata Leslie. “Astoria sama
ada enam orang loh, yang mana ?” Tanya Lori meledek. “Ah….iya juga ya, apa
boleh sy panggil nama depan anda Lori sama.” Tanya Leslie. “Iya, panggil nama
depan saja. Dan ga usah pakai sama” Tegas Lori. “Baik….Lori” kata Leslie lagi.
“Begitu lebih nyaman hahah, mohon kerjasama nya leslie.” Jawab Lori. “Baik
Lori” Kata Leslie dengan kaku. Setelah itu mereka segera bersiap2 dan pulang ke
rumah menggunakan cermin. Mereka kumpul di makam lalu mereka memberi hormat dan
berdoa kepada orang tua nya. Mereka segera membereskan keperluan mereka selama
di ibukota. Keesokan paginya, mereka bertemu Leslie di gerbang kota. “Semua
sudah siap ya Astoria sama, dalam kantong ini ada seragam akademi, topi dan
dasi untuk kalian masing2.” Leslie memberikan kantong kepada mereka masing2.
“Aku sudah menyiapkan kereta kuda, silahkan naik.” Tambahnya. “Wow keretanya
bagus sekali, kursinya empuk.” Cecil melompat2 di dalam kereta. “Senjata relic
kita simpan di item box, aku akan menjaga item box ini.” Matt berkata kepada
lainnya. “Huh aku merasa telanjang tanpa senjataku.” Gumam Fei . “Sabar saja,
nanti pasti kita akan butuhkan, ingat tujuan kita adalah penyelidikan.” Jawab
Matt. “Untuk cermin, biar aku yang pegang” Kata Lori menambahkan. “Lori one
chan, nanti rona akan pakai beberapa kali mungkin untuk memantau hasil
terjemahan.” Kata Rona. “Iya, begitu km
perlu, langsung temui aku.” Jawab Lori. “Rona chan, sebaiknya km menyamar
supaya tidak ketahuan km ras dragon. Aku akan menyamarkan km menjadi manusia.”
Kata Philia. “Ok Philia one chan.” Jawab Rona. Philia kemudian mengenchant
gelang rona dengan camouflage spell. “Nah sekarang km bisa berubah kapan aja km
mau.” Philia berkata kepada rona. “Philia, km belajar dimana spell itu ? hebat
sekali.” Tanya Fei . “Oh ini spell warisan dari suku Elf yang di gunakan untuk
menyamar, kadang kalau masuk kota manusia aku membuat telingaku pendek supaya
tidak menarik perhatian, seperti ini.” Philia mengcast spell nya dan telinga
nya menjadi seperti manusia. “Wah aku juga mau kalau boleh, untuk sisik di
lengan ku dan mata ketiga Matt.” Lori juga ingin berubah. Kemudian Philia
mengenchant semua gelang termasuk Fei , Cecil
dan mereka bisa berubah sesuka hati. Mereka pun terus melanjutkan perjalanan.
Setelah sampai di ibu kota, mereka langsung menuju ke akademi. “Wah ibukota
bagus sekali, banyak bangunan besar dan banyak yang menjual macam2.” Cecil
melihat keluar jendela. “Iya bagus ya Cecil.” Philia menanggapi. “Aku dan matt
sudah pernah kesini, jadi sudah tidak kaget.” Kata Lori sombong. “Iya benar,
waktu pertama kamu loncat2 kegirangan dan membeli apa saja yg terlihat.” Sindir
Matt. “Wha…..itu rahasia.” Lori menutup mulut Matt dengan wajah merah. Setelah
sampai mereka pun turun dari kereta, penampilan mereka semua menjadi manusia.
“Hmm tidak ada ras lain yang masuk ke akademi ini selain manusia. Untung Spell
__ADS_1
milik Philia sangat berguna.” Matt berkomentar. “Hehe Thanks.” Philia merasa
bangga. Kemudian mereka mengikuti upacara pembukaan semester. Setelah itu
mereka masuk ke kelas masing2. Guru pembimbing kemudian masuk. “Selamat pagi, di
semester ini ada dua orang murid pindahan ….silakan masuk dan perkenalkan
diri.” Kata guru pembimbing. “Selamat pagi, aku Feirus Von Astoria…salam kenal
dan mohon kerjasama nya.” Fei memperkenalkan diri. Semua murid wanita berkasak
kusuk melihat Fei yang terlihat keren menggunakan seragam. “Selamat pagi,
namaku Philiandra Von Astoria….salam kenal dan mohon kerjasamanya.” Philia
masuk berikut nya dan langsung memperkenalkan diri. Para murid laki2 bersorak,
karena kecantikan Philia yang menonjol saat menggunakan seragam. “Baiklah
kalian boleh duduk di mana saja.” Guru mempersilahkan mereka duduk. “Baik”
Jawab mereka. Mereka pun duduk bersamaan. “Ne ne kamu adik nya Feirus….dia sudah punya tunangan ? Boleh kan aku kenal lebih dalam ?” Murid wanita di sebelah philia langsung berbisik padanya. “Tidak boleh….Fei adalah milik ku.” Jawab Philia ketus. Murid wanita itu langsung mundur dan berbisik ke
murid wanita lain nya. Sedangkan murid laki2 tidak berani mendekat Karena
melihat Fei . Mereka Cuma memandang Philia dari jauh. “Baiklah, sekian
pertemuan hari ini, karena ini masih orientasi silakan kalian memanfaatkan
waktu untuk kegiatan club atau kembali ke dorm.” Guru menutup pertemuan nya. Setelah guru keluar ruangan, langsung banyak murid wanita yang mengerubungi Fei . “Ne ne km tinggal dimana ? hobi mu apa ?
apa mau gabung club ? Makanan kesukaan mu apa ?” Banyak sekali pertanyaan yang
di lontarkan mereka kepada Fei . Kemudian Fei menengok dan melihat Philia yang sedang
di kerubungi juga oleh murid pria dengan berbagai pertanyaan. Wajah Philia terlihat risih dan sedikit ketakutan. “Maaf Permisi” Fei langsung berdiri dan menggandeng tangan Philia dan keluar kelas. Semua melihat mereka dengan bengong. “Ternyata sekolah itu melelahkan dan berat ya.” Gumam Fei . “Haha”
Philia hanya tertawa kecil. Tiba2 terlihat gemuruh menghampiri Fei dan Philia.
“Oniiiii, Philia neeee, tolong kami.” Cecil berteriak sambil lari ke arah Fei dan
Philia sambil menggendong Rona. Ternyata dia di kejar oleh banyak murid laki2. Cecil
pun bersembunyi di belakang Fei dan murid yang mengejar pun berhenti .”Oh Cecilia
sayangku, kenapa kau lari dariku.” Seorang murid pria berambut pirang dan
bepenampilan necil maju merayu Cecil. “Oh Cecilia…kita sudah di takdirkan
bersama, aku akan terus membahagiakan mu seumur hidup ku…pegang lah tanganku
ini Oh Cecilia.” Murid laki2 itu berlutut di depan Cecil yang sembunyi di balik
Fei . “Hey, dia tidak mau.” Fei mencoba menghentikan murid itu. “Siapa kamu
jangan menghalangi cintaku.” Murid itu menatap Fei tajam. Cecil langsung
melerai keduanya dan memeluk lengan Fei . “Umm maaf, aku sudah milik dia.” Cecil
memberitahu Murid itu. Dia pun langsung syok dan pingsan dan yang lain nya pun
bubar. “Hey Fei , philia, Cecil dan rona chan, kalian sudah keluar.” Matt dan
lori menemui mereka. “Kok kalian tenang2 saja ?” Tanya Fei heran “Dari tadi aku banyak mengusir orang dan
lari dari kerubungan.” Tambahnya. “Karena kita langsung jelaskan, kalau kita suami istri makanya nama kita sama.”Jawab Lori. Matt menoleh ke arah Lori. “Padahal sebelum km masuk aku cukup
populer loh waktu perkenalan.” Matt bergumam. “Diam” Bantah Lori sambil memukul
Matt. Satu jam sebelum nya inilah yang terjadi, ternyata
perkenalan Lori cukup bagus, ketika Matt masuk ruangan. “Perkenalkan nama ku
Matthew Von Astoria. Salam kenal dan mohon kerjasamanya” Langsung para murid wanita mengerubungi Matt. Mereka mengajukan banyak pertanyaan, karena memang Matt itu keren. Tak lama kemudian Lori pun
masuk “Perkenalkan namaku Lorianne Von Astoria. Salam kenal, untuk laki2 jangan
mendekati ku dan untuk perempuan jangan mendekati dia. Karena aku adalah istri
dia.” Lori langsung menggandeng Matt dan akhirnya satu kelas pun sunyi. “Ya
berkat kamu, aku di pandang sinis oleh beberapa laki2 di belakang.” Tambah
Matt. “Bagus, aku malas meladeni yg menggoda.” Jawab Lori. “Nih solusi nya.
Minta kertas dan alat tulis” Kemudian Lori menggambar kan pohon keluarga
Astoria. Seperti ini kira2 bagan nya : Keterangan gambar : + berarti Menikah ,
1st anak pertama, 2nd anak kedua, 3rd anak
ketiga
ASTORIA
1st Matthew + Lorianne Philiandra + 2nd Feiruss + Cecilia 3rd Ronanta
“Bagus kan, dengan begini pasti aman dari yang jahil.” Lori menambahkan. “Hahaha memang hebat Lori
nee.” Cecil tertawa kencang. “Terserah saja kalau aku.” Fei berkomentar sambil
senyum. “Aku malu” Wajah Philia jadi merah padam. “Huuuh” Matt lemas. “Heh km kenapa ga setuju
?” Tanya Lori. “Benar2 memalukan, trus apa rencana mu dengan gambar ini ?”
Tanya Matt. “Ini rencana ku” Lori mendekati dinding Hall dan menempel kertas
berisi gambarnya di situ. “Haaaah” Semua yang ada di situ menjadi kaget melihat
gambar itu, sebab Fei , Philia, Cecil, Matt, Lori dan Rona cukup populer karena
penampilan mereka sangat berbeda dari biasanya sewaktu menyamar menjadi manusia
dan mengenakan seragam. Ada yang mundur, ada yang menatap sinis, ada yang cuek
juga. “Dengan begini kita aman hehe” Kata Lori riang dan tersenyum lebar. “Dia
seperti preman sekolah. Tapi aku sayang dia” Pikir Matt dalam hati. “Btw Cecil,
kamu perkenalan nya gimana sampai di kejar banyak orang ?” Tanya Fei . “Cecil
one chan seperti ini. Ketika masuk “Perkenalkan namaku Cecilia Von Astoria.
Salam kenaal semua……muah.” Kira2
begitu.” Rona menjelaskan kepada Fei . “Alaah pantes.” Fei menutup wajah
nya.”Rona chaaan….” Cecil mengguncang2 Rona. “Habis kamu sebelum aku, datar banget Rona chan, masa seperti ini.
Ketika masuk “Salam kenal….namaku Ronanta Von Astoria……” lalu diam lama, semua langsung diam karena
menunggu kamu selesai. Aku maksudnya Cuma mau meramaikan suasana” Cecil menjawab
dengan wajah merah. “Lain kali aku ga mau tolong.” Kata Fei . “Oniiii….” Cecil
mengguncang2 Fei . Lalu mereka pun pergi
utuk makan di cafetaria. Sementara di hall, tempat Lori menempelkan gambarnya,
ada enam bayangan yang melihat gambar itu. Begitu masuk cafetaria, mereka
langsung menarik perhatian, lalu mereka memesan makanan dan duduk di satu meja.
“Jadi selanjut nya gimana Matt.” Tanya Fei kepada Matt. “Sebaiknya kita jangan
terlalu menonjol, supaya mudah bergerak.” Jawab Matt. “Wah rasanya sudah
terlambat kalau itu.” Lori menunjuk sekeliling . “Ahhh iya ini karena kamu.”
Jawab Matt. “Hehe maaf sayang, jangan marah” Lori bercanda lalu dia menengok,
wajah cantik nya berubah menjadi galak “Apa kalian lihat2” dan semua pun
menjadi seperti biasa. “Beres….sudah ah jangan cemberut gitu…besok juga pada
lupa, ini karena hari pertama aja hehe.” Lori mengelus2 punggung Matt.
“Hiks….mananya yang menyusup kalau seperti ini.” Kata Matt dalam hati. “Sudah
tenang dulu, benar kata Lori senpai, ini baru hari pertama. Kita lihat situasi
dulu.” Kata Fei . “Wah senpai haha” Lori tertawa. “Tapi benar, tidak lama lagi
pasti mereka tidak akan mengganggu kita.” Tambah nya. Dugaan Lori benar, semua
dan cantik ya.” Semua berbisik. Matt dan lainnya menoleh ke pintu masuk. Enam
orang datang, tiga pria dan tiga wanita. Semuanya berpenampilan menawan dan
sangat menonjol. Matt, Fei dan lainnya duduk saja melihat mereka. Tiba2 keenam
orang itu menghampiri meja tempat Fei dan lain nya duduk. “Perkenalkan aku
Robert Dietrich, wanita di sebelah ku
Victoria Kruz dan adik nya Melina Kruz, Pria kekar ini bernama Bernard Jurgen.
Pria di sebelah nya Alexis Reynard dan tunangan nya Collete Bozes. Kami ber enam adalah calon
saint di masa depan.” Robert memperkenalkan grup nya yang menonjol. “Oh lalu,
kalian ada keperluan apa ?” Tanya Fei dengan wajah datar. “Kalian keluarga
Astoria yang baru di transfer kesini kan ? Asal tau saja, kami lebih populer
dari kalian.” Robert menunjuk Fei . “Lalu, kalian ada keperluan apa ?” Jawab Fei
dengan wajah datar. “Jangan meremehkan kami….berdiri kalau di ajak bicara.”
Robert mulai kesal atas tanggapan Fei . “Lalu, kalian ada keperluan apa ?” Fei menjawab
dengan wajah datar dan tangan menopang dagu nya, dia tetap duduk. “Grr awas ya,
aku akan buktikan kita lebih populer.” Robet kesal, mukanya merah, lalu dia
mengajak yang lain nya pergi. “Hah ada2 saja.” Fei menghela napas. “Hmm Calon
saint ya, menarik juga.” Gumam Matt. “Mungkin kita bisa mencari informasi dari
mereka. Tapi tak perlu terburu2.” Tambahnya. “Iya, mereka sepertinya orang tua
nya sangat berpengaruh di gereja.” Lori bergumam. “Baiklah, untuk sementara
kita menghindar dulu dari mereka , bisa masalah kalau sampai terlalu dekat.”
Kata Matt lagi. “Bagaimana kalau habis ini kita keliling kota, sekaligus cari
informasi.” Ajak Fei . “Setujuu, oni memang pintar hehe.”Cecil langsung semangat. “Aku ikut ya, Rona chan juga…” kata Philia. “Rona mau
kembali ke rumah, untuk mengecek terjemahan nya. Maaf ya Philia one chan.” Rona menjawab. “Oh ya sudah
tidak apa2 Rona chan.” Jawab Philia. “Lori One chan bisa temani aku ? aku butuh
cermin nya” Tanya Rona. “Ok aku temani km Rona chan.” Lori menjawab Rona.
“Kalau begitu aku akan menuju dermaga untuk bertanya2.” Kata Matt. “Kita
berangkat sekarang ya.” Fei berkata sambil berdiri. “Baik, aku juga akan
berangkat sekarang.” Matt juga bangkit berdiri. “Aku dan Rona chan nanti saja,
sepertinya Rona chan masih mau makan. Cecil, km masih mau makan ?” Tanya Lori.
“Aku berencana ke daerah pasar sih…sendirian saja, kalau kira2 ada bahaya aku
terbang. Makan nya nanti di pasar saja” Cecil menjawab dan langsung berdiri.
“Baik aku duluan yaa….” Cecil pun langsung pergi. “Hati2 ya.” Teriak Philia.
“Siap philia nee.” Jawab Cecil sambil melambai. “Kita juga akan pergi, ayo
philia.” Ajak Fei kepada Philia. “Baik, kita pergi ya.” Philia pamit kepada
Matt, Lori dan Rona. “Selamat kencan ya.” Lori melambai kan tangan nya. “Wha…”
Wajah Philia dan Fei langsung menjadi merah dan langsung lari kelauar. “Kamu
itu memang iseng ya, Lori. Dulu waktu pertama bertemu, kupikir km orangnya kaku.” Matt berkata kepada Lori. “Hah dulu aku karena tugas, kalau aku bercanda, anak buahku akan kacau, lagipula aku
sudah menganggap kita semua adalah keluarga. Dan kalau aku sudah kenal luar
dalam baru aku berani bercanda ria.” Jawab Lori. “Mereka sungguh imut, masih
saja malu2 haha.” Tambah nya. “Hahah benar2, km bilang kalau sudah kenal luar
dalam kan, aku malah sudah mengenal bagian terdalam mu haha.” Matt meledek
Lori. “Hah bagian terdalam ? Maksudnya.” Tanya Lori heran. “Itu tuh, yg dalam.”
Matt memperjelas. “Fiuuuush” Wajah Lori langsung merah padam. “Idiot…..” Dia
langsung memalingkan wajah nya yg merah. “Hehe dia suka iseng dan bilang org
lain imut, padahal dia sendri sangat mudah di bikin merah….imut…..” Pikir Matt
dalam hari sambil tersenyum melihat Lori. “Baiklah, sudah cukup bercanda nya,
aku pergi dulu ya honey. Rona chan jangan memaksakan diri ya.” Matt pun berdiri
dan pamit. “Hati2 ya idiot.” Balas Lori tersipu malu. “Iya Matt oni chan,
hati2.” Rona melambaikan tangan nya. Sementara itu, di depan akademi. “Fei ,
kita mau kemana ?” Tanya Philia. “Aku mau ke alun2 kota, di sana sepertinya
menyenangkan, siapa tau bisa dapat petunjuk.” Jawab Fei . Sebenarnya Fei hanya
ingin keluar dan mencari udara segar, dia merasa penat karena berbicara dengan
banyak orang, Fei kurang bisa bersosialisasi, jadi hal seperti di kelas dan
cafetaria tadi sangat melelahkan baginya. “Ayo Philia, kita jalan.” Ajak Fei sambil
menggandeng tangan Philia. “Heeeh ini jadi beneran kencan dong.” Pikir Philia dalam hati sambil tersipu2.
Letak akademi tidak jauh dari alun2 kota. Mereka melihat banyak orang
berkerumun di depan air mancur. “Wah itu ada apa ya, banyak orang yg melihat,
ayo kita kesana Philia.” Ajak Fei kepada Philia. “Baik.” Philia sangat senang
dan tersipu2 karena terus di gandeng oleh Fei . Setelah mereka agak maju,
mereka melihat seperti pelelangan. Yang di lelang ternyata budak2 wanita dari suku
beastman dan elf. “Ayo, ayo silakan, budak2 yang cantik dan energik, mereka
adalah musuh gereja dan heretic. Mulai dari sepuluh silver untuk yang paling
kiri beastman yang cantik….ayo…ayo.” Teriak pelelang. Banyak yang antusias
menawar dan budak akhirnya terjual. “Ayo Berikut nya, paling kiri elf pelanggar
norma gereja……cantik dan energik, mulai dari 7 silver….siapa mau mulai?”
Pelelang menawarkan gadis berikut nya. Gadis itu menangis, karena ada beberapa
peserta lelang yang menarik bajunya hingga terlepas. “Sungguh tidak bermoral,
rupanya gereja berbuat seperti ini terhadap suku lain selain manusia.” Pikir Fei
dalam hati dengan geram. Philia menarik lengan baju Fei , tubuh nya gemetaran
dan terlihat sangat ketakutan. “Oh tidak….bodoh nya aku.” Pikir Fei yang sadar
trauma Philia yg bekas budak. “Maaf Philia, aku tidak menyadari, ayo kita duduk
disana.” Fei langsung memegang Philia yang gemetaran dan membawanya ke kursi di
belakang mereka. “Maaf Fei ….aku hanya….” Philia berkata dengan gemetara. Belum selesai Philia berbicara, Fei memeluk dirinya. “Maaf, aku ga sadar km punya kenangan buruk soal ini. Gereja sangat
sewenang2, berarti selain ras manusia, semua boleh di perbudak.” Ucap Fei sangat
geram. “Sebaiknya kita pergi dari sini philia.” Ajak Fei . “Maaf Fei , kaki ku
masih lemas.” Jawab Philia. Fei berbalik dan membungkukkan punggung nya di
hadapan Philia. “Ayo Philia…naik saja, aku akan membawamu.” Ajak Fei ramah.
“Baik.” Philia segera naik ke punggung Fei dan Fei langsung berdiri. “Aduh ini
memalukan….tapi…aku senang.” Pikir Philia dalam hati. Dia pun merangkul Fei dengan
senyum di wajah nya. Mereka pun berjalan ke arah pasar. “Fei nii, philia nee
kenapa ?” Cecil ternyata melihat mereka dan segera menghampiri sambil makan
__ADS_1
sate daging. “Nanti kuceritakan, aduh, lihat mulut mu belepotan.” Fei pun
mengeluarkan sapu tangan nya dari kantong dan mengusap mulut Cecil yang sibuk
makan. “Heeee Oni, memalukan. Tapi terima kasih.” Cecil pun tersipu2. Ternyata
ada beberapa murid akademi yang mengamati dari jauh. “Yuk Cecil, kasihan
Philia, dia tertidur.” Kata Fei . “hehe iya, habis punggung oni enak sih.”
Canda Cecil. “Haha bisa saja.” Fei membalas. Mereka terus berjalan,
sementara murid2 yg mengamati mengikuti mereka. “Fei nii…” Cecil melirik kebelakang. “Aku tau…di depan ada gang sepi, kita belok.” Tambah Fei . Mereka pun belok ke dalam gang, para murid yang mengamati
pun ikut belok. Para murid itu kaget karena Fei dan lain nya tidak ada, mereka
memeriksa masuk ke dalam gang lebih dalam. “Apa mau kalian ?” Fei muncul di
belakang mereka. “Heh keluarga noble rendahan, beraninya km mengambil
popularitas kami anak2 noble ibukota yg di berkati gereja, km hanya noble
pinggiran.” Salah satu noble itu menunjuk Fei . Namanya adalah Chris Klaus. Dia
merupakan pemimpin murid2 lain nya yang sebagai noble memandang rendah orang
lain dan ras lain. “Kami akan memberi mu pelajaran, kami semua adalah swordman.
Dan kami kuat. Kamu akan kami tamatkan di sini dan wanita2 itu akan menjadi
mainan kami, bersiaplah” Tambah Chris. “Ok kalau itu mau kalian, Cecil titip
Philia. Ini bagian ku, kalian diam saja, aku mau melampiaskan kesal ku” Fei menurukan
Philia ke pangkuan Cecil .”Baik Oni, jangan berlebihan ya.” Cecil menyemangati
sambil tertawa kecil meremehkan. “Hey perempuan berani meremehkan kami ya, akan
kami cincang laki2 ini, berikutnya km akan jadi mainan kami, bersiaplah
hahaha.” Chris berkata dengan sombong nya. Fei terus melangkah maju sambil
menggertakkan tangan nya. “Mana senjata mu, km pikir bisa mengalahkan kami
tangan kosong, jangan mimpi.” Chris dengan sombong nya menantang. “Para cacing
seperti kalian cukup pakai sebelah tangan.” Jawab Fei sambil mengeluarkan satu
tangan nya. “Kurang ajar, seraaang.” Chris berteriak. Fei menghindari serangan
kelima lawan nya dan membalas satu pukulan setiap dia menghindar dengan satu
tangan nya dan sampai di hadapan Chris. Kelima murid yang menghadang pun roboh
dan pingsan. “Hoii bangun, hajar bajingan ini….ayoo bangun.” Chris berteriak2
ketakutan. “Hoo swordman hah. Lalu kau mau apa sekarang ?” Fei berkata sambil
mendekatkan wajah nya yg tersenyum meremehkan ke wajah Chris. “Hiiii a..a…awas
ya kau….ampun….” Chris sangat ketakutan, wajah nya pucat. Lalu Chris berlari
menghidari Fei dan menuju ke arah Cecil yang sedang duduk memangku Philia.
Chris mengancam Cecil dengan pedang dari belakang nya. “Hahaha aku akan bunuh
wanita ini hahaha.” Chris mengancam Fei . “Oni, yang satu ini buat aku boleh ?”
Tanya Cecil riang. “Haaa….” Chris keheranan mendengar ucapan Cecil.
“Silahkan…oh tolong lempar kesini deh.” Kata Fei meremehkan. “Baiiik…hup.” Cecil
pun menarik lengan Chris yang mengitari lehernya dan melemparnya ke arah Fei .
Sebelum jatuh, Fei menangkap kerah baju Chris dan membanting nya ke tanah dengan
kencang. “Akh……kalian….monster” Chris yang sudah tidak bisa bergerak sangat
ketakutan. “Sekarang pertanyaan nya. Kamu mau apa ?” Fei mendekatkan Wajah nya lagi dengan cuek nya. Chris yang sudah sangat ketakutan pun pingsan. “Hgggh eh ada apa ini..?” Philia yang baru
bangun kaget melihat banyak orang terkapar. “Hehe selamat pagi Philia nee.”
Sapa Cecil. “Ayo kita kembali, biarkan saja mereka disini, nanti kuceritakan ya
philia.” Mereka bertiga pun segera meninggalkan gang itu dan membiarkan Chris dan lain nya tergeletak pingsan.
Ketika mereka pergi muncul sosok orang berbaju dan berkerudung serba hitam, dia
melihat Chris yang pingsan dan tertawa. Kemudian dia seperti membaca mantra dan
sebuah bayangan masuk ke tubuh Chris yang pingsan. Sementara itu, di dermaga,
matt sedang berada di pinggir laut. “Ah enak nya, bisa menghirup udara laut, coba Lori dan lainnya ikut kesini.” Pikir Matt dalam hati sambil menghirup udara laut. Tak lama dia melihat beberapa
orang yang berpakaian serba putih. “Oh mereka pendeta gereja, apa yang mereka
lakukan di dermaga ?” Matt melihat dari kejauhan. “Aku akan coba berpapasan
dengan mereka.” Pikir Matt. Lalu, Matt menuju arah yg berlawanan dari beberapa
orang itu. Mereka pun berpapasan, ketika Matt melewati mereka, dia merasakan
ada hawa undead yang kuat. Dia pun langsung menoleh dan melihat orang2 itu
adalah orang biasa. “Hmm apa itu barusan, hawa undead dan kegelapan dengan
nafsu membunuh yang kuat. Apa perasaan ku saja ?” Dia berpikir dan menoleh
sekali lagi, ternyata beberapa orang yang dia lewati pun hilang. “Hah kemana
mereka.” Pikirnya. “Aku sebaiknya kembali dulu, jangan terlihat mencurigakan. Aku ingin berbalik dan memastikan sebenarnya, terlalu riskan.” Matt pun berjalan seperti biasa. Tiba2 dari
belakang nya, terdengar suara teriakan orang kesakitan, matt pun berbalik dan
menuju arah suara itu. Ketika sampai ke tempat itu, dia melihat seorang
pengemis yang sudah mati dengan menjadi mumi.”Oh tidak, aku terlambat.”
Pikirnya. Tiba2 terdengar banyak suara ramai dan langkah kaki menuju ke arah nya. “Sebaik nya aku pergi dari sini.” Matt pun melompat dan mengamati dari atas gedung. “Hey dia sini, astaga oji
san.” Teriak seorang yang datang pertama kali. Mereka sepertinya nelayan. “Hmm,
para nelayan. Berarti yang terbunuh adalah seorang nelayan.” Pikir Matt. “Aku
kembali dulu ke akademi. Ini kasus kematian yang aneh.” Pikirnya. Matt pun
segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke akademi. Sementara itu, Fei ,
Philia dan Cecil sudah tiba di gerbang akademi. Mereka melihat Lori dan Rona
sedang berjalan ke arah mereka. “Fei , sudah kembali ? Bagaimana ? Apa
menemukan sesuatu ?” Tanya Lori sambil menghampiri Fei . “Ah…tidak ada yang
special, hanya saja kami sekarang tau kalau ibukota sudah ada di bawah pengaruh
gereja. Banyak terjadi diskriminasi terhadap ras lain selain manusia di kota
ini. Juga tadi kami di serang oleh beberapa murid dari akademi yang
mengatasnamakan noble yang di berkati.” Kata Fei kepada Lori. “Benar lori ne,
tadi aku dan Fei melihat pelelangan budak di alun2 kota. Mereka memperlakukan
budak2 itu yang kesemuanya wanita seperti barang. Suasana di ibukota benar2 sangat berbeda dengan kota lainnya”Tambah Philia menegaskan. “Ya, waktu aku dan Matt kesini, kami tidak bisa mendekati distrik lain kecuali pasar, dermaga dan distrik campuran karena kami tidak menyamar seperti sekarang. Itulah
mengapa penyelidikan kami menjadi buntu saat itu. Kalian sudah paham situasinya
kan sekarang” Lori membenarkan. “Aku mau menceritakan pengalaman ku saat di
pasar tadi, sebelum ketemu dengan Fei nii dan Philia Nee, aku sempat menolong
seorang anak yatim piatu beastman yang bekerja di pasar. Dia bekerja di pasar
di bawah salah satu pedagang. Saat itu dia sedang memindahkan barang dari
kereta ke dalam. Karena dia mengambil terlalu banyak dan keberatan, dia
sempoyongan dan tidak sengaja menabrak seorang ksatria yang lewat. Walaupun
sudah meminta maaf, ksatria itu tetap memukul nya terus menerus, sampai
pedagang yg memperkerjakan dia meminta maaf kepada ksatria itu dan membayar
sejumlah uang. Anak itu di bawa masuk oleh pedagang itu untuk di obati. Aku
sangat geram karena tidak bisa membantu manghajar ksatria itu sebab aku takut
membongkar penyamaran kita. Tapi aku sempat masuk dan bertemu pedagang dan anak
itu. Pedagang itu berasal dari kota labirin dan memperlakukan anak itu dengan
baik dan meminta tolong padaku mengantarkan anak itu ke panti asuhan tempat dia
tinggal. Aku sangat kaget melihat kondisi panti itu. Rumah tua yang benar2
bobrok dengan atap yang terbuka setengah. Di sana ada sekitar delapan orang
anak dari bermacam2 ras termsuk manusia. Menurut pengurus panti, mereka adalah
anak2 dari orang2 yang menentang gereja dan di hukum mati sebagai hukuman nya.
Karena aku sangat tersentuh, aku lari ke pasar dan memberi sate daging sebanyak
lima gold untuk di bagikan ke mereka, baru setelah itu aku ketemu dengan Fei
nii dan philia nee.” Cecil menceritakan pengalaman nya. “Pantas tadi aku merasa
aneh saat bertemu Cecil, dia agak murung saat itu.” Fei berpikir dalam hati.
“Hmm ternyata memang hukum gereja sangat berpengaruh sampai hukum Negara pun
seperti tidak ada artinya.” Gumam Lori. “Aku dan Rona menemukan beberapa hal
dari hasil menterjemahkan buku ber teks kuno yang kita temukan di basement.”
Kata Lori. “Kita tunggu Matt dulu, nanti kita bahas sama2 dan Matt juga
menemukan hal yang janggal di dermaga.” Tambah nya. “Eh Lori ne, kok bisa tau
kalau Matt Oni menemukan hal yang janggal ? Apa saking cinta nya kalian satu
sama lain sampai bisa berkomunikasi jarak jauh.” Tanya Cecil polos. “Wha….bukan
begitu, aku dan Matt menggunakan alat komunikasi waktu kita menjalankan quest
bersama tim ekspedisi. Sayang nya alat itu hanya satu pasang.” Jawab Lori
dengan wajah merah .”Padahal tujuan ku supaya kalau Matt selingkuh aku tau.”
Pikir Lori dalam hatinya. “Lori one chan, aku menemukan alat yang sama dua
pasang lagi di ruang sebelah, nanti aku akan berikan ke Fei nii chan, Cecil one
chan dan Philia one chan, satu untukku juga, jadi kita bisa saling
berkomunikasi.” Rona memberi tahu semua. “Wah asik rona chan, dengan ini aku
bisa memantau gerak gerik Fei nii hehe.” Canda Cecil. Lori sangat merasa
tersindir dengan ucapan Cecil. “Hoii kalian….maaf aku terlambat.” Matt pun tiba
menemui mereka. “Gimana Matt ? apa yang km temukan di dermaga ?” Tanya Fei .
“Hmm sebaiknya kita pulang dulu ke tempat Rona menggunakan teleportasi. Nanti baru aku ceritakan, di sini berbahaya.” jawab Matt. “Ayo kita ke gang itu, di sana tidak ada orang.” Ajak Fei kepada lain nya. Mereka pun segera menuju gang itu dan menggunakan cermin berpindah ke tempat Rona. Setelah sampai di tempat
Rona “Mulai sekarang, tempat ini kita jadikan markas sementara untuk
berdiskusi dan bertukar pendapat, kita tidak bisa menggunakan rumah kita,
terlalu riskan kalau basement di bawah makam di temukan orang lain. Kalau di
sini tidak ada yang bisa masuk karena gua sudah tertutup. Kita sebut tempat ini
pesawat mulai sekarang” Kata Matt kepada lain nya. “Setuju….” Jawab semuanya.
“Maaf Rona chan, aku membuat keputusan sepihak tanpa bertanya padamu.” Matt
menunduk ke Rona. “Gpp Matt oni chan, aku malah senang karena kita jadi sering
kesini.” Rona membalas Matt. “Baiklah, aku akan ceritakan ketika aku di
dermaga.” Matt kemudian bercerita tentang dia berpapasan dengan orang2 dari
gereja dan merasakan hawa undead dan hawa membunuh yang besar. Dia juga
bercerita tentang pembunuhan yang langsung membuat korban nya menjadi mumi. “Intisari
kehidupan dan mana adalah sumber energy dan makanan bagi Evil God, semuanya
tertulis di buku yang sudah di terjemahkan ini, kejadian ini sama sewaktu kita
menyusup ke dalam istana Lord Valam.” Lori menjelaskan isi buku yang di pegang
nya. “Ini mengerikan, menurut Matt dalam sekejap bisa membuat manusia menjadi
mumi, berarti mereka tidak membutuhkan alat seperti di istana Lord Valam.
Kekuatan Evil God dan sektenya sudah semakin kuat.” Fei bergumam sambil
berpikir. “Benar, kita harus menyelidiki lebih dalam lagi sebelum mereka
semakin tidak bisa di atasi.” Tambah Matt. “Apalagi isi buku itu Lori ne.”
Philia bertanya kepada Lori. “Buku ini hanya menjelaskan sejarah bangsa2 dan
ras2 pada waktu itu dan kedatangan dan tentang Evil God dan enam pilar pendukung nya. Kalau menurut buku ini, banyak ras2 yang sudah punah“ Jawab Lori. “Berarti kita memang harus menyelidiki lagi secara detail.
Kita tidak bisa berpatokan dari buku2 kuno.” Cecil bergumam. “Kita teruskan
menyamar, dan mempelajari sejarah gereja, setelah itu baru kita bisa menarik
kesimpulan, apa yang sebenarnya terjadi 2000 tahun yang lalu.” Philia
menambahkan. “Philia benar, kita tidak bisa berpatokan dari buku 2 ini saja.
Kenapa sejarah bisa berubah ? Apa itu sekte dan apa yang dimaksud enam pilar.”
Tambah Lori. “Uuuh seandainya saja kita bisa kembali ke masa lalu…” Cecil
berkata lemas. “Ano…mungkin bisa.” Rona menanggapi omongan Cecil. “Hah…maksud
km Rona chan ?” Cecil kaget mendengar nya. “Sewaktu papa memasukkan Rona
kembali ke kapsul, sepertinya dia meng install cara pengoperasian pesawat ini
dan fitur2 nya. Seingat Rona ada fitur untuk time travel dan dimension travel.
Hanya saja, rona belum bisa mengingat nya. Ingatan Rona belum sepenuh nya
pulih” Jawab Rona. “Hmm aku percaya sama Rona chan, semenjak masuk ke sini, dia
seperti menjadi orang yang berbeda dari sebelum nya, kita bisa berkomunikasi
jarak jauh juga berkat alat yang di berikan oleh Rona chan. Fei juga waktu itu
di sembuhkan dalam kapsul ketika terluka parah itu semua berkat Rona chan.
Bagaimana cara km mengoperasikan nya Rona chan.” Tanya Lori. “Rona tidak tahu,
sewaktu masuk ke sini, ingatan Rona mulai berkembang, waktu mengambil alat itu
dan melihat konsol ini, atau waktu mengoperasikan kapsul dan mengoperasikan
alat penterjemah ini, badan Rona bertindak sendiri, tau2 bisa saja. Rona tetap belum bisa mengingat apa2” Jawab Rona sambil memegang kepalanya. “Lori one chan, apa Rona aneh ya ?” Tanya Rona
bingung. “Maaf Rona chan, aku terlalu memaksa km, pelan2 saja sesuai dengan kondismu. Jangan memaksakan diri. Kami semua tidak ingin ada hal buruk yang terjadi pada Rona chan.” Lori memeluk
Rona. “Iya, Rona chan, jangan memaksakan diri, kita tidak mau menuntut apa2 dari
rona chan sebab rona chan keluarga kami.” Tambah Matt. “Terima kasih Lori one
chan dan Matt oni chan.” Rona tersenyum. “Hmm mungkin Xian oji san ingin mengatakan
sesuatu lewat Rona chan dan demi keselamatan Rona dia melakukan hal itu.” Pikir
Matt dalam hati. “Untuk saat ini kita sebaik nya mempelajari apa ajaran gereja
dan maksudnya, apa mereka berhubungan atau tidak dengan sekte black God.” Ucap
Matt lagi. “Kita sebaik nya segera kembali dan aku akan mengirim laporan kepada
Princess Valia di kota Azer.” Tambah Matt. Mereka pun segera berdiri dan
menggunakan cermin teleportasi untuk kembali ke gang tempat mereka sebelum
nya. Malam itu, Matt segera membuat laporan kepada Princess Valia dan mengirim nya menggunakan burung merpati.
__ADS_1