
Hari berikutnya, setelah pesta berakhir. Matt dan lainnya bersama dengan Cezka, Will, Yuan Long dan Valia, berkumpul di ruang pertemuan di istana. “Kalau melihat peta ini, tembok berada pas di ujung dari peta ini ya. Kalau dari ibukota kira2 berapa lama kesana ?” Tanya Matt.
“Kalau kita naik kuda dengan kecepatan maksimal non stop, makan waktu lima hari. Sebelum mencapai tembok kita harus melewati hutan soalnya. Hutan yang berada di barat tidak bisa sembarangan orang bisa masuk, katanya hutan itu adalah hutan ilusi, aku tidak tahu apakah efeknya bisa mencapai istana ini, tapi aku
sarankan kalau kita masuk tidak menggunakan istana ini. Mungkin kita bisa bertahan dari efek ilusinya tapi penduduk di istana ini belum tentu bisa.” Kata Yuan Long menjelaskan. “Aku pernah mendengar legenda tentang hutan ilusi, Cerita lama di suku elf, hutan yang terletak di paling utara peta adalah tempat
tinggal suku Dark Elf yang merupakan keturunan demon dan penjaga pintu. Suku itu sudah menjadi legenda turun temurun bagi elf, mungkin kepala suku Dorian bisa lebih menjelaskan lebih detail nya.” Kata Philia. “Hmm begitu ya, kalau menurut kami suku beastmen, hutan ilusi adalah hutan terlarang bagi kami, karena di sana ada pintu masuk ke gerbang neraka, yang di jaga oleh kawanan Lycanthrope (Werebeast) yang merupakan leluhur kita yang tinggal di sana. Dan lokasinya terletak di utara peta, sama dengan legenda elf.” Kata Cezka.
“Hmm aneh, di kekaisaran juga ada legenda tentang dunia bawah yang pintu masuk nya berada di hutan itu dan di sana juga ada para dewa yang tinggal di kuil dan menjaga hutan itu.” Kata Yuan Long.
“Berarti ada tiga legenda yang menunjukkan tempat yang sama dan semua legenda tersebut memiliki suku yang mejaga tempat tersebut. Bagaimana pendapat mu Valia ?” Kata Matt. “Aku tidak ingat, karena lima ribu tahun lalu aku sudah tinggal di atas sebagai demon, tapi memang sejarah mengatakan demon tinggal di dalam tanah yang kemudian keluar kepermukaan, untuk hal ini aku tidak bisa membantu.” Kata Valia. “Menurut Jones yang mengambil sampel tembok di angkasa, tembok itu berumur sekitar sebelas ribu tahun yang lalu. Bahan nya tidak di ketahui.” Kata Rona. “Kalau benar analisa umur tembok di buat sebelas ribu tahun yang lalu berarti mungkin bagi Valia yang hidup lima ribu tahun lalu sebagai demon pun hal ini menjadi legenda. Dan Jones datang ke sini sekitar dua belas ribu tahun yang lalu dalam keadaan tidur.” Kata Lori.
“Ya, dan ini mejelaskan satu hal, ketiga legenda itu bercerita tentang pintu yang sama. Jadi bukan tidak mungkin pintu itupun berasal dari sebelas ribu tahun yang lalu.” Kata Will.
“Sekarang pertanyaan nya, apa yang di maksud oleh pintu itu, terlebih lagi semua mengarah
kepada bawah tanah kan bukan di balik tembok. Hubungan pintu itu dengan tembok apa ?” Tanya Cecil. “Menurut cerita Valia, Demon sebelum tinggal di sini, mereka tinggal di bawah tanah. Dan Demon adalah manusia yang berevolusi karena tinggal di dalam tanah karena melarikan diri dari permukaan akibat bencana dan perang. Benar kan Valia ?” Tanya Yuan. “Iya benar, hal ini memang menjadi legenda yang di sebut exodus. Satu orang suku demon yang memimpin seluruh ras naik ke permukaan. Setelah itu barulah ras Dragonian kembali datang dan Celestial yang datang setelah nya menciptakan manusia, elf, beastmen dan beberapa ras lain yang sudah punah sekarang. Saat aku masih hidup menjadi demon, hal ini sudah menjadi legenda.” Kata Valia.
“Oh Jones sudah selesai menganalisa, aku akan suruh dia masuk.” Kata Rona sambil pergi membukakan pintu
untuk Jones. “Jones ayo jelaskan semuanya hasil analisa mu.” Kata Rona.
“Baiklah, jadi menurut analisa ku, umur bangunan tembok yang mencapai angkasa luar itu adalah sepuluh ribu lima ratus tahun yang lalu terakhir di perbaharuinya, bahan pembuatan tembok di ambil dari batu asteroid yang sangat keras di luar angkasa, pembuat nya tidak di ketahui, yang pasti bukan manusia jaman dulu, Dragonian, atau pun Celestial. Kemungkinan besar yang memperbaharuinya adalah ras Celestial.
Di perkirakan ada kehidupan di balik tembok itu karena satelit menangkap sinyal panas yang jumlah nya banyak. Yang paling misterius adalah ketika menyelidiki lapisan tanah, ada rongga di dalam planet ini sebanyak tiga tingkat untuk setiap peradaban.” Kata Jones menjelaskan. “Sebentar Jones, aku kurang paham
nih, maksudnya tiga rongga apa ?” Kata Fei. “Aku mengecek dengan sonar ke dalam tanah, dan
mendeteksi ada tiga permukaan di dalam tanah sebelum kita sampai ke inti planet ini. Gampangnya, peradaban sekarang adalah peradaban ke empat yang berada di permukaan, peradaban sebelum nya terkubur di dalam tanah dan sebelum nya ada tiga peradaban yang pernah hidup di planet ini. Seperti itu.” Kata Jones.
“Berarti Demon sewaktu tinggal di tanah pun termasuk ya ?” Tanya Philia.
“Bukan, Manusia yang datang ke sini dan masuk ke dalam tanah kemudian menjadi demon itu termasuk peradaban kita karena mereka masuk ke bawah tanah yang masih berlokasi di kerak planet ini, peradaban ke empat, jadi tiga peradaban yang terkubur di dalam tanah itu termasuk peradaban asli planet ini dan ada
kemungkinan mereka lah yang membangun tembok ini. Dengan kata lain, dunia ini sudah kiamat tiga kali dan kita yang menggantikan nya.” Kata Jones.
“Wow, peradaban yang lebih tua lagi dan kita tidak tau peradaban seperti apa mereka bahkan ras nya juga kita tidak tau.” Kata Cezka.
“Dan kemungkinan besar peradaban itulah yang membangun tembok besar yang mengelilingi dunia itu.” Kata
Lori.
“Aku sudah mengirim lima unit mesin penggali untuk mencapai inti planet ini.” Kata Jones. “Hmm berarti satu2 nya cara mengetahui semua di balik legenda dan analisa Jones adalah masuk ke hutan
itu, begitu kita menemukan pintu itu baru kita bisa paham, mungkin.” Kata Fei. “Ya, sepertinya pintu yang di maksud disini bukanlah pintu yang di gunakan demon untuk keluar ke permukaan, melainkan sesuatu yang lain.” Kata Matt. “Aku sependapat dengan Matthew oni san, menurut ku, pintu itu bukan pintu yang sama di gunakan demon untuk keluar dulu, karena menurut catatan dua belas ribu tahun lalu dari laporan manusia bumi yang pertama kali datang kesini, mereka menemukan sebuah gerbang besar di utara yang berada di tengah planet ini, dan kalau kita tarik horizontal dan Vertikal di peta ini, nah, sampailah kita di hutan ini. Silahkan baca laporan yang sudah di terjemahkan ini.” Kata Jones sambil menarik garis di peta menunjukkan pada semua yang ada di situ.“Oh bagaimana km bisa mendapatkan laporan seperti ini ?” Tanya Matt heran. “Oh aku mendapatkan nya dari sini. Aku menemukan CD ini di ruang baca istana ini.” Kata Jones sebuah benda seperti batu berbentuk lingkaran. “CD ? itu kah ? kayak nya aku lihat benda itu tergeletak di bawah
peta kuno yang kita ambil sewaktu istana ini masih terkubur.” Kata Philia. “Yap, begitu ku bersihkan, aku langsung tau kalau ini adalah CD, di bumi kita menggunakan alat ini untuk merekam kejadian, laporan dan music. Bahkan kita bisa menonton film memakai CD.” Kata Jones menjelaskan. “Berarti benda itu
berasal dari dua belas ribu tahun yang lalu dong.” Kata Lori sambil menunjuk ke arah CD yang di pegang Jones. “Iya benar Lorianne one san, aku sendiri ga tau kenapa benda ini bisa ada di sini.” Kata Jones. “Sebenarnya ada beberapa gambar ada di CD ini tapi sudah tidak bisa di buka karena sudah rusak, kalau saja aku masih di bumi aku pasti bisa memperbaiki nya.” Kata Jones lagi. “Laporan ini sudah cukup menguatkan kalau semua legenda itu benar dan kita jadi tahu apa yang kita hadapi sekarang.” Kata Matt. “Oh dan satu hal lagi, di laporan juga tertulis, ketika mereka pertama datang ke planet ini, ada satu keberadaan yang
terdeteksi oleh mereka dan menyerang mereka sehingga pesawat mereka rusak dan
tidak bisa kembali ke bumi, di laporan ada fotonya, begitu melihatnya aku langsung mengetahuinya. Kira2 tau kan maksud ku.” Kata Jones sambil menunjukkan kepada Matt lembar selanjutnya yang ada sebuah foto. “Evil God. Kalian lihat lah gambar ini, berbentuk manusia tapi yang terlihat hanya hitam dan gelap.” Kata Matt sambil memperlihat kan Foto nya. “Oh Tuhan, lambang di dada nya sama dengan lambang sekte.” Kata Philia
yang melihat gambar itu. “Aku merinding jadinya” Kata Cecil. “Sama, saat ini aku merasa takut dan kalah.” Kata Lori. “Berarti, Evil God adalah peradaban pertama dunia ini atau bahkan yang menghapus semua peradaban sebelum kita ?” Tanya Yuan yang memegang tangan Valia yang ketakutan. “Sebenarnya apa lawan kita ini, aku jadi pesimis.” Kata Will sambil merangkul Cezka yang juga ketakutan.”…..” Semua pun terdiam karena mengetahu kalau musuh mereka adalah musuh abadi semua peradaban yang sudah ada bahkan sebelum manusia bumi datang ke dunia ini. “Hei, kalian jangan terpengaruh, kalau peradaban sebelum kita
musnah karena Evil God, itu karena mereka lemah, kita tidak lemah. Kita pasti menang.” Kata Fei mencoba membangkitkan semangat. “Feirus oni….” Kata Cecil yang ketakutan sambil merangkul lengan Fei. “Feirus…..” Philia yang ketakutan pun merangkul tangan Fei sebelah nya. “Feirus benar, kenyataan ini benar2 mengejutkan kita semua dan menjatuhkan mental kita, tapi ingat, kita belum kalah.” Kata Matt. “Jones, tadi km bilang mendeteksi panas di balik tembok kan ? Mungkin ga, mereka adalah peradaban sebelum nya, dan mereka membangun tembok untuk mengurung Evil God. Kalau kita bisa menyebrangi tembok dan meminta
bantuan mereka bagaimana ? karena logika saja, kalau ada Evil God pasti ada
Good God kan.” Kata Rona mencoba memberi harapan. “Nah itu bisa jadi, kita sama sekali tidak tau apa yang ada di balik tembok, jadi kita masih mempunyai harapan.” Kata Jones. “Rona dan Jones benar, baiklah, sekarang kita atur ekspedisi untuk ke hutan dan Yuan aniki, aku minta km meletakkan alat pembuat barrier ini di ibukota dan memasangnya supaya keberadaan kekaisaran tidak di ketahui musuh.” Kata Matt
sambil menyerahkan alat berbentuk tabung yang di gunakan Rona dulu di desa. Jones sudah membuat satu lagi yang lebih kuat untuk di pakai di istana. “Baiklah, aku akan turun sebentar dan memasang alat ini di istana. Mungkin Jones atau Ronanta chan bisa temani aku dalam memasang nya.” Kata Yuan Long.
“Baiklah…” Jawab keduanya. Yuan Long bersama dengan Valia yang masih menempel
dengan nya, di temani oleh Rona dan Jones pergi ke Forbidden City untuk
memasang alatnya. “Baiklah, untuk yang lain, silahkan beristirahat dulu, kita
berangkat ke hutan ilusi dua hari lagi karena pengisian energy, selama itu aku
minta kalian mempersiapkan diri untuk perjalanan dengan kaki ketika memasuki
__ADS_1
hutan.” Kata Matt. “Baiklah Matthew ni san, jadi seperti waktu kita camping di
hutan dulu.” Kata Fei berusaha mencairkan suasana yang tegang. “Kalau begitu
baiklah, aku dan Cezka pulang dulu kerumah, kita mau beristirahat dulu. Kami
duluan ya semua.” Kata Will sambil mengajak Cezka yang diam saja keluar
ruangan. “Sekarang tinggal kita, aku bersyukur Jones menemukan laporan ini.”
Kata Matt. “Matthew oni, apa kita bisa menang ? Terus terang, badan ku jadi
dingin dan gemetar, aku takut.” Kata Cecil. “Ada aku kan disini, kenapa takut
?” Kata Fei menghibur Cecil dan Philia yang menempel padanya dan diam saja.
“Aku juga takut….” Kata Lori. Matt kemudian menghampiri Lori yang sedang
gemetar dan duduk di sebelah nya sambil memeluk nya. “Aku tau, kita semua di
sini takut, termasuk aku dan Fei russ. Tapi kita adalah harapan satu2 nya dalam
peperangan melawan Evil God ini.” Kata Matt. “Aku ingin sekali ketemu ayah ku
dan bertanya, apa dia tau mengenai hal ini.” Kata Fei. “Aku rasa mereka tau, makanya mereka
meninggalkan semua ini untuk kita.” Kata Matt. “Matthew ni san, Fei russ,
jujur, aku rasanya ingin kita lari saja, ajak semuanya, kita cari tempat untuk
tinggal yang nyaman dan aman dan tidak usah melawan Evil God lagi. Tapi aku
tidak bisa.” Kata Philia. “Aku pun sama Philiandra, sejujurnya aku inginkita
semua hidup seperti di desa waktu itu, tapi kalau di pikir2 lagi, suatu hari
nanti, kita tetap harus menghadapi musuh ini dan lebih parah nya lagi anak2
kita yang harus menghadapinya. Aku ga mau hal itu terjadi.” Kata Fei. “Iya
Philia. “Aku juga lihat wajah Ronanta chan tadi, aku yakin sekali dia menahan
takut nya, makanya dia memilih pergi menemani Jones.” Kata Cecil. “Iya benar,
kita harus belajar juga dari Ronanta chan, maju terus, seperti yang Ronanta
chan lakukan barusan.” Kata Lori. “Baiklah, sekarang kita pulang dulu, kita
istirahat dulu. Yuk semua keluar. Oh dan satu hal lagi, dokumen laporan ini
tolong di rahasiakan, jangan sampai penduduk mendengarnya. Teman2 kita seperti
Charlotte, Mabel, Weny, Sasa dan lainnya sebaik nya tidak usah dengar akan hal
ini. Semua ini untuk mencegah kepanikan.” Kata Matt mengajak yang lainnya dan
memberikan peringatan. Kemudian Matt merangkul Lori yang masih gemetar keluar
ruangan, di susul oleh Fei yang merangkul Philia dan Cecil. Mereka pun pulang
ke rumah masing2. Yuan dan Valia yang bersama Rona dan Jones pun kembali ke
istana setelah selesai memasang alat dan memastikan alatnya berfungsi. Dua hari
kemudian, Flying castle mulai terbang menuju ke Hutan Ilusi dan setelah
beberapa hari akhirnya sampai di pintu masuk hutan. “Kita sudah sampai, yang
pergi adalah hanya kita ber enam. Valia, Yuan aniki, Cezka dan Will kami titip
mengelola istana ini, kalian pemimpin sementara saat ini. Jones, km lanjutkan
analisa mu dan terus menghubungi kita.” Kata Matt. “Baiklah Matthew, sebuah
__ADS_1
kehormatan bagiku untuk membantu mu.” Kata Yuan. “Iya, aku bersama Yuan, Cezka
dan Will akan memerintah kota inimenggantikan kalian sementara kalian pergi.
Mohon kembalilah dengan selamat.” Kata Valia. “Matthew, jangan gegabah ya, dan
cepat pulang, aku dan Will akan terus menunggu kalian semua di sini.” Kata
Cezka. “Matthew dan lainnya, hati2 di perjalanan, kami ber empat akan menjaga
tempat ini untuk kalian kembali ke sini.” Will menambahkan. “Ronanta chan, alat
ini di namakan tablet, jadi kita bisa berbicara dengan menampakkan wajah kita,
secara langsung, dan kita akan terus berkomunikasi memakai ini (maksudnya video
call). Coba saja dulu.” Kata Jones. Rona pun keluar ruangan dan menyalakan
tablet nya. “Tes…tes…kedengaran kan ?” Tanya Rona yang melihat wajah Jones di
monitor tablet nya. “Iya, kedengaran denganjelas Ronanta chan.” Jawab Jones.
Rona pun kembali masuk. “Nah dengan ini km bisa ngobrol kapan pun dengan aku
dan aku pasti menjawab call mu.” Kata Jones. “Jones…..” Rona pun memeluk Jones.
“Hati2 di luar sana ya Ronanta Chan, aku menunggu mu kembali. Istana ini akan
aku mendaratkan di sini.” Kata Jones sambil membalas pelukan Rona. “Aku pergi
dulu ya….” Kata Rona sambil mencium pipi Jones. “Iya, call aku ya.” Kata Jones.
“Pasti aku call” Kata Rona yang kembali ke tempat kakak2 nya. “Semua sudah siap
ya.” Tanya Matt. “Sudah, Matthew ni san” Kata Fei mewakili semuanya. “Baiklah
Jones, tolong pindahkan kami ke bawa. Semuanya, kami pergi dulu.” Kata Matt
kepada semuanya. “Selamat jalan dan cepat kembali.” Semuanya melambaikan
tangan. Jones pun langsung memindahkan mereka ke bawah. Mereka pun langsung
masuk ke dalam hutan. “Akhirnya kita ber enam lagi.” Kata Fei. “Hahaha seperti dulu ya.” Tambah Matt. “Ronanta chan, km kenapa cemberut gitu ?” Tanya Cecil. “Aku kangen Jones.” Jawab Rona sambil cemberut. “Km ga mau sama kita ?” Tanya Lori. “Bukan itu, aku jelas ga bisa pisah dan ga mau pisah dari Lorianne one chan dan semuanya karena dari kecil kan aku sudah sama Lorianne one chan dan lainnya juga kita semua kan
saudara. Tapi aku juga ga mau pisah dari Jones.” Kata Rona sedih.
“Menurut peta dari Jones, besok kita sudah sampai ke titik yang katanya ada pintunya
berdasarkan laporan. Jadi kita Cuma pergi sebentar kan.” Kata Philia.
“Iya Philiandra one chan, aku mengerti, aku sayang kalian semua, aku juga sayang
Jones. Jadi ayo kita selesaikan cepat.” Kata Rona yang mulai tidak cemberut.
“Iya, Ronanta chan, kita semua merestui kok km menikah sama Jones, kalau sama
yang lain belum tentu kita semua restui, benar ga Matthew ni san.” Kata Fei menghibur
Rona. “Hahah benar2, makanya Ronanta chan, tenang aja, kami tidak mau pisahkan
km dengan Jones, kali ini karena keadaan saja.” Kata Matt. “Hehe iya terima
kasih oni chan tachi dan one chan tachi, Ronanta sekarang ga apa2.” Kata Rona
yang mulai ceria. “Nah gitu dong ceria Ronanta chan, sayang kan cantik dan imut
kok cemberut hehe.” Kata Cecil menambahkan. “Iya Cecilia one chan, peluk ah.”
Kata Rona yang melompat memeluk Cecil. Philia dan Lori pun tersenyum melihat
nya. “Syukurlah semua sudah kembali seperti semula, iya kan Matthew ni san.”
Bisik Fei melihat semuanya. “Iya, syukurlah Fei russ. Kita berdua tidak boleh
__ADS_1
goyang, ingat ya Fei russ” Kata Matt berbisik. “Iya Matthew oni san.” Kata Fei berbisik
sambil terus berjalan. Mereka terus memasuki hutan.