
Matt dan lainnya langsung menuju rumah mereka di danau supaya tidak ada yang melihat dan mengenali mereka. “Aku ke kota sebentar ya, aku ingin bertemu papa dan aku juga akan info kalau kita ada di sini
sementara. Kalian istirahat saja.” Lori berkata kepada lainnya.
“Ok, hati2 ya, jangan sampai ketahuan, apalagi km bekas komandan penjaga di sini.” Matt
berpesan kepada Lori.
“Iya tenang saja, aku akan menyamar. Aku pergi dulu.” Lori pun keluar rumah dan mengenakan topengnya. “Hmm perang tidak bisa di hindari, seperti kata Pak Lenton, kerajaan Xenobia mulai menyerang dan pemimpin
nya adalah tangan kanan Pangeran Edgar, yaitu Count Dietrich.” Matt bergumam.
“Kalau benar seperti yang sab oji san bilang mereka mengincar batu segel yang
kita temukan waktu itu di dungeon berarti memang mereka mau membuka segel Evil
God dan membangkitkan nya.” Matt menambahkan. “Berarti rumah kita dan makam
orang tua kita dalam bahaya dong.” Fei berkata kepada Matt. “Aku rasa tidak
masalah, mengenai basement di rumah itu hanya kita dan Sab oji san juga Rude
oji san yang tau. Bukit itu tidak bisa di masuki sembarang orang, karena ada
penghalang nya seperti yang kita temui di reruntuhan istana di bawah akademi.”
Matt berkata kepada lainnya. “Aku lebih khawatir batu2 segel lain yang belum kita temui. Yang aku tahu
dari cerita sab oji san, batu segel di wilayah Elf sudah hancur. Kita pegang satu, di kota labirin ada satu,
sisanya kita belum tahu, ada kemungkinan di peradaban2 yang sudah musnah.”
Philia berkata lagi. “Kalau kita urutkan, bukit makam di rumah kita bekas kekaisaran manusia, berarti di sana ada batu segel milik ras manusia. Kota labirin dekat dengan ibukota, kita menemukan
reruntuhan istana Demon di bawah akademi ibukota, berarti batu segel milik ras
demon di simpan di dungeon kota labirin. Batu segel milik ras Elf berada di
dungeon dekat wilayah elf dan sudah hancur sepuluh tahun yang lalu. Berarti
yang tersisa hanyalah batu segel ras Dragonian dan ras Beastmen.” Philia
berkata kepada lainnya. “Rona sepertinya tau letak batu segel milik ras
Dragonian, Menurut legenda, di puncak gunung tempat pesawat rona ada sebuah reruntuhan kota yang melayang dan selalu di semuti awan. Tidak ada seorang pun bisa masuk karena
lokasi pas nya tidak di ketahui dan misterius . Rona tau ini karena mempelajari
tulisan2 di ruangan lain pesawat” Rona menambahkan. “Oh berarti pihak musuh pun
tidak mungkin bisa dengan mudah mengetahui letaknya ya, bisa di kategorikan
aman sementara.” Cecil menambahkan. “Yang jadi masalah adalah kerajaan
Beastmen, karena gereja sangat berpengaruh di sana, aku tau karena dulu aku
tinggal di sana sebagai noble sebelum aku di buang dan di usir. Mereka tidak
seperti kerajaan manusia yang terbuka bagi siapa saja, di sana hanya manusia
dan ras lain yang berafiliasi dengan gereja yang boleh masuk.” Kata Matt kepada
Fei dan lainnya. Pintu pun di buka, Lori masuk ke dalam rumah setelah kembali
menemui Rude dan Sab. “Aku pulang, aku sempat bertemu dengan papa dan Sab oji,
Batu segel yang mereka simpan pecah dan hancur. Sepertinya ada yang menyusup
ketika perang sedang berlangsung dan menghancurkan batu segel itu. Princess
Valia sudah datang ke kota labirin beserta pasukan nya dan mereka bersama2
mengkonfirmasi kehancuran batu itu. Aku langsung menuju kesini begitu
mengetahui hal itu.” Lori menerangkan apa yang terjadi di kota kepada Matt dan
lainnya. “Astaga, berarti serangan pihak musuh berhasil walaupun mereka kalah berperang.” Kata Matt menanggapi. “Princess Valia juga mengumumkan kalau kerajaan Xenobia sudah terang2an menyatakan perang dengan kerajaan Vanadis dan meminta kerajaan Vanadis untuk menyerah. Kerajaan
Beastmen di timur, bergabung dengan Xenobia untuk menyerang kita. Tapi Princess
Valia juga bilang, kalau kerajaan Beastmen sedang ada konflik dalam negeri
mereka karena perebutan kekuasaan antara fraksi raja dan fraksi noble.” Lori
menceritakan lagi apa yang di dengarnya di kota. “Hmm berarti kita terjepit,
dan seperti di kerajaan ini, mungkin gereja pun berpengaruh kepada konflik
dalam negeri di Negara Beastmen. Kalau seperti ini kebangkitan Evil God tidak
bisa di hindari.” Matt bergumam. “Knock2” Tiba2 pintu di ketuk, mereka pun
segera berdiri dan bersiap siaga. “Kalian standby aku akan membuka pintu.” Kata
Matt berbisik, kemudian dia perlahan membuka pintu. “Halo, apa kabar…boleh aku
masuk ?” Ternyata di balik pintu adalah Princess Valia yang di dampingi oleh
Sab dan Rude. “Oh Princess Valia ? Kenapa kesini ?” Tanya Matt kaget. “Oh aku
Cuma mengikuti dia ke sini dan aku minta di temani oleh Rude dan Sabertooth.”
Katanya sambil menunjuk Lori. “Hah kok bisa tau aku di sana princess ? bukan
nya tadi princess di podium dan jarak kita jauh. Aku pun tidak merasa princess
melihat ke arahku ?” Tanya Lori heran. “Hmm seperti nya aku harus jelaskan,
bagaimana menurut kalian ?” Valia menoleh ke Sab dan Rude. “Sepertinya memang
sudah waktunya Princess, kami serahkan kepadamu.” Rude menjawab pertanyaan
Valia. Fei dan yang lain menjadi bingung dengan maksud Princess Valia. “Aku
merasakan aura Demon mu Lorianne senpai.” Jawab Valia atas pertanyaan Lori
dengan tersenyum. “Hah maksudnya ?” Fei dan lainnya berteriak kaget. “Maksudnya
aku sudah tau kalian sejak pertama kita bertemu di kota Azer waktu itu. Dan
kalau kalian bertanya kenapa aku bisa tau aura kalian, karena aku adalah Demon.
Memang di jaman ini aku terlahir sebagai manusia di keluarga kerajaan. Tapi,
semua keluarga kerajaan termasuk papa ku, Raja Vanadis IX, kecuali Pangeran
Edgar yang bukan keturunan langsung dari keluarga kerajaan, memiliki ingatan kehidupan kita jauh sebelum
nya sekitar lima ribu tahun yang lalu, dimana belum ada ras lain selain demon
dan kedatangan ras celestial yang kemudian menciptakan ras2 lainnya seperti
manusia, elf, beastmen yang kemudian menyembah ras celestial sebagai God mereka.
Dragonian kemudian datang sebagai ras baru karena kehilangan tempat tinggal nya
di alam semesta. Saat ini kita lemah seperti manusia pada umumnya dan tidak
__ADS_1
memiliki kekuatan seperti dulu, hanya ingatan kita saja yang sama seperti dulu.
Lihatlah mataku.” Princess Valia berkata sambil menutup mata nya dan kemudian
membukanya kembali. Warna mata yang sebelum nya biru berubah menjadi merah.
“Dulu, ketika ras celestial pergi meninggalkan planet ini, ras pecahan dari
mereka yaitu manusia, elf dan beastmen hidup berdampingan dengan demon dan
dragonian. Kehidupan sangat damai, tidak ada perbudakan, perang dan
diskriminasi saati itu. Sampai dua ribu tahun yang lalu, di sebuah kerajaan ras
manusia terjadi pergolakan perebutan kekuasaan karena keserakahan dan ber ambisi untuk mengembalikan ras celestial ke dunia ini untuk menguasai dunia.
Semua ras menentang ide ini, termasuk ras manusia di luar kerajaan itu dan akhirnya
bersepakat untuk melenyapkan negara manusia yang satu ini. Gabungan semua ras
pun berhasil membungkam raja yang serakah waktu itu dan memenjarakan nya. Raja
itu sudah memerintahkan anak buahnya untuk membuka portal ke dimensi tempat ras
celestial tinggal sebelum dia tertangkap. Tapi yang terbuka bukan portal ke
dimensi ras Celestial, melainkan ke dimensi lain yang belum di ketahui dan Evil
God berserta enam apostle nya datang ke dunia ini, Raja pun di bebaskan oleh
apostle dan di hadapkan ke Evil God. Lalu Evil God pun masuk ke tubuh raja itu
dan mengambil alih kesadaran nya. Enam apostle yang kemudian di kenal dengan
enam pilar evil god menebar terror ke segala penjuru dunia dan memusnahkan
peradaban2 di planet ini. Selanjut nya seperti yang kalian sudah ketahui.”
Valia menjelaskan. “Berarti benar dong, saat ini seluruh dunia di kuasai oleh
kejahatan.” Fei bertanya kepada Valia. “Benar, setelah orang tua kalian
menghilang, sekitar seribu tahun lalu, semua ras di paksa membuat perjanjian
dengan kerajaan Xenobia untuk mematuhi aturan2 yang di buat oleh Xenobia supaya
mereka bisa hidup. Perjanjian itulah yang menjadi dasar Gereja dan mereka pun
menyembunyikan kejadian yang sebenarnya. Ras Demon yang merupakan penghuni
tertua di planet ini di jadikan kambing hitam dan menjadi penjahat, karena ras
demon tidak setuju akan perjanjian yang di buat oleh Xenobia. Ras Celestial
sempat kembali dan membawa semua ras Demon ke dimensinya dan memberikan tempat
di sana. Kemudian, Ras Dragonian pun pergi meninggalkan planet ini untuk pindah
ke planet lainnya. Jadi, Demon dan Dragonian menghilang dari dunia ini dan ras
celestial pun sudah terlupakan.” Valia menjelaskan lagi. “Berarti perdamaian
yang semu ini sudah berlangsung dua ribu tahun tanpa ada yang tau kebenarannya.
Tapi kenapa princess baru bergerak sekarang ? Kenapa tidak dari sebelum nya.” Tanya Matt penasaran. “Karena dua ribu tahun yang lalu, ras demon yang tersisa di dunia adalah enam demon lord yang merupakan orang tua kalian yang tiba2 menghilang. Kami meyakini kalau mereka pasti kembali, tapi ternyata
kami terlambat. Mereka sudah tiada. Waktu itu kami sempat putus asa dan
menyerah, sampai aku bertemu kalian. Kita masih mempunyai harapan dengan adanya
kalian.” Jawab Valia.
dalam reruntuhan istana ada enam kursi singgasana, itulah kursi mereka selama
mereka memerintah dulu. Demon sendiri terdiri dari bermacam2 ras dan demon lord
merupakan pimpinan dari masing2 ras tersebut. Dari ke enam demon lord di
tentukan satu demon lord terkuat yang memimpin keseluruhan demon lord, dialah
ayah mu Feirus.” Valia menjawab pertanyaan Philia. “Aku mau tanya, apakah benar
enam pilar evil god itu adalah saint di dalam gereja ?” Tanya Cecil kepada
Valia. “Ya benar, mereka adalah apostle atau kaki tangan dari evil god yang
hanya bisa di segel dengan mengalahkan mereka. Jadi batu segel sekarang adalah
jantung dari ke enam pilar itu dan kalau hancur maka kekuatan evil god bisa
menghancurkan segel yang di buat orang tua kalian dan bebas.” Valia menjawab Cecil.
“Kalian memiliki kekuatan demon lord yang merupakan orang tua kalian, bahkan
lebih karena kalian half demon, jadi kekuatan semua ras ada pada kalian. Kalian
pasti heran kan karena kekuatan kalian di atas rata2 lainnya. Kami seluruh
keluarga kerajaan menaruh harapan besar kepada kalian.” Valia menambahkan. “Tapi…Aku bukan orang tua ku, selama ini aku dan Cecil mengalami diskriminasi juga terbuang. Kalau tiba2 Princess menaruh harapan kepada ku hanya karena aku anak Demon lord, aku tidak bisa. Aku hanya mau hidup damai dan bahagia bersama keluarga ku sekarang.” Fei berkata kepada Valia. “Benar Fei , makanya aku rasa princess
salah kalau menaruh harapan ke kita. Aku pun merasakan diskriminasi dan di
asingkan oleh keluarga, teman bahkan aku tidak di terima dimana2, saat aku
bertemu guru aku baru merasa hidup dan baru bahagia serta memiliki keluarga
ketika bertemu Fei , Lori, Cecil, Philia dan Rona chan.” Matt menambahkan. “Aku
juga merasa demikian, memang aku di besarkan papa tanpa tau asal usul ku, tapi
sejak kecil aku tidak punya teman dan di jauhi oleh teman2 sebaya karena mereka
takut padaku, makanya aku senang sekali bertemu dengan Matt dan lainnya, karena
baru sekarang aku rasanya hidup ku berarti, mempunyai saudara sekaligus teman
dan kekasih. Sekarang kalau tiba2 menjadi harapan dunia aku jadi bingung” Lori
juga berkata tentang dirinya. “Princess, aku tak tahu mengenai takdir atau
ramalan, tapi yang aku tau, aku tidak pernah di terima di manapun, aku di jual
sebagai budak saat orang tua ku meninggal oleh desaku, dan selama itu aku di
perlakukan seperti barang dan bukan sebagai manusia. Ketika aku lari dan
bertemu Fei dan lainnya, baru aku merasa hidup dan bahagia. Jadi walaupun
pertemuan kembali kita ber enam adalah takdir, aku tidak tau apakah bisa
menjadi harapan semua orang.” Philia pun mengisahkan tentang dirinya. “Aku dan Fei oni juga sama, kita tidak pernah di terima dan di jauhi, ketika kita berdua menolong mereka yang mendiskriminasi
kita, kita malah di usir dari desa dan terpaksa meninggalkan papa dan mama yang
akhirnya meninggal di tangan sekte Black God. Kita jadi sebatang kara dan kalau
kita tidak bertemu Matt oni, Philia ne, Lori ne dan Rona chan, kita tak tahu
__ADS_1
harus bagaimana. Aku rasa aku ga bisa menjadi harapan dunia.” Cecil bercerita.
“Rona juga sama, rona sendirian di gua hampir seumur hidup rona, ketika keluar
malah di tangkap dan di jadikan tontonan. Kalau tidak di selamatkan oleh Matt
oni chan dan lainnya Rona mungkin sekarang sudah mati. Ketika Rona tau asal
usul Rona, jujur saja rona sangat takut, tapi karena Matt oni chan dan lainnya
menerima Rona apa adanya Rona jadi kuat dan bahagia. Rona tidak bisa menjadi
harapan bagi semua. ” Tambah Rona. “Aku mengerti kesulitan yang kalian alami
selama ini. Saat ini aku tidak bisa berkata apa2, aku hanya bisa memohon kepada
kalian untuk meminjamkan kekuatan kalian demi membasmi kejahatan yang sudah
lama menguasai dunia ini. Tolong pikirkan baik2 dan beritahu aku.” Kata
Princess Valia kepada mereka. “Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. O iya
sampai lupa, kalian menyandang nama Astoria, The Astorian Empire adalah
kekaisaran gabungan semua ras tertua yang menjadi benteng pertahanan terakhir
melawan Evil God yang akhirnya hilang tertelan sejarah. Princess pertama saat
itu berhasil melarikan diri bersama dengan seorang Demon lord dan ikut
menghilang. Sampai jumpa lagi, aku menunggu kabar dari kalian.” Princess Valia
berkata kepada Matt dan lainnya. Princess pun keluar di temani oleh sab dan
rude. Fei dan lainnya pun terdiam, mereka duduk mengitari meja makan. “Setelah
mendengar semuanya, aku ingin kita menyendiri….apa tidak bisa kita hidup ber
enam saja tanpa ada orang lain ?” Fei membuka pembicaraan. “Aku juga berpikir
hal yang sama, jujur aku sudah merasa cape dengan semua ini, aku bisa bertemu
Lori dan kalian sudah membuat ku bahagia dan merasa cukup. Kalau tiba2 semua di
bebankan ke kita aku sebenarnya sangat tidak setuju.” Kata Matt menambahkan. “Bagaimana kalau kita pulang saja dan menetap di desa kita, toh desanya sudah hancur dan kita hanya sendiri di sana,
untuk keseharian kita bisa ke kota untuk belanja dan menjual hasil buruan. Aku
juga merasa tidak bisa mendukung usul princess itu. Aku Cuma mau hidup tenang
bersama Matt, dan lainnya. Suatu saat punya anak dan membesarkan anak,
kehidupan semacam itu yang aku inginkan, hidup yang tenang dan damai.” Lori
mengusulkan. “Aku dan Cecil juga sependapat Lori ne san, lebih baik kita
menghindar saja, biarkan saja dunia ini hancur, selama kita ber enam terus
bersama, aku tidak ada masalah.” Philia juga menambahkan. “Masalah nya Philia
ne, di rumah kita ada batu segel, apa kita buang saja ya ?” Tanya Cecil. “….”
Rona diam saja menyimak. “Soal batu segel kita tidak bisa tutup mata, tapi
kalau kita hanya menjaga batu yang kita punya itu saja tidak masalah kan ?
Tidak perlu kita menjaga batu2 lainnya, karena batu yg ada di basement itu
peninggalan orang tua kita bersama.” Matt menambahkan. “Iya benar, kita tinggal
saja di sana sambil mengawasi dan menjaga batu segel selamanya, dengan kekuatan
kita ber enam rasanya ga ada musuh yang bisa menandingi.” Fei menegaskan.
“Baiklah kalau begitu, kita sudah tetapkan, kita tinggal di desa, menjalani hidup damai dan menarik diri dari
dunia, besok kita kasih jawaban kita ke princess Valia dan pamit kepada pak
Lenton kalau kita keluar dari akademi.” Matt berkata kepada lainnya. “Iya
setuju.” Yang lain menjawab. Lalu ke esokan harinya, mereka menghadap ke
pelatih Lenton di akademi dan memberitahukan keputusan mereka. “Oh begitu ya,
sayang sekali, tapi aku menghargai keputusan kalian, dan aku juga mengerti
maksud kalian, jadi tenang saja, posisi kalian di sini akan tetap ku
tinggalkan, kalau kalian ingin melanjutkan kelas silahkan datang kembali kapan
saja kalian mau.” Kata Lenton kepada mereka. “Terima kasih pak Lenton, kami
akan menuju istana sekarang untuk bertemu raja dan princess Valia.” Kata Matt
kepada Lenton. “Baiklah, selamat tinggal dan suskes untuk kalian.” Kata Lenton
lagi. “Baik pak, kami permisi.” Mereka pun keluar ruangan. Di luar ternyata
Charlotte, Franz dan ** sudah menunggu mereka. “Philiandra san, Feirus san,
sampai berjumpa lagi ya, aku akan terus mengingat kalian, dan nanti kalau
suasana sudah tenang, boleh aku berkunjung ke tempat kalian ?” Tanya Charlotte
kepada Philia dan Fei . “Boleh dong Charlotte san, nanti aku juga main ke
tempat Charlotte san ya, aku tetap ingin bersurat dengan km.” Philia memeluk
Charlotte yang merupakan teman baiknya di akademi. “Iya aku juga sama, aku akan
terus menyurati km ya Philiandra san.” Balas Charlotte sambil memeluk Philia. “Feirus
sama, terima kasih, berkat Feirus sama aku sekarang jadi lebih berani dan bisa
melindungi Charlotte sama.” Frans menyalami Fei . “Iya, terus lindungi dan jaga
Charlotte ya. Aku bangga sama km Franz.” Jawab Fei sambil menyalami Franz. “Cecilia
sama dan Ronanta sama, juga jaga diri kalian baik2 ya.” Tambah Franz. “Iya
Franz san, jangan sampai di bully lagi ya. Trus nanti kalau ketemu lagi traktir
kita ya.” Cecil menepuk punggung Franz. “Iya Franz, dan jangan lupa belikan Ronanta sate lagi ya….” Rona juga menepuk2 punggung Franz. “Kalian lah pem bully nya.” Pikir Franz dalam hati.
“Huuu Aniki, Aneki, aku tidak akan melupakan kalian, semoga sukses ya aniki dan aneki.” ** menangis dan pamit kepada Matt dan Lori. “Hey **, sekarang km yang memimpin loh, jangan menangis ya, kamu
sering2 surati kami.” Kata Matt kepada ** sambil memegang pundaknya. “Benar,
sering2lah surati kami, kami tunggu.” Tambah Lori sambil tersenyum lebar. “Ozsu
Aniki, Aneki. ** akan selalu melaporkan perkembangan di sini ke kalian.” **
menjawab lantang. “Hei, maksudnya bukan laporan tapi ya sudahlah.” Lori berkata
lagi sambil geleng2 kepala. “Baiklah, kami pergi dulu.” Pamit Matt dan lainnya
sambil melambai. “Selamat jalan” Charlotte, Franz dan ** melambai ke arah
__ADS_1
mereka.