The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 13 Reject Destiny, Go home to the Village


__ADS_3

Matt dan lainnya langsung menuju rumah mereka di danau supaya tidak ada yang melihat dan mengenali mereka. “Aku ke kota sebentar ya, aku ingin bertemu papa dan aku juga akan info kalau kita ada di sini


sementara. Kalian istirahat saja.” Lori berkata kepada lainnya.


“Ok, hati2 ya, jangan sampai ketahuan, apalagi km bekas komandan penjaga di sini.” Matt


berpesan kepada Lori.


“Iya tenang saja, aku akan menyamar. Aku pergi dulu.” Lori pun keluar rumah dan mengenakan topengnya. “Hmm perang tidak bisa di hindari, seperti kata Pak Lenton, kerajaan Xenobia mulai menyerang dan pemimpin


nya adalah tangan kanan Pangeran Edgar, yaitu Count Dietrich.” Matt bergumam.


“Kalau benar seperti yang sab oji san bilang mereka mengincar batu segel yang


kita temukan waktu itu di dungeon berarti memang mereka mau membuka segel Evil


God dan membangkitkan nya.” Matt menambahkan. “Berarti rumah kita dan makam


orang tua kita dalam bahaya dong.” Fei berkata kepada Matt. “Aku rasa tidak


masalah, mengenai basement di rumah itu hanya kita dan Sab oji san juga Rude


oji san yang tau. Bukit itu tidak bisa di masuki sembarang orang, karena ada


penghalang nya seperti yang kita temui di reruntuhan istana di bawah akademi.”


Matt berkata kepada lainnya. “Aku lebih khawatir batu2 segel  lain yang belum kita temui. Yang aku tahu


dari cerita sab oji san, batu segel di wilayah Elf sudah hancur.  Kita pegang satu, di kota labirin ada satu,


sisanya kita belum tahu, ada kemungkinan di peradaban2 yang sudah musnah.”


Philia berkata lagi. “Kalau kita urutkan, bukit makam di rumah kita bekas  kekaisaran manusia, berarti di sana ada batu segel milik ras manusia. Kota labirin dekat dengan ibukota, kita menemukan


reruntuhan istana Demon di bawah akademi ibukota, berarti batu segel milik ras


demon di simpan di dungeon kota labirin. Batu segel milik ras Elf berada di


dungeon dekat wilayah elf dan sudah hancur sepuluh tahun yang lalu. Berarti


yang tersisa hanyalah batu segel ras Dragonian dan ras Beastmen.” Philia


berkata kepada lainnya. “Rona sepertinya tau letak batu segel milik ras


Dragonian, Menurut legenda,  di puncak gunung tempat pesawat rona ada sebuah reruntuhan kota yang  melayang dan selalu di semuti  awan. Tidak ada seorang pun bisa masuk karena


lokasi pas nya tidak di ketahui dan misterius . Rona tau ini karena mempelajari


tulisan2 di ruangan lain pesawat” Rona menambahkan. “Oh berarti pihak musuh pun


tidak mungkin bisa dengan mudah mengetahui letaknya ya, bisa di kategorikan


aman sementara.” Cecil menambahkan. “Yang jadi masalah adalah kerajaan


Beastmen, karena gereja sangat berpengaruh di sana, aku tau karena dulu aku


tinggal di sana sebagai noble sebelum aku di buang dan di usir. Mereka tidak


seperti kerajaan manusia yang terbuka bagi siapa saja, di sana hanya manusia


dan ras lain yang berafiliasi dengan gereja yang boleh masuk.” Kata Matt kepada


Fei dan lainnya. Pintu pun di buka, Lori masuk ke dalam rumah setelah kembali


menemui Rude dan Sab. “Aku pulang, aku sempat bertemu dengan papa dan Sab oji,


Batu segel yang mereka simpan pecah dan hancur. Sepertinya ada yang menyusup


ketika perang sedang berlangsung dan menghancurkan batu segel itu. Princess


Valia sudah datang ke kota labirin beserta pasukan nya dan mereka bersama2


mengkonfirmasi kehancuran batu itu. Aku langsung menuju kesini begitu


mengetahui hal itu.” Lori menerangkan apa yang terjadi di kota kepada Matt dan


lainnya. “Astaga, berarti serangan  pihak musuh berhasil walaupun mereka kalah berperang.” Kata Matt menanggapi. “Princess Valia juga mengumumkan kalau kerajaan Xenobia sudah terang2an menyatakan perang dengan kerajaan Vanadis dan meminta kerajaan Vanadis untuk menyerah. Kerajaan


Beastmen di timur, bergabung dengan Xenobia untuk menyerang kita. Tapi Princess


Valia juga bilang, kalau kerajaan Beastmen sedang ada konflik dalam negeri


mereka karena perebutan kekuasaan antara fraksi raja dan fraksi noble.” Lori


menceritakan lagi apa yang di dengarnya di kota. “Hmm berarti kita terjepit,


dan seperti di kerajaan ini, mungkin gereja pun berpengaruh kepada konflik


dalam negeri di Negara Beastmen. Kalau seperti ini kebangkitan Evil God tidak


bisa di hindari.” Matt bergumam. “Knock2” Tiba2 pintu di ketuk, mereka pun


segera berdiri dan bersiap siaga. “Kalian standby aku akan membuka pintu.” Kata


Matt berbisik, kemudian dia perlahan membuka pintu. “Halo, apa kabar…boleh aku


masuk ?” Ternyata di balik pintu adalah Princess Valia yang di dampingi oleh


Sab dan Rude. “Oh Princess Valia ? Kenapa kesini ?” Tanya Matt kaget. “Oh aku


Cuma mengikuti dia ke sini dan aku minta di temani oleh Rude dan Sabertooth.”


Katanya sambil menunjuk Lori. “Hah kok bisa tau aku di sana princess ? bukan


nya tadi princess di podium dan jarak kita jauh. Aku pun tidak merasa princess


melihat ke arahku ?” Tanya Lori heran. “Hmm seperti nya aku harus jelaskan,


bagaimana menurut kalian ?” Valia menoleh ke Sab dan Rude. “Sepertinya memang


sudah waktunya Princess, kami serahkan kepadamu.” Rude menjawab pertanyaan


Valia. Fei dan yang lain menjadi bingung dengan maksud Princess Valia. “Aku


merasakan aura Demon mu Lorianne senpai.” Jawab Valia atas pertanyaan Lori


dengan tersenyum. “Hah maksudnya ?” Fei dan lainnya berteriak kaget. “Maksudnya


aku sudah tau kalian sejak pertama kita bertemu di kota Azer waktu itu. Dan


kalau kalian bertanya kenapa aku bisa tau aura kalian, karena aku adalah Demon.


Memang di jaman ini aku terlahir sebagai manusia di keluarga kerajaan. Tapi,


semua keluarga kerajaan termasuk papa ku, Raja Vanadis IX, kecuali Pangeran


Edgar yang bukan keturunan langsung dari keluarga kerajaan,  memiliki ingatan kehidupan kita jauh sebelum


nya sekitar lima ribu tahun yang lalu, dimana belum ada ras lain selain demon


dan kedatangan ras celestial yang kemudian menciptakan ras2 lainnya seperti


manusia, elf, beastmen yang kemudian menyembah ras celestial sebagai God mereka.


Dragonian kemudian datang sebagai ras baru karena kehilangan tempat tinggal nya


di alam semesta. Saat ini kita lemah seperti manusia pada umumnya dan tidak

__ADS_1


memiliki kekuatan seperti dulu, hanya ingatan kita saja yang sama seperti dulu.


Lihatlah mataku.” Princess Valia berkata sambil menutup mata nya dan kemudian


membukanya kembali. Warna mata yang sebelum nya biru berubah menjadi merah.


“Dulu, ketika ras celestial pergi meninggalkan planet ini, ras pecahan dari


mereka yaitu manusia, elf dan beastmen hidup berdampingan dengan demon dan


dragonian. Kehidupan sangat damai, tidak ada perbudakan, perang dan


diskriminasi saati itu. Sampai dua ribu tahun yang lalu, di sebuah kerajaan ras


manusia terjadi pergolakan perebutan kekuasaan karena keserakahan dan  ber ambisi untuk mengembalikan ras celestial ke dunia ini untuk  menguasai dunia.


Semua ras menentang ide ini, termasuk ras manusia di luar kerajaan itu dan akhirnya


bersepakat untuk melenyapkan negara manusia yang satu ini. Gabungan semua ras


pun berhasil membungkam raja yang serakah waktu itu dan memenjarakan nya. Raja


itu sudah memerintahkan anak buahnya untuk membuka portal ke dimensi tempat ras


celestial tinggal sebelum dia tertangkap. Tapi yang terbuka bukan portal ke


dimensi ras Celestial, melainkan ke dimensi lain yang belum di ketahui dan Evil


God berserta enam apostle nya datang ke dunia ini, Raja pun di bebaskan oleh


apostle dan di hadapkan ke Evil God. Lalu Evil God pun masuk ke tubuh raja itu


dan mengambil alih kesadaran nya. Enam apostle yang kemudian di kenal dengan


enam pilar evil god menebar terror ke segala penjuru dunia dan memusnahkan


peradaban2 di planet ini. Selanjut nya seperti yang kalian sudah ketahui.”


Valia menjelaskan. “Berarti benar dong, saat ini seluruh dunia di kuasai oleh


kejahatan.” Fei bertanya kepada Valia. “Benar, setelah orang tua kalian


menghilang, sekitar seribu tahun lalu, semua ras di paksa membuat perjanjian


dengan kerajaan Xenobia untuk mematuhi aturan2 yang di buat oleh Xenobia supaya


mereka bisa hidup. Perjanjian itulah yang menjadi dasar Gereja dan mereka pun


menyembunyikan kejadian yang sebenarnya. Ras Demon yang merupakan penghuni


tertua di planet ini di jadikan kambing hitam dan menjadi penjahat, karena ras


demon tidak setuju akan perjanjian yang di buat oleh Xenobia. Ras Celestial


sempat kembali dan membawa semua ras Demon ke dimensinya dan memberikan tempat


di sana. Kemudian, Ras Dragonian pun pergi meninggalkan planet ini untuk pindah


ke planet lainnya. Jadi, Demon dan Dragonian menghilang dari dunia ini dan ras


celestial pun sudah terlupakan.” Valia menjelaskan lagi. “Berarti perdamaian


yang semu ini sudah berlangsung dua ribu tahun tanpa ada yang tau kebenarannya.


Tapi kenapa princess baru bergerak sekarang ?  Kenapa tidak dari sebelum nya.” Tanya Matt penasaran.  “Karena dua ribu tahun yang lalu, ras demon yang tersisa di dunia adalah enam demon lord yang merupakan orang tua kalian yang tiba2 menghilang. Kami meyakini kalau mereka pasti kembali, tapi ternyata


kami terlambat. Mereka sudah tiada. Waktu itu kami sempat putus asa dan


menyerah, sampai aku bertemu kalian. Kita masih mempunyai harapan dengan adanya


kalian.”  Jawab Valia.


dalam reruntuhan istana ada enam kursi singgasana, itulah kursi mereka selama


mereka memerintah dulu. Demon sendiri terdiri dari bermacam2 ras dan demon lord


merupakan pimpinan dari masing2 ras tersebut. Dari ke enam demon lord di


tentukan satu demon lord terkuat yang memimpin keseluruhan demon lord, dialah


ayah mu Feirus.” Valia menjawab pertanyaan Philia. “Aku mau tanya, apakah benar


enam pilar evil god itu adalah saint di dalam gereja ?” Tanya Cecil kepada


Valia. “Ya benar, mereka adalah apostle atau kaki tangan dari evil god yang


hanya bisa di segel dengan mengalahkan mereka. Jadi batu segel sekarang adalah


jantung dari ke enam pilar itu dan kalau hancur maka kekuatan evil god bisa


menghancurkan segel yang di buat orang tua kalian dan bebas.” Valia menjawab Cecil.


“Kalian memiliki kekuatan demon lord yang merupakan orang tua kalian, bahkan


lebih karena kalian half demon, jadi kekuatan semua ras ada pada kalian. Kalian


pasti heran kan karena kekuatan kalian di atas rata2 lainnya. Kami seluruh


keluarga kerajaan menaruh harapan besar kepada kalian.” Valia menambahkan. “Tapi…Aku  bukan orang tua ku, selama ini aku dan Cecil mengalami diskriminasi juga  terbuang. Kalau tiba2 Princess menaruh harapan kepada ku hanya karena aku anak Demon lord, aku tidak bisa. Aku hanya mau hidup damai dan bahagia bersama keluarga ku sekarang.” Fei berkata kepada Valia. “Benar Fei , makanya aku rasa princess


salah kalau menaruh harapan ke kita. Aku pun merasakan diskriminasi dan di


asingkan oleh keluarga, teman bahkan aku tidak di terima dimana2, saat aku


bertemu guru aku baru merasa hidup dan baru bahagia serta memiliki keluarga


ketika bertemu Fei , Lori, Cecil, Philia dan Rona chan.” Matt menambahkan. “Aku


juga merasa demikian, memang aku di besarkan papa tanpa tau asal usul ku, tapi


sejak kecil aku tidak punya teman dan di jauhi oleh teman2 sebaya karena mereka


takut padaku, makanya aku senang sekali bertemu dengan Matt dan lainnya, karena


baru sekarang aku rasanya hidup ku berarti, mempunyai saudara sekaligus teman


dan kekasih. Sekarang kalau tiba2 menjadi harapan dunia aku jadi bingung” Lori


juga berkata tentang dirinya. “Princess, aku tak tahu mengenai takdir atau


ramalan, tapi yang aku tau, aku tidak pernah di terima di manapun, aku di jual


sebagai budak saat orang tua ku meninggal oleh desaku, dan selama itu aku di


perlakukan seperti barang dan bukan sebagai manusia. Ketika aku lari dan


bertemu Fei dan lainnya, baru aku merasa hidup dan bahagia. Jadi walaupun


pertemuan kembali kita ber enam adalah takdir, aku tidak tau apakah bisa


menjadi harapan semua orang.” Philia pun mengisahkan tentang dirinya. “Aku  dan  Fei  oni juga sama, kita tidak pernah di terima dan di jauhi, ketika kita berdua menolong mereka yang mendiskriminasi


kita, kita malah di usir dari desa dan terpaksa meninggalkan papa dan mama yang


akhirnya meninggal di tangan sekte Black God. Kita jadi sebatang kara dan kalau


kita tidak bertemu Matt oni, Philia ne, Lori ne dan Rona chan, kita tak tahu

__ADS_1


harus bagaimana. Aku rasa aku ga bisa menjadi harapan dunia.” Cecil bercerita.


“Rona juga sama, rona sendirian di gua hampir seumur hidup rona, ketika keluar


malah di tangkap dan di jadikan tontonan. Kalau tidak di selamatkan oleh Matt


oni chan dan lainnya Rona mungkin sekarang sudah mati. Ketika Rona tau asal


usul Rona, jujur saja rona sangat takut, tapi karena Matt oni chan dan lainnya


menerima Rona apa adanya Rona jadi kuat dan bahagia. Rona tidak bisa menjadi


harapan bagi semua. ” Tambah Rona. “Aku mengerti kesulitan yang kalian alami


selama ini. Saat ini aku tidak bisa berkata apa2, aku hanya bisa memohon kepada


kalian untuk meminjamkan kekuatan kalian demi membasmi kejahatan yang sudah


lama menguasai dunia ini. Tolong pikirkan baik2 dan beritahu aku.” Kata


Princess Valia kepada mereka. “Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. O iya


sampai lupa, kalian menyandang nama Astoria, The Astorian Empire adalah


kekaisaran gabungan semua ras tertua yang menjadi benteng pertahanan terakhir


melawan Evil God yang akhirnya hilang tertelan sejarah. Princess pertama saat


itu berhasil melarikan diri bersama dengan seorang Demon lord dan ikut


menghilang. Sampai jumpa lagi, aku menunggu kabar dari kalian.” Princess Valia


berkata kepada Matt dan lainnya. Princess pun keluar di temani oleh sab dan


rude. Fei dan lainnya pun terdiam, mereka duduk mengitari meja makan. “Setelah


mendengar semuanya, aku ingin kita menyendiri….apa tidak bisa kita hidup ber


enam saja tanpa ada orang lain ?” Fei membuka pembicaraan. “Aku juga berpikir


hal yang sama, jujur aku sudah merasa cape dengan semua ini, aku bisa bertemu


Lori dan kalian sudah membuat ku bahagia dan merasa cukup. Kalau tiba2 semua di


bebankan ke kita aku sebenarnya  sangat tidak setuju.” Kata Matt menambahkan. “Bagaimana kalau kita pulang saja dan menetap di desa kita, toh desanya sudah hancur dan kita hanya sendiri di sana,


untuk keseharian kita bisa ke kota untuk belanja dan menjual hasil buruan. Aku


juga merasa tidak bisa mendukung usul princess itu. Aku Cuma mau hidup tenang


bersama Matt, dan lainnya. Suatu saat punya anak dan membesarkan anak,


kehidupan semacam itu yang aku inginkan, hidup yang tenang dan damai.” Lori


mengusulkan. “Aku dan Cecil juga sependapat Lori ne san, lebih baik kita


menghindar saja, biarkan saja dunia ini hancur, selama kita ber enam terus


bersama, aku tidak ada masalah.” Philia juga menambahkan. “Masalah nya Philia


ne, di rumah kita ada batu segel, apa kita buang saja ya ?” Tanya Cecil. “….”


Rona diam saja menyimak. “Soal batu segel kita tidak bisa tutup mata, tapi


kalau kita hanya menjaga batu yang kita punya itu saja tidak masalah kan ?


Tidak perlu kita menjaga batu2 lainnya, karena batu yg ada di basement itu


peninggalan orang tua kita bersama.” Matt menambahkan. “Iya benar, kita tinggal


saja di sana sambil mengawasi dan menjaga batu segel selamanya, dengan kekuatan


kita ber enam rasanya ga ada musuh yang bisa menandingi.” Fei menegaskan.


“Baiklah kalau begitu, kita sudah tetapkan, kita tinggal di desa,  menjalani hidup damai dan menarik diri dari


dunia, besok kita kasih jawaban kita ke princess Valia dan pamit kepada pak


Lenton kalau kita keluar dari akademi.” Matt berkata kepada lainnya. “Iya


setuju.” Yang lain menjawab. Lalu ke esokan harinya, mereka menghadap ke


pelatih Lenton di akademi dan memberitahukan keputusan mereka. “Oh begitu ya,


sayang sekali, tapi aku menghargai keputusan kalian, dan aku juga mengerti


maksud kalian, jadi tenang saja, posisi kalian di sini akan tetap ku


tinggalkan, kalau kalian ingin melanjutkan kelas silahkan datang kembali kapan


saja kalian mau.” Kata Lenton kepada mereka. “Terima kasih pak Lenton, kami


akan menuju istana sekarang untuk bertemu raja dan princess Valia.” Kata Matt


kepada Lenton. “Baiklah, selamat tinggal dan suskes untuk kalian.” Kata Lenton


lagi. “Baik pak, kami permisi.” Mereka pun keluar ruangan. Di luar ternyata


Charlotte, Franz dan ** sudah menunggu mereka. “Philiandra san, Feirus san,


sampai berjumpa lagi ya, aku akan terus mengingat kalian, dan nanti kalau


suasana sudah tenang, boleh aku berkunjung ke tempat kalian ?” Tanya Charlotte


kepada Philia dan Fei . “Boleh dong Charlotte san, nanti aku juga main ke


tempat Charlotte san ya, aku tetap ingin bersurat dengan km.” Philia memeluk


Charlotte yang merupakan teman baiknya di akademi. “Iya aku juga sama, aku akan


terus menyurati km ya Philiandra san.” Balas Charlotte sambil memeluk Philia. “Feirus


sama, terima kasih, berkat Feirus sama aku sekarang jadi lebih berani dan bisa


melindungi Charlotte sama.” Frans menyalami Fei . “Iya, terus lindungi dan jaga


Charlotte ya. Aku bangga sama km Franz.” Jawab Fei sambil menyalami Franz. “Cecilia


sama dan Ronanta sama, juga jaga diri kalian baik2 ya.” Tambah Franz. “Iya


Franz san, jangan sampai di bully lagi ya. Trus nanti kalau ketemu lagi traktir


kita ya.” Cecil menepuk punggung  Franz. “Iya Franz, dan jangan lupa belikan Ronanta sate lagi ya….” Rona juga menepuk2 punggung Franz.  “Kalian lah pem bully nya.” Pikir Franz dalam hati.


“Huuu Aniki, Aneki, aku tidak akan melupakan kalian, semoga sukses ya aniki dan aneki.” ** menangis dan pamit kepada Matt dan Lori. “Hey **, sekarang km yang memimpin loh, jangan menangis ya, kamu


sering2 surati kami.” Kata Matt kepada ** sambil memegang pundaknya. “Benar,


sering2lah surati kami, kami tunggu.” Tambah Lori sambil tersenyum lebar. “Ozsu


Aniki, Aneki. ** akan selalu melaporkan perkembangan di sini ke kalian.” **


menjawab lantang. “Hei, maksudnya bukan laporan tapi ya sudahlah.” Lori berkata


lagi sambil geleng2 kepala. “Baiklah, kami pergi dulu.” Pamit Matt dan lainnya


sambil melambai. “Selamat jalan” Charlotte, Franz dan ** melambai ke arah

__ADS_1


mereka.


__ADS_2