
Tiba2, ada Cahaya terang menyoroti mereka dan mereka langsung tiba di alun2 kota Flying Castle.
“Err….kami pulang.” Kata Fei grogi.
“Uoooooohh hidup para pahlawan, hidup harapan baru selamat datang kembali para
pahlawan.” Semua bersorak sorai dengan wajah ceria dan bahagia.
“Huh…huh….aku pulang….huh.” Cecil pun menitikkan air mata melihat itu dan mulai menangis.
“Syukurlah Cecilia, syukurlah….” Fei memeluk Cecil sambil menitikkan air mata.
“Hey, aku tau isi pikiran kalian, kalian pasti berpikir kita semua akan takut
kan sama kalian karena kalian membantai lima ribu pasukan musuh tanpa berkedip.
Dan hanya sebentar lagi. Belum lagi membersihkan undead yang maju dan yang ada
sebelum nya.” Valia berbicara di belakang mereka. “…….” Fei dan lainnya pun
terdiam. “Lama kita tidak berjumpa ya. “ Terdengar suara lagi di belakang
mereka. “Sab oji san……” Mereka serentak barkata dalam hati. “Aku benar2 bangga
pada kalian, aku yakin orang tua kalian pun merasa sama dengan ku.Ga usah takut
dan khawatir, kami semua di sini rela mengikuti kalian.” Kata Sab yang langsung
mendekati mereka. “Sab oji san….” Mereka semua bersujud di hadapan sab. “Haha
kalian sudah ku anggap anak2 ku sendiri, terima kasih sudah menyelamatkan aku
yang sudah tua ini.” Katanya sambil mengelus kepala Fei dan lainnya satu
persatu. “Philiandra san……..” Mabel dan Charlotte mendekati Philia. “Kalau mau
nangis sini….” Kata Charlotte sambil membuka tangan nya. Philia pun memeluk
Charlotte dan Mabel. “Hehe sekuat apapun kamu, semengerikan apa bentuk mu,
tetap, kalau mau nangis, cerita, tertawa, kesini aja, kita berdua pasti
menyambut mu.” Kata Charlotte kepada Philia yang menangis.
Matt kemudian menggandeng tangan Fei dan Lori, begitu juga Lori dan Fei langsung menggandeng
tangan Cecil dan Rona, Cecil memanggil Philia dan langsung menggandeng nya.
“Hidup New Astorian Empire.” Matt berteriak sambil mengangkat tangan nya yang
bergandengan, di ikuti oleh Fei dan lainnya. “Uooooooh” Semuanya pun bersorak
dan bertepuk tangan. Setelah semuanya tenang, mereka membersihkan diri dan
mandi kemudian berkumpul di singgasana. “Ada masalah, energy kita sudah
terpakai cukup banyak, kita harus mengisi tenaga. Aku akan pindahkan istana ini
ke atas hutan di utara ibu kota.” Kata Rona. “Berarti kita tidak bisa bergerak
bebas dulu ya.” Kata Matt. “Iya tapi paling tidak kita menjauh dulu dari
ibukota. Supaya tidak ketahuan oleh musuh.” Kata Rona. “Aku setuju, kita pindah
ke hutan di utara saja, dari sana masih kelihatan istana Vanadis.” Kata
Valia.”Baiklah, kalau semua sudah setuju, aku mulai bergerak.” Kata Rona.
“Sebentar Ronanta chan, aku dapat usulan dari Sab oji san, supaya kita menaruh
satu Doll di singgasana istana Vanadis yang di bentuk seperti Ratu Valia yang
sudah meninggal, di dudukan di singgasana.” Kata Matt. “Baiklah” kata Rona “aku
tunggu sebentar.” Katanya lagi. “Jr, persiapannya sudah ok ?” Tanya Matt. “Siap
aniki, sudah ok, terlihat seperti ratu Valia yang wajah nya terbakar oleh
magic.” Kata **. “Ok, Valia setuju kan, sebaiknya selama kita mengisi energy
kita palsukan kematian km sambil terus memantau lewat mata Doll itu keadaan di
istana.” Matt menjelaskan ke Valia. “Ya, aku setuju, lakukan saja.” Kata Valia.
“Ok **, luncurkan Doll nya.” Kata Matt. “Siap Aniki, Doll meluncur.” **
langsung meluncurkan Doll nya dan mendudukkan nya di singgasana dengan pedang
yang tertancap di jantung nya dan wajah yang rusak. “Semua sudah ok aniki.” **
melaporkan kepada Matt. “Baiklah, ok Ronanta chan kita bisa berangkat.” Kata
Matt. “Ok Matthew oni chan.” Kemudian Rona pun mengatur arah istana supaya
menuju hutan di utara dan mengisi energy.”Aku akan turun sebentar untuk
berburu, sepertinya dengan orang sebanyak ini, persediaan kita kurang.” Kata Fei.
“Aku ikut ya Fei ni…” Kata Cecil. “Aku juga ikut…” Philia menambahkan.
“Kok tumben kalian mau ikut ?” Kata Fei yang heran melihat Philia dan Cecil.
“Feiruss kamu lupa ya ? tadi kan kamu hampir menelantarkan mereka….paham ga ? Payah ah
satu2 nya adik ku yang laki2 ini. Peka sedikit dong, aku sebagai perempuan juga
geram melihatnya.” Kata Lori menjelaskan. “Oh….iya….Maaf….” Kata Fei kepada Cecil
dan Philia dengan wajah merasa bersalah. “Iya ga apa2, tapi pokok nya aku ikut
ya.” Kata Philia. “Iya oni, aku sama kayak Philiandra ne.” Tambah Cecil. “Iya
ok, begitu sampai kita turun.” Kata Fei . “Rasanya kalau kalian yang berburu
tidak enak, aku akan mengutus beberapa ksatria ku untuk membantu kalian
berburu, banyak orang pasti banyak hasil.” Kata Valia. “Baik, terima kasih Valia
sama.” Kata Fei lagi. “Ah jangan pakai sama dong, panggil Valia saja kita kan
sederajat.” Kata Valia cemberut. “Iya tapi kan Valia sama lebih tua.” Jawab Fei
santai. Mendengar jawaban Fei , Matt menutup mata. “Aaaahhhh aku ga tua, masih
cantik dan sexy aaaaaahhhh. Lorianne senpai dia bener2 ga paham perempuan ya.”
Valia jadi marah di bilang tua.”Loh aku salah ya ?” Kata Fei dengan polos nya.
“Aduh Feirus…..jitak nih.” Kata Lori. “Heee aku kan bilang sebenernya.” Kata Fei.
“Sini Fei , ikut aku, aku jelaskan ke km.” Matt menarik Fei masuk ke ruangan
__ADS_1
baca. “Haduh ada2 saja….” Gumam Lori. “Ha ha ha” Philia dan Cecil cuma bisa
tertawa grogi. Tak lama kemudian, Fei pun keluar bersama Matt. “Maaf kan aku
Valia. Aku lupa perbedaan waktu yg kita jalani.” Fei menunduk di hadapan Valia.
“Jangan di ulang, aku maafkan.” Kata Valia ketus. Istana pun sampai di hutan.
“Ayo kita turun.” Ajak Fei kepada Philia dan Cecil.
Mereka pun turun bersama beberapa ksatria dari kerajaan dengan
menaiki hover bike dan membawa kereta untuk mengangkut hasil buruan. Valia trus memandangi istana Vanadis yang terlihat jauh memakai teropong di balkon di temani Lori. Sesekali melihat ke
bawah. Para pengungsi sudah mulai beraktivitas dan sudah mendapatkan tempat
masing2. Anak2 yatim piatu di tempatkan di timur kota di sebuah rumah yang
berlantai empat yang cukup besar. Sab, Lenton dan Rude masuk ke gedung lembaga
militer dan di sambut oleh Ron dan Drax, tak lama kemudian Matt juga masuk
kesana. Terlihat juga banyak yang membantu Franz mengurus ternak. Dan banyak
juga yang membantu Marianne dan Mabel di ladang dan kebun. Beberapa ksatria
terlihat membantu Evan di dermaga pelabuhan udara. Floren pun masuk ke sebuah
gedung besar tepat di sebelah istana yang merupakan perpustakaan bersama
beberapa warga.Rona tidur di depan konsol di kasur yang sudah di sediakan Sasa.
Weny dan Sasa sesekali membawakan snack ke atas untuk mereka.
Mereka juga melihat anak2 yang di tolong Fei sedang
berjalan2 di kota di gandeng oleh Charlotte. Mereka juga melihat toko yang
selalu ramai. “Untuk sementara kita bisa tenang ya di sini.” Kata Valia kepada
Lori. “Iya, sekarang sementara aman, kita di lindungi oleh selubung yang
membuat hilang kalau di lihat dari luar, juga penghalang untuk menangkis
serangan musuh. Di dalam sini, waktu juga terhenti, jadi walaupun sepuluh
tahun mendatang umur kita tetap sama. Seperti yang kita alami sepuluh tahun
terakhir.” Kata Lori. “Iya, aku iri sedikit, seharusnya aku lebih muda dari km
senpai. Tapi sekarang malah lebih tua, sudah dua puluh tujuh tahun. Hiks,
padahal aku harus nya sama dengan Feiruss dan Philiandra.” Kata Valia lesu.
“Loh masih kepikiran yang di bilang Feiruss tadi ya ?” Kata Lori. “Sedikit…..”
Jawab Valia. “Tenang saja, sekarang kan tetap dua tujuh ga berubah lagi.” Kata
Lori, “Tapi tetap lebih tua dari senpai kan ?” Kata Valia lebih lesu.
“Ha ha ha” Lori hanya bisa tertawa juga karena tidak
bisa membantah lagi. “Sudahlah Valia, kita ke toko itu yu, ada minuman enak, aku
traktir.” Kata Lori sambil menunjuk toko di alun2 (convenient store). “Ok ayo
kita kesana.” Kata Valia. “Ronanta titip satu ya minuman nya bawa kesini.” Kata
Rona sambil memegang tangan Lori. “Iya, nanti one chan bawakan.” Kata Lori.
keluar ruangan menuju toko.Sore hari, Fei dan lainnya kembali, hasil buruan
mereka sangat banyak sampai beberapa kali mengangkutnya.
Keesokan harinya di ruang singgasana, Valia yang satu2nya kepala Negara yang masih ada, menobatkan Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona sebagai Demon Lord dan peminpin dari New Astorian
Empire. “Dengan ini, Matthew Von Astoria, Lorianne Von Astoria, Feiruss Von
Astoria, Philiandra Von Astoria, Cecilia Von Astoria dan Ronanta Von Astoria di
resmikan menjadi Demon Lords yang memerintah New Astorian Empire yang di akui
kedaulatannya sebagai sebuah Negara. Silahkan maju kedepan untuk menerima
pengesahannya.” Valia berkumandang. Mereka ber enam pun maju dan Valia
menyerahkan tongkat pemerintahan sebagai symbol, Kepada Matt dan Fei yang
mewakili semua. Kemudian, di balkon Valia, Matt, Fei , Lori, Cecil, Philia dan
Rona menandatangani pakta perjanjian aliansi antar Negara. Semua rakyat menyaksikan,
bertepuk tangan sambil bersorak ketika Valia dan keenamnya bersama2 mengangkat
pakta itu. “Fei ni, ga kebayang ya, sekarang kita jadi raja dan ratu hehe, kayak
mama dan papa.” Kata Cecil berbisik sambil mengangkat tangannya. “Iya, mama dan
papa pasti banggsa sama kita.” Kata Fei . “Iya…….hiks” Cecil pun mulai
menangis. Philia dan Lori pun menitikkan air mata bahagia. Mereka dengan kompak
melihat ke barat tempat makam orang tua mereka dan memberi hormat dari balkon.
Mereka melihat bayangan orang tua mereka yang berdiri di depan makam yang
kemudian menghilang. Ke enam nya menitikkan air mata melihat kejadian itu.
“Kami berhasil” Pikir mereka semua dalam hati seakan berbicara kepada orang tua
mereka. Setelah itu pesta di gelar di alun2 kota, semua warga menari2 dan
menikmati makanan yang di sediakan.Para pelayan yang di arahkan oleh Weny dan
Sasa terus membawakan makanan. Pesta berlangsung semalaman dan semuanya bersukacita.
Keesokan harinya, hari yang di janjikan pangeran Edgar, sesuai dugaan Sab, ada beberapa
penunggang wyvern undead yang terbang mengitari di atas istana Vanadis dan
mendarat. Fei dan lainnya bersama Valia bersiap di gedung militer sambil melihat monitor Doll yang di taruh di singgasana.
Tiga orang pengendara wyvern pun masuk ke singgasana dan melihat mayat Ratu Valia yang sebenarnya
adalah Doll. Mereka mengamati dari dekat sampai wajah mereka terlihat jelas di
monitor. Kemudian setelah memastikan kematian Ratu, salah satu dari mereka
mengeluarkan suatu Magic yang di tembakkan ke langit. “Tidaaaaaak” Terdengar
lah suara menggema di luar istana. Lalu para penunggang itu pergi dan terlihat
__ADS_1
di kejauhan wyvern terbang menjauh dari istana. “Kita berhasil mengecoh
mereka.” Kata Fei . “Iya, sekarang walaupun kita tidak bisa kemana2 sementara
kita aman.” Kata Matt. “Tapi apa maksud, teriakan yang terakhir ya, aku jadi
penasaran.” Kata Lori.”…..” Valia diam saja seribu bahasa. “Sebelum nya maaf,
tapi mungkin ga Pangeran Edgar mengharapkan Valia selamat ? Mungkin masih ada
sisi kebaikan di hatinya.” Kata Philia.”Tidak mungkin. Aku tahu persis sifat
kakak ku, buat dia aku ini hanya alat.” Kata Valia tegas. “Mungkin karena Valia
di anggap sudah meninggal sehingga kerajaan meninggal bersamanya sehingga dia tidak
bisa mengambil alih, sebab kerajaan Vanadis sudah di anggap hilang dan musnah.”
Kata Philia lagi. “Itu mungkin, karena suatu kerajaan yang hilang atau musnah
maka akan di lupakan dan tanah nya jadi tanah tak bertuan. Seperti Astorian
Empire dulu.” Kata Valia. “Tapi kan km bisa mengambil kembali.” Kata Lori.
“Ya benar, karena memang aku adalah Ratunya dan aku masih hidup. Jadi aku bisa
kembali kapan pun.” Valia menjawab Lori. “Baiklah kita sekarang tenang dulu,
rencana berikutnya aku mau ke kerajaan Beastmen untuk melihat yang tersisa dan
mengajak yang selamat dan kemudian ke kerajaan timur jauh.” Kata Matt. “Iya,
aku setuju, kita harus mengumpulkan banyak sekutu dan tenaga untuk melawan
kakak ku.” Kata Valia. “Sekarang karena bahaya sudah terlewati sesaat,
sebaiknya kita beristirahat sekaligus isi tenaga. Doll akan terus di tinggalkan
di singgasana istana Vanadis. Baiklah sekarang kita bubar dulu.” Kata Matt
kepada yang lain. “Terima kasih semuanya, aku benar2 tertolong.” Valia menunduk
di hadapan Fei dan lainnya sambil menangis. Dia benar2 lega sekarang karena
merasa terbebas dari beban berat dan perjuangan selama sepuluh tahun terakhir.
“Sama2, dulu kita kan juga di tolong oleh Valia.” Kata Fei . “Iya, tidak usah
di pikirkan, kita teman.” Tambah Lori. “Ayo kita istirahat dulu.” Ajak Philia
ke Valia. “Baik…..” Kata Valia sambil manghapus air matanya. Mereka pun keluar
gedung dan kembali ke rumah masing2. “Sekarang km mau kemana Valia ? Ke rumah
ku yu, aku buatkan teh dan cemilan, kita ngobrol2.” Ajak Lori kepada Valia.
“Loh, senpai tidak tinggal di istana ?” Tanya Valia. “Tidak, kita tidak ada
yang tinggal di istana kok, kecuali Ronanta chan, dia tetap di singgasana,
karena mau mempelajari konsol dan system istana terbang ini. Dia juga senang
menonton perjalanan dan mengamati situasi di luar dari monitor, makan tidur
disana, dah akhirnya tidak mau keluar, kadang aku kesal juga, beberapa hari
lalu aku sempat menarik dia untuk mandi haha.” Kata Lori sambil mengelus
kepalanya sendiri. “Kenapa ya ? padahal istana itu hak kalian.” Kata Valia.
“Kami tidak terbiasa saja mungkin, dan istana itu terlalu besar untuk kami. Dan
masalah Ronanta chan, aku minta Weny dan Sasa mengawasi dia.” Kata Lori.
“Nah, ini rumah ku dan Matthew, di sebelah ku adalah rumah Feiruss, Philiandra dan Cecilia.
Ayo masuk.” Ajak Lori sambil membuka pintu. “Terima kasih senpai, terus terang
kota ini banyak teknologi yang aku sendiri ga tau, sepanjang ingatan ku sampai
lima ribu tahun yang lalu. Waktu aku masih hidup limar ibu tahun yang lalu,
pernah ada legenda tentang dunia ini jauh sebelum aku lahir, katanya dulu semua
penghuni dunia ini adalah manusia, mereka tidak bisa menggunakan magic, dan
hanya mengandalkan teknologi, peradaban mereka sangat maju dengan gedung2
tinggi. Belakangan mereka mendapatkan sumber energy berupa magic mana yang di
gunakan sampai sekarang. Kemudian peradaban mereka musnah karena bencana dan
perang antar mereka, sebagian melarikan diri ke bawah tanah dan berevolusi
menjadi Demon. Suatu ketika Demon naik ke permukaan lagi dan mulai menguasai
permukaan dengan menggunakan teknologi dari peradaban sebelum nya. Itulah kami,
sebelum lima ribu tahun yang lalu. Jadi bisa di bilang asal kami adalah manusia.” Valia bercerita.
“Berarti semua yang ada di sini adalah peninggalan peradaban manusia sebelum demon dan bukan
Dragonian ?” Tanya Lori. “Ada kemungkinan, kurasa dua ribu tahun yang lalu pun
kota ini masih terkubur di dalam tanah, dan merupakan peninggalan peradaban manusia.
Ketika Dragonian terdampar di planet ini limaribu tahun yang lalu, awalnya mereka heran dan mencari manusia, lalu mereka berusaha menghidupkan lagi teknologi manusia kuno untuk bisa pulang ke planet mereka, tapi tidak berhasil karena sudah banyak teknologi yang hilang, akhirnya mereka berpusat pada
penggalian peninggalan manusia. Baru ketika ras celestial datang mereka
menciptakan lagi manusia juga elf dan beastmen.” Kata Valia. “Berarti semua
rumah ini, kota ini lebih tua dari limaribu tahun yang lalu. Wow sulit di
percaya.” Kata Lori. “Benar, mungkin umur bangunan ini lebih dari sepuluh ribu
tahun yang lalu. Sebagai contoh, meja dari logam ini, teknologi ini bukan dari
demon atau dragonian. Dragonian membangkitkan dan mengembangkan teknologi kuno ini untuk mengatasi ancaman duaribu tahun yang lalu.” Kata Valia. “Kalau
untuk yang kamar mandi seperti shower itu adalah teknologi kuno ?” Tanya Lori.
“Dulu, sewaktu aku masih hidup sebagai demon, shower sudah ada, bahkan sebelum
Dragonian terdampar di sini sudah ada, tapi bukan kita yang menciptakan nya.”
Kata Valia. “Wah menakjubkan, harusnya kita ajak Mabel chan kesini, dia pasti
senang sekali dengan pembicaraan seperti ini.” Kata Lori. “Oh Mabel san ada di
sini ?” Tanya Valia. “Oh km belum bertemu Mabel chan ya, biasanya dia ada di
__ADS_1
kebun, mau kesana ?” Tanya Lori. “Boleh, ayuk kita ke kebun.” Jawab Valia.
Mereka pun keluar rumah dan menuju ke kebun.