
Keesokan hari setelah membebaskan dan mengumumkan bergabung nya Elf menjadi penduduk New Astorian Empire kepada para penduduk kota, Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona berkumpul di ruang
pertemuan di istana di dampingi oleh Valia, Cezka dan William.
Matt kemudian menceritakan kepada istri dan adik2 nya analisa Jones kemarin dan kekuatan Evil God.
“Matthew oni, aku sejujurnya takut dengan diriku sendiri, setelah tau aku bisa
lepas kendali seperti kemarin, jadi aku mau kalau bisa menggunakan kekuatan ini
dan aku tidak lepas kendali.” Kata Cecil. “Aku tidak tahu Matthew ni san, Feiruss,
tapi kalau aku ingin juga bisa kendalikan kekuatan ini, supaya hal seperti
kemarin tidak terjadi lagi.” Kata Philia. “Hmm begitu ya, memang mengerikan
kalau kehilangan kendali, tapi seperti Philiandra dan Cecilia, tak mungkin aku
diam saja.” Kata Lori. “Jawaban bagus Lorianne, aku bangga sama km.” Cezka
menyeletuk. “Terima kasih ne sama.” Kata Lori. “Ronanta juga, terus terang Ronanta
ingin lebih kuat, karena sekarang ada yang ingin Ronanta lindungi.” Kata Rona.
“Oh jones….” Pikir kelima kakaknya dalam hati. “Aku pernah dengar, ada
kekaisaran di timur jauh di luar benua ini yang tidak bisa menggunakan magic,
tapi kekuatan mereka luar biasa, mereka menempa tubuh mereka menjadi senjata
dan menggunakan tenaga di dalam tubuh mereka. Aku mendengar dari seorang
pedagang yang berasal dari sana.” Kata William. “Aku pun pernah dengar, katanya
mereka bisa merobohkan monster besar dengan tangan kosong. disana semua ras ada
dan semua berilmu sama. Drax sewaktu muda berguru di sana. Tapi kabar terakhir
yang aku dengar, sama seperti kerajaan2 kita, semua di sana di kuasai oleh Evil
God dan langitnya pun gelap, bahkan mereka lebih dulu di kuasai sebelum kita.”
Kata Valia. “Berarti kalau kita kesana percuma dong kalau mereka sudah tidak
ada ?” Kata Cezka. “Belum tentu, sebelum ke Beastmen Kingdom, pikiran kita
semua sama seperti km Cezka, tapi ternyata kita malah bertemu km dan para Elf
yang sekarang bergabung. Jadi kita tidak tau pasti. Terlebih lagi, setelah
melewati kekaisaran ada daerah yang katanya belum pernah di masuki manusia
karena ada dinding pembatas.” Kata Valia. “Apa kita coba kesana ? mungkin di
sana ada yang bisa membantu kita untuk mengendalikan kekuatan kita.” Tanya Fei .
“Bagaimana menurut kalian semua ? apa kita harus mencoba nya ?” Kata Matt.
“Untuk kesana, kita harus menuju ke kota pelabuhan di utara ibukota, kemudian
menyebrangi lautan ke benua berikutnya.” Kata William. “Ronanta coba cek
rutenya dulu sebentar.” Rona pun lari keluar. “Laut ya, aku dan Cecilia belum
pernah melihat laut.” Kata Fei . “Iya aku juga Feiruss, aku juga belum pernah.”
Kata Philia. Rona pun kembali. “Rutenya seperti ini, kita butuh lima hari dari
bekas desa elf ini ke kota pelabuhan, lalu dari pelabuhan ke benua berikutnya
membutuhkan waktu dua minggu di atas laut. Kita bisa mengisi energy di kota
pelabuhan, energy yang kita miliki sekarang cukup untuk ke pelabuhan tapi tidak
akan cukup untuk menyebrangi lautan.” Kata Rona. “Hmm Perjalan nya jauh juga
ya, bagaimana menurut kalian ?” Kata Matt. “Aku setuju saja, aku juga mau lihat
kekuatan yang bisa menumbangkan monster dengan tangan kosong. Aku harap masih
ada orang di sana yang bisa mengajari kita dan tidak musnah sepenuh nya.” Kata Lori.
“Aku setuju, ada ekperimen yang mau aku lakukan dengan Doll di laut.” Kata Cecil.
“Gimana menurut Valia, Cezka dan Will.” Tanya Matt.
“Ah, aku kan penumpang, aku sih ikut nahkoda saja haha.” Kata Will sambil bercanda.
“Aku sama dengan Will, aku juga penasaran sebenarnya haha.” Kata Cezka.
“Yah, aku juga setuju, Will benar, kita bertiga ini penumpang dan menyerahkan hidup kita
kepada kalian. Jadi aku rasa tidak masalah dan sangat berterima kasih karena
kalian bertanya kepada ku.” Kata Valia. “Iya Valia ne, siapa tau di sana ketemu
jodoh ya….” Ledek Cecil. “Ah…ehem…itu juga sih.” Jawab Valia pelan dengan wajah
mulai memerah. ”Baiklah kalau semua setuju, Ronanta chan, tolong bilang ke jones
kita sudah ok, silahkan mulai bergerak ke kota pelabuhan. Oh ya, aku dan
lainnya mengangkat Jones menjadi nahkoda istana ini.” Kata Matt sambil
tersenyum kepada Rona. “Aye aye Kapten Matthew oni chan, Ronanta sampaikan ke
nahkoda jones.” Kata Rona yang semangat dan langsung lari menuju ke konsol
dimana Jones berada. “Kok bisa ya semangat tapi tanpa ekpresi…..” Pikir semua
yang melihat nya. “Hehe dia senang tuh, Ronanta chan sepertinya sangat menyukai
Jones.” Kata Cecil. “Haha iya, lucu mereka.” Kata Lori. “Gimana kalau kita
nikahkan saja mereka ?” Celetuk Fei . Semua nya pun menengok ke arah Fei .
“Feiruss, km pikir umur Ronanta chan dan Jones umur berapa sekarang, masih terlalu cepat.”
Kata Philia. “Loh apanya yang terlalu cepat, coba pikir, Umur Ronanta kalau di
hitung dua ribu dua puluh tiga tahun sedangkan Jones dua belas ribu tahun
lebih. Dah cukup dong.” Kata Fei . “Apanya ? Ronanta chan dari bangun sampai sekarang umur tiga
belas tahun, Jones bangun langsung berumur tiga belas tahun. Hitung pas bangun nya dong bukan
tidur nya, gimana sih.” Kata Lori protes. “Yah kalau pikiran nya begitu berarti
mereka ga gede2 dong, karena di istana ini kan waktu berhenti.” Kata Matt.
“iya juga ya…..” Pikir yang lain nya dalam hati. “Ronanta mau kok menikah sama
Jones.” Tiba2 Rona berbicara. “Haaaaah.” Seisi ruangan kaget. “Nah loh, dia
dengar omongan kita.” Kata Lori. “Aku keluar dulu ah, ga ikutan ya.” Will
berusaha kabur. “Hei hei, mau kemana, sini temani aku.” Kata Cezka.
“Hahahaha.” Valia Cuma bisa tertawa. “Ronanta chan, menikah itu harus kedua belah pihak
saling mencintai, aku mengerti perasaan km, tapi Jones kan belum tentu. Km ga
boleh egois.” Kata Lori menjelaskan. “Oh begitu ya, sebentar” Rona berlari ke
depan pintu “Jones km cinta sama Ronanta ga ?” Teriaknya di depan pintu. “ Ok.
Katanya iya tuh, dia cinta Ronanta.” Kata Rona kepada Lori dengan wajah tanpa
ekspresi. “Astaga……segampang itu bertanya nya ? Sebenernya mereka ngerti ga sih ?” Kata Philia.
“Mereka ga ngerti….dijamin.” Kata Cecil. “Betul betul mereka ga ngerti.” Tambah Cezka.
__ADS_1
“Loh kan udah di jawab ayo nikahkan kita.” Kata Rona dengan wajah tanpa ekpresi.
“Duh makanya kalau bicara hati2 dong semuanya.” Kata Fei .
“Km yang mulai….” Semuanya berteriak kepada Fei.
“Nah jadi repot kan nih, makanya tadi aku mau kabur.” Kata Will.
“Dah gini aja….Ronanta chan, gimana kalau kalian bertunangan dulu dengan memakai gelang warna kuning….nanti setelah kalian besar baru menikah….bagaimana ?” Kata Valia yang mendekati Rona.
“Oh berarti bertunangan dulu ya….ok mau. Kalau gitu Ronanta menikah nya setelah
Valia one chan ya, kan kemarin dapat bunga.” Jawab Rona dengan wajah tanpa
ekspresi. Valia shock mendengar nya dan menjadi patung. Semua yang diruangan
kecuali Rona menahan tertawa. “Hmm Rona ternyata memperhatikan sekelilingnya
dan mau mencoba melakukan apa yang kita lakukan walau dia tidak
mengerti……bahaya nih.” Kata Lori dalam hati sambil menahan tawa.
“Nggh kita bubar ya ngh.” Kata Matt yang langsung lari keluar ruangan. Di susul semuanya
keluar ruangan. Lori membawa Rona keluar ruangan. Menyisakan Valia yang masih
menjadi patung di ruangan. “Sedih nya……” Kata Valia dalam hati.
Flying Castle pun mulai mengarah dan berjalan menuju kota pelabuhan.
Lima hari kemudian, mereka tiba di kota pelabuhan. “Wah kotanya terang sekali, tapi sayang tidak
ada penduduknya.” Kata Lori sambil melihat monitor. “Iya, terbayang pasti dulu
di sini indah sekali.” Kata Philia. “Dulu, tempat ini ada resort nya, karena
kita bisa ke pantai untuk berlibur.” Kata Cezka. “Wah asik dong, gimana kalau
kita turun sambil menunggu energy penuh ? Aku mau bawa Doll satu.” Usul Cecil. “Ronanta
chan, kira2 butuh berapa lama untuk mengisi energy ?” Kata Matt. “Uh sekitar
satu atau dua hari.” Kata Rona. “Hmm baiklah, bagi yang mau main di pantai
silahkan.” Kata Matt. “Horeeee……ayo ayo ayo.” Kata Cecil yang langsung melompat
keluar balkon. “Astaga, Cecilia senang sekali. Ayok Will, Matt, Valia, kita
juga pergi. Lorianne, Feiruss, Philiandra, Ronanta dan Jones juga.” Ajak Cezka
sambil berjalan keluar. “Aku…tidak punya baju renang.” Kata Philia. “Aku juga
ga punya….” Kata Valia. “Tenang saja, di sini sebenarnya ada toko untuk membeli
pakaian renang pria dan wanita. Semoga barang nya masih ada walaupun sudah
tidak berpenghuni hehe.” Kata Cezka.
“Hey…coba lihat di monitor. Ada pemandangan menakjubkan.” Kata Will sambil memalingkan wajah dari monitor.
Ternyata terlihat di monitor, Cecil sedang di pantai tanpa menggunakan sehelai
benang pun dan bermain bersama Doll. “Itu…..Cecilia ?” Kata Fei .
“Oh tidak……” Kata Matt memalingkan wajah.
“Aaaaaaaa, Lorianne ne san, darurat, cepat kita susul dia, anak itu benar2 seenaknya.” Kata Philia kalut. “Tunggu dulu Philiandra, kalau ada Doll, berarti…..yang di gedung militer lihat semua dong.
Bagi tugas, aku ke gedung militer, km langsung jemput si Cecilia. Hayo cepat
cepat.” Kata Lori sambil menarik Philia dan lompat dari balkon. “Ronanta juga
ya, yuk Jones….” Kata Rona sambil buka baju dan membuka baju Jones.
“Tungguuuuuu Ronanta chan, pakai dulu, lalu kita sama2 pergi, Jones juga.”
Valia langsung lari memakaikan baju Rona. Mereka pun bersama2 turun dari istana
melihat Hagel, Franz dan Evan berkumpul di monitor **. Lenton dan Ron sedang
tidak ada di gedung.
“Jr senpai, yakin nih ga apa2 kalau ketauan gimana ?” kata Franz ketakutan tapi tetap melihat monitor.
“Hehe tenang2 kan dia sendiri yang minta kita keluarkan Doll nya.” Kata **.
“Ternyata Cecilia chan itu….ehem….seksi ya…..ehem.” Kata Evan sambil terus melihat.
“Hooooo… aduh Philiandra sama merusak acara hehe.” Kata Hagel.
Lori berdiri di belakang mereka semua. “Wah bagus ya.” Kata Lori.
“Iya aneki, bagus……..Hah aneki ?” Kata ** kaget.
Semua pun menoleh kebelakang dan langsung berkeringat dingin. ** langsung
mematikan monitor. “Bagus, semua ikut aku keluar. Sekarang.” Kata Lori.
Mereka pun berkumpul di air mancur alun2 kota.
“Sujud, kalian ini bukan nya mencegah dia malah menonton. Keterlaluan. Terutama km **, sekarang km push up seribu kali, cepat.” Teriak Lori kepada semuanya.
Mabel dan Charlotte pun mendekati mereka. “Ada apa Lorianne ne san kok Evan di hukum ?” Tanya Mabel.
“Iya kok Franz juga.” Tambah Charlotte.
“Nah bagus, ada kalian…….” Lori menceritakan semuanya kepada Mabel dan
Charlotte. “FRANZ….Pulang sekarang….Cepat.” Teriak Charlotte sambil menarik
telinga Franz .”Ampun Charlotte….aku tidak sengaja.” Rintih Franz. “Evan sini,
ayo kita pulang…….SEKARANG.” teriak Mabel sambil menarik telinga Evan. “Oh iya,
kalian kalau mau turun langsung saja ya, kita ke pantai sama2.” Teriak Lori
kepada Charlotte dan Mabel. “Iyaaa, kami beresin dulu urusan kami.” Jawab Mabel
dan Charlotte kompak. Ron dan Lenton keluar dari toko. “Ada apa ini Lorianne
kun.” Tanya Lenton. “Pak Lenton, mereka terlalu menuruti adik ku Cecilia,
sekarang mereka berbuat kesalahan yang cukup fatal buat ku.” Kata Lori. “Oh
kesalahan apa ?” Tanya Lenton. Lori pun menceritakan semuanya. “Aku mengerti
Lorianne kun, dah km tinggal saja, biar mereka aku yang urus.” Kata Lenton.
“Ampun…..aneki..” Teriak ** dan Hagel. “Rasain….dan lupakan pemandangan tadi ya…” Kata Lori.
“Iya aneki.” Jawab mereka berdua. Sementara itu, Valia, Cezka, Ronanta, bersama Feiruss, Matthew
dan Jones sudah sampai di pantai. Sesuai yang Cezka bilang memang ada toko yang
menyediakan pakaian renang Cuma karena kota sudah tidak ada penghuni nya jadi
mereka tinggal ambil saja sesuai selera mereka. Valia, Cezka dan Ronanta masuk
ke dalam toko dan melihat Cecilia yang sedang berlutut di marahi Philiandra.
“Kamu benar2 ga tau malu ya Cecilia, apa kamu sudah tidak bisa mikir, berapa
banyak yang menyaksikan km hari ini, apa kamu tidak malu ?” Teriak Philia
memarahi Cecil. “Maaf, Philiandra ne, aku tadi terlalu senang….” Kata Cecil
memelas. “Terlalu senang ? Aduh, senang boleh tapi jangan sampai melupakan
segalanya. Sekarang km sudah mengerti belum ?” Kata Philia. “Iya sudah
Philiandra ne.” Kata Cecil lagi. “Haha sudah lah Philiandra, dia sudah sadar
__ADS_1
kesalahan nya, toh sekarang dia sudah pakai bikini untuk berenang.”
Kata Cezka. “Iya, sudah maafkan saja. Aku juga kadang2 begitu.” Kata Valia.
“Pantas dia belum nikah….” Semua berpikir dalam hati mendengar ucapan Valia.
“Loh km sendiri sudah pakai bikini ya Philiandra….ternyata.” Ledek Cezka.
“Ah…ini, aku hanya memberi contoh Cecilia.” Kata Philia.
“Huh, padahal milih nya serius banget tadi.” Gumam Cecil. Lori pun menyusul ke toko itu bersama
Charlotte, Mabel dan Marianne. “Cecilia, sini……” Lori langsung merangkul leher Cecil dengan kencang.
“Km tau ga, kita melihat dari monitor di singgasana tidak terlalu jelas, tapi ** cs melihat km dengan sangat sangat jelas dari mata Doll, km sadar ga itu ? Senang banget sih km pamer barang ini.” Kata Lori sambil meremas dada Cecil.
“Ahh jangan dong Lorianne ne, aduh aduh sakit tau. Iya maaf aku ga akan mengulangi
lagi.” Kata Cecil. “Lah terus mereka udah terlanjur lihat gimana coba ?” Kata
Lori. “Ya sudah, anggap aja hiburan gratis.” Kata Cecil santai. “Dasaaaaar anak ini.”
Kata Lori geram sambil mengacak2 rambut Cecil. “Hahaha benar2 deh aku ga akan
bosan bersama kalian.” Kata Cezka. “Aku juga sama Cezka haha.” Tambah Valia.
Mereka pun tertawa bersama2. Kemudian mereka memilih bikini dan baju renang
yang mereka sukai dan langsung menuju pantai. “Heeey, Matthew, Feiruss.” Teriak
Lori. Fei dan Matt pun menengok. Mereka melihat Lori yang memakai bikini
berwarna putih dengan bentuk yang dewasa, Philia memakai bikini garis2 putih
dan biru, Cecil yang memakai bikini agak rapat dengan motif kotak2 dan Rona
yang memakai baju renang sekolah berwarna merah. “Wow, sangat cocok Lorianne.
Km pantas memakainya.” Kata Matt kepada Lori. “Hehe makasih sayang.” Kata Lori
tersipu2. “Bagus ga Feiruss ?” Tanya Philia. “Iya bagus, dan cocok buat km jadi
imut, Cecilia juga, cocok sekali dan imut.” Jawab Fei . “Hehe makasih Feiruss.”
Kata Philia. “Makasih Fei ni hehe.” Kata Cecil. “Jones kemana ya ?” Tanya Rona
mencari Jones. “Oh tadi dia sama Will kesana.” Kata Fei sambil menunjuk ke arah
karang. “Ok….” Rona langsung pergi menuju karang. “Baiklah,kalian dulua, kami
berdua mau ganti baju dulu.” Kata Matt. “Baik…..” Jawab Lori, Philia dan Cecil.
Lori melihat sekeliling, dia merasa dia mengenal pantai dan kota ini.
“Hmm hanya perasaan ku saja kah….” Kata nya dalam hati.
“Lorianne ne san, sini, kenapa bengong, ayo berenang.” Ajak Philia sambil menarik tangan Lori.
“Oh baik….” Kata Lori sambil mengikuti Philia. Kemudian Lori pun tiba di pantai, dia merasakan kaki nya yang
terkena sisa deburan ombak di pantai. “Rasa yang sangat akrab ini….” Kata nya dalam hati.
Dia pun melangkah lebih ketengah, begitu setengah badannya terendam
air laut, dia melihat sisik di tangan nya bertambah dan sirip di telinganya
mekar. “Aku merasa ini tempat ku……”Kata Lori dalam hatinya.
Dia mencoba mencelupkan kepalanya ke dalam air dan ternyata dia bisa bernafas di dalam air.
“Oh aku bisa bernafas, coba aku berenang agak ke tengah.” Lori pun langsung
berenang ke tengah, ternyata dia bisa berenang dengan cepat dan bisa bernafas di
dalam air sehingga tidak keluar dari air. “Ini menyenangkan haha….” Katanya dalam hati.
“Ah sebaiknya aku kembali ke pantai……” Kata nya lagi.
Begitu dia mendekati pantai, di belakang nya muncul seekor monster gurita raksasa yang memiliki
delapan tentakel (Kraken).
“Lorianne awaas…..” Terdengar Cezka berteriak. Tentakel2 itu mulai menyerang Lori yang
langsung menghindar dengan melompat ke pantai. “Mahkluk apa ini…..” Teriaknya.
“Hati2 Lorianne, ini mahkluk dalam legenda yang bernama kraken, kenapa bisa ada
di sini ?” Kata Matt yang berlari menghampiri Lori. “Ayo kita lawan.” Teriak Fei.
Mereka ber enam pun mengambil posisi dan langsung maju menerjang gurita itu.
Makhluk itu sama sekali bukan tandingan mereka, ketika di serang bersamaan oleh
mereka gurita itu langsung terpotong2. “Mudah haha….” Kata Cecil. “Aku..ingat
sesuatu, oh tidak…..aku lahir di kota ini, lalu karena aku tidak memiliki
teman, aku bermain bersama seekor gurita yang masih kecil, aduh….apa yang aku
lakukan.” Kata Lori sedih dan terduduk. “Rupanya dia menungguku kembali dan aku
malah membunuh nya…..huaaaaaa.” Lori pun menangis sambil memegang satu tentakel
nya yang terputus.”Lorianne, km ga salah, ingatan mu kan di tutup sama ibu mu,
wajar kalau kamu tidak mengingat nya. Sudah tidak apa2” Kata Matt. “Dia
temanku……huaaaa.” Lori menangis tersedu2. Tiba2 dari badan gurita besar yang
sudah mati itu, ada gurita kecil yang lahir dan menghampiri Lori. “Kyuuuu” kata
gurita itu meyapa Lori. “Iyaa, aku ingat km…..aku ingat.” Kata Lori sambil
memeluk gurita kecil itu. “Hmm kita sepertinya harus membersihkan bangkai nya
nih.” Kata Will. “Jangan, orang2 jaman dulu memakan tentakel gurita dan rasanya
enak.” Kata Valia. “Sayang, boleh aku bawa dia ke rumah ?” Kata Lori sambil
menunjukkan gurita nya kepada Matt. Kemudian Matt melihat bangkai gurita
raksasa yang sedang di potong oleh Fei dan lain nya untuk di masak.
“Uhh kalau dia jadi sebesar itu bagaimana ? Rumah kita saja kalah besar.” Kata Matt.
“Tidak apa2 sementara, ketika besar dia kita lepas lagi di lautan.” Kata Lori dengan mata yang memelas. “Huuuuh ya sudah apa sih yang ga boleh buat istiku.” Kata Matt menyerah.
“Terima kasih sayang. Muah.” Kata Lori sambil mencium pipi Matt.
“Wah wah suami istri yang mesra.” Kata Cezka yang mendekati mereka.
“Cezka ne sama lihat nih.” Kata Lori sambil menyodorkan gurita kecil itu ke wajah Cezka.
“Hiiii apa itu……..hiiiiii.” Cezka melompat ke belakang karena geli.
“Ini anak gurita yang mati itu, dulu ini teman ku masa kecil….lihat deh.” Kata Lori sambil mengacung2kan gurita kecil itu ke wajah Cezka lagi.
“Hiii jauhkan dari ku….” Cezka pun lari. “One samaaaa…..” Kata Lori mengejar Cezka.
Kemudian, Philia, Charlotte dan Mabel memotong2 tentakel itu dan memanggangnya. Mereka
menusukkan tentakel yang sudah di panggang dengan tusuk dari kayu dan
membagikan ke semuanya. Mereka semua menikmati makan gurita bakar. Rona dan
Jason duduk berdua di karang sambil melihat ke arah lautan dan menikmati gurita
bakar nya. Hari sudah menjelang malam, mereka pun kembali ke flying castle
setelah puas bermain di pantai.
__ADS_1