The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 2 Fate encounter


__ADS_3

“Fei nii aku lapar nih.” Cecil mengeluh sambil berjalan. “Hah, bukan nya


tadi kita baru saja makan lagipula bekal dari ibu sudah habis semua, kita baru


berjalan 2 hari.” Fei menjawab keluhan Cecil. “Hehe iya sih, karena kita


berjalan terus aku jadi lapar lagi deh, lagipula semalam aku kurang tidur,


ternyata tidur di tenda tidak enak yaa.” Cecil terus mengeluh. “Jadi, gimana ?


kamu mau pulang ?” Goda Fei.


 “Aku cuma ngomong kok, siapa yg bilang


mau pulang….huh dasar Fei niikikuk.” Cecil membalas sambil menjulurkan lidah.


“Sabar ya adik ku yg gendut, 1 hari lagi kita akan keluar hutan dan 2 hari lagi


sampai di kota.” Jawab Fei sedikit menggoda. “Haaaaaaah siapa yg genduuuuuut,


lihat perut ku sangat rataaaa, lemak ku kumpul di atas nya nih, coba liat.”


Cecil membalas dengan kesal.


“Iya iya, ngerti” Fei berjalan dengan wajah cuek nya. “Huuuu dasar Fei nii


idiot, mau sampai kapan anggap aku anak kecil terus. Aku sudah jadi gadis


tauuuu.” Cecil menjawab geram. Fei tiba2 berhenti dan Cecil menabrak nya.


“Heaaa kenapa berenti mendadak sih kakak idiot.” Cecil memegang hidung nya yang


sakit terbentur.


“Stt diam, apa kamu mendengar suara ?” Fei menutup mulut Cecil. “Iyasamar2,


suara orang yang sedang bertarung…..aku cek sebentar kak, titip tas ku.” Cecil


melempar tas nya ke Fei dan langsung melompat, dia mengepakkan sayap nya dan


memantau dari angkasa.


“Oh disana kah.” Cecil mendekat lokasi nya, perlahan dia turun dan mengintip


dari sela2 pohon.  “Hmm 2 orang sedang di kepung goblin. Coba kita liat.


Wolf tribe dan Elf ya…..yang wolf tribe hebat… dan yang elf terus memanah


sekaligus, cepat selesai nya. Eh eh eh yg elf punya buntut kecil dan hitam……kok


aneh…..aku harus kasih tau Fei nii nih….ada kemungkinan mereka half juga hehe.”


Pengamatan Cecil sukses.


Ketika Cecil bersiap untuk terbang, tiba2 kaki nya di tangkap. Rupanya 2


orang yg di amati Cecil sadar kalau Cecil mengamati mereka dan salah satu nya,


yaitu wolf tribe memegang kaki Cecil, sedang kan yg lainnya bersiap untuk memanah.


 “Siapa kamu, ngapain kamu mengamati


kita ?” Tanya si wolf tribe ke Cecil. “Maaf2 Cuma numpang lewat, bye2.” Cecil


memutar badan nya dan lepas dari genggaman dan langsung berniat lari. Tapi


sebuah anak panah melesat ke arah nya, berhubung Cecil sangat lincah dia dapat


mengelak panah itu, tetapi karena  pijakan nya kurang mantap dia terjatuh


dan turun ke bawah. Begitu turun Cecil langsung di kepung.


“Waduh kok jadi begini sih…….” Pikir Cecil. “Baiklah aku coba pakai senjata


itu.” Cecil mengambil sesuatu dari saku nya. “Tunggu, kamu siapa ?” Tanya si


wolf tribe ke Cecil, “Cuma orang lewat.” jawab Cecil. “Kamu half demon.” celetuk


si elf. Cecil memasukkan lagi senjatanya ke saku nya dan mengangkat tangan nya.


“Kalau iya kenapa ? apa ada masalah ?” Jawab Cecil ketus.


 Kedua orang itu saling bertatapan dan


kemudian memasukkan senjata mereka. Cecil yang melihat itu keheranan. “Kalian


melepaskan ku ?” Tanya Cecil bingung. “Kami hanya mau bicara.” Tanya kedua


orang itu. “Perkenalkan, nama ku Matt usia 16 thn, aku dari wolf tribe,


beastman dan seorang half demon sama seperti mu.” Matt memperkenalkan diri. Matt


seorang wolf tribe, badan nya agak besar, agak sedikit lebih besar dari wolf


tribe pada umum nya. Dia selalu memakai topi cowboy dan tidak pernah di lepas,


Senjata nya sebuah perisai besar dan kapak. Tampan dan kekar. “Nama ku Philia,


usia ku 15 tahun, seperti yang bisa kau lihat, aku seorang elf dan half demon.


Boleh tau nama mu siapa ?” Philia menyusul memperkenalkan diri. Philia adalah elf,


kulit nya putih halus, agak kurus dengan telinga yang panjang. Pakaian nya


serba hijau berbahan kulit dan bersenjatakan busur panah dan pedang pendek.


“Okay, namaku Cecil, 14 tahun, human dan half demon…salam kenal.” Jawab


Cecil rada canggung. “Hmm jarang sekali bisa ketemu sesama half demon, kalau


boleh tau sedang apa km di hutan ini.” Tanya Philia ke Cecil. “Aku sedang dalam


perjalanan ke kota dengan kakak ku, eh iya aku lupa soal kakak ku.” Jawab


Cecil. “Apa kakak mu seorang half demon juga ?” Tanya Matt. “Iya,  sama


dengan ku.” Jawab Cecil. “Eh dia bisa terbang juga ?” Tanya Philia lagi.


“Tidak, tapi dia Kuat.” jawab Cecil.


 “Aku mau menyusul kakak ku, apa


kalian mau ikut ?” ajak Cecil. “Apa boleh ? apa kamu percaya kita ?” Tanya Matt.


“Ok saja, nanti kalau ketemu kakak ku baru jelas.” jawab Cecil. Matt dan Philia


saling pandang. “Ok kita akan nemani kamu.” jawab Matt.  Mereka pun berjalan


menuju tempat Fei menunggu.


Sementara itu, “Cecil lama sekali, ada apa ya, dasar adik bodoh awas saja


kalau dia sampai nyasar.” Fei merasa sedikit cemas dengan adik nya. “Oi Fei


nii……” Cecil berteriak sambil melambaikan tangan. “Haduh kamu bikin kuatir


saja, adik bodoh.” pikir Fei dalam hati, ketika Fei bersiap untuk menghampiri


Cecil, dia melihat 2 bayangan di belakang Cecil.


“Cecil nunduk.” langsung Fei melesat dan melancarkan pukulan ke belakang


Cecil. “Eh ada apa.” Cecil yg di lewati bengong dan kaget. Sasaran Fei rupanya Matt,


dengan sigap Matt menahan serangan Fei dengan perisainya dan terjadilah ledakan.


Matt berhasil menahan serangan Fei dengan tidak berpindah tempat.


“Woah orang ini kuat, bisa menerima pukulan ku tanpa bergerak.” Fei melompat


kebelakang melindungi Cecil. “Woi Fei nii bodoh, jangan paranoid.” Cecil mengapit


pipi Fei dengan kedua tangan nya. “Main langsung serang, ga punya mulut apa?”


tambah Cecil memarahi Fei sambil tetap mengapit pipi Fei.


“Ogoh…ooogh,” Fei meronta minta di lepas. “Eh maaf Fei nii hehehe keterusan.”


Cecil melepaskan Fei. “Siapa mereka Cecil.” Tanya Fei sambil memegang pipi nya


yg sakit. Melihat tingkah kakak adik ini Philia tertawa kecil. Cecil


menjelaskan pertemuan nya dengan Matt dan Philia kepada Fei . “Mohon maaaaf


sebesar besar nya, saya salah sangka dan main serang saja.” Fei meminta maaf


sambil menunduk kan kepala.


 “Haha tidak apa2, kalau jadi kamu aku


juga akan bersikap sama melihat adik ku yg cantik di ganggu.” Jawab Matt sambil


tertawa dan mengusapkepala nya yg di tutupi topi. “Jangan bercanda.” Philia


menendang kaki Matt. Fei lalu menoleh ke arah Cecil karena Cecil mundur dan


tiba2 diam. “Loh kamu kenapa jadi merah.” Tanya Fei heran. “Hah berisik Fei nii


bodoh, tidak peka, idiot” Cecil ngambek.


 Mereka pun tertawa bersama. Malam pun


tiba, mereka mendirikan tenda dan memasak makanan lalu makan bersama. Setelah


selesai makan, mereka mulai berbincang2. “Fei , maaf sebelum nya, apa kamu juga


seorang half demon ?” Tanya Matt kepada Fei . “Betul, usia ku 15 tahun dan aku


half demon, human dan vampire, bisa di lihat dari mata merah ku dan taring di


mulut ku, tapi aku tidak butuh darah jadi tenang saja.” Jawab Fei “Hmm dia


keren juga.” pikir Philia dalam hati.


 “Kalau kamu sendiri bagaimana Matt ?


terus terang, belum pernah ada yg bisa menahan pukulan ku seperti tadi.” Tambah


nya. “Hmm aku seperti yang kamu lihat Fei , wolf tribe, usia 16 tahun,


half demon cyclops, makanya badan ku agak besar dan…..silakan di lihat.” Matt


membuka topinya, ternyata di balik topi nya ada satu mata lagi di dahinya, Matt


mempunyai 3 mata dan dua telinga di atas ciri khas wolf tribe.


“Kereeen…..” Cecil tanpa sadar berkomentar. “Buat ku ini benar2 masalah dan tidak


keren sama sekali. Karena ini aku di usir dari rumah ku….sampai aku tidak bisa


lagi memakai nama belakang ku.” Matt bercerita. “Eh…km seorang noble ? hanya


noble yg punya nama belakang.” Tanya Cecil.


“Mantan noble, aku hanya anak ke 3 dari 5 bersaudara, aku juga anak adopsi,


sekarang aku sama dengan kalian hehe.” Matt menjawab ringan. Fei terdiam, dibandingkan


dengan pengalaman nya, pengalaman Matt juga pahit, mungkin sama hanya ceritanya


yg berbeda. “Kalau kalian bagaimana Fei dan Cecil” Tanya Matt. “Kurang lebih


sama, kita juga di kucilkan karena sudah menolong desa kita, kalau kita tetap


tinggal di desa  itu orang tua kami yang jadi sasaran.” Jawab Fei singkat.


“O iya Cecil km ras apa, baru kali ini aku lihat half demon bisa terbang” Philian


menambahkan topic pembicaraan.”Aku…aku half demon, human dan fallen angel,


cirinya sayap burung hitam di punggung ku dan rambut ku yg merah ini. Kalau


kamu sendiri Philia.” Tanya Cecil balik. “Hmm aku malu…..” jawab Philia tersipu.


“Hey tidak ada malu2 di antara kita tau.” Cecil berkomentar. “Hmm baiklah, aku


half demon succubuss dan elf, ayah ku elf dan ibu ku succubuss, ciri khas ku


sayap kelelawar kecil dipunggung ku ini dan………ekor.” Philia menjelaskan sambil


malu2.


“hoooo boleh lihat ?” tanya Cecil sambil berjalan ke arah Philia. “hii


jangan, memalukan.” Jawab Philia. “Ah sebentar saja, sini.” Cecil melompat ke


arah Philia dan mereka terjatuh lalu Cecil menggenggam benda hitam seperti


ular. “Aaah km pegang apa itu Cecil.” Philia menutup muka. Cecil yang sadar dia


memegang ekor Philia merasa puas dan sifat jahil nya keluar.


“Wah ekor yang licin, halus dan ada panah di ujung nya ini terlihat lucu dan


menggemaskan, gimana rasanya one chan Heheh.” Cecil terus menggosok ekor Philia


yg terlihat sengsara dan sangat malu. Matt dan Fei merasa risih, Matt menutup


wajah nya dengan topi dan Fei berdiri berjalan ke arah Cecil. Fel memukul


kepala Cecil “Sudah cukup adik iseng, kamu bikin orang lain nangis dasar.” Fei


memukul sekali lagi. “Maaaap.” Cecil menjawab sambil memegang kepala nya.


“Km tidak apa2 Philia ?” Fei menjulurkan tangan nya ke Philia, sambil


sedikit terisak, Philia menyambut tangan Fei . “Ahhhh memalukan, tidak seperti


adiknya, kakak nya baik sekali dan tampan, aku suka dia, eh tidak2 kita baru


ketemu hari ini.” Phila berpikir yang tidak2. Cecil yg peka mengamati Philia


dan senyum senyum sendiri. “Kalian kenapa ada di hutan ini.” tanya Fei kepada Matt


dan Philia.


“Aku tadinya seorang penjaga kota, aku di tugasi ke hutan ini bersama


beberapa rekan untuk mengamati gerak gerik monster. Tapi semua teman ku


meninggalkan ku di sini dan kartu penjaga ku di ambil, jadi aku tidak bisa


kembali. Aku sudah 7 hari di dalam hutan ini. Baru hari ini akubertemu kalian


bertiga.” Jawab Matt.


“Kalau aku, aku kabur dalam perjalanan ketika aku mau di jual oleh pedagang


budak, aku sudah di jual oleh keluarga dan clan ku dari umur 5 tahun. Ketika


aku di beli oleh seorang pedagang, aku di angkat menjadi anak dan di ajari


macam2, dari berburu sampai memasak, aku juga di ajari bela diri dan memanah.


Lalu ketika pedagang itu meninggal, aku terlantar dan tertangkap pedagang


budak, lalu aku kabur ke hutan ini.” Philia bercerita.


“Berarti yg tadi pagi kita lawan itu adalah bandit pedagang budak ya?” Tanya


Matt. “Betul, kalau tidak bertemu Matt aku sudah di jual sekarang.” Jawab Philia.


“Oh begitu ya, berarti kita ber empat punya nasib kurang lebih sama ya, lalu


apa rencana kalian sekarang ?” Tanya Fei . “Saat ini aku tidak tau, tapi memang


tidak bisa aku seperti ini terus.” Jawab Matt.


 “Aku juga sama, ga mungkin aku


kembali lagi ke kota, kalau sampai ketemu pedagang budak itu tak tau lagi nasib


ku.” Philia menjawab. “Kalau kalian sendiri  bagaimana ?” Tanya Matt.

__ADS_1


“Kita sedang menuju kota labirin untuk mendaftar ke guild petualang untuk


menjadi petualang, saat ini baru itu yang terpikirkan.” Jawab Fei .


“Kota labirin ya, boleh aku ikut Fei, mungkin aku bisa mendaftar jadi


petualang.” Tanya Matt kepada Fei . “Apa aku juga boleh ikut ?” Tanya Philia.


“Wah Philia one chan mau ikut, pasti seru nih hehe.” Cecil menjawab pertanyaan Philia.


“hiii.” Philia agak sedikit takut terhadap Cecil. Fei berpikir, kemudian


“Baiklah, kelihatan nya seru juga kalau kita bisa pergi ber empat, kadang kalau


Cuma sama Cecil bosan juga.” Fei  menjawab ringan sambil mengejek adik


nya.


“Maksud mu apa kakak” Wajah Cecil mendadak sedih. “Hahah bercanda adik ku


yang cantik,” Fei masih menggoda adiknya. Muka Cecil mendadak merah dan dia


menutup wajah nya dengan tangan. “hehe lucu juga.” Philia berpikir dalam hati


ketika melihat Cecil. “Baiklah, mari kita tidur besok pagi2 kita berangkat,


terima kasih Fei.”  Matt membungkuk.


“Tidak masalah Matt, kita sama, tapi besok pagi maukah berlatih tanding


dengan ku ?” tanya Fei kepada Matt. “Boleh Fei, kapan pun juga boleh haha aku


senang menemukan teman seperti mu Fei.”  Matt yg sebelum nya berwajah


murung, mulai agak ceria. “Philia one chan, tidur bersama ya, yuuuk.” ajak


Cecil. Philia agak sedikit curiga terhadap Cecil tapi apa boleh buat. “Aku


berjaga duluan, nanti kita gantian ya Matt.” Ajak Fei . “Siap Fei.” Jawab Matt.


Kemudian mereka pun tidur.


Malam itu Fei berjaga sendirian, dia duduk di depan perapian. “Banyak yang


terjadi hari ini, pertemuan dengan teman baru, Matt dan Philia, perjalan kita


jadi sedikit ramai. Aku melihat Cecil sangat senang, biasanya kita selalu


berdua waktu di desa, karena tidak ada yang mau mengajak main dan bicara sama


kita berdua. Aku sangat bersyukur ternyata kita berdua bukan satu2 nya di dunia.”


Fei berpikir dalam hati.


 Fei kemudian bangkit berdiri, lalu


berjalan ke arah tenda tempat Cecil dan Philia tidur, dia membuka tenda dan


melihat mereka sedang tertidur lelap. Kemudian dia berjalan ke arah tenda Matt,


dia juga melihat Matt sedang tertidur dengan topi yang menutupi wajah nya.


Setelah itu dia kembali duduk di depan perapian.


 “Ahh semoga terus seperti ini….cukup


menyenangkan.” Pikir Fei dalamhati. Dia sedikit tersenyum. Fei dan Cecil sebelum


nya memang tidak pernah mempunyai teman yang sebaya. Mereka selalu di jauhi


karena di anggap aneh. Karena hal inilah, pertemuan Fei dengan Matt dan Philia


menjadi sangat berarti,  dia merasa mendapat teman yg setara, tanpa


ejekan, tanpa hina dan cemooh, tanpa ketakutan seperti yg pernah dia dan Cecil


alami dulu.


Tiba2 punggung Fei di tepuk perlahan, Fei pun segera berbalik kaget.


Ternyata Philia sudah berdiri di belakang Fei . “Oh Philia, maaf kalau aku


membangunkan mu.” Fei menyapa Philia yg berdiri di belakang nya. “Ah tidak, aku


memang belum tidur. Boleh aku duduk di sini ?” Tanya Philia ramah.


“Oh silahkan, silakan duduk dan ini minuman mu” Fei bergeser sedikit dan menuangkan


herb tea untuk menjaga kehangatan badan. Philia pun duduk di sebelah Fei.


Mereka berdua terdiam, suasanya menjadi canggung. Sebelum nya, Fei tidak pernah


berbicara dengan wanita lain selain Cecil dan ibu nya. Dia merasa bingung untuk


memulai pembicaraan.


Dia melirik ke arah Philia yang sedang meminum minuman nya. “Oh kalau di


perhatikan dia cantik juga ya, dengan rambut berwarna perak, mata biru. Sangat


mempesona. Dia lebih cantik dari Cecil.” Pikir Fei dalam hati. Tanpa sadar dia


terus memperhatikan Philia. “Anu Fei, ada apa ya ? apa ada yg aneh di wajahku


?” tanya Philia yang terasa di perhatikan oleh Fei.


“Oh eh ah, maaf aku tidak bermaksud untuk melihat kamu.” Fei langsung memalingkan


wajah nya dan merasa sangat malu karena di tegur Philia. “Maaf Philia, hanya


saja, aku tidak pernah melihat wanita lain selain Cecil dan ibuku, maaf atas


ketidak sopanan ku ini.” Fei berkata sambil menutupi wajah nya, dia tidak


berani menatap Philia.


 “Hihi, tidak apa2 Fei , aku pun sama,


tidak pernah berinteraksi dengan siapapun, apalagi lawan jenis. Aku sudah dari kecil


di kurung sebagai budak jadi memang aku tidak pernah besosialisasi sama sekali,”


Philia menjawab sambil tersenyum melihat Fei yang canggung.  Mendengar itu


Fei lalu berpikir. “Keadaan nya lebih parah dari keadaan ku dan Cecil,”. Dia menoleh


ke arah Philia “Apa orang tua mu masih ada Philia ?” Fei bertanya kepada Philia.


“Maaf bukan maksud ku untuk mengintip masa lalu mu” tambah Fei canggung.


“Iya, ayah ku sudah meninggal dan ibu ku pergi entah kemana…sebetul nya aku


sangat ingin mencari ibu ku. Tapi ketika aku umur 5 tahun, ayah ku meninggal,


dan penduduk desa ramai2 menjual aku ke pedagang budak. Sampai saat ini aku


belum ada kesempatan untuk mencari ibu ku.” Jawab Philia sambil tertunduk.


Mendengar itu Fei langsung menyambar tangan Philia. “Eh Fei …apa yang….” Philia


yang kaget agak sedikit mundur ke belakang dan wajah nya yg cantik merah padam.


“Philia, tenang saja, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu ibu mu, aku akan


membantu.” Fei berbicara dengan mendekatkan wajah nya ke wajah Philia.


“Eh….ah….terima kasih kurasa.” wajah Philia semakin merah. “Ah maaaf, tanpa


sadar aku menggenggam tangan mu, maaf sekali.” Fei  segera melepaskan tangan


nya dan menjauh. Suasana pun menjadi canggung kembali. Kedua nya saling membelakangi


satu sama lain dengan wajah yang merah padam. Sayup2 terdengar seperti orang


yang sedang menahan tawa, Fei dan Philia pun menoleh ke arah tenda tempat Cecil


tidur.


berteriak pelan. “S..sejak kapan kamu melihat ?”


Tanya Fei gugup. “Wah pokok nya dari, jgn kahawatir Philia, kita pasti akan bertemu


ibu mu, aku akan bantu. Xixixi.” Cecil meledek kakak nya yang lagi dalam keadaan


gugup. “Fei nii, ternyata kamu perayu wanita yg handal yaaaa hahahaha.”


Cecil menambah lagi ledekan nya. “Ah….” Fei segera jongkok sambil memegang


kepala nya, wajah nya merah sekali.


Philia mengalihkan matanya dari Cecil sambil memegang kedua pipi nya. Cecil menyergap


Philia dari belakang dan melihat wajah Philia sangat merah padam. Cecil pun


mulai terdiam. “Huh kalau sama aku kenapa ga seperti itu. Fei nii bodoh.” Sementara


itu di dalam tenda, Matt meringkuk menahan tawa dan tidak berani keluar.


Ke esokan harinya, mereka ber empat berjalan menuju keluar hutan. “Oni chan,


lihat, jalan raya….akhirnya kita tidak di dalam hutan lagi.” Cecil menujuk ke


depan. “Iya, kita sudah sampai keluar hutan, tinggal mengikuti jalan ini kita


akan sampai 2 hari lagi ke kota labirin.” Jawab Fei . “Kita sebaik nya beristirahat


dulu sejenak.” Ujar Matt kepada teman2 nya. “Iya, aku setuju.” Fei menjawab.


 Philia menoleh ke kanan dan terdiam.


“Ada apa Philia ? apa kamu capek ?” Tanya Fei melihat Philia yang diam.


“Sepertinya aku mendengar teriakan orang dari arah sana.” Philia menunjuk ke


arah dia menoleh. “Aku tidak mendengar apa2.” kata Cecil melihat Philia dengan


heran. “Hmm mungkin ada yang sedang terjadi di arah sana, aku mendengar kalau


elf mempunyai pendengaran yang tajam. Aku sendiri pun tidakmendengar apa2.” Matt


meyakinkan Cecil.


“Cecil, coba kamu terbang sebentar lihat keadaan di arah sana dan langsung


kembali kemari, sebisa mungkin kita menghindari masalah.” Kata Fei sambil menoleh


ke arah Cecil. “Oke sebentar…titip tas ku.” Cecil pun segera melesat terbang


dan menuju arah yang di tunjuk Philia. Kemudian Cecil kembali  secepat


nya.


“Oni, di sana sedang ada kereta kuda yang di kerumuni banyak orang.” Cecil


menjelaskan situasi nya. “Hmm kemungkinan pedagang yg serang di serang oleh


bandit. Jadi Fei apa yg kita lakukan ?” Tanya Matt kepadaFei.  “Arah itu arah yg akan kita tuju juga, tidak


ada salah nya kita tolong mereka” Fei menjawab.


“Tapi upayakan kita jangan terlalu menonjol dan sembunyikan identitas kita.”


Tambah nya. “Oke, setuju.” Jawab Matt. “Cecil, Philia bagaimana dengan kalian.”


Tambah Matt. “Tentu saja kita ikut iya kan Philia one chan.” Cecil melirik Philia.


“Tentu saja Cecil, ayo.” Philia menjawab.


Mereka ber empat segera berlari keluar hutan dan menuju jalan arah suara


tersebut. “Hei, jangan ngumpet di belakang anak kecil, keluarkan semua barang2


mu dan uang mu.” Seorang bandit berteriak kepada seorang pedagang gendut yang


sedang jongkok di belakang anak kecil yang sepertinya seorang budak. Anak kecil


tersebut memiliki Ekor kadal berwarna ungu dan di dahi nya memilik satu tanduk


lurus. “T…Tuan….” Kata anak itu sambil gemetar ketakutan.


“Jangan pergi, tetap halangi aku, kamu cuma budak, mati pun tidak apa.” Kata


pedagang gendut itu. “Hahaha, lihat tuh, orang kaya yg pengecut, kita bunuh


saja dia, anak ini boleh juga, kita bisa jadikan mainan dan kita bisa jual


mahal.” Para bandit itu tertawa kencang. “Ayooo maju semua, kita jarah apa yg


ada di kereta dan bunuh si gendut itu.” Kepala bandit itu mengacungkan pedang


nya. Baru selesai bicara, tiba2 kepala bandit itu terpental jauh dan mati


seketika. Ternyata Fei sudah sampai dan langsung menghajar kepala bandit itu.


“AAA Seraaaaang, mereka cuma ber empat.” Para Bandit itu berlari maju kearah


Fei yang sudah ada di depan dan sebagian ke arah Matt di belakang nya. Dari


samping, Cecil dan Philia menembakkan magic dan panah  ke arah para bandit


tersebut. Pertarungan berlangsung cepat, mereka ber empat segera menguasai


keadaan.


Banyak bandit yang terbunuh, sebagian lolos melarikan diri. Ketika semua


selesai, Philia menghampiri pedagang gendut itu “Oh ternyata kamu.” Kata Philia


geram. Dia segera mengambil anak panah dan menrentangkan busur nya. “Hiii, apa


mau mu, kamu Cuma budak dan ras rendahan (half demon), kamu berani melarikan


diri waktu itu, sekarang kamu mau membunuh ku.” Kata pedagang gendut itu.


Rupanya dia adalah pedagang budak, Philia kabur dari pedagang itu karena dia


mencoba memperkosa Philia. “Kamu…..masih berani bicarabegitu. Aku tidak akan


kabur kalau kamu tidak macam2 dengan ku, kamu berusaha memperkosa dan menyiksa


aku.” Balas Philia sambil lebih merentangkan busur nya dan siap melepaskan anak


panah nya.


“Hiii baiklah baiklah….aku akan membayar mu. Bagaimana kalau km menjadi


budak pribadi ku saja, aku akan memperlakukan kamu dengan baik hehe.” Dengan


wajah bengis nya pedagang itu berusaha mencari aman dari amukan Philia. “Arrrgh


kamuuuuu….” Philia sudah siap menembak.


Tiba2 Fei memegang tangan Philia. “Philia…..sudah cukup.” katanya. “Tapi Fei


….baiklah..” Philia menurunkan busur nya. “Oooh terima kasih tuan, tolong bunuh


half demon itu…..dia pantas mati, aku akan mebayar mahal…..haha.” Pedagang itu


berkata sambil mendekati Fei. Fei terdiam dan tiba2 dia merenggut baju pedagang


itu.


“Coba perhatikan mata ini dan gigi ini. Aku juga sama seperti dia, ras


rendahan seperti yang kau bilang. Mungkin seharus nya ku biarkan saja dia


membunuh mu ya.” Kata Fei geram sambil menunjukkan gigi nya. “Aaah ampun….ampun.”


pedagang itu bersujud di bawah kaki Fei.


“Ah aku tau orang ini, dia pedagang budak illegal, anak buah nya pergi ke


desa desa untuk menculik anak2 untuk di jual, reputasi nya sudah terkenal jelek

__ADS_1


di ibukota tempat aku jadi penjaga dulu. Sebaik nya kita bawa saja dia, kita


serahkan ke penjaga di kota labirin.” Tambah Matt.


“Hei, gendut, apa anak ini budak juga, kau menculik dia dari desanya juga ?”


Tanya Fei ke si pedagang gendut itu. “aaa ampun tuan, tidak, anak buah ku


menemukan dia di sekitar gunung sendirian, jadi mereka bawa kepada saya.” Jawab


si gendut. “Kalau begitu cepat lepas kan kalung budak nya, kita akan bawa dia


ke kota.” Kata Fei.


 “Ba baiklah…kulepaskan.” si gendut


kemudian menghampiri anak itu dan melepaskan kalung budak nya. Cecil segera


memeluk sambil membawa anak itu menjauh. “Ampun tuan, jangan tangkap aku, aku


akan membayar kalian dengan mahal, tolong lepaskan aku.” Pedagang gendut itu


memohon di kaki Fei.


 Fei menendang nya “Diam, kita tidak


butuh uang mu.” kemudian felmengalungkan kalung budak yang di lepas tadi ke


leher si gendut dan mengikat tangan nya.  “Fei , bersiap, ada yg datang.” Matt


mengangkat kapak dan perisa nya dan melihat kebelakang kereta. Fei segera


melihat kebelakang kereta.


Dia melihat beberapa orang naik kuda datang menuju ke arah nya. “Oh ksatria


kota labirin, ada 5 orang. hati2 Fei .” Matt menambahkan. “Baik, kita akan


jelaskan yang terjadi, kalau situasi menjadi rumit, Cecil dan Philia, larilah


ke dalam hutan dan bawa anak itu, aku dan Matt akan menyusul.” Kata Fei kepada Cecil


dan Philia.


“Baik, kamu hati2 ya Fei.” kata Philia kepada Fei . “Kita bersiap Philia one


chan.” Kata Cecil kepada Philia sambil memeluk anak itu. Ksatria berkuda


tersebut akhirnya tiba,  “Apa yang terjadi di sini ?” Ksatria berbaju lengkap


dan berwibawa, bertanya kepada Matt dan Fei.


“Kapten, ini buRonan kepala bandit gunung yg kita cari…kondisi sudah mati.”


Kata salah satu prajurit yg di belakang nya. Sang kapten pun menoleh ke arah Matt


dan Fei “Bisa tolong kalian jelaskan apa yang terjadi ?” Katanya sambil turun


dari kuda nya.


 Kemudian Matt dan Fei menceritakan


kejadian nya dari mereka keluar hutan dan penyerangan bandit terhadap pedagang


gendut tadi.  “Hmm jadi begitu ya, terima


kasih kalian sudah membantu.” Kapten tersenyum kepada mereka berdua. “Hmm tuan


ada satu orang lagi yang kita tangkap.” Kata Matt kepada Kapten.


Dia juga menceritakan kepada kapten kalau pedagang gendut itu adalah penjahat


di kotanya. “Hooo dia ya, aku tau, dia memang sudah lama buron, orang yang licin,


selalu berlindung di balik kekuasaan noble2 korup. Baiklah kita sekalian bawa


dia. Baiklah terima kasih, kalian masih pada muda, apakah kalian petualang ?”


Tanya sang kapten ke mereka.


“Oh kita sedang menuju kota labirin, untuk mendaftar menjadi petualang.” Fei


menjawab singkat. “Oh baiklah, aku tunggu di kota labirin, untuk penangkapan


ini ada hadiah nya. Nanti kalau sudah sampai ke kota pergilah ke markas


ksatria. Cari kapten Rude, namaku. Selamat tinggal dan semoga sampai tujuan.”


Kapten Rude lalu memutar kuda nya sambil melambai.


“Fiuuuh.” mereka ber empat bernafas lega. “Nama mu siapa dik ?” tanya Cecil


ke anak tersebut. “ngg ngg namaku Rona.” Jawab anak itu. “Oh Rona chan, umur km


brp Rona, dan km tinggal dimana?” Tanya Cecil lagi “Aku tinggal sendirian di


gunung, aku ga punya orang tua, umurku 10 tahun.


Aku tidak mengerti apa2.” Rona mulai menangis. “Rona chan, tidak apa2


sekarang Rona chan sama kami.” Philia jongkok dan mengelus kepala Rona. “ng


siapa….” Rona bertanya ter isak2. “Oh nama ku Cecil, one chan yg cantik ini


namanya Philia, Oni chan yg berbadan besar itu Matt dan oni chan yg cuek itu


Fei .” Cecil mengenalkan semua orang.


“Oi perkenalan nya yg bener dong.” Fei menjitak kepala Cecil. “Adu duh.”


Cecil memegang kepalanya. “hehehe…..”Rona yg melihat itu mulai tertawa. “Nah


begitu dong..” Matt menambahkan sambil tersenyum lebar. Rona menghampiri Matt


“Eto, Matt onichan, benar kan ?” tanya Rona dengan muka yg polos.


Mendengar itu wajah Matt menjadi sangat merah. “I..iya benar….” Jawab nya gugup.


Fei , Cecil dan Philia yg melihat itu mundur dengan wajah waspada. “hmm ternyata


Matt suka adik kecil ya…” Cecil berkomentar serius sambil memegang dagu nya.


“Hm..hm.” Fei dan Philia mengangguk sambil memegang dagu masing. “Haaaaah


maksud kalian apa, kenapa kalian melihat ku begitu…..ahhh.” dengan gugup nya Matt


berkomentar. “Matt oni chan, terima kasih  tadi sudah melindungi ku dari


sabetan pedang orang itu.” Rona membungkuk berterima kasih. “Oh my god….imut


sekali.” Matt melihat Rona sambil menutup wajah nya yg merah.


“I..iya sama2 Rona chan” Matt menjawab Rona dengan malu2. “Fei nii chan, Philia


one chan dan Cecil one chan…salam kenal, aku Rona.” Rona menunjuk satu persatu


ke arah Fei, Philia dan Cecil. Serentak wajah mereka bertiga menjadi merah.


“i..ya salam kenal.” Fei menjawab sambil  berbalik.


“Aba..abaaba, one chan.” Philia memegang pipinya yg merah. “Ahahaha, salam


kenal Rona chan.” Cecil menjawab sambil memandang ke atas canggung. “Hah


ternyata kalian sama saja….Huh.” Matt berkomentar dengan kesal. Semua akhirnya


terpikat oleh Rona dan perjalanan mereka jadi lebih ceria dengan kehadiran Rona.


Mereka pun segera melanjutkan perjalanan dan ketika sore mereka mulai bersiap


untuk berkemah dan membuat makanan.


Kemudian mereka makan bersama. Rona makan dengan lahap dan mereka ber empat


sangat senang melihat nya. “Eh Rona chan, km dragon ya…” tanya Cecil


ke Rona. “Iya Cecil one chan, mama ku dari ras dragonian dan papa ku seorang


iblis kuat bertanduk satu (horned demon / Ogre / Oni ) dengan julukan Doombringer.


Di gua tempat ku tinggal ada gambar yg menceritakan asal usul ku, aku jadi


tau.” Jawab Rona.


“Oh berarti kamu half demon dong.” Cecil menyambung. “Umm iya….One chan


takut ?” Rona bertanya dengan was2. “Ah tidak, kita semua di sini half demon kok.


Ini buktinya….” Cecil kemudian mengeluarkan sayap hitam nya. Rona pun bengong,


lalu Philia mengeluarkan ekor nya dan Matt membuka topinya.


“Kalau Fei nii chan ?” Tanya Rona. Fei kemudian mendekati Rona dan


menunjukkan taring dan matanya. “Berarti Oni dan One chan tachi, semua sama seperti


Rona ya….” Rona berkata dengan kaget. “Iyaaa Rona chan, kamu ga usah menahan


diri seperti sekarang lagi yaaa.” Jawab Cecil riang.


Rona menunduk dan mulai menangis, tangisan nya cukup kencang. Melihat itu,


mereka ber empat segera mendekati Rona dan memeluk erat Rona di tengah2. Rona


menangis sambil tersenyum bahagia, entah apa yang sudah dia lalui selama ini


dengan keadaan nya dan perlakuan yg tidak adil di dunia ini.


Mereka saling berpelukan seperti menjadi satu keluarga. “Rona chan, ga usah


takut lagi ya, kita semua akan bersama Rona chan.” Philia berkata sambil


memeluk erat Rona. “Rona chan, mulai sekarang ikut kita ya, kita bersama2 terus


selamanya.” Fei menambahkan. “Setuju Rona chan, selalu bersama.” Matt


menambahkan. “Ronaa chaaaan…” Cecil ikut menangis sambil memeluk Rona.


 Fei mengelus kepala Cecil, sebab dia


tau betul apa yg sudah di alami Cecil selama ini. Suasanya menjadi haru, haru


yang bahagia. Setelah itu, Matt menoleh ke arah Fei “Fei, aku punya usul,


bagaimana kalau kita mendaftar guild sebagai party saja” Usul Matt.


“Untuk pertahanan serahkan padaku, km bisa jadi penyerang depan Fei, Philia


bisa serangan jarak jauh dengan panah nya dan bisa healing dengan sprit magic


nya, dan Cecil bisa menjadi penyerang tengah dengan kecepatan dan serangan


magic nya. Kurasa kita cukup lengkap” Tambah Matt.


“Terus Rona gimana Matt oni chan, Rona harus apa ?” Tanya Rona. “Rona chan,


apa kamu bisa bertarung ?” Tanya Matt kepada Rona. “Bisa, Rona bisa magic


element tanah dan darkness, Rona juga bisa memanggil hewan peliharaan.”


Kata Rona. Mereka yang mendengar itu takjub, anak sekecil Rona bisa memanggil


hewan peliharaan.


“Rona coba ya….” Kemudian Rona berdiri dan dia mulai mengucapkan mantra, tiba2


di tanah muncul lingkaran sihir dan dari lingkaran sihir muncul lah seekor


serigala besar yang biasa di sebut Fenrir. Mereka semua berdiri kaget dan


bersiap. “Jangan, ini teman Rona, namanya Chappy, dia selalu menemani Rona


kalau Rona sendirian.” Rona berteriak menghalangi di depan peliharaan nya.


 “Luar biasa…..” Mereka ber empat


kagum melihat nya. “Mungkin Rona yang paling kuat di antara kita ber empat.” ujar


Fei . “Baiklah, kalau begitu Rona bertugas menjaga Philia dan Cecil ya.” Tambah


Matt kepada Rona. “Baiklah, Cecil one chan dan Philia one chan, serahkan saja


kepada Rona ya.” Kata Rona bangga. “Aku setuju Matt, Cecil dan Philia bagaimana


?” Tanya Fei sambil menoleh.


“Oke kita tidak ada masalah.” jawab Cecil dan Philia riang. “Sip berarti


semua ok ya, begitu sampai guild kita akan bahas detil nya lagi. Sekarang mari


kita tidur, sudah setengah perjalanan kita sampai ke kota labirin.” Tambah Matt.


“Baiklah, aturan jaga kita samakan ya Matt.” Tanya Fei .


“Baik, selamat malam” Matt menjawab sambil masuk ke tenda. Mereka pun masuk


ke tenda masing masing. Philia, Cecil dan Rona berada dalam 1 tenda, sedangkan Matt


dan Fei di tenda sebelah nya. Keesokan hari nya, pagi2.


 “Aaaaah Rona menghilang….” Cecil


berteriak. Philia yg baru bangun pun menjadi kaget “Aduh kemana Rona chan….”


Tanya Philia cemas. Mereka berdua  segera keluar dari tenda dan melihat


Fei tidur di atas pohon. “Oni bangun, km kenapa tidur di situ, kok ga di dalam


tenda ?”


Tanya Cecil heran. “Nggh Huaam, oh kalian.” Tanya Fei . “Tolong jangan oh kalian,


jawab oni.” tanya Cecil lagi. “Kamu lihat Rona chan Fei ?” Tanya Philia kepada


Fei yg baru bangun. “Oh, lihat saja di dalam tenda.” jawab Fei sambil menunjuk


tenda dia sendiri dan Matt. Cecil dan Philia mendekati tenda Matt dan perlahan


membuka tirai nya. “Haaaah apa ini.” kata mereka berdua kaget.


Rupanya Rona tidur di dalam bersama Matt dan memeluk Matt erat. Ini


menjelaskan kenapa Fei pindah ke  atas pohon. “Aah…ah.” kedua gadis itu


melihat dengan  muka memerah, bercampur marah, malu dan canggung. “Banguuuuuun


Maaaatt.” Mereka berdua serentak berteriak. Rona yg baru bangun lalu terduduk


melihat mereka berdua.


“Selamat pagi Cecil one chan dan Philia one chan….” Dengan kondisi pakaian


yg melorot ke bawah. “Kyaaaaaaaaaah.” Mereka berdua menutup wajah masing2 dan menyerbu


masuk kedalam “Bagun maaattt, dasar cabul, lolicon, musuh wanita…” Entah siapa


yang berteriak dari kedua gadis itu. Rona keluar dan duduk di pangkuan Fei yang


masih sama2 mengantuk “Huaaam.” Mereka menguap bersama dan mata terpejam


menghadap tenda seakan2 menonton pertunjukan.


Hari itu mereka langsung melanjutkan perjalanan yang agak memutar yg kira2


memakan waktu seminggu, untuk berlatih. Mereka memburu monster2 yg berkeliaran,


tentunya mereka dengan mudah mengatasi nya dan  mengumpulkan crystal


monster yang mereka bunuh untuk di jual di kota.


Seminggu kemudian pada sore hari kota labirin mulai terlihat. Mereka


 ber lima dengan senang nya segera berlari menuju gerbang kota.

__ADS_1


__ADS_2