The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 44 Conclusion and reunion after defeat the Evil God


__ADS_3

Valia, Cezka di bantu oleh Weny dan Sasa, membawa Shiori ke kamar di istana. Jones langsung memperbaiki meriam yang hancur dan mengisi tenaga flying castle. Matt dan lainnya pun terjatuh dan


pingsan karena terluka dan kehabisan tenaga. Evan, Mabel,  Franz, Charlotte, ** dan Hagel, di bantu oleh


Lenton, Rude dan Ron juga beberapa murid perguruan dan ksatria kerajaan


langsung turun dan mengevakuasi Matt dan lainnya kemudian membawanya kerumah


sakit. Pertarungan dengan Evil God pun berakhir. Semua penduduk merayakan


kemenangan mereka selama peperangan melawan Evil God. Tapi, kata2 terakhir Evil


God benar2 meresahkan Matt dan lainnya sebelum mereka pingsan. Seminggu setelah


pertarungan melawan Evil God, Philia tersadar, dan melihat Charlotte yang


tertidur sambil duduk di kursi sebelah ranjang nya.


“Uhhh..aku di rumah sakit…..” Pikirnya setelah bagun. Dia kemudian menengok ke ranjang2 di sebelah


nya terlihat Cecil, Lori dan Rona yang belum sadarkan diri. Jones juga ada di


situ dan duduk di samping Rona sambil memegang tangan nya. “Philiandra san km


sudah bangun, syukurlah, aku khawatir sekali.” Kata Charlotte dan langsung


memeluk Philia. “Charlotte san….aku pulang…” Kata Philia. “Iya….iya…selamat


datang kembali.” Kata Charlotte yang menangis lega. Mendengar suara Charlotte


yang cukup kencang, Mabel, Valia dan Cezka pun masuk kedalam. Mereka langsung


mengerubungi Philia.  “Charlotte san, Feirus dan Matthew ni san di mana ?” Kata Philia.


“Mereka tidak apa2, sekarang ada di kamar sebelah, mereka masih belum sadar.” Kata Charlotte.


“Oh sudah berapa lama kita tertidur.” Kata Philia kepada semuanya.


“Hari ini pas satu minggu, km istirahat saja dulu, serahkan pada kami Philiandra san.” Kata Mabel.


“Benar, soal pemerintahan serahkan ke kami berdua, iya kan Cezka.” Kata Valia.


“Iya, benar. Ga usah khawatir semua baik2 saja.” Kata Cezka.

__ADS_1


Tiba2, “Ronanta chan, akhirnya km bagun….aku bersyukur.” Teriak Jones sambil melompat memeluk Rona.


“A…aa…a sesak.” Kata Rona. “Hei2 Jones kun, jangandi dekap gitu dia baru bangun.” Kata Charlotte yang langsung melepaskan pelukan Jones.


“Maaf…Ronanta chan.” Kata Jones. Rona yang duduk terbangun masih bengong dan menengok ke


kanan dan kiri, kemudian dia melihat Jones dan membuka tangan nya, minta di peluk.


“Nah sekarang boleh, dah sana.” Kata Charlotte. Jones pun langsung memeluk Rona. Tiba2 terdengar suara langkah kaki, dan pintu pun di buka, ternyata Matt dan Fei menerobos masuk dengan keadaan badan masih di perban, tangan Fei patah ketika melancarkan serangan bertubi2 terakhir sehingga dia sekarang


di perban. “Philiandra…..” Fei yang  tangan nya patah langsung menerobos lainnya dan memeluk Philia.


“Hei, aku ga apa2, sini tangan mu aku heal.” Kata Philia yang langsung meng heal


tangan Fei.  Matt berdiri di depan ranjang Lori yang belum sadar.


“Tenang Matt, sebentar lagi dia pasti sadar. Yang sabar ya.” Kata Cezka sambil memegang pundak Matt.


Matt Cuma mengangguk. “Oni…oni….oni….” Terdengar suara dari sebelah ranjang Lori. Cecil ternyata baru


bangun dan memanggil2 Fei.  “Dah ke Cecilia dulu.” Kata Philia sambil mendorong Fei.  Fei langsung ke ranjang Cecil yang memanggil2 nya dan langsung memeluk nya. Cecil pun merasa lega dan masih bingung. Matt yg


berdiri di depan ranjang Lori pun mulai cemas, dan bergerak ke sebelah nya kemudian memegang dahi Lori. “Kapan km bangun sayang.” Kata nya dalam hati. “Dai kun, cium aku dong, nanti aku bangun deh.” Kata Lori sambil tertidur. Tak pikir panjang Matt langsung mengangkat badan Lori dan mencium nya. Semua di


Semuanya  pun memeluk Shiori sambil melompat dan tertawa seperti sahabat yang sudah lama sekali tidak bertemu. “Yuu kun dan Dai kun ngapain di sana saja, sini dong sekalian.” Panggil Shiori. Fei dan


Matt pun menghampiri mereka. Semua yang melihat nya merasa heran, kecuali Jones yang sudah tau ceritanya. Mereka pun becerita sambil tertawa2, menceritakan pengalaman nya masing2 seperti sedang reuni. “Maaf Philiandra san, ini siapa ?” Tanya Charlotte kepada Philia. “Oh kenalkan Charlotte san, ini Shiori chan,


nama lainnya Sariel, dia angel atau kita menyebut nya ras celestial.” Kata Philia memperkenal kan Charlotte kepada Shiori. “Salam Kenal Chalotte san.” Kata Shiori sambil menjulurkan tangan nya.  “Salam kenal” Jawab Charlotte sambil menjabat tangan Shiori. “Wah kamu temannya Keiko chan ya eh salah, Philiandra san. Hehe” Kata Shiori riang. “Keiko chan siapa ?” tanya Charlotte bingung. “Ini di sebelah ku Keiko chan, nama lengkap nya dulu Amagami Keiko, iya kan.” Kata Shiori. “Heh Shiori chan, dia jadi bingung kan  hehe.” Kata Philia.


“Maksudnya dulu ? Aku tidak mengerti ?” Kata Charlotte yang semakin bingung.


“Baiklah untuk semua di sini, aku ceritakan.” Kata Shiori. Kemudian Shiori


menceritakan siapa Fei dan lainnya sebenarnya pada kehidupan lalu nya. Dari


sewaktu masih di bumi dan setelah pindah ke dunia lain. “Oh begitu, kerajaan mana yang memanggil kalian ?” Tanya Valia.


“Sudah lenyap, peradaban pertama di planet ini, jauh sebelum orang Bumi datang kesini.” Kata Shiori. Mendengar cerita Shiori mereka terdiam dan takjub. “Haha jangan bingung, awal nya aku pun tidak percaya, karena sudah ingat baru percaya.” Kata Matt.


“Jadi, kalian semua ingat apa yang di katakan Shiori chan ?” Tanya Cezka. “Iya, kami semua ingat ne sama. Aku Shiranui Shinju.” Jawab Lori. “Kalau aku Amagami Keiko.” Kata Philia. “Makimura Daisuke” Matt berkata sambil menangkat tangannya. “Aku Akagi Yuuya.” Kata Fei.  “Kondo Chizuru” Kata Cecil sambil menangkat tangan nya. “Aku Shirota Sayako.” Kata Rona menyusul. “Wah, benar2 keajaiban ya bisa berkumpul lagi setelah sekian lama nya.” Kata Cezka. “Iya, cuma di peradaban ini mereka bisa bereinkarnasi secara


bersamaan. Di peradaban2 sebelum nya terpisah2” Kata Shiori. “Oh km memang

__ADS_1


sudah melewati berapa peradaban Shiori chan ?” Tanya Mabel.


“Hmm dari yang pertama, ini peradaban ke empat.” Kata Shiori.


“Astaga, kemana peradaban2 itu ?” Tanya Mabel lagi. “Aku hancu….” Belum selesai Shiori bicara, mulut nya di tutup oleh Lori.


“Ah mereka sudah punah.” Jawab Lori mengalihkan.


“Hey Shiori, jangan bilang km hancurkan, km kan tau mereka anti sama Evil God. Kalau sampai km di anggap Evil God gimana coba. Km dari dulu ga pernah mikir sih.” Bisik Lori di telingan Shiori.


“Oh ya…maaf te he.” Kata Shiori.


“Shiori chan, ada yang mau ku tanyakan, di akhir hidup nya, Evil God berpesan kita harus menghacurkan Eden, apa itu Eden ?” Tanya Matt. Wajah Shiori pun berubah menjadi tegang. “Nanti ku jelaskan.” Jawab nya singkat. Melihat sikap Shiori, Matt tidak bertanya lebih lanjut.


Flying Castle pun mendarat persis di luar pintu masuk ke dalam hutan dan membuka selubung nya.


“Chi chan, Saya chan, apa ada yang menarik di kota ini ? Ajak aku jalan2 dong.” Kata Shiori.


“Wah apa ya, yang pasti ga ada yang seperti tempat kita dulu.” Kata Cecil.


“Bisa di usahakan, iya kan Jones.” Kata Rona. “Iya, aku bisa membuat tempat karaoke, manga café, game center dan family resto persis seperti jaman dulu di bumi di kelola oleh golem dan menggunakan energy mana. Aku butuh bantuan ingatan mu Shiori chan untuk isi nya.” Kata Jones.


“Wah asik, syukurlah Shiori chan. Hebat kan suami ku.” Kata Rona. “Hah, dia suami mu Saya


chan ? Tidak kusangka Saya chan yang pemalu punya suami.” Kata Shiori kaget.


“Dulu pemalu, sekarang aku sudah berubah dong.” Kata Rona. “Hey  Sayako, belum jadi suami kan, baru bertunangan.” Kata Cecil.


“Sama saja Chi chan, lagipula kamu dan Keiko yang dulu berebut Yuuya malah sekarang berbagi Yuuya hehe.” Kata Rona. “Haha kalau dulu di Jepang ga ada poligami sih, iya kan Kei chan.” Kata Cecil.


“Hei Chi, aku ini gadis kuil loh, jangan sembarangan, tapi sekarang mah masa bodo haha.” Kata Philia.


“Berarti yang tetap setia dari dulu sampai sekarang cuma aku dan Dai kun ya hahaha, kalian semua kalah.” Kata Lori. “Sepertinya kalian malah senang ya di bawa ke dunia ini.” Kata Shiori. “Jelaslah, aku dan Kei  kan sahabat, sekarang kita ga usah berebutan Yuuya lagi kan, dan ga perlu bersaing lagi hehe.” Kata Cecil.


“Haha iya, benar2, aku senang , soalnya ga perlu lagi di repotkan sama urusan kuil.” Kata Philia.


“Benarkan Yuu kun.” Kata Cecil sambil memeluk tangan Fei.  “Iya kan Yuu kun.” Kata Philia yang juga memeluk tangan Fei yang sebelah nya bersamaan dengan Cecil. “Iya iya, lepas dong memalukan nih.” Kata Fei.


 “Ah Yuu kun sama aja masih malu2, ayo dong Yuu kun Hahaha.” Ledek Matt kepada Fei.  “Hah Dai, km benar2 ya, masih aja ngeledek. Km sendiri bermesraan sama Shinju terus Dai kun ciummm dong.” Kata Fei dengan


wajah merah dan balas meledek Matt yang juga jadi berwajah merah. Semua nya pun tertawa dan bertingkah seperti anak kelas dua sma (High School) yang sekelas tanpa memperhatikan hubungan saudara di kehidupan sekarang.


Charlotte, Mabel, Valia dan Cezka bingung melihat nya. Shiori pun menoleh ke arah Jones. “Km datang dari bumi kan ? dari tahun brp ? sebab kamu bilang kehidupan kita sesuatu yang kuno.” Kata Shiori. “Aku datang dari tahun tiga ribu dua ratus satu. Kalau kamu ? kapan terakhir di bumi.” Kata Jones. “Aku dari dua ribu dua

__ADS_1


puluh satu, saat itu aku masih di kelas dua sma (High School).” Kata Shiori. “Oh begitu, ok nanti bantu ya.” Kata Jones.  “Pasti dong.” Jawab Shiori riang.


__ADS_2