The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 53 First Mythical Beast, Seiryu Guardian of the East


__ADS_3

Akademi terus masuk dan beraktifitas seperti biasanya. Fei dan Rona berada di anjungan dan mengamati pergerakan mereka. “Hmm mereka sudah menyebar, sebagian sudah menduduki bekas kekaisaran, sebagian


sedang menyebrang benua dengan kapal yang mereka buat menuju beastmen kingdom.”


Kata Fei.  “Cepat juga mereka, hanya dalam beberapa hari. Sedangkan masih banyak yang memasuki celah.” Kata Rona. “Dalam sebulan mereka pasti sudah menyebar kemana2.” Kata Fei.  “Iya, Jones sayang bisa arahkan ke vanadis satelitnya ? aku mau pantau ke daerah sana.” Kata Rona.”Baik, sayang.” Kata Jones. Langsung gambar semua area di vanadis terlihat di monitor. “Aku Cuma mau memastikan mereka tidak masuk tempat ibu ku.” Kata Rona. “Iya aku paham.” Kata Jones. “O iya, kita kan pernah meninggalkan sebuah Doll di dalam istana Vanadis, apa bisa kita akses ke Doll itu untuk melihat keadaan istana ?” Kata Fei.  “Aku coba oni san.” Kata Jones. Gambar istana vanadis dari atas pun berubah menjadi sudut pandang Doll. “Wah masih bisa ternyata oni san.” Kata Jones. “Tunggu, apa itu ? kenapa banyak orang di sana ? Eden kah ?” Kata Fei.  “Tidak


terlalu jelas, karena di kamera nya buram dan kotor. Tapi iya seperti ada orang


tinggal di sana.” Kata Jones. “Hmm apa kita kesana ya buat mengecek nya ?” Tanya Rona. “Terlalu beresiko, kalau sampai ketahuan bagaimana, kita masih dalam perbaikan soalnya.” Kata Fei.  “Sebentar, bayangan nya mendekat, oh mereka petualang.” Kata Jones. “Apa yang mereka lakukan di sana, dalam kondisi begini


kita tidak bisa teleportasi mereka, dan tidak bisa menghubungi mereka.” Kata Rona. “Biarkan saja, aku lihat mereka hanya berdua, saat ini terpaksa kita tinggalkan mereka.” Kata Fei kesal. “Pakaian mereka kok seperti kita kenal ya ?” Kata Rona. “Hmm seperti seragam akademi, bisa di perbesar sedikit ga ? Mereka berkemah di singgasana.” Kata Fei.  Jones pun mencoba mendekatkan pandangan nya. “Kenal ga dengan mereka oni san ?” Tanya Jones. “Oh tidak, mereka teman2 Robert yang waktu itu mengepung kita.” Kata Fei.  “Iya benar, aku akan ke akademi, untuk konfirmasi ke pak Lenton, ayo Yuu kun, km juga ikut. Sayang bisa minta gambar mereka di rekam di tablet ku ?” Kata Rona. “Sini tablet nya, aku rekam gambar mereka.” Kata Jones. Kemudian Jones merekam gambar kedua orang itu ke dalam tablet. Fei dan Rona langsung keluar dari anjungan dan menuju akademi. Sampai di akademi mereka langsung menuju ruang kepala akademi tempat lenton. “Feirus kun, Ronanta kun, ada apa kalian kesini ?” tanya Lenton yang duduk di kursinya. “Ini pak Lenton, kita baru saja merekam gambar melalui Doll yang waktu itu kita tinggalkan di istana Vanadis. Ini gambarnya pak” kata Rona. “Hmm ini…..oh mereka mantan calon saint waktu itu, kalau ga salah namanya Alexis dan Collete. Gambar ini di ambil barusan ?” Kata Lenton. “Iya pak, barusan, makanya kita ke sini untuk konfirmasi.” Kata Fei.  “Hmm


mereka masih hidup rupanya, dulu mereka menolak naik ke istana ketika di tolong, Alexis berasal dari kerajaan kita dan Collete dari Xenobia. Dengan kondisi seperti ini, aku sarankan kita diamkan mereka dulu. Jadi selama ini mereka berada di singgasana.” Kata Lenton. “Sepertinya begitu pak, mereka sepertinya

__ADS_1


tinggal di sana selama ini. Mungkin mereka tidak berdua.” Kata Rona. “Tapi kita tidak boleh ambil resiko, saat ini kita berdoa saja supaya mereka selamat, walau kemungkinan nya kecil.” Kata Lenton. “Hmm begitu ya pak, baiklah, kita memang tidak bisa ambil resiko untuk kesana, pasukan Eden pun mulai menyebrang benua, setelah beastmen kingdom mereka pasti kesana.” Kata Fei.  “Sebaiknya kalian konsultsikan ke Machina, siapa tau dia ada solusi untuk hal ini, tapi tetap, aku tidak menyarankan kalian menolong mereka.” Kata Lenton. “Kami mengerti pak, hanya saja, saat ini setiap nyawa berharga.” Kata Rona agak kesal. “Ronanta kun, jangan lupa, dulu yang membuat masalah adalah mereka, lagipula kita ga tau sejauh apa mereka ada hubungan mereka dengan Xenobia di tambah lagi Eden sedang bergerak menuju ke sana. Resikonya terlalu tinggi.” Kata Lenton. “Baik pak, aku mengerti. Tapi ga menutup kemungkinan kan masih ada seperti mereka di istana vanadis bahkan di kota atau akademi.” Kata Rona. “Memang, tapi saat ini kita tidak bisa berbuat apa2, aku juga sedih melihat mereka, apalagi mereka bekas murid2 ku walau tindakan nya mereka tidak bisa di terima, tapi saat ini kita harus pikir resikonya, tidak mungkin kita mempertaruhkan semuanya demi mereka. Km harus


paham itu Ronanta kun.” Kata Lenton. “Baik pak, aku mengerti.” Kata Rona menunduk. “Baiklah, kalian keluar dulu sebab sebentar lagi ada rapat dengan para guru, untuk membahas krisis ini.” Kata Lenton. “Baik pak, kami permisi.” Kata Keduanya dan kemudian meninggalkan ruangan. “Kita sekarang ketemu ni ni dulu ya, aku masih penasaran.” Kata Rona. “Ok Saya chan, km itu sama kayak dulu ya, benar2 murid teladan.” Kata Fei meledek. “Iya lah, ini menyangkut nyawa.” Kata Rona. Mereka pun keluar akademi dan langsung menemui Machina di ruang baca dalam gedung pemerintahan. “Ni ni, coba lihat ini, kita merekam ini melalui mata Doll yang kita tinggalkan dulu di istana Vanadis.” Kata Rona sambil menyerahkan tablet nya kepada Eiji. “Hmm, tinggalkan saja mereka, kedua nya keturunan Eden.” Kata Eiji. “Oh begitu, pantas dulu mereka mengeroyok kita.” Kata Fei.  “Memang nya siapa mereka ? Kalian kenal ?” tanya Eiji. “Kami kenal banget, aku ceritakan.” Kata Rona. Kemudian Rona menceritakan kehidupan nya di akademi, pertemuan dengan Rpbert dan Chris kepada Eiji. “Hmm memang namanya keturunan Eden ya seperti itu, bagi mereka noble dan dewa kan sama saja. Sudah Saya chan, biarkan saja mereka.” Kata Eiji. “Tapi masih ada ga ya orang lain yang tinggal di istana itu.” Kata Rona. “Kalau masalah itu, aku bisa cek dengan mengirimkan gelombang sonar. Sebentar….” Kata Eiji. Dia pun berdiri dan menuju meja kecil di sebelah nya dan menekan alat yang berupa computer di mejanya. Eiji terus melihat ke monitor kecil nya. “Kalian berdua, coba ke sini, lihat ini, di istana hanya ada dua gelombang panas, dan di seluruh kota sudah tidak ada gelombang panas, hanya ada di ruang singgasana saja.” Kata Eiji sambil memperlihatkan monitornya. “Berarti memang cuma mereka ya.” Kata Fei.  “Ya dan tidak usah di tolong, karena mereka sama dengan Eden, kalian bisa lihat gambar kalian, ada warna biru kecil di badan mereka, ini tanda bahwa mereka keturunan Eden.” Kata Eiji.”Warna biru itu artinya apa ni ni ?” Tanya Fei.


“Artinya berdarah biru atau bangsawan, kalau di Eden di sebut keturunan dewa.” Kata Eiji. “Waktu di bumi ada istilah itu juga padahal.” Kata Rona. “Benar, tapi secara fisik tidak ada tanda, hanya sebutan saja waktu di bumi, kalau masyarakat peradaban pertama sampai Eden, ciri fisik ini muncul. Selain itu DNA mereka berbeda dari manusia bumi walaupun sama2 manusia.” Kata Eiji. “Iya ya, Mabel, ibunya dan adiknya tidak ada tanda


ini.” Kata Fei.  “Makanya, kita bisa membedakan mana manusia keturunan bumi dan mana keturunan planet ini. Kedua orang ini berasal darimana ?” Tanya Eiji. “Menurut pak Lenton, yang laki2 berasal dari Vanadis dan yang perempuan dari Xenobia.” Jawab Rona. “Kalau begitu memang sudah membuktikan, di vanadis pun sudah banyak keturunan Eden yang masuk kesana. Makanya ketika sampai di istana kalian dulu, aku langsung


akan mengarah ke bekas desa elf kemudian masuk wilayah Vanadis.” Kata Eiji. “Oh ya, bagaimana kabar dua calon saint teman Robert waktu itu ? Coba bisa kita lihat lagi ga ?” Kata Philia. Jones langsung menampilkan pandangan mata Doll di istana Vanadis ke monitor. “Oh mereka masih ada, benar2 mereka tinggal di singgasana, sepertinya mereka tenang2 saja.” Kata Lori. “Ya benar, sepertinya mereka sedang berbicara sesuatu, apa bisa kita dengarkan ?” Tanya Cecil. “Aku coba aktifkan speaker nya.” Kata Rona. “Collete, kita adalah manusia yang tersisa, peradaban akan di mulai dari kita, aku benar2 bersyukur, kita benar2 pilihan dewa2 untuk memulai kehidupan.” Kata Alexis. “Iya, kita harus menjalan kan kewajiban kita, sini, mendekatlah padaku.” Kata Collete sambil membuka pakaian nya. “Hah mereka bilang mereka manusia pilihan dewa2 dan bertugas membuat keturunan ? Tidak salah dengar nih  ?” Kata Lori. “Ah itu alasan mereka saja, tujuan nya berbuat mesum kok.” Kata Cecil. “Tolong ganti, masa kita mau tonton yang seperti ini, aku ga mau.” Kata Philia. “Hehe Kei chan malu ya lihat nya ?” Kata Shiori. “Ya serasa nonton film xxx di kamar Yuu waktu itu, aku iseng buka komputernya.” Kata Philia. “Hah, km masuk kamar Yuu kun dan nonton hal seperti ini ? kapan ? kok aku ga ada ?” Tanya Cecil. “Waktu itu kan kita janji belajar bareng  untuk ujian di rumah Yuu, km dan Yuu pulang


terlambat, aku kan pegang kunci jadi aku masuk duluan.” Kata Philia. “Oh aku ingat, loh km nonton yang tidak2 ya, pantas sikap mu aneh waktu itu. Dan nempel2 sama Yuu terus.” Kata Cecil. “Hei lihat itu, ada pasukan Wyvern yang cukup banyak menuju ke arah barat  dari posisi kita, mereka mau kemana ?” Kata Fei sambil menunjuk monitor. “Ah arah itu, pulau meteor, mau apa mereka di sana ?” Kata Eiji. “Coba ikuti diam2


dengan Drone.” Kata Matt. “Baik oni san.” Jawab Jones. Kemudian drone pun di keluarkan dan langsung terbang mengikuti mereka dari belakang. “Mereka sedang bertempur dengan Leviathan, kita harus bantu Leviathan.” Kata Matt. “Bagaimana cara kita bantu ?” Tanya Lori. “Kalian keluarlah, perbaikan selubung sudah

__ADS_1


selesai delapan puluh persen, pulau kita bisa berjalan di laut, kita akan mendekati pelan2 ke sana.” Kata Eiji. “Baik ni ni, kami ber enam pergi dulu.” Kata Matt dan lainnya. Kemudian ke enam demon lord keluar anjungan dan langsung ke pelabuhan, dengan menggunakan hover bike mereka pergi menuju tempat Leviathan bertarung. Begitu sampai, Fei dan Matt langsung melompat dari Hover Bike yang di kemudikan oleh Philia dan Lori. Fei dan Matt menyerang pasukan wyvern dari belakang dan membunuh satu persatu penunggang nya sekaligus menjatuhkan wyvern nya, kemudian mereka melompat ke sasaran berikutnya. Philia dan Rona yang di gendong Cecil terus menembak kan panah nya dan cakram nya ke para penunggang Wyvern. Dalam sekejap , semua penunggang wyvern berserta kendaraan nya di habisi tak tersisa. “Kalian……terima kasih sudah membantu.” Kata Leviathan dengan tubuh penuh luka kepada Matt dan Fei yang mendarat di pulau. “Ijinkan aku menyembuhkan luka mu.” Kata Philia yang langsung mendekati Leviathan ketika mendarat. “Baik, terima kasih.” Kata nya. “Selama km tidak apa2 kami lega dan bersyukur.” Kata Matt. “Oh ini semua Demon Lord yang km ceritakan waktu itu ya, kalian semua kuat2, aku bisa merasakan nya.” Kata Leviathan. “Kenapa mereka bisa ke sini ?” Tanya Fei.  “Aku tidak tahu, mereka sepertinya bisa merasakan keberadaan ku, mereka ke sini langsung menyerang aku dengan menembaki laut dengan magic mereka.” Kata Leviathan. “Ya sudah yang penting km tidak apa2. Boleh kita menunggu di sini, pulau tempat kita tinggal sedang menuju ke sini.”


Kata Matt. “Silahkan teman2 ku, kalian ber enam adalah teman ku.” Kata Leviathan. “Terima kasih, Levi san.” Kata Philia. “Kalau boleh tau, sebenarnya km siapa Levi san.” Tanya Lori. “Aku adalah Leviathan, penjaga dunia bagian timur, dulu aku dikenal dengan nama Seiryu atau naga biru karena di namai oleh Kaisar pertama. Dunia bagian utara di jaga oleh seekor kura2 dan ular yang menyatu, bernama Genbu, di barat di jaga oleh Byakko, dan di selatan di jaga oleh Phoenix yang kemudian di namakan Suzaku oleh Kaisar.” Kata Levi memperkenalkan diri. “Oh apa mereka semua masih ada ?” Tanya Rona. “Masih, aku bisa merasakan mereka.” Kata Levi. “Hmm seperti di bumi ya, di jepang dan china ada lengenda ini kan ?” gumam Philia dalam bahasa jepang. “Iya benar, aku pernah baca buku nya.” Kata Rona dalam bahasa jepang. “Hmm aku kurang mengerti


tapi aku tau sih legendanya.” Kata Cecil dalam bahasa jepang. “Kalian sebenarnya siapa ?” Tanya Levi dalam bahasa jepang. Mendengar Levi berbicara dalam bahasa Jepang, mereka semua menoleh. “Tunggu, km ngerti bahasa kami ?” Tanya Matt dalam bahasa Jepang. “Ya, aku sangat mengerti.” Kata Levi. “Siapa kamu sebenarnya Levi.” Tanya Fei.  “Aku dan teman2 ku dulu di ciptakan oleh Dewi sebelum ada kehidupan di planet ini dan di tugasi menjaga sekaligus mengawasi dunia ini. Kenapa aku mengerti bahasa di bumi, karena dewi mengatakan kepada ku dan teman2 ku kalau dari bumi akan ada manusia datang. Kemudian Dewi mengajarkan beberapa bahasa seperti bahasa Norway, Yunani, Latin, Cina, Maori, Melayu  dan ainu. Kemudian manusia datang ke sini dan mengajarkan aku bahasa Jepang.”  Kata Levi. “Wow, berarti kamu sudah sangat lama hidup nya.” Kata Rona. “Benar, aku sudah satu juta tahun hidup. Dan sebenarnya aku sangat membenci manusia, sampai aku bertemu makhluk cahaya dua belas ribu tahun yang lalu. Ketika mereka pergi barulah dewi menjelaskan pada ku siapa mereka.” Kata Leviathan.


“Maksudnya Makhluk cahaya, dia perempuan cantik, berambut pirang, berpakaian putih dan memliki sayap besar di punggung nya ?” Tanya Lori. “Iya benar, dia datang bersama Makhluk hitam bertanduk dan memliki sayap iblis besar dan baru kali itu aku melihat makhluk sejenis manusia yang sangat tampan.” Kata Levi. “Oh


begitu, lalu kemana mereka ?” Tanya Matt pura2 tidak tau.”Mereka pergi karena makhluk cahaya itu marah padaku dan menyerang ku sebab aku senang berbicara bersama dengan makhluk hitam itu. Saat itu aku berubah wujud menjadi manusia, seperti ini….”  Kata Levi. Kemudian keluar cahaya terang dari tubuh Levi dan dia berubah menjadi seorang wanita cantik dan sexy  yang memiliki sisik berwarna biru di seluruh tubuh nya dan telanjang. “Pffft” Mereka ber enam langsung menahan tawa mereka. “Aku tau sekarang masalah nya. Dasar Brocon….hahahahah maaf aku ga tahan. Sampai membohongi ni ni kalau yang marah dan menyerang dia  adalah Levi Hahaha benar2 aku tak tahan.” Kata Lori. “Awal nya mereka datang ke sini karena lari,


kemudian mereka menyalakan api memakai ekorku, aku sempat marah, tapi ketika melihat yg pria tampan meminta maaf, marah ku hilang dan berteman dengan mereka, hanya saja aku bingung kenapa aku di serang.” Kata Levi. “Hahaha, jadi gimana nih, dasar brocon memang, dia kabur karena cemburu.” Kata Rona sambil tertawa. “Kok kalian tertawa ? Memang lucu ya ceritaku ?” Kata levi heran. “Begini Levi hahaha, maaf, yang kamu maksud makhluk cahaya itu adalah teman kami yang bernama Shiori dan yg makhluk hitam adalah kakak kami bersama bernama Eiji ni ni.” Kata Matt menjelaskan. Kemudan mereka ber enam bercerita tentang Shiori dan Eiji dari sewaktu mereka masih di jepang sampai pindah dunia dan akhirnya sampai sekarang. “Oh jadi begitu ceritanya, aku sebenarnya ga ada maksud apa2 sama Eiji, Cuma memang aku senang saja lihat wajah nya dan aku senang berbicara dengan nya.” Kata Levi. “Yah namanya brocon, di maklumi saja lah hahaha.” Kata Cecil yang akhirnya melepas tawa nya. “Hahaha benar2 jangan di ambil hati ya Levi hahaha.” Kata Philia. “Apa ke tiga teman mu semua wanita levi ?” Tanya Rona. “Tidak, Byakko laki2 dan Genbu ada dua satu anak laki2 dan satu laki2 remaja, mereka adik dan kakak. Yang wanita hanya aku dan Suzaku. Mereka masih ada di suatu tempat, aku bisa mengantar kita ke mereka.” Kata Levi. “Oh begitu, kamu mau kalau ikut dengan kita Levi ? Lagipula di sini km tidak aman.” Kata Matt.  Philia dan Lori langsung memberikan Levi satu set pakaian yang ada di Hover bike. “Saya chan, bisa km bonceng Levi kembali, aku dan Yuu di sini dulu, menunggu pulau, tolong bawa dia bertemu dengan Shiori dan Eiji, mereka teman lama.” Kata Matt. “Baik Dai kun, kami pergi dulu.” Kata Rona. Kemudian Rona, Levi, Cecil, Philia dan Lori langsung berangkat menggunakan Hover bike kecuali Cecil. “Tau kan kenapa aku minta kamu menunggu Yuu.” Kata Matt. “Tau dong, ada tiga kapal laut mendekat kan ? Dah lama tidak mengamuk aku.” Kata Fei.  “Ya sama, kita sambut mereka di sini, yuk kita ke pinggir pantai.” Kata Matt. Mereka berdua pun langsung ke pantai dan


menyambut kedatangan tiga kapal laut besar milik Eden. Sebelum sampai ke pantai, Matt dan Fei sudah melompat ke atas dua kapal di kanan dan kiri, dalam sekejap kedua kapal itu tenggelam. Mereka kemudian melompat ke atas kapal yang paling besar yang merupakan tempat pemimpin nya. “Halo…..apa kabar ? sudah siap ke neraka ?” Sapa Fei ketika mendarat di kapal besar itu. “Siapa kalian, berani kalian menghadang jalan ku, aku Lexus keturunan Dewa. Berlutut ketika berhadapan dengan ku Makhluk rendahan.” Kata Kapten kapal bernama Lexus. “Oh jadi kita harus tunduk gitu ? buat apa ? kalian lemah.” Kata Matt. “Kurang ajar, pasukan bunuh mereka.” Perintah Lexus. Pasukan pun maju menyerang Fei dan Matt. Dengan mudah nya Fei dan Matt menghindari serangan mereka dan sambil membalas sehingga mereka langsung tewas tak tersisa. “Kalian….kalian siapa sebenarnya ?” Kata Lexus yang melihat aksi Matt dan Fei.  “Kami ? Kamu tidak perlu tau, sekarang aku mau tanya, kenapa kamu ke sini ?” Tanya Matt. “Pertanyaan bodoh, kami di tugasi dewa untuk ke sini mengklaim tanah perjanjian, kalian makhluk rendahan tidak akan mengerti.” Kata Lexus. “Dewa ? berarti Dewa yang memerintahkan kalian ?” Kata Fei.  “Dewa memimpin kami, wajar saja kalau seorang ayah menyuruh anak2 nya, dewa memimpin kami langsung. Kalian tidak akan bisa melawan nya hahahah.” Kata Lexus. “Oh begitu, baiklah terima kasih. Selamat tinggal.” Kata Matt yang kemudian mengayunkan salah satu kapak nya dan menebas leher Lexus. Philia dan Lori pun datang menjemput mereka dengan Hover bike, kemudian sebelum melompat, Fei menghentakkan kaki nya yang penuh tenaga ke badan kapal dan kapal pun tenggelam ketika mereka melompat ke hover bike. Mereka pun kembali ke pulau yang bersembunyi di balik pulau meteor.

__ADS_1


__ADS_2