
“Ayo Fei kita kembali dulu.” Ajak Matt sambil menarik Fei yang bengong.
Mereka berlari pulang ke desa dan langsung menuju rumah.
“Kami kembali….” Matt menyapa semua yang di rumah. “Kenapa Matt, kok km
pucat seperti itu, Fei juga, apa yang kalian lihat ?” Tanya Lori sambil
memegang Matt. “Kenapa Fei nii, tolong ceritakan.” Cecil yang cemas memeluk
lengan Fei . “Iya Fei , tidak biasanya km seperti ini, apa yang membuat mu
takut Fei .” Tanya Philia cemas sambil memegang wajah Fei yang pucat. “Di luar
mengerikan……” Jawab Fei pelan. “Maksudnya gimana ?” Tanya Philia semakin cemas.
“Kita sama2 keluar dan lihat sendiri. Aku dan Fei tidak bisa menjelaskannya.”
Ajak Matt. Mereka ber enam pun pergi ke pintu desa dan keluar dari desa sampai
batas Barrier. Semuanya melihat dengan kaget dan takut dengan suasana di luar
yang seperti sudah tidak ada kehidupan. Setelah melihat suasana di luar, mereka
pun segera masuk lagi ke dalam Desa dan menuju rumah. “Apa ini maksudnya,
bagaimana bisa terjadi ? Papa dan Sab oji san gimana ?” Gumam Lori sambil
menggigit kuku nya karena ketakutan. “Apa yang terjadi…..” Philia bengong
sambil berpelukan dengan Cecil dan Rona yang sudah tidak bisa bergerak karena
ketakutan. “Itulah yang kami lihat tadi.” Kata Matt lemas. “Kita coba ke kota
Labirin Lori, keluarkan cerminnya.” Ajak Matt kepada Lori. “Ini, km saja yang
pergi, aku ga kuat.” Kata Lori. Matt segera menggunakan Cermin itu,tapi cermin
itu tidak berfungsi. Dia kemudian mencoba ke kota2 lain dan tempat2 lain, juga
tidak berfungsi. “Cerminnya tidak bisa di gunakan.” Kata Matt sambil
mengembalikan cermin ke Lori. “Ugggh” Tiba2 terdengar suara dari dalam, Ron
sudah sadar. “Ron, apa yang terjadi…” Tanya Matt panic. “Oh Matt, tunggu dulu,
kok kalian tidak berubah ya sejak sepuluh tahun lalu ? ini benar Matt dan
lainnya kan ?” Tanya Ron heran. “Hah sepuluh tahun yang lalu ? jangan bercanda,
ada apa di luar sana ?” Tanya Matt tidak sabar. “Apa kalian terus di sini
selama sepuluh tahun ?” Tanya Ron lagi. “Aku ga mengerti maksud mu Ron, tolong
jelaskan semuanya.” Fei bertanya kepada Ron dengan nada cemas. “Aku ingat,
terakhir aku melihat mu di kota labirin Matt, km pergi bersama tiga orang yang
minta di tampung di guild karena tidak bisa pulang dan tidak ada tempat
tinggal. Kamu masuk ke guild dan bicara sama tiga orang aneh itu lalu km
membawa mereka. Masih ingat ?” Tanya Ron. “Iya aku ingat, aku sempat menyapa
kalian juga saat itu.” Jawab Matt. “Itu sudah terjadi sepuluh tahun lalu Matt.
Lihat lah aku dan Marianne, kita sudah paruh baya.” Kata Ron meyakinkan Matt.
“Hah kok bisa, aku merasa baru beberapa minggu saja kok.” Kata Matt heran. “Itu
yang aku ga ngerti Matt, km masih terlihat sama seperti waktu itu, yang lainnya
juga.” Kata Ron lagi. “……” Rona pun terdiam dan berpikir. Kemudian Rona lari
keluar menuju ke alat yang di pasangnya. “Rona chan……” Philia pun mengejar Rona
keluar. “Oh tidak……semua salah Rona….” Kata Rona ketika dia mengamati alat
barrier itu. “Rona chan jangan tiba2 berlari keluar, berbahaya.” Kata Philia.
“Philia one chan, Rona berbuat kesalahan….” Kata Rona sedih sambil memegang
tangan Philia. “Coba jelaskan….” Kata Philia sambil jongkok.
“Alat ini, begitu Rona lihat lagi, ternyata bukan hanya membuat selubung dan penyamaran, tapi
juga menghentikan waktu di dalam nya. Ini lihat….menurut catatan aktifnya alat
ini, kita sudah di dalam sini selama sepuluh tahun tiga bulan. Maaf kan Rona
hiks” Kata Rona yang mulai menangis. “Tidak apa2 Rona chan, tenang dulu, aku
paham, Rona tidak salah….sudah hapus air matanya, aku bantu jelaskan di dalam.”
Kata Philia sambil memeluk Rona. Mereka pun masuk ke dalam rumah.
Ron yang masih lemah pun kembali beristirahat.
“Matt ni san, Lori ne san, Fei , Cecil, aku dan rona ingin menyampaikan sesuatu.” Kata Philia.
“Ada apa ?” Tanya Fei .
“Ayo semuanya keluar, kita ke tempat alat untuk barrier itu.” Ajak Philia.
Mereka pun keluar melihat alat itu. “Nah menurut angka di alat ini kita sudah
di dalam barrier ini selama sepuluh tahun tiga bulan, ternyata alat ini tidak
hanya melindungi dan menyamarkan daerah kita, tapi juga menghentikan waktu bagi
yang tinggal di dalam nya.” Philia menjelaskan ke pada semuanya. “Benarkah itu
Rona chan ?” Tanya Matt kepada Rona, “Benar Matt oni chan, maaf kan aku…” Jawab
Rona lemas. “Oh tidak….tidak apa2 Rona chan, sini ku gendong, tidak apa2.” Kata
Matt menenangkan Rona. “Berarti dunia di luar kita sudah hancur ? Aku benar2 ga
percaya.” Kata Fei . “Ini menjelaskan kenapa cerminnya tidak bisa di gunakan, aku
khawatir sama papa dan sab oji san.” Tambah Lori. “……berarti, apa ini semua
salah kita ?” Tanya Cecil lemas. “Bukan, ini bukan salah kita, kita berhak
hidup damai.” Philia memeluk Cecil. “Akui saja, ini semua salah kita, kalau
kita terima tawaran Princess Valia waktu itu mungkin kita bisa mencegah hal ini
terjadi. Walaupun sebenarnya kita berhak menolak, bahkan orang tua kita saja
merestui. Takdir ga bisa di lawan ya rupanya arrrghhhh.” Matt berteriak.
Mendengar suara teriakan, Evan, Mabel, Charlotte, Frans, **, Hagel, Weny dan
Sasa pun keluar menghampiri Matt dan lainnya. “Ada apa ?” Tanya mereka semua.
Melihat wajah Fei dan lainnya sangat ketakutan dan cemas, mereka semua sangat
khawatir. “Feirus san, Philiandra san, ada apa ? Bisa ceritakan ke kami ?” Tanya
__ADS_1
Charlotte cemas. “Aku ceritakan, mohon tetap tenang ya.” Matt berkata sambil
mengambil nafas. Kemudian dia bercerita tentang Ron dan Marianne di dalam,
kondisi di luar barrier dan alat Barrier yang ternyata menghentikan waktu.
Semua yang mendengarnya pun terkesiap dan ketekutan. Jr dan Franz berlari memastikan keadaan di luar
barrier. Mereka kembali dengan wajah pucat dan muntah2. “Sekarang…kita harus
bagaimana?” Tanya Evan. “Aku tak tahu…” Jawab Mabel. “Semuanya tolong tenang
dulu. Kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi diluar, kita tunggu tamu kita
bangun untuk menceritakan semuanya.” Lori menenangkan semuanya. “Kita pasti
bisa melewati ini, aku yakin.” Charlotte yang positif menambahkan. Mereka pun mulai memperkuat penjagaan desa dan berjaga2.
Tak lama kemudian Ron pun bangun. Mereka semua berkumpul di alun2 desa.
“Ron, bisa tolong ceritakan apa yang terjadi selama sepuluh tahun ini.” Tanya Matt kepada Ron.
“Sepuluh tahun yang lalu, Vanadis berhasil memukul mundur pasukan Xenobia dan berhasil menguasai perbatasan. Xenobia lalu menyerang Kerajaan Beastmen dengan dalih meredam perang saudara, mereka
berhasil menguasai semua yang ada di kerajaan itu delapan tahun yang lalu. Kemudian mereka menyerang Vanadis dari dua arah. Vanadis masih bisa bertahan dan akhirnya menang lima tahun yang lalu, ketika mereka merayakan kemenangan, awan gelap mulai menyelimuti langit, yang pertama tertelan adalah Xenobia. Saat itu kita masih belum mngetahui penyebab nya dan hanya mempertahankan kota labirin dari serangan undead. Kita berhasil mengusir undead2 itu walau jatuh banyak korban di pihak kita, salah satunya Jude anggota party ku. Kita terus bertahan sampai tiga tahun lalu ketika kita sudah mengetahui penyebab nya. Menurut keterangan orang yang selamat dari Xenobia, gereja berhasil membuka lima segel dan Evil God pun terlahir kembali. Karena segel yang terbuka masih kurang satu maka yang keluar hanya rohnya dan masuk ke
dalam tubuh Pangeran Edgar. Setelah itu, Vanadis mulai menyerang kota perbatasan tempat pangeran Edgar berada. Sayang nya mereka tidak berhasil dan banyak sekali korban jiwa berjatuhan.
Aku kehilangan dua anggota party ku, yaitu sable dan Del saat itu. Tahun lalu, kota
labirin berhasil mereka hancurkan dan langsung menyebar kesemua kota, termasuk
kota Azer. Kerajaan Beastmen pun hancur tertelan kegelapan begitu juga
Permukiman elf di bawah nya. Semua di kuasai undead. Hanya ibu kota yang belum
jatuh dan masih melakukan perlawanan sampai saat ini. Aku dan Marianne pergi
dari ibukota menuju kota Azer dengan misi menghancurkan alat pembuat miasma di
akademi nya. Kami berjumlah delapan orang dan hanya tersisa aku dan Marianne
yang lari ke tempat ini.” Ron menceritakan semuanya. “Berarti….kecuali ibukota
semua sudah musnah….Ayah…ibu…” Charlotte menangis sambil memeluk Franz. **,
Hagel, Weny dan Sasa menunduk dan menangis. “Mabel…..tenang ya…..” Evan terus
memeluk Mabel yang menangis. “Ron maaf, apa km tau kabar tentang Guild master
Sabertooth dan Kapten Rude kepala Ksatria kota Labirin ?” Tanya Lori. “Mereka
bersama aku dan lainnya, mundur ke ibukota. Mereka bergabung dengan Princess
Valia yang sekarang menjadi Ratu. Drax, Lenton, Floren juga bersama kami di ibukota. Sekarang ibukota
sedang di serang terus oleh pasukan undead pangeran Edgar. Seminggu lalu
sebelum kami berangkat ke kota Azer, dia mengirimkan pesan ke Ratu Valia supaya
menyerah dan menjadi istrinya. Dia juga bilang kalau akan memusnahkan kehidupan
di dunia ini dan menciptakan kehidupan baru dengan Ratu Valia sebagai ratunya.”
Kata Ron bercerita. Matt dan Fei juga Philia, Cecil, Lori dan Rona merasa geram dan
marah mendengar nya. “Kalau semua segel terbuka maka tubuh aslinya akan
bangkit, di saat itu kita akan sulit melawannya. Makanya tugas kita untuk
menghancurkan alat pembuat miasma itu supaya kekuatan nya melemah walaupun hanya sedikit.” Ron bercerita lagi. “Baiklah, kami mengerti, apa misi kalian berhasil ?” Tanya Matt sambil
“Misi gagal, karena ada monster anjing neraka undead yang menjaga alat itu. Yang selamat hanya aku dan Marianne yang terluka parah.” Kata Ron lagi.
“Bagus, ayo kita berangkat.” Fei berdiri dan mengepalkan tinjunya dan memasang gloves relic nya.
“Ayo, kita sudah lama diam, saat nya menyerang balik.” Lori berkata sambil mengeluarkan kedua pedang
relicnya. “Ya, kita tuntaskan sekarang, aku tidak bisa berdiam diri.” Tambah
Philia sambil mengeluarkan busur relic nya. “Akhirnya kita beraksi….sudah gatal
rasanya…” Cecil berkata sambil berdiri dan menghunus tombak relic nya. “….Ayo”
Rona berdiri sambil mengeluarkan tongkat relic nya dan men summon Chappy.
“Kalian jangan gegabah, tolong pikirkan baik2, kita Cuma manusia…” Kata Ron.
“Manusia….siapa yang manusia ? Buka selubung.” Matt berteriak. Semuanya membuka
selubung penyamarannya dan terlihat lah wujud demon mereka. “Hah kalian demon.”
Tanya Ron kaget. “Bukan, kita ber enam adalah half demon. Karena kita campuran
dari ras lain dan demon kita jadi lebih kuat dari demon.” Fei menjelaskan.
Semua yang melihat nya pun tercengang, kecuali Evan, Mabel, Charlotte dan Franz yang memang sudah mengetahui nya. “Baiklah kami pergi.” Mereka ber enam pun segera menuju gerbang desa.
“Kebangkitan Demon, enam senjata legenda, enam pahlawan, semua sesuai ramalan kuno.
Kebangkitan Enam Demon Lord baru. The Astorian. Ronanta chan rupanya separuh
Dragonian yang sudah punah, menakjubkan.” Mabel bergumam kagum melihat Fei dan lainnya berjalan menuju pintu dengan wujud half demon mereka dengan gagah.
“Iya, aku juga sudah baca, merekalah harapan kita. Feirus san, Philiandra san, Cecilia
san, Matthew san, Lorianne san dan Ronanta chan, berjuanglah…” Charlotte
bersorak meangkat tangan nya di susul oleh sorakan Evan dan Mabel. “Aniki,
Aneki, berjuanglah dan kembali lagi ke sini…..” **, Hagel, Weny dan Sasa
berteriak juga. “Berjuanglah The Outcast….aku menunggu kalian di sini.” Kata Ron perlahan.
Setelah keluar gerbang, Mereka ber 6 pun segera berlari menuju kota Azer dengan kecepatan luar biasa.
“Fei nii, lihat itu, penjaganya sudah menjadi mayat hidup (zombie).” Teriak Cecil kepada Fei .
“Serahkan kepadaku.” Fei melompat menerjang dan memotong2 Zombi itu dengan cakar api nya. “Beres, ayo
masuk.” Katanya lagi. Di dalam mereka melihat banyak Zombie dan Ghoul yang
tersebar. “Wah wah, ternyata sudah menjadi kota undead kota ini.” Gumam Cecil.
“Baiklah, aku akan pakai holy magic ku……..Holy Magic, Turn Undead.” Philia
langsung mengeluarkan magic nya dan pilar cahaya besar turun dari atas
menghantam ke tanah, Zombie dan Ghoul yang terkena cahaya itu langsung mengabu.
“Ayo langsung kita ke akademi.” Matt berkata kepada yang lain. Mereka pun
langsung menuju ke akademi. Sepanjang jalan mereka melihat rumah dan gedung
yang sudah hancur, mereka merasa lirih karena bagi mereka baru kemarin mereka
melihat kota itu hidup dan beraktivitas seperti biasanya. Ketika sampai di
depan bangunan gedung guild petualang, mereka terdiam sejenak melihat bangunan
__ADS_1
itu. Semuanya sudah hancur dan kosong, mereka hanya bisa merenung tanpa sepatah
kata pun keluar dari mulut mereka. Kemudian, mereka ke sebrang gedung itu untuk
menuju ke akademi yang terletak di ujung jalan. Banyak Zombie berkeliaran di
akademi, dari luar sampai ke dalam. Mereka menerobos masuk dan sampai di dalam
taman. “Philia ne, lihat itu, dia kan yang waktu itu menggoda dan melecehkan
kita sewaktu kita kesini untuk ekspedisi dulu.” Cecil menunjuk salah satu
Zombie yang berjalan di gang. “Iya….berarti sejak itu dia berkeliaran di sini
sampai sekarang.” Jawab Philia. “Ayo terus, aku merasakan ada hawa kegelapan
yang membuat sesak di depan gang ini.” Fei maju dengan hati2. “Hati2 Fei , aku
merasakan ada kekuatan besar di bawah tangga ini. Aku maju duluan” Kata Matt.
“Ya ni san, aku di belakang mu.” Kata Fei . Mereka pun turun ke basement, di
bawah mereka melihat sebuah alat besar seperti yang mereka lihat di istana lord
Valam, tapi alat ini memasang pipa ke dalam bumi dan sepertnyai menyedot dari bumi, tidak menyedot dari manusia seperti di istana Lord Valam.
“Hmm kita pernah melihat alat seperti ini, kalau teori ku benar, alat ini menyerap mana dan energy dari bumi, seperti waktu itu menyerap dari manusia.” Matt mengamati alat itu dari jauh. “Sebaiknya kita hancurkan segera ni san.” Fei berkata sambil melangkah maju.
“Awas Fei .” Teriak Matt. Di depan Fei muncul sesosok anjing besar
berkepala tiga dalam keadaan menjadi zombie (Undead Cerberus). Anjing itu
langsung menyerang Fei dengan menyabetkan tangan nya. Fei pun melompat kebelakang.
“Huh terima kasih ni san, kaget aku.” Kata Fei yang baru mendarat. “Fei , Lori, Cecil
seperti biasa kalian serang terus dari berbagai arah, aku dan Chappy menahan
serangan nya, Rona dan Philia support kita dari belakang dengan magic dan
panah. Ayo maju.” Teriak Matt dan langsung maju menghadang gigitan anjing itu.
Matt terus memukul dan menghadang dari depan di bantu Chappy yang menyerang
sekali2 mengikuti ritme serangan Matt. Fei dan Lori langsung menyerang dari samping dan belakang, sedangkan Cecil berkonsentrasi menyerang dari atas. “Hey dia tidak terlalu kuat, serangan ku
berhasil masuk.” Fei berkata kepada yang lain. “Benar oni, aku juga merasa dia
lamban dan empuk, serangan ku berhasil mengoyak2 punggung nya.” Tambah Cecil.
“Kalian jangan lengah, tetap serang.” Kata Lori kepada Fei dan Cecil. Matt
berhasil memotong kedua kepala Cerberus itu dan menyisakan satu kepala,
sedangkan serangan Fei , Cecil dan Lori berhasil memotong kaki2 nya dan menghancurkan badan Cerberus itu sehingga tidak bergerak lagi. Untuk mencegah supaya badan dan kepala nya tidak menyatu
kembali, Rona mengikatnya dengan spell bind dan Philia langsung mengeluarkan
holy magic cleanse nya. Cerberus itu dalam sekejap pun mati dan menghilang jadi
debu. “Hmm mudah sekali, lebih mudah dari yang selama ini kita lawan.” Kata Matt.
“Iya, aku tidak keluar jurus sama sekali, hanya memotong dengan cakar dan
menusuk.” Tambah Fei . “Benar, dan rasanya memotong nya sangat mulus, seakan2
pedang ku ini tajam sekali.” Kata Lori. “Hey lihat, kepala yang tersisa mulai
berubah bentuk, hati2.” Philia berteriak memberi peringatan. Kepala itu berubah
menjadi Prof Lucas yang sudah tiada dan tubuh yang sudah tidak berbentuk. “Prof
Lucas ? jadi anjing besar ini adalah prof lucas ?” Cecil berkata kaget. “Rona
rasa bukan hanya prof Lucas, anjing besar ini adalah gabungan dari beberapa
jasad salah satunya prof Lucas.” Kata Rona. “Oh tidak, benar2 tidak manusiawi,
menjijikan.” Kata Lori sambil memegang dan menutup mulut nya.
“Sudah, sekarang kita hancurkan mesin ini. Jasad Prof Lucas kita makamkan di taman
akademi habis ini.” Kata Matt.
Mereka segera mencabut selang dan kabel di alat itu dan menghancurkan semua tabung nya
sampai alat itu berhenti dan tidak menyala lagi. Kemudian mereka membawa jasad
Prof Lucas dan memakam kan nya di taman.
Zombie yang berkeliaran pun mulai berjatuhan dan menghilang. “Matt ni san, Philia,
kalian semua keluar dulu, aku akan bakar akademi ini, terlalu banyak jasad yang
bertebaran di sini, aku akan mengkremasi mereka bersama akademi ini.” Kata Fei .
“Baik, kami keluar, hati2. Ayo semuanya” Kata Matt. Mereka pun berlari keluar
akademi. “Blood Magic, Hell Fire.” Fei menghantam tinjunya ke lantai dan
meledaklah lantai itu mengeluarkan api berwarna biru. Api itu menjalar ke
seluruh bangunan akademi dan membakarnya. Fei pun melompat keluar dan mendarat
tepat di samping Matt. “Matt ni san, ada yang aneh, api ku kok berwarna biru
ya, biasanya berwarna merah seperti darah.” Kata Fei kepada Matt sambil melihat
kepalan nya. “Ya, aku pun merasa ada yang aneh, tadi ketika aku mencoba kapak
ku kepada Cerberus, sabetan ku menjadi lebih kuat dan menyisakan residu cahaya
berwarna kuning. Aku pun melihat Lori dan Cecil demikian, sedangkan Philia dan
Rona sepertinya magic mereka semakin kuat.” Kata Matt. “Cuma satu cara
membuktikannya.” Fei pun berkonsentrasi dan bermeditasi sambil berdiri. Dia
lalu menghentakkan semua tenaga nya yang terkumpul. “Haaaah” Hentakan nya
membuat bangunan di sekitar nya hancur dan api yang membakar akademi menjadi
padam. Hasil nya, separuh kota menjadi rata. “Fei , apa ini, kenapa km ? Lihat, km hancurkan semuanya, dasar
bodoh.” Teriak Lori yang kaget sambil menjitak Fei . “Maaf Lori ne…aduh
sakit….aku cuma ngetes.” Kata Fei sambil memegang kepalanya.
“Hmm kita bertambah kuat sepertinya, berarti bukan cerberusnya yang lemah, melainkan kita
yang bertambah kuat jauh dari sebelum nya. Rona chan, apa alat barrier itu ada
efek lain nya ?” Tanya Matt kepada Rona.
“Aku tidak tau Matt oni chan, nanti coba rona lihat lagi.” Kata Rona. “Hei hei lihat di atas.” Cecil berkata
sambil menunjuk langit.
Cahaya matahari mulai masuk dan mulai memecah langit yang ungu dan gelap. Mereka semua pun memandang dengan peraasaan lega dan bersyukur.
__ADS_1
“Ayo kita kembali ke desa.” Kata Matt kepada yang lain. “Baik” Jawab semuanya. Mereka pun berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke desa tempat tinggal mereka.