The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 17 The rise of the new Demon Lords


__ADS_3

“Ayo Fei kita kembali dulu.” Ajak Matt sambil menarik Fei yang bengong.


Mereka berlari pulang ke desa dan langsung menuju rumah.


“Kami kembali….” Matt menyapa semua yang di rumah. “Kenapa Matt, kok km


pucat seperti itu, Fei juga, apa yang kalian lihat ?” Tanya Lori sambil


memegang Matt. “Kenapa Fei nii, tolong ceritakan.” Cecil yang cemas memeluk


lengan Fei . “Iya Fei , tidak biasanya km seperti ini, apa yang membuat mu


takut Fei .” Tanya Philia cemas sambil memegang wajah Fei yang pucat. “Di luar


mengerikan……” Jawab Fei pelan. “Maksudnya gimana ?” Tanya Philia semakin cemas.


“Kita sama2 keluar dan lihat sendiri. Aku dan Fei tidak bisa menjelaskannya.”


Ajak Matt. Mereka ber enam pun pergi ke pintu desa dan keluar dari desa sampai


batas Barrier. Semuanya melihat dengan kaget dan takut dengan suasana di luar


yang seperti sudah tidak ada kehidupan. Setelah melihat suasana di luar, mereka


pun segera masuk lagi ke dalam Desa dan menuju rumah. “Apa ini maksudnya,


bagaimana bisa terjadi ? Papa dan Sab oji san gimana ?” Gumam Lori sambil


menggigit kuku nya karena ketakutan. “Apa yang terjadi…..” Philia bengong


sambil berpelukan dengan Cecil dan Rona yang sudah tidak bisa bergerak karena


ketakutan. “Itulah yang kami lihat tadi.” Kata Matt lemas. “Kita coba ke kota


Labirin Lori, keluarkan cerminnya.” Ajak Matt kepada Lori. “Ini, km saja yang


pergi, aku ga kuat.” Kata Lori. Matt segera menggunakan Cermin itu,tapi cermin


itu tidak berfungsi. Dia kemudian mencoba ke kota2 lain dan tempat2 lain, juga


tidak berfungsi. “Cerminnya tidak bisa di gunakan.” Kata Matt sambil


mengembalikan cermin ke Lori. “Ugggh” Tiba2 terdengar suara dari dalam, Ron


sudah sadar. “Ron, apa yang terjadi…” Tanya Matt panic. “Oh Matt, tunggu dulu,


kok kalian tidak berubah ya sejak sepuluh tahun lalu ? ini benar Matt dan


lainnya kan ?” Tanya Ron heran. “Hah sepuluh tahun yang lalu ? jangan bercanda,


ada apa di luar sana ?” Tanya Matt tidak sabar. “Apa kalian terus di sini


selama sepuluh tahun ?” Tanya Ron lagi. “Aku ga mengerti maksud mu Ron, tolong


jelaskan semuanya.” Fei bertanya kepada Ron dengan nada cemas. “Aku ingat,


terakhir aku melihat mu di kota labirin Matt, km pergi bersama tiga orang yang


minta di tampung di guild karena tidak bisa pulang dan tidak ada tempat


tinggal. Kamu masuk ke guild dan bicara sama tiga orang aneh itu lalu km


membawa mereka. Masih ingat ?” Tanya Ron. “Iya aku ingat, aku sempat menyapa


kalian juga saat itu.” Jawab Matt. “Itu sudah terjadi sepuluh tahun lalu Matt.


Lihat lah aku dan Marianne, kita sudah paruh baya.” Kata Ron meyakinkan Matt.


“Hah kok bisa, aku merasa baru beberapa minggu saja kok.” Kata Matt heran. “Itu


yang aku ga ngerti Matt, km masih terlihat sama seperti waktu itu, yang lainnya


juga.” Kata Ron lagi. “……” Rona pun terdiam dan berpikir. Kemudian Rona lari


keluar menuju ke alat yang di pasangnya. “Rona chan……” Philia pun mengejar Rona


keluar. “Oh tidak……semua salah Rona….” Kata Rona ketika dia mengamati alat


barrier itu. “Rona chan jangan tiba2 berlari keluar, berbahaya.” Kata Philia.


“Philia one chan, Rona berbuat kesalahan….” Kata Rona sedih sambil memegang


tangan Philia. “Coba jelaskan….” Kata Philia sambil jongkok.


“Alat ini, begitu Rona lihat lagi, ternyata bukan hanya membuat selubung dan penyamaran, tapi


juga menghentikan waktu di dalam nya. Ini lihat….menurut catatan aktifnya alat


ini, kita sudah di dalam sini selama sepuluh tahun tiga bulan. Maaf kan Rona


hiks” Kata Rona yang mulai menangis. “Tidak apa2 Rona chan, tenang dulu, aku


paham, Rona tidak salah….sudah hapus air matanya, aku bantu jelaskan di dalam.”


Kata Philia sambil memeluk Rona. Mereka pun masuk ke dalam rumah.


Ron yang masih lemah pun kembali beristirahat.


“Matt ni san, Lori ne san, Fei , Cecil, aku dan rona ingin menyampaikan sesuatu.” Kata Philia.


“Ada apa ?” Tanya Fei .


“Ayo semuanya keluar, kita ke tempat alat untuk barrier itu.” Ajak Philia.


Mereka pun keluar melihat alat itu. “Nah menurut angka di alat ini kita sudah


di dalam barrier ini selama sepuluh tahun tiga bulan, ternyata alat ini tidak


hanya melindungi dan menyamarkan daerah kita, tapi juga menghentikan waktu bagi


yang tinggal di dalam nya.” Philia menjelaskan ke pada semuanya. “Benarkah itu


Rona chan ?” Tanya Matt kepada Rona, “Benar Matt oni chan, maaf kan aku…” Jawab


Rona lemas. “Oh tidak….tidak apa2 Rona chan, sini ku gendong, tidak apa2.” Kata


Matt menenangkan Rona. “Berarti dunia di luar kita sudah hancur ? Aku benar2 ga


percaya.” Kata Fei . “Ini menjelaskan kenapa cerminnya tidak bisa di gunakan, aku


khawatir sama papa dan sab oji san.” Tambah Lori. “……berarti, apa ini semua


salah kita ?” Tanya Cecil lemas. “Bukan, ini bukan salah kita, kita berhak


hidup damai.” Philia memeluk Cecil. “Akui saja, ini semua salah kita, kalau


kita terima tawaran Princess Valia waktu itu mungkin kita bisa mencegah hal ini


terjadi. Walaupun sebenarnya kita berhak menolak, bahkan orang tua kita saja


merestui. Takdir ga bisa di lawan ya rupanya arrrghhhh.” Matt berteriak.


Mendengar suara teriakan, Evan, Mabel, Charlotte, Frans, **, Hagel, Weny dan


Sasa pun keluar menghampiri Matt dan lainnya. “Ada apa ?” Tanya mereka semua.


Melihat wajah Fei dan lainnya sangat ketakutan dan cemas, mereka semua sangat


khawatir. “Feirus san, Philiandra san, ada apa ? Bisa ceritakan ke kami ?” Tanya

__ADS_1


Charlotte cemas. “Aku ceritakan, mohon tetap tenang ya.” Matt berkata sambil


mengambil nafas. Kemudian dia bercerita tentang Ron dan Marianne di dalam,


kondisi di luar barrier dan alat Barrier yang ternyata menghentikan waktu.


Semua yang mendengarnya pun terkesiap dan ketekutan. Jr  dan Franz berlari memastikan keadaan di luar


barrier. Mereka kembali dengan wajah pucat dan muntah2. “Sekarang…kita harus


bagaimana?” Tanya Evan. “Aku tak tahu…” Jawab Mabel. “Semuanya tolong tenang


dulu. Kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi diluar, kita tunggu tamu kita


bangun untuk menceritakan semuanya.” Lori menenangkan semuanya. “Kita pasti


bisa melewati ini, aku yakin.” Charlotte yang positif menambahkan.  Mereka pun mulai memperkuat penjagaan desa dan berjaga2.


Tak lama kemudian Ron pun bangun. Mereka semua berkumpul di alun2 desa.


“Ron, bisa tolong ceritakan apa yang terjadi selama sepuluh tahun ini.” Tanya Matt kepada Ron.


“Sepuluh tahun yang lalu, Vanadis berhasil memukul mundur pasukan Xenobia dan berhasil menguasai perbatasan. Xenobia lalu menyerang Kerajaan Beastmen dengan dalih meredam perang saudara, mereka


berhasil menguasai semua yang ada di kerajaan itu delapan tahun yang lalu. Kemudian mereka menyerang Vanadis dari dua arah. Vanadis masih bisa bertahan dan akhirnya menang lima tahun yang lalu, ketika mereka merayakan kemenangan, awan gelap mulai menyelimuti langit, yang pertama tertelan adalah Xenobia. Saat itu kita masih belum mngetahui penyebab nya dan hanya mempertahankan kota labirin dari serangan undead. Kita berhasil mengusir undead2 itu walau jatuh banyak korban di pihak kita, salah satunya Jude anggota party ku. Kita terus bertahan sampai tiga tahun lalu ketika kita sudah mengetahui penyebab nya. Menurut keterangan orang yang selamat dari Xenobia, gereja berhasil membuka lima segel dan Evil God pun terlahir kembali. Karena segel yang terbuka masih kurang satu maka yang keluar hanya rohnya dan masuk ke


dalam tubuh Pangeran Edgar. Setelah itu, Vanadis mulai menyerang  kota perbatasan tempat pangeran Edgar berada. Sayang nya mereka tidak berhasil dan banyak sekali korban jiwa berjatuhan.


Aku kehilangan dua anggota party ku, yaitu sable dan Del saat itu. Tahun lalu, kota


labirin berhasil mereka hancurkan dan langsung menyebar kesemua kota, termasuk


kota Azer. Kerajaan Beastmen pun hancur tertelan kegelapan begitu juga


Permukiman elf di bawah nya. Semua di kuasai undead. Hanya ibu kota yang belum


jatuh dan masih melakukan perlawanan sampai saat ini. Aku dan Marianne pergi


dari ibukota menuju kota Azer dengan misi menghancurkan alat pembuat miasma di


akademi nya. Kami berjumlah delapan orang dan hanya tersisa aku dan Marianne


yang lari ke tempat ini.” Ron menceritakan semuanya. “Berarti….kecuali ibukota


semua sudah musnah….Ayah…ibu…” Charlotte menangis sambil memeluk Franz. **,


Hagel, Weny dan Sasa menunduk dan menangis. “Mabel…..tenang ya…..” Evan terus


memeluk Mabel yang menangis. “Ron maaf, apa km tau kabar tentang Guild master


Sabertooth dan Kapten Rude kepala Ksatria kota Labirin ?” Tanya Lori. “Mereka


bersama aku dan lainnya, mundur ke ibukota. Mereka bergabung dengan Princess


Valia yang sekarang menjadi  Ratu. Drax, Lenton, Floren juga bersama kami di ibukota. Sekarang ibukota


sedang di serang terus oleh pasukan undead pangeran Edgar. Seminggu lalu


sebelum kami berangkat ke kota Azer, dia mengirimkan pesan ke Ratu Valia supaya


menyerah dan menjadi istrinya. Dia juga bilang kalau akan memusnahkan kehidupan


di dunia ini dan menciptakan kehidupan baru dengan Ratu Valia sebagai ratunya.”


Kata Ron bercerita. Matt dan Fei juga Philia, Cecil, Lori dan Rona merasa geram dan


marah mendengar nya. “Kalau semua segel terbuka maka tubuh aslinya akan


bangkit, di saat itu kita akan sulit melawannya. Makanya tugas kita untuk


menghancurkan alat pembuat miasma itu supaya kekuatan nya melemah  walaupun hanya sedikit.” Ron bercerita lagi. “Baiklah, kami mengerti, apa misi kalian berhasil ?” Tanya Matt sambil


“Misi gagal, karena ada monster anjing neraka undead yang menjaga alat itu. Yang selamat hanya aku dan Marianne yang terluka parah.” Kata Ron lagi.


“Bagus, ayo kita berangkat.” Fei berdiri dan mengepalkan tinjunya dan memasang gloves relic nya.


“Ayo, kita sudah lama diam, saat nya menyerang balik.” Lori berkata sambil mengeluarkan kedua pedang


relicnya. “Ya, kita tuntaskan sekarang, aku tidak bisa berdiam diri.” Tambah


Philia sambil mengeluarkan busur relic nya. “Akhirnya kita beraksi….sudah gatal


rasanya…” Cecil berkata sambil berdiri dan menghunus tombak relic nya. “….Ayo”


Rona berdiri sambil mengeluarkan tongkat relic nya dan men summon Chappy.


“Kalian jangan gegabah, tolong pikirkan baik2, kita Cuma manusia…” Kata Ron.


“Manusia….siapa yang manusia ? Buka selubung.” Matt berteriak. Semuanya membuka


selubung penyamarannya dan terlihat lah wujud demon mereka. “Hah kalian demon.”


Tanya Ron kaget. “Bukan, kita ber enam adalah half demon. Karena kita campuran


dari  ras lain dan demon kita jadi lebih kuat dari demon.” Fei menjelaskan.


Semua yang melihat nya pun tercengang, kecuali Evan, Mabel, Charlotte dan Franz yang memang sudah mengetahui nya. “Baiklah kami pergi.” Mereka ber enam pun segera menuju gerbang desa.


“Kebangkitan Demon,  enam senjata legenda,  enam pahlawan, semua sesuai ramalan kuno.


Kebangkitan Enam Demon Lord baru. The Astorian. Ronanta chan rupanya separuh


Dragonian yang sudah punah, menakjubkan.”  Mabel bergumam kagum melihat Fei dan lainnya berjalan menuju pintu dengan wujud  half demon mereka dengan gagah.


“Iya, aku juga sudah baca, merekalah harapan kita. Feirus san, Philiandra san, Cecilia


san, Matthew san, Lorianne san dan Ronanta chan, berjuanglah…” Charlotte


bersorak meangkat tangan nya di susul oleh sorakan Evan dan Mabel. “Aniki,


Aneki, berjuanglah dan kembali lagi ke sini…..” **, Hagel, Weny dan Sasa


berteriak juga. “Berjuanglah The Outcast….aku menunggu kalian di sini.” Kata Ron perlahan.


Setelah keluar gerbang, Mereka ber 6 pun segera berlari menuju kota Azer dengan kecepatan luar biasa.


“Fei nii, lihat itu, penjaganya sudah menjadi mayat hidup (zombie).” Teriak Cecil kepada Fei .


“Serahkan kepadaku.” Fei melompat menerjang dan memotong2 Zombi itu dengan cakar api nya. “Beres, ayo


masuk.” Katanya lagi. Di dalam mereka melihat banyak Zombie dan Ghoul yang


tersebar. “Wah wah, ternyata sudah menjadi kota undead kota ini.” Gumam Cecil.


“Baiklah, aku akan pakai holy magic ku……..Holy Magic, Turn Undead.” Philia


langsung mengeluarkan magic nya dan pilar cahaya besar turun dari atas


menghantam ke tanah, Zombie dan Ghoul yang terkena cahaya itu langsung mengabu.


“Ayo langsung kita ke akademi.” Matt berkata kepada yang lain. Mereka pun


langsung menuju ke akademi. Sepanjang jalan mereka melihat rumah dan gedung


yang sudah hancur, mereka merasa lirih karena bagi mereka baru kemarin mereka


melihat kota itu hidup dan beraktivitas seperti biasanya. Ketika sampai di


depan bangunan gedung guild petualang, mereka terdiam sejenak melihat bangunan

__ADS_1


itu. Semuanya sudah hancur dan kosong, mereka hanya bisa merenung tanpa sepatah


kata pun keluar dari mulut mereka. Kemudian, mereka ke sebrang gedung itu untuk


menuju ke akademi yang terletak di ujung jalan. Banyak Zombie berkeliaran di


akademi, dari luar sampai ke dalam. Mereka menerobos masuk dan sampai di dalam


taman. “Philia ne, lihat itu, dia kan yang waktu itu menggoda dan melecehkan


kita sewaktu kita kesini untuk ekspedisi dulu.” Cecil menunjuk salah satu


Zombie yang berjalan di gang. “Iya….berarti sejak itu dia berkeliaran di sini


sampai sekarang.” Jawab Philia. “Ayo terus, aku merasakan ada hawa kegelapan


yang membuat sesak di depan gang ini.” Fei maju dengan hati2. “Hati2 Fei , aku


merasakan ada kekuatan besar di bawah tangga ini. Aku maju duluan” Kata Matt.


“Ya ni san, aku di belakang mu.” Kata Fei . Mereka pun turun ke basement, di


bawah mereka melihat sebuah alat besar seperti yang mereka lihat di istana lord


Valam,  tapi alat ini memasang pipa ke dalam bumi dan sepertnyai menyedot dari bumi, tidak menyedot  dari manusia seperti di istana Lord Valam.


“Hmm kita pernah melihat alat seperti ini, kalau teori ku benar, alat ini menyerap mana dan energy dari bumi,  seperti waktu itu menyerap dari manusia.” Matt mengamati alat itu dari jauh. “Sebaiknya kita hancurkan segera ni san.” Fei berkata sambil melangkah maju.


“Awas Fei .” Teriak Matt. Di depan Fei muncul sesosok anjing besar


berkepala tiga dalam keadaan menjadi zombie (Undead Cerberus). Anjing itu


langsung menyerang Fei dengan menyabetkan tangan nya. Fei pun melompat kebelakang.


“Huh terima kasih ni san, kaget aku.” Kata Fei yang baru mendarat. “Fei , Lori, Cecil


seperti biasa kalian serang terus dari berbagai arah, aku dan Chappy menahan


serangan nya, Rona dan Philia support kita dari belakang dengan magic dan


panah. Ayo maju.” Teriak Matt dan langsung maju menghadang gigitan anjing itu.


Matt terus memukul dan menghadang dari depan di bantu Chappy yang menyerang


sekali2  mengikuti ritme serangan Matt. Fei dan Lori langsung menyerang dari samping dan belakang, sedangkan Cecil berkonsentrasi menyerang dari atas. “Hey dia tidak terlalu kuat, serangan ku


berhasil masuk.” Fei berkata kepada yang lain. “Benar oni, aku juga merasa dia


lamban dan empuk, serangan ku berhasil mengoyak2 punggung nya.” Tambah Cecil.


“Kalian jangan lengah, tetap serang.” Kata Lori kepada Fei dan Cecil. Matt


berhasil memotong kedua kepala Cerberus itu dan menyisakan satu kepala,


sedangkan serangan Fei , Cecil dan Lori berhasil memotong kaki2 nya  dan menghancurkan badan Cerberus itu sehingga tidak bergerak lagi. Untuk mencegah supaya badan dan kepala nya tidak menyatu


kembali, Rona mengikatnya dengan spell bind dan Philia langsung mengeluarkan


holy magic cleanse nya. Cerberus itu dalam sekejap pun mati dan menghilang jadi


debu. “Hmm mudah sekali, lebih mudah dari yang selama ini kita lawan.” Kata Matt.


“Iya, aku tidak keluar jurus sama sekali, hanya memotong dengan cakar dan


menusuk.” Tambah Fei . “Benar, dan rasanya memotong nya sangat mulus, seakan2


pedang ku ini tajam sekali.” Kata Lori. “Hey lihat, kepala yang tersisa mulai


berubah bentuk, hati2.” Philia berteriak memberi peringatan. Kepala itu berubah


menjadi Prof Lucas yang sudah tiada dan tubuh yang sudah tidak berbentuk. “Prof


Lucas ? jadi anjing besar ini adalah prof lucas ?” Cecil berkata kaget. “Rona


rasa bukan hanya prof Lucas, anjing besar ini adalah gabungan dari beberapa


jasad salah satunya prof Lucas.” Kata Rona. “Oh tidak, benar2 tidak manusiawi,


menjijikan.”  Kata Lori sambil memegang  dan menutup mulut nya.


“Sudah, sekarang kita hancurkan mesin ini. Jasad Prof Lucas kita makamkan di taman


akademi  habis ini.” Kata Matt.


Mereka segera mencabut selang dan kabel di alat itu dan menghancurkan semua tabung nya


sampai alat itu berhenti dan tidak menyala lagi. Kemudian mereka membawa jasad


Prof Lucas dan memakam kan nya di  taman.


Zombie yang berkeliaran pun mulai berjatuhan dan menghilang. “Matt ni san, Philia,


kalian semua keluar dulu, aku akan bakar akademi ini, terlalu banyak jasad yang


bertebaran di sini, aku akan mengkremasi mereka bersama akademi ini.” Kata Fei .


“Baik, kami keluar, hati2. Ayo semuanya” Kata Matt. Mereka pun berlari keluar


akademi. “Blood Magic, Hell Fire.” Fei menghantam tinjunya ke lantai dan


meledaklah lantai itu mengeluarkan api berwarna biru. Api itu menjalar ke


seluruh bangunan akademi dan membakarnya. Fei pun melompat keluar dan mendarat


tepat di samping Matt. “Matt ni san, ada yang aneh, api ku kok berwarna biru


ya, biasanya berwarna merah seperti darah.” Kata Fei kepada Matt sambil melihat


kepalan nya. “Ya, aku pun merasa ada yang aneh, tadi ketika aku mencoba kapak


ku kepada Cerberus, sabetan ku menjadi lebih kuat dan menyisakan residu cahaya


berwarna kuning. Aku pun melihat Lori dan Cecil demikian, sedangkan Philia dan


Rona sepertinya magic mereka semakin kuat.” Kata Matt. “Cuma satu cara


membuktikannya.” Fei pun berkonsentrasi dan bermeditasi sambil berdiri. Dia


lalu menghentakkan semua tenaga nya yang terkumpul. “Haaaah” Hentakan nya


membuat bangunan di sekitar nya hancur dan api yang membakar akademi menjadi


padam. Hasil nya, separuh kota menjadi rata. “Fei , apa ini, kenapa km ? Lihat, km hancurkan semuanya, dasar


bodoh.” Teriak Lori yang kaget sambil menjitak Fei . “Maaf Lori ne…aduh


sakit….aku cuma ngetes.” Kata Fei sambil memegang kepalanya.


“Hmm kita bertambah kuat sepertinya, berarti bukan cerberusnya yang lemah, melainkan kita


yang bertambah kuat jauh dari sebelum nya. Rona chan, apa alat barrier itu ada


efek lain nya ?” Tanya Matt kepada Rona.


“Aku tidak tau Matt oni chan, nanti coba rona lihat lagi.” Kata Rona. “Hei hei lihat di atas.” Cecil berkata


sambil  menunjuk langit.


Cahaya matahari mulai masuk dan mulai memecah langit yang ungu dan gelap. Mereka semua pun memandang  dengan peraasaan lega dan bersyukur.

__ADS_1


“Ayo kita kembali ke desa.” Kata Matt kepada yang lain. “Baik” Jawab semuanya. Mereka pun berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke desa tempat tinggal mereka.


__ADS_2