The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 19 The New Astorian Empire is born, prepare to embark to capital city


__ADS_3

Sore hari ketika semuanya sudah kembali ke istana, mereka berkumpul di ruang singgasana.


“Aku sudah keliling kota, luas kota ini lebih besar sedikit dari desa kita sekarang dan di kelilingi tembok


pertahanan. Di tembok itu aku menemukan beberapa senjata pelontar jarak jauh


untuk pertahanan.” Kata Fei . “Berarti kita bisa menggunakan senjata itu kalau


di perlukan.” Kata Matt menanggapi. “Istana dan kota ini di terbangkan oleh


magic dan di bawah kota ini ada hangar berisi golem2 besar seperti yang kita


temui di reruntuhan istana akademi. Bedanya golem2 ini terbuat dari logam.


Akses ke bawah kota bisa masuk lewat basement istana. Dibawah juga ada ruang


latihan ada konsolnya juga dan kita bisa memilih mode katanya.” Kata Lori


setelah menyelidiki istana. “Kota itu sendiri masih utuh, dan aku coba masuk


salah satu rumah nya, di dalamnya masih ada furniture dari logam dan lengkap


seperti yang kita punya di desa.” Kata Philia yang menyelidiki kota dengan Cecil.


“Benar, juga ada ruangan aneh untuk mandi di setiap rumah, kalau kita putar


tombolnya ada air yang keluar dari sebuah alat dan mengeluarkan air seperti


hujan (Shower).” Kata Cecil lagi. “Cecilia one chan, itu namanya Shower, memang  jaman dulu di  gunakan untuk membasuh tubuh dan mandi, lalu alat yang berupa tempat duduk itu di namakan toilet, untuk kita membuang kotoran kita.” Kata Rona yang sudah tau Karena mempelajari konsol dan fitur


istana termasuk kotanya. “Di istana ini juga ada beberapa ruangan seperti itu


di setiap kamarnya dan semua perabot di sini terbuat dari logam yang ringan.”


Tambah Weny. “Oh ya, di sebelah timur aku melihat ada ladang yang luas yang


bisa kita manfaatkan dan ada perkebunan. Di sebelah barat ada peternakan dan


beberapa kandang dari logam dengan alat2 aneh di dalam nya, sepertinya bisa di


gunakan.” Kata Evan yang berkeliling kota bersama Franz. “Dekat alun2 ada


bangunan besar yang sepertinya dulu di gunakan sebagai perpustakaan tapi dengan


persenjataan yang lengkap dan aneh, tadi aku dan Mabel san sempat ke sana lalu


di sebrang nya ada bangunan juga yang sedikit aneh, banyak rak2 dari besi yang


sepertinya untuk menaruh barang dan makanan.” Kata Charlotte. “Menurut


keterangan dari konsol, gedung besar itu adalah lembaga militer kekaisaran


untuk mengontrol pasukan golem juga  Doll soldier dan sebrang nya adalah toko makanan dan perlengkapan. Dan alat aneh yg di bilang Evan oni chan adalah alat untuk memerah susu dan mengahangatkan


telur.” Rona menjelaskan. “Oh begitu ya, berarti jaman dulu kemampuan manusia


sudah canggih, tapi tetap kalah dengan Evil God.” Kata Mabel.  “Di pelabuhan banyak alat2 yang bisa terbang


seperti yang di kendalikan oleh Philiandra, jumlah nya banyak sekali aniki dan


ada boneka2 yang bentuk nya seperti golem tapi tidak besar dan seperti manusia


terbuat dari logam.” Kata **. “Oh, nama kendaraan itu hover bike yang di


gerakkan oleh magic sama seperti istana ini, lalu boneka itu di sebut Soldier


Doll, yang di gunakan sebagai infantry dalam pasukan. Di konsol  tercatat ada tiga macam Soldier Doll yaitu


pasukan darat, pasukan terbang dan pasukan penyelam.” Tambah Rona.


“Iya, kita tidak memperhatikan satu2 karena banyak sekali, ribuan. Dan di belakangnya ada mesin yang sepertinya melahirkan doll itu.” Tambah Hagel.


“Kalau begitu, kita bisa berangkat ke ibu kota secepatnya, Ronanta chan, apa istana ini bisa berjalan ?” Tanya Matt.


“Bisa Matt oni chan, tapi aku minta waktu satu hari untuk menginstall peta jaman sekarang karena


auto pilot nya masih mengikuti peta kuno, dan lagi aku tadi menemukan fungsi


traktor beam yang di gunakan untuk mengambill barang dari darat naik ke kita.


Aku sudah coba pindahkan makam di desa karena khawatir  tadi dan memindahkan nya ke barat kota dekat


peternakan.” Kata Rona sambil menampilkan sisi barat kota yang sudah ada makam


orang tua mereka. Susunan dan bentuk nya tetap dan tidak berubah. “Oh perlu


berapa lama memindahkan nya ?” Tanya Matt lagi. “Aku tidak tau karena tidak


memperhatikan tapi kurasa cepat, ketika sinar menyala tau2 sudah pindah. Maaf


aku ga ijin dulu….” Kata Rona. “Hahah gpp Ronanta chan, aku malah senang,


karena cepat atau lambat memang harus di pindahkan, sebab kita tidak tau efek


gempa ketika mulai terbang tadi terhadap makam. Kalau di pindah ke sini malah


pas. Orang tua kita pasti senang.” Kata Fei lega. “Iya benar Ronanta chan,


terima kasih ya.” Philia mengelus kepala Rona. “Hehe memang pintar adik ku,


sayaaaang deh.” Cecil memeluk Rona dan mengusapkan pipinya ke pipi Rona. “Jadi


kalau makam bisa di pindahkan secara instan, ladang, kebun apel dan peternakan


beserta kandang nya juga bisa dong ?” Tanya Lori lagi. “Secara teori sih bisa,


tapi Ronanta ga tau kalau benda hidup bisa atau tidak nya.” Jawab Rona. “Oh ok,


kalau gitu gimana kalau kita berekperimen, ** km mau kan jadi percobaan nya ?”


Tanya Lori sambil melirik ** dengan senyuman licik. “Haaah jangan aku dong


aneki, kita coba saja pakai babi liar atau apa gitu.” Kata ** ketakutan. “Hmm


idemu bagus juga, coba ronanta chan, kalau pakai babi liar bisa ga ?” Tanya


Lori lagi. “Sebentar Ronanta coba cari koordinat babinya dulu. Nanti kalau


ketemu langsung Ronanta pindahkan ke peternakan.” Kata Rona. Tak lama konsol


pun berbunyi dan menemukan sasaran nya. Rona pun menyalakan traktor beam nya


dan Babi itu pun hilang dari layar berpindah ke peternakan. “Philiandra bisa


boncengi aku, naik kendaraan itu untuk mengecek babinya  ?” Tanya Lori kepada Philia sambil menunjuk


Hover Bike yang di pakai Philia tadi. “Ok Lorianne ne san, tapi pelan2 ya, aku


belum terlalu lihai.” Kata Philia. Mereka pun pergi dan mengecek babi yang di


pindah ke peternakan. “Oh babinya masih hidup dan utuh, berarti bisa untuk


makhluk hidup alat nya,  tapi karena liar dia jadi beringas, sebentar aku bunuh dulu.” Lori langsung turun dan membunuh babi itu.


Kemudian setelah mengambil dagingnya, mereka kembali ke ruang


singgasana dengan hover bike dan mendarat di balkon. “Berhasil Ronanta chan,


babinya masih hidup, tapi karena mengamuk jadi kubunuh. Ini dagingnya.” Kata


Lori. “Wah bagus, kita jadi bisa pindahkan semua di ladang,kebun dan

__ADS_1


peternakan.” Kata Evan. “Eh daging nya sini deh aneki, ada yang mau ku coba,


yuk Sasa kita ke dapur.” Ajak Weny kepada Sasa. Mereka pun langsung menuju


dapur membawa daging itu. Lima menit kemudian mereka kembali membawa piring


berisi daging yang sudah matang di panggang. “Ini, silahkan di coba, kami coba


buat makanan ini pakai alat yang ada di dapur.” Kata Weny. Mereka pun mencoba


makan daging itu bersama2. “Wah enak, matang nya pas, tidak seperti kalau kita


bakar sendiri.” Gumam Charlotte sambil menikmati daging itu. “Iya enak, kok


bisa ya ? padahal tidak pakai bumbu apa2 ?” Gumam Mabel menambahkan. “Tadi kami


pakai alat yang ada di dapur, yang berbentuk kotak dan ada beberapa rak untuk


memanggang di dalam nya. Kami memasukkan daging nya dan menekan tombol nya,


lalu di layar hitam kecil nya terlihat angka yang menghitung mundur. Ketika


hitungannya selesai, pintunya terbuka dan daging nya sudah matang.” Kata Sasa


menjelaskan.  “Oh alat itu namanya Microwave, memang alat untuk memanggang dan memanaskan, bisa di pakai untuk membuat roti dan memanggang daging.” Rona menjelaskan.


“Hmm aku menagkap maksud Lori jadi aku usulkan, setelah tau semua bisa di pakai dan aman, bagaimana


kalau kita pindah ke sini dan tinggal di sini saja, semua yang di desa seperti


perkebunan dan lainnya kita pindahkan jadi kita tidak perlu memulai lagi dan


kita pakai rumah2 di kota untuk tinggal. Kalian semua mau kan ?” Tanya Matt


kepada semuanya karena yakin semuanya mau tinggal di kota dan istana itu.


“Hehe memang hebat sayangku, iya maksudku memang mau pindahkan semua kesini, jadi


sekali jalan, toh batu segel nya pergi bareng kita jadi lebih aman kan. Kalau


semua sudah selesai kita tinggal mendarat di mana saja, atau kalau mau di udara


terus juga ok.” Kata Lori menanggapi Matt. “Setuju….” Semuanya mengangkat


tangan dan berteriak. “Baiklah kalau begitu, berarti mulaihari ini The Astorian


Village pindah ke kota ya.” Kata Matt. “Matt ni san, masa namanya masih


Astorian Village, village ga ada istana dan pasukan, sedangkan kita punya


pasukan golem dan soldier doll, gimana kalau kita ganti namanya  ?” Fei mengkritik Matt. “Hmm benar juga ya….” Kata Matt. “Gimana kalau namanya New Asrorian Empire ?” Cecil menyeletuk. “Wah


boleh tuh sesuai sejarah.” Mabel langsung menanggapi. “Iya benar, aku setuju,


dasarnya memang astorian kan.” Tambah Philia. “Benar2, asik aku jadi rakyat New


Astorian Empire, kerajaan baru.” Charlotte menanggapi dengan riang. “Baik, kita


tetapkan nama kita sebagai New Astorian Empire.” Kata Matt menutup diskusi.


“Uoooooh hidup New Astorian Empire.” Semua berteriak dan bersorak sambil


berdiri dan mengangkat tangan. “Semuanya ayo kita kerja, untuk memindahkan semua


isi desa kesini. Ron dan Marianne, kalian langsung ke kota saja, pilih rumah


untuk kalian, mau bersama boleh, masing2 pun boleh. Kalian sudah cukup


berjuang, sekarang giliran kami, istirahatlah.” Kata  Matt  sambil menjulurkan tangan ke Ron. Fei , Philia, Cecil, Lori dan Rona juga menjulurkan tangan ke Ron dan Marianne.


“Hah kalian menyuruh kami istirahat ? mana bisa ? kami akan bantu semaksimal kami.” Jawab Ron sambil


menjabat tangan Matt. “Aku juga, tidak mungkin aku diam.” Tambah Marianne


hargai keputusan kalian.” Kata Matt. Fei , Philia, Cecil, Lori dan Rona pun


memegang tangan Ron dan Marianne yang berjabat tangan dengan Matt. Kemudian


semua pun kembali ke desa dan membereskan barang masing2 dan mengeluarkan nya


dari rumah. Fei dan Weny berburu untuk mengisi stok makanan di gudang dingin


istana yang bisa menyimpan makanan dengan waktu lama. Ketika semua nya sudah


beres, mereka mengumpul kan semua barang mereka di alun2 dan Rona mengaktifkan


tracktor beamnya dan memindahkan barang2 mereka ke dermaga pelabuhan. Evan dan


lainnya pun kembali ke Flying Castle dengan menggunakan Hover bike dan berhenti


di demarga. Dari sana mereka memilih rumah yang mereka mau dan memasukkan


barang2 mereka ke dalam. “Charlotte, aku mau bawa kereta kuda ini ke kandang


kuda di barat kota.” Franz pamit kepada Charlotte. “Oh kereta nya taruh di


alun2 saja, untuk kalau ada tamu yang harus kita jemput di pelabuhan, kita jadi


mudah mengeluarkan nya, untuk kudanya boleh taruh di kandang.” Kata Charlotte


kepada Franz. “Ok, aku ke alun2 sekarang.” Kata Franz. Tak lama dia kembali


lagi ke rumah berserta kudanya. “Charlotte sini ikut aku, ada yang aneh.” Kata


Franz kepada Charlotte. “Aneh apanya  ? Ayo” Charlotte pun membonceng kuda yang di naiki Franz dan segera ke alun2.


“Tuh lihat, kemarin katanya itu toko kan ? kenapa sekarang jadi banyak barang


da nada golem di dalam nya ?” Kata Franz agak ketakutan. “Hmm ayo kita masuk.”


Charlotte langsung turun dari kuda dan menuju toko itu. “Eh...Charlotte….aduh.”


Franz pun langsung turun dan menyusul Charlotte. Mereka pun masuk kedalam.


“Selamat datang.” Sapa Golem yang berjaga di dalam. Charlotte dan Franz kaget


ternyata di dalam nya banyak makanan dan perlengkapan sehari2. “Wah ternyata


toko ini menyediakan banyak barang2 aneh yang tidak pernah kita lihat.”


Charlotte mulai masuk dan terlihat kagum. “Eh…ah…hati2 Charlotte.” Kata Franz


mengikuti Charlotte dengan ragu2. “Tenang saja Franz, ini sangat


menakjubkan…halo..bisa tolong jelaskan barang2 ini apa saja ?” Tanya Charlotte


kepada golem yang berada di counter menjaga alat aneh di depannya. “Ini toko


untuk makanan ringan, minuman, dan keperluan sehari2 seperti sikat gigi, sabun,


handuk dan lainnya.” Jawab Golem itu. “Waduh aku ga ngerti maksudnya.” Kata


Charlotte pusing. “Kling” tiba2 pintu toko di buka. Rona pun masuk kedalam “Oh


ada Charlotte one chan, aku baru mengaktifkan toko ini lewat konsol di dalam,


aku ke sini mau lihat.” Kata Rona kepada Charlotte. “Aku bingung Ronanta chan,


barang2 nya aneh semua, aku ga ngerti dan di sudut toko banyak mesin2 yang ada


gambar teh dan minuman lainnya. Juga ada alat yang bentuk nya seperti microwave

__ADS_1


yang km bilang kemarin. Aku bener2 takjub dan bingung.” Kata Charlotte yang


saking bingung nya. “Ini makanya Ronanta mau coba, sini Charlotte one chan dan


Franz san, ikut Ronanta.” Ajak Rona ke sudut tempat mesin2 itu. Rona mengambil


tiga gelas di bawah mesin itu dan memencet tombol bertulisan kopi menggunakan


bahasa kuno. Ketiga gelas itu di taruh Rona di mesin itu dan mesin itu mulai


mengisinya. “Ini Charlotte one chan, Franz san, minuman jaman dulu, namanya


Coffe.” Rona memberikan mereka masing2 satu gelas. “Sekarang kita ke golem itu


untuk bayar.” Mereka lalu ke golem dan membayar satu keeping koin silver untuk


tiga minuman. Golem memasukkan uang nya ke mesin di depan nya dan memberikan


secarik kertas kepada Rona. “Ini lihat Charlotte one chan, kita beli tiga gelas


coffe dan semuanya tercatat di sini. Untuk daftar barang nya, ronanta sedang


minta di terjemahkan oleh konsol , jadi nanti semua di namai dengan bahasa


kita. Mungkin besok sudah selesai. Yuk kita keluar” Kata Rona lagi. “Yuk, terus


terang aku baru pernah lihat yang seperti ini.” Kata Charlotte sambil mengikuti


Rona keluar toko. Di luar mereka mencoba meminum Coffee yang di beli itu. “Ugh


rasanya aneh, pahit tapi manis, enak sih.” Gumam Charlotte. “Wah, aku kayak nya


suka nih rasa ini.” Kata Franz. “Iya aneh Charlotte one chan, memang enak tapi


ini rasa baru.” Kata Rona. ( NB : toko ini adalah convenient store jaman


sekarang ). Hari mulai gelap, lampu2 jalan di kota dan penerangan lain nya


mulai hidup dan menyala. “Wah bagus ya, kota ini terang, malam pun tidak terasa


gelap.” Gumam Charlotte sambil melihat sekeliling dan menikmati Cofee nya.


“Iya, semua fungsi sudah Ronanta hidupkan lewat konsol, hanya Ronanta masih


perlu waktu untuk menterjemahkan semuanya.” Kata Rona. “Coba Ronanta chan, kamu


ajak Mabel san, dia bisa baca tulisan kuno, mungkin dia bisa membantu supaya


cepat.” Usul Charlotte kepada Rona. “O iya, waktu di ruang baca juga dia bisa


baca ya, aku ke tempat dia dulu ya, terima kasih Charlotte one chan.” Rona pun


langsung berlari ke rumah Mabel. “Franz, km mau coffee ini ? Aku tidak mau


lagi. Aku mau masuk lagi melihat2 makanan nya, sepertinya ada sejenis kue2 dan


aku mau coba.” Charlotte berkata kepada Franz. “Ya sudah sini buat aku,  aku duduk di depan sini ya, ada kursi dan meja di sini.” Kata Franz. “Baik, sebentar ya.” Charlotte pun masuk lagi


kedalam. Sementara itu, di rumah Philia dan Cecil, “Philia ne, rumah ini ajaib,


coba nih, sekarang gelap, trus aku tekan tombol di dinding ini, langsung


terang. Hebat ya.” Cecil yang baru melihat lampu menyala terkagum2. “Iya, aku


juga kaget, ini kompor untuk memasak nya tidak pakai kayu bakar, cukup kita


putar langsung menyala. Enak sekali jadi tidak susah2 menyalakan api.” Tambah


Philia kagum. “Kota ini hebat ya, dulu mama hidup nya begini ya…” Kata Cecil.


“Iya, mereka enak sekali, untung kita anak2 nya hehe.” Kata Philia riang. Tiba2


Fei masuk ke dalam, “Wah rumah nya bagus ya, terang walupun sudah malam. Tidak


perlu menyalakan lampu minyak. Kursi ini juga enak, empuk.” Fei masuk dan


langsung duduk di sofa. “Lihat sini oni, kamar kita, ranjang nya besaaaar dan


sepertinya kuat hehe.” Kata Cecil sambil memperlihatkan kamar nya ke Fei . “Oh


no no, mala mini no no no.” Kata Fei . “Ih oni, jangan gitu dong, lihat tuh


Philia ne udah ngarep.” Kata Cecil cemberut. “haaaah…..” Philia menghela napas


sambil memasak. “Sorry aku ke tempat Matt ni san dulu di sebelah, bye2” Fei pun


kabur. “Oni payaaaaaah.” Teriak Cecil. “hihi” Philia tertawa kecil. Fei pun


datang ke rumah Matt. “Oh Fei , ada apa ?” Tanya Matt, “Ah tidak, ijinkan aku


sebentar di sini, mereka mulai ganas.” Kata Fei . “Aduh rasanya bukan ide bagus


deh.” Kata Matt. “Sayaaaaaaaang, ayo siniiiiiiii.” Terdengar teriakan dari


dalam. “Itu maksud ku.” Kata Matt lagi. “Haaaah ya sudah, aku temani Rona saja


di istana.” Kata Fei lemas. Fei pun berjalan menuju istana, dia melihat


beberapa lampu rumah yang sudah menyala. Sebelum masuk ke istana, Fei duduk di


air mancur di tengah alun2 yang sudah hidup. “Ayah…ibu….akhirnya aku pulang.”


Katanya sambil melihat ke atas. “Hei…ngapain bengong di sini. Tunggu sebentar


aku beli minuman di sana, tadi di kasih tau Charlotte san.” Philia menepuk Fei .


Philia pun berjalan ke toko, didalam toko ada **, hagel, weny dan sasa sedang


berdebat. Philia langsung membeli dua gelas Coffee dan keluar menemui Fei .


“Ini, minuman yang di jual di toko itu.” Philia memberikan Fei satu gelas. “Apa


ini ya, kok warnanya coklat begini.” Tanya Fei . “Namanya Coffee tadi Charlotte


san memberitahu aku. Aku duduk sini ya.” Kata Philia kepada Fei sambil duduk di


sebelah nya. “Wih rasanya aneh, tapi enak.” Kata Fei setelah mencoba nya. “Ah,


aku tidak suka, memang enak sih, tapi ini bukan seleraku.” Kata Philia kepada Fei


. “Berarti dulu ayah dan ibu minum minuman ini juga ya.” Fei berkata sambil


melihat minuman nya. “Hehe iya, dan aku yakin mereka pasti bahagia dulu. Kalau


saja Evil God itu tidak ada. Mungkin kehidupan akan berbeda dan teknologi ini


tidak terkubur sekian lamanya.” Kata Philia sambil melihat bintang2 di langit.


“Kita udah berapa kali ya melihat bintang2 seperti ini berdua ? Pertama di


kemah, kedua di penginapan, ke tiga d irumah danau trus lupa saking keseringan


nya haha.” Kata Fei sambil melihat Philia. “Haha iya, aku juga lupa.


Tapi….selama kita bersama kita bisa melihatnya kapan saja.” Kata Philia lagi.


“Iya kamu benar. Terima kasih ya sudah berada di sisi ku selama ini.” Kata Fei sambil


merangkul Philia mesra. “Sama2, aku juga.” Jawab Philia yang merebahkan


kepalanya di pundak Fei . Malam itu, kota yang sudah lama terpendam, akhirnya

__ADS_1


hidup lagi dengan lampu2 yang menyala terang dan istana yang megah itu pun di


penuhi cahaya lampu yang menyala setiap ruangan nya.


__ADS_2