
Sore hari ketika semuanya sudah kembali ke istana, mereka berkumpul di ruang singgasana.
“Aku sudah keliling kota, luas kota ini lebih besar sedikit dari desa kita sekarang dan di kelilingi tembok
pertahanan. Di tembok itu aku menemukan beberapa senjata pelontar jarak jauh
untuk pertahanan.” Kata Fei . “Berarti kita bisa menggunakan senjata itu kalau
di perlukan.” Kata Matt menanggapi. “Istana dan kota ini di terbangkan oleh
magic dan di bawah kota ini ada hangar berisi golem2 besar seperti yang kita
temui di reruntuhan istana akademi. Bedanya golem2 ini terbuat dari logam.
Akses ke bawah kota bisa masuk lewat basement istana. Dibawah juga ada ruang
latihan ada konsolnya juga dan kita bisa memilih mode katanya.” Kata Lori
setelah menyelidiki istana. “Kota itu sendiri masih utuh, dan aku coba masuk
salah satu rumah nya, di dalamnya masih ada furniture dari logam dan lengkap
seperti yang kita punya di desa.” Kata Philia yang menyelidiki kota dengan Cecil.
“Benar, juga ada ruangan aneh untuk mandi di setiap rumah, kalau kita putar
tombolnya ada air yang keluar dari sebuah alat dan mengeluarkan air seperti
hujan (Shower).” Kata Cecil lagi. “Cecilia one chan, itu namanya Shower, memang jaman dulu di gunakan untuk membasuh tubuh dan mandi, lalu alat yang berupa tempat duduk itu di namakan toilet, untuk kita membuang kotoran kita.” Kata Rona yang sudah tau Karena mempelajari konsol dan fitur
istana termasuk kotanya. “Di istana ini juga ada beberapa ruangan seperti itu
di setiap kamarnya dan semua perabot di sini terbuat dari logam yang ringan.”
Tambah Weny. “Oh ya, di sebelah timur aku melihat ada ladang yang luas yang
bisa kita manfaatkan dan ada perkebunan. Di sebelah barat ada peternakan dan
beberapa kandang dari logam dengan alat2 aneh di dalam nya, sepertinya bisa di
gunakan.” Kata Evan yang berkeliling kota bersama Franz. “Dekat alun2 ada
bangunan besar yang sepertinya dulu di gunakan sebagai perpustakaan tapi dengan
persenjataan yang lengkap dan aneh, tadi aku dan Mabel san sempat ke sana lalu
di sebrang nya ada bangunan juga yang sedikit aneh, banyak rak2 dari besi yang
sepertinya untuk menaruh barang dan makanan.” Kata Charlotte. “Menurut
keterangan dari konsol, gedung besar itu adalah lembaga militer kekaisaran
untuk mengontrol pasukan golem juga Doll soldier dan sebrang nya adalah toko makanan dan perlengkapan. Dan alat aneh yg di bilang Evan oni chan adalah alat untuk memerah susu dan mengahangatkan
telur.” Rona menjelaskan. “Oh begitu ya, berarti jaman dulu kemampuan manusia
sudah canggih, tapi tetap kalah dengan Evil God.” Kata Mabel. “Di pelabuhan banyak alat2 yang bisa terbang
seperti yang di kendalikan oleh Philiandra, jumlah nya banyak sekali aniki dan
ada boneka2 yang bentuk nya seperti golem tapi tidak besar dan seperti manusia
terbuat dari logam.” Kata **. “Oh, nama kendaraan itu hover bike yang di
gerakkan oleh magic sama seperti istana ini, lalu boneka itu di sebut Soldier
Doll, yang di gunakan sebagai infantry dalam pasukan. Di konsol tercatat ada tiga macam Soldier Doll yaitu
pasukan darat, pasukan terbang dan pasukan penyelam.” Tambah Rona.
“Iya, kita tidak memperhatikan satu2 karena banyak sekali, ribuan. Dan di belakangnya ada mesin yang sepertinya melahirkan doll itu.” Tambah Hagel.
“Kalau begitu, kita bisa berangkat ke ibu kota secepatnya, Ronanta chan, apa istana ini bisa berjalan ?” Tanya Matt.
“Bisa Matt oni chan, tapi aku minta waktu satu hari untuk menginstall peta jaman sekarang karena
auto pilot nya masih mengikuti peta kuno, dan lagi aku tadi menemukan fungsi
traktor beam yang di gunakan untuk mengambill barang dari darat naik ke kita.
Aku sudah coba pindahkan makam di desa karena khawatir tadi dan memindahkan nya ke barat kota dekat
peternakan.” Kata Rona sambil menampilkan sisi barat kota yang sudah ada makam
orang tua mereka. Susunan dan bentuk nya tetap dan tidak berubah. “Oh perlu
berapa lama memindahkan nya ?” Tanya Matt lagi. “Aku tidak tau karena tidak
memperhatikan tapi kurasa cepat, ketika sinar menyala tau2 sudah pindah. Maaf
aku ga ijin dulu….” Kata Rona. “Hahah gpp Ronanta chan, aku malah senang,
karena cepat atau lambat memang harus di pindahkan, sebab kita tidak tau efek
gempa ketika mulai terbang tadi terhadap makam. Kalau di pindah ke sini malah
pas. Orang tua kita pasti senang.” Kata Fei lega. “Iya benar Ronanta chan,
terima kasih ya.” Philia mengelus kepala Rona. “Hehe memang pintar adik ku,
sayaaaang deh.” Cecil memeluk Rona dan mengusapkan pipinya ke pipi Rona. “Jadi
kalau makam bisa di pindahkan secara instan, ladang, kebun apel dan peternakan
beserta kandang nya juga bisa dong ?” Tanya Lori lagi. “Secara teori sih bisa,
tapi Ronanta ga tau kalau benda hidup bisa atau tidak nya.” Jawab Rona. “Oh ok,
kalau gitu gimana kalau kita berekperimen, ** km mau kan jadi percobaan nya ?”
Tanya Lori sambil melirik ** dengan senyuman licik. “Haaah jangan aku dong
aneki, kita coba saja pakai babi liar atau apa gitu.” Kata ** ketakutan. “Hmm
idemu bagus juga, coba ronanta chan, kalau pakai babi liar bisa ga ?” Tanya
Lori lagi. “Sebentar Ronanta coba cari koordinat babinya dulu. Nanti kalau
ketemu langsung Ronanta pindahkan ke peternakan.” Kata Rona. Tak lama konsol
pun berbunyi dan menemukan sasaran nya. Rona pun menyalakan traktor beam nya
dan Babi itu pun hilang dari layar berpindah ke peternakan. “Philiandra bisa
boncengi aku, naik kendaraan itu untuk mengecek babinya ?” Tanya Lori kepada Philia sambil menunjuk
Hover Bike yang di pakai Philia tadi. “Ok Lorianne ne san, tapi pelan2 ya, aku
belum terlalu lihai.” Kata Philia. Mereka pun pergi dan mengecek babi yang di
pindah ke peternakan. “Oh babinya masih hidup dan utuh, berarti bisa untuk
makhluk hidup alat nya, tapi karena liar dia jadi beringas, sebentar aku bunuh dulu.” Lori langsung turun dan membunuh babi itu.
Kemudian setelah mengambil dagingnya, mereka kembali ke ruang
singgasana dengan hover bike dan mendarat di balkon. “Berhasil Ronanta chan,
babinya masih hidup, tapi karena mengamuk jadi kubunuh. Ini dagingnya.” Kata
Lori. “Wah bagus, kita jadi bisa pindahkan semua di ladang,kebun dan
__ADS_1
peternakan.” Kata Evan. “Eh daging nya sini deh aneki, ada yang mau ku coba,
yuk Sasa kita ke dapur.” Ajak Weny kepada Sasa. Mereka pun langsung menuju
dapur membawa daging itu. Lima menit kemudian mereka kembali membawa piring
berisi daging yang sudah matang di panggang. “Ini, silahkan di coba, kami coba
buat makanan ini pakai alat yang ada di dapur.” Kata Weny. Mereka pun mencoba
makan daging itu bersama2. “Wah enak, matang nya pas, tidak seperti kalau kita
bakar sendiri.” Gumam Charlotte sambil menikmati daging itu. “Iya enak, kok
bisa ya ? padahal tidak pakai bumbu apa2 ?” Gumam Mabel menambahkan. “Tadi kami
pakai alat yang ada di dapur, yang berbentuk kotak dan ada beberapa rak untuk
memanggang di dalam nya. Kami memasukkan daging nya dan menekan tombol nya,
lalu di layar hitam kecil nya terlihat angka yang menghitung mundur. Ketika
hitungannya selesai, pintunya terbuka dan daging nya sudah matang.” Kata Sasa
menjelaskan. “Oh alat itu namanya Microwave, memang alat untuk memanggang dan memanaskan, bisa di pakai untuk membuat roti dan memanggang daging.” Rona menjelaskan.
“Hmm aku menagkap maksud Lori jadi aku usulkan, setelah tau semua bisa di pakai dan aman, bagaimana
kalau kita pindah ke sini dan tinggal di sini saja, semua yang di desa seperti
perkebunan dan lainnya kita pindahkan jadi kita tidak perlu memulai lagi dan
kita pakai rumah2 di kota untuk tinggal. Kalian semua mau kan ?” Tanya Matt
kepada semuanya karena yakin semuanya mau tinggal di kota dan istana itu.
“Hehe memang hebat sayangku, iya maksudku memang mau pindahkan semua kesini, jadi
sekali jalan, toh batu segel nya pergi bareng kita jadi lebih aman kan. Kalau
semua sudah selesai kita tinggal mendarat di mana saja, atau kalau mau di udara
terus juga ok.” Kata Lori menanggapi Matt. “Setuju….” Semuanya mengangkat
tangan dan berteriak. “Baiklah kalau begitu, berarti mulaihari ini The Astorian
Village pindah ke kota ya.” Kata Matt. “Matt ni san, masa namanya masih
Astorian Village, village ga ada istana dan pasukan, sedangkan kita punya
pasukan golem dan soldier doll, gimana kalau kita ganti namanya ?” Fei mengkritik Matt. “Hmm benar juga ya….” Kata Matt. “Gimana kalau namanya New Asrorian Empire ?” Cecil menyeletuk. “Wah
boleh tuh sesuai sejarah.” Mabel langsung menanggapi. “Iya benar, aku setuju,
dasarnya memang astorian kan.” Tambah Philia. “Benar2, asik aku jadi rakyat New
Astorian Empire, kerajaan baru.” Charlotte menanggapi dengan riang. “Baik, kita
tetapkan nama kita sebagai New Astorian Empire.” Kata Matt menutup diskusi.
“Uoooooh hidup New Astorian Empire.” Semua berteriak dan bersorak sambil
berdiri dan mengangkat tangan. “Semuanya ayo kita kerja, untuk memindahkan semua
isi desa kesini. Ron dan Marianne, kalian langsung ke kota saja, pilih rumah
untuk kalian, mau bersama boleh, masing2 pun boleh. Kalian sudah cukup
berjuang, sekarang giliran kami, istirahatlah.” Kata Matt sambil menjulurkan tangan ke Ron. Fei , Philia, Cecil, Lori dan Rona juga menjulurkan tangan ke Ron dan Marianne.
“Hah kalian menyuruh kami istirahat ? mana bisa ? kami akan bantu semaksimal kami.” Jawab Ron sambil
menjabat tangan Matt. “Aku juga, tidak mungkin aku diam.” Tambah Marianne
hargai keputusan kalian.” Kata Matt. Fei , Philia, Cecil, Lori dan Rona pun
memegang tangan Ron dan Marianne yang berjabat tangan dengan Matt. Kemudian
semua pun kembali ke desa dan membereskan barang masing2 dan mengeluarkan nya
dari rumah. Fei dan Weny berburu untuk mengisi stok makanan di gudang dingin
istana yang bisa menyimpan makanan dengan waktu lama. Ketika semua nya sudah
beres, mereka mengumpul kan semua barang mereka di alun2 dan Rona mengaktifkan
tracktor beamnya dan memindahkan barang2 mereka ke dermaga pelabuhan. Evan dan
lainnya pun kembali ke Flying Castle dengan menggunakan Hover bike dan berhenti
di demarga. Dari sana mereka memilih rumah yang mereka mau dan memasukkan
barang2 mereka ke dalam. “Charlotte, aku mau bawa kereta kuda ini ke kandang
kuda di barat kota.” Franz pamit kepada Charlotte. “Oh kereta nya taruh di
alun2 saja, untuk kalau ada tamu yang harus kita jemput di pelabuhan, kita jadi
mudah mengeluarkan nya, untuk kudanya boleh taruh di kandang.” Kata Charlotte
kepada Franz. “Ok, aku ke alun2 sekarang.” Kata Franz. Tak lama dia kembali
lagi ke rumah berserta kudanya. “Charlotte sini ikut aku, ada yang aneh.” Kata
Franz kepada Charlotte. “Aneh apanya ? Ayo” Charlotte pun membonceng kuda yang di naiki Franz dan segera ke alun2.
“Tuh lihat, kemarin katanya itu toko kan ? kenapa sekarang jadi banyak barang
da nada golem di dalam nya ?” Kata Franz agak ketakutan. “Hmm ayo kita masuk.”
Charlotte langsung turun dari kuda dan menuju toko itu. “Eh...Charlotte….aduh.”
Franz pun langsung turun dan menyusul Charlotte. Mereka pun masuk kedalam.
“Selamat datang.” Sapa Golem yang berjaga di dalam. Charlotte dan Franz kaget
ternyata di dalam nya banyak makanan dan perlengkapan sehari2. “Wah ternyata
toko ini menyediakan banyak barang2 aneh yang tidak pernah kita lihat.”
Charlotte mulai masuk dan terlihat kagum. “Eh…ah…hati2 Charlotte.” Kata Franz
mengikuti Charlotte dengan ragu2. “Tenang saja Franz, ini sangat
menakjubkan…halo..bisa tolong jelaskan barang2 ini apa saja ?” Tanya Charlotte
kepada golem yang berada di counter menjaga alat aneh di depannya. “Ini toko
untuk makanan ringan, minuman, dan keperluan sehari2 seperti sikat gigi, sabun,
handuk dan lainnya.” Jawab Golem itu. “Waduh aku ga ngerti maksudnya.” Kata
Charlotte pusing. “Kling” tiba2 pintu toko di buka. Rona pun masuk kedalam “Oh
ada Charlotte one chan, aku baru mengaktifkan toko ini lewat konsol di dalam,
aku ke sini mau lihat.” Kata Rona kepada Charlotte. “Aku bingung Ronanta chan,
barang2 nya aneh semua, aku ga ngerti dan di sudut toko banyak mesin2 yang ada
gambar teh dan minuman lainnya. Juga ada alat yang bentuk nya seperti microwave
__ADS_1
yang km bilang kemarin. Aku bener2 takjub dan bingung.” Kata Charlotte yang
saking bingung nya. “Ini makanya Ronanta mau coba, sini Charlotte one chan dan
Franz san, ikut Ronanta.” Ajak Rona ke sudut tempat mesin2 itu. Rona mengambil
tiga gelas di bawah mesin itu dan memencet tombol bertulisan kopi menggunakan
bahasa kuno. Ketiga gelas itu di taruh Rona di mesin itu dan mesin itu mulai
mengisinya. “Ini Charlotte one chan, Franz san, minuman jaman dulu, namanya
Coffe.” Rona memberikan mereka masing2 satu gelas. “Sekarang kita ke golem itu
untuk bayar.” Mereka lalu ke golem dan membayar satu keeping koin silver untuk
tiga minuman. Golem memasukkan uang nya ke mesin di depan nya dan memberikan
secarik kertas kepada Rona. “Ini lihat Charlotte one chan, kita beli tiga gelas
coffe dan semuanya tercatat di sini. Untuk daftar barang nya, ronanta sedang
minta di terjemahkan oleh konsol , jadi nanti semua di namai dengan bahasa
kita. Mungkin besok sudah selesai. Yuk kita keluar” Kata Rona lagi. “Yuk, terus
terang aku baru pernah lihat yang seperti ini.” Kata Charlotte sambil mengikuti
Rona keluar toko. Di luar mereka mencoba meminum Coffee yang di beli itu. “Ugh
rasanya aneh, pahit tapi manis, enak sih.” Gumam Charlotte. “Wah, aku kayak nya
suka nih rasa ini.” Kata Franz. “Iya aneh Charlotte one chan, memang enak tapi
ini rasa baru.” Kata Rona. ( NB : toko ini adalah convenient store jaman
sekarang ). Hari mulai gelap, lampu2 jalan di kota dan penerangan lain nya
mulai hidup dan menyala. “Wah bagus ya, kota ini terang, malam pun tidak terasa
gelap.” Gumam Charlotte sambil melihat sekeliling dan menikmati Cofee nya.
“Iya, semua fungsi sudah Ronanta hidupkan lewat konsol, hanya Ronanta masih
perlu waktu untuk menterjemahkan semuanya.” Kata Rona. “Coba Ronanta chan, kamu
ajak Mabel san, dia bisa baca tulisan kuno, mungkin dia bisa membantu supaya
cepat.” Usul Charlotte kepada Rona. “O iya, waktu di ruang baca juga dia bisa
baca ya, aku ke tempat dia dulu ya, terima kasih Charlotte one chan.” Rona pun
langsung berlari ke rumah Mabel. “Franz, km mau coffee ini ? Aku tidak mau
lagi. Aku mau masuk lagi melihat2 makanan nya, sepertinya ada sejenis kue2 dan
aku mau coba.” Charlotte berkata kepada Franz. “Ya sudah sini buat aku, aku duduk di depan sini ya, ada kursi dan meja di sini.” Kata Franz. “Baik, sebentar ya.” Charlotte pun masuk lagi
kedalam. Sementara itu, di rumah Philia dan Cecil, “Philia ne, rumah ini ajaib,
coba nih, sekarang gelap, trus aku tekan tombol di dinding ini, langsung
terang. Hebat ya.” Cecil yang baru melihat lampu menyala terkagum2. “Iya, aku
juga kaget, ini kompor untuk memasak nya tidak pakai kayu bakar, cukup kita
putar langsung menyala. Enak sekali jadi tidak susah2 menyalakan api.” Tambah
Philia kagum. “Kota ini hebat ya, dulu mama hidup nya begini ya…” Kata Cecil.
“Iya, mereka enak sekali, untung kita anak2 nya hehe.” Kata Philia riang. Tiba2
Fei masuk ke dalam, “Wah rumah nya bagus ya, terang walupun sudah malam. Tidak
perlu menyalakan lampu minyak. Kursi ini juga enak, empuk.” Fei masuk dan
langsung duduk di sofa. “Lihat sini oni, kamar kita, ranjang nya besaaaar dan
sepertinya kuat hehe.” Kata Cecil sambil memperlihatkan kamar nya ke Fei . “Oh
no no, mala mini no no no.” Kata Fei . “Ih oni, jangan gitu dong, lihat tuh
Philia ne udah ngarep.” Kata Cecil cemberut. “haaaah…..” Philia menghela napas
sambil memasak. “Sorry aku ke tempat Matt ni san dulu di sebelah, bye2” Fei pun
kabur. “Oni payaaaaaah.” Teriak Cecil. “hihi” Philia tertawa kecil. Fei pun
datang ke rumah Matt. “Oh Fei , ada apa ?” Tanya Matt, “Ah tidak, ijinkan aku
sebentar di sini, mereka mulai ganas.” Kata Fei . “Aduh rasanya bukan ide bagus
deh.” Kata Matt. “Sayaaaaaaaang, ayo siniiiiiiii.” Terdengar teriakan dari
dalam. “Itu maksud ku.” Kata Matt lagi. “Haaaah ya sudah, aku temani Rona saja
di istana.” Kata Fei lemas. Fei pun berjalan menuju istana, dia melihat
beberapa lampu rumah yang sudah menyala. Sebelum masuk ke istana, Fei duduk di
air mancur di tengah alun2 yang sudah hidup. “Ayah…ibu….akhirnya aku pulang.”
Katanya sambil melihat ke atas. “Hei…ngapain bengong di sini. Tunggu sebentar
aku beli minuman di sana, tadi di kasih tau Charlotte san.” Philia menepuk Fei .
Philia pun berjalan ke toko, didalam toko ada **, hagel, weny dan sasa sedang
berdebat. Philia langsung membeli dua gelas Coffee dan keluar menemui Fei .
“Ini, minuman yang di jual di toko itu.” Philia memberikan Fei satu gelas. “Apa
ini ya, kok warnanya coklat begini.” Tanya Fei . “Namanya Coffee tadi Charlotte
san memberitahu aku. Aku duduk sini ya.” Kata Philia kepada Fei sambil duduk di
sebelah nya. “Wih rasanya aneh, tapi enak.” Kata Fei setelah mencoba nya. “Ah,
aku tidak suka, memang enak sih, tapi ini bukan seleraku.” Kata Philia kepada Fei
. “Berarti dulu ayah dan ibu minum minuman ini juga ya.” Fei berkata sambil
melihat minuman nya. “Hehe iya, dan aku yakin mereka pasti bahagia dulu. Kalau
saja Evil God itu tidak ada. Mungkin kehidupan akan berbeda dan teknologi ini
tidak terkubur sekian lamanya.” Kata Philia sambil melihat bintang2 di langit.
“Kita udah berapa kali ya melihat bintang2 seperti ini berdua ? Pertama di
kemah, kedua di penginapan, ke tiga d irumah danau trus lupa saking keseringan
nya haha.” Kata Fei sambil melihat Philia. “Haha iya, aku juga lupa.
Tapi….selama kita bersama kita bisa melihatnya kapan saja.” Kata Philia lagi.
“Iya kamu benar. Terima kasih ya sudah berada di sisi ku selama ini.” Kata Fei sambil
merangkul Philia mesra. “Sama2, aku juga.” Jawab Philia yang merebahkan
kepalanya di pundak Fei . Malam itu, kota yang sudah lama terpendam, akhirnya
__ADS_1
hidup lagi dengan lampu2 yang menyala terang dan istana yang megah itu pun di
penuhi cahaya lampu yang menyala setiap ruangan nya.