The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 29 The Queen of Beastmen Kingdom


__ADS_3

“Matthew oni san, gawat, pelindung kita tertembak, sekarang kita kelihatan oleh mereka…..apa yang harus kita lakukan ?” Jones masuk ke dalam ruang pertemuan dengan tergesa2 dan mengabarkan.


“Baiklah, ayo semua kita ke balkon, kita kabarkan situasi ini ke warga kita yang pasti kaget mendengar ledakan barusan.” Kata Matt sambil berdiri. Setelah itu, Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona


bersama dengan Valia dan Cezka berdiri di balkon. Para Warga yang bingung pun


berkumpul di alun2 melihat semua orang istana keluar di balkon.  “Para penduduk, kita sebentar lagi akan  di serang oleh pasukan ksatria hitam, tidak usah khawatir, kami akan melindungi kalian. Mohon kalian tenang dan tidak panic dan bantu kami mempertahankan kota ini, Para ksatria dan petualang, juga bagi


yang bisa bertempur, bersiap lah menjaga gerbang utama kota kita. Kami ber enam


akan maju ke depan. Kita pasti menang dan melewati ini.” Teriak Matt


mengumumkan. “Berjuang semuanya…..” Teriaknya. “Uoooh hidup New Astorian


Empire.” Teriak penduduk yang mendengar nya. “Matt…..km sekarang sudah punya rumah…..syukurlah”


Cezka melihat Matt sambil menitikkan air mata. “Para Ksatria Vanadis, aku Ratu Valia,


memerintahkan kalian berjaga di kota dan membantu ksatria Astorian menjaga


gerbang kota.” Teriak Valia. “Uoooh Hidup Ratu Valia.” Teriak para Ksatria. Sesudah


itu semua langsung mengambil posisi masing2. Mabel, Charlotte, Weny dan Sasa


ikut berjaga di gerbang. Franz bersama ** dan Hagel standby di konsol masing2


untuk mengontrol Doll, Golem dan Drone. Di dalam istana, di singgasana, semua


memperhatikan pergerakan di gerbang ibukota. Pintu gerbang pun mulai terbuka,


keluarlah pasukan undead yang beraneka ragam, mulai dari skeleton soldier


sampai undead giant. Jumlah nya kira mendekati sepuluh ribu pasukan. Dibelakang


mereka di luar dan di dalam gerbang, para ksatria hitam mulai berbaris, dengan


jumlah sama seperti pasukan undead di depannya. “Wah mereka benar2 siap


berperang.” Kata Cecil melihat nya. “Ya, karena beastmen kingdom adalah


kerajaan terbesar kedua di benua ini. Makanya waktu terjadi perang saudara


dulu, antara pihak gereja dan pasukan pemberontak yang adalah keluarga


kerajaan, banyak di domplengi oleh noble2 yang berpihak kepada Pangeran Edgar.”


Kata Cezka. “Hmm ada barisan Elf di antara mereka, apa mereka juga mendapat


bantuan dari para Elf ?” Tanya Valia. “Tidak, aku yakin mereka hanyalah umpan,


lihat, di leher nya ada kalung budak. Mereka pasti elf yang berasal dari elf


settlement di hutan barat. Selama perang saudara perebutan kekuasaan, Elf


membantu pasukan pemberontak.” Kata Cezka menerangkan. “……” Philia yang melihat


nya diam saja dan memegang tangan Fei . “Aku tau, kita akan selamatkan mereka.


Km tenang saja.” Kata Fei . Pasukan Undead mulai bergerak maju menuju istana.


“Lucurkan semua Doll dan Golem.” Teriak Matt. Doll pun di terjunkan turun dan


palka di bawah istana mulai terbuka meluncurkan golem2 di dalam. Banyak Drone


yang berterbangan membentuk barisan. “Serang dengan meriam utama.” Kata Matt


memerintahkan menembak. Ron yang bertugas mengoperasikan persenjataan dinding


mulai mengarahkan meriam utama ke arah barisan pasukan undead. “Tembak…..”


Lenton memberikan arahan ketika sasaran sudah terkunci. Ron pun menembakkan


meriam utama. Sinar besar pun keluar dan menghancurkan semua undead yang di lewatinya


dan terus menuju dinding ibukota. Terjadi ledakan yang besar dan menghancurkan


dinding yang mementalkan sebagian ksatria hitam. Meriam utama yang sudah


menembak mengeluarkan asap. “Doll, Golem Seraaaang.” Lenton memerintahkan **,


Franz dan Hagel menyerang menggunakan Doll dan Golem. Pasuka Doll mulai maju


menembaki pasukan undead, Golem pun mulai maju menghadang Giant undead dan


pasukan pengendara Wyvern.  Kondisi


peperangan pun seimbang, banyak Doll yang rusak akibat serangan pasukan undead,


sementara itu banyak undead yang menghilang karena tertembak oleh pasukan Doll.


Terlihat  pasukan Wyvern  berhasil menjatuhkan sebuah golem dan menuju


ke istana. Ron mengeluarkan meriam2 kecil di sepanjang tembok pertahanan dan


menjatuhkan banyak pasukan wyvern. Beberapa pengendara Wyvern berhasil mendarat


di depan gerbang dan di hadang oleh para ksatria. Mabel dan Charlotte


menembakkan panah magic mereka kearah pasukan Wyvern sedangkan penunggang nya


di urus oleh Wevy juga Sasa yang memimpin para ksatria untuk maju menyerang.


Terlihat pasukan utama ksatria hitam mulai maju menyerang. “Fei , Lori, Philia,


Cecil dan Ronanta Chan, ayo kita pergi.” Kata Matt yang langsung berlari ke


balkon dan melompat turun. “Baik, Vilia dan Cezka ne san, kami  pergi dulu,” Pamit Fei , Philia, Cecil dan


Rona yang kemudian menyusul Matt turun dengan cara melompat dari balkon.


“Lorianne, hati2, tolong jaga Matthew.” Pesan Cezka kepada Lori.  “Iya Cezka ne sama, aku pergi dulu.” Lori pun


langsung melompat turun. Mereka pun langsung menaiki Hover bike yang di


sediakan di bawah dan langsung turun ke medan pertempuran. Ketika sudah turun,


“Fei , Lori, Philia. Cecil dan Rona chan, kita tidak usah menahan diri lagi,


silahkan mengamuk, aku juga mau melepas stress haha.” Kata Matt. “haha Matt ni


san, aku juga, kita berlomba siapa yang paling banyak merobohkan lawan.” Kata Fei


sambil merapatkan tinjunya. “Hadeh, tolong jangan berlebihan ya.” Kata Philia


kalem. “Aku juga mau melepas semuanya, pelampiasan kemarin.” Kata Lori serius.


“Waduh…Lori ne, seram.” Kata Cecil. “Chappy, makan yang banyak ya…..Rona juga


mau makan yang banyak.” Kata Rona kepada Chappy. “Woof” jawab Chappy. “Ayo kita


maju.” Kata Matt. Mereka pun maju  ber enam menuju pasukan utama yang lari berderu ke arah mereka.


Matt dan lainnya mulai mengamuk manghancurkan barisan pasukan utama ksatria hitam.


Matt mengeluarkan tenaganya berupa aura berwarna kuning kemudian menhentak dan mengayunkan kapak nya, banyak ksatria hitam yang menjadi korban nya. Begitu juga dengan Fei , setelah mengeluarkan


aura merah darah nya, dia langsung menerobos maju tanpa menghiraukan kanan dan


kirinya menggunakan claw nya. Pasukan ksatria hitam yang di lewati nya hanur


berantakan dan banyak yang terbunuh sampai akhirnya habis satu barisan. Sama


dengan Fei , Lori pun langsung menerobos maju dengan aura biru yang


menyelimuti tubuh nya, kedua pedangnya terhunus dan menyapu di depan nya.

__ADS_1


Pasukan pun tercerai berai dan banyak yang tewas. Cecil mengeluarkan aura


hijaunya dan menyerang dari atas ke bawah dengan tombaknya sambil sesekali


melemparkan wind magic nya. Hasil nya pun sama dengan kakak2 nya. Philia


mengeluarkan tenaga berupa aura putih terang dan juga terus menembakkan panah


nya secara beruntun sambil melompat bergerak maju. Di ikuti Rona yang menerobos


sambil menunggangi Chappy dengan aura hitam nya dan mengeluarkan magic dark


matter nya ke sekeliling nya. Setelah melewati barisan pertama pasukan ksatria


hitam mereka melihat barisan elf di perintahkan maju dalam kondisi tidak sadar


oleh pengendali nya dan di susul barisan kedua pasukan ksatria hitam. Fei dan


lainnya membuat pingsan para elf yang berjumlah sekitar tiga puluh orang dan


langsung menghantam barisan kedua pasukan ksatria hitam. Barisan pertama yang


sudah di bantai oleh Fei dan lainnya, di hidupkan kembali oleh barisan


necromancer dan menjadi zombie yang menyerang Fei dan lainnya. Philia terus


melawan dengan menggunakan skill turn undead nya tapi masih banyak yang


berdatangan mengepung. “Huf huf, magic ku sudah mau habis…..apa yang harus kita


lakukan ?” Tanya Philia. “Kita terkepung Matt ni san. Aku mulai kelelahan,


mereka banyak sekali.” Kata Fei . “Kita harus bertahan…..tidak ada pilihan


lain.” Kata Lori sambil terus menyerang yang maju mendekati. “Maaf Matt oni, Fei


nii, aku sudah tidak bisa terbang.” Kata Cecil sambil terus menusukkan tombak


nya. “…..Chappy bertahan lah,” Kata Rona yang turun dari punggung Chappy.


“Woof” Jawab Chappy. “Uoooooooh Serang.” Dari belakang barisan kedua, pasukan


pemberontak mulai menghabisi para necromancer yang menghidupkan lagi barisan


pertama pasukan ksatria hitam. Zombie yang mengepung mereka pun mulai jatuh


satu persatu. “Ini kesempatan….majuuu.” Teriak Matt kepada lainnya. Matt, Fei ,


Lori, Philia, Cecil dan Rona yang bersama Chappy langsung merangsek maju


menghabisi barisan kedua yang di serang dari depan dan belakang. Matt melihat


dari belakang pasukan pemberontak, banyak pasukan ksatria hitam mendekati dari


dalam kota. “Matt…..” Pemimpin pasukan pemberontak berteriak. “Will….” Balas


Matt. “Kita ketemu lagi……” Kata Will. “Bicaranya nanti saja, di belakang


pasukan mu masih banyak pasukan ksatria hitam mendekati dari dalam kota,


sekalian kita trobos sampai istana.” Kata Matt.  “Baik.” Jawab Will. “Pasukan, ikuti kami.”


Teriak Will kepada pasukan nya. Pasukan pemberontak bersama Matt dan lainnya


pun menerobos dan menghabisi semua pasukan ksatria hitam di dalam kota sampai


ke istana. “Matt, biar sampai sini aku yang mengurus di istana, karena aku


harus membunuh raja sekarang dan Count Dietrich.” Kata Will sambil memegang


pundak Matt. “Kenapa ? Biar aku dan adik2 ku membantu. Aku juga mau memenggal


Count Dietrich dan Drax”  Kata Matt. “Km tau raja sekarang siapa ?” Tanya Will.


“Siapa memang nya ?” Kata Matt yang berdiri di depan istana.


“Celine aneki ? bagaimana bisa, aku dengar dari Cezka katanya dia di jadikan tahanan dan di gunakan


sebagai penghasil keturunan.” Kata Matt. “Oh mendengar mu aku jadi tenang,


berarti Cezka dan Leonard selamat. Kamu sudah dengar ya dari Cezka, tapi tentu


saja Cezka tidak tau, menurut mata2 di istana, kakak mu berhasil mendapatkan


hati Pangeran Edgar dan menjadi permaisuri ke dua nya, dia tiba2 muncul di


istana sekitar tiga minggu lalu dan menjadi Ratu di sini.” Kata Will menerangkan.


“Tiga minggu lalu, hmmm” Kata Matt. “Matt ni san, tiga minggu lalu kan sewaktu kita memalsukan kematian ratu Valia.” Kata Philia kepada Matt.  “Benar, berarti dia beralih ke kakak ku karena Valia di anggap sudah meninggal.” Kata Matt. “Sori menyela pembicaraan mu Matt, mereka siapa ?” Tanya Will.


“Will, namaku sekarang Matthew Von Astoria, di sebelah ku ini Feiruss Von Astoria,  Philiandra Von Astoria, Cecilia Von Astoria dan yang menunggangi Fenrir adik ku yang terkecil Ronanta Von Astoria. Kemudian yang berada di kanan ku ini adalah istriku Lorianne Von Astoria. Untuk detailnya nanti ku jelaskan.” Kata


Matt menjawab pertanyaan Will.  “Oh ini istrimu  Matt ? km sudah punya istri ?


wah selamat ya haha, berarti semua nya adalah keluarga baru mu ?” Tanya Fei .


“Ya, mereka adalah adik2 ku dan ini istriku.” Matt mempertegas. Will pun


mengahadap Lori, “Perkenalkan aku William, aku teman masa kecil Matt. Mohon


bantuan nya.” Kata Will sambil memegang tangan lori dan mencium nya. “Hei hei,


jangan goda istriku.” Kata Matt kepada Will sambil merangkul Lori. Wajah Lori


pun memerah karena di rangkul Matt dan dalam hati dia sangat senang.


“Sudah2, ayo kita masuk, masih ada musuh di dalam.” Kata Matt. “Haha, jangan marah Matt,


aku ga keberatan kok kita tukeran. Km sama Cezka saja hahah.” Kata Will sambil


berjalan masuk bersama Matt dan Lori di ikuti Fei dan lainnya. Will memiliki


telinga serigala dan ekor serigala sama seperti Matt hanya warnanya yang


berbeda, yaitu coklat. Wajah nya tampan layak nya seorang noble. “Tidak akan,


sampai kapan pun tidak akan. Ingat sekarang kita mau berhadapan dengan kakak


ku.” Kata Matt. “Iya2, nanti kita bahas lagi.” Kata Will. “Hah dia serius ?” Kata Lori dalam hati dengan wajah


merah.  Mereka pun masuk dan menghabisi musuh yang menghadang sampai mereka tiba di ruang singgasana. Di dalam mereka melihat seorang wanita dari ras Wolf tribe duduk di singgasana, di dampingi


oleh Drax dan Count Dietrich yang bersembunyi di belakang Drax. “Draaax….”


Teriak Fei . “…..” Drax diam saja tanpa menjawab dan mengeluarkan pedang besar


nya. “Hoo rupanya Adik ku yang di buang, kembali lagi….apa kabar ?” Sapa wanita


yang duduk di singgasana dengan senyuman meremehkan.  “ Celine Aneki……” Kata Matt.


“Km harus sujud kepada ku, siapa bilang mahkluk rendahan seperti km bisa berdiri di hadapan ku


hahaha.” Kata Celine meremehkan. “SUJUUUD.” Celine berteriak. Matt dan lainnya


termasuk Will di paksa berlutut dengan teriakan Celine. “Hahaha tidak ada


siapapun yang bisa melawanku hahaha.” Kata Celine sombong. “Celine, km lupa


sama asal mu ya, kenapa km melakukan ini semua.” Tanya Will. “Hah, aku di jual


ke gereja, di jadikan mainan oleh mereka, atas perintah Negara ini kan ?


Sekarang aku berkuasa dan menghabisi semuanya.” Kata Celine puas.


“Keluarga mu pengkhianat Negara, dengan memasukkan gereja ke kerajaan kita dan akhirnya gereja

__ADS_1


memanfaatkan km juga membantai keluarga mu. Seharusnya km yang membalas


perbuatan Gereja.” Kata Will lagi. “Gereja tidak salah, ketika terjadi perang perebutan kekuasaan, kerajaan memerintahkan menangkap keluarga ku, dan ketika gereja kalah, mereka membantai keluarga ku dan membuang aku ke gereja. Aku di jadikan budak, mainan bagi para noble Xenobia, kemudian di pasangi alat


di Rahim ku untuk menjadi pemberi keturunan, aku punya banyak anak yang tidak


aku kenal sama sekali.  Pangeran Edgar menolongku dan mau menjadikan aku salah satu apostle Evil God dan istrinya. Kalian lah sumber awal penderitaan ku. Dan adik ku yang ternoda oleh Demon


masih hidup, aku dendam pada mu Matt.” Kata Celine lagi. “Aneki…..” Kata Matt


yang sedih melihat kakak nya. Matt tidak pernah punya dendam terhadap keluarga


nya apalagi terhadap kakaknya yang selalu menyiksanya dan mengurung dia, dia


tetap menghargai kakak nya sebagai keluarga, makanya dia takut melihat kakaknya


karena selalu di siksa. Mereka terus berlutut sambil terus berusaha melawan


kekuatan Celine yang memaksa mereka berlutut. Terlihat Matt sudah menyerah


karena takut kepada kakanya, trauma nya mengambil alih kekuatan nya. “Matt ni


san……bangun, ingat aku” Teriak Fei . “Matt ni san, kita keluarga Matt ni san,


tolong bangun, kita membutuh kan mu.” Kata Philia. “Matt oni……kita semua adik


mu kan.” Kata Cecil. “Matt oni chan…….” Rona juga berkata. “Matt….Matt……jangan


kalah.” Teriak Will. Melihat itu semua, Lori yang berlutut di sebelah Matt,


berusaha mendekati  Matt dengan susah payah, setelah mendekat Lori menampar Matt dan langsung memeluk nya “Honey, ingat aku, ingat adik2 mu, km bukan km yang dulu, aku mencintaimu dan


menyayangi mu, adik2 mu mencintai dan menyayangi mu, kembalilah Matt jangan


tinggalkan aku. “Kata Lori sambil menangis dan mencium Matt. “Lorianne…….Feirus,


Philiandra, Cecilia, Ronanta………….terima kasih. Terutama km Lorianne, terima


kasih, aku pun mencintaimu.” Kata Matt yang sadar sambil menyeka air mata Lori.


“Apa ini…..jangan sok punya keluarga ya km, demon rendahan, aku ga akan


membiarkan km.” Kata Celine. “Benar2 Ratu Celine, bunuh mereka. Drax penggal


mereka.” Kata Count Dietrich memprovokasi Celine dan menyuruh Drax. “Aku akan


menghabisi sendiri adik ku, jangan ikut campur.” Kata Celine sambil melirik


Drax dan Count Dietrich. “Hii ampun Ratu, silahkan. Drax…..habisi yang lain.”


Kata Count Dietrich. Drax pun bergerak maju. “Celine aneki, maaf, tapi aku


bukan adik mu. Sekarang, aku sudah bukan keluargamu lagi, aku sudah menemukan


tempatku di keluarga ku sekarang. Feiruss, Lorianne, Philiandra, Cecilia dan


Ronanta, hentakan semua energy kalian bersama ku.” Teriak Matt. “Haaaaaaaah” Fei,


Lori, Philia, Cecil dan Rona menghentakkan semua energy nya keluar bersama dengan Matt.


Seisi  ruang singgasana pun menjadi terang dengan wana merah, kuning, hijau, biru, putih dan hitam.


Mereka pun terlepas. “Draaaaaax…..” Fei langsung maju menghajar Drax yang juga


langsung menangkis serangan Fei . “…..” Drax tetap diam saja dan terus melawan


Fei. Adu pukul antara Drax dan Fei pun menggetarkan ruang singgasana.


Matt dan Will perlahan mendekati Celine. “Mundur kalian…” Celine menyerang dengan gelombang suaranya, berharap melumpuhkan Matt dan Will. Mereka terus maju.


“Tidak….kenapa begini…….MUNDUR KALIAN.” Sekali lagi Celine melancarkan serangan nya.


Matt dan Will yang sudah tidak terpengaruh tetap maju.


“Baiklah kalau kalian mau melawanku.” Kata Celine yang langsung berubah menjadi sosok laba2 kematian yang sangat mengerikan. “Arghh Maju kalian semua.” Suara Celine yang sudah berubah menggelegar dan penuh kekuatan. Matt langsung menyerang dengan kapak nya sambil menghadang serangan


Celine dengan perisainya. Lori langsung melompat kebelakang Celine dan


menusukkan pedang nya ke punggung Celine. Cecil terbang dan menyerang dengan


menusukkan tombak nya ke arah Celine sambil menghindari serangan racun nya.


Philia terus memanah dengan holy arrow nya sambil menghindari serangan Celine.


Lori yang berada di belakang, terus menyabet dan menusukkan pedang nya ke


punggung Celine. “Minggir….” Tangan Celine berbalik ke belakang dan menyerang


Lori. Kemudian Lori yang menangkis serangan Celine pun terpental mundur tapi


tidak terlika. “Km siapanya Matt……beraninya km……” Celine yang berbalik langsung


maju menyerang Lori. “Aku istrinya…….” Jawab Lori sambil menghindari serangan


Celine. “Hah…istrinya…….biar aku bunuh km dulu, supaya Matt menderita….” Kata


Celine yang terus menyerang Lori karena marah nya. Lori terus menghindar dan


menangkis serangan Celine. Melihat Lori di incar oleh Celine, Matt mengamuk dan


mengeluarkan semua tenaganya, aura kuning pun memenuhi ruangan. Matanya berubah


menjadi kuning pekat dan senjatanya menyala. “CELINE….” Teriaknya. Celine pun


menoleh dan melihat Matt maju menghajarnya. “Kamu dulu menyiksa ku, km dulu


mengurungku, km dulu mengusirku, sekarang km mau menyakiti istri ku…..KUBUNUH  KAMU.” Matt berteriak, ledakan nya bertambah dasyat, ruangan bergetar dan mulai rontok. Celin pun terpental jauh.


Matt berjalan mendekati Celine. “Matthew jangan……” Lori  memeluk Matt dari belakang dan naik ke


punggung nya dengan kaki mengapit pinggang nya. Lori berusaha menghentikan


Matt. “Tenang Matt, tenang, dia hanya masa lalu, aku tidak apa2, lihat, aku


bisa memeluk mu, aku masih hangat.” Bisik Lori di telinga Matt sambil berpindah


posisi ke depan. Lori memegang kedua pipi Matt dengan tangan nya dan


langsung  mencium nya. Matt yang tersadar pun menangis dan memeluk Lori yang nemplok di depan nya. “Terima kasih sayang.” Kata Matt sambil terus mendekap Lori. Celine yang melihat itu langsung bergerak


menuju Matt dan Lori yang sedang berpelukan dengan kecepatan tinggi.


Tiba2 tubuh Celine berhenti bergerak karena terikat oleh rantai. “Sekarang serang…..”


Teriak Rona yang memegang rantai dari dark magic nya. Matt, Philia, Cecil dan


Lori yang di depan nya pun maju dan langsung menyerang serentak. Celine pun


tumbang, kaki laba2  dan tangan nya terputus sehingga dia tidak bisa bergerak.


“Aku kalah……..” Kata Celine. “Celine aneki….” Kata Matt mendekati Celine yang sudah tidak berdaya. “Matt….tolong bebaskan aku……aku sudah tidak ingin hidup….maafkan aku atas perbuatan ku yang


dulu…..aku sebenarnya sayang km……aku iri melihat km selalu main dengan Cezka


dan William dulu…..Maafkan aku.” Kata Celine yang tersadar kepada Matt dengan


suara perlahan. “Celine aneki…..aku minta maaf yang tidak menyadari nya.” Kata Matt.


“Tolong Matt….habisi aku…..aku sudah tidak mau lagi menjadi


alat…..tolong…..” Kata Celine sambil menangis. “Baiklah Celine aneki, selamat


tinggal.” Kata Matt sambil berdiri. “Aku…sudah jadi undead……musnahkan jasad


ku……Terima kasih Matt…….terima kasih….” Kata Celine sambil memejamkan mata.

__ADS_1


“Philiandra, tolong…..” Kata Matt sambil memeluk Lori. “Holy Light. Turn undead.” Philia mengeluarkan magic nya sambil menangis. Perlahan tubuh Celine menghilang dan terlihat senyuman tenang di wajah nya. “Selamat tinggal aneki, km sudah bebas.” Kata Matt sambil melihat tubuh Celine yang menghilang seiring


meredupnya cahaya.


__ADS_2