
“Matthew oni san, gawat, pelindung kita tertembak, sekarang kita kelihatan oleh mereka…..apa yang harus kita lakukan ?” Jones masuk ke dalam ruang pertemuan dengan tergesa2 dan mengabarkan.
“Baiklah, ayo semua kita ke balkon, kita kabarkan situasi ini ke warga kita yang pasti kaget mendengar ledakan barusan.” Kata Matt sambil berdiri. Setelah itu, Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona
bersama dengan Valia dan Cezka berdiri di balkon. Para Warga yang bingung pun
berkumpul di alun2 melihat semua orang istana keluar di balkon. “Para penduduk, kita sebentar lagi akan di serang oleh pasukan ksatria hitam, tidak usah khawatir, kami akan melindungi kalian. Mohon kalian tenang dan tidak panic dan bantu kami mempertahankan kota ini, Para ksatria dan petualang, juga bagi
yang bisa bertempur, bersiap lah menjaga gerbang utama kota kita. Kami ber enam
akan maju ke depan. Kita pasti menang dan melewati ini.” Teriak Matt
mengumumkan. “Berjuang semuanya…..” Teriaknya. “Uoooh hidup New Astorian
Empire.” Teriak penduduk yang mendengar nya. “Matt…..km sekarang sudah punya rumah…..syukurlah”
Cezka melihat Matt sambil menitikkan air mata. “Para Ksatria Vanadis, aku Ratu Valia,
memerintahkan kalian berjaga di kota dan membantu ksatria Astorian menjaga
gerbang kota.” Teriak Valia. “Uoooh Hidup Ratu Valia.” Teriak para Ksatria. Sesudah
itu semua langsung mengambil posisi masing2. Mabel, Charlotte, Weny dan Sasa
ikut berjaga di gerbang. Franz bersama ** dan Hagel standby di konsol masing2
untuk mengontrol Doll, Golem dan Drone. Di dalam istana, di singgasana, semua
memperhatikan pergerakan di gerbang ibukota. Pintu gerbang pun mulai terbuka,
keluarlah pasukan undead yang beraneka ragam, mulai dari skeleton soldier
sampai undead giant. Jumlah nya kira mendekati sepuluh ribu pasukan. Dibelakang
mereka di luar dan di dalam gerbang, para ksatria hitam mulai berbaris, dengan
jumlah sama seperti pasukan undead di depannya. “Wah mereka benar2 siap
berperang.” Kata Cecil melihat nya. “Ya, karena beastmen kingdom adalah
kerajaan terbesar kedua di benua ini. Makanya waktu terjadi perang saudara
dulu, antara pihak gereja dan pasukan pemberontak yang adalah keluarga
kerajaan, banyak di domplengi oleh noble2 yang berpihak kepada Pangeran Edgar.”
Kata Cezka. “Hmm ada barisan Elf di antara mereka, apa mereka juga mendapat
bantuan dari para Elf ?” Tanya Valia. “Tidak, aku yakin mereka hanyalah umpan,
lihat, di leher nya ada kalung budak. Mereka pasti elf yang berasal dari elf
settlement di hutan barat. Selama perang saudara perebutan kekuasaan, Elf
membantu pasukan pemberontak.” Kata Cezka menerangkan. “……” Philia yang melihat
nya diam saja dan memegang tangan Fei . “Aku tau, kita akan selamatkan mereka.
Km tenang saja.” Kata Fei . Pasukan Undead mulai bergerak maju menuju istana.
“Lucurkan semua Doll dan Golem.” Teriak Matt. Doll pun di terjunkan turun dan
palka di bawah istana mulai terbuka meluncurkan golem2 di dalam. Banyak Drone
yang berterbangan membentuk barisan. “Serang dengan meriam utama.” Kata Matt
memerintahkan menembak. Ron yang bertugas mengoperasikan persenjataan dinding
mulai mengarahkan meriam utama ke arah barisan pasukan undead. “Tembak…..”
Lenton memberikan arahan ketika sasaran sudah terkunci. Ron pun menembakkan
meriam utama. Sinar besar pun keluar dan menghancurkan semua undead yang di lewatinya
dan terus menuju dinding ibukota. Terjadi ledakan yang besar dan menghancurkan
dinding yang mementalkan sebagian ksatria hitam. Meriam utama yang sudah
menembak mengeluarkan asap. “Doll, Golem Seraaaang.” Lenton memerintahkan **,
Franz dan Hagel menyerang menggunakan Doll dan Golem. Pasuka Doll mulai maju
menembaki pasukan undead, Golem pun mulai maju menghadang Giant undead dan
pasukan pengendara Wyvern. Kondisi
peperangan pun seimbang, banyak Doll yang rusak akibat serangan pasukan undead,
sementara itu banyak undead yang menghilang karena tertembak oleh pasukan Doll.
Terlihat pasukan Wyvern berhasil menjatuhkan sebuah golem dan menuju
ke istana. Ron mengeluarkan meriam2 kecil di sepanjang tembok pertahanan dan
menjatuhkan banyak pasukan wyvern. Beberapa pengendara Wyvern berhasil mendarat
di depan gerbang dan di hadang oleh para ksatria. Mabel dan Charlotte
menembakkan panah magic mereka kearah pasukan Wyvern sedangkan penunggang nya
di urus oleh Wevy juga Sasa yang memimpin para ksatria untuk maju menyerang.
Terlihat pasukan utama ksatria hitam mulai maju menyerang. “Fei , Lori, Philia,
Cecil dan Ronanta Chan, ayo kita pergi.” Kata Matt yang langsung berlari ke
balkon dan melompat turun. “Baik, Vilia dan Cezka ne san, kami pergi dulu,” Pamit Fei , Philia, Cecil dan
Rona yang kemudian menyusul Matt turun dengan cara melompat dari balkon.
“Lorianne, hati2, tolong jaga Matthew.” Pesan Cezka kepada Lori. “Iya Cezka ne sama, aku pergi dulu.” Lori pun
langsung melompat turun. Mereka pun langsung menaiki Hover bike yang di
sediakan di bawah dan langsung turun ke medan pertempuran. Ketika sudah turun,
“Fei , Lori, Philia. Cecil dan Rona chan, kita tidak usah menahan diri lagi,
silahkan mengamuk, aku juga mau melepas stress haha.” Kata Matt. “haha Matt ni
san, aku juga, kita berlomba siapa yang paling banyak merobohkan lawan.” Kata Fei
sambil merapatkan tinjunya. “Hadeh, tolong jangan berlebihan ya.” Kata Philia
kalem. “Aku juga mau melepas semuanya, pelampiasan kemarin.” Kata Lori serius.
“Waduh…Lori ne, seram.” Kata Cecil. “Chappy, makan yang banyak ya…..Rona juga
mau makan yang banyak.” Kata Rona kepada Chappy. “Woof” jawab Chappy. “Ayo kita
maju.” Kata Matt. Mereka pun maju ber enam menuju pasukan utama yang lari berderu ke arah mereka.
Matt dan lainnya mulai mengamuk manghancurkan barisan pasukan utama ksatria hitam.
Matt mengeluarkan tenaganya berupa aura berwarna kuning kemudian menhentak dan mengayunkan kapak nya, banyak ksatria hitam yang menjadi korban nya. Begitu juga dengan Fei , setelah mengeluarkan
aura merah darah nya, dia langsung menerobos maju tanpa menghiraukan kanan dan
kirinya menggunakan claw nya. Pasukan ksatria hitam yang di lewati nya hanur
berantakan dan banyak yang terbunuh sampai akhirnya habis satu barisan. Sama
dengan Fei , Lori pun langsung menerobos maju dengan aura biru yang
menyelimuti tubuh nya, kedua pedangnya terhunus dan menyapu di depan nya.
__ADS_1
Pasukan pun tercerai berai dan banyak yang tewas. Cecil mengeluarkan aura
hijaunya dan menyerang dari atas ke bawah dengan tombaknya sambil sesekali
melemparkan wind magic nya. Hasil nya pun sama dengan kakak2 nya. Philia
mengeluarkan tenaga berupa aura putih terang dan juga terus menembakkan panah
nya secara beruntun sambil melompat bergerak maju. Di ikuti Rona yang menerobos
sambil menunggangi Chappy dengan aura hitam nya dan mengeluarkan magic dark
matter nya ke sekeliling nya. Setelah melewati barisan pertama pasukan ksatria
hitam mereka melihat barisan elf di perintahkan maju dalam kondisi tidak sadar
oleh pengendali nya dan di susul barisan kedua pasukan ksatria hitam. Fei dan
lainnya membuat pingsan para elf yang berjumlah sekitar tiga puluh orang dan
langsung menghantam barisan kedua pasukan ksatria hitam. Barisan pertama yang
sudah di bantai oleh Fei dan lainnya, di hidupkan kembali oleh barisan
necromancer dan menjadi zombie yang menyerang Fei dan lainnya. Philia terus
melawan dengan menggunakan skill turn undead nya tapi masih banyak yang
berdatangan mengepung. “Huf huf, magic ku sudah mau habis…..apa yang harus kita
lakukan ?” Tanya Philia. “Kita terkepung Matt ni san. Aku mulai kelelahan,
mereka banyak sekali.” Kata Fei . “Kita harus bertahan…..tidak ada pilihan
lain.” Kata Lori sambil terus menyerang yang maju mendekati. “Maaf Matt oni, Fei
nii, aku sudah tidak bisa terbang.” Kata Cecil sambil terus menusukkan tombak
nya. “…..Chappy bertahan lah,” Kata Rona yang turun dari punggung Chappy.
“Woof” Jawab Chappy. “Uoooooooh Serang.” Dari belakang barisan kedua, pasukan
pemberontak mulai menghabisi para necromancer yang menghidupkan lagi barisan
pertama pasukan ksatria hitam. Zombie yang mengepung mereka pun mulai jatuh
satu persatu. “Ini kesempatan….majuuu.” Teriak Matt kepada lainnya. Matt, Fei ,
Lori, Philia, Cecil dan Rona yang bersama Chappy langsung merangsek maju
menghabisi barisan kedua yang di serang dari depan dan belakang. Matt melihat
dari belakang pasukan pemberontak, banyak pasukan ksatria hitam mendekati dari
dalam kota. “Matt…..” Pemimpin pasukan pemberontak berteriak. “Will….” Balas
Matt. “Kita ketemu lagi……” Kata Will. “Bicaranya nanti saja, di belakang
pasukan mu masih banyak pasukan ksatria hitam mendekati dari dalam kota,
sekalian kita trobos sampai istana.” Kata Matt. “Baik.” Jawab Will. “Pasukan, ikuti kami.”
Teriak Will kepada pasukan nya. Pasukan pemberontak bersama Matt dan lainnya
pun menerobos dan menghabisi semua pasukan ksatria hitam di dalam kota sampai
ke istana. “Matt, biar sampai sini aku yang mengurus di istana, karena aku
harus membunuh raja sekarang dan Count Dietrich.” Kata Will sambil memegang
pundak Matt. “Kenapa ? Biar aku dan adik2 ku membantu. Aku juga mau memenggal
Count Dietrich dan Drax” Kata Matt. “Km tau raja sekarang siapa ?” Tanya Will.
“Siapa memang nya ?” Kata Matt yang berdiri di depan istana.
“Celine aneki ? bagaimana bisa, aku dengar dari Cezka katanya dia di jadikan tahanan dan di gunakan
sebagai penghasil keturunan.” Kata Matt. “Oh mendengar mu aku jadi tenang,
berarti Cezka dan Leonard selamat. Kamu sudah dengar ya dari Cezka, tapi tentu
saja Cezka tidak tau, menurut mata2 di istana, kakak mu berhasil mendapatkan
hati Pangeran Edgar dan menjadi permaisuri ke dua nya, dia tiba2 muncul di
istana sekitar tiga minggu lalu dan menjadi Ratu di sini.” Kata Will menerangkan.
“Tiga minggu lalu, hmmm” Kata Matt. “Matt ni san, tiga minggu lalu kan sewaktu kita memalsukan kematian ratu Valia.” Kata Philia kepada Matt. “Benar, berarti dia beralih ke kakak ku karena Valia di anggap sudah meninggal.” Kata Matt. “Sori menyela pembicaraan mu Matt, mereka siapa ?” Tanya Will.
“Will, namaku sekarang Matthew Von Astoria, di sebelah ku ini Feiruss Von Astoria, Philiandra Von Astoria, Cecilia Von Astoria dan yang menunggangi Fenrir adik ku yang terkecil Ronanta Von Astoria. Kemudian yang berada di kanan ku ini adalah istriku Lorianne Von Astoria. Untuk detailnya nanti ku jelaskan.” Kata
Matt menjawab pertanyaan Will. “Oh ini istrimu Matt ? km sudah punya istri ?
wah selamat ya haha, berarti semua nya adalah keluarga baru mu ?” Tanya Fei .
“Ya, mereka adalah adik2 ku dan ini istriku.” Matt mempertegas. Will pun
mengahadap Lori, “Perkenalkan aku William, aku teman masa kecil Matt. Mohon
bantuan nya.” Kata Will sambil memegang tangan lori dan mencium nya. “Hei hei,
jangan goda istriku.” Kata Matt kepada Will sambil merangkul Lori. Wajah Lori
pun memerah karena di rangkul Matt dan dalam hati dia sangat senang.
“Sudah2, ayo kita masuk, masih ada musuh di dalam.” Kata Matt. “Haha, jangan marah Matt,
aku ga keberatan kok kita tukeran. Km sama Cezka saja hahah.” Kata Will sambil
berjalan masuk bersama Matt dan Lori di ikuti Fei dan lainnya. Will memiliki
telinga serigala dan ekor serigala sama seperti Matt hanya warnanya yang
berbeda, yaitu coklat. Wajah nya tampan layak nya seorang noble. “Tidak akan,
sampai kapan pun tidak akan. Ingat sekarang kita mau berhadapan dengan kakak
ku.” Kata Matt. “Iya2, nanti kita bahas lagi.” Kata Will. “Hah dia serius ?” Kata Lori dalam hati dengan wajah
merah. Mereka pun masuk dan menghabisi musuh yang menghadang sampai mereka tiba di ruang singgasana. Di dalam mereka melihat seorang wanita dari ras Wolf tribe duduk di singgasana, di dampingi
oleh Drax dan Count Dietrich yang bersembunyi di belakang Drax. “Draaax….”
Teriak Fei . “…..” Drax diam saja tanpa menjawab dan mengeluarkan pedang besar
nya. “Hoo rupanya Adik ku yang di buang, kembali lagi….apa kabar ?” Sapa wanita
yang duduk di singgasana dengan senyuman meremehkan. “ Celine Aneki……” Kata Matt.
“Km harus sujud kepada ku, siapa bilang mahkluk rendahan seperti km bisa berdiri di hadapan ku
hahaha.” Kata Celine meremehkan. “SUJUUUD.” Celine berteriak. Matt dan lainnya
termasuk Will di paksa berlutut dengan teriakan Celine. “Hahaha tidak ada
siapapun yang bisa melawanku hahaha.” Kata Celine sombong. “Celine, km lupa
sama asal mu ya, kenapa km melakukan ini semua.” Tanya Will. “Hah, aku di jual
ke gereja, di jadikan mainan oleh mereka, atas perintah Negara ini kan ?
Sekarang aku berkuasa dan menghabisi semuanya.” Kata Celine puas.
“Keluarga mu pengkhianat Negara, dengan memasukkan gereja ke kerajaan kita dan akhirnya gereja
__ADS_1
memanfaatkan km juga membantai keluarga mu. Seharusnya km yang membalas
perbuatan Gereja.” Kata Will lagi. “Gereja tidak salah, ketika terjadi perang perebutan kekuasaan, kerajaan memerintahkan menangkap keluarga ku, dan ketika gereja kalah, mereka membantai keluarga ku dan membuang aku ke gereja. Aku di jadikan budak, mainan bagi para noble Xenobia, kemudian di pasangi alat
di Rahim ku untuk menjadi pemberi keturunan, aku punya banyak anak yang tidak
aku kenal sama sekali. Pangeran Edgar menolongku dan mau menjadikan aku salah satu apostle Evil God dan istrinya. Kalian lah sumber awal penderitaan ku. Dan adik ku yang ternoda oleh Demon
masih hidup, aku dendam pada mu Matt.” Kata Celine lagi. “Aneki…..” Kata Matt
yang sedih melihat kakak nya. Matt tidak pernah punya dendam terhadap keluarga
nya apalagi terhadap kakaknya yang selalu menyiksanya dan mengurung dia, dia
tetap menghargai kakak nya sebagai keluarga, makanya dia takut melihat kakaknya
karena selalu di siksa. Mereka terus berlutut sambil terus berusaha melawan
kekuatan Celine yang memaksa mereka berlutut. Terlihat Matt sudah menyerah
karena takut kepada kakanya, trauma nya mengambil alih kekuatan nya. “Matt ni
san……bangun, ingat aku” Teriak Fei . “Matt ni san, kita keluarga Matt ni san,
tolong bangun, kita membutuh kan mu.” Kata Philia. “Matt oni……kita semua adik
mu kan.” Kata Cecil. “Matt oni chan…….” Rona juga berkata. “Matt….Matt……jangan
kalah.” Teriak Will. Melihat itu semua, Lori yang berlutut di sebelah Matt,
berusaha mendekati Matt dengan susah payah, setelah mendekat Lori menampar Matt dan langsung memeluk nya “Honey, ingat aku, ingat adik2 mu, km bukan km yang dulu, aku mencintaimu dan
menyayangi mu, adik2 mu mencintai dan menyayangi mu, kembalilah Matt jangan
tinggalkan aku. “Kata Lori sambil menangis dan mencium Matt. “Lorianne…….Feirus,
Philiandra, Cecilia, Ronanta………….terima kasih. Terutama km Lorianne, terima
kasih, aku pun mencintaimu.” Kata Matt yang sadar sambil menyeka air mata Lori.
“Apa ini…..jangan sok punya keluarga ya km, demon rendahan, aku ga akan
membiarkan km.” Kata Celine. “Benar2 Ratu Celine, bunuh mereka. Drax penggal
mereka.” Kata Count Dietrich memprovokasi Celine dan menyuruh Drax. “Aku akan
menghabisi sendiri adik ku, jangan ikut campur.” Kata Celine sambil melirik
Drax dan Count Dietrich. “Hii ampun Ratu, silahkan. Drax…..habisi yang lain.”
Kata Count Dietrich. Drax pun bergerak maju. “Celine aneki, maaf, tapi aku
bukan adik mu. Sekarang, aku sudah bukan keluargamu lagi, aku sudah menemukan
tempatku di keluarga ku sekarang. Feiruss, Lorianne, Philiandra, Cecilia dan
Ronanta, hentakan semua energy kalian bersama ku.” Teriak Matt. “Haaaaaaaah” Fei,
Lori, Philia, Cecil dan Rona menghentakkan semua energy nya keluar bersama dengan Matt.
Seisi ruang singgasana pun menjadi terang dengan wana merah, kuning, hijau, biru, putih dan hitam.
Mereka pun terlepas. “Draaaaaax…..” Fei langsung maju menghajar Drax yang juga
langsung menangkis serangan Fei . “…..” Drax tetap diam saja dan terus melawan
Fei. Adu pukul antara Drax dan Fei pun menggetarkan ruang singgasana.
Matt dan Will perlahan mendekati Celine. “Mundur kalian…” Celine menyerang dengan gelombang suaranya, berharap melumpuhkan Matt dan Will. Mereka terus maju.
“Tidak….kenapa begini…….MUNDUR KALIAN.” Sekali lagi Celine melancarkan serangan nya.
Matt dan Will yang sudah tidak terpengaruh tetap maju.
“Baiklah kalau kalian mau melawanku.” Kata Celine yang langsung berubah menjadi sosok laba2 kematian yang sangat mengerikan. “Arghh Maju kalian semua.” Suara Celine yang sudah berubah menggelegar dan penuh kekuatan. Matt langsung menyerang dengan kapak nya sambil menghadang serangan
Celine dengan perisainya. Lori langsung melompat kebelakang Celine dan
menusukkan pedang nya ke punggung Celine. Cecil terbang dan menyerang dengan
menusukkan tombak nya ke arah Celine sambil menghindari serangan racun nya.
Philia terus memanah dengan holy arrow nya sambil menghindari serangan Celine.
Lori yang berada di belakang, terus menyabet dan menusukkan pedang nya ke
punggung Celine. “Minggir….” Tangan Celine berbalik ke belakang dan menyerang
Lori. Kemudian Lori yang menangkis serangan Celine pun terpental mundur tapi
tidak terlika. “Km siapanya Matt……beraninya km……” Celine yang berbalik langsung
maju menyerang Lori. “Aku istrinya…….” Jawab Lori sambil menghindari serangan
Celine. “Hah…istrinya…….biar aku bunuh km dulu, supaya Matt menderita….” Kata
Celine yang terus menyerang Lori karena marah nya. Lori terus menghindar dan
menangkis serangan Celine. Melihat Lori di incar oleh Celine, Matt mengamuk dan
mengeluarkan semua tenaganya, aura kuning pun memenuhi ruangan. Matanya berubah
menjadi kuning pekat dan senjatanya menyala. “CELINE….” Teriaknya. Celine pun
menoleh dan melihat Matt maju menghajarnya. “Kamu dulu menyiksa ku, km dulu
mengurungku, km dulu mengusirku, sekarang km mau menyakiti istri ku…..KUBUNUH KAMU.” Matt berteriak, ledakan nya bertambah dasyat, ruangan bergetar dan mulai rontok. Celin pun terpental jauh.
Matt berjalan mendekati Celine. “Matthew jangan……” Lori memeluk Matt dari belakang dan naik ke
punggung nya dengan kaki mengapit pinggang nya. Lori berusaha menghentikan
Matt. “Tenang Matt, tenang, dia hanya masa lalu, aku tidak apa2, lihat, aku
bisa memeluk mu, aku masih hangat.” Bisik Lori di telinga Matt sambil berpindah
posisi ke depan. Lori memegang kedua pipi Matt dengan tangan nya dan
langsung mencium nya. Matt yang tersadar pun menangis dan memeluk Lori yang nemplok di depan nya. “Terima kasih sayang.” Kata Matt sambil terus mendekap Lori. Celine yang melihat itu langsung bergerak
menuju Matt dan Lori yang sedang berpelukan dengan kecepatan tinggi.
Tiba2 tubuh Celine berhenti bergerak karena terikat oleh rantai. “Sekarang serang…..”
Teriak Rona yang memegang rantai dari dark magic nya. Matt, Philia, Cecil dan
Lori yang di depan nya pun maju dan langsung menyerang serentak. Celine pun
tumbang, kaki laba2 dan tangan nya terputus sehingga dia tidak bisa bergerak.
“Aku kalah……..” Kata Celine. “Celine aneki….” Kata Matt mendekati Celine yang sudah tidak berdaya. “Matt….tolong bebaskan aku……aku sudah tidak ingin hidup….maafkan aku atas perbuatan ku yang
dulu…..aku sebenarnya sayang km……aku iri melihat km selalu main dengan Cezka
dan William dulu…..Maafkan aku.” Kata Celine yang tersadar kepada Matt dengan
suara perlahan. “Celine aneki…..aku minta maaf yang tidak menyadari nya.” Kata Matt.
“Tolong Matt….habisi aku…..aku sudah tidak mau lagi menjadi
alat…..tolong…..” Kata Celine sambil menangis. “Baiklah Celine aneki, selamat
tinggal.” Kata Matt sambil berdiri. “Aku…sudah jadi undead……musnahkan jasad
ku……Terima kasih Matt…….terima kasih….” Kata Celine sambil memejamkan mata.
__ADS_1
“Philiandra, tolong…..” Kata Matt sambil memeluk Lori. “Holy Light. Turn undead.” Philia mengeluarkan magic nya sambil menangis. Perlahan tubuh Celine menghilang dan terlihat senyuman tenang di wajah nya. “Selamat tinggal aneki, km sudah bebas.” Kata Matt sambil melihat tubuh Celine yang menghilang seiring
meredupnya cahaya.