The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 51 Seal the Gate


__ADS_3

Berberapa Hover bike pun meluncur keluar menuju sebuah pulau satu2 nya di laut utara. Di pulau itu tidak ada apapun kecuali sebuah bangunan kecil dari batu yang merupakan pintu tambang. Mereka pun sampai


di pulau itu. Begitu mendarat, terdengarlah suara. “Siapa kalian, kenapa kalian datang kesini ?” kata suara itu. Matt dan lainnya pun bersiap siaga. “Siapa kalian….” Katanya lagi. “Kami dari Astorian Union Federation. Kami datang ke sini karena ingin mengambil sebagian kecil batu di pulau ini untuk membuat bangunan.” Teriak Matt menjawab. Tiba2 terdengar bunyi air yang kencang dan keluarlah seekor ular naga besar berwarna biru dan melihat ke arah mereka. “Pulang kalian. Atau aku akan mengusir paksa kalian.” Kata Leviathan.


“Kami mohon pengertian nya, dunia kami sedang menghadapi krisis dan membutuhkan batu meteor yang ada di sini. Mohon ijinkan kami membawa pulang sebagian batu2 ini.” Kata Matt lagi.”Aku tidak perduli dengan dunia kalian. Kalian tidak layak mengambil nya. Segera pergi.” Kata Leviathan. “Bagaimana supaya kami layak


mengambil nya ?” Kata Fei.  “Kalahkan aku.” Kata Leviathan. “Baiklah, kami buktikan.” Kata Fei.  Kemudian semuanya menghentakkan tenaga chi mereka seperti yang di katakan Eiji dan bersiap menyerang.


“Tunggu. Apa hubungan kalian dengan kaisar Far East Empire ?” Kata Leviathan menghentikan Matt dan lainnya supaya tidak menyerang. “Akan aku ceritakan.” Kata Matt. Kemudian mereka ber enam menceritakan semuanya kepada Leviathan, dari kondisi dunia, suku eden dan kekaisaran yang bergabung dengan AUF. “Hmm jadi begitu. Kaisar Shen sudah meninggal dan di gantikan anak nya, karena dunia terancam maka bergabung dengan kalian.” Kata Leviathan. “Baiklah, kalian sudah membuktikan kekuatan kalian dan hubungan kalian dengan kaisar. Silahkan ambil sebanyak yang kalian mau dan pergi dari sini.” Kata Leviathan lagi. “Terima kasih penjaga pulau, kami sangat berterima kasih.” Kata Matt. Kemudian, Matt dan lainnya


memasuki tambang, kemudian mereka memanggil para penambang untuk menambang batu meteor di pulau itu. Dua hari kemudian, para penambang selesai menambang batu sesuai dengan kebutuhan yang sudah di hitung oleh Eiji. Mereka langsung membawa batu2 itu ke area gerbang. Di bawah arahan Eiji, para pekerja membangun sebuah kubah tanpa pintu yang mengurung gerbang besar itu. Dengan mengandalkan


teknologi dan dengan perhitungan yang matang pembangunan kubah itu berlangsung dengan cepat, yang hanya memakan waktu satu minggu. Kubah berwarna hitam berbentuk kubus itu, benar2 mengurung gerbang yang menempel di gunung. Dari simulasi yang di jalankan, kalau ada yang keluar gerbang otomatis langsung di pindah ke dimensi lain dan hanya bisa kembali melalui gerbang. “Seharusnya sekarang sudah aman. Untuk sementara waktu kita bisa aman.” Kata Eiji. “Kenapa untuk sementara waktu ni ni ? Bukannya kita sudah tutup gerbang nya ?” Kata Philia. “Kalian jangan lupa, yang membangun tembok besar itu adalah mereka, kita tidak tau apa yang akan mereka perbuat. Aku dulu salah satu dari mereka, kira2 aku tau pola pikir mereka. Mereka tidak akan menyerah dengan hal seperti ini.” Kata Eiji. “Huh berarti memang sebaiknya kita bantai mereka semua ya ni ni, sekalian hapus mereka tanpa sisa.” Kata Fei. “Kita tidak bisa Yuu. Pertama kita tidak tau populasi mereka seberapa besar, kedua kita tidak tau kekuatan militer mereka, ketiga terlalu resiko bagi warga kita kalau kita sampai kalah.” Kata Eiji. “Iya ni ni benar Yuu kun, kalau kita gegabah, kita tidak akan menang. Justru dengan begini kita bisa mengetahui langkah2 mereka.” Kata Lori.


“Berarti untuk sementara kita pantau terus melalui sonar ya ni ni. Apa ga bisa ya jangkauan nya di perluas ?” Tanya Rona. “Masih di kembangkan, sekarang yang kita ketahui hanya tiga puluh persen wilayah mereka.” Kata Eiji. “Ni ni, terus terang, menunggu itu paling tidak enak.” Kata Cecil. “Haha iya, tapi saat ini apa boleh

__ADS_1


buat, kita harus menunggu.” Kata Eiji. “Sayang sekali, kita tidak bisa mengorek keterangan dari mereka yang datang ke sini kemarin.” Kata Philia. “Percuma, mereka tidak akan bicara, satu2 nya cara cuma di bunuh. Memang kedengaran nya kejam tapi kalau tidak mereka yang akan menghancurkan kita.” Kata Eiji.


“Benar2 hukum rimba, ni ni dulu hidup di antara mereka gimana ?” Kata Matt. “Karena sesama aku tidak masalah, tapi karena aku ingat semua kehidupandi bumi, aku jadi menentang mereka karena tidak sependapat.” Kata Eiji. “Hmm, kenapa ya peradaban planet ini semuanya seperti itu ? Apa sih yang sebenarnya terjadi di planet ini ni ni ?” Tanya Fei.  “Waktu aku masih hidup sebagai manusia dari planet ini, menurut legenda, planet ini di huni oleh para Dewa dan Dewi. Suatu ketika fraksi dewa2 terbagi menjadi dua


yaitu hitam dan putih. Mereka pun berperang dan menghancurkan semua  di alam semesta ini. Setelah berperang selama seribu tahun, akhirnya dewa dari fraksi hitam menang dan membuat kehidupan di


sini. Sedangkan fraksi putih berkelana ke planet2 menciptakan kehidupan di planet2 lain. Jadi menurut legenda, planet ini adalah asal dari dewa2 dan semua peradaban di sini merupakan keturunan dewa. Yang tau cerita lengkap nya Shiori.” Kata Eiji. “Begitu ya, terus ada satu yang masih aku penasaran, siapa yang memberi Shiori kekuatan untuk membasmi semua peradaban. Dan kalau mendengar cerita Shiori kalau dia menyisakan sepasang manusia atau satu desa,  rasanya tidak mungkin kalau tidak di suruh.” Kata Lori. “Benar, hal itu juga membuat ku penasaran, dulu sewaktu kita baru membebaskan diri dan mengusir Eden pulang ke balik tembok, aku menyalin pikiran Shiori ke diriku. Dari situ aku melihat apa yang di alami kalian dan Shiori, kemudian bagaimana Shiori bisa mendapat kekuatan itu. Sewaktu tinggal sendirian di medan pertemppuran dan sudah pasrah untuk mati, Shiori memohon kepada siapa saja untuk menolong nya, tiba2 langit terbuka dan muncul pilar cahaya yang mengangkat Shiori, lalu sepertinya dia pingsan dan ketika bangun semua sudah lenyap.” Kata Eiji menjelaskan. “Berarti belum tentu Shiori dong yang menghancurkan segala nya ni ni ?” Kata Philia. “Yang menghancurkan segalanya adalah Shiori, juga yang menuntun manusia ke dalam tanah juga Shiori dan menuntun Demon keluar juga Shiori. Tapi, siapa yang menggerakkan Shiori, hal itu yang sampai sekarang aku masih mencari tahu.” Kata Eiji. “Maksudnya ni ni, aku tidak mengerti.” Kata Cecil. “Aku melihat ingatan Shiori ketika masih di jepang, semua bergerak di depan Shiori dan aku sebagai Shiori. Tapi ketika menghancurkan peradaban, menuntun manusia dan demon, aku melihat Shiori yang melakukan nya dari luar tubuh Shiori bukan sebagai Shiori. Jadi menurutku, saat itu Shiori tidak sadar dan ada  yang mengendalikan tubuh nya sementara dia melihat dari mimpinya. Itulah sebab nya Eden menangkap Shiori dan ingin membedah nya.” Kata Eiji. “Oh begitu ya, berarti mungkin ada tujuan tertentu juga ya.  Mengerikan dan aneh juga soalnya, kalau kita melihat diri kita sendiri menghancurkan peradaban.” Kata Philia. “Ya, makanya


waktu ketemu Shiori pertama kali, begitu dia tau aku Eiji, dia langsung menangis tersedu2. Dan sampai sekarang aku tidak tau apa tujuan nya, kenapa Shiori di selamatkan.” Kata Eiji. “Yah semoga kenyataan nya nanti tidak seperti kita mengetahui tentang Eden.” Kata Fei.  “Ya, aku harap juga begitu, sudah lama Shiori


Shiori. Dulu kita ber tujuh selalu bersama sampai sma, dan grup kita terkenal lagi hehe.” Kata Rona. “Yang menonjol itu kalian berlima, gara2 cantik2 dan berprestasi, jadi semua lelaki pada iri sama aku dan Dai.” Kata Fei.  “Loh sama, kami berlima di musuhi anak perempuan gara2 kalian berdua haha.” Kata Philia. “Bukannya dulu penggemar Shinju kebanyakan perempuan ya ? karena julukan nya prince kan, banyak cewek2 pada marah sama Dai gara2 mereka jadian hahaha.” Kata Cecil. “Haha iya, tapi pada awal kelas dua, mereka pada terima tuh, karena tidak ada yang setinggi  aku dan Dai haha. Dan bagusnya gara2 Dai lebih tinggi dariku, jangan kan perempuan, laki2 saja ga ada yang berani mendekat haha.” Kata Lori. “Ya dan akhirnya kita Cuma bertujuh, karena pada segan mendekat.” Kata Fei.  “Jelas lah, siapa juga yang mau mendekat sama juara karate yang di di perebutkan sama juara kyudo dan praktisi olah raga ekstrim haha.” Kata Rona. “Yang paling


cantik di antara kita Shiori, tapi ga ada yang brani mendekati dia karena brocon nya ekstreme haha.” Kata Philia. “Ahh sudahlah, kalian istirahat dulu, jangan kebanyakan nostalgia, ingat tetap waspada.” Kata Eiji. “Iya ni ni, aaah aku pingin balik ke bumi rasanya.” Kata Cecil. “Oh tidak bisa, sebab bumi sudah tidak ada, sekarang manusia pindah ke Mars dan Bulan, lalu ada juga yang menyebar ke alam semesta.” Kata Eiji. “Haah” Teriak semuanya. “Tau dari mana ni ni ?” Kata Matt. “Dari berita2 yang di kirim ke pesawat ini, kalau di planet ini sekitar sepuluh ribu tahun yang lalu, tahun 3538  di bumi. Penyebab nya banyak tapi paling parah ada meteor jatuh. Itu berita terakhir yang dikirimkan.” Kata Eiji. Mereka pun terdiam. “Hey ga usah di pikirin, manusia Cuma pindah planet. Sekarang bubar dulu masih banyak yang harus di kerjakan.” Kata Eiji. “Baiklah ni ni.” Jawab semuanya. Mereka pun keluar dari rumah Lori dan pulang ke rumah masing2. Suatu hari sebulan


kemudian, Hagel berlari menuju ke gedung pemerintahan dan langsung ke anjungan dimana Matt dan Lori sedang berjaga di sana. “Aniki, aneki, lapor, ini ada pergerakan baru di balik tembok, pergerakan panas nya cukup banyak menuju gerbang, bisa di lihat di monitor, aku tampilkan.” Kata Hagel. “Coba di

__ADS_1


tampilkan, kita lihat.” Kata Matt. Mereka melihat ke monitor di tengah tempat duduk kapten. Banyak hawa panas di balik tembok sedang berkumpul  di sekitar gerbang dan mulai memasuki gerbang. Kemudian mereka melihat di monitor sebelah nya yang menampilkan gambar gerbang di sisi mereka. Tidak ada satu orang pun yang keluar dari gerbang yang sudah di bangun kubah yang menutupi nya. “Kubah nya berhasil, mereka tidak bisa masuk ke sini.” Kata Lori. “Iya, bersyukur lah kita tepat waktu.” Kata Matt. “Aniki, Aneki lihat, hawa panas mulai keluar lagi dari  gerbang di balik tembok.” Kata Hagel. “Oh mereka mundur, tapi masih berkumpul di sekitar gerbang.” Kata Lori. “Baik, hagel, terus pantau mereka, jangan lengah.” Kata Matt. “Siap Aniki.” Kata Hagel yang kemudian keluar dari anjungan. Sementara itu, Fei dan Philia sedang berada di distrik tempat tinggal penduduk di sebuah rumah besar yang di fungsikan sebagai panti asuhan. Karena kemarin mereka menolong anak2 di lokasi bekas ibukota yang masih tersisa, mereka mengecek anak2 itu. “Sebentar Yuu, aku masuk ke dalam dulu.” Kata Philia.  “Baik kei, aku tunggu di sini, bermain bola di lapangan depan.” Kata Fei.  Ketika Philia membuka pintu, Charlotte pas keluar. “Eh Philiandra san oh Keiko san.” Kata Charlotte. “Wah, Charlotte san, km di sini.” Kata Philia. “Iya, aku membantu petugas panti menenangkan anak2 yang masih ketakutan dan trauma karena kejadian kemarin. Sekaligus mengajar para wanita yang mulai bekerja di sini. Km sendiri ada apa ke sini Keiko san ?” Kata Charlotte. “Oh tujuan ku sama sebenarnya, aku sekaligus mengecek soal logistikpanti asuhan.” Kata Philia. “Situasi sekarang gimana Keiko san ? Apa kita akan di serang lagi ?” Tanya Charlotte. “Tadi Daisuke kun bilang ke kita semua, sementara ini akan aman, sebab kubah yang kita pasang di gerbang bekerja dengan baik.” Kata Philia. “Aku harap semua nya berakhir, sehingga kita hidup


dengan damai dan tenang.” Kata Charlotte. “Oh ya, gimana Yuna dan Roi apa mereka sudah sekolah ?” Kata Philia. “Iya, Yuna mau menjadi dokter untuk di rumah sakit dan Roi ingin menjadi ksatria seperti oni chan katanya, dia terinspirasi oleh Feirus san eh Yuuya san.” Kata Charlotte.”Charlotte san, km boleh memanggil kita ber enam dengan nama sekarang atau nama dulu, jadi jangan ragu2 ya, aku melihat km sekarang seperti menahan diri.” Kata Philia. “Oh salah kalau pemikiran km seperti itu Keiko san, sini ku bisikin….aku hamil, makanya rada sensitive, maaf ya kalau aku sepertinya menghindar belakangan ini.” Kata Charlotte berbisik di telinga Philia. “Oh ya, selamat dong, kapan di ketahui nya ?” Kata Philia. “Minggu lalu,aku di antar Franz dan Yuna ke rumah sakit.” Kata Charlotte. “Wah sekali lagi selamat ya, gimana kalau kita rayakan di rumah


ku ?” Kata Philia. “Wah maaf bukan aku menolak, Franz dan anak2 saja mengajak aku piknik di pinggir hutan dekat danau aku menolak nya, aku harus mengatasi perasaan ku dulu.” Kata Charlotte. “Oh begitu ya, nanti saja kalau begitu, ketika km sudah siap.” Kata Philia. “Aku merasa takut cemas dan ada sedikit perasaan tidak mau punya anak saat ini, makanya perasaan ku jadi campur aduk.” Kata Charlotte. “Oh itu km kena baby blues syndrome, dulu di bumi, kejadian seperti ini banyak sekali, yang penting si ibu harus tetap tenang dan jangan


mengikuti perasaan seratus persen.” Kata Shiori yang tau2 ada di belakang Charlote. “Shiori san, km mengagetkan aku huff….aku harus bagaimana ?” Kata Charlotte. “Shiori, km jangan suka menyelinap di belakang orang,kalau dia kenapa2 gimana, dia sedang hamil tau.” Kata Philia sambil merangkul Charlotte.


“Maaf2.” Kata Shiori tersenyum. “Kamu harus terus bersama dengan Franz, dia juga tadi ke gereja dan cerita sama aku, kalau Charlotte jadi aneh beberapa hari terakhir ini.” Kata Shiori. “Franz sudah cerita ?” tanya Charlotte. “Iya, dia sempat bilang kalau km menghindari dia, tidur pun memilih di kamar Yuna. Dia sempat bertanya apa dia benci aku ya, kira2 seperti itu. Dia datang ke gereja di temani sama Will dan Cezka sambil membawa anak mereka. Mungkin sebelum nya dia meminta nasihat mereka.” Kata Shiori. “Aduh, padahal aku tidak bermaksud begitu, tapi memang aku menjauhi dia, entah kenapa aku rasanya malas dekat2 sama dia.” Kata Charlotte. “Km pernah minta sesuatu ke dia tapi dia tidak turuti ga ?” Kata Shiori. “Iya, beberapa hari lalu aku minta dia bawa apel pulang, tapi karena kesibukan di peternakan dia lupa, sejak itu aku menjadi malas melihat dia dan selalu marah kepadanya, padahal maksudku bukan begitu.” Kata Charlotte. “Pantas, kalau begitu, km harus bicara sama dia, karena yang minta apel saat itu bukan km, melain kan yang ada di perut mu. Jelaskan saja sama Franz, dia pasti mengerti. Ajak dia berbicara berdua saja, tanpa ada siapa2.” Kata Shiori. “Aku bisa ga ya ? Jujur, aku malas ketemu dia dan sebal lihat wajah nya.” Kata Charlotte. “Tahan sedikit dan paksa dirimu berbicara, demi anak di perut mu, jadikan itu patokan. Sekarang Franz ada di rumah Will


dan Cezka dengan perasaan galau dan bingung. Sebaik nya sekarang km ke sana susul dia.” Kata Shiori. “Baiklah aku akan coba, aku pergi dulu sekarang, Shiori san terima kasih, Keiko san aku pamit ya.” Kata Charlotte, kemudian dia langsung keluar dari pintu panti. “Trus, km kesini ngapain Shiori chan. Masa


cuma cari Charlotte ?” Kata Philia. “Aku ke sini sebenarnya mau mengajak anak2 ke gereja untuk pelajaran sore hari, tapi sebagian besar anak nya sedang di ajak main sama Yuuya di lapangan, jadi aku tunggu saja, sedang di susul sama ibu panti.” Kata Shiori. “Hehe km religious sekali, aku saja yang gadis kuil ga begitu2 amat.” Kata Philia. “Haha, km kan miko, dari dulu sampai sekarang sama. Btw, sudah ada niatan punya anak belum ?” Kata Shiori. “Belum bisa sekarang, masih banyak yang harus di kerjakan, kemarin sempat bahas dengan Chizuru chan sih, tapi dia malah nyuruh aku duluan karena takut katanya haha.”  Kata Philia. “Ah Chi chan emang gitu, dari dulu dia seperti laki2 sih.” Kata Shiori. “Dai kun dan Shinju chan juga jawaban nya sama kayak km Kei chan.” Kata Shiori lagi.  “Km sendiri ada kemajuan ga sama ni ni ? Dari kecil km selalu ngejar2 ni ni, walaupun banyak yang menyatakan suka sama km di tolak semua.” Kata Philia. “Itu dia, ni ni ga pernah lihat aku sebagai lawan jenis, dia selalu menganggap aku adik nya. Padahal di kehidupan sekarang ini benar2 mimpi menjadi nyata, ni ni dan aku menjadi seumur dan tidak bersaudara lagi. Tapi ya nama nya ni ni tetap saja,  ga berubah kayak dulu. Bodoh.” Kata Shiori. “Hmm kenapa ga bilang langsung terus terang padanya.” Kata Philia. “Hah udah berkali2, tapi kan di anggap nya cinta persaudaraan, bukan lawan jenis, cape lama2.” Kata Shiori. “Sekarang tarik napas dan bilang km suka dia secara lawan jenis.” Kata Philia. “Iya, aku suka, aku cinta dia bukan sebagai saudara tapi secara lawan jenis.” Kata Shiori. “Dah denger kan ni ni, tolong di jawab ya.” Kata Philia kepada Eiji yang ada di belakang Shiori. “Ah…..eh…..”Kata Eiji yang grogi. “Uwaaaah ni ni, kok ada di belakang ku ? Kei chan km ngerjain ya…….” Kata Shiori dengan wajah sangat merah. “Ada apa ni ni, kenapa ke panti asuhan ?” Kata Philia. “Ah….aku mau menyusul dia, banyak orang berkumpul di sana soalnya……aku pergi dulu. Shiori jangan telat.” Kata Eiji yang langsung terbang menghilang. “Yah kabur dia haha.” Kata Philia. “Uhhhh paling ga ada sedikit tanggapan kek soal perasaan ku, bener2 ni ni bodoh.” Kata Shiori. “Tenang saja, telinga nya merah padam kok, dia kabur karena malu.” Kata Phila. “Dia ada di belakang berapa lama ?” Kata Shiori. “Sejak km utarakan semuanya dari awal.” Kata Philia. “Dan km tau diam saja, Kei chan km jahat. Tapi terima kasih, aku jadi lega.” Kata Shiori. “Hehe sama2, dah sana, di tunggu di gereja, nanti aku suruh anak2 kesana menyusul mu.” Kata Philia. “Baik, aku pergi dulu ya.” Kata Shiori yang kemudian langsung terbang menuju gereja. “Kei chan, anak2 sudah pergi ke gereja di ajak ibu panti. Kita pulang yu ?” Kata Fei yang


menyusul Philia kedalam. “Yuk, kita pulang.” Kata Philia sambil merangkul lengan Fei dan senyum2. “Km kok nempel banget Kei chan, ada apa ?” Kata Fei heran. “Ah tidak apa2, aku kepengan aja hehe.” Kata Philia. Mereka pun berjalan pulang. Situasi di pulau terbang AUF pun berlangsung damai dan kehidupan pun terus berjalan, tanpa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2