The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 5 The Secret, Legend and Prophecy


__ADS_3

Dua Bulan sudah berlalu semenjak tragedi itu  Fei , Philia, Cecil


dan juga Rona, tinggal di rumah Fei di desa yang sudah hancur itu. Mereka


menjadi satu2 nya penghuni di desa itu, karena penduduk yang tersisa sudah


pergi meninggalkan desa dan pindah ke kota atau ke desa tetangga nya. “Uhh


sekarang apa yang harus aku lakukan…” Gumam Cecil kepada dirinya sendiri. Dia


merenung melihat ke lapangan tempat dia dan Fei dulu sering bermain. “Ah…aku


mau memetik bunga di taman, lalu berkunjung ke makam…Oni masih berburu.” Cecil


bergumam lagi. “Aku bantu ya….” Philia menjawab gumaman Cecil. “Ah…Philia Nee,


bikin kaget saja.” Cecil membalikkan badan. Philia menggandeng Rona dan berdiri


di belakang nya. “Ayo philia nee, rona chan…kita petik bunga yang banyak supaya


mereka senang.” Cecil tersenyum lebar. Mereka pun segera menuju taman di depan


rumah yang di penuhi bunga. “Syukurlah Cecil sudah ceria lagi…” Pikir Philia


dalam hati senang melihat Cecil. Mereka bertiga pun segera memetik bunga2 yg


beraneka macam dan warna, kemudian mereka membuat bunga2 tersebut menjadi


bentuk mahkota. Mereka menyiapkan empat buah. “Sudah selesai Cecil, ayo kita ke


makam.” Ajak Philia. “Iya sudah, ayo philia nee, rona chan.” Mereka pun segera


jalan menuju bukit tempat makam orang tua mereka berada. Sesampai nya di sana,


mereka membersihkan makam dan memasang mahkota2 bunga itu di masing2 nisan.


Setelah itu mereka bersujud  berdoa kepada orang tua nya. “Philia nee, kamu berdoa nya lama sekali ?” Tanya Cecil melihat Philia yang sangat kusyuk. “Aku berdoa untuk ibu….” Jawab Philia.


“Walaupun kita baru bertemu sebentar sekali, aku benar2 mengganggap ibu sebagai


ibu ku sendiri. Makanya sekarang aku ada kesempatan, aku ingin berbicara dengan


nya. Aku juga sampai lupa kalau sebelum ke sini aku sedih karena mendengar


rumor tentang ibu kandung ku. Maaf aku terbawa suasana.” Tambah Philia. “Philia


nee…” Cecil merangkul Philia. “Anoo Cecil one chan, philia one chan….itu cahaya


apa di batu yang paling tinggi di tengah ?” Rona memanggil Cecil dan philia


sambil menunjuk nisan ayah Fei . “Eh….aku baru pernah lihat, mungkin karena


tadi kita membersihkan semua nisan ini.” Cecil melihat heran dan mendekati


nisan itu. “Ini….sebuah lambang…dari emas, berkilauan karena kena sinar


matahari….selama ini tertutup rumput. Sepertinya bisa di tekan.” Philia


mengamati sambil menjulurkan jari nya untuk menekan. “Philia nee tunggu….” Cecil


berusaha mencegah Philia. “Eh kenapa….” Philia sudah menekan nya. Terdengar lah


bunyi kunci dibuka dan batu nisan ayah Fei tenggelam dan menjadi sejajar dengan


nisan2 sebelah nya. Di atas nisan itu ada yang terbuka, di dalam nya ada sebuah


lubang kunci. “Aduh…aduh….aku salah besar nih…..Fei pasti marah nih….aduh


gimana dong nih.” Philia mulai panic. “Sebentar Philia nee, ini lubang


kunci….sebaiknya kita bicarakan ini dengan oni.” Cecil menganalisa keadaan nya.


“Rona chan hebat…ini temuan besar hehe.” Tambah nya. Rona bengong saja melihat


nya. ”Ayo kita pulang dulu dan cerita ke oni.” Ajak Cecil. “Tapi bener nih gpp,


aduh kenapa aku ceroboh begini.” Philia masih merasa salah. “Tenang aja philia


nee, km ga salah….aku yakin kok.” Jawab Cecil meyakin kan Philia. “Ok deh, ayo


kita turun.” Kata Philia. Mereka bertiga pun langsung berlari menuju rumah. Di


rumah Fei baru saja tiba dari berburu. “Philia Cecil rona, malam ini kita pesta


daging babi hutan, tadi aku bertemu dua ekor sekaligus.” Ujar Fei riang. “Eh


kok rumah kosong…kemana mereka…” Tanya Fei dalam hati. “Oniiiiiii……..” Cecil


berteiak. Fei pun melihat Cecil, Philia dan Rona berlarian dari arah bukit


menuju ke arah nya. “Oh kalian dari makam ya, eh dengerin tadi aku berburu….”


Belum selesai Fei bicara, Cecil langsung menyambar nya. “Ga penting oni, tadi


kita menemukan sesuatu di makam papa oni. Sebuah lubang kunci, mungkin ini


jawaban dari kata2 di surat ibu…” Cecil mengabarkan dengan menggebu2 ke Fei .


“Hah….lubang kunci untuk kunci ini ?” Tanya Fei sambil mengeluarkan kunci yang


dia kalungkan di leher nya. Waktu itu, 2 bulan lalu setelah Matt berangkat, Fei


dan lain nya langsung tertidur, ke esokan hari nya mereka mencari seisi rumah


untuk mencari peninggalan ibu Fei yang di pesankan ke Fei sebelum meninggal


nya.”Ibu..sebenarnya apa yang ingin ibu katakan….” Fei merenung di kamar ibu


nya. “Sebuah kotak tembaga…..di bawah kasur…..tapi aku mencari beberapa kali


tidak ada.” Pikir Fei . Dia pun mengenang masa kecil bersama ibu nya di rumah


ini. Dia juga ingat ibunya sering keluar sendirian di malam hari. Kenangan demi


kenangan berputar di kepala Fei sehingga membuat Fei sangat sedih “Ibu….banyak


yang mau aku ceritakan.” Oh iya ini kana ada surat dari Sab oji san, sebaik nya


aku buka.” Fei mengambil surat dari sab yang di tujukan untuk ibu dan ayah


angkat nya. Isi surat itu, “Senpai tachi, apa kabar…seperti nya kita akan


sering bertemu lagi….aku akan menjaga Fei dan Cecil selama mereka di kota


ini….kalau bisa senpai tachi jangan membeberkan dulu siapa sebenarnya kalian.


Terima kasih ya, aku bisa jadi seperti sekarang karena senpai tachi.” Kira2


seperti ini. “Hmm siapa sebenarnya ibu ku dan siapa sebenarnya ayah angkat ku.


? Ahh aku malah jadi bingung, sebaiknya aku cari lagi.” Fei menaruh surat di


meja samping ranjang ibu nya. Ketika dia berdiri dari ranjang, terdengar suara


benda yang terjatuh di bawah ranjang. Penasaran Fei pun melihat ke bawah


ranjang. Ternyata sebuah pot yang pernah di taruh ibu nya jatuh bergulir. “Ah


pot ini ya…aku jadi ingat waktu kecil aku mau mengambil pot ini di kolong


ranjang, ketahuan ibu dan aku di marahi…haha….kangen aku di marahi ibu.” Kenang


Fei sambil tersenyum. “Eh….berarti….dari dulu pot ini di sini ya ?” Dia baru


ngeh soal pot itu. “Maaf ibu, tolong marahi aku lagi ya.” Fei pun menggeser


ranjang ibu nya dan melihat pot yang tadinya berdiri menjadi jatuh. Di bawah


pot itu, ada lantai yang berbentuk agak berbeda dengan yg lain. Seperti sengaja


di taruh pot di atas nya untuk di sembunyikan. Fei segera mengambil pot itu dan


meraba lantai itu. “Oh bisa di tekan…” katanya dalam hati, Fei pun menekan


lantai itu. “Klak” terndengar bunyi sesuatu terbuka di suatu tempat. Fei kemudian


mengamati ranjang ibu nya lalu menggesernya agak ke tengah. Ternyata diding


sebelah ranjang yang biasanya tertutup ranjang, terbuka dan di dalam nya ada


sebuah kotak tembaga yang sudah kusam.  Fei


mengambil kotak itu dan mengamati nya. “Ah pasti ini yang di maksud ibu.” Pikir


nya dalam hati. Fei segera merapihkan posisi ranjang ibu nya dan berlari keluar


kamar. “Philia, Cecil, Rona kesini. Aku sudah menemukan nya.” Panggil Fei .


Mereka pun berkumpul di meja makan dan meletakkan kotak itu di meja. “Aku buka


ya..” Fei dengan hati2 membuka kotak itu. “Pelan2 oni, hati2” Cecil berkata


cemas. Cecil, Philia dan Rona agak tegang melihat nya. “Oh tidak di


kunci….baiklah aku buka.” Fei segera membuka kotak itu. Mereka semua melihat


kedalam kotak itu. Di dalam nya terdapat satu kunci yang berbentuk aneh dan


sepucuk surat yang seperti nya sudah lama di tinggalkan di dalam kotak itu. Fei


membuka surat itu dan memperlihat kan kepada Cecil, Philia dan Rona. Lalu


mereka mulai membaca nya. Isi dari surat itu “Untuk anak ku…kalau kamu sedang


dalam kesulitan…carilah “ayah” mu dan masuk  lah ke basement.” Hanya ada satu kalimat itu. “Hmm ini tulisan ibu…tapi sepertinya di tulis sebelum aku lahir.” Fei menganalisa isi surat itu.


“Basement ? di sini ada basement Fei nii ?” Tanya Cecil penasaran. “Aku yakin tidak


ada….rumah ini sama dengan rumah ayah ronan dan sepertinya di bangun


bersamaan….mungkin yang di maksud ibu bukan rumah ini.” Jawab Fei . “Mencari


ayah…..Fei km ada petunjuk di mana ayah mu ?” Tanya Philia. “Ayah ku sudah


meninggal tapi jasad nya tidak ada di sini, menurut ibu jasad nya langsung


hancur menjadi debu ketika meninggal. Tapi ibu mendirikan dan membuatkan makam


di desa ini.” Fei menjelaskan pada Philia. “Sebaik nya kita coba cari petunjuk


lagi….Cecil, Philia, Rona…bantu aku cari petunjuk tentang maksud ibu dan kunci


ini di rumah ini, mungkin ada catatan tersembunyi atau lain nya. Sementara,


kunci ini akan aku kalungkan di leher ku dan kubawa.” Fei berkata kepada Cecil,


Philia dan Rona. “Coba lihat kunci nya Fei .” Philia meminta untuk melihat


kunci nya. “Ini” Fei memberikan kunci itu ke tangan Philia. “Hmm Design nya


agak aneh di banding kunci pada umum nya. Tapi rasanya aku pernah melihat


design seperti ini cuma aku lupa dimana.” Philia menganalisa kunci itu.


“Mungkin nanti kamu ingat Philia, jangan memaksakan diri…” Ucap Fei sambil


mengelus kepala Philia. “Iya….” Jawab Philia tersipu malu. “Hari sudah mulai


gelap, sebaik nya kita menyiapkan makan malam dulu. Aku sudah sempat berburu


tadi.” Ajak Fei . Setelah itu, mereka terus mencari petunjuk selama dua bulan.


Kembali ke masa sekarang. “Ayo kita ke atas oni…..Philia ne dan Rona sekalian.”


Ajak Cecil menggebu2. “Hah balik lagi….kamu masih kuat Rona chan ?” Philia


menjawab sambil ter engah2. “Aku ok.” Rona menjawab singkat. “Tapi ini udah


sedikit gelap Cecil, bagaimana kalau besok pagi2 sekali kita kesana ?” Fei memegang


kepala Cecil. “Huuu baiklah…aku ga sabar dan sangat penasaran padahal…..” Gumam


Cecil. “Iya, aku tau, malam ini kita istrirahat dulu persiapan besok, kita


tidak tau besok apa yang terjadi. Kita harus tetap hati2” Fei menjawab gumaman Cecil.


Mereka pun masuk bersama ke dalam rumah sambil membawa hasil buruan. Keesokan


pagi nya, mereka ber empat langsung menuju makam. Fei melihat ada lubang kunci


di nisan ayah nya dan melihat tinggi nisan ayah nya sejajar dengan yang lain


nya “Umm Philia, Cecil kenapa makam ayah jadi pendek ya ?” Tanya Fei . “Iya


gara2 aku… maaf Fei .” Philia mengangkat tangan nya. “Oni…dia yang menemukan


lambang di batu itu bisa di tekan. “ Cecil membela Philia. “Aku Cuma memencet


nya. Yang menemukan Rona, dia melihat cahaya berkilauan dari bawah makam.”


Tambah Philia. Fei Tersenyum. “Tidak apa2……kalian jangan panic begitu…aku malah


senang kalian membersihkan makam2 ini. Dan melihat lubang kunci ini, yg


dimaksud “Ayah” adalah makam ini.” Fei mengelus kepala kedua gadis itu. “Rona juga


berjasa besar…..karena menyadari ada cahaya….” Fei membungkuk mengelus kepala


Rona. “Terima kasih Fei nii chan.” Rona menjawab sambil malu2. “Aku akan coba


kunci ini, kalian sebaiknya mundur ke belakang.” Fei mengarahkan Cecil dan


Philia supaya mundur takut terjadi apa2. “Hati2…oni.” Pesan Cecil. Fei pun


melangkah ke arah nisan ayah nya. Lalu dia mencoba memasukkan kunci ke lubang


kunci tsb. “Hmm kuncinya pas, aku akan coba mencoba membuka nya.” Fei berkata


kepada Cecil dan Philia yg penuh harap. Fei memutar kuncinya dan terdengar nya


bunyi keras seperti sesuatu yang bergeser. Fei pun langsung mundur ke arah


philia, Cecil dan rona berdiri. Tiba2 tanah di belakang nisan ayah Fei turun


dan menjadi tangga untuk masuk ke bawah. “Hmm ini kah yang di maksud ibu


basement itu ya……kenapa kalian bertiga menempel sama aku?” Tanya Fei melihat


Philia, Cecil dan Rona memeluk tangan dan kaki nya. “Hehehe….maaf oni” Cecil


menjawab.  Terlihat wajah Philia dan rona cemas. “Fei nii chan, aku takut.” Kata Rona memeluk pinggang Fei . “Tenang lah kalian….aku yakin ga ada apa2. Ayo kita coba masuk kedalam.” Fei berusaha


menenangkan mereka dan mengajak masuk ke dalam. “Philia, seandainya di dalam


gelap, aku minta light magic mu ya.” Kata Fei kepada Philia. “Iya…” Jawab


Philia sambil terus mendekap lengan Fei . Akhirnya mereka bergerak maju untuk


masuk. Para gadis itu terus menempel pada Fei . Perlahan mereka menuruni tangga


menuju ke bawah. “Berapa dalam ya tangga ini ?” Tanya Philia. “Aku tidak tahu,


tapi sejauh ini masih terang dan masih kelihatan, bersiap2 saja.” Kata Fei .


Mereka terus menuruni tangga sampai tidak ada cahaya masuk, Philia kemudian


mengeluarkan Light Magic nya untuk menerangi jalan di depan nya. Akhirnya


mereka tiba di sebuah pintu besar. “Baik, aku akan buka pintu ini, kalian


bersiap saja.” Kata Fei sambil memegang gagang pintu.  “Kreek” Fei mendorong sedikit pintu untuk


memastika. “Oh tidak di kunci, baiklah aku akan buka.” Fei terus mendorong


pintu itu. Cecil, Philia dan Rona tegang melihat nya. Lalu terlihat cahaya dari


balik pintu dan begitu terbuka ada ruangan besar. Dalam ruangan itu terdapat


banyak rak buku seperti di perpustakaan da nada meja besar di tengah ruangan.


Di tengah meja tersebut berdiri sebuah batu, menyerupai batu segel. “Oh…ruangan


apa ini…” Tanya Fei . “Seperti perpustakaan…oni lihat itu, bukan nya itu batu


segel.” Cecil berkata sambil menunjuk ke arah batu yg berada di tengah meja.


“Oh km benar, kenapa di sini bisa ada batu segel.” Fei melihat ke arah yg di


tunjuk Cecil. “Fei Cecil coba kesini….lihat lukisan ini.” Philia memandangi


lukisan yang menempel di dinding. “Eh mama ?” Celetuk Cecil ketika melihat


lukisan itu. “Hmm berarti yang di tengah ini ayah ku, mungkin.” Fei melihat


lukisan itu. “Hmm semua yang di lukisan ini demon, ada enam orang.” Philia


menambahkan. “Iya, aku mengenali mama ku karena kepala biara mempunyai lukisan


mamaku dulu. Aku yakin yg di sebelah ayahmu Oni itu mama ku yang terlihat lebih


muda” Tegas Cecil. “Hmm yang lain nya siapa ya ?” Tanya Fei . “Itu adalah foto


enam pahlawan yang berhasil menyegel Evil God 2000 thn dulu.” Tiba2 ada suara


di belakang mereka. Fei dan lain nya pun menoleh, ternyata di belakang mereka


ada Sab dan Rude sedang berdiri di sana. “Sab oji san, Rude oji san, kenapa


kalian di sini ?” Tanya Fei bingung. “Aku baru tiba dari kota labirin bersama


Rude. Aku sudah dengar keseluruhan ceritanya dari Matt dan Lori, mereka sempat


mampir ke kota labirin untuk melaporkan kejadian di sini sebelum ke ibu kota.


Kami tadi ke rumah dan tidak ada siapa2, aku menduga kalian ada di makam” Sab


menjawab pertanyaan Fei .  “Oh oji san tachi sudah tau ya kejadian nya.” Fei menambahkan.


Kemudian Sab menoleh ke arah Rude dan Rude pun mengangguk. “Baiklah, aku akan ceritakan. Cerita ini memangsulit di percaya tapi benar ada nya.” Sab langsung duduk di salah satu kursi di


meja besar. Rude, duduk di sebelah Sab dan Fei , Philia, Cecil, Rona duduk di


sebrang meja tersebut. “Lukisan itu di gambar sebelum mereka pergi berperang


dengan Evil God di kekaisaran manusia. Cecil benar, di sebelah kiri pahlawan


adalah ibu nya Rose, lalu pahlawan Vans yaitu ayah mu Fei . Sebelah kanan nya


adalah Ibu mu Philia, yang bernama Lan. Di belakang nya ada seorang demon yang


di juluki Doombringer dengan tanduk satu bernama Xain, dialah ayah Rona. Di


tengah seorang Cyclops bernama Crude, ayah nya Matt dan paling kanan adalah Ana


seorang seafolk, ibu dari Lori.” Sab memperinci lukisan itu. Mendengar itu, Fei


Cecil Philia dan Rona langsung berdiri kaget. “yang benar oji san…katanya ini


lukisan 2000 tahun yang lalu ?” Fei bertanya dengan penasaran dan kebingungan.


“Ya benar, sekarang aku akan menjelaskan nya. Kamu lihat lukisan di belakang


kalian, ada lukisan weina bersama Vans, dan Ronan bersama Rose. Pakaian mereka


sangat berbeda karena pakaian yang di pakai Weina dan Ronan adalah pakaian


resmi kerajaan dan kekaisaran. Umur mereka terbilang  sangat muda saat itu. Lukisan itu adalah


lukisan 2000 tahun yang lalu juga.” Sab menambahkan. Fei dan Cecil langsung


berbalik dan melihat lukisan di belakang nya, ternyata apa kata Sab benar, ada


dua lukisan yang menggambarkan pernikahan kedua pasangan itu. “Apa maksud nya


ini oji san.” Tanya Fei lagi dengan bingung. “Ibu mu Fei , adalah putri


kekaisaran manusia 2000 tahun yang lalu. Sedangkan ayah Cecil adalah raja muda


dari kerajaan manusia 2000 tahun yang lalu. Kekaisaran dan kerajaan manusia


waktu itu sudah hancur karena tertelan oleh kegelapan. Dalam keadaan putus asa,


mereka masing2 pergi mencari pahlawan yaitu ayah mu. Mereka akhirnya bertemu


dengan para Pahlawan dari suku demon dan kemudian berkelana bersama untuk


mengalahkan sumber kegelapan yaitu Evil God. Setelah itu mereka menikah seperti


yg di lukiskan di lukisan itu. Setelah mereka berhasil menyegel  Evil God, mereka menghilang, begitu kata


legenda. Tapi kejadian yang sebenarnya, dengan sisa kekuatan nya Evil God


berhasil melempar mereka  ber delapan ke masa depan yaitu 25 tahun yang lalu. Ketika tiba di masa ini, mereka terpencar dan baru bersatu kembali sekitar 17 tahun yang lalu, kecuali Crude yang sudah


meninggal dan Ana, karena dia sudah tidak berdaya ketika tiba di masa itu. Juga


Xain dan Lan yang terlempar tidak tahu kemana saat itu. ” Kata Sab. “Bukankah


oji san cerita yg membunuh ayah matt itu oji san ya ?” Tanya Fei . “Benar, aku


mengakhiri penderitaan nya, karena pada saat dia terlempar ke masa depan, demi


melindungi semua teman2 nya dia menahan serangan terakhir dari evil god. Ketika


tiba 25 tahun lalu dia terlempar di wilayah bandit dan akhirnya menjadi bandit,


hanya saja kekuatan nya sudah melemah akibat luka nya dan tidak bisa sembuh.


Setelah itu dia betemu tunagan ku Elis dan kabur bersama, sampai aku yang terus


mengejarnya menemukan mereka di sebuah rumah  di daerah yg tidak ada siapa2 17 tahun yang lal. Saat itu, Crude dalam keadaan lemah. Dia memohon kepada ku untuk merawat istrinya  yaitu Elis yang baru hamil muda sekali, dan memberikan dia  sebuah kedamaian dengan cara membunuh nya. Dia bilang aku sudah lelah hidup dan akan membebani istri juga anak nya. Dia juga minta maaf karena merebut tunangan ku dan aku melihat ternyata tunangan ku sangat mencintai nya. Aku menyanggupi nya saat itu. Lalu,


aku membawa istri Crude ke rumah ku dan tinggal sampai melahirkan.  Dia meninggal setelah melahirkan dengan wajah tenang. Kejadian ini sebelum aku memutuskan menjadi petualang bersama Rude dan


bertemu ayah mu.” Sab menerangkan. “ Oh jadi begitu cerita sebenarnya.” Fei merasa


lega. “Aku teruskan, Philia, ibu mu Lan terlempar ke daerah Elf, tak lama setelah


tiba,  dia di tolong dan menikah dengan


anak kepala suku bernama Elrond. Sampai 10 tahun yang lalu.” Sab menjelaskan ke


Philia yang terlihat menahan tangis nya. “Kamu ingin bertemu dengan ibu mu kan


? nah dialah ibumu.” Tambah nya sambil menunjuk lukisan di belakang nya.


“Terima kasih oji san, aku senang sekarang.” Philia tersenyum sambil terus


memandangi lukisan. Sab pun menoleh kepada Fei dan Cecil. “Aku bertemu ibu dan


ayah kalian ketika mereka menjadi petualang  enam belas tahun yang lalu, saat itu aku masih baru menjadi petualang bersama rude. Sebab aku dan rude berteman sejak masih kecil. Ayah mu


menceritakan semua tentang mereka ber empat kepada kami dan mohon kami menjaga


cerita itu sebagai rahasia. Dia juga meminta tolong pada kami mencari anggotanya


yang lain. Aku menceritakan kejadian Crude kepada mereka dan mereka terlihat


sangat sedih. Lalu, saat itu sekte black god sudah muncul. Kami bersama2


menghadapi sekte tersebut karena tugas dari Negara. Party Ayah mu dulu adalah


Rank S dan saat itu aku dan rude Rank A.  Ayah mu meninggal  saat itu, dia terkena racun dari serangan


ketua sekte dan dengan kekuatannya yang terakhir dia membunuh ketua sekte itu.


Setelah itu, sekte tersebut di nyatakan bubar dan di segel oleh Negara sampai


di ketahui sisa sekte itu masih ada sepuluh tahun yang lalu dan di segel  oleh ibu Philia. Ibu mu yang sedang hamil besar  lari ke sebuah tempat untuk melahirkan dan kemudian membawa mu ke desa ini. Sedangkan Ronan dan Rose pergi terpisah, menempuh jalan nya masing2 dan berjanji akan bertemu lagi satu tahun


kemudian. Ayahmu  melakukan itu supaya sisa anak buah sekte tidak mengincar Rose yang saat itu sedang  hamil muda. Setelah berpisah dengan mereka,  aku dan rude memutuskan


berkelana sambil tetap menjadi petualang. Kami pun bertemu dengan Ana di sebuah


kota di tepi pantai, dengan kondisi sedang sakit2an dan bersama anak perempuan


berumur enam bulan. Laut sekarang sangat berbeda dengan dulu dan menyebabkan  kondisi Ana pun melemah  sebab selain Crude, Ana pun terluka saat menyegel Evil God  dan juga dalam


perjalanan waktu. Kita sempat menceritakan pertemuan dengan ayah Fei dan


lainnya kepada Ana, akhirnya Ana pun sedih setelah mendengar cerita kami.


Kemudian Ana menggendong anaknya, memeluk nya  dan kemudian  menyegel pikiran anaknya tentang dirinya. Dia menitipkan anak nya kepada kami dan kemudian dia meninggal di tempat tidurnya.  Kami pun memakamkan jenazah nya di laut dengan cara menengelamkan nya. Kemudian, karena kita adalah petualang yang masih muda dan tidak mengerti  tentang menangani  anak kecil, kita menitipkan anak yang di


titipkan Ana di panti asuhan kota itu. Beberapa Tahun kemudian, Rude berniat


merawat anak perempuan itu dan berhenti menjadi petualang. Kemudian dia mendaftar


untuk menjadi ksatria. Aku pun demikian, karena ingin merawat matt aku berhenti


jadi petualang dan menjadi karyawan Guild. Saat itu, penghasilan ku kurang


memadai, jadi aku menitipkan Matt ke keluarga Noble clan White Wolf  yg merupakan keluarga  ibunya. Sebelas tahun lalu, suatu hari, ketika aku masih menjadi petugas counter, datang seorang petualang demon yang menyamar menjadi manusia, dia mengatakan  kalau dia mempunyai anak yang masih di dalam telur di gunung sendirian. Dia minta guild menjaga gua itu dan memantau kondisi gua itu. Petualang itu pun


menyebutkan namanya,  Aku kaget ternyata dia adalah Xain yang pernah di ceritakan ayah nya Fei . Kemudian, aku menceritakan kejadian yg menimpa ayah Fei dan semuanya, mendengar itu,  dia segera menuju desa elf untuk menemui ibu Philia yang katanya pernah di temui nya dalam perjalanan. Setelah itu tidak terdengar lagi kabar darinya.  Setelah diselidiki, kabarnya dia meninggal sebelum sampai menuju desa elf,  kejadiannya sebelum kita menemukan Elrond meninggal di dalam dungeon. Ini kisah mu Rona chan, kisah ayah mu.” Tambah Sab


sambil melihat Rona. Rona terlihat bengong dan terus memandangi  wajah  ayah nya di lukisan. Wajah nya datar dan tidakada emosi apa2. “Jadi berarti….kita semua adalah anak2 dari pahlawan dalam


legenda. Aku masih tidak percaya akan hal ini.” Fei berkata sambil gemetar.


“Aku tau memang sulit menerima nya, tapi inilah yang sebenarnya, kalian bisa


menyelidiki lebih lanjut dengan membaca buku2 dan perkamen2 di ruangan ini. Ini


adalah warisan kalian.” Rude yang menghampiri Fei menepuk pundak Fei . “Itulah


sebab nya aku dan sab diam melihat kalian dan tidak mau bercerita waktu itu.


Aku pun mengijinkan Matt bersama dengan Lori karena aku tau semua mengenai


mereka, dan sekarang aku bisa tenang karena melihat mereka datang berdua


sebulan lalu.” Tambah Rude menjelaskan. “O iya ada pesan dari Matt, katanya


mereka akan kembali ke sini dalam waktu sebulan. Berarti sebentar lagi mereka


akan tiba di sini.” Rude menambahkan. Fei dan lain nya masih terdiam berusaha


menerima kenyataan ini. “Baiklah, aku dan sab akan kembali ke kota labirin, aku


dan sab masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakan dan tidak bisa pergi


lama. Jaga diri kalian ya, kalian di sambut di kota, dan rumah kalian di tepi


danau akan tetap menjadi milik kalian, kalian bisa kembali kapan pun. Kalian


jangan lupa, kalian masih punya Sab dan aku sebagai orang tua kalian.” Rude


memberikan semangat untuk Fei dan lain nya yang masih syok dan berusaha


menerima kenyataan. “Baiklah aku pamit dulu, ayo sab.” Ajak Rude kepada Sab.


“Rude oji san, sab oji san, terima kasih…” Fei dan lain nya menunduk memberi


hormat. “Ya..jaga diri kalian dan ceritakan semua kepada Matt dan Lori yang


sedang menuju kesini. Sampai jumpa lagi.” Kata Rude. Mereka pun pergi kembali


ke kota labirin. “Aku masih tidak percaya…..aku akan mencoba membaca2 buku di


rak untuk mencari petunjuk.” Fei beranjak dari kursi nya dan menuju rak buku.


“Aku merasa senang karena secara tidak langsung aku bisa melihat wajah ibu ku.”


Philia berkata sambil terus memandangi lukisan itu. “Oni..philia nee, aku usul,


kita buatkan nisan juga untuk yang lain nya, bagaimana ?” Tanya Cecil ke Fei dan


philia. “Aku setuju tapi nanti setelah Matt dan Lori datang. Matt aku bisa


ceritakan karena dia pasti percaya padaku, tapi Lori aku bingung karena ingatan


nya yang di ubah. Ingat ga, dia cerita sebelum bertemu Rude oji san dia di asuh


di panti asuhan. Dia bilang tidak kenal ayah dan ibu kandung nya” Fei berkata


sambil berpikir. “Biar aku dan Cecil yang bercerita kepada lori nee. Kamu


tolong ceritakan juga ke Matt. Tugas mu tidak mudah juga sebab km harus bilang


yg membunuh ayah nya adalah Sab oji san walaupun niat nya baik.” Philia


menenangkan Fei sekaligus mengingatkan nya. “Iya km benar philia, aku harus


hati2 menyampaikan nya.” Jawab Fei . “Baiklah kita naik dulu dan pulang ke


rumah, sambil menunggu Matt dan Lori. Aku akan membawa beberapa buku untuk di


baca.” Kata Fei kepada Philia Cecil dan Rona. “Iya ayo oni, jujur aku masih


belum bisa menerima hal ini, tapi aku akan berusaha menerimanya dan saat ini


aku lapar.” Tambah Cecil. Fei mengambil beberapa buku dan perkamen dan


membawanya naik bersama Cecil,Philia dan Rona. Setelah keluar, Fei mengunci dan


mencabut kunci dari nisan ayah nya dan basement pun tertutup. Kemudian dia


menutup katup lubang kunci dan batu itu pun naik seperti semua. Mereka ber


empat segera menuju rumah. Beberapa hari kemudian, Matt dan Lori kembali. Cecil,


Philia dan Rona langsung lari menyambut Lori dengan senang. Mereka langsung


mengajak Lori masuk. “Selamat datang matt, ayo masuk, km istirahat dulu.” Ajak Fei


. “Aku pulang Fei …hey ada apa ini, kenapa mereka antusias sekali menyambut


Lori ?” Matt bertanya kepada Fei heran. “Akan kuceritakan semuanya, tapi


sekarang km istirahat dulu.” Jawab Fei . “Baik, aku masuk.” Matt pun masuk ke


dalam rumah. Di dalam, Cecil, Philia dan Rona bertanya tentang ibukota  kepada Lori dengan antusias. Lori pun menjawab dengan antusias, mulai mengenai makanan, fashion, dan lain nya sambil


terus memangku Rona. “Philia, Cecil, ayo kita masak, aku belajar resep baru di


ibukota.” Lori mengajak Cecil dan Philia sambil menggendong Rona. “Ok tapi ntar


ya…..kita mandi dulu sama2 gimana ? Lori ne baru datang pasti masih cape kan ?


sambil mandi kita teruskan ceritanya.” Philia menarik tangan Lori, mengajak ke


sumber air panas yang tidak jauh dari rumah nya. “Nah ide bagus, yuk kita juga


Matt.” Ajak Fei mendengar rencana Philia. “Eh….kalian nanti. Kita duluan.” Lori


membantah ucapan Fei . “Haaah kenapa nanti ?” Tanya Matt. “Iya nanti, ini acara


cewe2.” Kata Cecil menegaskan. Lori, Cecil, philia dan rona langsung keluar dan


menuju sumber air panas. “Hmm aneh….apa mungkin mereka malu…..ah tapi biasanya


kita ga minta mereka  malah memperlihatkan sendri bahkan lebih, iya ga Fei .” Matt berkata kepada Fei dengan wajah datar. “Aha hahaha” Fei menanggapi dengan wajah datar. Malam itu, mereka  merayakan kembalinya Matt dan Lori. Keesokan paginya, “Fei , ada yang harus kita bicarakan.” Kata Matt kepada Fei . “Sama Matt, aku juga ada yang ingin ku bicarakan.” Fei  membalas ucapan Matt. “Ayo Matt, ikut aku,


kita bicara di makam.” Ajak Fei kepada Matt. Mereka pun keluar rumah, di luar


mereka melihat Lori, Philia, Cecil dan Rona sedang berjalan menuju makam.


“Seperti nya mereka mau ke makam.” Matt melihat mereka. “Iya, ayo kita begegas.


Kunci sudah ku titipkan ke Philia.” Jawab Fei . “Kunci ?” Tanya Matt bingung.


“Nanti km akan tau.” Jawab Fei lagi. Mereka pun bergegas menuju makam. Begitu


sampai mereka melihat kunci sudah di buka dan sepertinya Philia dan yang lain


sudah masuk. “Hmm Apa ini Fei , apa ini adalah maksud dari pesan yang ibu mu


katakan waktu itu ?” Tanya Matt melihat situasi makam. “Benar, setelah sekitar


dua bulan mencari petunjuk, akhirnya kita sampai kesini.”  Jawab Fei . Mereka pun masuk ke basement. Di


depan pintu mereka mendengar “Philia, km yakin ini lukisan ibu kandung ku ?


Maaf aku sama sekali tidak ingat, seingat ku aku di panti asuhan sebelum di


adopsi papa.” Lori memegang kepalanya. “Aku akan ceritakan kenapa Lori nee bisa


sampai tidak ingat.” Philia berkata kepada Lori. Kemudian Philia di bantu Cecil


menceritakan cerita Sab dan Rude mengenai ibu nya. “Pikiran ku di segel ? Apa


ya maksud nya ? Dari kecil aku di panti asuhan.” Lori semakin bingung. “Tidak


usah bingung Lori ne, aku menemukan sebuah catatan di tumpukan berkas yang


kemaren di bawa Fei ke atas, di situ tertulis bagaimana cara membuka segel


pikiran. Yang menulis ibu mu, aku sudah mempelajari nya. Ijin kan aku membuka


nya.” Philia berkata kepada Lori. Philia lalu memegang kedua tangan Lori dan


berkonsentrasi.  Tiba2 dari dahi Lori muncul magic circle kecil yang semakin lama semakin pudar dan akhirnya hilang. “Aaaaaaah……” Lori berteriak sambil memegang kepalanya, dia jongkok di lantai


menahan kesakitan. Akhirnya Lori tidak sadarkan diri dan jatuh. Matt yg baru


datang langsung menangkap badan Lori yg tidak berdaya lemas. “Apa yang terjadi.


Dan di  tengah itu batu segel ?” Tanya Matt bingung. “Tenang Matt oni, kita sudah membuka segel di pikiran Lori ne.” Cecil menjelaskan. Sisik di kedua lengan Lori mengeluarkan cahaya dan sesuatu keluar


dari cahaya itu. Ternyata yg keluar adalah dua bilah long sword yang indah dan


tajam. “Hah Senjata Relic…?” Tanya Matt heran. Selama ini Lori memang belum


mempunyai senjata relic seperti yang lain nya. “Nggg…Matt, aku kenapa ?” Tanya


Lori yg baru sadar. “Kamu tadi pingsan sebentar Lori ne, akibat pembukaan


segel.” Jawab Philia. “Oh begitu ya, aku Cuma merasa kepalaku sakit  lalu aku ga ingat apa2. Thanks Matt honey. Eh…ini apa ?” Lori melihat kedua tangan nya yang memegang long sword tersebut.


“Itu senjata relic milik mu Lori ne, manifestasi dari pikiran km yg di segel.


Kamu bisa lihat di lukisan, kedua long sword ini milik ibu mu, sebab gagang nya


sama persis seperti yg ibu mu bawa di belakang nya dalam lukisan itu. Sama


seperti  busur ku ini, sama seperti yang di bawa ibu ku di lukisan itu.” Philia menjelaskan kepada Lori sambil


menunjukkan busurnya.  Lori pun berdiri dan terdiam sambil memandangi lukisan. “Fei , bisa jelaskan apa lukisan ini ? Kenapa Kapak dan perisaiku juga ada di sana.” Tanya Matt  sambil memandangi lukisan bersama Lori. Matt terus memegang pundak Lori.  “Baiklah mari kita duduk di meja batu segel.” Ajak Fei . Kemudian, Fei mengeluarkan claw senjata relic nya dan di letakkan di meja, Begitu juga Cecil dan Tombak nya,


Philia dan busurnya dan Rona dengan Staff nya. Kemudia Matt juga mengeluarkan


Shield dan Axe nya, sedangkan Lori  dengan long sword kembarnya yang baru dia dapatkan. Fei menceritakan


semuanya, mulai dari asal usul lukisan, pahlawan dalam legenda, asal usul ibu


dan ayah nya dan ruangan mereka berada sekarang. “Sulit di percaya….benar2


sulit di percaya, Berarti menurut cerita mu itu, ayah ku yang sebenarnya adalah


yang berbadan besar di belakang itu, seorang Cyclops Demon. Apa guru bercerita


sekarang  ayahku dimana ?” Tanya Matt. Fei, Philia dan Cecil saling pandang. Fei pun menoleh kepada Philia dan Cecil,Kemudian Philia dan Cecil menganggukan kepala mereka kepada Fei . “Begini Matt,


yang aku ceritakan ini mungkin akan melukai mu, tapi tolong lah percaya sama Sab oji san.” Fei memegang pundak  Matt.


Kemudian Fei  menceritakan semua yang di


ceritakan Sab tentang ayah dan ibunya Matt. “Jadi…Guru membunuh ayah ku karena


permintaan ayah ku , kemudian ibuku melahirkan aku dan meninggal menyusul


ayahku, meninggalkan aku. Kemudian Guru membawaku ke keluarga ibu ku yg


merupakan kalangan noble. Dan dia datang mengurusku………..aku harus bertemu guru


sekarang.” Matt langsung berdiri. “Matt, jangan gegabah, kamu tidak boleh marah


dengan Sab oji san.” Lori memeluk lengan Matt dan menahan supaya jangan pergi.


“Kamu tau cerita ini Lori” Tanya Matt kepada Lori. “Aku baru mendengar cerita


ini hari ini. Memang aku  tau kalau Sab


oji san punya murid kesayangan yang sering dia kunjungi. Aku suka mendengar dia


cerita kepada ayah tentang muridnya itu. Dan sab oji san pernah mengusulkan


kepada papa supaya menikahkan aku dengan murid nya. Ayah pun setuju dan mereka


pun akhirnya berjanji.  Aku sendiri tidak


tahu, kalau papa dan Sab oji san mengetahui asal usul kita berdua. Maka dari


itu Matt, begitu di guild km memanggil  Sab


oji san dengan sebutan guru, aku langsung tau kalau km adalah tunangan ku dan


aku pun membulatkan tekad  untuk selamanya


bersama mu. Jadi Matt tolong jangan gegabah.”  Lori memeluk pinggang Matt yg sedang berdiri sambil menangis. Matt


menengadah ke atas dan menghela napas. Kemudian dia kembali duduk dan merangkul


Lori. “Aku Cuma mau minta penjelasan sama  Guru, sebab selama ini dia diam dan tidak pernah menjelaskan apa2 kepada


ku. Aku marah, tapi bukan karena dia membunuh ayah ku. Aku marah karena dia


diam selama ini.” Tambah Matt. “Matt km harus paham, kenapa sab oji san diam


selama ini, itu karena dia tidak tega menyampaikan kepadamu, dan untuk diam


selama ini dia pasti sangat menderita. Bayangkan kalau km yang ada di posisi


dia. Nanti aku temani km bicara sama Sab oji san, tapi km harus tenang.” Lori


berkata sambil memeluk Matt. “Lori benar Matt, jujur aku pun marah, ibu ku


menyimpan rahasia sebesar ini, dari aku lahir, tapi aku mengerti, dia ingin aku


dan Cecil hidup normal tanpa beban dan bebas melakukan apa yg kita mau dan


yakini.” Tambah Fei sambil memegang pundak Matt. “Benar2 tak di sangka ya ,


kita semua berkumpul di sini, sama seperti dulu para pahlawan berkumpul yg


merupakan orang tua kita semua. Kita bisa bertemu satu sama lain merupakan


takdir.” Philia menambahkan. Semua pun terdiam dan akhirnya membahas legenda,


juga kisah kepahlawanan orang tua mereka. Mereka akhinya membersihkan ruangan


sambil melihat2 buku dan perkamen. Fei dan Cecil memandangi lukisan ibu dan


ayah nya. “Oni, kepikir ga seandainya kita berdua lahir 2000 tahun yang lalu,


oni jadi prince  dan aku jadi princess


seperti di dongeng hehe.” Cecil berandai2. “Iya juga ya, Kita tinggal di


istana, tapi aku malah bersyukur kita seperti skrg ini.” Fei tersenyum


bersyukur. “Iya bener oni, kalau aku jadi princess 2000 tahun yang lalu, aku ga


akan bertemu oni dan yang lain nya, aku pun ga akan menikah sama oni, karena


pasti di jodohkan entah sama siapa. Aku juga lebih senang sekarang.” Kata Cecil


sambil tersenyum. “Dasar terlalu jauh mikir nya haha” Fei mengelus kepala Cecil.


“Fei , kesini sebentar.” Matt memanggil Fei supaya ke tempat nya. Matt berdiri


di depan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di meja itu terdapat dua buah


kantong yang merupakan item box, yaitu magic tool untuk membawa barang yg di


masukkan ke dimensi lain. Di meja itu juga ada sebuah magic tool berupa cermin


yang bisa di gunakan sebagai sarana teleport / berpindah tempat dalam sekejap.


“Kita bisa bawa ini, kedua magic tool ini sangat praktis, mungkin berguna suatu


saat nanti.” Tanya Matt kepada Fei . “Iya benar Matt sebaik nya kita bawa”


Jawab Fei . “Dan peta ini Fei , sepertinya ini peta dari sebelum 2000 tahun


yang lalu. Berdasarkan peta ini, di sini, tempat ini, merupakan istana dari


kekasisaran manusia, tempat ibu mu.Dan mungkin ruangan ini adalah bagian dari


istana kekaisaran.” Tujuk Matt sambil mengamati sebuah peta yang menempel di


dinding di atas meja tersebut. “Hmm pantas ibu datang ke desa ini waktu itu,


rupanya disini merupakan rumah nya 2000 tahun yang lalu. Aku lega, sekarang ibu


beristirahat di rumah nya sendiri. Dan aku juga mengerti kenapa ayah Ronan


sempat berkelana dan berpisah  dengan ibu


kandung Cecil selama 1 tahun, rupanya dia mencari kerajaan nya sendiri.” Fei berkata


sambil terus mengamati peta itu. “Aku coba bandingkan dengan peta saat ini,


banyak sekali perubahan, karena banyak peradaban yang hilang karena kejadian

__ADS_1


dulu.” Matt membandingkan peta milik nya. “Sebaik nya peta ini kita bawa, sebab


dalam perjalanan mungkin kita bisa mengetahui dan menemukan bekas peradaban dulu.”


Tambah Matt. Kemudian dia mengambil peta itu dari dinding dan membawa nya. Mereka


ber enam terus memeriksa seisi ruangan itu. Setelah selesai memeriksa, Cecil


dan Philia menemukan kotak berisi potion dan elixir yang sudah tidak ada di


jaman sekarang. Lori dan Rona menemukan magic tool untuk menbuat rumah dimana


saja sebagai pengganti tenda. Kemudian mereka kembali duduk di meja besar.


“Jadi bagaimana hasil penyelidikan mu Matt ?” Tanya Fei kepada Matt. Kemudian


Matt dan Lori menjelaskan hasil temuan nya di kota istana Lord Valam. “Jadi ,


kesimpulan nya Lord Valam salah satu petinggi di sekte Black God dan aliansinya  tersebar di benua ini. Pemimpin nya


merupakan keluarga kerajaan, pangeran ke dua dan keterlibatan gereja.”Fei menarik


kesimpulan dari cerita Matt. “Mengenai pemimpin nya kita belum bisa pastikan,


apakah memang pangeran kedua adalah pemimpin nya atau ada lagi di belakang nya


yaitu pihak gereja karena afiliasi pangeran kedua dan gereja sangat kuat,


penduduk juga tau hal itu. Gereja berperan sangat besar di ibukota, saat ini


ajaran gereja mengatakan kalau ras demon adalah kaki tangan evil god, tapi apa


yg ada di ruangan ini menjelaskan sebalik nya.  Di ruang kerja Lord Valam, banyak surat dari pangeran kedua dan noble


lain nya, dan semuanya menggunakan lambang segel gereja. Aku sudah menyerahkan


daftarnya ke Guru dan Rude papa bulan lalu untuk di selidiki. Tapi begitu di


ibukota, tidak ada tanda apa2 dan juga tidak ada kejadian yang mengarah ke


sekte itu, aku hanya khawatir sekte itu berkembang di dalam gerja. Kejadian di


ibukota  kebanyakan mengarah kepada kelompok


bandit yg belum di ketahui  dan sasaran


nya adalah gereja dan noble di ibukota. Waktu kita bertanya untuk menyelidi,


kita tidak bisa masuk dan menyelidiki istana dan gereja. Jadi kita masih buntu


saat ini. Setelah kesini dan mendengar semuanya aku jadi yakin, gereja pasti


terlibat, tapi kita belum dapat bukti” Matt mengkoreksi. “Jadi , langkah kita


selanjut nya apa. ?”Tanya Philia. “Kalau aku boleh usul bagaimana kalau kita


menaikkan rank kita menjadi rank S. Sebab ketika kita naik menjadi rank S kita


akan di panggil ke istana kerajaan untuk bertemu raja. Saat ini kita buntu


karena tidak bisa melihat situasi istana. Dan kita pun bisa menjadi bebas


bergerak kalau di nobatkan sebagai noble. Kira2 bagaimana ?” Usul Lori. “Hmm


ide yang bagus, begini saja,  bagaimana


kalau kita menulis surat kepada Sab oji san dan Rude oji san tentang rencana


kita ini. Minta pendapat mereka  dan


mungkin mereka punya usulan sendiri” Tambah Fei . “Baik, aku setuju, sebaik nya


kita menulis surat, kita juga tidak usah pergi dulu dari sini. Kita tidak bisa


meninggalkan batu segel  di sini. Di kota


tempat Lord Valam, kota Azer,  ada cabang


guild petualang, kita akan coba daftar di sana dan menaikkan rank kita disaana,


dalam surat aku minta guru merekomendasikan kita” Tambah Matt.  “Ok berarti langkah selanjut nya kita akan


menjadi rank S….semangat.” Matt mengkat tangan nya dan lain nya pun mengangkat


tangannya bersama2. Kemudian mereka kembali ke atas dan mengunci basement itu.


Malam itu, seperti biasa, Fei berbaring di halaman sambil melihat bintang2.


“Hei, mau minum ?” Matt datang sambil membawakan minuman di dalam botol.


“Minuman apa ini Matt.” Tanya Fei . “Ini minuman berkarbonasi yang aku bawa


dari ibukota.” Jawab Matt. “Ayo Fei …kampai.” Ajak Matt. “Kampai..” Jawab Fei .


“Terima kasih Fei , aku bisa mengetahui asal usul ku, aku lega sekarang dan aku


juga senang melihat Lori lega, dia bilang besok mau berlatih menggunakan relic


nya.” Kata Matt sambil melihat bintang di langit. “Haha semua sama matt….kita


sudah lama nih ga latih tanding. Banyak yg terjadi….” Fei juga melihat bintang2


di langit. “Ya benar….sudah hampir 1 tahun kita bertemu……delapan bulan ya


kira2, memang banyak yang terjadi….aku ga menyangka, kita semua mempunyai asal


usul yang sama, 2000 tahun yang lalu.” Tambah Matt. “Iya, seperti orang tua


kita, kita pun jadi satu keluarga dan satu party. Lagipula kata2 ibu terakhir,


kalian semua anak2 ku, pasti maksudnya ini .”  Tambah Fei . “Bagaimana kalau besok kita latih tanding matt….sambil kita


menunggu balasan dari Oji san ?” Kata Fei semangat. “Wah jangan besok, aku


sudah janji sama lori menemani dia latihan.” Jawab Matt. “Hmm pantes Rude oji


san langsung setuju km bawa lori ya waktu itu, ternyata memang sudah dari kecil


di jodohkan, haha.” Kata Fei mengenang sewaktu mereka  mengajukan niat pergi ke desa ini. “Haha iya,


ternyata lori sudah tau dari awal, pantas aku heran, kenapa dia nempel banget


saat itu. Trus tadi dia bilang maaf karena ga bilang sebelum nya, sebab dia


malu.” Jawab Matt. “Hanya saja dia juga ternyata ga tau cerita ayah ku dan


guru. Papa Rude ga pernah cerita padanya.” Tambah nya. “Tapi bagusan begitu


kan, kalau tau lain ceritanya, lagipula kalian jadi lebih dekat  daripada sebelum nya.” Fei menepuk pundak


Matt. “Haha sama Fei , aku pun melihat, philia dan Cecil menjadi semakin hangat


sama kamu semenjak di restui ibu mu di akhir hayat nya.” Matt juga menepuk


pundak Fei juga. “Sebenarnya Matt, aku ga mau philia dan Cecil terlibat masalah


ini, aku ingin mereka hidup tenang dan damai, tapi aku pikir kalau masalah ini


tidak di atasi tidak akan ada ketenangan dan kedamaian di dunia ini.” Fei bergumam.


“Sama Fei , aku juga mau Lori dan rona bahagia.” Matt menambahkan, “Wuihh yg


sayang tunangan nya lain deh hahaha.” Fei bercanda menepuk Matt. “Hahah sama


kan km juga malah tunagan mu ada dua. Beruntung mereka km sayang banget sama


mereka Fei .” Matt juga bercanda, Tiba2 mereka berdua reflek menengok


kebelakang. “Fiuuh mereka ga di belakang kan. Jangan sampai terulang kejadian


danau. Terus terang aku meraksakan kehadiran di belakang taoi mungkin perasaan


ku saja” Ujar Fei lega. “Ho oh, jangan sampai ter ulang. Hasil nya pagi2 kita


teler dan lemas. Mereka sih enak segar2 hahaha. Kurasa aku juga sama,


perasaanku saja” Matt menambahkan dengan lega. “Matt, kita ke sumber air panas


dulu yu, mumpung belum terlalu malam dan tidak ada siapa2.” Ajak Fei . “Oh ide


bagus, ayo kita kesana.” Matt menyetujui. Mereka pun menuju sumber air panas di


belakang rumah. Fei dan Matt segera berendam setelah membersihkan tubuh mereka.


“Aaah enaknya.” Keduanya bergumam. “Krosak” terdengar bunyi di dekat mereka. Fei


dan Matt segera menoleh. Mereka sangat kaget melihat Lori, Cecil, philia dan


rona berdiri di belakang mereka hanya menggunakan handuk, “Kalian…..mau mandi


juga ?” Tanya Matt Grogi. “Kalian bukan nya di dalam rumah ?” tanya Fei ke Cecil


dan Philia. “Ah tidak, kami ber empat dari tadi di belakang kalian, sejak di


taman.” Jawab Lori. “Haaaah” Matt dan Fei kaget. “Kita sudah menoleh kalian ga


ada kok ?” Tanya Matt heran. “Karena pakai skill stealth ini nih….” Lori


meangkat satu long sword nya dan mereka langsung menghilang. “Hehehe…..’Fei km


juga sayang Cecil dan philia kan…iya’ ‘Matt km juga sayang lori dan rona


kan….iya.’ ketauan nih yee.” Ledek Cecil riang. “Tapi aku ga senang nih ‘kita


teler dan lemas sedangkan mereka segar2’ Tenang aja, malam ini kalian ga


tidur.” Lori menambahkan. “Iya lori ne…Fei siap ya” Philia menambahkan dengan


kalem dan malu2. Wajah Matt dan Fei langsung merah padam. “Yah Fei …terulang


nih.” Suara Matt bergetar. “Ahahaha, kabur ?” Fei Cuma bisa ketawa.


“Lariiiiiiii…….” Fei dan Matt langsung kabur. “Tunggu anataaaaa…….” Teriak Lori,


Cecil dan Philia sambil mengejar. “Rona berendam aja ah…hueee nikmat nya” Rona


pun berendam sambil menonton. Kejadian danau akhirnya terulang lagi. Keesokan


harinya, Matt mengirimkan surat kepada Sab menggunakan burung merpati. Lori


memulai latihan menggunakan relic nya. Fei dan Philia pergi ke kota untuk


belanja keperluan dan menjual hasil buruan sedangkan Cecil dan rona


membersihkan makam orang tua nya. Setelah itu, mereka semua berkumpul di makam


dan mendirikan makam untuk orang tua Philia, Lori dan Matt. Mereka pun


memberikan penghormatan dan berdoa di depan makam orang tuanya masing2. Beberapa


hari kemudian, surat balasan dari Sab pun tiba. Mereka segera mengunci ruangan


basement tempat mereka mempelari sejarah dan hal lain nya mengenai legenda, orang


tua mereka dan skill baru, juga karena di sana ada batu segel yang masih


utuh.  Mereka ber enam pun menuju kota


Azer untuk mengunjungi Guild petualang di sana.  Setelah sampai, mereka langsung masuk ke dalam


guild. “Hmm banyak juga petualang di sini. Kita sebaik nya langsung ke


counter.” Kata Matt. Mereka ber enam pun segera menuju counter. Banyak


petualang yang melirik ke arah mereka. Tiba2 tendgar suara “The Ourcast, kalian


datang kesini…apa kabar, terakhir kita bertemu di kota labirin.” Fei , Matt dan


lain nya pun menoleh, ternyata yang menegur mereka adalah Ron, Sable, Del,


Mariane dan June. “Eh apa kabar ? tak di sangka kita bertemu di sini.” Sapa


Matt kepada Ron dan sable. “Iya, apa kabar ?” Tambah Fei . “Kami baik2 saja,


semenjak kejadian waktu itu, kami terus meneluri labirin dan mengambil beberapa


quest. Kami ke sini karena baru selesai menyelesaikan quest untuk mengawal


pedagang.” Ron menjelaskan kepada Matt. “Ya benar, mungkin kita akan tinggal di


sini sementara waktu.” Sable menambahkan. “Oh begitu, kalian sangat aktif


rupanya.” Matt menanggapi.  Melihat ada


Mariane, Lori langsung mendekati Matt dan menggandeng tangan nya. Lori sedang


menggandeng Rona saat itu. Matt pun menyadari maksud Lori. “Aku akan


menyelesaikan urusan kami dulu di sini, setelah itu kita bisa berbincang sambil


minum di sana.” Tambah Matt. “Permisi sebentar…” Matt dan Fei pamit langsung


menuju counter untuk menyerahkan surat rekomendasi yg di kirimkan oleh Sab.


Tiba2 Mariane dan June mendekati Lori, Cecil, Philia dan Rona yang menunggu di


sana. “Hey apa tu kabar kalian, tenang, aku sudah tidak mengincar pria mu lagi.


Aku harap kita bisa berteman.” Mariane menyapa mereka dan berkata kepada Lori.


“Huh…aku tidak percaya. Sekali kucing garong tetap kucing garong, oba san.”


Lori menjawab ketus. “Maaf waktu itu aku terbawa suasana…karena Ron sedang


terluka saat itu.” Mariane menjulurkan tangan nya ke Lori. “Baiklah aku


maafkan…” Lori menjabat tangan Mariane. “Tapi benar ya, jangan menggoda pria ku


lagi.” Tambah Lori. “Hahaha tenang saja benar kok, aku Cuma mau berteman. Lagi


pula kan masih ada satu lagi” Mariane menjawab lori dengan santai. “Hah” Cecil


dan Philia langsung menoleh mendengar itu. “Iya, Fei belum ada yang punya kan.”


Tambah Mariane menegaskan. “Tidak boleh, dia milik kami.” Cecil dan Philia


menjawab serentak sambil mengangkat tangan nya yang memakai gelang. “Oalah,


berati dia malah punya dua ya, kalau begitu gimana kalau Matt juga punya dua, aku


bergabung dengan mu ya…haha” Mariane kembali meledek Lori. “Tidak bisa, Matt


oni chan udah ada aku. Pokok nya tidak bisa. Buat Rona, matt oni chan adalah


penolong dan penyelamat nyawa ku. Aku akan terus bersama dia dan membantu dia.”


Rona berteriak sambil menahan air mata. “Rona chan….yosh2.” Lori langsung


menggendong Rona dan mengelus kepalanya. “Hahaha kalian benar2 polos, aku suka


kalian dan aku serius mau berteman dengan kalian, maaf aku Cuma bercanda. Ayo


kita duduk ke meja sambil menunggu. Kita berbincang2” Ajak Mariane kepada


mereka. “Ayo Cecil, philia….” June yang tidak banyak bicara menarik tangan Cecil


dan philia. Mereka pun duduk bersama2 dengan Ron dan lain nya. Tak lama


kemudian, Matt dan Fei pun bergabung bersama mereka. “Apa rencana kalian


sekarang ? Apa kalian akan kembali ke kota labirin ?” Tanya Ron kepada Matt.


“Kita berencana di sini dulu sementara waktu, untuk mengambil2 quest di sini


dan menaikkan rank kita. Kalau kalian bagaimana ?” Jawab Matt. “Kami sudah


mengambil quest untuk menjaga dan mendapingi pedagang ke ibu kota. Mereka akan


berangkat 3 hari lagi jadi sementara kita akan menghabiskan waktu di kota ini.”


Ron menanggapi Matt. “Aku melihat ke papan quest dulu ya.” Fei pun beranjak


menuju papan quest untuk melihat2 quest yang tersedia. “Di kota labirin, kalian


terkenal loh, banyak petualang yang membicarakan kalian.” Sable berkata kepada


Matt dan lain nya. “Oh ya, padahal sebenarnya kami tidak mau terlalu menonjol.”


Jawab Matt. “Bagaimana tidak menonjol, jasa kalian sangat besar, dungeon


sekarang tidak terlalu berbahaya. Banyak petualang pemula yang masuk kesana


untuk mencari pengalaman dan mencari uang. Lagipula, ke empat wanita cantik di


party kalian sangat menonjol hahaha” Ron menambahkan. “Hahaha bisa saja, tapi


terima kasih.” Jawab Matt. “Lihat saja, di sini saja banyak petualang yang


melirik kesini. Kalian terlalu menonjol.” Sable menambahkan. “Yah, mereka


memang menonjol dari sana nya, mau bagaimana lagi.” Jawab Matt menanggapi


ringan sambil tertawa. “Hahaha benar, ayo bersulang, rayakan reuni kita.” Ajak


Ron. “Kampai” Mereka pun mengangkat gelas nya. “Baiklah Matt, sepertinya kita


harus pergi dulu, mempersiapkan perjalanan ke ibu kota. Sampai bertemu lagi


ya.” Ron berdiri dan menjulurkan lengan nya kepada Matt. “Baik, selamat jalan


dan berhati2lah. Aktifitas bandit seputar ibu kota sekarang meningkat.” Matt


berdiri dan menjabat tangan Ron. “Haha tenang saja, walaupun tidak sekuat


kalian, kami tidak lemah.” Ron menepuk dada nya bangga. “Hahah iya aku percaya.


Sampai jumpa lagi Ron.” Matt menanggapi. Ron dan partynya pun pergi keluar dari


ruangan.  Fei pun kembali dan duduk


bersama teman2 nya. “Baiklah karena kita sudah kumpul, ketika aku bicara dengan


petugas counter bagaimana caranya untuk menaikkan Rank ke Rank A, kita harus menjalani


ujian berupa quest yg di berikan oleh guild. Quest nya adalah mengawal


ekspedisi arkeologi penyelidikan Ruin yang ada di pegunungan di sebelah utara


kota ini. Di sana juga terlihat beberapa ekor wyvern bersarang, dan kita harus


membasmi nya. Bagaimana menurut kalian ? Quest ini di kategorikan Rank S karena


ruin tersebut baru di temukan dan belum di jelajahi.” Matt menjelaskan kepada


teman2nya. “Hmm wyvern ga masalah, masalah nya kita ga tau ruin itu penuh


bahaya atau tidak. Tapi kenapa tidak, semakin cepat semakin baik kan.” Fei berkata


kepada Matt. “Aku setuju dengan Fei , kalau kita mangambil quest yang kecil2


akan memakan waktu lama untuk naik rank. Lori menambahkan. “Aku sih ikut aja,


karena aku yakin kalau kita bersama2 pasti bisa.” Tambah Cecil. “Aku sama


dengan Cecil.” Philia mendukung Cecil. “Matt oni chan, gunung itu tempat dulu


Rona tinggal sebelum di tangkap, kalau boleh Rona mau kesana .” Rona berkata


sambil memegang tangan Matt. “Baiklah, kalau semua sudah sepakat aku akan ke


petugas counter untuk mengambil ujian tersebut.” Matt pun berdiri dan segera


menuju Counter resepsionis.  “Sebaik nya


kita bersiap2, melakukan perjalanan.” Ucap Fei ke lain nya. “Iya oni, setelah


semua selesai, kita kembali ke rumah ibu. Tinggal di sana selamanya.” Cecil


menambahkan. Matt pun kembali ke tempat duduk nya “Ok, sekarang kita ke gedung


akademi di ujung jalan ini untuk bertemu dengan ekspedisi yang akan berangkat


besok. Di sana nanti kita dapat arahan.” Ajak Matt kepada lain nya. Mereka pun


segera menuju ke gedung akademi yang di tunjukkan oleh petugas counter. “Maaf,


bisa kita bertemu kepala ekspedisi, Prof Lucas untuk ekpedisi ke Ruin di utara,


kita petualang dari guild petualang.” Matt berbicara dengan penjaga. “Baiklah,


tunggu sebentar, sy kedalam untuk menyampaikan.” Penjaga itu pun masuk ke dalam


membawa surat dari guild. Tak lama penjaga itu keluar. “Baik SIlahkan masuk,


saya antar ke ruangan Prof Lucas.” Ajak penjaga dan kemudian dia membukakan


“Wah luas sekali akademi ini, aku jadi ingin menempuh pendidikan di sini.”


Gumam Cecil. Banyak murid yang bersekolah di akademi ini, mereka terlihat


sedang berkumpul sambil belajar dan ada yang berlatih pedang. “Murid2 akademi


ini berasal dari commoners dan noble, banyak ilmu yang di ajarkan di sini


seperti magic, ancient magic, alchemist, ancient relic, race and language,


arkeologi, pharmacy, knighthood  dan


martial arts.” Penjaga menerangkan kepada mereka sambil mengantar menuju ruangan


yg di tuju. “Prof Lucas merupakan guru arkelog dan istrinya Prof Lhitia


merupakan guru  Ancient language. Mereka


yang mengadakan ekspedisi atas perintah kepala akademi.” Tambah penjaga.


“Baiklah kita sudah sampai, permisi prof aku mengantar tamu nya, silakan


masuk.” Penjaga masuk melapor dan membukakan pintu bagi mereka. “Selamat datang


di akademi, perkenalkan aku  Prof Lucas,


kepala arkeologi sekaligus guru di akademi ini dan ini istrri ku Prof Lithia yg


bertugas sebagai penterjemah bahasa kuno dan juga guru aksara kuno di akademi


ini. Kami di tugasi untuk menyelidiki ruin yang baru di temukan di pengunungan


utara sebulan yang lalu akibat longsor.” Prof Lucas memperkenalkan diri.


“Selamat siang prof, kami party petualang dari guild yang mengambil quest


pengawalan ekspedisi anda.” Matt membalas sapa Prof Lucas. “Baik silahkan


duduk…” Prof Lucas mempersilahkan mereka duduk. Kemudian istri nya, membawakan


sebuah peta dan di gelar di atas meja. “Langsung saja, tujuan kita adalah


pegunungan ini. Kira2 3 hari perjalanan dari sini.” Prof Lucas menunjuk lokasi


ekspedisi di peta. “Kita pernah mengirimkan seorang arkeolog dan anak buah nya


untuk menyelidiki Ruin itu, tapi sekitar 2 minggu lalu dia berhenti mengirimkan


laporan nya. Jadi ekspedisi ini di adakan untuk menyelidi ruin dan


menyelidiki  apa yang menimpa arkeolog


sebelum nya yg hilang kontak.” Prof Lucas menjelaskan ke Matt dan teman2 nya.”


Sebagai perbandingan, lihat lah ini…” Prof lucas membuka selembar peta lagi,


yaitu peta kuno yang Fei dan lain nya lihat di basement. “Matt, peta ini kan….”


Fei berbisik kepada Matt. “Ya aku tau, sebaik nya kita diam dulu.” Jawab Matt


berbisik. “Apa kalian tau sesuatu ?” Tanya Prof Lucas kepada Matt yg terlihat


sedang berbisik. “Oh tidak, kita berbisik mengenai peta nya kok lain.” Jawab


Matt ringan. “Oh ini peta dunia jaman kuno, kita menemukan peta ini setelah


menggali reruntuhan di lembah dekat desa yang belum lama ini hancur.” Jawab Prof


Lucas. “Oh begitu ya…” Fei menanggapi. “Ano tulisan ini di baca apa ya ?” Tanya


Cecil sambil menunjuk gambar rumah di gunung  yg akan di tuju di peta. “Oh ini di baca Dragon Shrine dan yg di barat


ini tempat peta ini di temukan di baca Astorian Empire.” Jawab Prof Lithia. “Oh


ok” Cecil pun terdiam.”Nama tempat kelahiran ibu….” Pikir nya dalam hati.  “Hmm Dragon Shrine ya…”Matt dan Fei bergumam.


“Astaga……kamu dari ras Dragon?” Prof lucas tersentak melihat Rona yang berdiri


di belakang Matt dan langsung mengamati Rona dengan mata yang berbinar2. “iya…”


Jawab Rona perlahan. “Menakjubkan…….ternyata masih ada ras Dragon di dunia ini,


Ras Dragon di nyatakan punah 2000 tahun yang lalu dan peradaban nya pun


hilang.” Tambah Prof Lucas sambil mengamati tubuh Rona. Rona mendengar kata2


Prof lucas dan merasa risih dengan prof lucas yang memegang ekor nya, Rona


terdunduk diam dan  badannya gemetaran.


Melihat itu Lori mengajak dan langsung menggendong  Rona keluar ruangan di susul oleh Cecil dan


Philia. “Maaf kan mereka Prof, mungkin terlalu berat bagi Rona chan untuk di


jadikan objek pengamatan sebab dia tidak pandai mengekspresikan dirinya” Fei menjelaskan


kepada Prof Lucas dengan agak kesal. “Aduh maaf sekali, karena terlalu antusias


aku jadi tidak ber empati dan seenak nya mengamati dia. Maaf sekali.” Prof


Lucas menunduk meminta maaf kepada Matt dan Fei . “Baiklah toloung besok pagi


datang ke gerbang akademi, kita akan berangkat. Terima kasih sudah mau datang


kesini dan menerima quest dari kami. Sekali lagi aku mohon maaf, semoga tidak


ada masalah di antara kita.” Tambahnya. “Baik Prof tidak apa2, kami bisa


mengerti, kita ketemu besok pagi di gerbang. Kami permisi dulu Prof.” Matt dan Fei


pun segera keluar dari ruangan. Di luar, “Fei kita harus hati2 jangan


membocorkan apa2 ke mereka. Mereka bukan orang sembarangan, dan semoga tidak


berhubungan dengan sekte.” Matt berbisik kepada Fei sambil berjalan. “Benar


Matt, kita harus hati2.” Bisik Fei . Mereka melihat Lori, Cecil dan Philia sedang


menenangkan Rona. “Kalian tidak apa2 ?” tanya Matt kepada Lori dan lain nya.


“Tidak apa2, tapi Rona chan sepertinya masi terguncang.” Lori menjelaskan ke


Matt sambil terus mendekap Rona. “Huh Profesor itu keterlaluan, benar2


pelecehan, masa dia main pegang2 Rona chan seenak dia, memang nya Rona chan


barang apa.” Cecil berkomentar kesal. “Iya dan barusan ada beberapa anak


akademi yg menggoda kita, untung kita bisa mengusir mereka. Tuh lihat, mereka


masih memandang kita dari atas.” Tambah Philia. “Ya sudah, sabar, yang penting


kalian semua ga apa2, kita pergi dari sini sekarang.” Matt berusaha menenangkan


Lori dan lain nya. “Ayo Cecil, Philia, kita jalan.” Fei menggandeng mereka


berdua dan melangkah keluar. Murid2 akademi yang menggoda mereka pun akhinya


bubar. “Hehe oni memang bisa di andalkan” Celetuk Cecil. “Iya hihi, makin


sayang jadinya.” Philia menambahkan. Wajah Fei  menjadi merah padam dan terus berjalan. Mereka


pun kembali ke rumah di desa mereka menggunakan cermin teleportasi. Mereka


bersiap untuk perjalanan. Semenjak kembali ke rumah, rona terus temenung dan


duduk di beranda rumah, “Rona chan…kata2 professor tadi jangan terlalu


dipikirkan.” Lori berkata sambil menghampiri Rona. “Iya one chan, berarti Rona


ga punya saudara ya, dan rona satu2 nya di dunia sekarang dari ras Dragon, tapi


rona ingat walau samar2 wajah ibu, dulu ibu tinggal bersama rona di gua.


Kenangan Rona Cuma gambar2 di tembok yang selalu di ceritakan dulu. “ Rona


berkata sambil memegang kepalanya. “Ingatan Rona tidak terlalu jelas one chan.”


Dia menengok ke arah Lori. “Besok kita akan menuju ke tempat Rona chan, jadi sekarang


kita istirahat dulu,  jangan memaksakan


diri ya Rona chan.” Lori berkata sambil mendekap Rona. “Iya, one chan….”Jawab


Rona. Mereka pun masuk ke dalam rumah. Keesokan harinya, mereka langsung pergi


ke akademi menggunakan cermin teleportasi. “Selamat pagi Prof Lucas, kami sudah


siap berangkat.” Matt menyapa Prof Lucas yang sudah siap untuk pergi bersama


beberapa anak buah nya. “selamat pagi, o iya ini perkenalkan, pengawal yang di


tugasi akademi, bernama Drax.” Prof Lucas memperkenalkan pria di sebelah nya.


“Perkenalkan aku Drax.” Katanya singkat. “Perkenalkan, saya Matt, ini rekan


saya Fei , Lori, Cecil, Philia dan yg kecil Rona. Semoga kita bisa bekerja


sama” Matt memperkenalkan diri. “….Baik” jawab Drax singkat sambil melihat


tajam ke arah Rona. “Lori One chan, aku takut sama orang itu….” Rona berkata


kepada Lori sambil bersembunyi di belakang nya. “Tenang saja, aku akan


melindungi km Rona chan, begitu juga dengan Matt, Fei , Cecil dan Philia. Km


tenang saja.” Lori berbisik kepada Rona. “Ayo kita berangkat.” Prof Lucas


berkata sambil naik ke kereta bersama istri nya dan Drax. Mereka pun berangkat


menuju ruin yg berada di pegunungan utara. “Entah kenapa, aku merasa kurang


nyaman.” Fei berbisik ke Cecil. “Iya oni, aku dan philia ne juga merasa, aku yakin


yang lain juga merasakan hal yang sama.” Jawab Cecil. “Kita harus tetap


waspada.” Tambah Fei . Mereka terus menempuh perjalanan. Fei dan lain nya


mengatasi monster2 yang menghadang perjalanan mereka. Malam hari mereka


berkemah di pinggir jalan dan beristirahat. “Petualang Matt, boleh saya bicara


dengan anak dragon itu ?” Prof Lucas menghampiri Matt dan bertanya. “Ada


keperluan apa Prof dan dia punya nama, namanya Rona.” Jawab Matt penuh curiga.


“Oh tidak, aku mau meminta maaf kepada dia dan mau memberikan makanan manis


ini.” Jawab Prof Lucas. “Oh tidak apa2, dia sudah memaafkan, kami semua sudah


menyampaikan permintaan maaf Prof kepada dia. Boleh makanan nya titip ke saya,


nanti sy berikan.”  Matt menutup


pembicaraan dengan professor. “Uh..baiklah, ini, terima kasih.” Prof Lucas


membalikkan badannya, terlihat wajahnya agak kesal karena di tolak Matt. “Fei ,


terus berjaga, kamu di depan, aku akan jaga di belakang tenda. Kita tidak usah


tidur mala mini.” Matt berbisik kepada Fei . “Ya, kita harus hati2.” Jawab Fei .


Sementara itu, Drax terus melihat ke arah kemah Fei dan lain nya. Malam pun


berlalu tanpa terjadi apa2, mereka pun terus melanjutkan perjalanan. Selama di


perjalanan, Matt dan lain nya terus menjaga Rona yang selalu di dekati oleh


anak buah Prof Lucas. Hari ketiga mereka pun sampai di kaki gunung. “Dari sini


kita akan naik ke atas dengan berjalan kira2 setengah hari. Ayo kita


berangkat.” Prof Lucas memimpin jalan. Drax terus berada di belakang Prof Lucas


dan istrinya. Sore hari mereka pun sampai di mulut gua. Melihat gua itu, rona


merasa tidak asing. “Ini gua tempat rona tinggal….” Bisik dia ke Fei dan lain


nya. “Ok, Rona chan jangan bertindak gegabah ya. Kita rahasiakan kalau ini


rumah Rona chan dari mereka.” Matt berbisik kepada Rona. “Baik Matt oni chan…”


Jawab Rona sambil berbisik. Hari sudah semakin gelap, tim ekpedisi sebagian


sudah masuk ke dalam termasuk Prof Lucas dan Drax, party Matt menunggu di luar


gua dan membuat camp. Malam itu. “Matt matt bangun….Rona hilang…kita harus cari


rona.” Lori membangunkan Matt setelah menyadari Rona tida ada dekat nya. “Oh


tidak…..ayo kita cari dia.” Mereka pun bergegas keluar tenda. Ternyata di luar


sudah ada Fei , Cecil, dan Philia. “Matt, tadi Philia melihat ada beberapa


orang mencurigakan mendekati tenda kita, dan sepertinya mereka lari mengejar


sesuatu.” Kata Fei kepada Matt. “Rona ga ada di tenda, kita harus cari


dia…kemana mereka pergi “ Tanya Matt. “Sepertinya mereka mengejar sesuatu dan


masuk kedalam gua.” Jawab Philia. “Baik, ayo kita masuk.”  Jawab Matt. Mereka pun segera masuk ke dalam


gua untuk menyelidiki. Ujung gua sudah terliha dan tampak lah sebuah bangunan


shrine yang sudah rusak, banyak pillar yang sudah runtuh. Di sebelah kuil itu


ada sebuah bangunan dari batu. Mereka masuk ke bangunan itu dan menemukan Rona


tertidur di dalam. “Rona chan……” Mereka semua menghampiri Rona. “Oh dia Cuma


tertidur, tidak ada apa2. Tidak ada juga tanda2 orang lain yang masuk ke sini


selain Rona dan kita.” Fei berkata setelah menyelidiki sekeliling nya. “Oh di


dinding ini banyak sekali mural yang tertata rapi. Aku coba selidiki.” Philia


langsung berkeliling mengelilingi bangunan berbentuk kotak itu. “Aku bantu


Philia ne…”Cecil pun segera menyusul Philia. “Mural ini bercerita tentang


peradaban suku Dragon dan suku Demon hidup berdampingan.” Philia bergumam.


“Mungkin Mural ini lah yang di ceritakan Rona chan ke kita ya.” Tambah Cecil.


“Nggg, eh oni chan tachi dan one chan tachi, ada apa ?” Tanya Rona. “Rona chan,


km tiba2 hilang dari tenda dan kami mencari mu sampai kesini.” Jawab Lori lega.


“Oh Rona hanya pulang ke rumah kok, ini rumah rona.” Jawab Rona santai. “Hah


ini rumah km Rona ?” tanya Fei kaget. “iya, ini rumah Rona, ayo kita masuk


kedalam.” Ajak Rona. Rona pun berdiri dan menekan salah satu mural. Kemudian


lantai bangunan itu turun ke bawah, layaknya sebuah Lift. “Eh, ini tidak apa2


Rona chan.” Tanya Philia cemas. “Tidak apa2, aku mau ke tempat mama” Jawab


Rona. Mereka pun terus turun kebawah dan akhirnya sampai ke sebuah pintu dari


logam. Rona menekan mural di sebelah pintu itu dan pintu itu pun terbuka.


Mereka semua kecuali Rona sangat kaget ketika pintu di buka, terdapat sebuah


lorong di lengkapi dengan lampu yang terang. Kesan lorong itu seperti rumah


sakit di jaman modern dan sci fi. “Ayo ikut Rona, kita ke kamar Rona dan


mama.”  Rona berjalan lebih dulu memimpin


Fei dan lain nya yang masih merasa takjub. “Benar2 ruangan yang  aneh….” Lori berpikir dalam hati sambil terkagum2.


“Kita sudah sampai….” Rona berhenti di salah satu pintu. Kemudian Rona memencet


tombol di sebelah pintu dan pintu itu pun terbuka otomatis. “Ayo masuk, ajak


Rona.” Kemudian mereka semua masuk ke dalam ruangan itu, pintu pun tertutup


otomatis. “Mama….” Rona berlari menuju sebuah alat mirip capsul dan di dalam


nya tertidur seorang ras dragon wanita yang sepertinya sudah meninggal. Alat


itu bertujuan untuk mengawetkan jasadnya selama ini. Di sebelah nya terdapat


capsul yang lebih kecil, menyerupai telur dan di namakan sleeping capsule yang


tertulis di keterangan nya dan di bacakan oleh Rona. “Mama, aku datang membawa


Oni chan tachi dan one chan tachi….” Rona memeluk capsul itu. “Rona chan, ini


ruangan apa.” Tanya Matt dalam kondisi bingung. “Ini tempat Rona lahir, dulu


sebelum Rona di tangkap , Rona tinggal di sini bersama mama. Lihat dinding


sekeliling ruangan ini, itulah cerita tentang rona, mama dulu sering


menceritakan nya.” Jawab Rona riang. Mereka pun melihat dan mempelajari


lukisan2 di dinding. Lukisan itu lebih mirip foto seperti jaman sekarang. Salah


satu foto menggambarkan Wanita yang terbaring itu bersama dengan suaminya yang


merupakan Demon yang sedang menggendong anak berusia sekitar 2 tahun. “Hei


lukisan ini, suami wanita itu mirip dengan demon yang ada di lukisan basement


yang kita temukan.” Gumam Lori kepada semuanya. “Iya benar Lori, tidak salah


lagi ini ayah Rona, salah satu pahlawan dalam legenda, hanya saja di lukisan


nyata ini dia tersenyum dan terlihat bahagia. Dan yang terbaring di sana itu


rupanya benar ibu Rona.” Fei dan lain nya mengamati lukisan itu. “Tapi ada yang


aneh, kota di belakang nya itu benar2 kota yang aneh  yang belum pernah kita lihat.” Matt berkata


dengan takjub. “Iya dan mereka berdiri di padang hijau membelakangi kota itu,


kalau di lihat, gunung ini dan sekitar nya di selimuti salju.” Fei menambahkan.


“Fei nii, semuanya, coba kesini.” Cecil memanggil mereka sambil mengamati


capsul berbentuk telur itu. “Hmmm Rona chan, bisa baca tulisan ini ?” Tanya Fei  kepada Rona. “tulisan itu di baca ‘ZERONAX’


Fei nii chan.” Jawab Rona. “Ini tempat Rona lahir.” Tambah nya. Mereka semua


kaget mendengar nya dan mulai berpikir siapa rona sebenarnya. “Semua lihat


kesini, ada buku di meja sebelah capsul mama nya Rona.” Philia menunjuk sebuah


buku yang berada persis di meja sebelah capsul mamanya Rona. “Oh buku ini sudah


di terjemahkan, aku akan membaca kan nya.” Lori berkata. Isi buku tersebut


merupakan catatan tentang suku Dragonian dan hubungan nya dengan suku Demon. Di


buku itu juga tertulis musnah nya peradaban suku Dragonian akibat berperang


melawan evil god. Dan suku dragonia yg tersisa pergi meninggalkan tanah dan


pergi ke langit. “Wow, ini cerita yang sangat sulit di percaya, ternyata suku


Dragonia itu berasal dari langit.” Cecil berkata dengan rasa tidak percaya. (


note : yang dimaksud ke langit adalah, pergi meninggalkan planet ke luar


angkasa, karena paham nya beda jadi di anggap terbang ke langit ) . “Eh


sebentar, ada tulisan di belakang buku ini.” Tambah Lori. Isi tulisan itu


adalah “Aku bernama Xian, yang terbaring di ruangan ini adalah istri saya


bernama Cryx, seorang suku dragonian dan di sebelah nya adalah anak kita berdua


bernama Rona. Kita adalah orang2 yang selamat setelah pembantaian besar2 an


oleh evil god dan sekutunya. Kita berhasil melarikan diri dan membangun pesawat


ini untuk terbang menuju langit. Setelah itu kita di temukan oleh sekutu evil

__ADS_1


god dan pesawat ini rusak dalam pertempuran. Akhirnya kita memutuskan untuk


menyembunyikan diri dengan membentuk sebuah shrine untuk menyamarkan pesawat


ini. Teknologi di tempat ini tidak boleh jatuh ke tangan yang salah. Waktu itu


aku pergi melawan Evil god, setelah kami berhasil menyegel nya, kami semua


terpental ke masa depan. Aku terpental jauh dari sini dan ketika aku mengetahui


aku terlempar jauh ke masa depan, aku langsung kembali. Sesampai nya di tempat


ini, semua sudah berantakan dan rakyat yg tersisa sudah tidak ada di sini. Aku


menemukan istri ku yang terbaring di kapsul pengawet dan anak ku di kapsul


sebelah nya. Tapi sangat di sayangkan, istri ku sudah meninggal, karena kabel


penyokong nya di pindahkan ke kapsul anak ku yang kabel nya rusak. Ketika aku


ingin membangunkan anak ku, ternyata dia masih harus tidur sekitar 7 tahun


lagi. Aku menunggu sampai 7 tahun kemudian membangunkan nya. Dia ternyata tidak


bangun, jadi aku memasukkan nya lagi sampai dia bisa bangun sendiri dan


mentipkan Staff relic ku untuk menjaga nya. Untuk petualang yang sampai dan


menemukan tempat ini, aku mohon jaga anak ku. Dia masih hidup. Siapapun itu aku


berterima kasih” Begitulah isi nya. “Berarti…..Rona chan lahir 2000 tahun yang


lalu dan tertidur sampai masa sekarang, dan akhirnya bangun sendiri dan tinggal


di sini sampai umur 10 tahun.” Lori sangat kaget membacanya. “Hmm ini


menjelaskan, kenapa ingatan rona chan hilang dan kabur, dia tidak bisa baca dan


tulis juga menjelaskan kenapa prof Lucas sangat tertarik kepada Rona chan.”


Gumam Matt. “Kita harus rahasiakan ini matt, aku punya feeling ga enak.” Fei menegaskan


kepada Matt. Mereka semua lalu berkumpul di hadapan kapsul ibu nya Rona dan


membungkuk memberikan penghormatan. “Kami akan jaga Rona selamanya…” Semua


berpikir dalam hati. “Ruangan ini sebaik nya kita tutup rapat.” Kata Matt.  “Lalu bagaimana kita menyampaikan kalau


ibunya sudah tidak ada kepada Rona, dia tidak bisa baca buku ini karena tulisan


nya berbeda dengan yang dia pelajari 2000 tahun lalu. Ini di tulis ayah nya


waktu terpental ke zaman ini dan sebelum dia ketemu Sab oji san sebelas tahun


lalu. Sedangkan rona bangun delapan tahun lalu.” Tanya Lori berbisik kepada yg


lain nya. “Begini saja, aku, Fei , Philia akan keluar. Kamu dan Cecil jaga rona


di sini, Cecil bisa mendeteksi kalau ada yg masuk ke sini dan km bisa melawan ancaman


di sini. Kita keluar supaya tidak menimbulkan kecurigaan Prof dan lain nya.”


Bisik Matt ke Lori. “Philia, nanti begitu sampai atas, mural yang merupakan


tombol untuk turun ke sini tolong di samarkan.” Bisik Fei ke Philia. “Baik Fei ….aku


akan samakan dengan yg lain sehingga tidak terlihat.”Baiklah, ayo kita naik”


Matt, Fei dan Philia pun segera keluar dari ruangan dan naik ke atas. Sesampai


nya di atas, mereka menuju bagian dalam shrine tempat Prof dan lain nya


mendirikan kemah. Mereka semua rupanya masih tidur. Matt, Fei dan Philia menuju


keluar gua dan menemukan beberapa ekor wyvern sedang berjaga di mulut gua. “Ada


3 ekor, sebaik nya kita tidak keluar gua dulu.” Matt berbisik kepada Fei dan


Philia. “Ada yang aneh pada wyvern2 itu, aku tidak merasakan ada hawa kehidupan


di mereka.” Philia memberi tahu Fei dan Matt. “Wyven2 itu di hidupkan kembali


setelah mati. Mereka undead.” Tambah nya. “Hmm mereka pasti di kendalikan oleh


seseorang, bagaimana ini sebaiknya Matt ?” Dugaan Fei ternyata benar. Di antara


wyven2 ada orang orang berjubah hitam yang berdiri di mulut gua, mereka seperti


sedang membicarakan sesuatu.  “Apakah


mereka grup arkeolog yang hilang itu atau mungkin  merekalah penyebab grup itu hilang ?” Tanya Fei


. “Cuma ada satu cara untuk mengetahuinya.” Jawab Matt. “Oh aku suka nih cara


berpikir mu.” Jawab Fei . Matt langsung merangsek dua  orang  berjubah hitam dari belakang dan meringkus nya.  Fei dan philia mengejar dua orang yang kabur.


Philia menembak kan panah nya dan melumpuhkan kedua orang itu. Setelah


meringkus dan mengikat orang2 berjubah hitam itu, mereka langsung maju melawan


tiga ekor wayven undead itu. Pertempuran pun terjadi. “Fei siap serang, aku


menghadang mereka.” Matt memberi aba2. “Baik…philia siap2 untuk purification undead.”


Fei berkata kepada Philia. Matt menahan serangan ketiga wyvern itu. Fei dan


philia terus menyerang sayap wyvern itu. Akhirnya satu persatu, sayap dari


wyvern itu putus dan mereka tidak bisa terbang. Karena sudah tidak bisa


terbang, wyvern itu menyemprotkan cairan beracun dari mulutnya secara


bergantian. Matt, Fei dan Philia berlindung di balik batu, karena kena sedikit


saja bisa fatal. “Bagaimana ini Matt ?” Tanya Fei kepada Matt sambil


berlindung. “Mereka menyemprotkan racun nya ke segala arah dan membabi buta.”


Jawab Matt. “Aku akan coba memanah salah satu.” Philia segera keluar dari


persembunyiannya dan memanah leher salah satu wyvern, yang kemudian jatuh.


Kedua wyvern itu langsung berbalik dan menyembur ke arah philia. Philia yang


kaget tidak sempat menghindar. “Philia….” Fei berteriak sambil melompat


menabrak Philia yang kaget dan menyelamatkan nya. “Philia km tidak apa2 ?”


Tanya Fei sambil memegang pipi Philia. “Tidak apa2 Fei , terima kasih.” Balas


Philia. “Aughhh…” Fei pun roboh, ternyata lengan nya kena racun ketika dia


menyelamatkan Philia. “Fei ….Fei ……aduh km kenapa Fei …..tangan mu, oh Tuhan,


maafkan aku Fei …” Philia panic dan menangis. “Philia….tegar…..gimana keadaan Fei


.” Teriak Matt yang masih bersembunyi agak depan. “Gawat matt……gawat, racun nya


sudah sampai pangkal lengan.”  Jawab


Philia sangat ketakutan dan cemas. “Philia, beri dia minum elixir yang km


bawa…..” Teriak Matt. “O iya…..aku coba.” Philia segera meminumkan elixir


kepada Fei . Fei pingsan, dia tidak bisa minum elixir nya. “Aduh dia tidak


sadarkan diri. Bagaimana ini…..oh aku tau.” Philia langsung memasukkan elixir


ke mulut nya dan dia membuka mulut Fei dan memasukkan elixir dari mulut nya.


Upaya Philia berhasil, elixir membuat racun tidak menyebar, tapi tidak bisa


menghilangkan racun nya. Kedua wyvern itu terus menyemburkan racun nya tanpa


berhenti. “Kalau begini terus kita bisa kalah” Pikir Matt. Tiba2 kepala kedua


wyvern itu melayang putus di tebas dari belakang oleh sebuah pedang besar.


Ternyata Drax datang dan langsung menebas leher wyvern itu. Karena termsuk


jenis undead mereka tidak mati, tapi sudah tidak berdaya. “Philia cepat cast


holy magic mu.” Teriak Matt. “Baik, Holy Magic : Cleanse” Philia meng cast


sambil melompat keluar. Ke tiga wyvern itu pun langsung musnah. Matt kemudian


langsung lari kebelakang menghampiri Philia. “Philia, km bawa Fei  masuk kedalam rumah Rona dan aku akan menahan


Drax di sini sekaligus menyerahkan orang2 ini. Aku akan bilang kalian semua


mengejar yang kabur. Cepat.”  Matt


berbisik kepada Philia. “Baik, hati2 matt.” Philia langsung menopang Fei dan


lari ke dalam bangunan kotak disebelah shrine. Philia langsung menekan mural


dan ruangan itu pun turun. Dia terus menangis. Kemudian sambil membopong Fei ,


dia sampai ke tempat Lori, Cecil dan Rona. “Philia, apa yang terjadi dengan Fei


, cepat baringkan dia. Matt, matt kemana Philia…?” Tanya Lori panic. “Philia


nee km babak belur….apa yang terjadi, oni kenapa. “ Tambah Cecil panic. Philia


lalu menceritakan apa yg terjadi di atas, mereka berdua pun menjadi tenang.


“Gimana cara menyembuhkan Fei . Kita tidak punya antidote untuk racun.” Tanya


Lori. “Aku coba pakai healing magic ku tidak mempan, bagaimana ini ?” Philia


bingung. “Oni…..aku akan cari cara, Rona chan, di ujung lorong ini ada apa ?


apa ada yg bisa di gunakan ?” Tanya Cecil panic. “Rona rasa tidak ada….”


Kemudian rona berjalan ke arah kapsul ibu nya. Dia memandangi ibunya. “…..”


Rona pun menunduk diam, tangan nya mengepal. “Ada satu cara…..”Rona berteriak


sambil menangis. “Gimana caranya rona chan, tolong kasih tau aku.” Ucap Philia.


“Kita masukkan Fei nii chan ke kapsul ini, aku akan atur program nya supaya


mentralisir poison.” Rona menambahkan. Ketiga gadis itu pun terdiam. “Tapi Rona


chan….mama mu….” Cecil berkata. “…..” Philia terdiam. “Rona chan, apa tidak ada


cara lain, apa ada kapsul lain selain ini ?” Tanya Lori. “Tidak ada, kapsul ini


satu2 nya untuk orang dewasa. Tidak apa2, mama pasti mengerti. Saat ini kondisi


Fei nii chan lebih penting.” Jawab Rona sambil memindahkan sambungan dari


kapsul nya ke kapsul ibu nya. “Cepat bawa Fei nii chan kesini.” Rona menekan


beberapa tombol di samping capsul. Cecil, Philia dan Lori pun membopong Fei menuju


kapsul. “Selamat tinggal mama, terima kasih. Aku sayang mama” Rona membuka


kapsul ibunya. Jasad ibunya langsung menjadi debu dan menghilang. Melihat itu,


Lori, Cecil dan Philia menangis. Setelah Rona mengambil sisa2 pakaian mamanya,


mereka segera memasukkan Fei ke dalam. Cecil, Philia, Lori dan Rona yang sambil


memegang baju ibunya, melihat capsul menyala dan mulai bekerja. “Maaf Rona


chan…” Lori, Cecil dan philia memeluk Rona. “Philia one chan, Cecil one chan,


lori one chan. Buat rona Fei nii chan sangat penting sama seperti one chan


tachi.” Jawab Rona. “Tapi  Rona


chan…..mama mu…” Lori memandang wajah Rona. “Tenang aja Lori one chan, mama


tetap sama aku kok selamanya, lagipula sekarang aku sudah punya keluarga baru.


Lori one chan, Matt oni chan, Cecil one chan, Fei nii chan dan Philia One chan


hehe.” Rona yang biasanya berwajah tanpa expresi sekarang tersenyum lebar


sambil menangis. “Rona chaaan….” Semua nya berteriak memeluk Rona. Wajah Rona


tertawa lebar, menandakan sekarang dia sudah bahagia. “Lori one chan, boleh


rona minta sesuatu ?” Tanya Rona ke Lori. “Minta apa rona chan ?” Jawab Lori.


“Ketika kita sudah kembali ke rumah, boleh Rona minta tambah satu makam lagi


untuk mengubur baju mama, di sebelah makam papa dan rona mau meletakkan lukisan


kita bertiga ini.” Tanya Rona. “Tentu boleh Rona chan, kita akan bantu ya…nanti


kita kembali kita urus semua.” Lori, Cecil dan Philia memeluk Rona dengan erat


dan tersenyum lebar. Sementara Fei yang pingsan di dalam kapsul, ikut tersenyum


kecil. Hari sudah berganti, Matt yang berada di luar berhasil meyakinkan Drax


kalau anggota party nya sedang melakukan pengejaran. Akhirnya, Drax pun menemui


Prof Lucas untuk melaporkan kejadian semalam dan mengajak dia untuk melihat


orang2 yang di tangkap kemarin.  Matt


yang menjaga para tahanan yang di tangkap di luar gua. “Ini orang2 nya Prof..”


Drax membuka kerudung salah satu orang berjubah hitam itu. “Hei, kamu kan salah


satu anggota ekspedisi sebelum nya ? Kalian sebenarnya siapa ?” Tanya Prof


Lucas, sambil membuka kerudung orang yang lain nya. “Aku yakin sekarang, mereka


ini adalah anggota ekspedisi sebelum nya.” Prof Lucas menegaskan.  “Berarti mereka adalah orang dari akademi.”


Pikir Matt dalam hati. “Hei kamu, mana leslie, apa maksud semua ini ? kenapa


kalian tidak melapor selama 1 bulan terakhir ?” Prof Lucas bertanya kepada


salah satu orang itu yang sebelum nya dia buka kerudungnya. “Maaf Prof, aku


tidak akan menjawab pertanyaan mu. Aku tidak akan mengkhianati Tuan ku. Kaliian


makhluk2 rendah akan binasa, Tuan ku akan membuat  dunia baru tanpa kalian Huahaha.” Orang itu menjawab


sambil tertawa kencang. “Apa kalian dari sekte black God ?” Matt langsung


bertanya kepada orang itu. “Hehehe Benar….kalian tidak akan bisa berbuat apa2,


Tuanku akan bangkit…..” Sebelum orang itu selesai bicara, di dahinya muncul


magic circle kecil dan kemudian kepalanya meledak. “Hidup Tuan….” Ketiga Lain


nya pun berteriak dan kemudian meledak. Prof Lucas, Matt dan Drax pun mundur


dan melihat para tahanan itu tumbang bersamaan. “Hmm di tubuh mereka di


tanamkan black magic yang akan otomatis aktif kalau mereka tertangkap atau


tidak melapor dalam waktu tertentu. Sepertinya pemimpin mereka ada di dekat


sini dan tidak tahu kalau mereka tertangkap.” Analisa Prof Lucas sambil


mengamati tubuh para tahanan itu. “Mereka semua orang akademi dan manusia. Tidak


ada undead kecuali wyvern2 ini.” Tambah nya. “Apa yg akan kita lakukan sekarang


Prof.” Drax bertanya kepada Prof Lucas. “Sementara kita teruskan penyelidikan


kita sambil tetap waspada, perasaan ku mengatakan mereka mencari sesuatu di


ruin ini. Sekarang kita akan masuk ke Ruin.” Jawab Prof lucas. Matt diam saja,


dia tidak 100% mempercayai prof Lucas. “Akan berbahaya kalau Prof sampai


mengetahui siapa Rona chan dan asal usul Rona chan, akademi sudah disusupi


sekte dan akademi itu berafiliasi dengan gereja. Aku belum tau ada hubungan nya


atau tidak, tapi aku harus waspada dan mencari tahu lebih dalam” Dia berpikir


dalam hati. “Prof Lucas, untuk sementara aku akan berjaga di sini seandainya


ada serangan susulan dan sambil menunggu anggota ku, silakan prof masuk


duluan.” Matt berkata kepada prof Lucas. “Baiklah, tolong berjaga di depan ya.”


Balas Prof. Kemudian prof lucas dan drax masuk ke dalam gua dan langsung menuju


bangunan besar di dalam. Tak lama kemudian Lori menghampiri Matt. “Matt,


bagaimana keadaan di sini ? Ini musuh semalam ?” Tanya Lori sambil melihat


tubuh2 tidak bernyawa itu. “Lori ? bagaimana kamu bisa keluar ? Ya benar ini


musuh semalam, mereka meledak ketika kita sedang bertanya, gimana keadaan Fei ?”


Tanya Matt. “Aku keluar menggunakan skill Stleath. Kita berhasil menyembuhkan


poison nya dan lukanya pun sudah menutup, tapi dia belum sadar.” Jawab Lori. “O


iya Matt, pakai alat ini di telinga mu, supaya kamu bisa bicara dengan kami di


dalam. Rona chan memberikan alat  ini


padaku. Kita di dalam bisa mendengarkan percakapan mu dan percakapan org lain.”


Tambah Lori. “Oh, bagus. Sekarang aku akan masuk menyusul mereka. Kamu harus


kembali ke dalam, selama Fei belum sadar, hanya kamu yang bisa menjaga mereka,


dan ketika Fei sadar, segeralah keluar menggunakan stealth, aku bilang kepada


prof kalau kalian semua sedang dalam pengejaran penjahat yang kabur. Selama itu


aku menahan mereka supaya tidak mencurigai kita.” Matt mengarahkan Lori. “Baik


Matt, km hati2.” Jawab Lori yang kemudian langsung lari ke dalam dan


menghilang. Matt pun masuk menyusul Prof Lucas ke dalam Shrine. Di dalam Matt


melihat prof lucas dan istrinya juga drax dan beberapa orang anggota lain


sedang meneliti mural di dinding shrine. Di tengah Shrine ada sebuah patung


Dewi Dragon yang besar dan di bawah nya ada sebuah tablet dari batu yang


berisikan tulisan kuno. “Sepertinya tidak ada rahasia di tempat ini.” Pikir


Matt dalam hati. Matt mendekati Prof Lucas dan istrinya yang sedang meneliti


tulisan di tablet  yang berada di depan


patung Dewi. “Lithia, apa kamu bisa mentermahkan tulisan ini ?” Tanya Prof


Lucas kepada istrinya. “Tulisan ini lebih kuno dari yg biasanya kita temukan,


tapi aksara yg di gunakan sama. Tulisan ini menceritakan legenda 2000 tahun


yang lalu tentang enam pahlawan dari suku demon sebelum hal itu terjadi.” Jawab


istrinya. “Ini adalah ramalan untuk saat itu, berarti tulisan ini di tulis


sebelum 2000 tahun yang lalu. Tapi kisah di bawah nya adalah kisah yang belum


terjadi dan sepertinya di tambahkan dari tulisan sebelum nya” Tambahnya. “Oh


apa isinya….” Tanya Prof Lucas. “kira2 di bacanya seperti ini ‘Kejahatan yang


di segel akan bangkit dan seluruh kehidupan akan musnah, yang bisa melawan


kejahatan dan memusnahkan nya hanyalah suku Demon yang kembali’ Dan di dalam


ramalan ini tidak di tulis waktu terjadinya, tidak detail seperti di atasnya.”


Jawab istrinya. “Hmm menurut legenda yang kita pelajari dari ajaran gereja dan


paham akademi kita adalah suku demon membawa petaka dan semua ras bersatu


melawan nya. Ini keterbalikan nya.” Prof Lucas bergumam. “Permisi Prof, kalau


boleh saya tau, legenda yang di tulis oleh gereja itu seperti apa ?” Matt


bertanya kepada prof seakan2 dia ingin belajar. “Menurut catatan sejarah


gereja, gereja di dirikan oleh ras manusia yang selamat dari petaka yang


terjadi 2000 tahun yang lalu. Ras lain menyembah manusia sebagai ras yang


berkuasa, Karena  jasa enam pahlawan dari


ras manusia yang berhasil mengusir ras demon dan Dewa mereka . Dan ras2 yang


menentang ras manusia akan di tumpas dan di tangkap oleh para pahlawan. Kamu


dari ras beastman tentu tidak mengerti ajaran ini.” Jawab Prof Lucas. “Dan


gereja berdiri untuk menyembah para pahlawan yang di anggap saint dan menyembah


dewa mereka. Drax adalah salah satu keturunan dari enam pahlawan itu.” Tambah


Prof Lucas. “Wah ini masukan buat ku prof, bersyukur aku datang kesini. Walau


aku dari ras beastman, aku tidak bermusuhan dengan manusia.” Matt menanggapi


prof lucas, walaupun dia sebenarnya kesal karena sudah tau cerita sebenarnya.


“Hmm ada yang salah disini rupanya” Pikirnya dalam hati. “Suamiku, kita harus


menutup gua ini, sebab kalau gereja tau kita bisa di anggap kafir. Semua mural


dan tulisan di sini berlawanan dengan ajaran gereja” Prof Lithia berkata kepada


suaminya. “Kamu benar, sebaiknya kita hentikan ekspedisi ini. Kita harus


kembali.” Tambah Prof Lucas. “Kalau begitu prof aku akan mengabari party ku di


luar dan bersiap2. Aku permisi dulu.” Kata Matt kepada prof Lucas. “Baiklah,


kalian silahkan bersiap2 untuk berangkat pulang.” Prof Lucas meng iyakan. Matt


pun segera keluar. Drax terus melihat Matt dengan tatapan tajam. Di luar, Matt


memegang telinga nya dan mulai berbicara. “Lori, Fei sudah sadar ?” Tanya Matt.


“Dia baru siuman, kita sudah dengar semua nya, sekarang kita sedang bersiap


untuk keluar dan men set tujuan cermin teleportasi ke ruangan ini. Rona chan


sedang mengaktifkan pelindung supaya melindungi ruangan ini.” Jawab Lori.


“Baik, segeralah keluar dan hati2.” Matt pun berbalik. Dia melihat Drax


mengawasinya. “Dia terus mengawasiku, aku harus hati2.” Pikir Matt dalam hati.


Tak lama kemudian terjadilah gempa yang menggetarkan wilayah itu. Drax pun


segera lari kedalam gua. “Matt bisa dengar ? Kita sudah keluar, dan bangunan


kecil berbentuk kotak sudah kita ledak kan dan ledakan nya membuat gempa. Di


sini aku melihat para anggota ekspedisi berlarian keluar gua. Kita akan


mengikuti mereka dalam keadaan menghilang, dan akan muncul dari dalam hutan.”


Lori mengabarkan kepada Matt. “Baik, aku menunggu di luar, tolong ber hati2.”


Jawab Matt. Terlihat Drax yang berdiri di mulut gua dan membantu mengevakuasi


Prof Lucas dan Istrinya. Tidak lama kemudian dari dalam hutan muncul Cecil dan


philia yang membopong Fei yang sudah sadar disusul oleh Lori dan Rona. “Fei ,


gimana keadaanmu ?” Tanya Matt kepada Fei . “Aku ga apa2, Cuma masih lemas


saja…thanks matt. Aku sudah dengar semuanya” Jawab Fei . “Kita juga sudah


dengar semuanya.” Philia menambahkan. “Baiklah, nanti kita lapor ke sab oji


san.” Kata Matt lagi. Gempa tadi mengakibatkan gua menjadi runtuh dan tertutup.


Mereka semua segera menghampiri rombongan prof Lucas yang sudah keluar. “Maaf


prof, kita tidak berhasil menemukan penyerang semalam, dan tim ekspedisi


sebelum nya.” Lori berlagak melapor kepada prof Lucas. “Tidak masalah, aku akan


membuat laporan soal tim sebelum nya, kita belum tau kepala ekspedisi sebelum


nya yaitu murid ku Lieslie  terlibat


penyerangan atau mungkin sudah di bunuh oleh komplotan ekpedisi yang menyerang


semalam, sekte black god ya.” Jawab Prof Lucas. “Baik prof, terima kasih.”


Jawab Lori singkat. “Baiklah, sekarang kita istirahat dulu di sini, besok pagi


kita berangkat pulang.” Kata Prof lucas lagi. Kemudian prof lucas dan istrinya


meninggalkan Matt dan lain nya di ikuti oleh Drax yang terus melihat tajam Matt


dan partynya. “Baiklah, sebaik nya kita juga beristirahat, aku jaga di sini. Fei


, km tidur saja. Philia dan Cecil tolong temani dia.” Kata Matt kepada lain


nya. “Matt banyak hal yg harus di bicarakan.” Lori menegur Matt. “Ya, tapi


jangan sekarang.” Matt menegaskan. Malam itu, ketika Matt sedang berjaga. “Hey


bisa kita bicara.” Drax tiba2 menegur Matt. “Hmm, apa yang ingin di bicarakan


?” Tanya Matt kepada Drax. “Jangan di sini, di dalam hutan, utara dari sini,


ada sebuah batu besar. Aku tunggu di sana.” Jawab Drax. Dia langsung menuju


kedalam hutan. Lori yang ada di dalam tenda mendengar semua nya. “Aku ikut


Matt, Rona chan aku titipkan ke Cecil.” Lori keluar dan memegang tangan Matt.


“Kamu di sini saja Lori, jaga di sini, aku Cuma bisa mengandalkan km saat ini,


harap mengerti. Aku yakin tidak ada apa2.” Matt berkata kepada Lori sambil


menggenggam tangan nya. “Aku mengerti….tolong hati2” Balas Lori cemas. Matt pun


segera menuju tempat yang di tunjuk Drax. Sesampainya di sana, Drax terlihat


sudah menunggu di balik batu. “Km sendririan kan ?” Tanya Drax. “Ya, aku


sendirian. Jadi, ada masalah apa ?” Tanya Matt curiga. “Langsung ke


permasalahan nya saja, kenapa km bisa tau soal sekte terlarang itu ?” Tanya


Drax langsung. “Hmm aku pernah berhadapan dengan mereka di kota labirin, untuk


jelasnya bisa di bicarakan sama Kapten Rude, pemimpin ksatria di kota itu.”


Jawab Matt. Dia tidak membeberkan semua yg pernah terjadi. “Ada apa km bertanya


? Apa km mengetahui tentang mereka.” Tanya Matt kepada Drax. “Hmm aku rasa km


bisa di percaya, sebab aku mendengar dari kapten Rude seperti yg kamu katakan”


Jawab Drax. “Kamu kenal kapten Rude ?” Tanya Matt. “Aku kenal dia.” Jawab Drax


singkat. “Seberapa dalam km kenal kapten Rude ?” Tanya Matt lagi mencari


informasi. “Aku tidak perlu menjelaskan untuk hal itu. Hanya saja aku sedang


menyelidiki sekte terlarang itu.” Jawab Drax. “Siapa sebenarnya km ?” Tanya


Matt lagi yang sudah mulai waspada. “Tidak usah tegang. Saya ga bermaksud


jahat. Sebetulnya sy mau mengajak kalian kerja sama.” Jawab Drax melihat Matt


yang mulai tegang. “Kerja sama ? Kerjasama bagaimana maksudnya ?” Tanya Matt


heran. “Aku adalah ksatria yang menyamar menjadi petualang dan mercenary.


Atasan ku Princess Valia. Putri kedua kerajaan Vanadis. Princess Valia melihat


ada hal2 yang tidak beres di istana dan hubungan beliau dengan Raja dan kakak2


nya menjadi ranggang dan tidak bagus. Dia juga melihat campur tangan gereja dan


noble2 pendukung nya terhadap keluarga kerajaan. Ada empat ksatria yang di utus


untuk menyelidiki. Dari hasil penyelidikan kami  muncul lah nama sekte yang km sebutkan kemarin. Kita pun menyelidiki


sepak terjang sekte itu secara rahasia, dan mengarah kepada gereja. Aku


menyusup ke akademi karena penyelidikan.” Drax menjelaskan.  “Hmm begitu ya, lalu apakah kapten Rude


adalah salah satu ksatria itu ?” Tanya Matt. “Maaf aku ga bisa menjelaskan


lebih dari ini.” Jawab Drax. “Princess Valia diam2 menyusun pasukan karena


melihat hub raja dan keluarga kerajaan terganggu. Kemungkinan bisa mejadi


perang saudara, dan beberapa di keluarga kerajaan berafiliasi dengan gereja.


Sementara ini anak buah Princess Valia, mengkonfrontasi gerje dan noble2 di


ibukota.”Tambah Drax. “Hmm berarti yang di katakan bandit di ibukota dalam


penyelidikan ku mungkin anak buah Princess Valia.” Pikir Matt dalam hati. “Aku


boleh tanya ? Sejauh apa km mengetahui tentang sekte terlarang itu ?” Tanya


Drax. “Sejauh yg kita tau, waktu di dungeon aku dan party ku bertemu dengan


Lich yang bisa bicara dan dia mengatakan dia adalah sekte Black God dan


berusaha membangkitkan tuan nya yaitu Evil God.” Matt menceritakan


pengalamannya di dungeon. “Hmm, ya itu benar. Orang2 yg kemarin pun menunggu


kebangkitan Tuan nya.” Gumam Drax. “Apa prof Lucas terlibat” Tanya Matt. “Aku


rasa tidak, dia memang penganut gereja, tapi dia juga sama bingungnya sama


kita. Tapi tetap kita tidak boleh lengah.” Jawab Drax. “Kalian pernah


berhadapan langsung dengan sekte itu, jadi saya harap kalian bisa menjelaskan


sedikit tentang sekte itu ke saya. Nanti sampai di kota kita akan bicara lagi.


aku akan menitipkan surat kepada guild untuk tempat dan waktunya. Saya mohon


kerjasamanya.” Drax menambahkan. “Baik kita akan membantu, sebagai gantinya sy


juga ada beberapa hal yang ingin sy tanyakan mengenai gereja.” Jawab Matt.


“Untuk hal itu sebaiknya kalian bertanya kepada Princess langsung, saya akan


mempertemukan kalian dengan nya  pada


saat waktunya.” Drax menjawab sambil menjulurkan lengan nya ke arah Matt.


“Baik, nanti sampai kota kita bicara lagi.” Matt menjabat tangan Drax. “Untuk


menghindari kecurigaan, silahkan kembali dulu, aku masih ada yang ingin di kerjakan.”


Drax meminta Matt pergi duluan. “Baik” Matt pun langsung berjalan menuju kemah.


“Matt, aku sudah mendengar semua. Apa dia bisa di percaya ? dan dia kenal papa”


Lori bertanya kepada Matt yang baru masuk tenda. “Aku belum terlalu yakin,


nanti sampai ke kota kita akan ke guild. Melaporkan quest sekaligus ambil surat


nya.” Jawab Matt. Sementara itu, “Lama menunggu Drax ?” Tanya seorang  misterius di belakang Drax. “Tidak, aku baru


selesai. Bagaimana perkembangan nya ?” Tanya Drax. “Semua sudah di tuliskan


disini.” Jawab orang misterius itu. “Baik, jangan lengah.” Pesan Drax. “Baik,


aku pamit.” Orang itu segera hilang. Drax mengantongi surat nya dan kembali ke


kemah. Keesokan harinya, tim ekspedisi berjalan pulang ke kota di iringi


rombongan Matt. Tiga hari kemudian rombongan ekspedisi sampai ke kota. “Baiklah


prof lucas, kami pamit.Kami mau melapor ke guild. Terima kasih kerja samanya.”


Matt menjulurkan tangan kepada Prof Lucas. “iya, terima kasih, kami sangat


terbantu, aku akan melaporkan kerja bagus kalian ke guild. Drax sedang kesana


membawa laporanku” Jawab Prof Lucas sambil menjabat tangan Matt. “Terima kasih


prof, sampai jumpa lagi.” Matt pamit kepada Prof Lucas. “Sampai jumpa lagi”


Jawab Prof Lucas. Matt dan lain nya segera menuju guild. Sesampainya di guild,


mereka langsung ke counter. “Baiklah karena quest sudah selesai dan kalian


sudah kembali tanpa masalah, kami akan menaikkan rank kalian menjadi Rank A.


Bisa serahkan kartu guild kalian ?” Petugas counter mengabarkan ke Party Matt.


Mereka kemudian menyerahkan kartu guild nya kepada petugas. “Baiklah kira2 lima


hari lagi bisa kembali kesini ? Saya ganti dulu kartu kalian dengan pass


gerbang.” Kata petugas counter. “Baik kami akan kembali lima hari lagi.” Jawab


Matt. Mereka pun segera keluar dan pergi kebelakang gedung guild dan


menggunakan cermin teleport untuk kembali ke rumah mereka. Sesampainya di


rumah, mereka segera duduk di ruang makan mengitari meja. “Sekarang kita tau


ada sedikit petunjuk tentang  gereja ,


kalian sudah mendengar pembicaraan ku dengan Prof waktu itu kan ?” tanya Matt


kepada yang lain nya. “Aku tidak menyangka, legenda seperti di tulis ulang.” Fei


menanggapi. “Iya oni, benar2 kita ini ga tau apa2 tentang gereja.” Cecil


menambahkan. “Dulu di desa elf, pernah menerima utusan gereja, sekitar 10 tahun


yang lalu, waktu itu aku masih di sana. Dan tak lama setelah itu, ayah ku


meninggal. Seperti yang di ceritakan Sab oji san. Dan ketika itu banyak sekali


elf yang di jadikan slave, aku salah satunya” Philia mengingat masa kecil nya. “Kemungkinan


besar, gereja dan sekte ada hubungan nya, dan aku sangat ingin tau para


pahlawan yang di juluki saint itu.” Kata Matt penasaran. “Hmm aku juga terpikir


soal ramalan yg di bacakan terakhir itu.  ‘Kejahatan yang di segel akan bangkit dan


seluruh kehidupan akan musnah, yang bisa melawan kejahatan dan memusnahkan nya


hanyalah suku Demon yang kembali’  dan


kalau teori ku benar, apa yg dimaksud oleh ramalan itu adalah orang tua kita


ya. Kan prof lithia bilang kalau tulisan itu di tambahkan setelah ramalan soal


2000 thn yang lalu. Saat itu mungkin ada yg mengetahui kalau orang tua kita


berpindah jaman. Dan kalau teori ku benar, berarti kejahatan sudah merajalela


skrg, dan orang tua kita kalah” Lori bergumam. “Tapi Prof Lucas dan Prof Lithia


memilih menghentikan penelitian mereka. Kita tidak tau yg sebenarnya”  Cecil menambahkan. “Nah itulah yang sangat


mengherankan, mereka memilih mundur daripada mengetahui yg sebenarnya terjadi.”


Kata Fei menanggapi. “Sepertinya Prof Lucas memiki agenda sendiri walaupun dia


tidak terlibat oleh sekte. Aku melihat sikap ketakutan nya begitu


menterjemahkan tulisan itu. Pasti dia mengetahui sesuatu.” Tambah Matt.


“Terlalu banyak misteri, andai saja buku2 di basement bisa kita terjemahkan.”


Kata Lori. “Eto Lori one chan, aku bisa menterjemahkan nya, kita bisa berpindah


dengan cepat ke rumah ku kan, di sana ada alat yang bisa menterjemahkan secara


cepat. Tinggal aku masukkan aksara jaman sekarang.” Rona menjawab Lori. “Oh iya


Rona chan, wah km hebat.” Puji Lori. “Heheh” Rona tersenyum lebar. “ Baiklah


kalau begitu, kita mempunyai waktu lima hari. Kita gunakan waktu ini untuk


mempelajari   legenda yg sebenarnya.”


Matt menegaskan. “Oh ayo kita ke makam, kita akan membuatkan makam untuk ibu


rona chan.” Philia mengingatkan. “Ayo kita kesana.” Lori menambahkan. Kemudian


mereka ber enam pun pergi kemakam. Mereka membuat satu buah makam lagi untuk


ibu rona. Rona memasukkan pakaian ibu nya ke dalam makam dan menutup nya.


Setelah selesai, mereka berdoa bersama dan kemudian rona menggantungkan lukisan


di antara nisan ayah dan ibu nya. “Papa dan mama sudah berkumpul.” Rona


tersenyum sambil menangis. Semua memegang pundak Rona. “Kita berlima, Fei ,


Lori, Cecil, Philia dan saya sendiri Matt, berjanji akan menyayangi Rona chan


sebagai adik kita sendiri.” Matt dan lain nya berikrar di depan makam ayah dan


ibu rona. “Huaaaaaaaa” Rona menangis dan di peluk oleh kelima nya. “Rona yakin


papa dan mama pasti senang melihat rona sekarang.” Kata Rona sambil menangis


dan tersenyum. Setelah itu mereka membuka basement dan masuk ke dalam untuk


mempelajari beberapa buku dan perkamen2 kuno sekaligus mengecek batu segel. Cecil


menggunakan cermin teleportasi  dan masuk


ke kamar ibu nya Rona bersama dengan rona dan lori. “Aku butuh waktu untuk


memasukkan aksara jaman sekarang ke program nya, sementara kita tinggal dulu.”


Kata Rona sambil mulai memasukkan beberapa perintah ke konsol yang berada di


ruangan itu. “Kira2 berapa lama Rona chan ?” tanya Cecil ke rona. “Karena ini


perintah yg di masukkan baru, mungkin sekitar dua hari.” Jawab Rona. “Baiklah


ayo kita kembali, dua hari lagi kita kesini lagi.” Tambah Lori. Mereka pun


kembali menggunakan cermin teleportasi. “Fei , aku kepikiran analisa lori,


seandainya benar orang tua kita gagal , berarti sekarang menjadi tanggung jawab


kita ya. Dan satu hal lagi, Kejahatan yg di segel akan bangkit, berarti selama


segel di depan kita aman, maka tidak akan terjadi ya.” Matt mengungkapkan teori


nya. “Yang aku kuatirkan malah sudah bangkit dan menyusup kemana2, sebagai


contoh gereja.” Fei  ber argument.  “Ya itu juga mengkhawatirkan, karena kita


jelas tau dan pernah berhadapan dengan kejahatan yang di maksud. Dan kita belum


bisa bilang 100% gereja terlibat, kita baru tau ajaran nya ternyata terbalik


dari kenyataan. Kapan sejarah di rubah, kita pun tak tahu dan benarkah di dalam


segel ini ada Evil God ? Hal ini membuat ku merinding.” Matt menambahkan. “Coba


lihat gambar ini, menurut buku ini, gambar ini adalah enam pillar kejahatan,


kemarin Rona chan sempat membacakan. Katanya enam pilar ini adalah yang


menopang evil god di dunia. Kalau di perhatikan, segel ada enam buah dan


pahlawan gereja yg di sebut saint ada enam orang. Kebetulan ?” Philia


menunjukkan sebuah buku kepada Matt dan Fei . “Semoga kebetulan, sebab kalau


kenyataan akan sangat mengerikan” Fei menanggapi. “Iya benar Fei .” Philia


menjawab tanggapan Fei .  “Sekarang…apa langkah kita selanjutnya. ?” tambah Fei . “Pertama kita naik rank dulu. Sambil terus mencari petunjuk.” Jawab Matt. Cecil, Lori dan Rona pun kembali. Saat ini

__ADS_1


mereka masih belum tau takdir apa yang menunggu mereka. – end ch 5-


__ADS_2