The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 62 Ruin of the past, Demon legacy


__ADS_3

Setelah berpencar, Fei pun terbang ke arah bekas kerajaan Vanadis untuk melihat keadaan di sana. Dia pun mendarat di hutan yang terletak di sebelah selatan ibukota. "Ah...aku istirahat dulu di sini....." Pikir Fei dalam hati sambil membuka bekal nya. "Hutan ini masih tidak tersentuh rupanya....sepertinya aku baru pernah masuk ke hutan ini." Kata nya sambil melihat sekeliling nya dan menikmati bekal nya. Tiba2 terdengar suara ranting patah karena terinjak. Fei yang sedang makan langsung berdiri dan bersiaga penuh. "Siapa...?" Kata nya.  "Blugh......." Tiba2 terdengar suara sesuatu yang jatuh di belakang nya. Suara jatuh itu terdengar dari balik semak2. Fei mendekati semak2 itu secara perlahan dan berhati2. Dia pun membuka semak2 nya dan melihat seekor harimau yang besar sedang terluka parah di bagian perut nya. Taring harimau itu sangat panjang seperti pedang. "Grooouuuu....." Kata Harimau itu mengerang kesakitan. "Kamu kenapa....aduh lukamu parah sekali...." Kata Fei sambil melihat luka di perut Harimau itu. Fei  mencari cara untuk menolong nya. Dia menoleh ke kanan dan kiri. "Aduh di tengah hutan begini......apa yang bisa ku lakukan....oh aku tau." Kata Fei.  Kemudian dia mengambil sebuah healing potion dari tas nya dan langsung meyiramkan nya di luka Harimau itu. "Grooouuuuu........" Harimau itu mengerang kesakitan dan luka nya tetap menganga. "Ah tidak mempan.....aduh ga ada siapa2 lagi.....tahan ya...." Kata Fei sambil menutup luka nya dengan kedua tangan nya.  Harimau itu melihat Fei yang panik dan akhirnya merebahkan kepalanya. "Gruuuu....." Kata nya perlahan. "Maaf kan aku....aku tidak bisa menyelamatkan mu." Kata Fei sambil terus memegang luka nya yang masih


berdarah2. Harimau itu menaikkan kepalanya dan melihat Fei , dia seakan2 ternsenyum melihat Fei yang berusaha menyembuhkan nya. Kemudian kepalanya langsung jatuh ke tanah dan Harimau itu mati. Melihat Harimau itu sudah mati, Fei berlutut dan mengatupkan telapak nya di depan dada nya dan kepalanya menunduk. "Semoga kamu bahagia sekarang dan sekarang kamu sudah sembuh...." Kata nya dalam hati. Tiba2 dari balik Harimau itu muncul seekor Harimau kecil yang lucu. Harimau kecil itu menghampiri Fei dan diam sambil menempelkan badannya di badan Fei yang sedang berlutut. "Miaaaw....." Kata nya dengan suara seperti kucing. Fei pun menoleh dan mengangkat Harimau kecil itu. "Maaf ya aku tidak bisa menolong mama mu...." Kata Fei.  "Miaaaw.....miiaaw..." Jawab Harimau itu. Kemudian Fei berdiri sambil menggendong harimau itu. "Sekarang mari kita makam kan mama mu." Kata Fei.  Kemudian dia meletakkan Harimau kecil itu di tanah. Lalu dengan tinju nya dia membuat lubang besar di tanah yang kira2 sekuran dengan Harimau besar itu. Kemudian dia berjalan ke arah mayat Harimau itu dan mengangkat nya. Kemudian dia membawa mayat nya dan menaruh nya di dalam lubang. Setelah itu dia menutup lubang nya dan menaruh sebuah batu besar di atas nya. "Nah sudah....sekarang kamu sudah boleh pergi..." Kata Fei.  "Miaaw...miw...." Kata Harimau kecil

__ADS_1


itu yang berlari ke semak2. "Nah, sebaiknya aku juga keluar dari hutan ini dan menuju ibukota." Kata Fei. Kemudian dia melangkah melalui jalan setapak dan berjalan keluar hutan. Begitu sampai di pinggit hutan,


"Miaaw....miw....miw..." Terdengar suara di belakang nya. "Eh...." Fei pun menengok. Ternyata Harimau kecil itu mengikutinya. "Loh kamu ngapain.....tempat mu di hutan, kalau di luar sini berbahaya....sana hus hus." Kata Fei sambil berusaha mengusirnya. Harimau kecil itu pun diam saja. "Sudah ya...aku buru2." Kata Fei.  Dia pun langsung berbalik dan berjalan lagi. Harimau kecil itu tidak kembali ke hutan melainkan mengikuti Fei sampai ke ibukota. Sesampai nya di gerbang ibukota, "Wah semua sudah hancur....." Kata Fei.  Dia pun melangkah masuk dan berjalan sambil melihat sekeliling. "Sepertinya sudah tidak ada orang di sini........." Kata nya dalam hati. Kemudian dia berjalan menuju istana. "Oh dua orang yang waktu itu di istana masih hidup ga ya ?" Tanya Fei dalam hati. Kemudian dia bergegas menuju istana dan begitu sampai dia langsung masuk ke dalam. Fei langsung menuju ruang singgasana dan membuka pintunya. Begitu melihat ke dalam, dia menemukan dua tengkorak yang sedang bergandengan tangan. Sisa2 pakaian kedua tengkorak itu adalah seragam akademi yang sama seperti milik nya. "Mereka sudah tidak ada.....dan bergandengan tangan sampai akhir....ada juga manusia Eden seperti ini." Kata nya. Tiba2 "Praaaang...." Terdengar sebuah baju zirah yang di dirikan di depan ruangan jatuh. "Mrriiiiaawwww...." Kemudian terdengar suara raungan kecil. "Eh......masa sih..." Kata Fei.  Dia langsung berdiri dan berlari keluar singgasana. Ternyata Harimau kecil itu berada di samping baju zirah yang jatuh itu dan menciumi nya. "Hahaha...kamu benar2 bandel ya.....kamu mau ikut aku ?" Kata Fei sambil melihat Harimau kecil itu. "Mriiiaw......" Kata harimau itu dengan senang. "Baiklah....kamu ikut aku......hmm nama nya siapa ya........ah nama kamu mulai sekarang Saber ya." Kata Fei.  Harimau kecil itu bengong dan kemudian "Mriiiaw...miaaw....." Kata nya dengan senang. "Ayo Saber...ada satu tempat lagi yang mau aku kunjungi." Kata Fei sambil menggendong Saber naik ke bahu nya. Fei dan Saber langsung berjalan keluar

__ADS_1


istana dan menuju reruntuhan akademi. Dia langsung masuk ke dalam gua di bawah tanah tempat istana ayah nya berada. Setelah sampai dia langsung masuk ke dalam istana yang gelap dan tidak berpenghuni itu. Fei dan Saber pun mulai berkeliling memasuki ruang demi ruang di dalam istana itu, Kemudian dia turun


terdengar seperti ada sesuatu yang terbuka. Ruangan sel pun mulai bergetar dan dinding mulai terbuka. Ternyata di balik dinding itu ada sebua lorong dari besi seperti lorong pada pesawat Rona yang berada di gunung. "Hmmmm........" Kata Fei bergumam. Kemudian dengan perlahan dia masuk ke dalam dan menuruni tangga nya di ujung lorong. Kemudian dia sampai pada sebuah pintu dan di samping pintu itu ada sebuah konsol. Fei lansung mencoba menekan tombol yang berkedip di konsol itu. Pintu pun terbuka dengan sendirinya. Di dalam Fei melihat sebuah tabung besar dan sebuah konsol di depan nya. "Mriiiaw....." Kata Saber. "Kamu mau masuk....ok...aku juga penasaran." Kata Fei.  Kemudian mereka masuk dan berdiri di depan konsol. "Duh aku tidak mengerti fungsi konsol ini. Tapi tombol merah ini mirip sama yang berada di luar." Kata Fei.  Kemudian dengan perlahan dan ragu2, dia menekan tombol itu. Tabung pun terbuka. Tiba2 Saber melompat dari bahu Fei dan langsung masuk ke dalam tabung besar itu. "Saber......" Kata Fei kaget.

__ADS_1


Kemudian dia pun menyusul masuk ke dalam. Fei merasa takjub melihat tabung yang berteknologi canggih dan masih aktif itu. Tiba2 tabung menutup dan pijakan nya mulai turun. "Oh...ini lift rupanya........sama seperti di pesawat Sayako chan." Kata Fei.  Lift tabung terus turun ke bawah. Saber sudah melompat kembali ke bahu Fei.  Setelah 1 jam turun, lift mulai masuk ke dalam sebuah gua yang sangat besar dan bisa di lihat ada sebuah kota di bawah nya. Fei pun langsung melihat keluar, kemudian dia menoleh ke atas, ternyata di atas ada sebuah pesawat angksa luar yang sangat besar. "Ini pasti pesawat yang di ceritakan oleh Shiori dan Eiji ni ni." Kata nya dalam hati. "Mriaaw......" Kata Saber yang melompat turun dari pundak Fei dan berjalan ke pinggir. "Hati2 Saber.....kota ini....mungkin dulu demon tinggal di sini sama seperti yang di ceritakan Shiori...tapi kok kota ini seperti sewaktu aku di bumi dulu." Kata Fei sambil melihat ke bawah sambil terus turun. Setelah hampir 2 jam dia turun, akhirnya Fei sampai di dasar gua dan lift tabung masuk ke dalam sebuah bangunan. Setelah keluar lift dia langsung bekeliling di dalam bangunan itu. "Benar dugaan ku, yang membuat kota ini adalah manusia bumi yang kemudian ber evolusi menjadi demon."Kata nya sambil memandangi design di dalam ruangan tempat lift tabung berada. Tiba2 Saber berlari ke luar ruangan. "Saber......" Kata Fei yang langsung mengejar Saber.  Ketika keluar dari ruangan dia tiba di lobby bangunan itu. Di tengah2 nya ada sebuah patung pohon besar yang berdiri tegak dengan sebuah plakat dari besi yang berisi tulisan di bawah nya. Saber berhenti dan diam di depan pohon itu seakan2 memandangi pohon itu. Fei yang sudah menemukan Saber langsung mengangkat nya dan meletakkan Saber kembali di bahu nya. Kemudian dia membaca plakat besi di bawah patung pohon itu. "Pohon kehidupan dan pengetahuan......hmmm........aku bisa baca tulisannya." Kata Fei heran. Kemudian dia baru sadar kalau bahasa yang ada di plakat itu adalah


huruf alphabet  bahasa inggris yang dulu pernah dia pelajari sewaktu masih sekolah di bumi. "Hahaha......ternyata benar.....orang Bumi datang ke sini dan menjadi Demon.  Yuk Saber kita lihat2 di luar gedung ini." Kata Fei dengan ceria dan berbicara kepada Saber. "Mriiiaw......." Kata Saber sambil menempelkan kepalanya di wajah Fei.  Tangan Fei pun mengelus kepala Saber dan dia langsung melangkah keluar dari gedung untuk melihat2 kota peninggalan Demon.

__ADS_1


__ADS_2