
Suatu hari, pemancar yang terpasang di tembok menyala dan menangkap pergerakan hawa panas di balik dinding dengan jumlah yang cukup banyak. Para peneliti yang sedang meneliti gerbang dan tembok yang di
awasi oleh Hagel melaporkan hal itu. “Machina sama, ada pergerakan di balik tembok dengan jumlah yang lumayan besar. Ini data nya.” Kata Hagel yang melaporkan ke Machina dan memberikan data nya. “Baiklah, pantau terus dan siap2 tarik mundur dan evakuasi semua peneliti di sana dan kosongkan laboratorium
nya, begitu hawa panas mulai bergerak. Aku akan berbicara kepada Demon Lords.”
Kata Eiji kepada Hagel. “Baik, segera aku laksanakan.” Kata Hagel yang langsung mengerjakan nya. Eiji langsung mengumpulkan enam Demon Lord, Yuan, Valia, Cezka, Will, Jones dan Shiori di ruang pertemuan di dalam gedung pemerintahan. “Baru saja aku mendapat laporan dari Hagel, ada pergerakan dalam jumlah besar menuju gerbang di balik tembok. Diperkirakan sekitar dua bulan lagi mereka sampai ke gerbang di balik tembok, kalau mereka memang mau kesini. Silahkan melihat data di monitor.” Kata Eiji sambil menampilkan data nya di monitor. Di balik tembok terlihat ada dua benua besar dan banyak hawa panas tersebar di kedua benua itu berkumpul di satu tempat di benua kedua yang dipsahkan laut dari benua tempat gerbang. “Waduh,
sepertinya mereka sedang mengumpulkan pasukan untuk menuju ke sini. Semoga mereka cuma berkumpul saja.” Kata Yuan. “Iya, kita ga bisa tau jumlah nya brp, tapi melihat dari hawa panas yang menyatu terlihat cukup banyak. Semoga memang cuma berkumpul saja.” Kata Will. “Betul, mereka belum berjalan kesini. Masih
berkumpul. Tapi sekarang kita bisa melihat peta di balik tembok ya” Kata Valia. “Oh ini baru separuh, kita belum bisa mencapai keseluruhan. Ini hanya sementara.” Kata Eiji. “Berarti sebenarnya masih luas dong ni ni.” Kata Matt. “Ya, benua sebelah kita dan sedikit di sebelah nya sudah kelihatan menggunakan sonar yang kita pasang di tembok. Masih luas yang belum kita jelajahi.” Kata Eiji. “Tapi dulu kan ni ni sudah tau dong peta di bagian di balik tembok.” Kata Lori. “Ya, tapi tidak tau keseluruhan planet, yang tau semuanya cuma Sariel.”
Kata Eiji. “Maaf, aku memang tau tapi aku tidak ingat karena sudah lama sekali dan sudah pasti berubah karena setiap aku mengancurkan peradaban, peta nya berubah.” Kata Shiori. “Yah, tidak apa2 kan, yang penting kita sudah tau kalau mereka benar2 ada di sebelah sana. Kita di sini bisa bersiap2.” Kata Fei santai.
“Iya benar, dengan di ketahui mereka berkumpul saja kita sudah bisa mengantisipasi nya.” Kata Philia. “Tapi bagaimana dengan para petualang yang tersebar di sisi kita ? apa kita harus panggil mereka kembali.” Kata Cecil. “Sebaik nya begitu, kita panggil mereka kembali bagi yang jauh dan menjalankan misi yang dekat2 saja sampai ada pergerakan.” Kata Matt. “Persiapan kita sudah matang dan mereka bisa datang kapan pun mereka mau.” Kata Rona. “Iya benar, kita sudah siap, aku benar2 lega semua sudah di antisipasi.” Kata Valia. “Aku
akan memperketat jadwal pelatihan bela diri dan militer supaya kita lebih yakin dalam peperangan yang sepertinya akan terjadi.” Kata Yuan menambahkan. “Yuan ni san, aku ikut membantu.” Kata Fei. “Baiklah, tolong ya Feirus.” Kata Yuan. “Kalau mereka mengumpulkan kekuatan, di sini kita juga, aku mau mengontrol
pengembangan Doll dan Golem kita sama ni ni. Begini2 aku jago dalam mengoperasikan Doll, jadi nanti Ai nya kita percerdik lagi.” Kata Cecil dengan percaya diri. “Haha, iya aku tau kalau itu.” Kata Philia. “Tumben Chi chan dan Kei chan akur.” Kata Shiori. “Iya lah, kita sudah tidak berantem lagi.” Kata Philia. “Haha bagus2, berbagi Yuu kun yang adil ya.” Kata Shiori. “Diam Shiori….” Kata Cecil dan Philia kompak. “Km tuh memang bercanda melulu Shiori, lama2 aku marah loh.” Kata Eiji dalam bahasa jepang. “Iya Maaf.” Kata Shiori dalam bahasa jepang. “Baiklah, sekarang kita bubar dulu dan langsung melaksanakan tugas masing2, kita matangkan lagi persiapan kita seluruh nya.” Kata Matt. “Baik.” Jawab semuanya. Mereka langsung pergi meninggalkan ruang
pertemuan. Matt dan Fei langsung pergi ke Guild menemui Sab untuk memberikan kabar kepada para petualang yang tersebar. Cecil dan Lori menuju gedung militer bersama dengan Machina untuk mengecek AI dan memperbaharui nya. Philia dan Rona di bantu oleh Jones langsung menuju distrik perdagangan dan mengadakan pertemuan dengan Charlotte, Mabel, Franz dan Marianne untuk mempercepat produksi pangan dan persiapan pangan selama perang, juga obat2 an dan Potion yang pasti akan di perlukan nanti. Yuan dan Valia langsung mengkrontrol perguruan dan meningkatkan menu latihan mereka. Will dan Cezka mengadakan rapat dengan Lenton dan Rude juga Evan, ** dan Hagel dalam pengembangan militer dan akademi sekaligus menginfokan keadaan terkini yaitu soal pergerakan. Mereka juga di bantu oleh Shiori. Untuk pertama
kalinya dalam lima tahun, pulau menjadi sibuk karena persiapan menyambut Eden yang berkumpul di balik dinding. Beberapa hari kemudian, alat pemindai yang di pasang di tembok berbunyi. Hagel berserta ilmuwan lainnya langsung mengecek nya. Ada sebagian hawa panas yang bergerak menuju gerbang. Karena sudah di
__ADS_1
arahkan oleh Machina, Hagel langsung mengosongkan laboratorium yang berada dekat gerbang dan kembali ke pulau. Alat2 yang ada di sana berikut lab nya di selubungi dengan pelindung kecil. Beberapa hari kemudian, gerbang terbuka sedikit dan masuk lah orang2 yang memakai jubah hitam, mereka membawa sebuah kereta yang bentuk nya aneh seperti chariot jaman romawi tapi lebih panjang dan di tarik Chimaera. Jumlah mereka sekitar sepuluh orang. “Hmm sepertinya mereka anggota ekspedisi, sepertinya tujuan mereka adalah memastikan keadaan di area ini.” Kata Eiji. “Hmm binatang itu, kami pernah melawan nya di dungeon, tapi
waktu itu sudah mati dan di jadikan undead.” Kata Fei. “Oh namanya war chimaera, di tempat mereka tidak ada kuda, maka mereka menciptakan hewan itu.” Kata Eiji. “Keretanya pun aneh, tidak seperti Chariot jaman Romawi di bumi.” Kata Lori. “Jadi bagaimana ni ni, apa kita hajar mereka ?” Kata Matt. “Sementara kita amati dulu.” Kata Eiji. Kemudian, orang2 berjubah itu berhasil keluar hutan dan kemudian terus berjalan melewati mereka. Jones dan petugas di anjungan terus mengamati mereka. Rona juga ada di situ menemani Jones. “Kalau melihat arah mereka pergi, mereka menuju bekas ibukota kekaisaran.” Kata Jones. “Iya benar, mungkin mereka kaget karena ibukotanya sudah hilang.” Kata Rona. “Tapi coba aku cek…….oh tidak, di daerah itu ada sawah dan ada beberapa rumah yang masih ada penghuni nya. Ronanta chan tolong info Matthew oni san, cepat ya.” Kata Jones. Rona langsung keluar anjungan dan naik ke atas, kemudian dia langsung ke ruang pertemuan dimana Matt dan lainnya ada di sana. “Dai kun, coba lihat monitor, di daerah bekas ibukota kekaisaran masih ada sawah dan beberapa rumah penduduk dan tim ekpedisi Eden menuju kesana.” Kata Rona. “Lihat ke monitor semuanya. Jones tolong tampilkan.” Tambah nya. “Oh tidak, bisa ga kita menyusul mereka ?” kata Matt. “Sepertinya sudah terlambat, kita tidak akan sempat.” Kata Will. “Tapi masa kita biarkan saja ?” Kata Fei sambil berdiri.”Tenang dulu, kalau kita keluar sekarang takut nya posisi kita di ketahui mereka dan sasaran mereka pasti mengarah ke kita. Kita akan tetap kirim Doll kesana.” Kata Eiji. Kemudian dia menekan beberapa tombol di meja pertemuan dan meluncurlah satu grup pasukan Doll menuju ke arah bekas ibukota. “Apa pakai Doll saja cukup untuk mengalahkan mereka ?” Kata Cecil. “Aku ga yakin sih, tapi
ini maksimal yang bisa kita lakukan kali ini.” Kata Eiji. Mereka semua focus melihat monitor. Orang2 berjubah hitam sudah sampai dan bertemu dengan para petani yang masih di sana. Tanpa banyak bicara, dua dari orang berjubah hitam, membuka jubah nya dan langsung membunuh dua petani itu dan sisanya langsung
masuk ke rumah dan menyeret keluar beberapa wanita dan anak2. Yang pria semua mereka bunuh di tempat. Kedua orang yang membuka jubah nya membawa masuk satu orang elf wanita ke dalam rumah. Tawanan mereka kira2 berjumlah lima belas orang yang kesemuanya wanita dan anak2. “Mereka kejam sekali, aku
benar2 marah.” Kata Fei. “Kalau saja bisa teleportasi kesana pasti mudah ya.” Kata Lori sambil memandangi cermin teleportasi yang sudah tidak berfungsi. “Mana sini Shinju chan, aku lihat……ini bisa di gunakan..sebenatar.” Kata Eiji setelah melihat cermin Lori. “Apa yang km lakukan ni ni ?” Kata Lori. “Aku memasukkan peta baru kedalam cermin ini. Sebentar.” Kata Eiji.
Eiji pun menekan beberapa tombol dan memasang sebuah kabel di cermin itu. Terdengar bunyi mesin berputar dari cermin itu. “Nah sudah siap, cepat kalian teleport ke sana.” Kata Eiji. “Kei dan chi belum datang ke sini.” Kata Lori. “Tidak ada waktu lagi, kalian saja ber empat pergi, sampai pasukan Doll datang. Cepat.”
Kata Eiji. “Baiklah ni ni, kami pergi.” Kata Matt. Kemudian, Matt, Fei , Lori dan Rona pun teleport dan langsung tiba di belakang kereta Chariot panjang itu. Tanpa pikir panjang Fei langsung maju menyerang Chimaera itu dan membunuh nya dengan mudah. Matt dan Lori langsung menuju orang2 berjubah yang menunggu di
ikat. Kemudian Fei dan Matt masuk kedalam rumah yang dimasuki kedua orang itu. Matt dan Fei
pun mendadak marah besar karena kedua orang itu sedang memperkosa elf wanita dalam keadaan sudah mati. “Bajingan….” Fei langsung maju dan menghantam satu orang itu dari belakang dan langsung membunuh nya. Matt pun ikut maju dan menyerang orang yang satunya dan meringkus nya. “Siapa kalian, berani sekali km memukulku.” Kata satu orang yang masih hidup. “Kamu tidak perlu tau, apa yang km perbuat di sini.” Kata Matt marah. “Hah, aku menikmati makhluk rendahan apa salah nya, aku utusan dewa yang datang menghakimi kalian.” Kata orang itu dengan wajah bengis. “Kenapa kau bunuh wanita ini.” Kata Fei. “Yah dia ga tau di untung, harusnya dia bangga melayani kami, bukannya berontak, ketika perut
nya di tusuk pedang baru dia meronta ronta dan menikmati sampai akhir hidupnya hahahaha.” Kata orang itu sambil tertawa puas dengan wajah bengis nya. “Jahanam….” Fei langsung memukul kepalanya dan kepalanya orang itu hancur. Fei yang geram terus memukuli badan orang itu sekalipun kepalanya sudah hancur. “Yuu tenang, dia sudah berantakan…..aku mengerti perasaan mu, kalau km tidak bertindak, aku pasti bertindak, sekarang tenang.” Kata Matt sambil memegang pundak Fei. Kemudian Fei yang sudah tenang mengambil selimut dan menutupi jasad elf wanita itu yang isi perut nya keluar. “Dai kun…Yuu kun, kalian tidak apa2 ? kalian berlumuran darah.” kata Lori melihat Matt dan Fei keluar penuh darah dengan wajah mual dan terlihat marah sekali. “Tidak apa2 Shinju, km jangan masuk ke dalam.” Kata Matt singkat dengan suara yang bergetar karena menahan emosi. “Baik….” Kata Lori yang baru melihat suaminya marah seperti ini. “Dai kun, Yuu kun, Shinju chan, sini lihat, mereka bukan manusia.” Kata Rona sambil membuka jubah seorang dari kumpulan itu yang berjaga di luar dan sudah mati. “Wujud nya seperti Goblin, tapi tingginya seperti manusia, sebaik nya kita bawa satu jasad untuk di teliti.” Kata Matt. Tak lama kemudian, pasukan Doll pun datang, mereka membawa dua jasad orang berjubah hitam pulang ke pulau. “Baiklah, ayo kita pergi dari sini.” Kata Matt. Lori mengeluarkan cermin nya dan dengan membawa semua tawanan yang sudah di bebaskan langsung menggunakan teleportasi ke alun2 kota. Matt dan Fei langsung menuju gedung pemerintahan tanpa berkata
apa2. Mereka benar2 menyaksikan kejadian yang tidak pernah di bayangkan. Di dalam mereka bertemu Eiji. “Ni ni gimana kalau kita maju saja langsung bantai mereka semua.” Kata Fei penuh emosi. “Kita tidak bisa melakukan itu.” Kata Eiji yang sudah tau keganasan Eden. “Apa yang terjadi ?” tanya lagi. “Begini ni ni,
kekejaman mereka benar2 di luar nalar.” Kata Matt yang kemudian menceritakan kejadian nya. “Ya itulah masyarakat Eden, aku mengerti perasaan kalian Dai, Yuu. Tapi kita tidak bisa ke sana.” Kata Eiji. “Kalau tidak bisa, gimana kalau gerbang nya kita hancurkan saja jadi mereka ga kesini lagi ni ni.” Kata Fei. “Hmm kalau memang bisa di hancurkan, aku dan Shiori sudah melakukan nya sejak dulu. Sayang nya hal itu tidak mungikin. Tapi kita bisa menutup nya permanen.” Kata Eiji. “Kalau begitu kita tutup permanen saja ni ni.” Kata Matt. “Kekuatan ku dan Shiori tidak cukup untuk menutup nya. Aku akan menganalisa lagi. Beri aku waktu. Saat ini kalian penuh emosi, jangan sampai bertindak gegabah, tenang dulu dan beristirahat dulu.” Kata Eiji. Fei dan Matt pun terdiam. “Baik ni ni.” Jawab Keduanya. Kemudian mereka pun keluar gedung dengan perasaan yang galau. Lori, Philia dan Cecil menunggu mereka di ujung tangga. “Dai kun, maaf, sebenarnya ada apa tadi, tolong cerita kepadaku.” Kata Lori yang cemas melihat Matt. “Nanti di rumah aku ceritakan.” Kata Matt. Fei terlihat masih kesal dan berjalan terus, Philia dan Cecil yang di lewati nya saling menoleh dan akhirnya mengikutinya dari belakang. Matt pun mengajak Lori ke rumah nya, setelah membersihkan diri, Matt menceritakan kejadian yang terjadi di dalam kepada Lori. “Astaga, hal seperti itu…….benar2 keterlaluan.
__ADS_1
Maaf aku ga menyadari nya.” Kata Lori terkejut, kemudian dia mendekati Matt dan memeluk nya. “Ya, aku bena2 tidak bisa memaafkan nya, terus terang baru kali ini aku melihat tragedi seperti ini.” Kata Matt sambil mengepalkan tangan nya penuh emosi. “Yuu juga sama kayak aku, dia juga geram sampai menghancurkan kepala orang bengis itu dengan tangan nya ketika lagi tertawa.” Kata Matt. “Ya, aku ga bisa salahkan Yuu, manusia seperti itu tidak bisa di biarkan hidup.” Kata Lori. “Dulu di bumi pun sering ada berita seperti ini, tapi pelakunya langsung di hukum kan dan di hukum mati. Coba bayangkan kalau satu peradaban semua seperti
itu.” Kata Matt. “Musuh kita kali ini lebih kejam dari Evil God, Dai kun.” Kata Lori. “Aku sudah minta sama ni ni supaya kita hancurkan saja gerbangnya, tapi kata ni ni kalau memang bisa dari dulu dia dan Shiori sudah menghancurkan nya. Tapi kata ni ni kita bisa menyegel nya dan menutup nya selama2 nya.” Kata Matt.
“Iya besok kita tanya ni ni lagi, sekarang km istirahat dulu , aku temani.” Kata Lori sambil bersender di dada Matt. “Terimah kasih Shinju…” Kata Matt sambil memeluk Lori. Keesokan hari nya, Matt dan Lori mengundang Eiji, Shiori, Fei, Philia, Cecil dan Rona ke rumah nya untuk diskusi. “Maaf memanggil kalian ke sini, aku benar2 ingin bicara antara kita saja.” Kata Matt. “Aku mengerti Dai, Shinju, ini pasti mengenai hal kemarin kan ?” Kata Eiji. “Sebelum nya maaf, sekarang kita bicara pakai bahasa jepang saja, biar aman.” Kata Lori dalam
bahasa Jepang (nb: Semua perrcakapan di dalam rumah memakai bahasa Jepang) “Kalau begitu langsung saja, Aku dan Yuu sudah menyaksikan langsung di depan mata kami, kekejaman Eden dan pola pikir mereka. Dalam keadaan tertangkap saja masih, mereka masih sombong, mengaku utusan Dewa, dan yang paling parah adalah bangga dengan apa yang mereka lakukan dengan hidup orang lain.” Kata Matt.
“Yap, memang seperti itu mereka, kekejaman mereka tidak bisa di ukur sama akal kita. Bayangkan ada serial Killer atau Psycho seperti di bumi, yang berkembang biak di sini menjadi satu peradaban yang Psycho.” Kata Shiori kesal. “Aku mengerti sekarang kenapa Shiori menghancurkan peradaban mereka dulu, karena aku pun sekarang sangat ingin menghancurkan mereka. Kalau menurut ku, kita menutup gerbang itu hanya mengulur waktu, kalau saja bisa, aku ingin ke balik tembok dan membumi haguskan semuanya.” Kata Fei dengan
emosi. “Yuu kun, aku tau km marah, kita semalam sudah bahas kan? Kita tidak bisa bertindak gegabah, kenapa, karena peradaban sekarang tergantung pada kita.” Kata Philia. “Iya Yuu kun, aku sepemikiran sama Kei chan, kamu lihat semalam ketika aku mendengar ceritamu, aku langsung berdiri mau keluar untuk
meghajar mereka. Km dan Kei chan mencegah ku kan. Kita semua di sini sama.” Kata Cecil. “Aku juga sudah dengar ceritanya dari Shinju chan semalam, aku dan Jones pun geram.” Kata Rona. “Saat ini yang kita bisa adalah menutup gerbang, tapi untuk itu aku membutuhkan bantuan kalian.” Kata Eiji. “Bagaimana caranya ni ni ?” Kata Lori. “Kalian kan pernah berlatih diruang dimensi lain di pagoda, apa yang kalian tau tentang
dimensi itu ?” Kata Eiji. “Oh didalam hanya ada satu rumah dan padang rumput yang sangat luas dan tidak ada ujungnya.” Kata Philia. “Betul, jadi kalau gerbang nya kita pindahkan ke sana bagaimana ? Mereka kalau menyebrang pun akan masuk ke dimensi itu.” Kata Eiji. “Maksud ni ni kita pindahkan gerbang nya ?
bagaimana caranya ?” Kata Fei. “Betul, dimensi itu berada di antara ruang dan waktu, makanya waktu di sana berjalan lebih cepat dari seharusnya bukan nya malah berhenti. Kalian lihat lah batu persegi delapan ini.” Kata Eiji sambil mengeluarkan sebuah batu dari kantong nya. “Ini batu apa ni ni ?” Kata Rona. “Ini adalah batu yang di pasang di lantai paling atas pagoda. Batu ini terbuat dari meteor yang jatuh berjuta2 tahun yang lalu.
Aku membuat tiruannya dari aslinya yang masih ada di pagoda. Fungsi batu ini sebagai portal yang di pasang di atas pintu masuk.” Kata Eiji. “Oh aku mengerti, kita akan memasang batu ini di gerbang ya ni ni.” Kata Cecil. “Hampir tepat, aku berencana mengurung gerbang di sebuah bangunan yang terbuat dari batu meteor ini. Dan untuk mendapatkan batu dalam jumlah besar aku butuh bantuan kalian.” Kata Eiji. “Apa yang harus kami lakukan ni ni ?” Tanya Matt. “Pergilah ke pulau yang terletak di laut sebelah barat bekas ibukota Kekaisaran.
Pulau itu keseluruhan nya adalah meteor yang jatuh di laut. Di sana ada penjaganya, seekor monster kuno berbentuk ular panjang bernama Leviathan.” Kata Eiji. “Baiklah ni ni, kami akan kesana, sekarang juga kami berangkat.” Kata Matt. “Hei tunggu dulu, kalian jangan melawan Leviathan, aku butuh bantuan kalian bukan karena mau melawan Leviathan, tapi berbicara dengan nya. Kalian menguasai aliran chi paling kuat di dunia. Mungkin dia membiarkan kalian lewat.” Kata Eiji. “Oh kami kira harus membunuh nya, ni ni dan Shiori ikut juga
?” Kata Lori. “Kami tidak bisa ikut karena ada masalah dulu, kalian saja yang pergi ber enam.” Kata Eiji. “Memang dulu ada masalah apa ni ni?” Tanya Philia. “Umm rada lucu sih masalah nya. Sewaktu habis mendorong pasukan Eden kembali ke gerbang, aku dan Shiori pergi ke pulau itu, kita sedang mencari tempat tenang, tanpa di sengaja Shiori membakar ekor dia karena di sangka kayu bakar. Akhirnya aku mati2an minta maaf padanya setelah dia bertempur lawan Shiori.” Kata Eiji sambil menutup mata dengan tangan nya. “Hahaha memang Shiori, selalu saja bikin repot ni ni.” Kata Rona. “Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu ni ni.” Kata Matt. Mereka langsung keluar dari rumah dan menuju pelabuhan.
__ADS_1