The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 13,5 The Astorian Village


__ADS_3

Di istana, mereka langsung menghadap Raja Vanadis IX di singgasana.


Mereka mengutarakan maksud dan niat mereka ke pada Raja.


“Hmm begitu ya, baiklah, aku menyetujui keputusan kalian dan akan tetap


meninggalkan daerah yang kalian tunjuk kemarin sebagai tanah kalian. Disana


bekas the astorian empire dan sebetul nya bukan termasuk wilayah kerajaan ini,


kami hanya mengawasi dan menjaga daerah itu karena warisan sejarah. Sekarang km


bisa dengan tenang melepas daerah itu kepada kalian. Kami dari kerajaan Vanadis


tidak akan mengganggu kalian lagi dan merestui kalian sebagai pemilik dan


penguasa daerah bekas astorian empire. Gelar kalian di Kerajaan  ini tidak di cabut dan kalian tetap di


nobatkan sebagai Viscount dan untuk kalian di sediakan rumah di ibukota atas


nama Viscount Astoria, jadi kalian bisa kembali kapan saja ke Kerajaan ini. Dan


untuk jasa kalian terimalah sejumlah uang hadiah. Selamat jalan para Pejuang ku


yang gagah berani, Sampai jumpa lagi dan sukses selalu.” Raja Vanadis IX


berkata kepada Matt dan lainnya di dampingi oleh Princess Valia yang tersenyum.


“Terima kasih yang mulia, kami menerima pemberian yang mulia.” Matt dan lainnya


menjawab. Lalu Princess Valia maju dan memberikan mereka nampan berisi uang


yang cukup banyak dan lambang kerajaan sebagai tanda kalau mereka sudah


mendapat gelar Viscount. Mereka pun keluar dari singgasana dan keluar dari

__ADS_1


istana. “Baiklah, untuk saat ini sebaiknya kita pulang.” Matt berkata kepada


lainnya. “Ayo, semuanya mendekat, aku langsung teleport saja ke rumah.” Kata


Lori sambil memegang cerminnya. Mereka pun langsung menghilang dan sampai di


rumah. Begitu sampai di rumah, Philia, Lori dan Rona langsung pergi lagi ke


pesawat untuk mengambil sebuah alat peninggalan ras Dragonian kuno yang bisa


membuat selubung dan penghalang ( Barrier ) untuk suatu daerah yang biasanya di


gunakan di pesawat induk, bentuk alat itu seperti kapsul  berbentuk tabung dari logam yang tingginya


kira2 limapuluh centimeter dan lebarnya sekitar dua puluh lima cm dengan alas


berbentuk ligkaran. Ada layar digital dengan tulisan kuno bebentuk  di atas tombol untuk menyalakan nya. Fei dan Matt juga langsung berburu dan mengumpulkan bahan makanan, sedangkan Cecil


pergi  naik ke bukit makam untuk membersihkan makam orang tuanya.


Rona menyalakan alat yang di ambil nya tadi, dan langsung menciptakan selubung


juga penghalang dengan radius dua kilometer melewati jurang. Jika di lihat dari


udara dan dari luar barrier itu, maka daerah itu adalah hutan belantara dan


tidak ada kehidupan. Dengan bantuan alat itu, rumah Fei dan bukit makam di


belakang nya menjadi seperti terpisah dari dunia. Hanya burung yang bisa


melewati daerah itu tanpa mengganggu. “Besok kita ke kota Azer untuk membeli


beberapa perlengkapan dan bahan2 untuk membangun rumah ini. Karena kita akan


lama tinggal di sini, sebaiknya kita membangun sendiri rumah kita.” Kata Matt

__ADS_1


kepada lainnya. “Baik” Semuanya menjawab.  Cecil dan Fei keluar rumah dan duduk di teras “Ga


nyangka ya Fei nii, kita jadi tinggal di sini lagi, bedanya sekarang kita


sendiri….desa pun sudah tidak ada.” Cecil berkata sambil mengenang masa lalu.


“Iya, memang disini rumah kita, tapi sekarang kita di sini ramai tidak seperti


waktu kita cuma bermain berdua.” Fei menambahkan.  “Hehe iya….” Cecil berkata sambil menghapus


air mata nya karena terkenang masa lalu nya.  Philia pun keluar membawa papan nama. “Apa itu


Philia ne ?” Tanya Cecil. “Ini papan nama desa yg sudah hancur, aku mau pasang


lagi di gerbang desa.” Kata Philia. “Apa tulisannya ?” Tanya Cecil lagi.


“Ini….” Philia menunjukkan papan nya. Tulisannya adalah The Astorian Village.


“Woaah kita mau bikin kerajaan lagi ya ?” Cecil bersemangat. “Haha tidak, ini cuma


sebagai tanda saja.” Kata Philia. “Wah boleh juga tuh, sini aku bantu pasang


nya.”  Kata Lori yang baru keluar dari


rumah. “Sekalian aja kita jadikan kekaisaran baru, The New Astorian Empire.”


Tambahnya. “Haha Lori ne  memang ga ada


yang ngalahin, trus kita ber enam demon lord nya ya.” Cecil menambahkan. “Yah


suatu saat bisa terjadi, tapi yang penting saat ini kita hidup tenang dan


damai.” Kata Matt menambahkan. Mereka pun bersama2 memasang papan itu di


gerbang desa yang sudah hancur.

__ADS_1


__ADS_2