The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 48 New enemy, Eden civilization


__ADS_3

“Jones, kira2 berapa lama kita sampai di Xenobia.” Tanya Matt. “dua minggu kita sudah sampai.” Kata Jones. “Baiklah, kita harus cepat, sebab kita tidak tau kapan Eden akan datang.” Kata Matt. “Iya Dai, tapi tenang saja, satelit kita pasti mendeteksi pergerakan sekecil apapun.” Kata Eiji. “Iya ni ni, aku yakin kok kalau soal itu. Hanya saja, gatal rasanya kalau ada yang belum tuntas.” Kata Matt. “Loh, Shiori chan kemana  ni ni ?” Kata Rona. “Dia lagi ke gereja katanya, dia mau mencoba mencari jemaat, sebab kekuatan ras Celestial itu berasal dari doa manusia.” Kata Eiji. “Hoo aku baru tau tuh, pantas dia minta di dirikan gereja, tapi kenapa ga kuil ya ?” Kata Matt. “Yah dia bilang sih, masa malaikat di kuil haha, yah nama nya juga Shiori.” Kata Eiji. “Haha, dia memang ga berubah ya ni ni.” Kata Matt. “Tapi terus terang Dai, Saya, aku sendiri kaget, kalian semua bisa ke dunia ini. Kalau aku karena sakit sehinggal meninggal, tapi kalian di panggil ke sini, dan oleh peradaban sebelum aku datang yang jarak nya sangat jauh sehingga sudah tidak ada catatan apapun yang tertinggal.” Kata Eiji. “Iya ni ni, aku juga sendiri aneh, jujur saja, semenjak datang ke pemakaman ni ni, tidak terbesit sama sekali kalau aku bakal ketemu ni ni lagi.” Kata Matt. “Aku juga sama ni ni, semua ini sulit di percaya, tapi ada


satu yang misterius, siapa yang memberi kekuatan kepada Shiori chan.” Kata Rona. “Itulah misteri nya, semenjak kembali bertemu dengan Shiori dan mendengar ceritanya, aku jadi percaya dengan Tuhan, padahal waktu masih hidup di bumi aku sama sekali ga percaya.” Kata Eiji. “Iya betul, aku juga yakin kita semua bisa


berkumpul lagi bertemu, seperti sewaktu kita sama2 bermain di taman dekat komplek rumah kita dan ni ni yang menemani kami semua, pasti ada suatu rencana besar di balik ini.” Kata Matt. “Haha km masih ingat ya Dai” Kata Eiji. “Masih dong, aku dan Yuu berantem, ni ni coba misahin kita malah kena pukul dan Shinju terus


marah2 sementara yang lain cuma nonton haha.” Kata Matt. “Haha iya, Saya dan Kei nangis, Shiori berusaha menghibur dan chi langsung menghajar Yuu.” Kata Eiji. “Emang waktu itu aku nangis ya ni ni, aku lupa sih haha.” Kata Rona. “Iya, dan Kei yang melihat km nangis ikutan nangis juga hahah.” Kata Eiji. “Yah, aku sangat bersyukur, ketemu lagi dengan Shiori chan dan ni ni. Dan kali ini sepertinya kita semua selamanya bersama nih.” Kata Matt. “Oh iya, aku heran, kalian terlihat lebih dewasa ya, sekarang semua sudah di umur brp ?”


Kata Eiji. “Oh iya, aku dan Shinju umur dua puluh tiga tahun. Yuu dan Kei umur dua puluh dua. Chi umur dua puluh satu dan Saya umur delapan belas. Kalau di Jepang kita udah kerja ni ni.” Kata Matt. “Tapi ni ni dan Shiori chan terlihat masih berumur enam belas tahun ya, ni ni masih sama seperti waktu meninggal, sedangkan Shiori ga berubah sama sekali.” Kata Rona. “Iya aku memang membuat tubuh ku sesuai dengan sewaktu aku meninggal, sebenarnya sewaktu aku melihat Shiori pertama kali aku sudah berumur tiga puluh tujuh. Aku membuat tubuh ku seperti itu dengan harapan Shiori mengenaliku, dan pertama kali dia sadar


langsung memanggil aku ni ni.” Kata Eiji. “Wah, sebelum nya ni ni sudah dewasa dong, sudah menikah belum ni ni waktu itu ?” Kata Matt. “Belooom, di bumi dan di sini ya belom hiks. Aku dengar Shiori cerita soal kalian, bikin aku sedih…….dulu Shiori nempel mulu sih, walau sudah tidak tinggal bareng, dia terus saja mengunjungi ku, sampai tidak ada wanita mau dekat dengan aku hik hik.” Kata Eiji murung. “Oh, ya sudah sama Shiori saja ni ni, kan sekarang sudah bukan adik kakak lagi, lagipula ga ada hukum sekarang hehe.” Kata Rona.

__ADS_1


“Huuu mana bisa, tapi ga tau lah nanti.” Kata Eiji murung. “Hei lihat, ada hover bike yang keluar. Feirus oni chan dan Philiandra one chan, mau kemana mereka ?” Kata Jones memotong pembicaraan. “Yuu, mau kemana dia ?” Tanya  Eiji. “Mungkin dia mau berburu, di depan kita hutan dan langsung menembus ke pantai.” Kata Matt. “Lihat, aku rasa tidak mungkin berburu. Shiori dan Chi chan menyusul di belakang mereka.” Kata Eiji.


“Coba lihat lebih kedepan….zoom di pantai” Kata Matt. Jones pun mendekatkan pandangan di monitor. “Matthew oni chan, di pantai ada banyak perahu dan perkemahan, sepertinya Feirus oni chan dan lainnya menuju kesana.” Kata Jones. “Aku tanya Shiori.” Kata Eiji. Kemudian Eiji terdiam dan tangan nya memegang dahi nya. “Shiori…Shiori….ada apa ? Kenapa kalian keluar.”Ni ni ya, aku tadi medeteksi ada kehidupan di pinggir pantai, aku minta Yuu mengecek ke sana, Kei,  dan Chi chan pun ikut. Tidak usah khawatir, aku sudah melihat mereka jarak jauh, sepertinya mereka bukan penduduk Eden, hanya saja kata Yuu tadi lambang di kapal mereka adalah lambang Xenobia.” Kata Shiori menjelaskan. “Hmm mungkin mereka pelarian dari sana, ada berapa orang di sana ?” Kata Eiji. “Sekitar lima puluh orang dari berbagai ras, oh ya ada satu yang DNA nya mirip dengan Mabel.  Shinju chan sedang ke tempat kalian dari gereja.” Kata Shiori. “Ya sudah, hati2 dan jangan gegabah.” Kata Eiji. “Baik ni ni.” Kata Shiori. Tak lama kemudian Lori pun datang. ”Dai kun, Saya chan, ni ni, aku bawa analisa dari Shiori chan, dia bilang di pantai ada seseorang yang kemungkinan kerabat nya Mabel. Tadi aku dan Mabel di gereja soalnya.” Kata Lori yang baru masuk dan melaporkan. “Oh iya, aku baru kontak Shiori, katanya km ke sini.” Kata Eiji. “Iya ni ni, ini aku bawa kertas di suruh kasih ke ni ni kata Shiori.” Kata Lori sambil menyerahkan kertas nya kepada Eiji.  “Hmm lima puluh orang ya, yah biarkan Yuu dan lainnya yang mengurus.” Kata Eiji. “Kenapa memang nya ni ni ? apa isi kertas nya ?” Tanya Matt. “Ada dua orang


dari sekte menyusup, tapi kurasa Yuu saja sudah cukup mengatasi mereka.” Kata Eiji. “Iya, Yuu kun saja cukup apalagi ada Kei chan dan Chi chan juga.” Kata Rona. Mereka pun terus memeperhatikan monitor. Sementara, Fei , Philia, Cecil dan Shiori menuju pantai. “Shiori chan, km kan angel ya, dan km bilang sewaktu menyamar jadi demon, km di sebut Fallen Angel dan mempunyai keturunan. Berarti km nenek ku dong ya.” Kata Cecil. “Teknis nya iya, tapi aku ga sudi.” Kata Shiori. “Haha Shiori ba can…..” Kata Cecil meledek.”Siapa ba can…” kata Shiori yang langsung terbang di atas Cecil dan menomplok nya. Tak lama kemudian mereka sampai di pantai dan mendarat agak jauh. Mereka mengamati situasi perkemahan dari dalam hutan. “Yuu kun, lihat dua orang pria bertubuh besar yang duduk di kejauhan dan tidak membaur itu ? Mereka berasal dari Eden, sepertinya mereka petualang dan anggota sekte kalau dilihat dari tato di tangan nya, yang lainnya sama dengan kita.” Kata Shiori. “Ok kita waspadai mereka.” Kata Fei.   “Hmm semuanya terdiri dari penduduk biasa, pedagang, petualang dan budak. Bagaimana kalau kita hampiri ?” Kata Philia. “Sepertinya kedua orang Eden itu pimpinan mereka, apa tujuan mereka ke sini ya ?” Tanya Cecil. “Kemungkinan besar memang menuju gerbang, karena kedua orang itu yang memimpin. Lihat, banyak sekali barang pedagang, bahan makanan, senjata2. Seperti siap pindah.” Kata Shiori. “Ada kemungkinan, tapi kita bisa bereskan kedua orang itu.” Kata Fei.  “Hati2, kita tidak tau apa mereka memihak kedua orang itu atau tidak, kalau tidak takutnya malah membahayakan yang lain, ingat ada kerabat Mabel san di sana.” Kata Philia. “Kalau begitu coba aku mendekat, tenang saja aku akan menghilang. Kalian dengarkan lewat alat komunikasi yang aku aktifkan” Kata Shiori. “Ok tolong ya Shiori chan.” Kata Fei.  Shiori langsung mendekati kedua orang itu dan mendengarkan pembicaraan mereka. “Hei, ekspedisi Pangeran Edgar belum ada kabar ya, langit tiba2 menjadi terang. Apa kita sudah menang ?” Kata satu orang yang bekepala botak berbadan besar. “Hah pastilah menang, siapa yang bisa mengalahkan kita, mahkluk2 rendahan ini tidak punya kesempatan. Yang penting rencana kita lancar iya kan.” Kata orang satunya yang kurus dan berambut cepak. “Pelan2 kalau kedengaran gimana, tapi ga masalah juga sih, kita memang mau


habisi mereka semua dan membawakan persediaan untuk Pangeran Edgar. Kita berdua cukup, semuanya hanya serangga hehe.” Kata si Botak. “Hehe iya, aku ingin sekali main dengan budak2 Elf itu, cantik2, sayang juga kalau langsung di berikan kepada pasukan utama. Bagaimana kalau kita nikmati dulu.” Kata si kurus


Shiori yang muncul di hadapan kedua orang itu sambil terbang. Keduanya langsung bangkit dan mencabut pedang mereka. “Siapa km ? Makhluk apa km ?” Kata si kurus. “Aku  ? aku adalah pembela kebenaran, dengan kekuatan bintang aku menghukum mu. “ Kata Shiori bercanda sambil menirukan gaya salah satu tokoh anime kesukaan nya. “Aku tau dia ini apa, di kitab di tulis, mahkluk durjana yang menghancurkan segalanya, God of


Destruction Calamity.” Kata si kurus. “Oh iya ya, aku pernah di panggil dengan nama itu hehe lupa.” Kata Shiori yang masih bercanda. “Wah kita beruntung nih, kalau dia kita tangkap bisa dapat hadiah besar hehe.” Kata si Botak. “Haha benar2, kita tangkap saja.” Kata si Kurus. “Hah memang manusia bertotak pendek. Lihat kebelakang kalian.” Kata Shiori sambil menunjuk ke belakang mereka. Fei dan lainnya sudah berdiri di belakang mereka. “Wah ada banyak teman nya. Mereka terlihat lemah, wah wanita2nya boleh nih, puas nih kita iya ga.” Kata si Kurus. “Hehe iya. Aku maju.” Kata si botak. Baru melangkah maju, Fei langsung berada

__ADS_1


di depannya dan memukul si botak sampai mundur. “Uhh kurang ajar…..boleh juga nih.” Kata si Botak sambil langsung maju menyerang Fei dengan pedang nya. Fei menghindar dengan mudah dan mempermaikan nya. Sementara si kurus mendekati Philia dan Cecil. “Hei manis, kita main saja, aku akan memperkosa mu setelah km sekarat heheh.” Kata si Kurus kepada Philia. “Coba saja…” Kata Cecil yang langsung maju menendang si kurus. Cecil pun terus menyerang dan si kurus pun terdesak. “Ah mudah, km bukan lawan yang pantas buat ku.” Kata Cecil. “Kurang ajar wanita ini, aku akan cincang km dan mayat mu akan di gilir.” Kata si kurus yang geram di permainkan Cecil dan langsung menyerang. “Haah ga kapok ya, nih makan.” Cecil menendang sekuat tenaga dan si kurus terpental jauh. Si Botak menengok melihat temannya terpental. “Hei, jangan lihat yang lain.” Kata Fei sambil langsung meninju perut si botak dan langsung terpental menyusul si kurus. “Ah gampang.” Kata Fei.  Kemudian Fei , Philia dan Cecil berkumpul lagi. “Hati2 belum selesai.” Kata Shiori. Kedua orang Eden itu pun bangkit dan berjalan maju. “Kalian pikir kalian menang, kurang ajar, rasakan kekuatan km.” Kata si Botak. Mereka kemudian mengambil sebuah botol berisi potion di kantong nya dan langsung meminum nya. “Argggh” si botak pun berubah, kedua tangan dan kaki nya membesar sebesar raksasa, dia jadi lebih tinggi dari sebelum nya. Si kurus pun sama, setengah pinggang nya menjadi badan ular dan merayap. “Mati kalian.” Teriak mereka sambil langsung maju menyerang Fei dan lainnya. Fei menarik nafasnya dalam2 dan langsung menangkap tinju si botak dan mencabut tangan nya. “Ahhhh tangan ku…..tangan ku.” Teriak si botak kesakitan. “Cuma segini ?” Kata Fei.  “Aduh…aduh…hehe.” Kata si botak yang pura2 kesakitan. Kemudian dia berteriak dan keluar dua tangan baru di bekas tangannya yang putus dan lebih besar dari sebelum nya. “Heheh matilah km.” Kata si Botak sambil maju menyerang Fei.  Si kurus pun menyerang Cecil yang terus


mengelak. Cecil pun menarik nafas dan membuat sabetan dengan tangan nya, angin sabetan itu memutuskan separuh badan ular si kurus. “Hehe, lihat ini.” Dari badan ular yang terputus keluar tentakel2 gurita sebanyak empat buah yang menopang si kurus berdiri. Tentakel2 itu langsung menangkap Cecil di pinggang nya karena lengah. Melihat itu Philia langsung maju dan menembakkan panah nya kebadan si kurus. “Tidak mempan.” Kata si Kurus. Philia langsung melompat dan menghujani kepala si kurus dengan panah. Cecil yang terperangkap mengeluarkan tombak kembarnya dan langsung memotong2 tentakel si kurus dan di teruskan


dengan memotong2 badanya, menyisakan kepalanya yang penuh dengan panah. “Huf…huf….akhirnya menang. Maaf kei chan, aku lengah.” Kata Cecil. “Ya, dia sudah mati. Sekarang kita bawa kepalanya yang bersisik ini untuk bukti kepada orang2 di perkemahan ini.” Kata Philia. “Hey kalian ga mau bantu Yuu kun ?”


Tanya Shiori. “Lihat saja wajah nya, dia tertawa kan ?” Kata Philia. “Wah benar, dia ga berubah ya, iya kan Kei chan.” Kata Shiori. “Yap, makanya aku sayang dia.” Kata Philia. “Hei aku juga kale, jangan begitu dong.” Kata Cecil. “Loh kok marah, kan kita udah ga saingan gimana sih?” Kata Philia. “Oh iya…..maaf Kei chan lupa haha.” Kata Cecil lagi. Fei menghindari serangan bertubi2 dari si botak, tangan nya sudah menjadi empat dan sangat besar. “Hah lamban.” Kata Fei sambil menghindar. “Arggh kurang ajar.” Teriak si Botak sambil terus menyerang. Fei mengambil jarak kemudian dia melepas kuda2 nya dan  meniru gerakan Yuan Long kemudian


memukulkan pukulan tenaga dalam nya. Si botak yang terkena pun terpental dan berhenti menyerang. Dengan kecepatan luar biasa, Fei langsung maju sambil meninju dada si botak sebelum jatuh dan tinjunya menembus badan di botak. “Ku…rang….a..jar” Kata Si Botak yang kemudian jatuh dan mati. Fei pun mengambil nafas dan kemudian berjalan menuju ke arah Philia, Cecil dan Shiori. “Kalian sudah lihat kan ? itulah kekuatan pasukan Eden. Mereka bisa memodifikasi badan mereka menggunakan obat atau magic dan mereka ga mengenal takut dan menyerah.” Kata Shiori. Fei dan lainnya pun berpikir. “Kalau tidak lengah sih tadi sebenarnya aku bisa kalahkan dia dengan mudah.” Kata Cecil. “Iya, aku tau, tapi km lengah kan chi chan.” Kata Philia. “Hah aku tadi hanya terlalu meremehkan saja. Ga percaya ?” Kata Cecil sewot. “Ya ya, seperti biasa.” Kata Philia sambil tersenyum sinis. “Kei, km selalu ya bikin aku kesal.” Kata Cecil. “Hei sudah2, ngapain sih ribut.” Kata Fei sambil memegang kepala Philia dan Cecil. “Yuu kun.” Kata Keduanya dengan wajah merah. “Hahaha benar2 ga berubah hahahah.” Kata Shiori yang tertawa terbahak2 dan berguling2 sambil terbang.


“Tapi benar, mereka lebih tangguh dari ksatria hitam biasanya, tapi aku yakin kita bisa mengatasinya, aku belum mengeluarkan apa2 melawan yang besar itu.” Kata Fei.  “Benar, kalian memang jauh lebih kuat dari mereka, aku saja tidak bisa menghabisi mereka dulu sewaktu kekuatan ku berada di puncak. Kita tidak boleh lengah dan meremehkan mereka. Ini baru dua orang, bayangkan kalau satu pasukan seperti mereka. Lagipula, ini mereka masih tergolong lemah dan banyak yg seperti mereka, jadi atasan mereka dan penguasa mereka otomatis kekuatan nya berlipat2 dari mereka.” Kata Shiori. Fei, Philia dan Cecil pun terdiam. “Hmm benar juga ya, kekuatan kita saat ini tidak bisa menghadapinya.” Kata Fei.  “Sudah, pokoknya kita tolong orang2 yang

__ADS_1


tertidur ini dulu, sementara kita tunggu bantuan dari ni ni. Aku sudah kontak mereka.” Kata Shiori. Kemudian, para ksatria dari AUF datang menaiki kereta yang sudah di modifikasi seperti hover bike,  menolong semua orang yang tertidur  dan kemudian membawa ke Pulau Terbang.


__ADS_2