The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 35 Warship from the Far East Empire


__ADS_3

Keesokan harinya, energy sudah terisi penuh, dan Flying Castle langsung menuju benua berikut nya yang di perkirakan memakan waktu dua minggu.


Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona berkumpul di singgasana untuk merencanakan rencana mereka berikutnya. “Nah, kita sekarang perlu bersiap2, kita tidak tau apa yang akan kita hadapi di Far East Empire,


kita bebaskan mereka dari Evil God dan berharap ada yang bisa mengajari kita dalam memakai kekuatan kita.” Kata Matt.


“Aku penasaran, mereka tidak bisa magic, tapi bisa mengalahkan monster dengan tangan kosong. Orang2 seperti apa mereka ?” Kata Fei.


“Aku baca di sebuah buku yang ada di istana ini, katanya orang2 dari timur jauh merupakan ahli bela diri, di buku di ceritakan tentang pengolahan tenaga dalam tubuh dan memanfaatkan untuk memperkuat diri. Nama


tenaga itu adalah Chi. Tapi juga di bandingkan dengan cara penggunaan magic yang membutuhkan konsentrasi mana di dalam tubuh, aku menyimpulkan kalau Chi dan Mana adalah hal yang mirip. Atau bahkan sama.” Kata Philia.


“Berarti Feiruss, mungkin sama dengan cara km bertarung selama ini. Karena km lebih mengutamakan


fisik kan di banding sirkulasi mana.” Kata Lori.


“Mungkin, tapi kadang aku juga pakai enchantment untuk menguatkan tubuh dan untuk pertahanan. Sama seperti Matthew ni san hanya saja dia lebih kuat jauh untuk pertahanan.” Kata Fei.


“Oh ya satu hal lagi, kemarin ketika aku mengamuk, secara samar aku merasakan kalau senjata di tangan ku ini berubah, ketika aku melihat Philiandra ne menembak dalam keadaan mengamuk, anak panah yang di lepaskan berubah bentuk. Itulah yang memancing ketakutan ku.” Kata Cecil.


“Oh iya, ingat ga ketika Feiruss mengamuk di desa, aku juga sempat melihat kalau Claw dia berubah menjadi besar dan Gauntlet nya menutupi seluruh lengan, aku sadar karena aku mendekap lengan nya.” Kata Philia. “Hmm berarti kita mungkin belum menggunakan senjata kita secara benar dan masih banyak yang harus kita pelajari tentang senjata kita.” Kata Matt.


“Iya benar, Ronanta sempat membahas ini dengan Jones, karena Jones bertanya, kok bentuk nya belum berubah, katanya. Trus dia juga bilang kalau senjata Ronanta ini bukan tongkat melainkan sabit. Dia mengajari aku untuk mengeluarkan mata sabitnya.” Kata Rona. Kemudian, Rona mengeluarkan staff nya dan mengerahkan sedikit tenaga dan di ujung tongkat nya keluar nya mata pedang


yang melengkung seperti sabit grim reaper.


“Ringan dan kuat…mudah di gunakan.” Kata Rona sambil mencoba mengayunkan nya.


“Wow bisa ya, aku juga mau coba.” Kata Cecil.


Kemudian Cecil mengeluarkan tombak nya dan membuat mata tombak nya menjadi mekar menjadi trisula. “Wah bisa….” Kata Cecil.


“Sekarang coba aku….” Kata Fei sambil memakai gauntlet claw nya. Kemudian seperti Cecil dan Rona, Fei pun


mencobanya, Claw yang tadinya berupa tiga cakar menempel di tinjunya menyatu


dan menjadi sebilah pedang pendek yang menempel di tinjunya, Gauntlet nya pun


membesar sampai ke siku.


”Ho ho ho, jadi labih kuat dan pukulan ku lebih ke satu tusukan besar daripada tiga tusukan.” Kata Fei sambil mengamati tangannya. “Hmm menarik…” Kata Matt yang langsung mengeluarkan kapak bermata dua nya (Battle ax)  dan perisanya. “Aku coba.” Matt pun mencoba cara yang di ajarkan Rona, Kapak nya berubah menjadi sebuah kapak besar bermata satu ( War Ax ) dan perisainya menjadi perisai keci berbentuk bulat


(Buckler) yang menempel di punggung lengan nya.  Matt heran karena dari perisai berbentuk layang2 yang sangat besar sampai ke kakinya (Kite Shield), menyusut menjadi perisai bulat yang hanya bisa


menutupi tangan nya (Buckler) dan warnanya berubah menjadi kuning emas.


“Fei coba pukul perisai ku.” Kata Matt penasaran. Fei langsung mencoba memukul nya dan


terpental.


Perisai itu mengeluarkan barrier pertahanan dengan bentuk perisai besar sebelum nya yang memental kan Fei.


“Oh jadi begini, lebih kuat dari sebelum nya hanya saja bentuk nya lebih kecil sehingga aku bisa focus menyerang juga.” Kata Matt.


“Sekarang aku mencoba kedua pedang ku.” Kata Lori. Dia melakukan seperti yang Rona ajarkan dan kedua long sword nya berubah bentuk menjadi dua katana.


“Wow, bagus dan enak di pakai.” Kata Lori sambil mencoba beberapa sabetan.


Sama seperti yang lain Philia pun mencoba busur nya dan busurnya mengeluarkan dua bilah pisau di masing2 ujung nya yang membuat busur nya lebih panjang dan besar.


“Dengan begini aku tidak perlu pedang pendek lagi, busur ini bisa menyerang dari jarak dekat.” Kata Philia senang.

__ADS_1


“Kemarin Jones bilang, kalau senjata ini belum dalam bentuk sempurna walau sudah keluar sabit


nya, dia tau karena ini adalah teknologi planet asal Dragonian. Tapi senjata2 kita tidak di buat di sana, melainkan di planet ini menggunakan liquid metal dan menjadi lebih kuat karena di campur oleh magic dari teknologi Dwarf yang merupakan ras yang punah dua ribu tahun yang lalu.” Kata Rona lagi.


“Hoo berarti masih bisa berubah ya….menarik.” Kata Fei.


“Apa dulu orang tua kita bisa ya menggunakan bentuk sempurna nya ?” Kata Philia.


“Kemungkinan besar bisa…tapi sejauh ini tidak ada catatan mengenai hal itu sih.” Kata Lori.


“Sekarang gimana kalau kita mencoba kekuatan senjata2 ini di ruang latihan ?” Kata Matt.


“Setuju….” Semuanya menjawab. Mereka ber enam pun menuju ruang latihan


untuk mempelajari sekaligus mencoba senjata relic masing2 yang sudah berubah


itu.


Flying Castle terus berjalan menelusuri lautan, ketinggian nya di set tidak terlalu tinggi dari permukaan laut. Keesokan harinya, Jones mengabarkan ada pergerakan di laut yang terpantau oleh monitor.


Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona pun berkumpul di istana bersama dengan Valia, Cezka dan Will.


“Ada kapal laut besar yang mendekati kita, sepertinya mereka sedang di kejar oleh


kapal yang ada di belakang nya.” Kata Jones. “Oh kapal itu…itu kapal militer


Far East Empire, design naga nya sangat unik dan berbeda dari kapal pada umumnya.” Kata Cezka sambil menunjuk ke arah monitor.


“Kapal di belakang nya jelas kapal perang Xenobia. Lalu, apa yang akan kita lakukan ?” Tanya Will.


“Kita tidak tau apa yang  terjadi, tapi jelas, Xenobia adalah musuh kita.” Kata Matt.


“Ya, kita tolong mereka, kta tanya situasi Negara mereka.” Kata Matt.


“Serahkan padaku Matthew ni san, ada yang ingin aku coba. Aku berangkat.” Kata Fei sambil berlari dan melompat dari balkon.


“Kenapa dia selalu keluar lewat situ sih….” Kata Matt dalam hati.


Fei berlari ke pelabuhan dan langsung menaiki salah satu Hover Bike.


Dia langsung menuju arah kapal Xenobia, kemudian dia menset Hover bike ke fungsi otomatis dan dia langsung melompat terjun di atas kapal itu.


“Katar Skill. Grand X Slash.” Dia langsung mengeluarkan Skill nya ke arah kapal itu ketika melompat terjun. Kapal yang terkena skill Fei langsung terbelah dua kemudian hancur dan tenggelam, banyak ksatria hitam yang jatuh ke laut dan tenggelam. Fei bersalto dan langsung duduk Hover bike yang di set


otomatis  dan menangkap jatuh nya.


Kemudian di langsung kembali ke Flying Castle. “Wow hanya sekali serang…hebat.” Kata Will.


“Dia mencoba skill senjata barunya yang berubah dari Claw menjadi Katar.” Kata Matt kepada Will.


“Wah…aku ga habis2 nya kagum dengan kalian.” Kata Will.


“Kalau begitu, kalian semua tambah kuat dong” Kata Cezka.


“Sepertinya begitu….” Kata Philia.


“Hei lihat itu, kapal nya berhenti dan mengibarkan bendera putih.” Kata Cecil.


“Baiklah, Lorianne, Philiandra, Cecilia, Ronanta, ayo kita turun, aku info Feiruss supaya langsung mendarat  di


kapal itu.” Kata Matt. “Baik” Lori, Philia, Cecil dan Rona langsung lari ke balkon dan melompat turun.

__ADS_1


“Asli deh…..kenapa pada hobi banget melompat dari balkon.” Kata Matt dalam hati.


Sementara itu di atas kapal, Feiruss sudah mendarat, di sambut oleh kapten kapal.


Baju mereka sangat berbeda dari umum nya, memiliki jubah menyerupai rok dan rambut mereka di kuncir satu dengan kepala yang botak setengah.


“Terima kasih sudah menolong kami, aku kapten kapal ini, namaku Yuan Long. Kami adalah tentara kekaisaran yang sedang berperang dengan pasukan serba hitam yang menguasai kekaisaran kami.” Kata Yuan Long memberi salam dengan menyatukan telapak dan tinjunya di dada. Yuan Long adalah pemimpin pasukan Far


East Empire, dia memiliki tinggi yang sama dengan Fei, wajah nya oriental dan tampan, memakai rompi dan kaus sehingga terlihat tangan nya yang kekar, usianya dua puluh Sembilan tahun dan rambut panjang nya di ikat ke atas ( dia tidak botak setengah).


“Namaku Feiruss Von Astoria, salah satu dari enam Demon Lord yang melawan kekuasaan Evil God di benua tengah.” Kata Feimemperkenalkan diri.


“Oh ternyata benar, kami pergi ke benua tengah karena ingin mencari enam Demon Lords sesuai ramalan. Semuanya bersujud.” Yuan Long memerintahkan semua anak buah nya bersujud di hadapan Fei. “Hei…hei, Ramalan ?” Kata Fei.


“Betul, ramalan dari lima ratus tahun yang lalu, jaman kaisar pertama. Bunyinya, jika kegelapan melanda, Jika langit yang terbuka  di arah timur, carilah enam bintang raja dari suku bawah tanah dan kegelapan pun sirna. Itulah isi ramalan nya. Menurut sejarah kami, suku bawah tanah adalah Demon.” Kata Yuan Long menjelaskan.


“Hmm ramalan yang sudah dari lima ratus tahun yang lalu ?” Kata Fei bertanya tanya.


“Benar, sekitar sebulan lalu, kami melihat dari kejauhan, langit terbuka di sebelah timur dan cahaya matahari menerobos kegelapan. Itulah kenapa kami menuju benua tengah.” Kata Yuan Long sambil bersujud.


“Oh, sudah2 berdirilah, ke lima saudaraku sedang menuju kesini.” Kata Fei.


Yuan Long memerintahkan semua anak buah nya berdiri.


“Jadi, kekaisaran kalian juga di kuasai oleh Pasukan Evil God ?” Tanya Fei.


“Benar, karena itulah kami mengungsi ke wilayah gunung Koen Lon. Bersama Kaisar, disana kami menyusun kekuatan untuk menekan pasukan hitam di ibukota.” Yuan Long menjelaskan.


“Oh berarti masih banyak yang selamat ya. Keadaan di benua kami sudah sangat parah soalnya, itulah sebab nya kami mencari dukungan.” Kata Fei.


“Aku mengerti, Feiruss sama, ijinkan kami membawa anda menghadap kaisar kami.” Kata Yuan Long sambil menunduk.


“Kita tunggu saudara2 ku dulu.” Kata Fei. Tak lama kemudian, dua hover bike mendarat di atas kapal. Semua prajurit langsung bersiaga dengan tombak nya.


“Tenang, mereka ini saudara2 ku, ijinkan aku memperkenalkan mereka. Di sebelah kanan ku ini adalah Matthew Von Astoria kakak ku dan istri nya Lorianne Von Astoria. Di sebelah kiriku adalah istri


pertama ku Philiandra Von Astoria dan Istri kedua ku Cecilia Von Astoria. Di depan ku ini adik ku Ronanta Von Astoria. Kami adalah enam Demon Lords pemimpin New Astorian Empire. Di atas inilah istana kami.” Fei memperkenalkan Matt dan lainnya.


“Pasukan bersujud……..Selamat datang di kapal kami, aku Yuan Long kapten kapal ini menyambut Demon Lords sekalian.” Kata Yuan Long sambil bersujud.


“Bangunlah, angkat kepala kalian. Kami datang ke sini dari istana untuk menyambut kalian.” Kata Matt  kepada Yuan Long.


“Tapi…dimana istana nya ?” Kata Yuan Long sambil mendongak keatas. Matt kemudian menjentikkan jarinya, Flying Castle pun membuka selubung nya dan menampakkan wujudnya yang tadi tidak terlihat di atas kapal.


“Ha….Hat.” Yuan Long dan semua anak buahnya menyembah Matt dan lainnya.


“Hei…sudah2, angkat kepala kalian dan berdiri.” Kata Matt yang mulai merasa risih.


“Matthew ni san, mereka adalah pasukan dari Far East Empire, begini ceritanya….” Fei pun menceritakan kepada Matt situasinya.


“Baiklah, kami setuju untuk bertemu kaisar, untuk saat ini ijinkan kami menarik kapal kalian naik ke


kota kami sehingga kalian lebih aman.” Kata Matt.


“Apakah tidak apa2 ? kami berjumlah sebanyak seratus lima puluh orang.” Kata Yuan Long.


“Tidak masalah, kita akan lanjutkan pembicaraan ini di istana.” Kata Matt.


Kemudian Matt menjentikkan jarinya dua kali dan taktor beam pun aktif membawa naik kapal dan


menaruh nya di galangan kapal di pelabuhan.

__ADS_1


__ADS_2