
Para orang2 berjubah itu langsung memasuki reruntuhan itu, tiba2 dari belakang mereka Pelatih Lenton, beberapa guru dan satu regu ksatria masuk dan mnyerbu orang2 berjubah hitam itu. Pertempuran pun
terjadi. “Apa kita harus turun untuk membantu pak Lenton ?” Tanya Fei . “Tunggu
dulu, ada yang tidak beres.” Jawab Matt. Ternyata orang2 berjubah hitam yang
masuk ke dalam reruntuhan lari keluar dan di kejar oleh sebuah Golem dari tanah
yang berukuran raksasa. Banyak orang2 bejubah hitam yang terbunuh oleh golem
itu yang terus maju dan merangsek siapa saja di depannya. Pelatih Lenton
berhasil menghentikan laju golem itu dan memukul mundur sampai pintu masuk
reruntuhan. Pelatih Lenton pun terjatuh sambil memegang dadanya. Dia terluka
cukup parah akibat menahan pukulan Golem yang merangsek maju itu dan melindungi
beberapa guru dan ksatria di belakangnya. “Pelatih Lenton…..” Matt, Fei , Lori
dan lain nya berteriak. “Aku akan menahan serangan golem berikutnya, Fei , Lori
cari celah untuk menyerang. Cecil serang dari atas, Rona keluarkan Chappy untuk
bantu menyerang dan bertahan. Philia tolong bantu heal pak Lenton dan backup
kita dari belakang.” Matt langsung mengatur adik2nya sambil mengeluarkan item
box dan membagikan senjata relic kepada adik2nya. “Baik…” Semua menjawab dan segera
menuju ke posisi masing2. Golem yang terpukul mundur pun bangkit dan langsung
menyerang maju dengan pukulan. Matt langsung berdiri menghadang dengan absolute
defense nya dan menghadang pukulan golem yang merangsek maju. Fei dan Lori
terus melancarkan serangan ke tubuh golem sedangkan Cecil terus menembakkan wind magic nya dari atas dan sesekali menyerang dengan tombak nya ke punggung golem itu. “Ugh keras sekali.” Fei berkata.
Golem terus menlancarkan serangan ke Matt yang menahan nya. “Blood magic, fire
blast.” Fei melemparkan pukulan apinya kepada golem. “Sea magic, Wave slash.”
Lori pun terus melancarkan serangan nya ke tubuh golem itu. “Wind magic. Spear
Wind Thurst” Cecil pun menyerang kepala golem dari atas. “Matt oni, Fei nii,
Lori ne, serangan ku seperti tidak berpengaruh sama sekali, bagaimana ini.” Cecil
mulai cemas melihat golem yang tidak mempan sama sekali di serang oleh mereka. “Earth
Magic, Earth axe pound” Matt menyerang setiap ada kesempatan. “Ugh seperti
menyerang gunung yang bergerak.” Kata Lori putus asa. “Dark Magic, Dark Bind.”
Rona menyerang menggunakan dark bind untuk menghentikan gerak Golem. Golem yang
terikat dark bind pun berhenti dan meronta melepaskan diri. “Sekarang…serang
serempak.” Rona berteriak. Mereka semua langsung menyerang bersamaan dari
segala arah kepada golem. Golem yang meronta2 berhasil melepaskan diri dari
dark bind rona dan mementalkan Fei dan lainnya. “Ahhhh” Semuanya berteriak
terpental. Golem pun terdiam seperti sedang mempelajari situasi. “Aduh, dia
tidak punya kelemahan apa ? Fei , Lori, Cecil, kalian ga apa2 ?” Tanya Matt
kepada lainnya. “Tidak apa2 hanya terpental dan tidak terluka.” Fei menjawab
Matt sambil bangun dari jatuh nya. “Sama” Lori juga menjawab Matt sambil
bangun. “Aku ga apa2.” Cecil juga menjawab. “Gimana cara menghadapi nya ?” Matt
berdiri dan bersiap menahan serangan berikutnya. Fei , Lori dan Cecil pun
menghampiri Matt dan Chappy. “Apa ada kelemahan nya ? Aku mencoba menyerang
semua bagian tubuh nya tetapi ga ada yang mempan.” Kata Fei . “Iya Benar,
tangan ku sampai bergetar ketika melancarkan serangan.” Lori menambahkan. “Aduh
aduh aduh berarti kita dalam keadaan gawat ini.” Cecil mulai cemas. “Philiandra
gimana pelatih lenton ?” Teriak Matt kepada Philia. “Dia ga apa2, lukanya
dalam, tapi masih bisa sembuh.” Jawab Philia berteriak. Golem yang diam mengamati pun mulai maju
perlahan mendekati Matt. Tiba2 Lenton memegang tangan Philia “Ugh Philiandra
kun, aku pernah baca, kelemahan golem adalah batu permata yang ada di
kepalanya, yaitu matanya. Jangan pedulikan aku, serang bagian itu dengan panah mu. Aku tidak apa2” Pelatih
Lenton berbicara kepada Philia dengan suara lemah. “Pelatih lenton…..” Philia
meletakkan pelatih Lenton di salah satu pilar dan mengambil busurnya. “Holy
Magic. Light Arrow” Philia pun melancarkan panah light nya kepada mata golem
yang sedang mendekat maju ke arah Matt dan lainnya. Panah Philia mengenai mata
golem itu, anak panah nya pun menancap pada matanya dan golem itu pun seperti
berteriak kesakitan sambil memegang matanya dengan kedua tangan nya. “Matthew
ni san, kelemahan nya ada di panah ku, serang bagian itu.” Teriak Philia kepada
Matt. Mendengar itu, Matt langsung melompat dan mengeluarkan skill nya “Earth
skill, Shield Enchantment, Shield Bash.” Matt menyerang kepala golem itu dan
mementalkan kepala golem kebelakang, tangan nya pun terbuka. “Sekarang….serang
matanya yang sudah di panah.” Teriak Matt setelah berhasil membuka tangan golem
yang menutupi matanya. “Dark Magic, Dark Shackle.” Rona langsung mengeluarkan Dark magic berupa rantai hitam untuk mengikat tubuh golem dan tangannya supaya tidak bergerak dengan membiarkan
kepala dan matanya terbuka. “Hiyaaaaa” Fei , Lori dan Cecil pun melompat dan
langsung menyerang serentak mata golem yang masih ada panah Philia yang
menancap. Batu permata berbentuk Bola Kristal yang merupakan mata Golem itu pun
__ADS_1
hancur berkeping2 menerima serangan Fei dan lainnya. Ketika matanya sudah
hancur, Golem pun berhenti dan mulai runtuh. “Akhirnya, benar2 melelahkan.”
Matt terduduk lemas. Fei , Lori, Cecil pun kembali ke posisi semula dan duduk
menghembuskan napas lega. “Aduh, tangan ku sakit semua, karena menyerang benda
keras. Fei nii, Lori ne kalian gimana ?” Cecil memandangi tangannya yang masih
bergetar. “Sama, aku juga sama, haaah akhirnya selasai.” Lori berkata dengan
lega. “Haha, baru kali ini ada musuh yang sekeras ini. Menyenangkan.” Kata Fei sambil
tersenyum. “Heh yang bilang begitu Cuma kamu Feirus oni.” Cecil menanggapi.
Seorang berjubah hitam yg pingsan di dekat Rona tiba2 tersadar dan ketika
melihat Rona dia langsung menyerang Rona dengan magic bolt jarak jauh nya
kemudian dia pingsan lagi. ”Ronanta kun, awaaas….” Pelatih Lenton berteriak
melihat orang itu menyerang Rona. Semua nya menengok ke arah Rona dan berusaha
meraih Rona. “Ronanta Chaaan…..” Philia berteriak sambil bergerak maju menuju
Rona. “……” Rona yang kaget tidak bisa menghindar dan terpaku diam. Tiba2 Chappy
menghadang magic spell itu dengan badannya menutupi Rona. Chappy pun terjatuh
dan roboh, bersimbah darah. “Chappy….Chappy….” Rona memanggil2 Chappy sambil
menggoyang kan tubuh nya. Philia yang baru datang langsung menggunakan healing
magic nya, Luka Chappy yang menembus badannya pun berhasil di sembuhkan, tapi
rupanya terlambat, ketika terkena serangan itu, Chappy langsung tewas.
“Chappy…..Chappy…..Chappy….” Rona terus memanggil2 Chappy dengan wajah tanpa
ekspresi dan menangis. Semua pun melingkari Chappy dan menunduk sedih, walaupun
Chappy adalah peliharaan Rona mereka merasa Chappy adalah bagian dari mereka. “…….semua minggir, Holy Magic, Ressurection…..” Teriak Philia sambil melepaskan Holy magic nya yang baru dia
pelajari yaitu Ressurection. Terlihat Cahaya yang sangat terang menyelimuti tubuh
Chappy, Seisi ruangan itu pun menjadi terang benderang. Badan Chappy yg sebelum
nya tidak bergerak sama sekali, tiba2 menunjukkan detak jantung nya yg bergerak
perlahan. Cahaya pun menghilang dan Chappy kembali bernafas dalam keadaan
pingsan. Philia pun terjatuh lemas dan tidak sadarkan diri. “Philiaaa…..” Fei segera
menangkap Philia. “Oh tidak, dia tidak bernafas.” Teriak Fei cemas. Seluruh
badan Philia membiru dan kaku. “Cepat berikan dia penambah mana, atau transfer
mana…..dia memakai semua mananya,.” Pelatih Lenton berkata cemas sambil
bergerak mendekati dengan memegangi tangan nya yang sakit. Mendengar itu, Lori
segera mengeluarkan elixir yang bisa menambah mana dari item box dan
memberikannya pada Fei . Philia tidak bisa meminum nya karena mulutnya sudah
menaruh cairan elixir itu di dalam mulutnya dan membuka mulut Philia sedikit
kemudian mencium nya dan memberikan elixir itu ke dalam mulutnya. Ketika Elixir
itu terminum oleh Philia, badan nya pun bergetar dan kembali berwarna seperti
semula secara perlahan. “Cepat beri nafas bantuan supaya jantung nya berdetak
seperti semula.” Pelatih Lenton memberi pengarahan. Fei pun memberikan nafas
bantuan dan Cecil menekan2 dada Philia. Tiba2, Philia pun menarik nafas panjang
kemudian tersedak batuk dan akhirnya bernafas normal seperti semula tapi belum sadarkan diri.
Semua yang melihat nya pun menjadi lega.
“Dia benar2 memaksakan diri, setelah menyembuhkan ku, menembak anak panah nya sebanyak itu, lalu memyembuhkan Chappy dan terakhir menggunakan ancient magic seperti Ressurection. Sangat beruntung dia masih bisa selamat.” Pelatih Lenton berkata sambil bernafas lega.
“Philia….” Fei berkata dalam hati sambil memeluk Philia di pangkuannya.
“Baiklah, untuk sementara kita mundur dulu dan pergi dari sini, reruntuhan ini akan di selidiki sepenuh nya nanti. Matthew kun, Feirus kun bawa Philiandra kun dan Chappy keluar dari sini dan langsung ke ruang
kesehatan. Cecilia kun, Lorianne kun, Ronanta kun, tolong antar para guru yang
ada di sini kembali ke akademi. Para Ksatria, tangkap semua orang berjubah
hitam yang masih hidup dan dalam keadaan pingsan. Ayo semua bergerak.” Teriak
Pelatih Lenton mengarahkan. Matt dan Fei pun segera menggotong Philia dan
Chappy menuju ke ruang kesehatan, Rona ikut dengan mereka. Cecil dan Lori
mengantar beberapa guru yang datang bersama Pelatih Lenton kembali ke akademi. Dan para ksatria secepatnya menahan semua orang2 berbaju hitam tanpa ada yang tersisa. “Ngg aku dimana ?” Philia pun
sadar dan melihat sekitar nya. Dia melihat Fei dan Cecil duduk di sebelah nya
sambil tertidur. “Kenapa aku ada di sini, seingat ku aku sudah…..” Pikirnya
sambil memegang kepalanya. “Slap” Tiba2 pipi Philia di tampar. Ternyata Cecil
yang bangun menampar Philia. “Cecilia…kenapa ?” Tanya Philia kaget. Cecil pun
menangis tersedu2 “Philiandra ne, kamu benar2 keterlaluan, bikin cemas, idiot, ga pikir panjang, aku bener2 kesal melihat mu. Kalau sampai km ga ada gimana ? Km ga mikir apa, gimana perasaanku, perasaan Feirus oni dan perasaan lainnya, coba pikirkan…..huaaaaa aku bersyukur km udah sadar huaaaaaaa” Cecil memarahi Philia sambil menangis tersedu2 dan memeluk nya.
“Cecilia benar Philiandra, aku sebenarnya juga sangat marah sama kamu, tapi aku mengerti sifat kamu, jadi tolong, berikut nya jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Aku dan Cecil sangat menyayangi dan
mencintai mu, Matt ni san, Lori ne san, Rona chan semua juga menyayangi mu, kita semua baru berikrar menjadi keluaga, tolong di ingat dan pikirkan perasaan kita.” Tambah Fei perlahan sambil
memeluk Philia. “Maaf kan aku, aku hanya mau mambantu dan berguna bagi kalian, aku berkewajiban…..” Philia berkata pelan sambil mulai menangis.
Belum selesai Philia berbicara “Philiandra ne, km sudah bukan budak lagi seperti dulu, kamu
tidak punya kewajiban apapun terhadap kami, aku adik mu, km one chan ku, km
istri pertama Feirus oni, km keluarga Astoria, km noble sekarang…….tolong
jangan pernah berpikir km membebani kami semua, tidak pernah ada yang berpikir
__ADS_1
seperti itu. Kita semua sayang kamu.” Cecil berteriak menyela dan terus
memarahi Philia sambil menangis. Ucapan Cecil sangat kena ke hati Philia. Mendengar
itu Philia menengok kepada Fei . Fei pun mengangguk dan tersenyum, sambil terus
memeluk Philia. Mendengar Teriakan Cecil, Matt, Lori dan Rona pun masuk ke dalam.
Mereka semua segera menghampiri Philia yang sudah sadar, Lori dan Rona memeluk
Philia. “Adik Bodoh….bikin cemas saja, benar2 deh…..hgh.” Bisik Lori perlahan
sambil terus memeluk Philia dan menitikkan air mata. “Philiandra one chan, tolong
jangan seperti itu lagi. Ronanta sangat berterima kasih km menyelamatkan
Chappy, tapi itu tidak sebanding kalau km mengorbankan diri seperti sekarang.
Jangan tinggalkan Ronanta huaaaaa, Ronanta sayang sama Philiandra one chan
huaaaa.” Rona yang biasanya tanpa ekpresi, menangis tersedu2 melihat Philia
yang sudah sadar. “Philiandra, tolong jangan seperti ini lagi ya….kita semua di
sini tidak mau kehilangan km.” Tambah Matt sambil tersenyum dan mengelus kepala
Philia. “Huaaa huaaaa. Maaf…..aku….huaaaa” Setelah melihat dan mendengar semua nya, Philia pun menangis tersedu sedu, selama ini dia menganggap diri nya adalah budak dan mereka yang di sana
adalah majikan nya secara naluri dan tidak sadar. Sekarang Philia sudah terbebas
dan merasa sangat lega seperti ada beban yang terlepas. “Sreeek” Pintu pun di
buka, “Philiandra san…….” Charlotte berlari masuk dan langsung memeluk Philia.
“Aku sempat takut melihat km di bawa kesini dua hari lalu, aku sudah dengar
semua dari oji san, km terlalu memaksa kan diri, memang itu sifatmu tapi mulai
sekarang tolong pikirkan orang di sekitarmu ya.” Charlotte menasihati Philia.
“iya….maaf Charlotte san.” Philia menjawab dengan senyum dan menghapus air
matanya. “Eh dua hari lalu ? Aku tidak sadarkan diri selama dua hari ? lalu sport
festivalnya ?” Tanya Philia kaget mendengar ucapan Charlotte. “Tenang, kelas
kita juara tiga walau tanpa kamu dan Feirus. Dan semua keluarga Astoria tidak
ada yang ikut lomba, semua bergantian menjaga kamu. Termasuk aku, Franz dan **
senpai.” Kata Charlotte lagi. “Berarti…….semuanya maafkan aku.” Philia menundukkan kepala.
“Hei, berhenti minta maaf adik bodoh, sekarang aku minta km berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama lagi.” Lori berkata sambil mencubit kedua pipi Philia karena dia sudah sangat greget.
“Iya….iya….iya aku berjanji, tolong lepasin Lorianne ne san, sakit…..” Jawab Philia sambil meronta kesakitan.
Semua nya pun tertawa melihat nya. “Sreek” tiba2 pintu di buka lagi,
“Ozsu Aniki, aneki, ini saat yang tepat ga ?” ** pun datang bersama Franz.
“Kenapa ?” Tanya Matt. “Begini Matthew Aniki, kelas kita kan juara satu, kita
saat ini sedang mengadakan pesta dan kalian semua di undang, kami juga undang
juara dua dan tiga.” ** menjawab pertanyaan Matt. “Iya Matthew sama, kalian
semua I undang ke pesta, aku di minta menyampaikan juga, terutama Cecilia sama
dan Ronanta sama, dari kelas kita.” Tambah Franz. “Baiklah kalian kesana dulu
dan beritahu kita akan datang. Kami minta waktu sebentar.” Kata Lori kepada **. “Siap Lorianne aneki, sy
berangkat.” Jawab **. “Baik, Lorianne sama, aku sampaikan ke panitia.” Franz
juga menjawab. Kemudian mereka pergi meninggalkan ruang kesehatan. “Ayo
Philiandra, km sudah segar kan ? kalau belum bisa jalan, aku gendong.” Fei langsung
berdiri sambil memegang tangan Philia. “Sini, aku bantu kamu ganti baju, Feirus
oni, Matthew oni silahkan keluar dulu.” Cecil menyuruh Matt dan Fei keluar.
“Baik, ayo Fei , biar mereka membantu Philiandra ganti baju dulu, nanti baru km
gendong kalau dia ga kuat hahaha.” Matt mengajak Fei keluar sambil bercanda.
“Huh Matthew ni san, jangan mengatakan hal2 yang aneh ya. Ingat aku belum kalah
loh sama km.” Jawab Fei sambil tersenyum. “Hooo, gimana kalau kita
selesaikan….” Tambah Matt sambil tersenyum. “Hehe boleh juga…..” Tambah Fei lagi.
“Ahhhh keluar, dasar otak otot, jangan macam2, kalian tunggu di luar dengan tenang sekarang.” Lori berteriak sambil mendorong keduanya keluar. “Heeh Lorianne ne ternyata bisa juga ya seperti Philiandra ne.” Ledek Cecil sambil tersenyum.
“Haha memang, tapi selama ada Philiandra aku lebih senang melihat saja haha.” Jawab Lori bangga.
“Benar2 seperti ketua preman…..” Semua nya berpikir dalam hati melihat Lori.
“Memang aku seperti itu ya…?” Philia bertanya kepada semuanya.
“Hahahahah” Semuanya pun tertawa. “Lah baru sadar, masa km ga
ngerti sih, tapi justru itulah aku sayang banget sama adik ku yang satu ini.
Dah kalian bantu dia ganti baju, aku jaga pintu.” Kata Lori sambil merangkul
Philia. Wajah Philia pun menjadi merah. “Ayo sini Philiandra ne, aku gantiin
bajunya…” Cecil berkata sambil memegang baju ganti. “Gpp Cecil aku ganti
sendiri saja….” Philia berkata kepada Cecil. “No, kali ini aku yang bantu km
ganti baju, biasanya kan km bantu aku ganti baju, iya ga Ronanta chan…kali ini
kita yang bantu.” Cecil berkata kepada Philia. “Iya Philiandra one
chan….sini….” Rona berkata sambil melepas baju Philia. “Heheh km harusnya
bersyukur sekali Philiandra san, bukan memasang wajah seperti itu, keluarga mu sayang sekali sama km, dan km adalah harta mereka. Makanya, berbahagialah Philiandra san, sini aku bantu mengelap
badan mu.” Charlotte berkata sambil mengelap badan Philia. “iya…..aku sangat
bahagia….terima kasih” Philia berkata dalam hatinya sambil tersenyum lebar di
__ADS_1
wajah nya. Philia pun selesai ganti baju dan mereka segera keluar dari ruang
kesehatan (infirmary).