The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 11 The Underground Ruin


__ADS_3

Para orang2 berjubah itu langsung memasuki reruntuhan itu, tiba2 dari belakang mereka Pelatih Lenton, beberapa guru dan satu regu ksatria masuk dan mnyerbu orang2 berjubah hitam itu. Pertempuran pun


terjadi. “Apa kita harus turun untuk membantu pak Lenton ?” Tanya Fei . “Tunggu


dulu, ada yang tidak beres.” Jawab Matt. Ternyata orang2 berjubah hitam yang


masuk ke dalam reruntuhan lari keluar dan di kejar oleh sebuah Golem dari tanah


yang berukuran raksasa. Banyak orang2 bejubah hitam yang terbunuh oleh golem


itu yang terus maju dan merangsek siapa saja di depannya. Pelatih Lenton


berhasil menghentikan laju golem itu dan memukul mundur sampai pintu masuk


reruntuhan. Pelatih Lenton pun terjatuh sambil memegang dadanya. Dia terluka


cukup parah akibat menahan pukulan Golem yang merangsek maju itu dan melindungi


beberapa guru dan ksatria di belakangnya. “Pelatih Lenton…..” Matt, Fei , Lori


dan lain nya berteriak. “Aku akan menahan serangan golem berikutnya, Fei , Lori


cari celah untuk menyerang. Cecil serang dari atas, Rona keluarkan Chappy untuk


bantu menyerang dan bertahan. Philia tolong bantu heal pak Lenton dan backup


kita dari belakang.” Matt langsung mengatur adik2nya sambil mengeluarkan item


box dan membagikan senjata relic kepada adik2nya. “Baik…” Semua menjawab dan segera


menuju ke posisi masing2. Golem yang terpukul mundur pun bangkit dan langsung


menyerang maju dengan pukulan. Matt langsung berdiri menghadang dengan absolute


defense nya dan menghadang pukulan golem yang merangsek maju. Fei dan Lori


terus melancarkan serangan ke tubuh golem  sedangkan Cecil terus menembakkan wind magic nya dari atas dan sesekali menyerang dengan tombak nya ke punggung golem itu. “Ugh keras sekali.” Fei berkata.


Golem terus menlancarkan serangan ke Matt yang menahan nya. “Blood magic, fire


blast.” Fei melemparkan pukulan apinya kepada golem. “Sea magic, Wave slash.”


Lori pun terus melancarkan serangan nya ke tubuh golem itu. “Wind magic. Spear


Wind Thurst” Cecil pun menyerang kepala golem dari atas. “Matt oni, Fei nii,


Lori ne, serangan ku seperti tidak berpengaruh sama sekali, bagaimana ini.” Cecil


mulai cemas melihat golem yang tidak mempan sama sekali di serang oleh mereka. “Earth


Magic, Earth axe pound” Matt menyerang setiap ada kesempatan. “Ugh seperti


menyerang gunung yang bergerak.” Kata Lori putus asa. “Dark Magic, Dark Bind.”


Rona menyerang menggunakan dark bind untuk menghentikan gerak Golem. Golem yang


terikat dark bind pun berhenti dan meronta melepaskan diri. “Sekarang…serang


serempak.” Rona berteriak. Mereka semua langsung menyerang bersamaan dari


segala arah kepada golem. Golem yang meronta2 berhasil melepaskan diri dari


dark bind rona dan mementalkan Fei dan lainnya. “Ahhhh” Semuanya berteriak


terpental. Golem pun terdiam seperti sedang mempelajari situasi. “Aduh, dia


tidak punya kelemahan apa ? Fei , Lori, Cecil, kalian ga apa2 ?” Tanya Matt


kepada lainnya. “Tidak apa2 hanya terpental dan tidak terluka.” Fei menjawab


Matt sambil bangun dari jatuh nya. “Sama” Lori juga menjawab Matt sambil


bangun. “Aku ga apa2.” Cecil juga menjawab. “Gimana cara menghadapi nya ?” Matt


berdiri dan bersiap menahan serangan berikutnya. Fei , Lori dan Cecil pun


menghampiri Matt dan Chappy. “Apa ada kelemahan nya ? Aku mencoba menyerang


semua bagian tubuh nya tetapi ga ada yang mempan.” Kata Fei . “Iya Benar,


tangan ku sampai bergetar ketika melancarkan serangan.” Lori menambahkan. “Aduh


aduh aduh berarti kita dalam keadaan gawat ini.” Cecil mulai cemas. “Philiandra


gimana pelatih lenton ?” Teriak Matt kepada Philia. “Dia ga apa2, lukanya


dalam, tapi masih bisa sembuh.” Jawab Philia berteriak.  Golem yang diam mengamati pun mulai maju


perlahan mendekati Matt. Tiba2 Lenton memegang tangan Philia “Ugh Philiandra


kun, aku pernah baca, kelemahan golem adalah batu permata yang ada di


kepalanya, yaitu matanya.  Jangan pedulikan aku, serang bagian itu dengan panah mu. Aku tidak apa2” Pelatih


Lenton berbicara kepada Philia dengan suara lemah. “Pelatih lenton…..” Philia


meletakkan pelatih Lenton di salah satu pilar dan mengambil busurnya. “Holy


Magic. Light Arrow” Philia pun melancarkan panah light nya kepada mata golem


yang sedang mendekat maju ke arah Matt dan lainnya. Panah Philia mengenai mata


golem itu, anak panah nya pun menancap pada matanya dan golem itu pun seperti


berteriak kesakitan sambil memegang matanya dengan kedua tangan nya. “Matthew


ni san, kelemahan nya ada di panah ku, serang bagian itu.” Teriak Philia kepada


Matt. Mendengar itu, Matt langsung melompat dan mengeluarkan skill nya “Earth


skill, Shield Enchantment, Shield Bash.” Matt menyerang kepala golem itu dan


mementalkan kepala golem kebelakang, tangan nya pun terbuka. “Sekarang….serang


matanya yang sudah di panah.” Teriak Matt setelah berhasil membuka tangan golem


yang menutupi matanya.  “Dark Magic, Dark Shackle.” Rona langsung mengeluarkan Dark magic berupa rantai hitam untuk mengikat tubuh golem dan tangannya supaya tidak bergerak dengan membiarkan


kepala dan matanya terbuka. “Hiyaaaaa” Fei , Lori dan Cecil pun melompat dan


langsung menyerang serentak mata golem yang masih ada panah Philia yang


menancap. Batu permata berbentuk Bola Kristal yang merupakan mata Golem itu pun

__ADS_1


hancur berkeping2 menerima serangan Fei dan lainnya. Ketika matanya sudah


hancur, Golem pun berhenti dan mulai runtuh. “Akhirnya, benar2 melelahkan.”


Matt terduduk lemas. Fei , Lori, Cecil pun kembali ke posisi semula dan duduk


menghembuskan napas lega. “Aduh, tangan ku sakit semua, karena menyerang benda


keras. Fei nii, Lori ne kalian gimana ?” Cecil memandangi tangannya yang masih


bergetar. “Sama, aku juga sama, haaah akhirnya selasai.” Lori berkata dengan


lega. “Haha, baru kali ini ada musuh yang sekeras ini. Menyenangkan.” Kata Fei sambil


tersenyum. “Heh yang bilang begitu Cuma kamu Feirus oni.” Cecil menanggapi.


Seorang berjubah hitam yg pingsan di dekat Rona tiba2 tersadar dan ketika


melihat Rona dia langsung menyerang Rona dengan magic bolt jarak jauh nya


kemudian dia pingsan lagi. ”Ronanta kun, awaaas….” Pelatih Lenton berteriak


melihat orang itu menyerang Rona. Semua nya menengok ke arah Rona dan berusaha


meraih Rona. “Ronanta Chaaan…..” Philia berteriak sambil bergerak maju menuju


Rona. “……” Rona yang kaget tidak bisa menghindar dan terpaku diam. Tiba2 Chappy


menghadang magic spell itu dengan badannya menutupi Rona. Chappy pun terjatuh


dan roboh, bersimbah darah. “Chappy….Chappy….” Rona memanggil2 Chappy sambil


menggoyang kan tubuh nya. Philia yang baru datang langsung menggunakan healing


magic nya, Luka Chappy yang menembus badannya pun berhasil di sembuhkan, tapi


rupanya terlambat, ketika terkena serangan itu, Chappy langsung tewas.


“Chappy…..Chappy…..Chappy….” Rona terus memanggil2 Chappy dengan wajah tanpa


ekspresi dan menangis. Semua pun melingkari Chappy dan menunduk sedih, walaupun


Chappy adalah peliharaan Rona mereka merasa Chappy adalah bagian dari mereka.  “…….semua minggir, Holy Magic, Ressurection…..” Teriak Philia sambil melepaskan Holy magic nya yang baru dia


pelajari yaitu Ressurection. Terlihat Cahaya yang sangat terang menyelimuti tubuh


Chappy, Seisi ruangan itu pun menjadi terang benderang. Badan Chappy yg sebelum


nya tidak bergerak sama sekali, tiba2 menunjukkan detak jantung nya yg bergerak


perlahan. Cahaya pun menghilang dan Chappy kembali bernafas dalam keadaan


pingsan. Philia pun terjatuh lemas dan tidak sadarkan diri. “Philiaaa…..” Fei segera


menangkap Philia. “Oh tidak, dia tidak bernafas.” Teriak Fei cemas. Seluruh


badan Philia membiru dan kaku. “Cepat berikan dia penambah mana, atau transfer


mana…..dia memakai semua mananya,.” Pelatih Lenton berkata cemas sambil


bergerak mendekati dengan memegangi tangan nya yang sakit. Mendengar itu, Lori


segera mengeluarkan elixir yang bisa menambah mana dari item box dan


memberikannya pada Fei . Philia tidak bisa meminum nya karena mulutnya sudah


menaruh cairan elixir itu di dalam mulutnya dan membuka mulut Philia sedikit


kemudian mencium nya dan memberikan elixir itu ke dalam mulutnya. Ketika Elixir


itu terminum oleh Philia, badan nya pun bergetar dan kembali berwarna seperti


semula secara perlahan. “Cepat beri nafas bantuan supaya jantung nya berdetak


seperti semula.” Pelatih Lenton memberi pengarahan. Fei pun memberikan nafas


bantuan dan Cecil menekan2 dada Philia. Tiba2, Philia pun menarik nafas panjang


kemudian tersedak batuk dan akhirnya  bernafas normal seperti semula tapi belum sadarkan diri.


Semua yang melihat nya pun menjadi lega.


“Dia benar2 memaksakan diri, setelah menyembuhkan ku, menembak anak panah nya sebanyak itu, lalu memyembuhkan Chappy dan terakhir menggunakan ancient magic seperti Ressurection. Sangat beruntung dia masih bisa selamat.” Pelatih Lenton berkata sambil bernafas lega.


“Philia….” Fei berkata dalam hati sambil memeluk Philia di pangkuannya.


“Baiklah, untuk sementara kita mundur dulu dan pergi dari sini, reruntuhan ini akan di selidiki sepenuh nya nanti. Matthew kun, Feirus kun bawa Philiandra kun dan Chappy keluar dari sini dan langsung ke ruang


kesehatan. Cecilia kun, Lorianne kun, Ronanta kun, tolong antar para guru yang


ada di sini kembali ke akademi. Para Ksatria, tangkap semua orang berjubah


hitam yang masih hidup dan dalam keadaan pingsan. Ayo semua bergerak.” Teriak


Pelatih Lenton mengarahkan. Matt dan Fei pun segera menggotong Philia dan


Chappy menuju ke ruang kesehatan, Rona ikut dengan mereka. Cecil dan Lori


mengantar beberapa guru yang datang bersama Pelatih Lenton kembali ke akademi.  Dan para ksatria secepatnya menahan semua orang2 berbaju hitam tanpa ada yang tersisa. “Ngg aku dimana ?” Philia pun


sadar dan melihat sekitar nya. Dia melihat Fei dan Cecil duduk di sebelah nya


sambil tertidur. “Kenapa aku ada di sini, seingat ku aku sudah…..” Pikirnya


sambil memegang kepalanya. “Slap” Tiba2 pipi Philia di tampar. Ternyata Cecil


yang bangun menampar Philia. “Cecilia…kenapa ?” Tanya Philia kaget. Cecil pun


menangis tersedu2  “Philiandra ne, kamu benar2 keterlaluan, bikin cemas, idiot, ga pikir panjang, aku bener2 kesal melihat mu. Kalau sampai km ga ada gimana ? Km ga mikir apa, gimana perasaanku, perasaan Feirus oni dan perasaan lainnya, coba pikirkan…..huaaaaa aku bersyukur km udah sadar huaaaaaaa” Cecil memarahi Philia sambil menangis tersedu2 dan memeluk nya.


“Cecilia benar Philiandra, aku sebenarnya juga sangat marah sama kamu, tapi aku mengerti sifat kamu, jadi tolong, berikut nya jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Aku dan Cecil sangat menyayangi dan


mencintai mu, Matt ni san, Lori ne san, Rona chan semua juga menyayangi mu, kita semua baru berikrar menjadi keluaga, tolong di ingat dan pikirkan perasaan kita.” Tambah  Fei perlahan sambil


memeluk Philia. “Maaf kan aku, aku hanya mau mambantu dan berguna bagi kalian, aku berkewajiban…..” Philia berkata pelan sambil mulai menangis.


Belum selesai Philia berbicara “Philiandra ne, km sudah bukan budak lagi seperti dulu, kamu


tidak punya kewajiban apapun terhadap kami, aku adik mu, km one chan ku, km


istri pertama Feirus oni, km keluarga Astoria, km noble sekarang…….tolong


jangan pernah berpikir km membebani kami semua, tidak pernah ada yang berpikir

__ADS_1


seperti itu. Kita semua sayang kamu.” Cecil berteriak menyela dan terus


memarahi Philia sambil menangis. Ucapan Cecil sangat kena ke hati Philia. Mendengar


itu Philia menengok kepada Fei . Fei pun mengangguk dan tersenyum, sambil terus


memeluk Philia. Mendengar Teriakan Cecil, Matt, Lori dan Rona pun masuk ke dalam.


Mereka semua segera menghampiri Philia yang sudah sadar, Lori dan Rona memeluk


Philia. “Adik Bodoh….bikin cemas saja, benar2 deh…..hgh.” Bisik Lori perlahan


sambil terus memeluk Philia dan menitikkan air mata. “Philiandra one chan, tolong


jangan seperti itu lagi. Ronanta sangat berterima kasih km menyelamatkan


Chappy, tapi itu tidak sebanding kalau km mengorbankan diri seperti sekarang.


Jangan tinggalkan Ronanta huaaaaa, Ronanta sayang sama Philiandra one chan


huaaaa.” Rona yang biasanya tanpa ekpresi, menangis tersedu2 melihat Philia


yang sudah sadar. “Philiandra, tolong jangan seperti ini lagi ya….kita semua di


sini tidak mau kehilangan km.” Tambah Matt sambil tersenyum dan mengelus kepala


Philia. “Huaaa huaaaa. Maaf…..aku….huaaaa”  Setelah melihat dan mendengar semua nya, Philia pun menangis tersedu sedu, selama ini dia menganggap diri nya adalah budak dan mereka yang di sana


adalah majikan nya secara naluri dan tidak sadar. Sekarang Philia sudah terbebas


dan merasa sangat lega seperti ada beban yang terlepas. “Sreeek” Pintu pun di


buka, “Philiandra san…….” Charlotte berlari masuk dan langsung memeluk Philia.


“Aku sempat takut melihat km di bawa kesini dua hari lalu, aku sudah dengar


semua dari oji san, km terlalu memaksa kan diri, memang itu sifatmu tapi mulai


sekarang tolong pikirkan orang di sekitarmu ya.” Charlotte menasihati Philia.


“iya….maaf Charlotte san.” Philia menjawab dengan senyum dan menghapus air


matanya. “Eh dua hari lalu ? Aku tidak sadarkan diri selama dua hari ? lalu sport


festivalnya ?” Tanya Philia kaget mendengar ucapan Charlotte. “Tenang, kelas


kita juara tiga walau tanpa kamu dan Feirus. Dan semua keluarga Astoria tidak


ada yang ikut lomba, semua bergantian menjaga kamu. Termasuk aku, Franz dan **


senpai.”  Kata Charlotte lagi. “Berarti…….semuanya maafkan aku.” Philia menundukkan kepala.


“Hei, berhenti minta maaf adik bodoh, sekarang aku minta km berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama lagi.” Lori berkata sambil mencubit  kedua pipi Philia karena dia sudah sangat greget.


“Iya….iya….iya  aku berjanji, tolong lepasin Lorianne ne san, sakit…..”  Jawab Philia sambil meronta kesakitan.


Semua nya pun tertawa melihat nya. “Sreek” tiba2 pintu di buka lagi,


“Ozsu Aniki, aneki, ini saat yang tepat ga ?” ** pun datang bersama Franz.


“Kenapa ?” Tanya Matt. “Begini Matthew Aniki, kelas kita kan juara satu, kita


saat ini sedang mengadakan pesta dan kalian semua di undang, kami juga undang


juara dua dan tiga.” ** menjawab pertanyaan Matt. “Iya Matthew sama, kalian


semua I undang ke pesta, aku di minta menyampaikan juga, terutama Cecilia sama


dan Ronanta sama, dari kelas kita.” Tambah Franz. “Baiklah kalian kesana dulu


dan beritahu kita akan datang. Kami minta waktu sebentar.”  Kata Lori kepada **. “Siap Lorianne aneki, sy


berangkat.” Jawab **. “Baik, Lorianne sama, aku sampaikan ke panitia.” Franz


juga menjawab. Kemudian mereka pergi meninggalkan ruang kesehatan. “Ayo


Philiandra, km sudah segar kan ? kalau belum bisa jalan, aku gendong.” Fei langsung


berdiri sambil memegang tangan Philia. “Sini, aku bantu kamu ganti baju, Feirus


oni, Matthew oni silahkan keluar dulu.” Cecil menyuruh Matt dan Fei keluar.


“Baik, ayo Fei , biar mereka membantu Philiandra ganti baju dulu, nanti baru km


gendong kalau dia ga kuat hahaha.” Matt mengajak Fei keluar sambil bercanda.


“Huh Matthew ni san, jangan mengatakan hal2 yang aneh ya. Ingat aku belum kalah


loh sama km.” Jawab Fei sambil tersenyum. “Hooo, gimana kalau kita


selesaikan….” Tambah Matt sambil tersenyum. “Hehe boleh juga…..” Tambah Fei lagi.


“Ahhhh keluar, dasar otak otot, jangan macam2,  kalian tunggu di luar dengan tenang sekarang.” Lori berteriak sambil mendorong keduanya keluar. “Heeh Lorianne ne ternyata bisa juga ya seperti Philiandra ne.” Ledek Cecil sambil tersenyum.


“Haha memang, tapi selama ada Philiandra aku lebih senang melihat saja haha.” Jawab Lori bangga.


“Benar2 seperti ketua preman…..” Semua nya berpikir dalam hati melihat Lori.


“Memang aku seperti itu ya…?” Philia bertanya kepada semuanya.


“Hahahahah” Semuanya pun tertawa. “Lah baru sadar, masa km ga


ngerti sih, tapi justru itulah aku sayang banget sama adik ku yang satu ini.


Dah kalian bantu dia ganti baju, aku jaga pintu.” Kata Lori sambil merangkul


Philia. Wajah Philia pun menjadi merah. “Ayo sini Philiandra ne, aku gantiin


bajunya…” Cecil berkata sambil memegang baju ganti. “Gpp Cecil aku ganti


sendiri saja….” Philia berkata kepada Cecil. “No, kali ini aku yang bantu km


ganti baju, biasanya kan km bantu aku ganti baju, iya ga Ronanta chan…kali ini


kita yang bantu.” Cecil berkata kepada Philia. “Iya Philiandra one


chan….sini….” Rona berkata sambil melepas baju Philia. “Heheh km harusnya


bersyukur sekali  Philiandra san, bukan memasang wajah seperti itu, keluarga mu sayang sekali sama km, dan km adalah harta mereka. Makanya, berbahagialah Philiandra san, sini aku bantu mengelap


badan mu.” Charlotte berkata sambil mengelap badan Philia. “iya…..aku sangat


bahagia….terima kasih” Philia berkata dalam hatinya sambil tersenyum lebar di

__ADS_1


wajah nya. Philia pun selesai ganti baju dan mereka segera keluar dari ruang


kesehatan (infirmary).


__ADS_2