The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 32 Rescue the elfen village


__ADS_3

Mereka langsung bergegas menuju rumah sakit. Di


rumah sakit, mereka bertemu dengan Charlotte yang menunggu di depan pintu.


“Charlotte, bagaimana Philiandra dan Cecilia ?” Tanya Matt. “Mereka sudah


sadar, dan Lorianne san ada di dalam. Biarkan mereka dulu, mereka sedang


melepas kesedihan mereka. Ronanta chan silahkan masuk duluan.” Kata Charlotte


memberi tahu. “Iya  aku mengerti, Ronanta chan, silahkan masuk duluan. Aku dan Matthew ni san menunggu di luar sebentar.” Kata Fei kepada Rona. “Baik Feiruss oni chan, Ronanta masuk duluan.” Rona pun


langsung masuk di bukakan Charlotte. Terdengar suara tangisan tersedu2 dari


dalam ketika Rona masuk. “Matthew san, Feiruss san, kalian mengerti kan ?


Kalian pergi saja dulu, mereka tidak apa2, aku menjaga mereka di sini, nanti


kalau mereka sudah tenang, aku panggil kalian lewat alat komunikasi.” Kata


Charlotte. “Maaf kami semua merepotkan mu Charlotte.” Matt membungkuk kepada


Charlotte. “Apanya ? kita sudah sekian lama bersama, aku sudah menganggap


kalian semua keluarga ku sendiri, tidak masalah.” Kata Charlotte. “Baiklah,


kami akan ke toko sebentar, nanti kami bawakan minuman.” Kata Matt. “Iya…”


Jawab Charlotte sambil tersenyum. Matt dan Fei pun pergi menuju toko dan


membelikan minuman untuk semua dan mereka duduk minum Coffee di air mancur.


Tiba2 dari kejauhan, terlihat Dorian menghampiri mereka. “Yang mulia, maaf sy


datang lagi. Sy ada permintaan, bolehkah kalian menurunkan kami para Elf di


sini saja ? Kami tidak mau merepotkan yang mulia.” Kata Dorian. “Apa yang


membuat kalian berpikir begitu ?” Tanya Matt. “Banyak penduduk kota ini yang


marah sama kami, pertama  karena apa yang kami lakukan kepada yang mulia Philiandra, kedua mereka mengira kami meminta maaf supaya di ijinkan tinggal dan mengambil keuntungan dari yang mulia. Dan


ketiga kami di anggap tidak tahu diri dengan melibatkan kota bahkan Negara ini


dengan masalah kami sendiri. Yang mulia, terus terang, kami tidak mempunyai


niat2 yang jelek seperti itu, kami meminta maaf kepada yang mulia Philiandra


karena memang kami merasa di tolong oleh nya walaupun km telah jahat padanya.


Banyak penduduk menceritakan tentang yang mulia Philiandra selama tinggal di


sini. Maka dari itu kami memutuskan, untuk turun di sini dan kami tidak akan


mengganggu lagi, mohon kabulkan pemintaan kami yang mulia.” Kata Dorian sambil


menangis. “Kalau memang kalian berpikir begitu, baiklah, kami berdua akan


bicarakan dengan Philiandra.” Kata Matt. “Yang mulia, kalau boleh, kita minta


turun nya tanpa seijin yang mulia Philiandra, bukan karena kami tidak mau


bertemu dia, tapi kami tidak pantas bertemu dia dengan apa yang pernah kami


lakukan terhadap dia. Kumohon.” Kata Dorian lagi. “Matt ni san, aku rasa dia


benar, terus terang, aku baru sekali ini melihat Philiandra seperti tadi,


memang sebaiknya  kita turuti selagi Philiandra masih di rumah sakit, nanti kita jelaskan ke dia.” Kata Fei . “Hmm, baiklah, aku akan minta Jones mengirim mereka ke bawah dengan taktor Beam.”


Kata Matt. “Terima kasih yang mulia.” Kata Dorian. “Sekarang kalian kumpul di


pelabuhan, di satu tempat supaya kita bisa cepat pindahkan kalian.” Kata Matt.


“Baik, sy akan mengatur sekarang juga.” Kata Dorian. “Evan, tolong atur barisan


Elf yang akan ke pelabuhan dan Jones tolong turunkan mereka dengan traktor


beam.” Kata Matt kepada Evan dan Jones menggunakan alat komunikasi. Evan pun


segera mengatur supaya para elf berkumpul di satu tempat dan ketika semua sudah


rapi, jones langsung mengirim mereka ke bawah. “Ini yang terbaik saat ini Matt


ni san. Mengenai nanti Philiandra mau menolong desa nya atau tidak, itu urusan


belakangan.” Kata Fei . “Iya, aku mengerti, sekarang semua terserah


Philiandra.” Kata Matt. “Matthew san, Feiruss san, kalian sudah boleh kesini.”


Kata Charlotte. Mereka pun segera menuju rumah sakit sambil membawa minuman

__ADS_1


untuk semuanya. Charlotte masih menunggu di depan pintu. “Baiklah, karena


kalian sudah di sini, aku permisi dulu, aku mau buat makanan untuk Franz, Yuna


dan Roi di rumah. Bye2” Kata Charlotte. “Terima kasih ya Charlotte san, km


benar2 membantu kami.” Kata Feiruss. Charlotte Cuma melambaikan tangan sambil


terus berjalan dan minum minuman yang di belikan. Mereka pun masuk dan melihat


ke empat nya sudah tenang. Philia, Lori, Cecil dan Rona menoleh ke pintu masuk


dan segera menghampiri Fei dan Matt. “Feiruss oni…..aku….” Kata Cecil. “Feiruss,


Matthew ni san Maafkan aku.” Kata Philia. Fei  langsun menghampiri  kedua nya dan langsung memeluk mereka. “Tidak apa2, tidak apa2.” Kata Fei sambil memeluk mereka. Matt langsung menggendong


Rona dan merangkul Lori. Setelah semua emosi keluar, mereka duduk di dua tempat


tidur yang berdampingan. “Sudah lama sekali ya kita tidak kumpul ber enam


seperti ini dan bicara dengan santai, jadi ingat sewaktu kita mau ke kota Azer


dan kemping bersama haha.” Kata Matt mengenang masa lalu. “Iya ya Matt ni san,


karena semenjak kita di akademi dan pindah ke desa, kita sibuk dengan urusan


kita masing2 dan hanya bertemu di rumah saja.” Kata Fei menambahkan. Matt dan Fei


berusaha membuka percakapan karena melihat yang lain masih murung walaupun


sudah tenang. “Matt ni san, Fei , Lori ne san, Cecil, dan Rona chan, aku minta


maaf, rasa benci kepada desaku mengalahkan akal sehat ku, aku benar2 tidak bisa


bertemu dengan mereka.” Kata Philia yang berdiri dan menunduk. “Philiandra ne,


aku minta maaf, karena aku menyerang mu….” Kata Cecil menunduk kepada Philia.


“Aku malah berterima kasih Cecil, kalau bukan karena km yang membelokkan panah


ku, kepala suku pasti sudah mati. Aku juga minta maaf karena saat itu aku


sangat kesal padamu karena mengganggu ku.” Kata Philia. “Saat itu, jujur aku


merasa sangat takut, sangat cemas, tapi juga marah dengan para elf itu yang


seenaknya sama kamu, jadi semua bercampur aduk di dadaku ini.” Kata Cecil.


permintaan mereka, mereka merasa tidak pantas berada di sini. Tadi sewaktu


kalian berdua pingsan, mereka sempat minta bantuan untuk membebaskan desa


mereka yang di kuasai oleh Ksatria hitam dan meminta kita menghancurkan mesin


seperti di kota Azer dan Istana ibukota Beastmen kingdom yang menggunakan Elf


sebagai bahan bakarnya. Aku dan Fei belum memutuskan apa2, kami hanya bilang


menyerahkan keputusan ini kepada Philiandra. Jadi, bagaimana keputusan mu ?


Tidak usah buru2.” Kata Matt menjelaskan ke semuanya. Mereka semua pun terdiam.


“Aku….ingin menolong mereka, tapi aku tidak ingin bertemu lagi dengan mereka.”


Kata Philia. “Aku setuju dengan Philia, apa bisa kita menolong mereka tanpa


bertemu dengan mereka ?” Tanya Lori. “Bisa, pakai doll saja, atau drone, kita


tidak perlu bertemu mereka kan ?” Kata Cecil. “Melawan pasukan dengan Doll agak


berat, lihat lah berapa banyak Doll yang hancur ketika perang waktu itu.” Kata Fei.


“Bagaimana kalau begini, kita tembak semuanya dengan meriam utama, dan


menghancurkan semuanya…..” Usul Rona. “Kalau begitu gimana cara membebaskan


penduduk yang di tangkap ? Kecuali kalau kita mau memusnahkan semua.” Kata


Lori. “Aku ada ide, bagaimana kalau kita utus beberapa  Doll untuk membesakan tahan, kita lengkapi


Doll dengan Barrier yang bisa membuatnya menghilang, setelah semua terbebas langsung


kita tembak dengan meriam utama.” Usul Matt. “Hmm, memang prioritas kita


membebaskan penduduk yang di tangkap.” Kata Fei. “Doll bisa tidak terlihat,


ada kok fungsinya, Jones dan Rona sudah mengembangkan nya.”  Kata Rona.


“Bagaimana Philia ?” tanya Matt. “Ya, aku setuju, yang penting tidak bertemu. Bukan karena aku benci mereka tapi aku tidak bisa.” Kata Philia. “Baiklah, Rona chan, kita menuju ke desa Elf, tolong cari


koordinat nya, petujuk nya hutan di barat Ibukota. Aku akan ke gedung militer

__ADS_1


untuk menyiapkan beberapa Doll juga bersiap untuk menembakkan meriam utama.


Yang lainnya berkumpul di istana ya.” Kata Matt. Mereka pun langsung bergerak


cepat. Tiga jam kemudian mereka sampai di titik yang di tentukan karena memang


sudah dekat posisi nya. “Lihat, Dorian dan lainnya sedang mengintai di dalam


hutan. Jumlah pasukan hanya sepuluh orang, sepertinya mereka hanya sisa yang


tidak ikut berperang. Aku rasa Doll bisa mengatasi mereka. Dan tidak ada


necromancer di antara mereka.” Kata Matt. “Baiklah, ** lepaskan sepuluh Doll


dan hancurkan pasukan dengan sejata laser dan bebaskan dua kurungan berisi elf2


itu.” Kata Matt lagi. “Siap aniki” Kata ** lewat alat komunikasi. Doll segera


meluncur, dan langsung menembaki pasukan itu sampai tidak ada sisa. Kemudian


dengan cepat para Doll segera membebaskan penduduk Elf yang berjumlah sekitar


sepuluh orang dan membawa mereka kepada Dorian. Doll langsung membuat barisan


di depan Dorian dan lainnya. “Ron, Tembakkan meriam utama, koordinat nya


bangunan yang paling besar dan pohon besar di belakang nya. Luluhlantakkan


semuanya.” Kata Matt. “Baik, Matthew sama.” Jawab Ron. Ron langsung membidik


sasaran, dan mengaktifkan meriam utama. Ketika sasaran sudah terkunci, Ron


langsung menembakkan meriamnya. Ledakan besar pun terjadi dan menghancurkan


seluruh desa, ketika ledsakan sudah berlalu, terlihat lah di balik asap, mesin


besar yang sudah bolong dan hancur. Sinar matahari pun mulai menyinari hutan.


Para Elf di bawah bersorak2 dan bersuka cita. Matt, Fei , Philia, Lori, Cecil


dan Rona melihat melalui monitor di ruang singgasana. “Aniki…aniki copy, ini


ada salah satu elf bernama Dorian minta di pertemukan dengan aniki dan lainnya,


bagaimana ?” Tanya **. “Bagaimana Philia ?” Tanya Matt. “Silahkan saja Matt ni


san, aku ga apa2.” Jawab Philia tenang. “Baiklah **, bawa dia naik bersama


dengan Doll.” Kata Matt. “Siap, aniki.” Kata ** menjawab. Semua Doll pun


terbang kembali ke atas dan membawa Dorian bersama mereka. Dorian langsung di


turunkan di balkon istana. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona duduk di


singgasana masing2. “Yang mulia enam Demon Lord, aku mewakili seluruh Elf


berterima kasih karena mau menyelamatkan desa kami.” Kata Dorian sambil


berlutut dan melihat ke bawah. “….” Philia diam saja tidak menjawab. Fei yang


berada di sebelahnya, menggenggam tangan Philia. “Sekali lagi, aku minta maaf


karena sudah merepotkan. Kami para Elf akan terus mengingat kebaikan yang mulia


sekalian.  Kalau yang mulia sekalian mengijinkan, kami akan mengabdi kepada kerajaan ini dan ijinkan kami membantu kerajaan ini dalam berperang melawan Evil God. Hanya ini yang bisa kami berikan


sebagai balas budi kami. Silahkan jadikan kami budak atau bahkan umpan untuk


melawan Evil God, kami tidak keberatan, mohon ijinkan kami membalas budi yang mulia


sekalian.” Kata Dorian sambil berlutut dan menunduk. Philia langsung berdiri


dari duduk nya, dia melepaskan tangan Fei sambil tersenyum dan mendekati


Dorian. “Bangunlah, angkat kepala mu kepala desa. Aku maafkan kalian, dan kalau


kalian memang mau membantu perjuangan kami, aku mewakili semuanya mengijinkan.


Selamat datang di New Astorian Empire.” Kata Philia di depan Dorian sambil


mengulurkan tangan nya. “Terima kasih…..terima kasih yang mulia Philiandra.


Terima kasih.” Dorian pun berkata sambil menangis . Matt, Fei, Lori, Cecil dan


Rona menghampiri Philia dengan tersenyum dan menyambut Dorian.


“Jones, tolong angkat semua elf dengan traktor beam.” Kata Rona kepada Jones.


Langsung para Elf di bawah yang berjumlah tiga puluh Sembilan yang terdiri dari laki2,


perempuan dan anak2 di angkat naik ke Flying Castle. Dengan ini penduduk New

__ADS_1


Astorian Empire bertambah dan semakin kuat.


__ADS_2