
Mereka langsung bergegas menuju rumah sakit. Di
rumah sakit, mereka bertemu dengan Charlotte yang menunggu di depan pintu.
“Charlotte, bagaimana Philiandra dan Cecilia ?” Tanya Matt. “Mereka sudah
sadar, dan Lorianne san ada di dalam. Biarkan mereka dulu, mereka sedang
melepas kesedihan mereka. Ronanta chan silahkan masuk duluan.” Kata Charlotte
memberi tahu. “Iya aku mengerti, Ronanta chan, silahkan masuk duluan. Aku dan Matthew ni san menunggu di luar sebentar.” Kata Fei kepada Rona. “Baik Feiruss oni chan, Ronanta masuk duluan.” Rona pun
langsung masuk di bukakan Charlotte. Terdengar suara tangisan tersedu2 dari
dalam ketika Rona masuk. “Matthew san, Feiruss san, kalian mengerti kan ?
Kalian pergi saja dulu, mereka tidak apa2, aku menjaga mereka di sini, nanti
kalau mereka sudah tenang, aku panggil kalian lewat alat komunikasi.” Kata
Charlotte. “Maaf kami semua merepotkan mu Charlotte.” Matt membungkuk kepada
Charlotte. “Apanya ? kita sudah sekian lama bersama, aku sudah menganggap
kalian semua keluarga ku sendiri, tidak masalah.” Kata Charlotte. “Baiklah,
kami akan ke toko sebentar, nanti kami bawakan minuman.” Kata Matt. “Iya…”
Jawab Charlotte sambil tersenyum. Matt dan Fei pun pergi menuju toko dan
membelikan minuman untuk semua dan mereka duduk minum Coffee di air mancur.
Tiba2 dari kejauhan, terlihat Dorian menghampiri mereka. “Yang mulia, maaf sy
datang lagi. Sy ada permintaan, bolehkah kalian menurunkan kami para Elf di
sini saja ? Kami tidak mau merepotkan yang mulia.” Kata Dorian. “Apa yang
membuat kalian berpikir begitu ?” Tanya Matt. “Banyak penduduk kota ini yang
marah sama kami, pertama karena apa yang kami lakukan kepada yang mulia Philiandra, kedua mereka mengira kami meminta maaf supaya di ijinkan tinggal dan mengambil keuntungan dari yang mulia. Dan
ketiga kami di anggap tidak tahu diri dengan melibatkan kota bahkan Negara ini
dengan masalah kami sendiri. Yang mulia, terus terang, kami tidak mempunyai
niat2 yang jelek seperti itu, kami meminta maaf kepada yang mulia Philiandra
karena memang kami merasa di tolong oleh nya walaupun km telah jahat padanya.
Banyak penduduk menceritakan tentang yang mulia Philiandra selama tinggal di
sini. Maka dari itu kami memutuskan, untuk turun di sini dan kami tidak akan
mengganggu lagi, mohon kabulkan pemintaan kami yang mulia.” Kata Dorian sambil
menangis. “Kalau memang kalian berpikir begitu, baiklah, kami berdua akan
bicarakan dengan Philiandra.” Kata Matt. “Yang mulia, kalau boleh, kita minta
turun nya tanpa seijin yang mulia Philiandra, bukan karena kami tidak mau
bertemu dia, tapi kami tidak pantas bertemu dia dengan apa yang pernah kami
lakukan terhadap dia. Kumohon.” Kata Dorian lagi. “Matt ni san, aku rasa dia
benar, terus terang, aku baru sekali ini melihat Philiandra seperti tadi,
memang sebaiknya kita turuti selagi Philiandra masih di rumah sakit, nanti kita jelaskan ke dia.” Kata Fei . “Hmm, baiklah, aku akan minta Jones mengirim mereka ke bawah dengan taktor Beam.”
Kata Matt. “Terima kasih yang mulia.” Kata Dorian. “Sekarang kalian kumpul di
pelabuhan, di satu tempat supaya kita bisa cepat pindahkan kalian.” Kata Matt.
“Baik, sy akan mengatur sekarang juga.” Kata Dorian. “Evan, tolong atur barisan
Elf yang akan ke pelabuhan dan Jones tolong turunkan mereka dengan traktor
beam.” Kata Matt kepada Evan dan Jones menggunakan alat komunikasi. Evan pun
segera mengatur supaya para elf berkumpul di satu tempat dan ketika semua sudah
rapi, jones langsung mengirim mereka ke bawah. “Ini yang terbaik saat ini Matt
ni san. Mengenai nanti Philiandra mau menolong desa nya atau tidak, itu urusan
belakangan.” Kata Fei . “Iya, aku mengerti, sekarang semua terserah
Philiandra.” Kata Matt. “Matthew san, Feiruss san, kalian sudah boleh kesini.”
Kata Charlotte. Mereka pun segera menuju rumah sakit sambil membawa minuman
__ADS_1
untuk semuanya. Charlotte masih menunggu di depan pintu. “Baiklah, karena
kalian sudah di sini, aku permisi dulu, aku mau buat makanan untuk Franz, Yuna
dan Roi di rumah. Bye2” Kata Charlotte. “Terima kasih ya Charlotte san, km
benar2 membantu kami.” Kata Feiruss. Charlotte Cuma melambaikan tangan sambil
terus berjalan dan minum minuman yang di belikan. Mereka pun masuk dan melihat
ke empat nya sudah tenang. Philia, Lori, Cecil dan Rona menoleh ke pintu masuk
dan segera menghampiri Fei dan Matt. “Feiruss oni…..aku….” Kata Cecil. “Feiruss,
Matthew ni san Maafkan aku.” Kata Philia. Fei langsun menghampiri kedua nya dan langsung memeluk mereka. “Tidak apa2, tidak apa2.” Kata Fei sambil memeluk mereka. Matt langsung menggendong
Rona dan merangkul Lori. Setelah semua emosi keluar, mereka duduk di dua tempat
tidur yang berdampingan. “Sudah lama sekali ya kita tidak kumpul ber enam
seperti ini dan bicara dengan santai, jadi ingat sewaktu kita mau ke kota Azer
dan kemping bersama haha.” Kata Matt mengenang masa lalu. “Iya ya Matt ni san,
karena semenjak kita di akademi dan pindah ke desa, kita sibuk dengan urusan
kita masing2 dan hanya bertemu di rumah saja.” Kata Fei menambahkan. Matt dan Fei
berusaha membuka percakapan karena melihat yang lain masih murung walaupun
sudah tenang. “Matt ni san, Fei , Lori ne san, Cecil, dan Rona chan, aku minta
maaf, rasa benci kepada desaku mengalahkan akal sehat ku, aku benar2 tidak bisa
bertemu dengan mereka.” Kata Philia yang berdiri dan menunduk. “Philiandra ne,
aku minta maaf, karena aku menyerang mu….” Kata Cecil menunduk kepada Philia.
“Aku malah berterima kasih Cecil, kalau bukan karena km yang membelokkan panah
ku, kepala suku pasti sudah mati. Aku juga minta maaf karena saat itu aku
sangat kesal padamu karena mengganggu ku.” Kata Philia. “Saat itu, jujur aku
merasa sangat takut, sangat cemas, tapi juga marah dengan para elf itu yang
seenaknya sama kamu, jadi semua bercampur aduk di dadaku ini.” Kata Cecil.
permintaan mereka, mereka merasa tidak pantas berada di sini. Tadi sewaktu
kalian berdua pingsan, mereka sempat minta bantuan untuk membebaskan desa
mereka yang di kuasai oleh Ksatria hitam dan meminta kita menghancurkan mesin
seperti di kota Azer dan Istana ibukota Beastmen kingdom yang menggunakan Elf
sebagai bahan bakarnya. Aku dan Fei belum memutuskan apa2, kami hanya bilang
menyerahkan keputusan ini kepada Philiandra. Jadi, bagaimana keputusan mu ?
Tidak usah buru2.” Kata Matt menjelaskan ke semuanya. Mereka semua pun terdiam.
“Aku….ingin menolong mereka, tapi aku tidak ingin bertemu lagi dengan mereka.”
Kata Philia. “Aku setuju dengan Philia, apa bisa kita menolong mereka tanpa
bertemu dengan mereka ?” Tanya Lori. “Bisa, pakai doll saja, atau drone, kita
tidak perlu bertemu mereka kan ?” Kata Cecil. “Melawan pasukan dengan Doll agak
berat, lihat lah berapa banyak Doll yang hancur ketika perang waktu itu.” Kata Fei.
“Bagaimana kalau begini, kita tembak semuanya dengan meriam utama, dan
menghancurkan semuanya…..” Usul Rona. “Kalau begitu gimana cara membebaskan
penduduk yang di tangkap ? Kecuali kalau kita mau memusnahkan semua.” Kata
Lori. “Aku ada ide, bagaimana kalau kita utus beberapa Doll untuk membesakan tahan, kita lengkapi
Doll dengan Barrier yang bisa membuatnya menghilang, setelah semua terbebas langsung
kita tembak dengan meriam utama.” Usul Matt. “Hmm, memang prioritas kita
membebaskan penduduk yang di tangkap.” Kata Fei. “Doll bisa tidak terlihat,
ada kok fungsinya, Jones dan Rona sudah mengembangkan nya.” Kata Rona.
“Bagaimana Philia ?” tanya Matt. “Ya, aku setuju, yang penting tidak bertemu. Bukan karena aku benci mereka tapi aku tidak bisa.” Kata Philia. “Baiklah, Rona chan, kita menuju ke desa Elf, tolong cari
koordinat nya, petujuk nya hutan di barat Ibukota. Aku akan ke gedung militer
__ADS_1
untuk menyiapkan beberapa Doll juga bersiap untuk menembakkan meriam utama.
Yang lainnya berkumpul di istana ya.” Kata Matt. Mereka pun langsung bergerak
cepat. Tiga jam kemudian mereka sampai di titik yang di tentukan karena memang
sudah dekat posisi nya. “Lihat, Dorian dan lainnya sedang mengintai di dalam
hutan. Jumlah pasukan hanya sepuluh orang, sepertinya mereka hanya sisa yang
tidak ikut berperang. Aku rasa Doll bisa mengatasi mereka. Dan tidak ada
necromancer di antara mereka.” Kata Matt. “Baiklah, ** lepaskan sepuluh Doll
dan hancurkan pasukan dengan sejata laser dan bebaskan dua kurungan berisi elf2
itu.” Kata Matt lagi. “Siap aniki” Kata ** lewat alat komunikasi. Doll segera
meluncur, dan langsung menembaki pasukan itu sampai tidak ada sisa. Kemudian
dengan cepat para Doll segera membebaskan penduduk Elf yang berjumlah sekitar
sepuluh orang dan membawa mereka kepada Dorian. Doll langsung membuat barisan
di depan Dorian dan lainnya. “Ron, Tembakkan meriam utama, koordinat nya
bangunan yang paling besar dan pohon besar di belakang nya. Luluhlantakkan
semuanya.” Kata Matt. “Baik, Matthew sama.” Jawab Ron. Ron langsung membidik
sasaran, dan mengaktifkan meriam utama. Ketika sasaran sudah terkunci, Ron
langsung menembakkan meriamnya. Ledakan besar pun terjadi dan menghancurkan
seluruh desa, ketika ledsakan sudah berlalu, terlihat lah di balik asap, mesin
besar yang sudah bolong dan hancur. Sinar matahari pun mulai menyinari hutan.
Para Elf di bawah bersorak2 dan bersuka cita. Matt, Fei , Philia, Lori, Cecil
dan Rona melihat melalui monitor di ruang singgasana. “Aniki…aniki copy, ini
ada salah satu elf bernama Dorian minta di pertemukan dengan aniki dan lainnya,
bagaimana ?” Tanya **. “Bagaimana Philia ?” Tanya Matt. “Silahkan saja Matt ni
san, aku ga apa2.” Jawab Philia tenang. “Baiklah **, bawa dia naik bersama
dengan Doll.” Kata Matt. “Siap, aniki.” Kata ** menjawab. Semua Doll pun
terbang kembali ke atas dan membawa Dorian bersama mereka. Dorian langsung di
turunkan di balkon istana. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona duduk di
singgasana masing2. “Yang mulia enam Demon Lord, aku mewakili seluruh Elf
berterima kasih karena mau menyelamatkan desa kami.” Kata Dorian sambil
berlutut dan melihat ke bawah. “….” Philia diam saja tidak menjawab. Fei yang
berada di sebelahnya, menggenggam tangan Philia. “Sekali lagi, aku minta maaf
karena sudah merepotkan. Kami para Elf akan terus mengingat kebaikan yang mulia
sekalian. Kalau yang mulia sekalian mengijinkan, kami akan mengabdi kepada kerajaan ini dan ijinkan kami membantu kerajaan ini dalam berperang melawan Evil God. Hanya ini yang bisa kami berikan
sebagai balas budi kami. Silahkan jadikan kami budak atau bahkan umpan untuk
melawan Evil God, kami tidak keberatan, mohon ijinkan kami membalas budi yang mulia
sekalian.” Kata Dorian sambil berlutut dan menunduk. Philia langsung berdiri
dari duduk nya, dia melepaskan tangan Fei sambil tersenyum dan mendekati
Dorian. “Bangunlah, angkat kepala mu kepala desa. Aku maafkan kalian, dan kalau
kalian memang mau membantu perjuangan kami, aku mewakili semuanya mengijinkan.
Selamat datang di New Astorian Empire.” Kata Philia di depan Dorian sambil
mengulurkan tangan nya. “Terima kasih…..terima kasih yang mulia Philiandra.
Terima kasih.” Dorian pun berkata sambil menangis . Matt, Fei, Lori, Cecil dan
Rona menghampiri Philia dengan tersenyum dan menyambut Dorian.
“Jones, tolong angkat semua elf dengan traktor beam.” Kata Rona kepada Jones.
Langsung para Elf di bawah yang berjumlah tiga puluh Sembilan yang terdiri dari laki2,
perempuan dan anak2 di angkat naik ke Flying Castle. Dengan ini penduduk New
__ADS_1
Astorian Empire bertambah dan semakin kuat.