The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 58 Help from Byakko the west Guardian


__ADS_3

Mendadak para prajurit pergi meninggalkan arena, terlihat ratu Orphus berdiri di podium sambil mengangkat tangan nya ke atas. Langit mendadak menjadi gelap dan turun lah angina ****** beliung dari langit di atas arena. “Hati2 Yuu, ada yang datang.” Kata Matt kepada Fei yang berada di sebelah nya. “Iya, kekuatan nya


luar biasa, hati2 Dai, Yuu, Chi. Kita bersiap2.” Kata Lori lagi menambahkan. “Turunlah raja dari semua naga, Bahamut.” Teriak Ratu Orphus. Langsung angin pun turun dan mengeluarkan petir. Dari dalam angin terlihat sepasang mata berwarna merah. Mahkluk di dalam angina pun meraung dan angin pun menghilang.


Munculah sosok seekor n aga yang sangat besar dan berdiri dengan dua kaki nya, naga tersebut berwarna hitam dan bersayap delapan, badannya besar dan kekar dengan kedua tangan menyerupai manusia. “Oh tidak, kalian cepat lari, dia bukan lawan yang bisa kita lawan.” Teriak Gen. “Aku maju duluan.” Kata Fei yang


langsung maju menyerang. “Jangan Yuu.” Kata Matt berusaha mencegah. Fei langsung menyerang dengan memukul dan menendang bahamut menggunakan senjatanya. Pukulan dan tendangan Fei seperti tidak terasa oleh Bahamut, kemudian dia mengibaskan tangan nya dan Fei pun terpental. Fei bisa berdiri setelah terpental dan mulai mengumpulkan tenaganya. “Hellfire Punch.” Fei mengeluarkan salah satu jurusnya yang menembakkan ratusan fireball berbentuk tinju dengan tinjunya dari jarak sedang. Dengan enteng nya Bahamut mengangkat tangan nya dan menangkis semua tinju api Fei.  Bahamut pun menunjukkan jari nya ke arah Fei dan menembakkan sinar dari jarinya. Sinar itu mengenai lengan Fei yang masih menembak dan memutuskan lengan nya. “Ahhhh.” Fei berteriak kesakitan. “Yuu……” Matt berlari kearah Fei setelah melihat itu.


Bahamut mengumpulkan energy di jari nya lagi dan bersiap menembak. “Mundur Dai, dia mau menembak lagi, bawa semua pergi dari sini.” Teriak Fei sambil memegang tangan nya. Lori dan Cecil langsung menyerang bahamut dan mengalihkan serangan nya. Dengan kibasan ekor,  Lori dan Cecil pun terpental kemudian dia menembakkan sinar itu ke arah Fei lagi. “Awas Yuu.” Teriak Matt. Fei yang tidak bisa mengelak pun terpejam pasrah. Sinar pun sampai dan terjadi ledakan yang mengeluarkan asap tebal. Ketika asap menghilang ternyata Matt ada di depan Fei dan menangkis sinar itu dengan kedua perisai di tangan nya. “Dai. Km……” Kata Fei melihat kondisi Matt yang babak belur. “Km tidak apa2 Yuu. Kita harus lari dari sini.” Kata Matt ter engah2. Kedua perisanya bolong dan tangan berikut mata kanan nya pun terluka. Melihat itu, Bahamut pun meraung. “Kalian tidak akan keluar dari sini hidup2 hahaha.” Kata Ratu Orphus senang melihat nya. Fei melihat sekeliling dan melihat Cecil dan Lori yang pingsan karena terpental kemudian dia pingsan. “Sepertinya ini akhirnya ya….” Kata Matt sambil tersenyum pasrah. Tiba2 ada sebuah cahaya terang yang membutakan semua yang ada di arena.  “Ahh apa ini.” Teriak Ratu Orphus. “Lindungi ratu.” Jendral di samping ratu berteriak. Semua prajurit pun langsung menutupi ratu yang mundur. Sesosok bayangan pun muncul dan membawa Fei dan lainnya keluar arena. Cahaya pun menghilang dan hanya menyisakan Bahamut yang berdiri tegak di tengah arena.

__ADS_1


“Kurang ajar, mereka meloloskan diri.” Kata Ratu geram. Sementara itu di luar ibukota, di dalam hutan, Fei dan Matt yang pingsan sedang di sembuhkan oleh Philia. Lori dan Cecil pun masih tidak sadarkan diri tapi mereka tidak terluka. “Bagaimana ini bisa terjadi, apa sebenarnya naga itu.” Kata Rona. “Mahkluk itu adalah Bahamut, raja dari segala raja naga yang pernah ada, kabarnya dia berada di dimensi lain. Ratu bisa memanggil dia kesini, wajar saja, ratu adalah keturunan langsung dewa Orphus, pemilik Bahamut.” Kata Gen. “Kakak……” Hebi pun mulai siuman. “Hebi, km sudah sadar….syukurlah.” Kata Gen sambil memeluk Hebi. “Aku bermimpi…..dewi mengatakan dalam mimpi ku, aku harus hidup karena ada enam penyelamat yang datang.” Kata Hebi. “Iya, aku juga pernah bermimpi itu. Dan semua sekarang menjadi kenyataan.” Kata Gen. Tiba2 terdengar dari semak2 suara langkah kaki, Rona yang ada di situ langsung mengeluarkan kedua cakram nya dan bersiap menyerang. “Ooop sorry mengagetkan, aku tidak bermaksud jahat.” Kata Orang yang


baru keluar dari semak2. “Siapa kamu, apa mau mu ?” Tanya Rona. “Tora, Keluarlah ke sini. Kenapa km di sini ?” Tanya Gen sambil memegang pundak Rona. Sesosok orang itu pun keluar, dia memakai jubah warna putih panjang, wajah nya tampan dan rambutnya panjang di kepang satu. Dia memegang senapan dan memikul nya. “Maaf mengagetkan mu nona muda, apa kabar Gen.” Kata Tora. “Kamu kenal dia Gen ?” Tanya Rona penasaran. “Dia Shirotora, atau Byakko. Dia saudara kami juga.” Kata Gen. “Tora ni san, apa kabar.” Kata Hebi di belakang Gen menyapa Tora. “Apa buktinya kalau dia Byakko ?” Kata Rona yang masih curiga. “Hmm


mungkin begini ya…..” Kata Tora yang kemudian berubah wujud menjadi seekor harimau putih yang besar. “Sudah percaya sekarang  ?” Tanya nya dengan suara yang besar. “Kami juga akan membuktikan kepadamu Ronanta chan.” Kata Gen yang langsung menggandeng tangan Hebi dan berubah menjadi seekor kura2 hitam besar dengan ular yang melilitnya. “Inilah wujud kami sebenarnya.” Kata Gen dan Hebi bersamaan dengan suara yang berubah. “Baik2….aku percaya, tolong kembali seperti semula sebelum ada yang melihat kalian.” Kata Rona. Mereka pun kembali ke wujud semula. “Ojo chan, teman mu kelihatan nya pingsan.” Kata Tora sambil menunjuk ke Philia yang pingsan. “Oh Kei chan……” Kata Rona yang langsung berlari menghampiri Philia. “Aduh dia memaksakan diri nya menyembuhkan mereka. Dai dan Yuu sudah tidak apa2 hanya saja tangan Yuu terputus sebelah.” Kata Rona sambil mengecek teman2 nya. “Oh ini aku bawakan tangan nya. Harus nya masih bisa di sambung.” Kata Tora sambil mengeluarkan tangan nya. “Berarti tadi km ya


yang menyelamatkan kami semua.” Tanya Gen. “Iya benar, aku di suruh dewi menyelamatkan kalian.” Kata Tora. “Kita tidak bisa lama2 di sini, kita harus kembali ke pulau kita, semuanya tolong berkumpul di sini dan tolong dekatkan Shinju chan dan Chi chan ke sini.” Kata Rona. Gen dan Tora pun langsung menggotong Lori dan Cecil yang pingsan mendekat ke Rona dan lainnya. “Baiklah, kita teleportasi ke pulau tempat kita tinggal.” Kata Rona. Kemudian dia mengeluarkan cermin nya dan langsung teleport ke gerdung pemerintahan di pulau.


harus di periksa, sekarang sebaiknya km istirahat di kamar.” Kata Shiori. Rona pun langsung masuk ke dalam dan berbaring di ranjang yang di sediakan di sebelah Cecil. Sementara itu, Eiji dan Shiori pun sibuk merawat ke enam demon lord yang terluka dan pingsan. Levi dan Suzu mendekati Gen, Hebi dan Tora yang menunggu di depan kamar. “Gen, Hebi, kalian tidak apa2 ? Sementara kalian absen, aku memerintah kerajaan kalian atas nama kalian.” Kata Suzu. “Iya, terima kasih Suzu, kami akhirnya bisa berkumpul kembali. Hebi, bisa km ceritakan apa yang sebenarnya terjadi padamu ?” tanya Gen kepada Hebi. “Aku akan ceritakan, tapi nanti, setelah mereka yang di dalam bangun, sebab ini semua ada hubungan nya dengan mereka.” Kata Hebi. “Hmm maksudnya apa ?” Tanya Levi. “Maksudnya adalah tentang bencana yang akan melanda dunia ini, bukan hanya benua2 di sisi ini, melainkan semuanya.” Kata Hebi. “Aku mendengar km di tangkap oleh lady Eun.” Kata Gen. “Tidak, Gen ni san, masa km tidak sadar siapa Lady Eun itu ?” Tanya Hebi. “Hmm aku tidak mengerti maksud mu.” Kata Gen. “Lady Eun itu adalah dewi Metatron, adik dari dewi Melodias pencipta kita. Sewaktu ni san pergi, Lady Eun pamit kepadaku, dia bukan menghilang, melainkan pulang ke tempatnya, setelah dia pulang banyak prajurit datang ke rumah kita dan mencari dia. Aku berhasil melarikan diri dan sampai di kota. Tapi orang kota yang ketakutan menyerahkan aku kepada panglima saat itu dan membawa aku ke arena.” Kata Hebi menjelaskan.  “Kok km tau dia adalah dewi Metatron ?” Kata Gen. “Ya aku tau, karena sebelum dia menghilang, dia menceritakan semuanya padaku dan menampakkan wujud asli nya, dia juga bilang tujuan nya turun ke dunia untuk memberitahu bencana yang akan datang karena di minta oleh kakak nya.” Kata Hebi. “Pantas sikap dan auranya terasa lain dari manusia pada umum nya. Aku pikir dia itu manusia ciptaan Dewi Melodias yang tersisa.” Kata Gen. “Kita semua tau, manusia ciptaan dewi sudah bergabung dengan manusia bumi dan pada akhirnya menjadi demon.” Kata Levi. “Benar, dan sebagian di pindah ke bumi ratusan juta tahun yang lalu.” Kata Suzu. “Hmm benar juga, bencana apa yang akan menimpa dunia ini ?” Tanya Gen. “Aku akan jelaskan nanti setelah mereka bangun, karena ini ada hubungan nya dengan mereka.” Kata Hebi. “Oh ya, Tora kemana ? dia menghilang sejak kita naik ke sini.” Kata Gen. “Tora ? Byakko ? dia ada di sini ?” Tanya Levi. “Ya, dia yang menyelamatkan kami semua untuk melarikan diri dari arena.” Kata Gen. “Hmm kenapa dia bisa berada di tempat yang tepat ya ? Dia kan susah di cari nya.” Kata Suzu. “Katanya dia di minta Dewi untuk menyelamatkan kami semua. Sebaik nya kita tunggu dia ke sini.” Kata Gen lagi. Mereka pun menunggu di lorong rumah sakit. Sementara di dalam kamar, Eiji dan Shiori di dampingi oleh Rona merawat Fei dan lainnya yang terluka dan tidak sadarkan diri. “Eiji kun, apa lengan Yuu kun bisa pulih ? Kei chan sudah menghentikan pendarahan nya dan menutup luka nya.” Tanya Shiori. “Tangan yang terputus sudah rusak, aku tidak yakin dengan hasil nya kalau memakai tangan orisinil nya. Aku akan mencoba memodifikasi tangan ini dengan teknologi nano yang di gunakan pada doll. Sekalian aku akan memperkuat tangan nya.” Kata Eiji. “Mata kanan Dai kun juga seperti nya kena serangan dan membutakan nya, walaupun Kei chan sudah menyembuhkan nya tapi tidak bisa terbuka.” Kata Rona sambil mengamati wajah matt yang di perban.  “Iya, aku sudah memeriksanya, aku akan memberikan mata artificial seperti yang kita gunakan pada doll yang di sambungkan ke otak nya.” Kata Eiji. “Kei chan pingsan karena kehabisan energi dan Shinju chan juga Chizuru chan

__ADS_1


pingsan karena kena pukul tapi tidak ada luka dalam dan luar yang mengancam nyawanya. Mereka akan bangun lebih dulu dari Dai dan Yuu.” Kata Shiori sambil mengamati Philia dan Lori. “Saya chan, km harus beristirahat juga, sebab aku mendeteksi ada kelainan di Rahim mu.” Kata Eiji. “Oh iya….akhirnya ketahuan ya,


aku sedang hamil anak dari Jones hehe.” Kata Rona sambil memegang perut nya. “Wah selamat Saya chan, aku tidak menyangka, kenapa km diam saja ? Kan berbahaya kalau km ikut misi seperti ini lagi.” Kata Shiori sambil memegang pundak Rona.  “Aku tidak mau membuat khawatir yang lain, sebelum ingatan ku pulih aku menanggap mereka semua adalah kakak2 ku, lagi pula selama ini aku yang di selamatkan mereka. Tidak mungkin aku diam kalau mereka sedang dalam bahaya. Semenjak ingatan kami semua pulih, kita jadi semakin akrab dan ikatan kita semua menjadi lebih kuat, maaf kan aku ya Shiori chan.” Kata Rona. “Iya aku paham, aku juga sama seperti kamu Saya chan.” Kata Shiori sambil memeluk Rona. “Di dalam rahim  Chizuru chan juga ada kelainan, sepertinya keadaan dia sama dengan mu Saya chan, hanya saja aku harus menggugurkan nya


karena kalau tidak mengancam nyawanya.” Kata Eiji dengan berat. “Kenapa nini ? apa ada masalah dengan kandungan nya ?” Tanya Rona penasaran. “Dia kena pukul persis di perut nya dan kandungan nya berhenti berdetak, penyebab pingsan nya tidak hanya karena kena pukul melainkan karena ada kelainan di kandungan nya, kita harus membuang rahim nya. Maaf tapi itu yang terbaik.” Kata Eiji sambil menunduk. “Oh tidak, Chi chan……apa dia bisa hamil lagi setelah ini ? Padahal dia sangat ingin mempunyai anak.” Kata Rona sambil memegang tangan Cecil yang pingsan sambil menitik kan air mata. “Sabar ya Saya chan….” Kata Shiori di


sebelah nya. “Dia bisa hamil lagi, aku akan membuatkan dia rahim buatan. Chi chan sepertinya tidak sadar kondisi ini, sebaik nya sementara ini kita rahasiakan dulu dari dia dan Yuu.” Kata Eiji lagi. “Iya….aku paham.” Kata Rona. Kemudian Eiji memindahkan Matt, Fei dan Cecil ke ruang operasi. Para dokter dan perawat pun segera mengoperasi ketiganya bersama Eiji menggunakan magic dan teknologi. Tangan Fei di bawa ke ruangan lain untuk di modifikasi.  Setelah delapan jam pun operasi selesai. Fei, Matt dan Cecil berhasil di selamatkan. Tangan Fei sudah kembali seperti semula hanya saja sudah di modifikasi  dan mata Matt sudah bisa melihat lagi. Operasi rahim Cecil pun berhasil. Mereka pun di bawa kembali ke kamar. Rona yang kini di temani Jones terus menunggu di rumah sakit bersama Shiori dan Eiji. Keesokan  harinya, Lori dan Philia pun siuman. Rona menceritakan semua yang terjadi kepada mereka termasuk kehamilan nya dan tentang Cecil. Lori dan Philia pun kaget mendengarnya, mereka bersuka cita sekaligus sedih. Ketika suidah tengah hari, Cecil pun bangun dengan kebingungan karena sakit di perut nya. “Chi chan, km tidak apa2 ?” Tanya Philia yang duduk di sebelah nya. “Aku dimana ? Gimana musuh nya, Yuu kun, Yuu kun dimana dia Kei chan ?” Tanya Cecil sedikit panik. “Tenang dulu Chi chan, Yuu kun selamat dan Dai kun pun juga selamat. Shinju chan duduk di sana, km bisa lihat kan ?” Kata Philia tenang. “Syukurlah, musuh nya bagaimana ? apa kita menang ? aduh……perutku.” Kata Cecil sambil merintih kesakitan. Melihat Cecil siuman, Eiji, Shiori, Rona dan Lori menghampiri Cecil. “Aku akan ceritakan semuanya Chi chan.” Kata Rona yang kemudian menceritakan semuanya secara detail. “Oh berarti kita kalah ya, dan aku pingsan selama itu. Perutku sakit sekali dan perih.” Kata Cecil sambil memegang perut ku. “Chi chan, apa yang aku katakan ini tolong kamu sabar mendengarnya ya.” Kata Philia.


“Eh Kei chan, km yakin mau memberitahu dia ?” Tanya Lori. “Tidak apa2, kejadian ini bisa menimpa ke kita juga soalnya.” Kata Philia. “Ada apa sih, kok kalian jadi tegang ? ada apa sebenarnya ?” Tanya Cecil dengan wajah yang cemas. Eiji dan lainnya pun diam saja. “Begini Chi chan, aku mau ceritakan, tapi tolong km sabar mendengarnya dan tolong rahasiakan dari Yuu kun.” Kata Philia. “Umm aku bingung, tapi baiklah.” Kata Cecil dengan wajah yang cemas sekali. “Sebenarnya km sedang dalam posisi mengandung anak nya Yuu saat pertempuran terjadi dan kebetulan km kena pukul di bagian perut yang menghancurkan rahim mu dan

__ADS_1


membunuh anak mu. Ni ni dan semua dokter terpaksa membuang rahim mu dan menggantinya dengan rahim buatan untuk menyelamatkan nyawa mu. Itu sebab nya perut mu nyeri. Mohon km yang sabar ya.” Kata Philia sambil jongkok di sebelah ranjang Cecil dan memegang tangan nya. “Hah bohong kan……anak ku gugur ? Semua nya bohong kan ?” Kata Cecil sambil melihat sekeliling. Eiji dan lainnya pun tidak berani menatap wajah Cecil dan menunduk. “Kei chan….. ini bohong kan ? Shinju chan ? Saya chan ? Ni ni ? Shiori ? semua bohong kan ?” Kata Cecil sambil memegang pundak Philia dan menangis. “Maaf kan aku Chi chan…..ini yang sebenarnya, km lihat perut mu, masih ada bekas operasinya.” Kata Philia sambil menunduk. Cecil pun langsung melihat perutnya yang masih di perban dan mulai menangis tersedu2. “Haaaaaaaaa………aaaaaaaaaaaa maafkan aku anak ku……” Teriak Cecil histeris  sambil menangis meraung2 dan terus memegang perut nya. Philia, Lori dan Rona langsung memeluk Cecil yang masih menangis tersedu2. “Ini bukan salah mu Chi chan, kehamilan km baru tiga bulan. Kami di sini tidak ada yang menyalahkan km. Yang sabar ya Chi chan.” Kata Lori. Cecil terus menangis sambil di peluk oleh Philia, Lori dan Rona.  Setelah beberapa saat, Cecil pun mulai tenang. “Maaf kan aku….. sebenar nya aku sudah sadar akan kehamilan ku. Ketika melihat Yuu kun dalam bahaya, badan ku bergerak sendiri tanpa peduli apa2.” Kata Cecil pelan. “Km tidak salah Chi chan, aku pun sama kalau dalam posisi mu waktu itu, sekarang km tenang dulu.” Kata Rona. “Kami akan terus ada di samping mu Chi chan, kita sudah menjadi keluarga kan ?” Kata Philia.”Iya Chi chan, sekarang yang penting km pulih dulu. Kita juga masih menunggu Dai kun dan Yuu kun sadar. Ingat kan, kita maju bersama saat itu, sama seperti kamu aku pun bergerak sendiri melihat Dai terluka.” Kata Lori. “Yuu kun harus tau tentang hal ini, biar aku yang menyampaikan nya.” Kata Cecil. “Km yakin ? aku akan mendampingi kamu, ingat kita berdua sama.” Kata Philia. “Aku yakin Kei chan, terima kasih, km temani ya nanti.” Kata Cecil. “Aku dan Saya chan juga akan menemani bersama Dai kun juga, tenang saja, kita selalu bersama dari dulu sampai sekarang.” Kata Lori. Eiji dan Shiori pun melihat dengan senyuman dan bergandengan tangan. “Setelah bicara dengan Yuu kun nanti, aku mau membuatkan makam untuk anak ini, boleh kan ?” Tanya Cecil. “Boleh, nanti kita buatkan bersama dekat dengan makam orang tua kita.” Kata Lori. Philia dan Rona pun mengangguk setuju. “Terima kasih Shinju chan, Kei chan dan Saya chan. Terima kasih.” Kata Cecil sambil menitik kan air mata. Hari pun sudah malam, Lori, Philia dan Rona pun tetap di rumah sakit menemani Cecil yang belum boleh keluar karena bekas operasi nya belum kering. Eiji dan Jones kembali ke anjungan di gedung pemerintahan dan memantau pergerakan musuh. Shiori kembali ke gereja di temani oleh Levi, Suzu, Gen dan Hebi.


__ADS_2